Anda di halaman 1dari 1

Permaslahan yang sering terjadi pada atap Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang terletak di bagian

paling atas yang berfungsi memberikan perlindungan bagi penghuni dan beberapa elemen yang berada di dalam ruangan yang ada dibawahnya terhadap pengaruh panas, hujan, angin, dan debu. Dibalik keindahan dan fungsinya yang vital, atap juga sering menimbulkan masalah yang harus diselesaikan dengan segera. Salah satu permasalahannya adalah atap bocor. Saat musim hujan, setiap bangunan pasti akan menghadapi ancaman kebocoran. Kebocoran yang menyebabkan air tumpah ke dalam bangunan umumnya disebabkan oleh rancangan atau konstruksi yang salah, kondisi alam, pemilihan material yang digunakan, dan kesalahan dalam pemasangan. Untuk menanggulangi dan mencegah kebocoran pada bangunan dapat dilakukakan dengan berbagai cara diantaranya ; a. Bila atap genteng terlampau landai kemiringannya sehingga air hujan masuk ke dalam bangunan, kita dapat menggunakan alumunium foil, plastik tebal yang dapat dipasang persis dibawah genteng atas reng. Solusi ini bersifat sementara karena rembesan air akan tetap masuk secara perlahan-lahan dan berpotensi merusak reng kayu dan plafon. Dalam jangka waktu panjang kita harus mempertimbangkan untuk mengubah sudut kemiringan atau mengganti material atap dengan yang berbentuk lembaran. b. Kerangka atau struktur dan konstruksinya ada yang keropos. Hal ini sering terjadi pada kerangka yang terbuat dari bahan kayu dengan mutu rendah. Penyebab biasanya dikarekan oleh gigitan tikus dan rayap, air merembes melalui celah-celah genteng dan talang, atau perubahan cuaca. Hal tersebut dalam ditanggulangi dengan mengganti beberapa bagian yang rusak jika terjadi pada beberapa bagian saja, namun bila terjadi pada bagian struktur utama dan beberapa bagian lain dengan jumlah yang banyak sebaiknya mengganti keseluruhan bagian dari struktur hingga kerangka konstruksi.