Anda di halaman 1dari 3

Albrecht Case CH 11 page 382

Case Sebuah Perusahaan Elektronik yang berdiri di sebuah kota kecil, memproduksi papan sirkuit untuk personal computer. Ketiga petinggi dari perusahaan dulunya merupakan rekan kerja pada perusahaan elektronik dan memutuskan untuk bersama-sama membuat perusahaan elektroniknya sendiri. Mereka menjadi Senior Officer, dan Direksi dari perusahaan mereka sendiri. Si A menjadi CEO, Si B menjadi Presdir dan COO, si C menjadi Controller dan Treasurer. Dua dari ketiga pendiri memiliki 10,7 % dari saham perusahaan. Direksi terdiri dari 7 orang, dan bertemu tiap empat kali setahun, dan menerima Laba tahunan $4,500 dan fee tambahan ketika hadir pada rapat sebesar $800. Perusahaan mereka diterima oleh masyarakat sekitar, disediakan tempat oleh kota untuk perusahaan itu berdiri, dan bank local memberikat kredit menarik untuk perusahaan namun sebaliknya perusahaan harus menjadikan president dari bank untuk menjadi direksi. Dua tahun kemudian perusahaan mulai melakukan financial statement fraud, yang terjadi sekitar tiga tahunan, ketiga pendiri A, B, C merupakan pelaku kecurangan. Kecurangannya terdiri dari, overstate persediaan, understate COGS, overstate Gross Margin, dan Overstate Laba bersih. Bagaimana kecurangan tersebut terjadi? Answer Ilustrasi perhitungan Laba Persediaan Awal Pembelian Barang Tersedia utk Dijual Persediaan Akhir COGS Figure 1 500,000 1,500,000 2,000,000 300,000 1,700,000 Figure 2 500,000 1,500,000 2,000,000 500,000 1,500,000

Laba = Harga jual COGS beban (assumption beban 0), Figure 1 adalah keadaan dimana tidak ada kecurangan financial statement, sedangkan Figure 2 ketika ada kecurangan financial statement

Figure 1 Laba = 3,000,000 1,700,000 = 1,300,000 Figure 2 Laba = 3,000,000 1,500,000 = 1,500,000 Jika kita berbicara mengenai Financial Statement Fraud, kecurangan berikut di lakukan dengan merombak laporan keuangan, yang mana terjadi permainan dalam kebijakan akuntansi perusahaan (yang dapat saya simpulkan memanfaatkan system persediaan perpetual). Hal ini mungkin bisa terjadi agar Laba tahunan yang dibagikan ketika pertemuan yang dilaksanakan empat kali setahun dapat lebih banyak, semakin banyak laba yang diterima perusahaan, semakin banyak yang dibagikan Kemungkinan ketiga terjadinya kecurangan ini adalah dalam rangka menunjukkan kinerja perusahaan yang seakan-akan baik, hal ini dapat dilakukan oleh ketiga pendiri, agar tetap memperoleh dukungan dari pihak kota, dan bank. Berbicara mengenai Fraud Triangle berikut kemungkinan pemaparan dari kasus tersebut: 1. Opportunity Kemungkinan kesempatan yang ada dan memungkinkan terjadi fraud pada kasus ini a. Adanya rangkap jabatan oleh C, yang merupakan Controller dan Treasurer, mencatat dan mengeluarkan/menerima uang, dan juga sebagai controller C dapat dengan leluasa menjudge persediaan tersisa berapa kemudian mencatatnya b. Sistem persediaan perpetual yang memungkinkan akuntan perusahaan untuk memanipulasi jumlah persediaan akhirnya 2. Rasionalisasi diri Rasionalisasi diri dari ketiga pelaku adalah: a. Mereka merupakan pendiri dari perusahaan, mereka perlu mempertahankan kepercayaan dari kota dan bank, agar tetap perusahaan tetap berjalan b. Jika motif nya untuk memperoleh pembagian laba yang lebih besar, maka rasionalisasi diri yang mungkin adalah, mereka telah bekerja untuk perusahaan, maka mereka berhak menerima pembagian laba yang lebih. 3. Tekanan Tekanan agar perusahaan terus menghasilkan laba

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan pada SPAP 316 poin 7 Three conditions generally are present when fraud occurs. First, management or other employees have an incentive or are under pressure, which provides a reason to commit fraud. Second, circumstances existfor example, the absence of controls, ineffective controls, or the ability of management to override controlsthat provide an opportunity for a fraud to be perpetrated. Third, those involved are able to rationalize committing a fraudulent act. Dan pada poin 6 Fraudulent financial reporting need not be the result of a grand plan or conspiracy. It may be that management representatives rationalize the appropriateness of a material misstatement.