Anda di halaman 1dari 3

Resume Tuannakotta CH IV Atribut dan Kode Etik Akuntan Forensik serta Standar Audit Investigatif Atribut Akuntan Forensik

Menurut darvia terdapat kelima atribut dari akuntan forensic: 1. Mampu mengidentifikasi kemungkinan siapa pelaku dari kecurangan, dan dapat mengumpulkan bukti yang tidak berlebihan untuk menentukan pelaku. 2. Membuktikan niat pelaku melakukan kecurangan, dengan mengumpulkan bukti-bukti. 3. Kreatif dalam menerapkan teknik investigasi, berpikir seperti pen ahat, dan tidak dapat ditebak !. "arus mengetahui bah#a kecurangan dapat dilakukan dengan persekongkolan, akuntan forensic harus memiliki intuisi yang ta am untuk merumuskan teori persekongkolan yang mungkin ter adi. $. Mengenali pola fraud, sehingga akuntan forensic dapat menerapkan teknik investigasi yang sesuai. Karakteristik Pemeriksa Fraud Menurut %llan &inkerton, berikut kualifikasi tertentu seorang investigator: 1. "ati-hati tidak gegabah 2. Men aga kerahasiaan klien'peker aannya 3. Kreatif dalam menemukan hal baru !. &antang menyerah $. (erani ). *+*+, -. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan manusia .. /apat mencari informasi seluas-luasnya Kualitas Akuntan Forensik Menurut survey yang dilakukan oleh ,obert * 0ind1uist, berikut a#aban- a#aban yang diperoleh mengenai kualitas dari seorang akuntan forensic: 1. Kreatif, mampu untuk melihat sesuatu yang orang lain tidak menganggap ter adi suatu keanehan dalam suatu bisnis. 2. ,asa ingin tahu, keinginan untuk mengetahui sesuatu yang sesungguhnya ter adi dalam rangkaian peristi#a dan situasi. 3. 2ak menyerah, tak menyerah dalam mengumpulkan bukti dan informasi, dan pantang menyerah ketika fakta seolah-olah tidak mendukung dugaan. !. %kal sehat, mampu mempertahankan perspektif dunia nyata $. (usiness sense, mampu memahami bagaimana bisnis sesungguhnya ber alan ). &ercaya diri, kemampuan untuk mempercayai diri dan temuan diri sendiri, sehingga dapat bertahan pada corss e3amination 4pertanyaan silang dari aksa penuntut umum ataupun pembela5

Standar Audit Investigatif Menurut K. ". 6pencer &ickett dan *ennifer &ickett standar audit investigatif adalah: 1. 6eluruh investigasi harus dilandasi praktik terbaik yang diakui 2. Kumpulkan bukti-bukti dengan prinsip kehati-hatian 4due care5 sehingga bukti-bukti tadi dapat diterima di pengadilan 3. &astikan bah#a seluruh dokumentasi dalam keadaan aman, terlindungi, dan diindeks, dan e ak audit tersedia. !. &astikan bah#a para investigator mengerti hak-hak asasi pega#ai dan senantiasa menghormatinya. $. (eban pembuktian ada pada yang 7menduga8 pega#ainya melakukan kecurangan dan pada penuntut umum yang mendak#a pega#ai tersebut, baik dalam kasus hukum administrative maupun hukum pidana ). 9akup seluruh sunstansi investigasi dan 7kuasai8 seluruh target yang sangat kritis ditin au dari segi #aktu -. 0iput seluruh tahapan kunci dalam proses investigasi, termasuk perencanaan, pengumpulan bukti dan barang bukti, #a#ancara, kontak dengan pihak ketiga, pengamanan mengenai hal-hal yang bersifat rahasia, ikuti tata cara atau protocol dokumentasi dan penyelenggaraan catatan, melibatkan, dan atau melapor ke polisi, ke#a iban hukum, dan persyaratan mengenai pelaporan.

Resume Tuanakotta CH XXV ndang!undang Tindak Pidana Pen"u"ian ang Kriminalisasi dari setiap tahap dalam proses pencucian uang merupakan inti dari undangundang pencucian uang. %da tiga tahap pencucian uang, yaitu placement, layering, dan integration. Placement merupakan upaya menempatkan uang tunai hasil ke ahatan ke dalam system keuangan atau upaya menempatkan kembali dana yang sudah berada dalam system keuangan ke dalam system keuangan, terutama system perbankan. /alam proses penempatan uang tunai ke dalam system keuangan ini, terdapat pergerakan fisik uang tunai melalui penyelundupan uang tunai dari suatu :egara ke :egara lain. Layering adalah upaya mentransfer harta kekayaan hasil ke ahatan yang telah berhasil masuk dalam system keuangan melalui tahap placement. %da rekayasa untuk memisahkan uang hasil ke ahatan dari sumbernya melalui peralihan dana hasil placement ke beberapa rekening atau lokasi tertentu dengan serangkaian transaksi kompleks yang didesain untuk menyamarkan sumber dana haram tersebut. Integration adalah upaya menggunakan kekayaan yang berasal dari tindak pidana yang berhasil dicuci melalui proses placement dan layering, sehingga tidak terlacak sumber dana tersebut merupakan dana haram yang diambil dari suatu organisasi'perusahaan. /alam rangka mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang, dibentuk &&%2K yang bertugas: 1. Mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, mengevaluasi informasi yang diperoleh oleh &&%2K, 2. Memantau catatan dalam buku daftar pengecualian yang dibuat oleh penyedia asa keuangan, 3. Membuat pedoman mengenai tata cara pelaporan transaksi keuangan yang mencurigakan !. Memberi nasihat dan bantuan kepada instansi yang ber#enang tentang informasi yang diperoleh oleh &&%2K $. Mengeluarkan pedoman dan publikasi kepada penyedia asa keuangan tentang ke#a ibannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dan membantu mendeteksi perilaku nasabah yang mencurigakan ). Memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang -. Melaporkan hasil analisis transaksi keuangan yang berindikasi tindak pidana pencucian uang kepada kepolisian dan ke aksaan .. Membuat dan memberikan laporan mengenai hasil analisis transaksi keuangan dan kegiatan lainnya enam bulan sekali kepada &residen, /e#an per#akilan rakyat dan lembaga yang ber#enang melakukan penga#asan terhadap penyedia asa keuangan. 0aporan &&%2K akan menghasilkan, audit investigative mendalam pada seorang yang diduga melakukan pencucian uang.

Beri Nilai