Anda di halaman 1dari 5

Bisnis Plan Warung Kopi

Mengisi waktu luang sembari menikmati secangkir kopi bersama keluarga atau teman memang sangat menyenangkan. Siapa sangka, kebiasaan ini ternyata juga mampu melahirkan peluang bisnis yang menarik dengan keuntungan mengesankan. Melihat besarnya animo masyarakat terhadap aneka jenis minuman kopi, bisnis warung kopi tak pernah sepi pelanggan, meski berada di tengah gempuran coffeshop yang belakangan ini mulai bermunculan. Tentu ini sebuah peluang bagus bagi para pemula yang ingin terjun di dunia usaha, tak terkecuali bagi para karyawan yang ingin merintis bisnis sampingan untuk mendatangkan tambahan penghasilan.

Konsumen Meskipun sekarang ini persaingan warung kopi cukup ketat, namun setiap pengusaha memiliki segmen pasar yang berbeda-beda. Bila kafe mewah membidik konsumen kelas atas sebagai pangsa pasar yang potensial. Maka dalam menjalankan bisnis sampingan warung kopi Anda bisa membuat konsep yang lebih membumi, dengan menawarkan harga jual secangkir kopi yang cukup terjangkau bagi semua kalangan. Sehingga para penggemar kopi baik tua maupun muda, pria maupun wanita, pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, pengangguran, maupun pengusaha, dapat Anda bidik sebagai calon konsumen yang cukup menjanjikan.

Info Bisnis Saat ini kebiasaan ngopi atau ramai-ramai menikmati secangkir kopi bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan semata, namun juga mulai menjadi gaya hidup tersendiri bagi sebagian besar masyarakat di penjuru nusantara. Tidak heran bila fenomena tersebut kini juga dimanfaatkan banyak orang untuk mendatangkan untung besar dengan membuka usaha warung kopi. Contohnya saja dengan merintis usaha warung kopi skala kecil, sebagai salah satu peluang bisnis sampingan di sela-sela padatnya rutinitas harian yang wajib Anda kerjakan. Tertarik untuk mencobanya? Nah, bagi Anda para karyawan yang ingin membuka bisnis sampingan, berikut kami informasikan beberapa persiapan yang perlu diperhatikan, kelebihan dan kendala usaha membuka bisnis warung kopi, strategi pemasaran, serta gambaran analisa ekonomi yang bisa dijadikan sebagai panduan perhitungan modal untuk merintis usaha warung kopi.

Persiapan yang wajib diperhatikan para calon pengusaha warung kopi : 1. Membuat konsep bisnis warung kopi yang akan dibangun. Sebelum mendirikan warung kopi, tentunya Anda harus memiliki gambaran detail untuk menjalankan bisnis sampingan tersebut. Sebut saja seperti menentukan nama warung kopi, memilih menu minuman kopi yang akan disajikan, menentukan pangsa pasar yang akan dibidik, merencanakan konsep warung kopi yang menarik, dan menyesuaikan waktu operasional usaha dengan waktu luang yang Anda miliki. Mengingat waktu Anda masih terbatas (setelah pulang kerja), maka ada baiknya bila Anda membuka warung kopi dari pukul 18.00 sampai 00.00 (tengah malam) pada hari kerja, dan membukanya lebih awal pada hari-hari libur (weekend). 2. Siapkan peralatan dan perlengkapan usaha. Untuk menghemat modal usaha, Anda bisa merintis bisnis sampingan warung kopi dengan memanfaatkan halaman rumah, teras depan, dan garasi mobil yang tidak terpakai sebagai lokasi usaha Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu membayar uang sewa yang cukup mahal setiap bulannya, dan hanya membutuhkan furniture tambahan seperti meja dan kursi bambu, tikar untuk lesehan, peralatan membuat kopi, serta perabot makan dan minum (contohnya gelas, piring, sendok, dan garpu). 3. Buatlah menu yang beragam untuk memancing calon pelanggan. Biasanya menu andalan warung kopi adalah aneka jenis minuman kopi dan makanan ringan yang disajikan sebagai teman santai. Dalam hal ini Anda bisa menyajikan minuman kopi dari berbagai daerah sebagai menu andalan warung Anda, semisal mengenalkan kopi toraja, kopi aceh, kopi lampung, kopi bangka, kupi luwak, kopi klothok, kopi buah, capucino, mocca, latte, kopi jahe, dan lain sebagainya. 4. Merekrut tenaga bantu untuk memudahkan pekerjaan Anda. Padatnya kesibukan kerja para karyawan, membuat para pelaku bisnis sampingan ini membutuhkan dukungan tenaga kerja untuk mengelola bisnis mereka. Untuk itu, sebisa mungkin carilah karyawan yang cukup loyal untuk dijadikan sebagai orang kepercayaan Anda. 5. Melengkapi warung kopi dengan fasilitas yang memadai. Selain menawarkan aneka minuman kopi yang beragam, tentunya Anda juga harus memikirkan kenyamanan warung yang Anda bangun. Karena itu, perhatikan kenyamanan tempat duduk konsumen, lampu penerangan, fasilitas umum seperti toilet, parkir dan mushola, serta tambahkan pula fasilitas tambahan seperti hotspot area, layar LCD, TV, dan lain sebagainya.

Keuntungan Bisnis Warung Kopi Melimpahnya potensi kopi di berbagai penjuru nusantara, ternyata cukup memudahkan para pelaku usaha untuk bisa memenuhi kebutuhan bahan baku kopi bagi perkembangan bisnis yang sedang mereka rintis. Tercatat sebagai salah satu negara penghasil kopi di kelas dunia, tentunya para pelaku usaha bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia tanpa harus mengimpor bahan baku kopi dari pasar luar negeri. Selain itu, kopi merupakan salah satu minuman favorit bagi seluruh kalangan masyarakat. Tidak hanya kaum pria saja yang menyukai minuman kopi sebagai teman bergadang. Berbekal kreativitas para pelaku usaha dalam mengkombinasikan menu varian kopi, sekarang ini anak muda, kaum wanita, bahkan orang tua, juga menyukai aneka minuman kopi yang pilihannya semakin beragam. Kondisi ini menjadikan prospek bisnis minuman kopi masih cukup bagus, karena peluang pasar yang bisa Anda bidik sangatlah luas, sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan hadirnya cafe kopi modern yang membawa brand ternama dari luar negeri.

Kekurangan Bisnis Warung Kopi Ketika menjalankan peluang usaha ini, ada beberapa kendala yang sering ditemui para pelaku usaha. Yang pertama adalah ketatnya persaingan pasar, baik dari para pelaku bisnis sejenis maupun dari kompetitor besar seperti misalnya coffeshop ternama yang diusung dari luar negeri, ataupun pelaku bisnis kedai kopi dari dalam negeri yang bisnisnya dikelola dengan sistem waralaba. Kendala yang kedua adalah kesalahan dalam melayani dan menghitung orderan konsumen. Dalam kondisi ramai, terkadang para pelaku usaha melakukan kesalahan dalam menghitung jumlah orderan. Jadi untuk meminimalisir kesalahan, ada baiknya bila Anda mempersilahkan konsumen untuk mencatat sendiri menu-menu yang mereka kehendaki, dan meminta uang bayaran ketika kita mengantarkan menu minuman dan makanan yang di pesan konsumen.

Strategi Pemasaran Warung Kopi Untuk memperluas pemasaran bisnis warung kopi, bisa dimulai dari orang-orang terdekat kita. Contohnya saja dengan menginformasikan bisnis warung kopi kepada keluarga besar kita, rekan kerja, teman semasa sekolah maupun kuliah, kerabat dekat kita, tetangga sekitar, serta menginformasikan bisnis sampingan tersebut di beberapa komunitas yang masih aktif kita ikuti. Strategi ini terbilang cukup efektif, karena sekarang ini warung kopi banyak dimanfaatkan sebagai tempat berkumpulnya komunitas tertentu (misalnya komunitas pecinta sepeda, komunitas penggemar buku, penggemar otomotif, komunitas blogger, dll), tempat
3

meeting yang cukup santai bagi para koordinator dan pekerja lapangan, serta memenuhi kebutuhan banyak orang yang mencari tempat nyaman untuk menikmati secangkir kopi sambil bercengkerama bersama teman-teman. Selanjutnya, Anda juga bisa memasang spanduk besar, neon box, ataupun banner di depan warung kopi, agar sebagian besar masyarakat yang melewati bisnis Anda mengetahui keberadaan bisnis tersebut sehingga tertarik untuk mampir mencicipi aneka minuman kopi yang Anda tawarkan. Bila perlu, Anda juga bisa memberikan diskon menarik untuk memancing respon konsumen. Misalnya saja dengan memberikan diskon 10% bagi para konsumen yang memiliki kartu member, memberikan gratis secangkir kopi bagi konsumen yang mengumpulkan 5 lembar struk pembayaran, atau memberikan paket makan dan minum gratis bagi seorang pelanggan yang membawa enam orang temannya menikmati aneka menu di warung kopi Anda.

Kunci Sukses Bisnis Warung Kopi Kesuksesan bisnis warung kopi tidak hanya bergantung pada kualitas rasa yang ditawarkan. Beberapa kunci sukses lainnya yang perlu Anda perhatikan adalah kenyamanan tempat dan suasana yang Anda tawarkan, perkuat konsep bisnis yang ingin Anda usung, serta berani merangkul komunitas-komunitas yang ada di lingkungan sekitar untuk meramaikan warung kopi Anda setiap harinya.

Analisa Ekonomi Asumsi Bisnis sampingan warung kopi bisa Anda rintis dengan memanfaatkan halaman rumah, teras dan garasi (ruang kosong) sebagai tempat usaha. Modal usaha Meja dan kursi bambu (@ Rp 350.000,00 x 5 set) Tikar (@ Rp 100.000,00 x 3 buah) Kompor gas + tabung 3 kg, ceret, termos Gelas, piring, sendok, garpu Total Rp 1.750.000,00 Rp 300.000,00 Rp 800.000,00 Rp 500.000,00+ Rp 3.350.000,00

Peralatan di atas mengalami penyusutan setelah digunakan 3 tahun : 1/36 bulan x Rp 3.350.000,00 Biaya operasional per bulan Bahan baku minuman (kopi, gula, susu, coklat,dll) Bahan baku makanan (pisang, kentang, camilan,dll) Bahan bakar gas elpiji 3kg (@ Rp 16.000,00 x 5) Gaji tenaga bantu 1 orang Biaya listrik, air, dan kebersihan Biaya internet (speedy) Biaya penyusutan Total biaya Omset per bulan Rata-rata harga kopi Rp 7.000,00 dengan penjualan 40 gelas/hari. Aneka kopi : @ Rp 7.000,00 x 40 gelas x 26 hari Omset makanan Kentang goreng : @ Rp 6.000,00 x 10 porsi x 26 hr Pisang bakar : @ Rp 5.000,00 x 10 porsi x 26 hari Aneka camilan : @ Rp 1.000 x 50 bungkus x 26 hr Total omset Laba bersih per bulan Rp 11.440.000,00 - Rp 8.033.000,00 ROI (Return of Investment) (Modal awal : laba bersih per bulan) = 1 bulan = Rp 3.407.000,00 Rp 1.560.000,00 Rp 1.300.000,00 Rp 1.300.000,00+ Rp 11.440.000,00 Rp 7.280.000,00 Rp 3.900.000,00 Rp 2.600.000,00 Rp 80.000,00 = Rp 93.000,00/bln

Rp 910.000,00 Rp 200.000,00 Rp 250.000,00 Rp 93.000,00+

Rp 8.033.000,00

Semoga informasi tentang warung kopi, bisnis sampingan yang tak pernah sepi ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk segera merealisasikan ide bisnis tersebut sebagai peluang usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
5

Anda mungkin juga menyukai