Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM MODEL PERMUKAAN DIGITAL

Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Mata Kuliah M del Permukaan Di!ital" #an! di$ina leh % &il'ester &ari &ai( &T"( MT"

Oleh%

Mariana )h" # landa da ) sta

*++",-".,/0

1URU&AN TEKNIK GEODE&I 2AKULTA& TEKNIK &IPIL DAN PEREN)ANAAN IN&TITUT TEKNOLOGI NA&IONAL MALANG ,.+3

LEM4AR PER&ETU1UAN PRAKTIKUM MODEL PERMUKAAN DIGITAL

Laporan Praktikum Model Permukaan Digital ini dapat diajukan sebagai syarat kelulusan mata kuliah Model Permukaan Digital di Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan nstitut Teknologi !asional Malang tahun ajaran "#$"%"#$&' Persetujuan ini diberikan kepada( !ama Jurusan ( Mariana )h' *olanda da )osta ( Teknik Geodesi +$$'",'#"-.

Laporan ini disetujui oleh dosen pembimbing mata kuliah Model Permukaan Digital di nstitut Teknologi !asional Malang'

Asisten Praktikum

D sen Pem$im$in!

Pandu Eka 4aruna ++",-".3+

&il'ester &ari &ai( &T"( MT"

4A4 II DA&AR TEORI


"'$ Pengertian DTM Digital adalah menggunakan komputer dan struktur data, dibaca dan disimpan dalam bentuk digital bukan analog dalam media penyimpanan dalam sistim komputer +Meyer, $/0,.'

Gambar : Data Digital

Model dapat dinyatakan sebagai obyek atau konsep yang digunakan untuk menyatakan atau merepresentasikan sesuatu yang berada di dunia nyata +real world.' 1epresentasi dari obyek yang nyata tersebut direduksi dengan skala tertentu dan diubah%direduksi%generalisasi isi in2ormasinya sehingga dapat dipahami +Meyer, $/0,.' Permukaan adalah topogra2i, relie2, tinggi permukaan tanah atau bumi menggambarkan unsur alami danbuatan +Meyer, $/0,.' Jadi, pengertian model permukaan digital adalah representasi statistik dari permukaan topogra2i bumi yang kontinu dengan data pasangan koordinat 3, *, 4, dalam jumlah yang besar dalam suatu sistem koordinat +Miller dan La2lame, $/,0.' Data DTM merupakan data representasi topogra2i atau ele5asi dari (Eddy Prahasta, 2008 . "'" 1epresentasi DTM "'"'$ Point Titik merupakan representasi gra2is yang paling sederhana pada suatu obyek' Titik tidak mempunyai dimensi tetapi dapat ditampilkan dalam bentuk simbol baik pada peta maupun sebagiannya' dalam layar monitor' )ontoh ( Lokasi Fasilitasi 7esehatan, Lokasi Fasilitas 7esehatan, dan lain suatu area atau 6ilayah dengan basis piksel demi piksel dalam 2ormat raster'

"'"'" T ! T ! +Triangulated Irregular Network. merupakan suatu model alternati2 bagi DTM dan D8M raster9grids biasa' Model ini merupakan cara yang sederhana dalam membangun sebuah permukaan digital dari sekumpulan titik data yang terdistribusi secara tidak teratur'Titik9titik sampel yang terditribusi secara tidak teratur tersebut dapat digunakan untuk mempresentasikan permukaan tanah dengan jumlah titik sampel yang l ebih besar +rapat. untuk 6ilayah dengan detil yang banyak dan ber5ariasi, dan jumlah titik sampel kecil untuk area dengan jumlah detil yang minim' +8ddy Prahasta, "##0. +8S1 , $//-.'

:dapun prinsip pembuatan T !, yaitu ( a' The 8mpty )ircumcirle Principle For Delaunay Triangulation Prinsip ini menggunakan lingkaran sebagai syarat dalam membangun suatu jaringan segitiga, dimana suatu didalam suatu lingkaran terkecil terdapat tiga titik yang akan dihubungkan menjadi suatu segitiga dan tidak boleh teerdapat titik lain' Gambar diba6ah ini memberiakn contoh dari prinsip tersebut'

b' The M:39M ! :ngle PrincipPrinsip ini menggunakan besar sudut dari empat titik +pada contoh diba6ah., dimana di dalam segi suatu segi empat harus membentuk suatu segitiga dengan sudut maksimum terbesar dan sudut minimum terbesar' Gambar di ba6ah ini mengilustrasikan prinsip tersebut'

"'"'& Grid Grid merupakan struktur matrik yang digunakan untuk merekan relasi9 relasi topologi yang terdapat diantara titik9titik data secara implisit' Tetapi karna struktur data grid ini serupa dengan struktur penyimpanan array computer dijital, maka penanganan matrik ketinggian sangatlah sederhana' Selain itu sebagai konsekuensi lain dari struktur ini, algoritma yang terkait dengan permodelan DTM yang berbasiskan grid cenderung bersi2at ;straight orward<' Meskipun demikian, dilain pihak, kerapatan titik9titik grid regular ini, nampaknya belum dapat diadaptasikan secra penuh untuk memenuhi kompleksitas relie permukaan bumi' =leh karna itu diperlukan sejumlah besar titik9titik dat untuk menyajikan permukaan tanah dengan tingkat akurasi yang didinginkan'

Didalam konteks DTM sering pula digunakan terminology latti!e untuk merujuknya> yaitu interpretasi permukaan garis yang disajikan oleh sejumlah titik sampel yang berukuran sama yang direpresentasikan terhadap titik yang sama dan jarak sampling konstan yang sama pula dalam atah absis +?. dan ordinat +y.' setiap mesh point ini berisi nilai ketinggian +@. untutk lokasi yang bersangkutan untuk merujuk pada nilai dasarnya' Sementara itu nilai9nilai ketinggian permukaan untuk lokasi9lokasi yang terletak diantara mesh point dapat ditaksir dengan menginterpolasikan beberapa nilai ketinggian milik mesh point yang bersebelahan' Didalam sebuah latti!e, setiap mesh "oint menginterpretasikan sebuah nilai ketinggian diatas permukaan, hanya saja nilai ini hanya berlaku dipusat sel9grid yang bersangkutan' Jadi hal ini tidak tidak mengimplikasikan bah6a nilai ketinggian tersebut milik keseluruhan area sel9grid terkait' Aalaupun demikian sisitem grid yang lain bias saja menganggap bah6a setiap sel9grid merupakan sel bujur sangkar dengan nilai atribut ketinggian konstan' :rtinya, nilai ketinggianya akan me6akili keseluruhan area sel9grid yang bersangkutan atau semua lokasi yang terdapat didalam setiap sel9grid yang bersangkutan dianggap memiliki nilai ketinggian yang sama, ( Eddy Prahasta# 2008 $ "'"'B Garis 7ontur Garis9garis kontur atau isoline adalah garis9garis khayal yang menghubungkan titik9titik yang memiliki nilai +tertentu. ketinggian yang sama +konstan.' Metode ini merupakan bentuk representasi yang paling 2amiliar untuk permukaan tanah, baik dalam 2ormat analog maupun dijital' Peta9peta garis kontur dengan inter5al tertenti ini banyak tersedia dalam skala yang ber5ariasi, ( Eddy Prahasta# 2008 $

)ontoh tampilan garis9garis kontur

:kurasi garis9garis kontur ini akan bergantung pada jenis data yang menjadi masukannya ( primer atau turunan' Jika garis9garis kontur ini didapatkan secara langsung dari proses pengolahan 2oto udara sebgai data primer dengan menggunakan perangkat stereo "lotter, maka akurasi garis9 garis konturnya akan tinggi' Sementara jika garis9garis kontur dibuat berdasarkan titik9titik data +?,y,@., maka posisi garis9garis kontur harus diinterpolasikan dari titik9titik data tersebut' Aalaupun demikian bentuk representasi permukaan dalam bentuk garis9garis kontur ini memiliki ;kelemahan<, yaitu permukaan yang bersangkutan hanya dapat disajikan disepanjang garis9garis isoline tersebut' Sementara anomal yang terdapat diantara garis9garis kontur tersebut tidak dapat di perlihatkan' 7etika disajikan dalam bentuk hardcopy, setiap garis kontur digambarkan sebagai bentuk garis kontinyu yang mengikuti inter5al kontur disepanjang permukaan' Setiap garis kontur ini, secara teoritis terdiri dari titik9titik sample yang jumlahnya tidak terbatas' Aalaupun demikian seorang operator yang mendijitasi peta kontur untuk menghasilkan DTM, garis9 garis kontur ini disamplingkan sehingga system komputernya tidak dapat menyimpan semua titik yang terdapat disepanjang garis yang bersangkutan' =leh karena itu seorang operator hanya akan mendijitasi atau memilih titik9titik %erte& yang dianggap sudah re"resentati%e, ( Eddy Prahasta# 2008 $

"'"', Creaklines 'reaklines pada dasarnya merupakan unsur9unsur spasial yang mem9 presentasikan suatu perubahan +gradient atau slo"e. permukaan tanah yang tiba9tiba +biasbya digambarkan oleh garis9garis kontur yang cukup rapat.'Pada umumnya breaklines diasosiasikan dengan adanya 2enomena9 2enomena unsur9unsur muka tanah seperti halnya dinding 5ertikal +baik buatan manusia Dtermasuk bangunanE maupun yang bersi2at alamiah., batas9batas jalan +dengan asumsi tertentu., gris9garis punngung bukit, bahu jalan, sungai +streamlines., saluran air, batas air, dsb' !amun, kadang terminologi breaklines tidak bersi2at mutlak> tetapi relati2' Sebagai contoh, jika pada suatu daerah dilakukan pengukuran topogra2i +ketinggian. berikut kedalaman sungai di beberapa titik di kedua sisinya +pinggir. serta beberapa titik didalam sungai itu sendiri untuk mendapatkan pro2il +garis9garis kontur. daratan dan kedalaman sungainya secara keseluruhan, maka keberadaan unsur sungai tersebut sangat berpotensi untuk mengundang hadirnya breaklines, unsur sungai +dalam hal ini. tidak akan di9grid +atau tidak akan diinterpolasikan. karena kedalaman9kedalaman detilnya +di dalamnya. tidak diukur, tetapi diasumsikan' +Cartier, $//F. "'"'F )o5e? hull )on5e? hull adalah poligon yang disusun dari subset titik sedemikian sehingga tidak ada titik dari himpunan a6al yang berada di luar poligon tersebut +semua titik berada di batas luar atau di dalam area yang dilingkupi oleh poligon tersebut.'

Gambar ( )on5e? Gull Petunjuk untuk menyelesaikan persoalan ini adalah persamaan garis pada bidang' Persamaan garis pada bidang memisahkan bidang menjadi dua bagian yaitu area di sebelah kanan bidang +relati2 terhadap orientasi garis.' Sebagai contoh garis berorientasi adalah sumbu koordinat' Misalkan saja sumbu 5ertikal +ordinat, arah orientasi ke atas., seluruh titik di sebelah kanan garis ini memiliki nilai komponen koordinat hori@ontal +3. yang positi2 sedangkan seluruh titik di sebelah kiri garis memiliki nilai komponen koordinat hori@ontal negati2' Petunjuk di atas diman2aatkan dengan membuat de2inisi bah6a garis yang dibentuk oleh titik9titik poligon jika diasumsikan memiliki orientasi yang sama, maka setiap titik berada di sebelah kanan seluruh garis batas tersebut' De2inisi ini kemudian diman2aatkan untuk menentukan aksi a6al yaitu memilih titik yang berada paling luar pertama' Mencari titik pertama cukup mudah yaitu cukup memilih titik yang memiliki nilai komponen koordinat +hori@ontal atau 5ertikal. yang ekstrim +minimum atau maksimum.' Titik9titik con5e? hull lainnya ditentukan berdasarkan titik pertama tadi' +http(%%pebbie'6ordpress'com%"##/%#/%"/%con5e?9hull9"d%.

"'"'- Thiessen Polygon Thiessen Poligon,Juga dikenal sebagai Horonoi jaringan dan Delaunay triangulations poligon Thiessensecara independen ditemukan di beberapa bidang studi,termasuk klimatologi dan geogra2i' Mereka diberi nama setelah climatologist yang digunakan mereka untukmelakukan trans2 ormasi dari titik stasiun iklim D:S'Poligon Thiessen dapat digunakan un tuk menggambarkan daerah pengaruh sebuah titik dalam satu set poin' Jika :nda mengambil satuset poin danmenghubungkan setiap titik ke tet angga terdekat,:nda memiliki apa yang disebutjaringan tidak teraturTrian gulasi +T !.'Jika membagi dua masingmasingmenghubungkan segmen garis tegak lurus dan membuat poligon tertutup dengan bisectors tegak lurus, hasilnya akan menjadi serangkaian poligon Thiessen' Daerahyang terkandung dalam setiap poligon adalah lebih dekat ke titik poligon yang didasarkan daripada titik lain di dataset'

Gambar ( Thissen Polygon

"'"'0 D8M D8M adalah teknik penyimpanan data tentang topogra2i suatu terrain'Suatu D8M merupakan penyajian koordinat +3, *, G. dari titik9 titik secara digital, yang me6akili bentuk topogra2i suatu terrain' Digital Ele%ation (odel +D8M. adalah representasi statistik permukaan tanah yang kontinyu dari titik9titik yang diketahui koordinat 3, *, dan 4 nya pada suatu sistem koordinat tertentu' DTM%D8M adalah suatu set pengukuran ketinggian dari titik9titik yang tersebar di permukaan tanah' Digunakan untuk analisis topogra2i daerah tersebut' D8M adalah suatu basis data dengan koordinat 3, *, 4, digunakan untuk merepresentasikan permukaan tanah secara digital' D7ingston )entre 2or G S,"##"E Digital Ele%ation (odel +D8M. merupakan bentuk penyajian ketinggian permukaan bumi secara digital'Dilihat dari distribusi titik yang me6akili bentuk permukaan bumi dapat dibedakan dalam bentuk teratur, semi teratur, dan acak'Sedangkan dilihat dari teknik pengumpulan datanya dapat dibedakan dalam pengukuran secara langsung pada objek +terestris., pengukuran pada model objek +2otogrametris., dan dari sumber data peta analog +digitasi.'Teknik pembentukan D8M selain dari Terestris, Fotogrametris, dan Digitasi adalah dengan pengukuran pada model objek, dapat dilakukan seandainya dari citra yang dimiliki bisa direkonstruksikan dalam bentuk model stereo' ni dapat di6ujudkan jika tersedia sepasang citra yang mencakup 6ilayah yang sama' D8M terbentuk dari titik9titik yang memiliki nilai koordinat &D +3, *, 4.' Permukaan tanah dimodelkan dengan memecah area menjadi bidang9 bidang yang terhubung satu sama lain dimana bidang9bidang tersebut terbentuk oleh titik9titik pembentuk D8M' Titik9titik tersebut dapat berupa titik sample permukaan tanah atau titik hasil interpolasi atau ekstrapolasi titik9titik sample' Titik9titik sample merupakan titik9titik yang didapat dari hasil sampling permukaan bumi, yaitu pekerjaan pengukuran atau pengambilan data ketinggian titik9titik yang dianggap dapat me6akili

relie2 permukaan tanah' Data sampling titik9titik tersebut kemudian diolah hingga didapat koordinat titik9titik sample'+prasetya,"#$#. "'& 7euntungan DTM a. Dapat dinyatakan secara lebih 5ariati2' )ontoh( penampang melintang, 5idio animasi &D, peta tematik digital topogra2i, kelerangan, dsb' b. Tingkat dapat akurasi mengalami tetap terjaga, dimana tingkat akurasi dapat dipertahankan tidak dipengaruhi 6aktu' )ontoh( peta analog +kertas. proses pengerutan, sobek, dsb yang dapat mempengaruhi akurasi posisi 3, *, 4' c. Memiliki kemampuan yang baik dalam integrasi data dan proses secara otomalisasi' )ontoh( penggabungan data tinggi dan planimetris dalam proses ortorekti2ikasi dapat secara mudah dilakukan' d. Dapat direpresentasikan dalam berbagai skala' )ontoh ( data DT( dapat disimpan dalam berbagai resolusi spasial'

D:FT:1 PIST:7: Cartier'$//F' (odel Permukaan Digital) +http(%%pebbie'6ordpress'com%"##/%#/%"/%con5e?9hull9"d%. diakses pada tanggal "# Januari "#$& +http(%%arryprasetya'blogspot'com%"#$#%#,%de2inisi9dem9digital9ele5ation9 model'html. diakses pada tanggal "# Januari "#$& 7ingston )entre 2or G S'"##" La2lame dan Miler'$/,0' Teori dan *oal+*oal Pengantar Pemetaan Prahasta, 8ddy, ;Model Permukaan Dijital<, n2ormatika, Candung, September "##0' Prahasta, 8ddy, ;1emote Sensing( Praktis Pengindraan Jauh dan Pengolahan )itra Dijital dengan Perangkat Lunak 81 Mapper<, n2ormatika, Candung, Maret "##0'