Anda di halaman 1dari 16

Ilmu Mukhtalif Al-Hadist

PENDAHULUAN
Sebagaimana kita tahu ilmu hadits dalam pembagiannya memiliki banyak
sekali cabang cabang yang membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan
hadits. Ilmu-ilmu tersebut sangat penting untuk diketahui apalagi bagi orang-
orang yang menekuni bidang hadits, karena dapat membantu dalam
menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan hadits. Salah satu dari
ilmu-ilmu tersebut adalah ilmu mukhtalif al-hadits. Ilmu ini membahas tentang
hadits-hadits yang secara lahir saling bertentangan antara satu dengan yang lain.
Pertentangan tersebut terkadang membuat orang-orang yang menekuni hadits
menjadi bingung tentang apa yang sebenarnya dimaksudkan dalam hadits-hadits
tersebut. Karena hal inilah para tokoh hadits berpikir tentang apa yang seharusnya
dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Akhirnya ditemukanlah ilmu
mukhtalif al-hadits ini yang di dalamnya membahas tentang metode-metode yang
digunakan untuk memecahkan masalah pertentangan diantara hadits-hadits nabi
tersebut. an untuk lebih jelasnya, makalah ini akan mencoba membahas tentang
ilmu mkhtalif al-hadits ini.
A. Sejarah Singkat Mukhtalif Al-Hadits
Pada masa a!al sistematisasi, perumusan dan penulisannya, ilmu yang
berhubungan dengan hadits-hadits yang mukhtalif ini dibahas dalam ilmu ushul
fi"h. Ini jelas terlihat dari rumusan yang dilakukan oleh Imam Syafi#i dalam kitab
ar-$isalah, al-%mm, dan Ikhtilaf al-&adits. Pembahasan ikhtilaf ini juga ditulis
oleh Ibnu 'utaibah dalam kitabnya Tawil Mukhtalif al-Hadits ()*+-),- &. dan
Musykil al-Atsar karya ath-/haha!i ())0-+)* &..
i sisi lain, ilmu yang berhubungan dengan ilmu hadits dalam makna ilmu
riwayah, lebih bersifat ilmu musthalah al-hadits. &al ini terlihat jelas dalam kitab
al-Muhaddits al-Fashil karya $amahurmu1iy (!. +-2., yang dipandang sebagai
kitab pertama dalam ilmu ini.
alam perkembangannya, ilmu ini tidak saja dibahas dalam kitab-kitab
ushul fi"ih, tetapi juga dalam ilmu hadits pada umumnya. Sementara terapannya
bertebaran dalam kitab-kitab fi"ih dan syarah hadits, seperti al-Mughni karya Ibnu
'udamah, Fath al-Bari; Syarah Shahih Bukhori karya Ibnu &ajar, Syarah an-
Nasaiy karya as-Suyuti, Tanwir al-Hawalik; Syarah Muwaththa karya as-Suyuti,
Syarah Muwaththa karya a1-3ar"ani, Subulus Salam;Syarah Bulughu al-Maram
karya ash-Shan#ani dan sebagainya.
B. Pengertian Ilmu Mukhtalif Hadis
Sebelum memaparkan pengertian dari ilmu mukhtalif hadis, perlu
diketahui bah!a kata mukhtalif merupakan bentuk kalimat isim fa#il dari asal kata
ikhtalafa-yakhtalifu-ikhtilaf. Secara etimologi adalah isim fa#il yang bisa
diidhafahkan dengan isim lainnya yang berasal dari kata kerja yang berarti
mukhtalif hadis secara bahasa adalah hadis-hadis yang bertentangan antara yang
satu dengan yang lain. Sedangkan secara istilah, r. 4ahmud al-/hahan
menjelaskan secara sederhana, bah!a mukhtalif hadis adalah 5
*

i >

z .
Hadis makbul kontradiksi d!ngan s!samanya s!rta m!mungkinkan
dikom"romikan antara k!duanya.#
4uhammad 6Ajjaj al-Khathib mendefiniskan Ilmu Mukhtal$f al-Had$s wa
Musyakilihi sebagai5
)

z L

a >

_s c >

s i

s z

s _

a >

_s c >

>

Artinya% &lmu yang m!mbahas hadis-hadis yang tam"aknya saling


b!rt!ntangan' lalu m!nghilangkan "!rt!ntangan itu' atau m!ngom"romikannya'
di sam"ing m!mbahas hadis yang sulit di"ahami atau dim!ng!rti' lalu
m!nghilangkan k!sulitan itu dan m!n(!laskan hakikatnya.
Para ulama ahli hadis mendefinisikan bah!a hadis mukhtalif adalah hadis-
hadis yang tampak saling bertentangan satu sama lain. 7amun, tidak selamanya
hadis-hadis yang tampak bertentangan itu memang kontradiktif, sehingga perlu
diselesaikan dengan metode-metode yang ditempuh oleh para ulama hadis, seperti
metode al jam#u !a al-taufi".
+
Secara garis besar, ilmu ini mencakup seluruh
hadis yang secara lahir bertentangan, baik dari segi sanad maupun matan.
Sedangkan menurut istilah ilmu mukhtalif al-&adits ialah ilmu yang
membahas hadits-hadits, yang menurut lahirnya bertentangan atau berla!anan,
1 Dr.Mahmud Thohan, Intsar Imu Hadst, (Maang: UIN Maang Press, 2007)
hm. 83
) A-Khatb, Muhammad A|a|, Ushul Al-Hadis Oadrun Nur dan Ahmad Musyafq
(penter|.), (|akarta :Gaya Meda Pratama, 2007) hm. 178
3 Prof.dr.Muh. Zuhr, Hadst Nab-Teaah Hstors dan Metodoogs (Yogyakarta:
Tara Wacana, 2011) Hm.139
kemudian pertentangan tersebut dihilangkan atau dilkompromikan antara
keduanya, sebagaimana membahas hadits-hadits yang sulit dipahami
kandungannya, dengan menghilangkan kesulitannya serta menjelaskan
hakikatnya. (Al-&afid1 Ibnu Katsir, al- Basis al-Hadits; Syarah &khtisar )*lum
Al-Hadits.
ari pengertian ini dapat dipahami, bah!a dengan menguasai ilmu
mukhtalif al-hadits, hadits-hadits yang tampaknya bertentangan akan dapat diatasi
dengan menghilangakan pertentangan tersebut. 8egitu juga kemusykilan yang
terlihat dalam hadits, akan segera dapat dihilangkan dan ditemukan hakikat dari
kandungan hadits tersebut.
efinisi yang lain menyebutkan bah!a ilmu mukhtalif al-hadits ialah ilmu
yang membahas hadits-hadits yang menurut lahirnya saling bertentangan, karena
adanya kemungkinan dapat dikompromikan, baik dengan cara menta"yid
kemutlakannya, atau mentakhsis keumumannya, atau dengan cara memba!anya
kepada beberapa kejadian yang rele9an dengan hadits tersebut.(Subhi Al-Shalih.
. Se!a!-Se!a! terjadin"a adan"a Hadits Mukhtalif
:
1) ;aktor Internal, yaitu berkaitan dengan internal dari redaksi hadits
tersebut. 8iasanya terdapat 6illat (cacat. di dalam hadits tersebut yang nantinya
kedudukan hadits tersebut menjadi dha#if. an secara otomatis hadits tersebut
ditolak ketika hadits tersebut berla!anan dengan hadits shahih.
2) ;aktor <ksternal, yaitu faktor yang disebabkan oleh konteks penyampaian
dari 7abi, yang mana menjadi ruang lingkup dalam hal ini adalah !aktu, dan
tempat di mana 7abi menyampaikan haditsnya.
3) ;aktor 4etodologi, yakni berkaitan dengan bagaimana cara dan proses
seseorang memahami hadits tersebut. Ada sebagian dari hadits yang dipahami
secara tekstual dan belum secara kontekstual, yaitu dengan kadar keilmuan dan
kecenderungan yang dimiliki oleh seorang yang memahami hadits, sehingga
memunculkan hadits-hadits yang mukhtalif.
: http5==kangmu1.!ordpress.com=)2**=2,=)0=ilmu-mukhtaliful-hadits=
4) ;aktor Ideologi, yakni berkaitan dengan ideologi atau manhaj suatu
mad1hab dalam memahami suatu hadits, sehingga memungkinkan terjadinya
perbedaan dengan berbagai aliran yang sedang berkembang.
D. #!"ek $ajian Ilmu Mukhtalif Hadis
alam ilmu ini, sudah barang tentu yang dikaji adalah hadis-hadis nabi
yang tampak saling bertentangan, baik dengan hadis, al-'ur#an, rasio, ataupun
ilmu pengetahuan dan sains modern. &adis tersebut dipandang dari berbagai
metode yang ditempuh oleh para ulama, dari segi memadukan kedua hadis,
mengkompromikannya, dan memahami perbedaan faktor yang melatar
belakanginya.
E.Urgensi Ilmu Mukhtalif Hadis
4embaca sepintas perkataan dari as-sakha!iy menjadikan ilmu mukhtalif
ini sebagai ilmu yang terpenting disamping ilmu hadis yang lain. Karena jika
seseorang yang membaca atau memahami hadis tanpa adanya bantuan ilmu ini,
seseorang dapat mengatakan suatu hadis yang shahih menjadi dha#if dan
sebaliknya, jika menemukan hadis yang tampaknya bertentangan.
/idak cukup bagi seseorang jika hanya menghafal suatu hadis,
menghimpun sanad-sanadnya dan menandai kata-kata penting tanpa adanya
pemahaman dan mengetahui kandungan hukumnya. >leh sebab itu, mempelajari
ilmu mukhtalif hadis dituntut untuk memahami hadis secara mendalam,
pengetahuan tentang 6am dan khas, muthla" dan mu"ayyad, dan hal lain yang
mendukung jalannya pembelajaran ilmu ini. Ilmu ini lebih spesifik bertujuan
untuk metode mencari klarifikasi dari hadis-hadis yang tampak saling
bertentangan dengan dibantu ilmu asbab al-!urud al-hadis dan ilmu tarikh al-
mutun.
%.Met&de-met&de dalam 'en"elesaian hadist "ang !ertentangan
1) M!tod! al-+amu wa al-Taufi,
4etode ini yaitu dilakukan dengan cara menggabungkan dan
mengkompromikan dua hadis yang tampak saling bertentangan, dan kedua hadis
tersebut harus sama-sama shahih. Para ulama berpendapat metode ini lebih baik
daripada dengan menggunakan metode tarjih (mengunggulkan salah satu hadis
yang tampak bertentangan..
?ontoh hadis yang penyelesaiannya dengan metode ini adalah hadis
tentang cara !udlu $asulullah sa!5
, : , : , _ i _r i> _ ir > s _s. > s i>
, . , , , i > L , _ r _ _r _ r _r ,
.
Artinya5
@-abi t!lah b!r.!rita k!"ada kami' dia b!rkata% &mam al-Syafii m!mb!ri kabar
k!"ada kami' dia b!rkata% Abdul A/i/ &bn Muhammad t!lah m!mb!ri kabar
k!"ada kami' dari 0aid &bn Aslam dari Atha ibn 1asar dari &bn Abbas bahwa
-asulullah saw b!rwudlu m!mbasuh wa(ah dan k!dua tangannya' s!rta
m!ngusa" k!"ala satu kali.2 (&$.al-Syafi#i..
Sedangkan dalam ri!ayat lain dinyatakan bah!a 7abi 4uhammad sa!
ber!udlu dengan membasuh !ajah dan kedua tangannya, serta mengusap kepala
tiga kali, contoh hadist 5
, , , : , _r _r r _ ,.z _r r _ > s _s. >
. , L , _ _ r _ r _ >.
Kedua hadis tadi secara lahiriyah memang seperti bertentangan, akan
tetapi pada hakekatnya tidak. 4enurut pendapat Imam Syafi#i, ber!udlu dengan
membasuh muka, kaki, dan mengusap kepala sudah mencukupi dengan satu kali
saja, akan tetapi dengan mengulang sebanyak tiga kali lebih sempurna. Aadi,
kedua hadis tersebut dapat diamalkan sesuai dengan konteks. Aika keadaan kita
(terutama jumlah air. memang memungkinkan kita untuk mengulangi basuhan
anggota !udlu sebanyak tiga kali, maka lebih utama mengulang basuhan
sebanyak tiga kali. Kalaupun keadaan sudah terpenuhi, tetapi kita memilih
mengulang satu kali, itu sudah mencukupi.
2) M!tod! Tar(ih
4etode yang ke dua, yaitu dengan memilih mana yang lebih unggul
diantara salah satu dari kedua hadis yang bertentangan. Balaupun sebenarnya
kedua hadis tersebut sama-sama shahih, akan tetapi harus dipilih hadis yang lebih
berkualitas, mungkin itu dilihat dari jalur sanadnya.
Ada salah satu hadis yang benar-benar bertentangan dengan al-'ur#an,
yaitu hadis tentang nasib bayi yang dikubur hidup-hidup akan masuk neraka.
_s a i
Artinya5 @"!r!m"uan yang m!ngubur bayi hidu"-hidu" dan bayinya akan masuk
n!raka.2 (&$. Abu a!ud..
4elihat konteks turunnya hadis tersebut yaitu ketika Salamah Ibn Ca1id
al-Au#fi pergi bersama saudaranya untuk menghadap $asulullah sa!. an bertanya
kepada $asulullah sa! mengenai bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup.
$asulullah sa! menja!ab dengan tegas bah!a nasib bayi perempuan tersebut
akan masuk neraka, kecuali jika perempuan yang mengubur bayi itu kemudian
masuk islam, maka Allah s!t akan memaafkannya. &adis tersebut dinilai sebagai
hadis hasan dari segi sanad menurut imam Ibn Katsir, dan diri!ayatkan oleh
Imam Ahmad dan al-7asa#i.
Akan tetapi jika diamati lebih telisik lagi, matan hadis tersebut
bertentangan dengan ayat al-'ur#an surah at-tak!ir 5D-0
.

. s

.
Artinya 5 3an a"abila bayi-bayi "!r!m"uan yang dikubur hidu"-hidu" ditanya'
kar!na dosa a"akah ia dibunuh. ('S.at-tak!ir5D-0..
Secara logis, orang yang mengubur bayi memang sangat berdosa dan
ditempatkan di neraka, akan tetapi bagaimana dengan bayi yang dikubur, apakah
harus ikut mengemban dosa dari orang yang dikubur sehingga masuk neraka,
padahal setiap bayi yang lahir adalah dalam keadaan suci tak berdosa. 4aka
jelaslah bah!a hadis tersebut harus kita tolak, karena telah bertentangan dengan
al-'ur#an dan secara logis juga tidak mendukung.
3) M!tod! Nasikh-Mansukh
4etode ini dilakukan apabila kedua metode sebelumnya tidak
memungkinkan adanya penyelesaian antara hadis yang bertentangan. Sebelum
melakukan metode ini, seseorang harus tahu betul akan tarikh al-mutun hadis
yang tampak bertentangan, sehingga dapat diketahui mana hadis yang datang
lebih a!al dan mana yang akhir. engan begitu, sudah pasti hadis yang datang
akhir menghapus hadis sebelumnya.
?ontoh hadis dengan metode penyelesaian ini yaitu hadis tentang !ajib
dan tidak !ajibnya seseorang untuk mandi jinabah karena melakukan senggama
akan tetapi tidak mengeluarkan sperma. &adisnya berbunyi 5
) . : . ,

s , _ _ _r _

i i _ _r
, ,z _. aa .
Artinya5 3ari Abu Said al-4hudri' dari -asulullah saw bahwa b!liau t!lah
b!rsabda' S!sungguhnya air 5yakni mandi (anabah m!n(adi wa(ib kar!na6 dari
air 5yakni k!luarnya s"!rma tatkala b!rs!ngama6#. (&$. 4uslim, Abu aud, al-
/urmud1i, dan lain-lain dengan lafal ri!ayat 4uslim..
8erbeda dengan hadis yang kedua yaitu,5
: . .

. _

>

, _ s s .r _r
) . , z , _ _

>

..
Artinya5 23ari Aisyah' dia b!rkata%7 Nabi saw t!lah b!rsabda'# A"abila
5s!s!orang6 t!lah duduk di atas !m"at anggota tubuh 5ist!rinya6 dan alat k!lamin
t!lah m!ny!ntuh 5masuk6 k! alat k!lamin' maka sungguh t!lah wa(ib mandi
(anabah.# (&$.al-8ukhari, 4uslim, dan lain-lain dengan lafal ri!ayat 4uslim..
&adis yang pertama menyatakan bah!a mandi jinabah harus dilakukan
oleh seseorang ketika telah melakukan senggama dan mengeluarkan sperma.
Artinya jika tidak sampai mengeluarkan sperma, maka tidak !ajiblah untuk
mandi jinabah. Sedangkan keterangan hadis kedua, mandi jinabah harus dilakukan
oleh seseorang ketika telah melakukan senggama, baik itu sampai orgasme
maupun tidak. ilihat secara tekstual kedua hadis di atas tampak saling
bertentangan.
4enurut Imam Syafi#i, kata junub dalam al-'ur#an, surah an-nisa# jika
dilihat dari makna bahasa arabnya tidak membedakan antara senggama yang
sampai orgasme maupun tidak. Aadi, dapat dikatakan bah!a hadis yang pertama
telah dinasakh oleh hadis yang kedua setelah turunnya ayat al-'ur#an. Sehingga
hadis yang dipakai adalah hadis yang kedua.
4) M!tod! Tawa,,uf
/a!a""uf secara bahasa berarti mendiamkan atau menghentikan.
4aksudnya adalah kita tidak mengamalkan kedua hadis yang tampak
bertentangan sampai ditemukan adanya keterangan yang rasional hadis mana yang
dapat diamalkan. Akan tetapi metode ini kurang efektif, karena dengan
mendiamkan hadis-hadis yang kontradiktif tidak akan menyelesaikan masalah.
/a!a""uf tidak bisa dilakukan lagi jika telah datang adanya keterangan
melalui penelitian ilmu pengetahuan dan sains atau yang lain. ?ontoh dari metode
ini adalah hadis mengenai lalat yang masuk dalam minuman. 7abi memerintahkan
agar lalat yang masuk ke dalam minuman, supaya sekalian ditenggelamkan,
karena pada sayap kanan lalat terdapat pena!ar penyakit yang diba!a pada sayap
lalat bagian kiri. 8erikut adalah hadis tersebut,5
_> s , _ .r _i

> s _ i

> i _ i> i

>
.

, _ _

s r _ z s _> _ ir

> J

>

>

>

L s

s ,

i >

. _


) _ > . ..
Secara nalar dan teori pengetahuan kesehatan, hadis tersebut agak
bertentangan karena kurang 9alid. Akan tetapi, sekarang telah ditemukan
penelitian yang justru menguatkan dan mendukung hadis tersebut baik dari segi
sanad maupun hadis. Penelitian tersebut dilakukan oleh sejumlah peneliti muslim
di 4esir dan Arab Saudi dengan membuat minuman dari campuran air, madu dan
juice dan dimasukkan sejumlah lalat dalam dua bejana. /ernyata hasil dari
penelitian tersebut menunjukkan bah!a lalat yang kedua sayapnya
ditenggelamkan tidak terdapat kuman atau mikroba dibanding dengan lalat yang
hanya salah satu sayapnya yang tenggelam.
(.Se'utar Ilmu Mukhtalif Al-hadits dan Mus"kil
alam penjelasan mengenai ilmu ini, nantinya akan berkaitan dengan
hadits-hadits mukhtalif, atau bisa disebut sebagai objek kajian daripada disiplin
ilmu ini. >leh karenanya perlu adanya penjelasan tentang hadits mukhtalif
tersebut.
&adits mukhtalif adalah hadits-hadits yang mengalami pertentangan satu
sama lain. 7amun di antara pertentangan itu hanya terdapat pada 1hahirnya saja,
dan ketika ditelusuri sebenarnya masih memungkinkan untuk dikompromikan.
Sementara menurut 7uruddin 6Itr, hadits-hadits mukhtalif ialah hadits-hadits
yang secara lahiriah bertentangan dengan kaedah-kaedah yang baku, sehingga
mengesankan makna yang batil atau bertentangan dengan nash-nash syara# yang
lain
Atau lebih jelasnya tentang mukhtalif ini adalah adanya peretentangan
dengan al-'uran, akal, sejarah, atau ilmu pengetahuan dan sains modern. an
yang termasuk dalam pengertian hadits mukhtalif adalah hadits-hadits yang sulit
dipahami (musykil.. r. Abu al-Eayth mendefinisikan hadits musykil sebagai
hadits ma"bul (shahih dan hasan. yang tersembunyi maksudnya karena adanya
sebab dan hanya diketahui setelah merenungkan maknanya atau dengan adanya
dalil yang lain. inamakan musykil karena maknanya yang tidak jelas dan sukar
dipahami oleh orang yang bukan ahlinya.
Ibn ;urak (!. :2- &.. dalam kitabnya yang berjudul 4usykil al-&adits !a
8ayanuh, berpendapat bah!a hadits musykil adalah hadits yang tidak dapat
dengan jelas dipahami tanpa menyertakan penjelasan lain, seperti hadits-hadits
yang kandungannya berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan 1at Allah,
sifat-sifat maupun perbuatan-7ya yang menurut akal tidak layak dikenakan
penisbatannya kepada-7ya kecuali setelah dilakukan ta#!il terhadap haditst-
haditst tersebut.
8erikut pemakalah paparkan beberapa contoh hadis musykil dan mukhtalif.
?ontoh hadis musykil yang bertentangan dengan akal. (sesungguhnya 4usa as
menampar mata 4alaikat 4aut, maka menyebabkan dia buta sebelah.. Para
musuh Islam melemparkan tuduhan5 (ika Malaikat itu bisa buta s!b!lah' maka
dia bisa buta total. 3!ngan b!gitu' mungkin &sa bin Maryam t!lah m!nam"ar
yang s!b!lahnya lagi. S!bab dia (uga b!n.i untuk mati#.
Ibnu 'utaibah menjelaskan5 Fsesungguhnya hadis ini hasan. an ada
dasarnya dalam kitab-kitab klasik. &adis ini bisa diinterpretasikan dengan baik.
Para malaikat itu hamba Allah yang berbentuk ruhany. Caitu nisbat kepada ruh.
4ereka seperti ruh yang tidak berfisik seperti mereka. 4ereka bisa mempunyai
mata, tapi tidak seperti kita. Kita tidak tahu bagaimana substansi mereka yang
diciptakan oleh Allah s!t. Pengetahuan kita hanya terbatas pada sifat-sifat yang
dituturkan Allah dan rasul-7ya. >rang-orang Arab menyebut malaikat sebagai jin.
Sebagaimana penuturan al-A#sya dalam baitnya5 Sulaiman m!nundukkan
s!mbilan dari (in Malaikat. M!r!ka b!rdiri di sam"ingnya untuk b!k!r(a tan"a
u"ah#. Aadi semuanya tetap mungkin, tapi sifatnya tidak berfisik seperti kita.
4isalnya dalam kitab ini disebutkan, FPemfitnah itu mengatakan, FAda
dua hadis yang bertentangan mengenai permasalahan air. Kalian meri!ayatkan
hadis (air tidak !isa dinajiskan sesuatu., kemudian kalian juga meri!ayatkan
(jika air sudah men)a'ai dua kulah* maka tidak !isa terkena najis.. Ini
menunjukkan bah!a air yang kulah dua kulah bisa terkena najis. &al ini berbeda
dengan konsekuensi arti hadis pertamaG.
Ibnu 'utaibah menja!ab, F&adis ini tidak bertentangan. 7abi sa!
bersabda (Air tidak !isa dinajiskan sesuatu+ berdasarkan kebiasaan dan
adatnya. Sebab, biasanya air yang ada dalam sumur itu banyak. Kemudian
diekspresikan secara khusus. Seperti halnya seseorang yang berkata, Fbanjir itu
tidak tertahankan sesuatuG. Padahal kenyataannya tembok juga bertahan. 4aka
maksudnya adalah banjir bah yang besar. 8egitu juga ucapan FApi tidak
berhargaG, maksudnya api yang membakar dan membuat madharat. 8ukan api
pelita atau bahan bakar. Kemudian beliau menjelaskan seberapa kadar air yang
bisa menahan najis.G
H
H.,&k&h-,&k&h $ajian Ilmu Mukhtalif al-Hadis dan $ar"an"a
8erikut adalah para tokoh kajian ilmu mukhtalif al-hadis beserta karya
populernya, antara lain5
-
8anyak ulama yang menyusun karya dalam bidang ilmu ini. Ada yang
mencakup hadits-hadits yang tampak bertentangan secra keseluruhan dan ada
yang tidak, yakni membatasi karyanya itu pada pengkompromian hadits-hadits
yang tampak kontradiktif atau hadits-hadits yang sulit dipahami saja, lalu
menghilangkan kesulitan itu dengan menjelaskan maksudnya.
Karya paling a!al dalam bidang ini adalah kitab Ikhtilaf al-&adits karya
Imam 4uhammad ibn Idris asy-Syafi#i (*H2-)2:., dan merupakan kitab terklasik
yang sampai saat ini masih dijadikan pegangan. 8eliau tidak bermaksud menyebut
semua hadits yang tampak bertentangan, tetapi hanya menyebut sebagian saja,
H http:fuqohak.bogspot.com201201makaah-mukhtaf.htm
Dr.Mahmud Thohan, Intsar Imu Hadst, (Maang: UIN Maang Press, 2007)
hm. 8
menjelaskan seluruh sanadnya dan memadukan agar dijadikan sebagai sampel
oleh ulama lain.
Setelah karya asy-Syafi#i, karya yang terpopuler antara lain kitab /a#!il
4ukhtalif al-&adits kayra Imam al-&afid1 Abdullah ibn 4uslim ibn 'utaibah ad-
ainuriy ()*+-),-.. 8eliau menyusunnya untuk menyanggah musuh-musuh
hadits yang melancarkan beberapa tuduhan kepada ahli hadits dengan sejumlah
peri!ayatan beberapa hadits yang tampak saling bertentangan. 8eliau
menjelaskan hadits-hadits yang mereka klaim saling kontradiktif dan memberikan
tanggapan terhadap kerancuan-kerancuan seputar hadits-hadits itu. Kitab beliau
ini menempati posisi yang amat tinggi dalam kha1anah intelektual Islam, bahkan
mampu membendung kerancuan yang ditebarkan sementara kelompok
4u#ta1ilah, 4usyabbihah dan yang lain. Seperti contoh dalam kitab tersebut,
F8eliau berkata5 4ereka para pelaku bid#ah mengatakan, kalian meri!ayatkan
dari 7abi Sa!, bah!a beliau bersabda dalam sebuah hadits5
IJK LMNOPQ RSTUV
Air tidak bisa dinajiskan oleh sesuatu pun.
Kemudian kalian juga meri!ayatkan dari beliau, bah!a beliau bersabda5
SMNW XTYP ZU [J\]^ RSTUV _]`VaV
8ila air telah mencapai dua "ullah, maka tidak akan memba!a najis.
Cang terakhir ini menunjukkan, bah!a bila air itu kurang dari dua "ullah, maka
akan memba!a najis. Ini jelas berbeda dengan hadits yang pertama.
Ibn 'utaibah, dikatakan bah!a hadits kedua itu tidak bertentangan dengan
hadits yang pertama. $asul Sa!, menyabdakan hadits yang pertama berdasarkan
kebiasaan dan yang paling banyak terlihat. Karena biasanya air yang ada di
sumur-sumur ataupun kolam-kolam jumlahnya banyak. Sehingga pernyataan
beliau tersebut memiliki pengertian spesifik. Ini sama dengan orang yang
mengatakan, F8anjir tak dapat dibendung oleh sesuatu punG. Padahal ada banjir
yang terbendung oleh tembok. Cang dimaksud adalah banjir bandang, bukan
banjir kecil. Sama juga dengan orang yang mengatakan, FApi tak dapat dimatikan
oleh sesuatu punG. Cang dimaksudkannya adalah bukan api lentera yang akan
mati tertiup angin, bukan pula percikan api, tetapi yang dimaksudkannya adalah
api yang membara. Kemudian beliau menjelaskan ukuran air dua "ullah, suatu
ukuran yang tidak bisa dinajiskan, yakni air yang terbilang banyak.
alam bidang ini, yang terpopuler di antara karya-karya yang sampai
kepada kita adalah kitab 4usykil al-Atsar karya Imam al-4uhaddits al-;a"ih Abu
Aa#far Ahmad ibn 4uhammad ath-tahtha!iy ()+0-+)* &., yang terdiri dari empat
jilid, dan dicetak di India pada tahun *+++ &.
Auga kitab 4usykil al-&adits Ba 8ayanuhu karya Imam al-4uhaddits Abu
bakar 4uhammad ibn al-&asan (ibn ;urak. al-Anshariy al-Ashbahaniy yang
!afat tahun :2- &. 8eliau menyusunnya berkenaan dengan hadits-hadits secara
literal diduga kontradiktif, mengandung tasybih dan tajsim, yang dijadikan
sebagai landasan melancarkan cercaan terhadap agama. Ealu beliau menjelaskan
maksudnya dan membatalkan banyak klaim yang salah seputar hadits-hadits itu
dengan berargumen pada dalil-dalil na"li dan a"li. Kitab ini telah dicetak di India
pada tahun *+-) &.
I. $ESIMPULAN
ari uraian diatas dapat disimpulkan bah!a5
a. Pada masa a!al sistematisasi, perumusan dan penulisannya, ilmu yang
berhubungan dengan hadits-hadits yang mukhtalif ini dibahas dalam ilmu ushul
fi"h.
b. alam kaidah bahasa 4ukhtalaf Al-&adisb adalah susunan dua kata benda
(isim. yakni 4ukhtalaf dan Al-&adis. Sedangkan dalam istilah ahli hadis,
4ukhtalif Al-&adis (dengan dibaca kasroh lam#. adalah hadis yang - secara
dhohir - tampak saling bertentangan dengan hadis lain.
c. 4emahami hadis 7abi SAB. dengan pemahaman yang sehat, kuat, dan jernih
serta dalam, dan juga melakukan istinbat hukum dari hadis tersebut secara benar
dan sah tidak bisa terlaksana dengan sempurna kecuali didukung dengan
pengetahuan tentang 4ukhtalaf Al-&adis, sehingga mau tidak mau bagi seorang
ilmuan (6ulama. yang berkecimpung dalam bidang tersebut memahami 4ukhtalif
Al-&adis merupakan sebuah keniscayaan.
d. Sebab-sebab 4ukhtalif al-&adits
*. ;aktor Internal &adits (Al 6Amil Al akhily.
). ;aktor <ksternal (al# Amil al Kharijy.
+. ;aktor 4etodologi (al 8udu# al 4anhajy.
:. ;aktor Ideologi
e. Penyelesaian 4ukhtalif al-&adits
*. Pendekatan at-/aufi" atau al-Aam#u
). Pendekatan 7asakh
+. Pendekatan /arjih
f. an jika ketiga metode penyelesaian tersebut tidak berhasil dilakukan, maka
yang mukhtalif tersebut terpaksa dinyatakan tidak diamalkan (ta!a""uf..
DA%,A- PUS,A$A
Isma#il, 4. Syuhudi, Hadis Nabi 1ang T!kstual dan 4ont!kstual, Aakarta5 8ulan
8intang, )220.
Al-Khatib, 4uhammad 6Ajaj, *shul Al-Hadis 'adirun 7ur dan Ahmad 4usyafi"
(penterj.., Aakarta 5caya 4edia Pratama, )22,.
/hohan. 4ahmud, &ntisari &lmu Hadist' 4alang5 %I7 4alang Press. )22,
3uhri. 4uh, &adist 7abi /elaah &istoris dan 4etodologis, Cogyakarta5 /iara
Bacana Cogya, )2**