Anda di halaman 1dari 20

ANALISIS NASKAH DRAMA NYAI ONTOSOROH DENGAN PENDEKATAN STRUKTURALISME

Disusun untuk Memenuhi Tugas Semester VII Mata Kuliah Kajian Apresiasi Drama Dosen: Budi Waluyo S.S. M.!d "leh: Kelompok V Ajeng !urnamasari Dony Suryodi !utra Indri Kusuma Wardani (iana )handra Sari (io De+ilito -usu. Mu.likh (. K#$#%%%& K#$#%%$# K#$#%%'% K#$#%%** K#$#%%*, K#$#%%&*

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2013

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakan Memasuki era $%%%/an mulai ter0ium 1anyak permasalahan yang menyangkut hak/hak perempuan. Dikatakan demikian karena 1anyak ditemui kasus 1aik dari media massa 0etak atau elektronik yang mem1eritakan pelanggaran atas hak/hak perempuan seperti kekerasan dalam rumah tangga. Berkenaan dengan itu saat ini seolah/olah kita tengah mengalami perputaran roda di mana saat 2aman kolonial 1erkuasa di Indonesia. 3aman kolonial merupakan 2aman kaum/kaum pri1umi ditindas oleh penjajah. !enindasan 1er4ujud pada penindasan hak dan ke4aji1an. !ada 2aman itu kaum pri1umi dituntut untuk memenuhi segala sesuatu yang di1utuhkan oleh penjajah. 5aki/laki diminta untuk 1ekerja sangat keras dan perempuan 1anyak yang dijadikan 1udak pemuas na.su oleh penjajah. 6okus ke dalam permasalahan yang dialami oleh kaum perempuan menjadikan permasalahan ini memiliki 0iri khusus yang harus diamati. Karena pada dasarnya pada 2aman kolonial kaum perempuan sudah menunjukkan semangat .eminisme. Banyak kisah yang mendeskripsikan semangat .eminisme ini sehingga menjadikan mata kita ter1uka 1ah4a pada saat itu kaum perempuan memiliki ji4a perjuangan di dalam mempertahankan hak hidupnya. Seperti halnya pada kisah Nyai Ontosoroh. Berangkat dari uraian singkat di atas penulis 1ermaksud menggali le1ih dalam dengan mengkaji strukturalisme dari kisah Nyai Ontosoroh khususnya pada naskah dramanya. Mengangkat dari kisah ini karena penulis meyakini 1ah4a kisah drama ini 1isa dijadikan re.leksi atas permasalahan yang sedang terjadi di era $%%%/an seperti yang telah diuraikan di atas. B. R!"!#an Ma#ala$ Berdasarkan uraian latar 1elakang di atas penulis merumuskan hal yang akan menjadi .okus kajian tulisan ini se1agai 1erikut:

#. Bagaimana strukturalisme yang melekat pada naskah drama Nyai Ontosoroh7 $. Bagaimana nilai pendidikan yang melekat pada naskah drama Nyai Ontosoroh7 ). T!%!an Dengan mengkaji strukturalisme naskah drama Nyai Ontosoroh penulis memiliki 1e1erapa tujuan se1agai 1erikut: #. Mendeskripsikan strukturalisme yang melekat pada naskah drama Nyai Ontosoroh. $. Mendeskripsikan nilai pendidikan yang melekat pada naskah drama Nyai Ontosoroh.

BAB II KA&IAN PUSTAKA


A. Pen ert'an Na#ka$ Dra"a Menurut kamus 1esar 1ahasa Indonesia 8KBBI9 naskah adalah karangan yang masih ditulis dengan tangan yamg 1elum diter1itkan. Sedangkan drama menurut Imam Suryono adalah suatu aksi atau per1uatan. Menurut Sendarasik naskah drama adalah 1ahan dasar se1uah pementasan dan 1elum sempurna 1entuknya apa1ila 1elum dipentaskan. :askah drama juga se1agai 1entuk ungkapan pernyataan penulis yang 1erisi nilai/nilai pengalaman se0ara umum. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan jika naskah drama pada umumnya dise1ut skenario 1erupa susunan 8komposisi9 dari adegan/adegan dalam penuangan se1agai karya tulis 1iasanya memiliki keter1asan sesuai dengan ke1utuhannya. Dengan kata lain naskah drama adalah suatu 0erita drama dalam 1entuk dialog atau dalam 1entuk tanya/ja4a1 antar pelaku. Biasanya naskah drama ditulis untuk kepentingan pementasan yang diangkat dari isu/isu dari masyarakat. :amun ada juga naskah drama yang 1erupa adaptasi dari no+el puisi 0erpen dan karya sastra yang dapat diadaptasi yang dari keseluruh 0erita itu ditulis ulang menjadi naskah drama. B. Un#!r(!n#!r Pe")an !n Na#ka$ Dra"a Dalam se1uah karya sastra tentu terdapat unsur/unsur pem1angun didalamnya pada umumnya unsur pem1angun terse1ut 1erupa unsur intrinsik dan ekstrinsik. Begitu pun dengan unsur/unsur pem1angun dalam naskah drama juga terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik didalamnya. se0ara umum unsur/unsur intrinsik naskah drama meliputi: tema alur atau plot penokohan atau per4atakan latar atau setting dan amanat. Berikut penjelasannya: #. Tema 3ainuddin 6ananie 1erpendapat 1ah4a tema adalah ide gagasan pandangan hidup pengarang yang melatar1elakangi 0iptaan karya sastra 83ainuddin 6ananie $%%$:,*9. !endapat lain mengatakan 1ah4a tema

adalah gagasan dasar umum yang menopang se1uah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks se1agai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan/persamaan dan per1edaan/per1edaan 8Di0k ;artoko < (ahmanto #=,&:#*$9. Senada dengan dua pendapat di atas Burhan :urgiyantoro juga mengatakan 1ah4a tema adalah dasar 0erita gagasan dasar umum se1uah karya. >agasan dasar umum inilah yang tentunya telah ditentukan se1elumnya oleh pengarang yang dipergunakan untuk mengem1angkan 0erita. Dengan kata lain 0erita tentunya akan setia mengikuti gagasan dasar umum yang telah ditetapkan se1elumnya sehingga 1er1agai peristi4a/kon.lik dan pemilihan 1er1agai unsur intrinsik yang lain dapat men0erminkan gagasan dasar umum 81a0a:tema9 terse1ut 8Burhan :urgiyantoro $%%$:?%9. Sedangkan Menurut Stanton dan Kenny 8dalam :urgiyantoro $%%$ 9 tema merupakan makna yang dikandung oleh se1uah 0erita. Dari pengertian terse1ut dapat dikemukakan 1ah4a tema adalah gagasan dasar yang umum se1uah karya sastra. >agasan dasar umum itulah yang dipergunakan untuk mengem1angkan 0erita. Analisis terhadap tema diusahakan untuk memahami 0erita se0ara terpadu. Meskipun demikian dalam se1uah karya sastra terkadang tidak hanya memuat satu tema. Karena itu 0urahan perhatian sering tertuju pada 1agian/1agian itu. Dengan kata lain kemun0ulan moti. yang 1erulang kali dapat dikatakan se1agai pengenalan terhadap tema utama dan tema 1a4ahan atau tema/tema minor mempertegas tema mayor. Dengan demikian dapatlah disimpulkan 1ah4a tema adalah persoalan yang menduduki tempat utama yang dijadikan se1agai dasar pemikiran dan pengem1angan 0erita dalam suatu karya sastra. $. Alur atau plot Alur adalah rangkaian peristi4a yang memiliki hu1ungan se1a1 aki1at sehingga menjadi satu/kesatuan yang padu 1ulat dan utuh. Se1uah 0erita merupakan rangkaian peristi4a. !eristi4a yang dirangkaikan

terse1ut adalah susunan peristi4a yang le1ih ke0il. (angkaian kejadian itu tidak hanya disusun 1erdasarkan komposisi 0erita melainkan 1ergerak 1erdasarkan hu1ungan se1a1 aki1at. Dengan demikian Teknik pengaluran menurut Sudiro Satoto 8#==$: $?/$,9 ada dua yaitu dengan jalan progresi. 8alur maju9 yaitu dari tahap a4al tahap tengah atau pun0ak dan tahap akhir terjadinya peristi4a yang kedua dengan jalan regresi. 8alur mundur9 yaitu 1ertolak dari akhir 0erita menuju tahap tengah atu pun0ak dan 1erakhir pada tahap a4al. Tahap progresi. 1ersi.at linear sedangkan teknik regresi. 1ersi.at non linear. Ada juga teknik pengaluran yang dise1ut sorot Mesirk 8.lash1a0k9 yaitu urutan tahapannya diMesirk seperti halnya regresi.. Teknik .lash1a0k jelas mengu1ah teknik pengaluran dari progresi. ke regresi.. @Teknik tarik Mesirk 81a0k tra0king9 jenis pengalurannya tetap progresi. hanya pada tahap/tahap tertentu peristi4anya ditarik ke 1elakang jadi yang ditarik ke 1elakang hanya peristi4anya 8mengenang peristi4a yang lalu9 tetapi alurnya tetap maju atau progresi.A 8Sudiro Satoto #==$:$,/$=9. Burhan :urgiyantoro 1erpendapat unsur yang amat esensial dalam pengem1angan se1uah alur adalah peristi4a kon.lik dan klimaks 8Burhan :urgiyantoro $%%$:#&9. Ber1eda dengan pandangan Agustien alur terdiri atas 1e1erapa 1agian yaitu : a9 A4al yaitu pengarang mulai memperkenalkan tokoh/ tokohnya. 19 Tikaian yaitu terjadi kon.lik di antara tokoh/tokoh atau para pelakunya. 09 >a4atan atau rumitan yaitu kon.lik tokoh/tokohnya semakin seru. d9 !un0ak yaitu saat pun0ak kon.lik di antara tokoh/tokohnya. e9 5eraian yaitu saat peristi4a kon.lik semakin reda dan perkem1angan alur mulai terungkap. '. !enokohan atau per4atakan Menurut Sudjiman penokohan merupakan pen0iptaan 0itra tokoh di dalam karya sastra. Dalam kisah yang .ikti. pengarang mem1entuk tokoh/tokoh yang .ikti. se0ara meyakinkan sehingga pem1a0a seolah/olah

merasa 1erhadapan dengan manusia yang se1enarnya 8Sudjiman #=,*:*$9. Berdasarkan peranannya terhadap jalan 0erita tokoh meliputi tokoh protagonis yaitu tokoh yang mendukung 0erita tokoh antagonis yaitu tokoh penentang 0erita dan tokoh tritagonis yaitu tokoh pem1antu 1aik untuk tokoh protagonis maupun antagonis. Berdasarkan peranannya dalam lakon serta .ungsinya tokoh meliputi tokoh sentral yaitu tokoh/tokoh yang paling menentukan gerak lakon tokoh utama yaitu tokoh pendukung atau penentang tokoh sentral dan tokoh pem1antu yaitu tokoh/tokoh yang memegang peran pelengkap atau tam1ahan dalam mata rangkai 0erita. !egem1angan penokohan meliputi dua aspek yaitu aspek penampilan dan aspek 4atak atau karakter. Mo0htar 5u1is 8#=,#:#?9 1erpendapat 1ah4a 0araB0ara dalam mengamati tokoh dan melakukan penokohan se1agai 1erikut @!hisi0al des0riptionA 8melukiskan 1entuk lahir pelaku9. @!otrayal o. thought stream or o. 0ons0ious thoughtA 8melukiskan jalan pikiran pelaku/pelaku atau apa yang melintas dalam pikirannya. Dengan ini pem1a0a dapat mengetahui 1agaimana 4atak pelaku itu9. Sudiro Satoto 1erpendapat 1ah4a analisis penokohan dapat ditinjau dari 1e1erapa dimensi yaitu .isiologis sosiologis dan psikologis. Dimensi .isioligis yaitu 0iri/0iri lahir misalnya usia 8tingkat kede4asaan9 jenis kelamin keadaan tu1uh 0iri/0iri muka 0iri/0iri 1adani dan lain/lain. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan 1ah4a penokohan dalam naskah drama adalah 0ara pengarang menggam1arkan tokoh yang dapat menggerakkan 0erita. Sedangkan tokoh/tokoh dalam 0erita itu mempunyai 4atak atau karakter yang menghidupkan ketokohannya. *. 5atar atau setting 5atar atau setting adalah segala keterangan petunjuk penga0uan yang 1erkaitan dengan 4aktu ruang dan suasana terjadinya peristi4a dalam suatu karya sastra 8!anuti Sudjiman #=,,:**9. Cnsur latar

di1edakan dalam 1e1erapa indikator. A1rams 8dalam 3ainudin 6ananie $%%$:==9 1erpendapat latar di1edakan menurut tiga indikator yang meliputiD pertama general lo0ale 8tempat se0ara umum9D kedua histori0al time 84aktu historis9D ketiga so0ial 0ir0umstan0es 8lingkungan sosial9. Senada dengan A1rams Burhan :urgiyantoro 8$%%$:$$?9 juga mem1edakan latar menjadi tiga kategori : a9 5atar tempat yaitu menyaran pada lokasi terjadinya peristi4a yang di0eritakan dalam se1uah karya .iksi. 19 5atar 4aktu yaitu 1erhu1ungan dengan masalah kapan terjadinya peristi4a/peristi4a yang di0eritakan dalam se1uah karya .iksi. 09 5atar sosial yaitu menyaran pada hal/hal yang 1erhu1ungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang di0eritakan dalam karya .iksi. 6ungsi settingElatar menurut (ene Wellek dan Austin Warren adalah se1agai 1erikut a9 5atar adalah lingkungan dan lingkungan terutama interior rumah dapat dianggap 1er.ungsi se1agai metonimia atau meta.ora ekspresi dari tokohnya. (umah seseorang adalah perhiasan 1agi dirinya sendiri. Kalau kita menggam1arkan rumahnya 1erarti kita menggam1arkan sang tokoh. 5atar mem1erikan in.ormasi situasi 8ruang dan tempat9 se1agaimana adanya dan 1er.ungsi se1agai proyeksi keadaan 1atin para tokoh latar menjadi meta.or dari keadaan emosional dan spiritual tokoh. 19 5atar yang 1ertujuan men0iptakan dan mempertahankan mood: alur dan penokohan didominasi oleh nada dan kesan tertentu dise1ut latar no+eltik misalnya pada karya no+eltik. Deskripsi naturalistik le1ih 1ersi.at dokumentasi dengan tujuan men0iptakan ilusi. 09 Dalam drama latar digam1arkan se0ara +er1al 8seperti dalam drama Shakespeare9atau ditunjukkan oleh petunjuk pementasan yang menyangkut dekorasi dan peralatan panggung dise1ut latar realistis.

d9 5atar juga dapat 1er.ungsi se1agai penentu pokok: lingkungan dianggap se1agai penye1a1 .isik dan sosial suatu kekuatan yang tidak dapat dikontrol oleh indi+idu 8Wellek (ene dan Warren Austin #=,=:$=%/#9. 5atar tidak hanya menunjukkan di mana dan kapan 0erita itu terjadi. 5e1ih dari itu latar juga harus sesuai dengan situasi sosial dan diagesis atau logika 0eritanya. ;al ini diungkapkan oleh 3ainuddin 6ananie dalam 1ukunya Telaah Sastra. 3ainuddin 6ananie 8$%%$:==9 1erpendapat 1ah4a dalam telaah settingElatar se1uah karya sastra 1ukan 1erarti 1ah4a persoalan yang dilihat. hanya sekedar tempat terjadinya peristi4a saat terjadinya peristi4a dan situasi sosialnya melainkan juga dari konteks diagesis/nya kaitannya dengan perilaku masyarakat dan 4atak para tokohnya sesuai dengan situasi pada saat karya terse1ut di0iptakan. Karena itu dari telaah yang dilakukan harus diketahui sejauh mana ke4ajaran logika peristi4a perkem1angan karakter pelaku sesuai dengan pandangan masyarakat yang 1erlaku saat itu. F. Amanat Amanat merupakan nilai didik dan nilai moral yang disampaikan melalui karya sastra yang 1erisi tentang ajaran dan anjuran yang 1aik terhadap pem1a0a. Gika permasalahan yang diajukan dalam 0erita di1eri jalan keluarnya oleh pengarang maka jalan keluar itulah yang dise1ut amanat. Amanat yang terdapat dalam karya sastra tertuang se0ara impli0it dan eksplisit. Se0ara implisit yaitu jika jalan keluar atau ajaran moral itu disiratkan dalam tingkah laku tokoh menjelang 0erita 1erakhir. Sudjiman 8#=,&:'F9. Sedangkan amanat se0ara eksplisit yaitu jika pengarang pada tengah atau akhir 0erita menyampaikan seruan saran peringatan nasihat anjuran larangan dan se1againya 1erkenaan dengan gagasan yang mendasari 0erita itu.

BAB III PEMBAHASAN


A. Anal'#'# D'l'$at *ar' Pen*ekatan Str!kt!ral'#"e Berikut ini adalah hasil pem1ahasan dari analisis naskah drama Nyai Ontosoroh dengan pendekatan strukturalisme: #. Te"a Tema drama Nyai Ontosoroh adalah perjuangan untuk memperoleh kesamaan hak asasi. $. T+k+$ *an ,en+k+$an a. N-a' Ont+#+r+$ ata! San'ke" :yai "ntosoroh atau Sanikem adalah tokoh sentral dan protagonis yang digam1arkan se1agai gundik Tuan Besar Mellema yang 1erusia 'F tahun. Walaupun dia hanya seorang gundik tapi sikap tegasnya mem1uatnya dihormati 1ahkan ditakuti oleh tuannya sendiri. Karakter tokoh :yai "ntosoroh dimun0ulkan melalui dandanan yang rapi 4ajah yang jernih senyum kei1uan dan rias yang sederhana. Ia kelihatan manis dan muda 1erkulit langsat 8Toer $%%F: '$9. Si.at yang patut diteladani dari tokoh :yai "ntosoroh ini adalah kemauan keras untuk 1erusaha dan 1elajar penurut tidak suka menentang namun tegas dan kuat 1erpendirian kuat serta rasional. )ontoh 0uplikan: #9 Katakan kepada mereka, bahwa Sanikem tidak ada sekarang. $9 Saya memang ada ayah, dulu. Sekarang tidak. Kalau dia bukan tamu Tuan, sudah saya usir! '9 Robert, masihkan sedikit punya kesopanan terhadap bumu! "uatmu, tidak ada yang lebih agung daripada men#adi $ropa! %an kau menginginkan semua pribumi untuk tunduk padamu yang mengurus diri sendiri sa#a tidak mampu. &ergi sana. 'adilah orang $ropa yang kau agungkan. *9 Wujud kuatnya tokoh "ntosoroh ditunjukkan pada saat Annelies mengu0apkan perpisahan.

( )amaku sayang, suamiku ter*inta, #angan menangis. Kenanglah yang baik dan lupakan yang buruk. +ku hanya minta kepada )ama dan suamiku, buatkan aku adik ke*il yang tidak merepotkan sepertiku. Rawatlah dia sebaik,baiknya sampai )ama, tak merasa lagi pernah ada +nnelies di sisi )ama( 1. T!an Be#ar Melle"a Tuan Besar Mellema adalah seorang kulit putih 1erusia F% tahun yang menjadi tuan :yai "ntosoroh. Tokoh ini merupakan tokoh tam1ahan dan termasuk tokoh protagonis di 1agian a4al kemudian 1eru1ah menjadi tokoh antagonis di 1agian tengah 0erita. Si.at tokoh ini a4alnya 1aik ramah penyayang perhatian namun pada 1e1erapa tahun terakhir se1elum kematiannya si.atnya 1eru1ah drastis menjadi pria mesum pemarah suka 1er1i0ara kasar dan mengesalkan 4alaupun ia masih tetap tunduk pada gundiknya. )ontoh 0uplikan: #9 Nyai, ba*alah ma#alah,ma#alah itu selalu. 'uga buku,buku itu akan membawamu kepada dunia yang mahaluas. %engan begitupun, bahasa )elayu dan "elandamu akan terus ma#u dan Nyai akan semakin menguasai berbagai bidang dan pengetahuan. $9 -a..ha..ha.. tak mungkin kau seperti wanita "elanda. 'uga tidak perlu. Kau *ukup seperti sekarang. Kau lebih mampu dari rata,rata mereka, apalagi yang peranakan. Kau lebih *erdas dan lebih baik dari mereka semua. Tapi kau #uga harus selalu kelihatan *antik, Nyai. )uka yang kusut dan pakaian yang berantakan #uga pen*erminan perusahaan yang kusut dan berantakan. '9 Kau terlalu keras Nyai(Temui +yahmu! Satu si.at yang paling menonjol dari Tuan Besar Mellema adalah ketidaksukaannya pada pri1umi khususnya kepada tokoh Minke yang di1uktikan pada 0uplikan 1erikut: #9 Siapa kasih kowe i#in datang kemari, monyet! Kowe kira, kalau sudah pake kain $ropa, bersama $ropa, bisa sedikit bi*ara "elanda lantas men#adi $ropa! Kowe tetap monyet!

0. R+)ert Melle"a (o1ert Mellema adalah anak pertama dari perka4inan Tuan Besar Mellema dan :yai "ntosoroh. Di dalam drama ini tokoh (o1ert Mellema digam1arkan se1agai seorang pemuda 1erumur sekitar $% tahunan yang sangat mem1en0i pri1umi. Tokoh ini termasuk tokoh antagonis yang di1uktikan dengan seringnya tokoh ini menentang tokoh 0entral dan tokoh utama. Dia tidak pernah mengakui :yai "ntosoroh se1agai i1unya hanya karena 1eliau seorang pri1umi. Dia sangat 1angga dengan darah Hropanya yang selalu diagung/agungkan. Tokoh ini termasuk tokoh antagonis penentang tokoh utama. )ontoh 0uplikan: #9 +ku bukan pribumi! +ku bukan pribumi! +ku anak &apa( wek! $9 +ku bukan pribumi! +ku tidak peduli sapi,sapi. +ku tidak peduli pribumi. +ku mau berlayar ke negeri #auh. Ke $ropa. +ku bukan pribumi. '9 -ei, )inke! "etul kau suka pada adikku! +dikku memang gadis yang baik dan pandai beker#a, #uga *antik. Sayang sekali kau hanya pribumi. *9 Kau tak tahu diri )inke! Kau tak akan pernah mendapatkan apa yang kau impikan. Tidak )inke. Kau seorang ka.ir! $ngkau seorang pribumi yang tidak pantas mengawini $ropa. F9 %ia bukan buku. %ia lonthe! Selain itu tokoh (o1ert juga memiliki 4atak yang 1ejat. Ditunjukkan dengan tindakannya yang menyetu1uhi adiknya sendiri Annelies. ;al ini ditunjukkan pada kutipan 1erikut. Kutipan ini dututurkan oleh tokoh Annelies kepada Minke. #9 Kau bukan lelaki yang pertama, )as. Tetapi itu bukan kemauankau. "ukan kehendakku. Ke*elakaan itu sungguh tak bisa saya elakkan( %ia Robert )ellema!

d. Annel'e#

Annelies adalah anak kedua :yai "ntosoroh yang terkenal akan ke0antikannya di Sura1aya. Dia sangat menyayangi i1unya 1er1eda dengan kakaknya. Dia 1ahagia dan 1angga menjadi seorang pri1umi. Tokoh ini termasuk tokoh utama dan tokoh protagonis karena mempunyai peran yang penting dalam 0erita mendominasi se1agian 1esar 0erita. Tokoh protagonis sejalan dengan tokoh utama dan tidak menentang ataupun menye1a1kan kon.lik. )ontoh kutipan: #9 Saya sayang sekali sama )ama. Saya bahagia sekali )ama. $9 Tidak. Oh mengapa kau pu*at! &ribumi #uga baik. bu saya pribumi. &ribumi 'awa. e. M'nke Minke merupakan putra Bupati Brojonegoro 1erusia #, tahun yang menyukai Annelies dan akhirnya 1erhasil menikahinya. Minke merupakan salah satu tokoh utama dan tokoh protagonis yang memperjuangkan agar pernikahannya diakui 1ersama dengan :yai "ntosoroh di !engadilan !utih. Tokoh ini digam1arkan sangat men0intai Annelies dan memiliki kekaguman luar 1iasa terhadap :yai "ntosoroh. )ontoh 0uplikan: #9 (Tetapi di balik semuanya itu ada peran seorang perempuan yang lebih berharga. %ialah orang yang men#adi /tuan besar0 di rumah besar itu. Orang,orang memanggilnya Nyai Ontosoroh. $9 Tuan,tuan saya menyangkal semua keputusan Tuan -akim dan Tuan 'aksa. Saya suami +nnelies. Saya men*intainya. 1inta setulusnya. .. Ma!r't. Melle"a Maurit2 Mellema adalah anak Tuan Besar Mellema dengan Me+ro4 Amellia Mellema ;ammers. Csianya $F tahun dan memiliki perangai yang sangat 1uruk. Si.at serakahnya terlihat dari usahanya mengadukan perihal kematian Tuan Besar Mellema dan men0o1a mere1ut semua harta 1enda serta perusahaan milik ayahnya di !engadilan !utih. Tokoh ini merupakan tokoh tam1ahan yang menentang tokoh utama 8antagonis9. )ontoh 0uplikan:

#9 -emm..o..o..o.. ini tidak ada urusannya dengan kowe, Nyai. Tuan )ellema, biarpun tuan kawini Nyai, gundik ini, dengan perkawinan syah, dia tetap bukan Kristen. %ia ka.ir! Sekerinya dia Kristen pun, Tuan tetap lebih busuk dari )e2row +mellia )ellema -ammers, lebih busuk dari semua kebusukan yang pernah Tuan tuduhkan kepada buku. Tuan telah lakukan dosa darah, pelanggaran darah! )en*ampurkan darah Kristen $ropa dengan darah ka.ir pribumi berwarna! %osamu tak terampuni, Tuan! $9 Seorang gundik #uga punya sopan santun! Tuan )ellema, #adi Tuan tahu sekarang siap sesungguhnya Tuan! Ssssstt! %iam kamu gundik! g. Dar#a" Darsam adalah tokoh keper0ayaan tokoh utama :yai "ntosoroh. Dia adalah tokoh tam1ahan yang mun0ul 1e1erapa kali di drama ini. Si.at utama yang dimiliki tokoh ini adalah 1isa diper0aya dan patuh.)ontoh 0uplikan: #9 Semua peker#aan rumah biarkan saya ker#akan sendiri. Tetapi #angan kuatir, kalian akan pergi dengan membawa bekal. 3agipula, di lain tempat pasti kalian akan bisa memburuh atau apa sa#a, karena kalian merdeka. Ke*uali kau %arsam, tetaplah di sini. 'agalah saya!

h. Sa#tr+t+"+ Sastrotomo adalah ayah Sanikem yang sudah 1erusia *F tahun yang 1erperan se1agai tokoh tam1ahan dan termasuk tokoh antagonis. Sastrotomo digam1arkan se1agai seorang pri1umi yang serakah dan gila harta sehingga ia rela mengor1ankan apa saja termasuk anak gadisnya untuk dijadikan gundik orang Belanda yang jauh le1ih tua darinya. Si.at serakahnya ini yang menjerumuskan Sanikem anaknya yang akhirnya tidak mau mengakui dia se1agai ayah. )ontoh 0uplikan: #9 "etul, saya akan #adi 'uru "ayar, Tuan! +h, saya senang sekali. 'uru "ayar adalah peker#aan yang saya impikan bertahun,tahun. "ertahun,tahun! Sebagai penggantinya, terimalah persembahan saya. ni anak saya, Tuan "esar )ellema. Terimalah.

$9 Kamu #angan banyak omong. Saya telah memper#uangkan anak saya untuk men#adi wanita terhormat. stri Tuan "esar. Tuan "esar di Tulangan yang sangat kaya raya dan terhormat. Sanikem akan terhormat. %an kita akan terhormat, karena Sanikem akan men#adi kaya raya dan tidak men#adi gelandangan bersama pemuda,pemuda kampung yang tidak berpendidikan. i. I#tr' Sa#tr+t+"+ Istri Sastrotomo adalah i1u Sanikem yang merupakan 4anita lemah dan tidak 1isa menentang keinginan suami. Ia tidak 1isa mempertahankan Sanikem sehingga akhirnya ia kehilangan anaknya selama/lamanya. Tokoh ini merupakan tokoh tam1ahan yang mun0ul di a4al drama dan termasuk protagonis. )ontoh 0uplikan: #9 'angan, &ak, #angan! Kenapa kem, kau serahkan kepada laki, laki raksasa itu! Oh &ak, &ak. Kenapa kau tega, &ak! $9 "uat apa harta benda, kalau hatinya terpen#ara. -idupnya terkerangkeng dalam genggaman, seorang laki,laki. Kita sudah kehilangan segalanya, &ak. Kamu lebih memilih sekeping 4olden dan #abatan palsu. Tetapi sampeyan telah mengorbankan segalanya yang telah kita miliki dan telah kita rawat bertahun,tahun.

j. Ba)a$ A$ T%+n Ba1ah Ah Tjong merupakan tokoh tam1ahan dan tokoh tritagonis yang digam1arkan se1agai germo pemilik rumah pela0uran tempat Tuan Besar Mellema 1iasa mengha1iskan malam/malamnya. Ba1ah Ah Tjong adalah pria keturunan Tionghoa 1erusia F% tahun. )ontoh 0uplikan: #9 +ya.. Tuan "esal mau ada yang balu. %i sana Tuan tinggal pilih,pilih. +da lima yang baru oi datangkan dari negeri Tiongkok. 5ang lo*al #uga ada, oi datangkan dari "litar dan %ampit. Tuan "esal pasti senang. Tinggal pilih, tinggal pilih. )ereka masih gadis,gadis( mereka #uga pandai menali. k. M'ne"

Minem merupakan salah satu 1uruh pa1rik yang 1ertugas memerah susu sapi. Dia memiliki hu1ungan yang agak dekat dengan Annelies. Tokoh ini merupakan tokoh tam1ahan dan tokoh tritagonis yang memiliki sopan santun tinggi. )ontoh 0uplikan: #9 Ngapunten Ndoro &utri. %ereng mindak,mindak. $9 "ilih Ndoro &utri berkenan, saget mawon. '. Al!r Alur yang digunakan pada drama Nyai Ontosoroh adalah alur maju karena 0erita dimulai dari kejadian Sanikem diserahkan oleh ayahnya 8Sastrotomo9 kepada Tuan Besar Mellema saat umurnya #* tahun. Kemudian 1erlanjut pada adegan Minke mengenal Annelies Tuan Besar Mellema meninggal dan adegan di pengadilan. *. Latar 5atar dalam naskah drama Nyai Ontosoroh ini dapat di1agi kedalam tiga unsur yakni: a. 5atar Tempat 5atar tempat pada drama ini antara lain rumah Tuan Besar Mellema di Sura1aya perke1unan Tuan Besar Mellema rumah pelesiran Ba1ah Ah Tjong dan pengadilan.

1. 5atar Waktu Drama ini men0eritakan kehidupan 2aman kolonial Belanda yang terjadi antara tahun #,=, hingga tahun #=#, masa ini adalah masa mun0ulnya pemikiran politik etis dan masa a4al periode Ke1angkitan :asional. Masa ini juga menjadi a4al masuknya pemikiran rasional ke ;india Belanda masa a4al pertum1uhan organisasi/organisasi modern yang juga merupakan a4al kelahiran demokrasi pola (e+olusi !eran0is. 0. 5atar Sosial 5atar sosial dalam naskah drama :yai "ntosoroh ini antara lain:

#9 Banyak anak !ri1umi 8anak 1angsa4an9 yang menuntut ilmu se0ara sekolah modern atau Hropa. $9 Adanya pende4aan terhadap 1udaya maupun perada1an Hropa sehingga men0iptakan sema0am arogansi 1ah4a ras 1erkulit putihlah le1ih 1aik dari ras kulit 1er4arna. '9 Adanya prostitusi sehingga 1anyak diantara perempuan !ri1umi yang menjadi gundik atau simpanan para petinggiEpengusaha Belanda. *9 Adat ja4a yang masih kental salah satunya pengangkatan Bupati atau 1angsa4an dengan sistem nepotisme. F. A"anat Amanat atau 1erupa nilai yang terkandung dalam drama Nyai Ontosoroh adalah : a. Seorang terpelajar harus sudah 1erlaku adil sejak dalam pikiran apalagi dalam peru1atan. Maka .ungsi dari pikiran serta hati kita 1ukan untuk menghakimi orang lain melainkan untuk menghargai mereka. 1. Bah4a hidup adalah perjuangan dimana kekuatan ji4a 1ertarung dengan segala kemampuan dan ketidak mampuan. 0. Bah4a se1enarnya dunia manusia itu 1ukan terletak pada ja1atan pangkat gaji maupun ke0urangan tetapi dunia manusia itu adalah 1umi manusia dengan segala persoalannya B. Anal'#'# D'l'$at *ar' N'la' Pen*'*'kan -an Terkan*!n Selain dengan adanya unsur intrisik yang dise1utkan di atas tadi naskah drama Nyai Ontosoroh ini juga terdapat nilai/nilai pendidikan yang dapat pem1a0a am1il. Dari sudut pandang pendidikan dalam naskah drama ini 1anyak mengandung 0ontoh pem1elajaran kehidupan 4anita pri1umi. Terlepas dari kedudukan sosial dan @dosaA asusila yang disandangnya :yai "ntosoroh adalah se1uah per4ujudan manusia pem1elajar yang teguh memperjuangkan nilai dirinya di mata masyarakat 1ahkan dunia kala itu. Manusia akan memiliki nilai ketika ia mampu dan mau untuk 1elajar. Se0ara

ilmu pengetahuan 1udaya dan kemanusiaan kemampuan :yai "ntosoroh 1ahkan digam1arkan mampu mengungguli 4a4asan guru/guru Minke di ;BS. !roses pem1elajaran memang tidak pernah di1atasi oleh ruang kelas dan kastanisasi akreditasi lem1aga sekolah. :ilai pendidikan religius yang dapat diam1il yaitu diajarkan untuk saling 1ertoleransi kepada sesama manusia dan menghormati keper0ayaan yang dianutnya. Sedangkan untuk nilai pendidikan sosial ini mengajarkan untuk 1ersikap sopan santun terhadap sesama 1ukan hanya dengan kalangan menengah ke atas namun kepada semuanya. Manusia hidup di dunia tidak sendiri dan saling mem1utuhkan satu dengan yang lainnya.

BAB IV PENUTUP A. S'",!lan Strukturalimse naskah drama :yai "ntosoroh memiliki ke1ermenarikan tersendiri. Dengan mengusung tema perjuangan mendapatkan hak asasi manusia seorang perempuan dan pri1umi pada saat 2aman kolonial Belanda. Tokoh pun 1eragam. :yai "ntosoroh atau Sanikem yang tergolong tokoh protagonis 1erperan se1agai tokoh sentral di 0erita ini didukung oleh Annelies Minke TB Mellema Istri Sastrotomo dan Darsam se1agai tokoh protagonis. Sementara tokoh tritagonis atau antara lain Ba1ah Ah Tjong dan Minem. Tokoh antagonis disematkan pada TB Mellema (o1ert Mellema dan Maurit2 Mellema. )erita ini menggunakan alur maju. Seting yang digunakan pun mengam1il di daerah Sura1aya sekitar tahun #,=, B #=#, yang masih 1erkaitan dengan kondisi sosial pada saat 2aman kolonial Belanda. Amanat yang hendak disampaikan adalah keharusan 1agi siapa saja untuk menjunjung tinggi keadilan tidak memperhatikan ja1atan atau dari golongan tertentu. Ditinjau dari sudut pandang pendidikan naskah drama ini mengandung 1anyak nilai/nilai tentang kehidupan yang dapat digunakan se1agai 1ahan re.leksi. :ilai/nilai yang dimaksud antara lain: #9 manusia akan memiliki nilai ketika ia mampu dan mau untuk 1elajar serta meningkatkan kualitas diri 8moral9D $9 1elajar tidak pernah di1atasi oleh ruang dan kasta 8sosial9D '9 kita harus saling 1ertoleransi kepada sesama manusia dan menghormati keper0ayaan yang dianutnya 8religi9D *9 kita harus menjaga sopan santun terhadap semua orang 8sosial9. B. Saran :askah drama Nyai Ontosoroh merupakan salah satu naskah drama yang sarat akan nilai/nilai kehidupan. :askah ini dapat dijadikan se1agai salah satu rujukan untuk melengkapi atau mendukung materi pem1elajaran drama di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA Agustien. #==%. Buku !intar Sastra Indonesia. Semarang: )V. Aneka Ilmu. Aminudin. #==#. !engantar Apresiasi Sastra. Gakarta: )V. Sinar Baru. Depdiknas. $%%#. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Gakarta: Balai !ustaka. Ga1rohim #==*. !engantar Sastra. -ogyakarta: !ustaka !elajar. :a2ir Muhammad. #=,F. Metode !enelitian. Gakarta : >halia. :urgiantoro Burhan. $%%$. Teori Kajian 6iksi. -ogyakarta : C>M !ress. Sudjiman !anuti. #=='. Bunga (ampai Stlistika. Gakarta : >ra.iti. !radopo (a0hmat Djoko. #=?&. !engkajian !uisi. -ogyakarta : C>M !ress. IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII. $%%F. Be1erapa Teori Sastra Metode kritik dan !enerapannya. -ogyakarta : !ustaka !elajar. Semi Atar. #=,,. Kritik Sastra Se1uah !engantar. Bandung : Angkasa. Wellek (ene dan Warren Austin. #==F. Teori Kesusastraan. Gakarta : !T. >ramedia. Wurajdi $%%#. Metodologi !enelitian Sastra. -ogyakarta : !T. ;amindita >raha Widia. 3aidan A1dul (o2ak Anita K. (ustapa dan ;aniJah. #==&. Kamus Istilah Sastra. Gakarta : Balai !ustaka.