Anda di halaman 1dari 24

PERCOBAAN I PESAWAT ATTWOOD

Hari / tanggal Percobaan Tempat Percobaan

: SELASA, 30 APRIL 2013 : LAB. Fisika kampus III UMSU Jl. Kapt. Muchtar Basri No. 3 Medan

I. MAKSUD 1. Mempelajari penggunaan hukum Newton II 2. Mempelajari gerak beraturan dan berubah beraturan 3. Menentukan momen inersia/katrol

II. ALAT-ALAT 1. Pesawat Atwood lengkap: tiang berskala, 2 beban dengan tali, beban tambahan (2 buah), katrol, penjepit beban, penyangkut beban, meja akhir. 2. Jangaka sorong 3. Stopwatch 4. Neraca teknis

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 1 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

III. A. TEORI Hukum Newton I menyatakan, jika resultan gaya yang bekerja pada suatu system adalah (benda) sama dengan nol, maka sistem dalam keadaan semula. Sedangkan Hukum Newton II memberikan pengertian bahwa : 1. Arah percepatan benda benda sama dengan arah gaya yang bekerja Pada benda. 2. Besarnya percepatan sebanding dengan gayanya 3. Bila gaya bekerja pada beban, maka benda mengalami percepatan dan sebalik nya,bila benda mengalami percepatan tentu ada gaya penyebabnya. Untuk percepatan yang tetap/konstan, maka berlaku persamaan gerak yang disebut gerak lurus erubah beraturan". Bila sebuah benda bergerak melingkar melalui porosnya, maka pada gerak melingkar ini berlaku persamaan-persamaan gerak yang ekivalen dengan persamaan-persamaan gerak linier. Dalam hal ini ada besaran fisismomen inersia (momen kelembapan) I yang ekivalen dalam besaran fisis massa m pada gerak linier. Momen gaya ekivalen dengan gaya dan seterusnya. Momen inersia I suatu benda terhadap poros tertentu harganya sebanding dengan massa benda tersebut dan sebanding dengan ukuran atau jarak benda pangkat dua terhadap poros.

I I

~ ~

m r

Untuk katrol dengan seperti pada gambar 1. Maka berlaku pesamaan :

m3 g ................................................................(1) m1 m2 m3 ( I / r 2 )

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 2 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

Pada saat m P dijepit m dan m3 di A, jika kemudian m1 diepas maka m + m3 akan turun dari A ke B dengan gerak dipercepat. Pada saat melalui B, m3 akan tertinggal maka gerak dari B ke C merupakan gerak lurus beraturan bila m = m

m3 m2

P C m1

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 3 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

B. TEORI TAMBAHAN Pesawat Atwood merupakan alat eksperimen yang sering digunakan untuk mengamati hukum mekanika pada gerak yang dipercepat secara beraturan. Sederhananya pesawat atwood tersusun atas 2 benda yang terhubung dengan sekitar kawat/tali. Bila kedua benda massanya sama, keduanya akan diam. Tapi bila salah satu lebih besar (misalnya m1 > m2) mka kedua akan bergrak kearah m1 dengan di percepat. Gaya penariknya sesungguhnya adalah berat benda 1. Namun karena benda 2 juga di tarik ke bawah (oleh gravitasi), maka gaya penarik resultannya adalah berat benda 1 di kurangi berat benda 2. Berat benda 1 adalah m1g dan berat benda 2 adalah m2 g. Gaya resultannya adalah : (m1 m2). g Gaya ini menggerakkan kedua benda Sehingga, percepatan kedua benda adalah resultan gaya tersebut di bagi jumlah massa kedua benda. Untuk mencari tegangan tali kita lihat benda 1. Gaya yang bekerja padanya adalah m1g dan tegangan tali T di peroleh M1 g. T = m1 a Pada mulanya orang berpendapat bahwa sifat alamiah benda adalah diam. Supaya benda bergerak maka harus menerima atau diberi gaya luar baik tanpa tarikan ataupun dorongan. Namun setelah Galiloe mengadakan percobaan, pendapat ini berubah dan terkenallah dengan prinsip Galileo atau lebih baku terkenal dengan sebutan Hukum Newton I. Hukum Newton ini menunjukkan sifat benda yaitu sifat inersia namun tidak terdefinisi secara kuantitatif dari Hukum Newton pertama,. Newton telah merumuskan Hukum II Newton yang terdefinisikan massa secara kuantitatif memperlihatkan hubungan gaya dengan gerak benda secara kauntitatif pula. Salah satu kesimpula Hukum II Newton ini adalah jika

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 4 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

gayanya tetap maka benda akan mengalami percepatan yang tetap pula. Dua massa yang digantungkan pada katrol dengan kabel atau benang kadangkadang disebut secara umum sebagai mesin Atwood , banyknya penerapannya dalam kehidupan nyata dalam bentuk Vt + ( m1 ) dan beban imbangnya ( m2 ) untuk mempekecil kerja yang dilakukan oleh motor untuk menaikan dan menurunkan Vt dengan aman. m dan m akibat sama massanya. Pada dasarnya , Pesawat Atwood ini tidak lepas dari prinsip-prinsip Hukum Newton. Dimana Hukum I Newton berbunyi bahwa setiap benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap sepasang garis lurus kecuali jika diberi gaya total yang tidak nol. Gerak Lurus Beraturan ( GLB ) Gerak lurus beraturan adalah gerak-gerak benda yang lintasanya lurus dan kecepatanya konstan ( tetap ) contoh gerak GLB adalah mobil yang bergerak pada jalan lurus dengan kecepatan tetap. Persamaan yang digunakan pada GLB adalah sebagai berikut :

s = v.t atau v = keterangan : s = jarak atau perpindahan ( m ) v= kelajuan atau kecepatan ( m/s ) t = waktu yang dibutuhkan ( s )

Perpindahan adalah besarnya jarak yang diukur dari titik awal menuju titik akhir sedangkan jarak tempuh adalah panjang lintasan yang ditempuh benda selama bergerak. Apabila perpindahan dan jarak itu berbeda maka antara kecepatan dan kelajuan juga berbeda. Kecepatan didefinisikan sebagai besarnya perpindahan tiap satuan waktu dan kelajuan didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Perumusan yang digunakan pada kecepatan dan kelajuan adalah sama.

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 5 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

Karena dalam hal ini yang kita bahas gerak lurus maka besarnya perpindahan dan jarak yang ditepuh adalah sama. Berdasarkan pada alasan ini maka untuk sementara supaya mudah dalam membahas kecepatan dan kelajuan dianggap sama. Pada pembahasan GLB ada juga yang disebut dengan menempuh rata-rata, kecepatan rata-rata didefinisikan besarnya perpindahan yang ditempuh dibagi dengan jumlah waktu yang diperlukan selama benda bergerak. V rata-rata = jumlah jarak atau perpindahan / jumlah waktu karena dalam kehidupan sehari-hari tidak memungkinkan adanya gerak lurus beraturan maka diambillah kecepatan rata-rata untuk menentukan kecepatan pada gerak lurus beraturan. Gerak Lurus Berubah Beraturan ( GLBB ) Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak linasannya lurus dengan percepatan tetap dan kecepatannya berubah secara teratur. Contoh GLBB adalah gerak buah jatuh dari pohonya, gerak benda di tempatkan ke atas. Pesamaan yang digunakan GLBB adalah sebagai berikut : Untuk kecepatan akhir : v = v0 kurang lebih a.t Untuk menentukan jarak yang di tempuh setelah t detik adalah s = v0 . t kurang lebih a.t2 yang diperlukan dalam menggunakan persamaan di atas saat GLBB di percepat tanda yang menggunakan adalah +. Untuk diperlambat tanda yang diperlukan adalah - . catatan penting disini adalah nila percepatan ( a ) yang dimasukkan pada GLBB diperlambat bernilai positif karena dirumuskan sudah menggunakan tanda negatif.

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 6 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

IV. GAMBAR ALAT DAN FUNGSINYA

Tiang berskala berfungsi sebagai jarak dari titik A, B dan C untuk lintasan beban

Beban dengan tali berfungsi sebagai beban yang digunakan untuk menghitung percepatan beban pada pesawat atwood baik pada GLB dan GLBB

Beban tambahan berfungsi sebagai tambahan dari beban awal (m1 dan m2) untuk menghitung beban percepatan setelah ditambah massanya

Katrol berfungsi untuk meletakkan tali yang ada di beban tersebut agar mudah bergerak

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 7 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

Penjepit berfungsi untuk menjepit beban yang belum dilepas

Penyangkut berfungsi sebagai penyangkut beban yang telah ditentukan

Meja akhir berfungsi sebagai tempat terjatuhnya benda

Jangka sorong berfungsi untuk mengukur diameter katrol

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 8 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

Stopwatch berfungsi untuk menghitung lamanya beban sampai dari suatu titik ke titik yang lain

Neraca teknis berfungsi untuk menghitung massa berat beban

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 9 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

V. PERCOBAAN YANG HARUS DILAKUKAN A. GERAK LURUS BERATURAN 1. Menimbang beban m1, m2 dan m3 2. Meletakan beban m1 pada penjepit. 3. Meletakkan Beban m2 dan m3 pada kedudukan A 4. Mencatat kedudukan penyangkut beban B dan meja C (secara tabel) 5. Bila penjepit p dilepas, m2 dan m3 akan bergerak beraturan antara A-B dan selanjutnya bergerak beraturan B-C setelah tambahan beban tersangkut di B (ambil jarak A-B yang cukup besar lebih dari 50 cm). Catat waktu yang diperlukan untuk gerak antara B-C. 6. Mengulangi percobaan di atas dengan mengubah kedudukan meja C (ingat tinggi beban M2) 7. Mengulangi percobaan di atas dengan menggunakan beban tambahan m3 yang lain. Catatan : Selama serangkaian pengamatan berlangsung jangan mengubah kedudukan/jarak/jarak antara A dan B.

B. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN 1. Mengatur kembali seperti percobaan gerak lurus beraturan (GLB). 2. Mencatat A dan B ( Secara Tabel). 3. Melepas beban m1, maka m2 dan m3 akan melakukan gerak lurus berubah beraturan antara A dan B. mencatat percobaan di atas dengan mengubah-ubah kedudukan B. selalu mencatat jarak A-B dan waktu yang diperlukan. 4. Mengulangi percobaan di atas dengan mengubah beban M3.

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 10 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

DATA HASIL PERCOBAAN


NAMA PERCOBAAN : PESAWAT ATWOOD HARI / TANGGAL : SELASA, 30 APRIL 2013 KELOMPOK : C1 1. RIZKI ANANDA 6. AMANDA YANTI 2. DEBBY SAHERTIAN 3. RASTO ANANDA SIAHAAN 4. UUN SAHPUTRA 5. TRIADI NANTA ASRIN SRG DATA TABEL M1 + M2 A. GERAK LURUS BERATURAN (PERCOBAAN 1 DAN 2) TABEL 1 No 1 2 3 M1 + M3 ( gr ) 122 + 4 122 + 4 122 + 4 JARAK B-C ( cm ) 50 60 70 WAKTU B-C ( s ) 1,29 1,54 1,91 7. YAHYA 8. ASRUL EFENDI LUBIS

TABEL 2 No M1 + M3 (gr ) JARAK B-C ( cm ) WAKTU B-C ( s ) 1 122 + 6 50 1,06 2 122 + 6 60 1,39 3 122 + 6 70 1,75 B. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN ( PERCOBAAN 3 DAN 4 ) TABEL 3 No 1 2 3 M1 + M3 ( gr ) 122 + 4 122 + 4 122 + 4 JARAK A-B ( cm ) 55 65 75 WAKTU A-B ( s ) 1,64 2,54 2,72

TABEL 4 No 1 2 3 M1 + M3 ( gr ) 122 + 6 122 + 6 122 + 6 JARAK A-B ( cm ) 55 65 75 WAKTU A-B ( s ) 2,20 2,49 2,61

DISETUJUI OLEH ASISTEN

( Riya Afrida )

VII. ANALISA DATA I. KECEPATAN A. UNTUK GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN ( GLB ) TABEL I 1. Dik : s = 50 cm = 0,5 m t = 1,29 s Dit : v=. ? Jawab : v= =

= 0,39 m/s
2. Dik : s = 60 cm = 0,6 m t = 1,54 s Dit Jawab : v = .? : v = =

= 0,3896 m/s
3. Dik : s = 70 cm = 0,7 m t = 1,91 s Dit Jawab : v = .? : v = =

= 0,3664 m/s

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 12 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

TABEL II 1. Dik Dit Jawab : s = 50 cm = 0,5 m t = 1,06 s : v=. ? : v= =

= 0,4716 m/s
2. Dik Dit Jawab : s = 60 cm = 0,6 m t = 1,39 s : v=. ? : v= =

= 0,4316 m/s
3. Dik Dit Jawab : s = 70 cm = 0,7 m t = 1,75 s : v=. ? : v= =

= 0,4 m/s

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 13 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

TABEL III B. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) 1. Dik Dit Jawab : s = 55 cm = 0,55 m t = 1,64 s : v=. ? : v= =

= 0,3353 m/s
2. Dik Dit Jawab : s = 65 cm = 0,65 m t = 2,54 s : v=. ? : v= =

= 0,2559 m/s
3. Dik Dit Jawab : s = 75 cm = 0,75 m t = 2,72 s : v=. ? : v= =

= 0,2573 m/s

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 14 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

TABEL IV 1. Dik Dit Jawab : s = 55 cm = 0,55 m t = 2,20 s : v=. ? : v= =

= 0,25 m/s
2. Dik Dit Jawab : s = 65 cm = 0,65 m t = 2,49 s : v=. ? : v= =

= 0,2610 m/s
3. Dik Dit Jawab : s = 75 cm = 0,75 m t = 2,61 s : v=. ? : v= =

= 0,2873 m/s

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 15 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

A. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) II. PERCEPATAN TABEL III 1. Dik : v = 0,33 m/s t = 1,64 s Dit Jawab : a =. ? : a=

=
= 0,2012 m/s2

2. Dik

: v = 0,25 m/s t = 2,54 s : a =. ? : a=

Dit Jawab

=
= 0,09 m/s2

3. Dik

: v = 0,25 m/s t = 2,72 s : a =. ? : a=

Dit Jawab

=
= 0,10 m/s2

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 16 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

TABEL IV 1. Dik : v = 0,25m/s t = 2,20 s Dit Jawab : a =. ? : a=

=
= 0,11 m/s2 2. Dik : v = 0,26 m/s t = 2,49 s Dit Jawab : a =. ? : a=

=
= 0,10 m/s2

3. Dik

: v = 0,28 m/s t = 2,49 s : a =. ? : a=

Dit Jawab

=
= 0,10 m/s2

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 17 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) III. MOMEN INERSIA TABEL III 1. Dit : d = 12,35 cm r = 6,175 cm m1 = 118 gr m2 = 122 gr m3 = 4 gr a = 0,20 m/s2 Dit : I = .?

Jawab : I = r2 (

) ( m1 + m2 + m3 ) ) ( 118 + 122 + 4 )

= ( 6,175 )2 (

= 38,13 ( 196 ) ( 244 ) = 7229,48 gr cm2

2. Dit

: d = 12,35 cm r = 6,175 cm m1 = 118 gr m2 = 122 gr m3 = 4 gr a = 0,09 m/s2

Dit

: I = .?

Jawab : I = r2 (

) ( m1 + m2 + m3 ) ) ( 118 + 122 + 4 )

= ( 6,175 )2 (

= 38,13 ( 435,55 ) ( 244 ) = 16363,5215 gr cm2 KELOMPOK : C1 PESAWAT ATWOOD HAL: 18 TETAPAN PEGAS DAN GRAVITASI

3. Dit

: d = 12,35 cm r = 6,175 cm m1 = 118 gr m2 = 122 gr m3 = 4 gr a = 0,091 m/s2

Dit

: I = .?

Jawab : I = r2 (

) ( m1 + m2 + m3 ) ) ( 118 + 122 + 4 )

= ( 6,175 )2 (

= 38,13 ( 430,76) ( 244 ) = 16180,8788 gr cm2

TABEL IV 1. Dit : d = 12,35 cm r = 6,175 cm m1 = 118 gr m2 = 122 gr m3 = 6 gr a = 0,11 m/s2 Dit : I = .?

Jawab : I = r2 (

) ( m1 + m2 + m3 ) ) ( 118 + 122 + 6 )

= ( 6,175 )2 (

= 38,13 ( 534,54 ) ( 244 ) = 20138,0102 gr cm2

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 19 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

2. Dit

: d = 12,35 cm r = 6,175 cm m1 = 118 gr m2 = 122 gr m3 = 6 gr a = 0,10 m/s2

Dit

: I = .?

Jawab : I = r2 (

) ( m1 + m2 + m3 ) ) ( 118 + 122 + 6 )

= ( 6,175 )2 (

= 38,13 (588) ( 244 ) = 22176,44 gr cm2

3. Dit

: d = 12,35 cm r = 6,175 cm m1 = 118 gr m2 = 122 gr m3 = 6 gr a = 0,10 m/s2

Dit

: I = .?

Jawab : I = r2 (

) ( m1 + m2 + m3 ) ) ( 118 + 122 + 6 )

= ( 6,175 )2 (

= 38,13 (588) ( 244 ) = 22176,44 gr cm2

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 20 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

GERAK LURUS BERATURAN ( GLB )

TABEL I

TABEL II

70 60 50

70 60 50

1,29

1,54 1,91

1,06

1,39

1,75

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN ( GLBB )

TABEL III

TABEL IV

75 65 55

75 65 55

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 21 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

VIII. TUGAS AKHIR DAN PERTAYAAN 1. Tentukan besar kecepatan gerak beraturan tersebut secara hitungan dan graifk. 2. Apakah gerak tersebut benar-benar beraturan mengingatkan ketelitian alat? 3. Tentukan besar percepatan gerak berubah beraturan tersebut secara hitungan dan grafik. 4. Dari hasil ini apakah hukum Newton benar-benar berlaku? berilah penjelasan! 5. Bandingkan harga percepatan yang didapat dengan menggunakan beban tambahan yagn berbeda. 6. Tentukan momen inersia katrol bila diambil percepatan gravitasi setempat = 9,78 m/det2.

*Jawaban* 1. Sudah terlampir pada analisa data. 2. Ya,karena gerak tersebut dimulai dari kecepatan sesaat hingga kecepatan maksimum. 3. Sudah terlampir pada analisa data. 4. Iya, karena Hukum Newton benar-benar berlaku,dan arah percepatan benda sama dengan arah yang bekerja pada benda,besarnya percepatan sebanding dengan gaya yang bekerja pada beban,maka beban akan mengalami percepatan dan sebaliknya, bila benda mengalami percepatan tentu ada gaya yang bekerja padanya. 5. Sudah terlampir pada analisa data. 6. Sudah terlampir pada analisa data.

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 22 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

IX. KESIMPULAN DAN SARAN a. Kesimpulan 1. Arah percepatan benda sama dengan arah gaya yang bekerja pada benda tersebut. 2. Besarnya percepatan sebanding dengan gayanya. 3. Bila gaya yang bekerja pada beban,maka benda akan mengalami percepatan dan sebaliknya. Bila benda mengalami percepatan tentu ada gaya penyebab bekerja pada beban tersebut. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan benda dalam menempuh Pesawat Atwood itu disebabkan oleh faktor ekternal yang sangat biasa terjadi dalam melakukan percobaan yang butuh ketelitian. 5. Pesawat Atwood merupakan alat yang dapat dijadikan sebagai aplikasi atau sebagai alat yang dapat membantu membuktikan hukum-hukum Newton atau pun lainya. 6. Setiap benda mempunyai perbedaan dalam menempuh jalur dari Pesawat Atwood ini disebabkan oleh faktor-faktor tertentu.

b. Saran

1. Peralatan mohon ditambah,agar mencukupi tiap-tipa kelompok yang melakukan pratikum. 2. Pada saat melakukan pratikum diharapkan para mahasiswa bekerja sama dengan baik.

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 23 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI

X. DAFTAR PUSTAKA Eneri gelombang dan newton P.D.K.1975 Search zemansky,college physics, add Wasley.1960 http//dunia fisika.com Bucche, Frederick, 1989 physics, Jakarta Erlangga. Halliday, Dawid. 1985 physics Jakarta Erlangga Kanginan, Marthen 1995 Fisika jilid I A Jakarta Erlangga.

KELOMPOK : C1

PESAWAT ATWOOD

HAL: 24 TETAPAN

PEGAS DAN GRAVITASI