Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Ordo Orthoptera 1. Struktur Tubuh Ordo Orthoptera dibagi menjadi 6 subordo yaitu subordo Caelifera, Ensifera, Mantodae, Phasmatodae, Blattodae dan Grylloblattodae. Dari 6 subordo dibagi menjadi famili antara lain beberapa disebutkan di bawah ini dengan contoh spesiesnya, yang erat hubungannya dibidang pertanian baik sebagai hama atau predator.

Ciri umum Orthoptera adalah salah satu ordo dari kelas Insecta

Ciri khas Ordo Orthoptera


Termasuk Exopterygota Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain dan ada yang sebagai hama-hama pada tanaman budidaya

Beberapa adalah pemangsa dan sedikit sebagai pemakan bahan organik yang membusuk, dan beberapa lagi sebagai omnivora.

Orthoptera ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap, yang bersayap biasanya mempunyai empat buah sayap.

Sayap depan Orthoptera ini khas biasanya memanjang lebih sempit , memilki banyak rangka dan agak menebal, yang biasa disebut tegmina.

Sayap belakang berselaput tipis (membranus) dan melebar dengan vena-vena yang teratur dan banyak rangka-rangka sayap.

Ketika istirahat biasanya sayap belakang dilipat seperti kipas dibawah sayap depan.

Tubuhnya memanjang, sersi bagus, antena relatif panjang dan memiliki banyak ruas.

Tungkai belakang saltatorial, yang digunakan untuk meloncat. Beberapa dari serangga ini dikenal dengan serangga penyanyi (belalang dan jengkerik) Suara ini biasanya digunakan untuk memanggil betina dan sebagai perilaku agresif yang menunjukan daerah kekuasaan

Suara dihasilkan dari gesekan satu bagian tubuh kebagian lainnya. Nyanyiannyanyian belalang dan jengkerik mempengaruhi tingkah laku mereka.

Betina dari Orthoptera mempunyai suara yang empuk, tetapi kebanyakan nyanyian dilakukan oleh yang jantan.

Orthoptera kebanyakan hanya bernyanyi pada malam hari. Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah pada mulutnya memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya.

Metamorfosisnya tidak sempurna Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain :

1. dua buah (sepasang) mata facet, 2. sepasang antene, 3. tiga buah mata sederhana (occeli). Thorax terdapat 1. Dua pasang sayap 2. tiga pasang kaki (Hexapoda) Abdomen 1. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum.

2. Spirakulum (Spirakel ) atau stigma yang merupakan alat pernafasan luar , berupa lobang masuknya oksigen yang terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. 3. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen). Contoh: 1. Blatta orientalis (kecoak) 2. Manthis religiosa (belalang sembah) 3. Valanga nigricornis Drum. ( belalang kayu) 4. Gyrlius domestica (jangkrik) 5. Gyrllotalpa hirsute (anjing tanah) 6. Branchytrupes (gangsir)

Kelompok ini memiliki kemampuan perubahan metamorfosis pada perkembangan menuju dewasa secara tidak sempurna ( hemimetabola)

Metamorfosis tidak smpurna ini sering disebut Metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur - nimfa dewasa (imago).

Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya.

KLASIFIKASI ORTHOPTERA 1. Jangkrik


Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Classis : Insecta Ordo : Orthoptera Familia : Grillidae Genus : Gryllus Species : Gryllus sp Bahasa daerah : Jangkrik 2. Belalang Coklat

Kingdom : Animalia

Phylum : Arthropoda Classis : Insecta Ordo : Orthoptera Familia : Mantidae Genus : Polyspilota Spesies : Polyspilota aeruginosa Bahasa Daerah Walang kadung 3 Belalang Sembah

Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Classis : Insecta Ordo : Orthoptera Familia : Mantidae Genus : Tenodera Spesies : Tenodera sinensis Bahasa daerah : Walang Ijo

Sistem organ

Sistem pencernaan : mulut, esophagus, lambung, usus, dan anus Sistem respirasi : insang / paru-paru / trakea Sistem ekskresi : saluran / tubula Malpighi Sistem saraf : tangga tali Sistem gerak : otot dan rangka eksokeleton Sistem reproduksi : Aseksual : parthenogenesis, Seksual : gamet (dioseus) Sistem sirkulasi : sistem peredaran terbuka (jantung, pembuluh pendek, sinus / hemosol, hemolimfe) artinya darah beredar di luar pembuluh sehingga darah bergerak bebas dari hempasan jantung keluar jantung ke sel seluruh tubuh dan kembali ke jantung dengan tekanan otot tubuh

Darah hanya membawa Sari makanan tanpa Oksigen karena O2 bisa langsung akses ke sel tubuh karena dialirkan ke Tracheo hingga ke sel

Darah tidak berwarna merah karena tidak mempunyai Hb karena memang tidak diperlukan OK

Cara hidup Habitat Perkembangan serangga ini berubah secara bertahap dalam bentuk luarnya dari telur sampai bentuk dewasa. 1. Bentuk pradewasa disebut nimfa, mempunyai kebiasaan serupa dengan yang dewasa. 2. Kelompok serangga ini disebut juga Paurometabola. 3. contoh belalang (Orthoptera)

Metamorfosis Jangkrik dan Belalang Perkembangan serangga ini berubah secara bertahap dalam bentuk luarnya dari telur sampai bentuk dewasa. 1. Bentuk pradewasa disebut nimfa, mempunyai kebiasaan serupa dengan yang dewasa. 2. Kelompok serangga ini disebut juga Paurometabola. 3. contoh belalang (Orthoptera) Perhatikan Hemimetabola pada salah satu anggota Orthoptera ini BAB III

PENUTUP KESIMPULAN Othoptera berarti bersayap lurus, serangga yang tergolong dalam ordo ini melipatkan sayapnya pada saat istirahat secara lurus di atas tubuhnya. Ukuran tubuh sedang sampai besar. Banyak diantaranya yang menjadi hama tanaman pertanian, ada pula yang bersifat sebagai predator.

http://valdinno.blogspot.com/ http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2165201-klasifikasi-insekta/