Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

GASTRITIS EROSIF

Oleh:
LIZA OKTAMAYASARI 062011101034

Pembimbing: Dr. Sugeng Budi Raharjo, Sp. PD

pendahuluan
Gastritis erosif Gastritis akut erosif adalah

suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut dengan kerusakankerusakan erosi. Disebut erosif apabila kerusakan yang terjadi tidak lebih dalam daripada mukosa muskularis. Di penjuru dunia saat ini penderita gastritis mencapai 1.7 miliar. Hasil penelitian riset Brain & Co dengan PT. Kalbe Farma tahun 2010, terhadap 1.645 responden di Medan, Jakarta, Surabaya dan Denpasar mengungkapkan 60% dari jumlah responden menderita gastritis.

STATUS PASIEN

Nama : Ny. S. Umur : 39 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : rowotamtu-rambipuji Jember Agama : Islam Suku : madura Stats : Sudah Menikah Pendidikan : SMP Pekerjaan : ibu rumah tangga Tanggal masuk RS : 02 September 2013 Tanggal keluar RS : 05 September2013

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Dada terasa panas Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien mengeluh dada terasa panas sejak kemarin, dada terasa panas dirasakan sampai tembus ke punggung dan kedua tangan. Pasien juga mengeluh nyeri dada sejak 1th yang lalu, nyeri epigastrium, mual (+) dan muntah(-). Kedua tangan pasien terasa gringgingan. BAK (+) normal, BAB (-) sejak 1 minggu yang lalu.

Riwayat Penyakit Dahulu HT (+), DM (-)

Riwayat Sosial Ekonomi Dan Lingkungan Pendidikan terakhir SMP, pasien merupakan ibu rumah tangga. Kesan : keadaan sosial, ekonomi dan lingkungan cukup

Riwayat Gizi - Pasien makan 3 kali/hari. Menu: nasi, lauk pauk dan jarang mengkonsumsi sayur. - Selama sakit, nafsu makan menurun, sehari makan 3 kali dan tiap makan hanya beberapa sendok. Kesan : kebutuhan gizi kurang

Riwayat Kebiasaan - Tidak suka mengkonsumsi sayur dan buah - bukan peminum alkohol - tidak mengkonsumsi obat jangka panjang

1. Kepala Bentuk : lonjong, simetris Rambut : hitam, berombak, pendek, tidak mudah dicabut Mata Konjungtiva : anemis -/Sklera : ikterik -/Refleks pupil : normal, pupil isokor 3mm/3 mm, refleks cahaya +/+ Sekret : (-) Telinga : sekret (-), perdarahan (-) Hidung : secret (-), perdarahan (-), napas cuping hidung -/Mulut : Sianosis (-), bau (-), mukosa mulut pucat (-) Kesan: tidak didapatkan kelainan pada kepala

2. Leher Inspeksi : tidak tampak pembesaran KGB leher Palpasi : tidak teraba pembesaran KGB leher Kesan: tidak didapatkan kelainan pada leher
3. Dada Jantung

Inspeksi : Palpasi : Perkusi : MCL S Auskultasi: murmur

Ictus Cordis tak terlihat Ictus Cordis tidak teraba redup pada ICS IV PSL D-redup pada ICS V S1S2 tunggal reguler, ekstrasistol -, gallop -,

Kesan: tidak didapatkan kelainan pada jantung

Inspeksi Palpasi

Simetris, ketinggalan gerak (-), retraksi (-) Fremitus raba N N N N N N s s s s s s s s s s s s s s Rh - - - - - - - - -

Simetris, ketinggalan gerak (), retraksi (-) Fremitus raba N N N N

Perkusi

N N s s s s s s s s SD V V V V V V V V V V s s s s s s Rh - - -

PARU

Auskultasi

SD V V V V V V VV V V VV V V Wh

V V
Wh

V V
- - - - -

- -

- -

Kesan: cor/pulmo dbN

Abdomen I : cembung A : Bising usus normal (5 kali/menit) P : Timpani P : Soepel, nyeri tekan (+) daerah epigastrium Hepar tidak teraba Kesan: didapatkan nyeri tekan pada daerah epigastrium

Anogenital Extremitas : Atas :


: dbn Akral Hangat Oedem Akral Hangat Oedem :+/+ :-/:+/+ :-/-

Bawah

Hasil laboratorium (02 September 2013)


Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI Hemoglobin Leukosit 13,1 6,9 13,4-17,7 gr/dL 4,3-10,3 x 109/L Hasil Normal

Hasil laboratorium (03 September 2013)


Jenis FAAL HATI Bilirubin direk Bilirubin Total SGOT SGPT Albumin ELEKTROLIT ISE Natrium 139,9 135-155 mmol/L 0,22 0,45 47 142 4,0 0,2-0,4 mg/dl <12 mg/dl L=10-35; P=1031 U/L (37C) L 9-43; p 9-36 U/L (37,C) 3,4-4,8 Hasil Normal pemeriksaan pemeriksaan

Hematokrit
Trombosit FAAL GINJAL Kreatinin serum

37,8
358

38-42 %
150-450 x 109/L

0,8

0,6-1,3 mg/dl

BUN Urea Asam urat KADAR GULA DARAH Sewaktu

5 12 7

6-20 mg/dl 10-50 mg/dl 3,4-7 mg/dl

Kalium
Chlorida Calsium Magnesium

3,51
106,1 2,35 0,79

3,5-5,0 mmol/L
90-110 mmol/L 2,15-2,57mmol/L L 0,73-1,06; P 0,77-1,03 mmol/L

113

< 200 mg/dl

Fosfor

0,74

0,85-1,60 mmol/L

FAAL GINJAL Kreatinin Serum BUN Urea 5 10 0,9 L 0,6-1,3; P 0,51,1 6-20 mg/dl 10-50 mg/dl

Hasil laboratorium (04 September 2013)


Jenis pemeriksaan LEMAK Hasil pemeriksaan Normal

Asam Urat

5,1

L 3,4-7; P 2,0-5,7
mg/dl

trigliserida
Kolesterol total

90
123

< 150 mg/dl


< 220 mg/dl

LEMAK trigliserida Kolesterol total Kolesterol HDL 34 Low < 40 ; high > 60 mg/dl Kolesterol LDL KADAR DARAH Sewaktu 144 <200 mg/dl GULA 151 < 100 mg/dl 84 196 < 150 mg/dl < 220 mg/dl

Kolesterol HDL

27

Low < 40 ; high > 60 mg/dl

Kolesterol
LDL

85

< 100 mg/dl

DIAGNOSA Gastritis erosif+refluks cairan empedu

PENATALAKSANAAN Infus. RL 20 tpm Injeksi ranitidin 3x1 Injeksi antrain 3x1 p/o dexanta 3x cth

03 September 2013 (HARI KE 2)


S O Dada terasa panas (+), Nyeri dada (+), nyeri epigastrium (+), S nyeri telan (+), mual (+), BAB (-) VS: tek. darah: Nadi : RR : Suhu : Kepala leher : Thorax : C/P 140/80 mmHg 88 x/menit 22 x/menit 36,5 a/i/c/d = -/-/-/Cor /pulmo dbn O

04 September 2013 (Hari ke-3)


Dada terasa panas(+) , nyeri epigastrium (+),mual (-), BAK (+), BAB (-) VS: tek. darah: 150/100 mmHg Nadi : 80 x/menit RR : 20 x/menit Suhu : 36,3 Kepala leher : Thorax : C/P : Abdomen I A P P a/i/c/d = -/-/-/Cor /pulmo dbn Cembung BU (+) normal Tes pekak beralih (-) Soepel, nyeri tekan (+), asites (-), undulasi (-) Akral hangat + + ++ EDEMA - --

Abdomen

I A P P

Cembung BU (+) normal Tes pekak beralih (-) Soepel, nyeri tekan (+),tes undulasi (-), asites (-)

Ekstremitas

Ekstremitas

Akral hangat + + ++

edema - --

A P

Gastritis erosif+refluks cairan empedu Infus. Tutofucin : clinimix 20 tpm Injeksi panzoprazole 2x1 Injeksi antrain 3x1 p/o braxidin 3x1 p/o bisoprolol 5mg -0-0

Obs. Chest pain dd heartburn e.c peptic ulcer P Infus. Tutofucin : clinimix 20 tpm Injeksi panzoprazole 2x1 Injeksi antrain 3x1 p/o braxidin 3x1 p/o bisoprolol 5mg -0-0

05 September 2013 (Hari ke-4)


S O Pasien mengatakan tidak ada keluhan, mual (-), nyeri telan (-) VS: tek. darah: Nadi : RR : Suhu : Kepala leher : Thorax : C/P: Abdom en I A P P 130/90 mmHg 84 x/menit 20 x/menit 36,5 a/i/c/d = -/-/-/Cor /pulmo dbn Cembung BU (+) normal Tes pekak beralih(shifting dulness) (-) Soepel, nyeri tekan (-), asites (-), undulasi (-)

Ekstremitas

Akral hangat + + ++

EDEMA - --

A P

Gastritis erosif+refluks cairan empedu Infus. Tutofucin : clinimix 20 tpm Injeksi panzoprazole 2x1 Injeksi antrain 3x1 p/o braxidin 3x1 p/o bisoprolol 5mg -0-0

RESUME
Pasien wanita, usia 39 tahun Keluhan utama: dada terasa panas o Nyeri dada, nyeri epigastrium, nyeri telan, mual, nafsu makan menurun o BAK (+) normal o BAB (-) 1 minggu o R. SOSEKLING dan gizi: kurang.

Pemeriksaan khusus: Pemeriksaan Anemis (-), laboratorium: Abdomen cembung, nyeri tekan (+), Hb & Hct menurun, hepar tidak teraba, asites (-), tes undulasi (-) BUN menurun edema kaki (-). SGOT & SGPT Hasil endoskopi: gastritis erosif+refluks cairan empedu

meningkat. Fosfor menurun Kolesterol LDL meningkat

PROGNOSIS

Dubia ad bonam

PEMBAHASAN GASTRITIS EROSIF

DEFINISI
Gastritis adalah suatu istilah kedokteran untuk suatu keadaan
inflamasi jaringan mukosa (jaringan lunak) lambung. Gastritis atau yang lebih dikenal dengan magh berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro, yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi atau peradangan. Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu mengakibatkan peradangan pada lambung.

Gastritis Erosif Gastritis akut erosif adalah suatu


peradangan permukaan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosi. Disebut erosif apabila kerusakan yang terjadi tidak lebih dalam daripada mukosa muskularis.

EPIDEMIOLOGI Medical record Rumah Sakit Hospital tahun 2010 : infeksi saluran pencernaan 55%: diare 30.5%, gastritis, 13%, infeksi usus 5%, peritonitis 3.5%, dan 3% dengan penyakit infeksi lainnya.

ETIOLOGI
Pola Makan Kebiasaan minum Kopi Kebiasaan minum teh Kebiasaan merokok Stress Obat-obatan

MANIFESTASI KLINIS
1. Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan 2. Nyeri perut terutama di bagian epigastrium 3. Mual 4. Muntah 5. Kehilangan selera makan 6. Kembung 7. Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan 8. Kehilangan berat badan

DIAGNOSIS
Diagnosis gastritis erosif ditegakkan atas dasar: Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan penunjang : endoskopi

KOMPLIKASI
1. Gastritis Akut perdarahan saluran cerna bagian atas
(SCBA) : hematemesis dan melena

2. Gastritis Kronis yaitu gangguan penyerapan vitamin B12, penyerapan zat besi dan penyempitan

daerah antrum- pylorus

PENCEGAHAN
Makan yang teratur Makan dalam porsi kecil dan sering Menghindari stress Menghindari alkohol Menghindari rokok

PENATALAKSANAAN
Cara Perawatan Gastritis a. Ketika sedang sakit, makanlah makanan yang lembek yang mudah dicerna dan tidak merangsang asam lambung b. Hindari makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung, seperti makanan pedas, makanan yang asam, tinggi serat, zat tepung c. Hindari minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti teh kopi, alkohol d. Makan secara teratur e. Minum obat secara teratur f. Hindari stress fisik dan psikologis

2.

Pemberian Obat-obatan

Kategori obat pada Gastritis adalah :


a. Antasid : menetalisir asam lambung dan

menghilangkan nyeri
b. Acid blocker membantu mengurang jumlah asam lambung yang diproduksi c. Proton pump inhibitor : menghentikan produksi asam lambung dan menghambat H.pylori.

TERIMAKASIH