Anda di halaman 1dari 6

Dua Bangun yang Sama dan Sebangun

Perhatikan dua lembar uang kertas yang nilainya sama. Misalnya Rp.10.000.00. Apakah uang tersebut panjang dan lebarnya sama? Coba hitunglah perbandingan dari masing-masing sisi-sisinya. Kamu akan memperoleh nilai perbandingan sisi-sisinya sama dengan 1. Dari hasil perbandingan di atas diperoleh : 1. sisi-sisi yang bersesuaian dari uang tersebut sarna panjang. 2. sudut-sudut yang bersesuaian dari uang tersebut sama besar (90o). Jadi, kedua uang tersebut mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Bangun-bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama disebut bangun-bangun yang kongruen, yakni bangun-bangun yang sama dan sebangun. Bangun-bangun yang kongruen jika diimpitkan akan saling menutupi satu sama lain. Dua bangun bersisi lurus dikatakan kongruen jika : 1. sisi-sisi yang bersesuaian dari bangun tersebut sama panjang: 2. sudut-sudut yang bersesuaian dari bangun tersebut sama besar

Contoh Soal 1 Jarak dua kota pada peta adalah 15 cm. Jarak sebenarnya antara kedua kota tersebut adalah 135 km. Tentukanlah: a. Besar skalanya. b. Jarak sebenarnya dua kota yang lain, bila jarak pada peta 12 cm? c. Jarak pada peta, jika jarak sebenarnya 729 km.

Penyelesaian: a. Skala = jarak pada peta/jarak sebenarnya Skala = 15 cm/135 km Skala = 15 cm / 13500000 cm

Skala = 1/900000 Skala ini dituliskan 1 : 900.000

b. Jarak pada peta adalah 12 cm, maka Skala = jarak pada peta/ jarak sebenarnya Jarak sebenarnya = jarak pada peta/skala Jarak sebenarnya = 12 cm / 1:900000 Jarak sebenarnya = 12 cm x 900000 Jarak sebenarnya = 10800000 cm = 108 km

Jadi, jarak sebenarnya adalah 108 km

c. Jarak sebenarnya adalah 729 km. Skala = jarak pada peta/jarak sebenarnya Jarak pada peta = skala x jarak sebenarnya Jarak pada peta = (1:900000) x 729 km Jarak pada peta = (1:900000) x 72.900.000 cm Jarak pada peta = 72.900.000 cm/900.000 Jarak pada peta = 81 cm. Jadi, jaraknya pada peta adalah 81 cm. Contoh soal 2

Sebuah persegi panjang dengan ukuran panjang 15 cm dan lebar 10 cm. Tentukan perbandingan antara keliling dengan panjang persegi panjang tersebut! Penyelesaian: Panjang (p) = 15 cm dan lebar (l) = 10 cm. Keliling = 2(p + l)= 2(15 + 10) = 50 cm Keliling: panjang = 50 : 15 = 10 : 3 Jadi perbandingan keliling dengan panjang adalah 10 : 3. Dalam hidup sehari-hari, kita sering menemukan gambar atau model berskala seperti peta, denah suatu gedung atau rumah, dan model suatu mobil atau pesawat dan sebagainya. Di atas adalah contoh gambar dan model berskala. Gambar balok di atas menunjukkan balok dengan ukuran sebenarnya (1) dan gambar model balok (2). Balok (1) dengan panjang sebenarnya (Ps), lebar sebenarnya (Ls), dan tinggi sebenarnya (Ts). Sedangkan gambar (2) adalah gambar model dengan ukuran, panjang model (Pm), lebar model (Lm), dan tinggi model (Tm). Perbandingan antara ukuran asli dengan ukuran pada model berlaku: Keterangan: Ps = Panjang balok sesungguhnya Pm = Panjang balok pada model Ls = Lebar balok sesungguhnya Lm = Lebar balok pada model Ts = Tinggi balok sesungguhnya Tm = Tinggi balok pada model Tm = Tinggi balok pada model Pada sebuah gambar, lebar rumah 25 cm dan tinggi pintu 5 cm. Jika tinggi pintu sebenarnya 2 m, tentukanlah lebar rumah sebenarnya dan faktor skalanya.

Penyelesaian: Lebar rumah pada gambar (Lm) = 25 cm Misal lebar rumah sebenarnya = x m Tinggi pintu rumah pada gambar (Tm) = 5 cm Tinggi pintu rumah sebenarnya (Ts) = 2,5 m = 250 cm

Sekarang kita hitung terlebih dahulu berapa lebar pintu yang sebenarnya dengan menggunakan perbandingan seperti berikut.

Jadi lebar rumah sebenarnya adalah 12,5 m


Dua Bangun Datar yang Sebangun Pernahkah kalian melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop? Pada pembesaran tertentu, kita dapat mengamati benda-benda yang sangat kecil ukurannya. Pengamatan tersebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut.

Dari gambar di atas, kita dapat melihat benda dengan bentuk sama tetapi ukuran yang berbeda. Perbedaan ukuran terjadi melalui pembesaran atau pengecilan objek dengan menggunakan perbandingan skala tertentu. Ketiga gambar tersebut dikatakan sebangun sebab perbandingan tiap sisinya sama. Perhatikan gambar bangun datar berikut.

ABC dan DEF mempunyai bentuk yang sama, ukuran yang berbeda, tetapi sudut-sudut yang bersesuaian (seletak) sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sebanding. Dalam hal ini ditulis ABC ~ DEF. Dari gambar tersebut tampak bahwa dua bangun datar yang sebangun selalu memenuhi syarat: - sudut yang bersesuain (seletak) sama besar - sisi yang bersesuain (seletak)sama sebanding

Jika dua bangun datar sebangun maka salah satu bangun datar merupakan pembesaran atau pengecilan bangun yang lain. Misal bangun I dan II sebangun. Maka bangun I merupakan pembesaran atau pengecilan bangun II. Dan sebaliknya, bangun II merupakan pembesaran atau pengecilan bangun I. Jika besar pembesaran bangun I setengah bangun II maka perbandingan sisi-sisi bersesuaian bangun I dan II adalah 1: 2 . Persegi panjang mempunyai dua pasang sisi yang sejajar. Dua sisi yang sejajar tersebut sama panjang. Oleh karena itu, sisi yang dibandingkan hanya dua. Dua sisi tersebut adalah sisi-sisi yang panjangnya berbeda. AD : EH dan AB : EF. Dua segitiga dikatakan sebangun jika memenuhi salah satu syarat berikut :

Perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian senilai. Dua pasang sudut yang bersesuaian yang sama besar.

Perhatikan contoh bangun di bawah ini :

Dari bangun-bangun di atas, bangun yang sebangun adalah : A dan J; B dan G, C dan M, D dan I; E dan L;