Anda di halaman 1dari 10

Ruang Museum Sejarah Nasional

Ruang museum ini terletak 3 meter di bawah permukaan tanah dengan tinggi langit-langit 8 meter dan luas ruangannya 80 x 80 meter. Seluruh dinding, tiang-tiang dan lantai yang berlapis marmer dari Italia. Di dalam ruangan ini terdapat 51 diorama, yang dimana 48 diorama tentang sejarah Indonesia dan ditambah 3 diorama yang menggambarkan tentang ahli teknologi. 48 diorama terbagi atas 4 sisi yaitu : Sisi timur atau sisi 1 : diorama - diorama tentang masa keemasan masyarakat Indonesia

dari masa manusia purba sampai dengan Perang Makassar Sisi selatan atau sisi 2 : diorama - diorama tentang masa perjuangan dari diorama Perlawanan Pattimura sampai diorama Taman Siswa Sisi barat atau sisi 3 Sisi utara atau sisi 4 : diorama diorama tentang masa detik detik proklamasi dari : diorama diorama tentang masa transisi dari diorama Perang diorama Pergerakan Muhammadiyah sampai diorama Peranan Gereja Katolik Gerilya sampai diorama PERPERA. 3 diorama tambahannya yaitu : Tentang Integrasi Timor Timur 31 May 1976 KTT Non Blok 01 06 Sep 1992 Ahli teknologi peresmian pesawat nusantara.

Berikut penjelasan dari 48 diorama dari masa keemasan hingga masa transisi : SISI TIMUR / SISI 1 : MASYARAKAT INDONESIA PURBA, 3000-2000 SM Ini merupakan kehidupan manusia pada zaman megalitikum (mega = besar, litik = batu), jadi zaman batu besar. Pada zaman ini, keseharian mereka alat-alatnya terbuat dari batu. Nampak dalam diorama, ada rumah berbentuk panggung dengan tujuan untuk menghindari serangan binatang buas. Dan juga terlihat 3 orang wanita yang sedang membuat pakaian dari kulit kayu/kulit hewan. Dan juga ada seorang pria yang sedang mencari makan dengan cara berburu dan melaut. BANDAR SRIWIJAYA, ABAD VIII-XIII

Lokasinya di Palembang, Sumatra Selatan. Pada saat itu, Palembang terkenal sebagai pusat perdagangan dan pusat kebudayaan. Nampak dalam diorama, ada saudagar China dengan saudagar India yang sedang melakukan transaksi dagang dengan cara barter karena pada saat itu, belum ada alat tukar/mata uang yang sah. CANDI BOROBUDUR, 824 Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah dibangun oleh Raja Samaratungga dari keluarga Syailendra. Candi ini dibangun dengan ketinggian 42 meter dengan tujuan untuk mengagungkan kebesaran Sang Buddha. Pembangunan candi ini menggunakan 200 ribu kubik batu. Dan di dalam candi ini terdapat 504 arca Buddha dan 1555 stupa. BENDUNGAN WARINGIN SAPTA, ABAD XI Waringin Sapta artinya Waringin adalah pohon beringin dan Sapta adalah 7, jadi ada 7 pohon beringin. Dibangun di Kali Brantas, Jawa Timur. Dibangun oleh Raja Airlangga untuk irigasi dan untuk menanggulangi banjir. CANDI JAWI PERPADUAN SIVAISME DAN BUDDHISME, 1292 Candi ini terletak di Gunung Welirang, sebelah barat daya Pandakan, Jawa Timur. Candi ini merupakan candi perpaduan antara candi Buddha dengan candi Hindu yang dibangun oleh Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari. Candi ini dibangun untuk tempat pemakaman raja terakhir dari Kerajaan Singosari yaitu Raja Kertanegara. SUMPAH PALAPA, 1331 Terjadi di alun-alun Kerajaan Majapahit, Penangkilan, Jawa Timur. Diorama ini menggambarkan Patih Gajah Mada sedang bersumpah untuk tidak makan Palapa sebelum menyatukan nusantara. Palapa disini memiliki 3 makna yaitu buah palapa, rempah-rempah dan makan nasi tanpa lauk. ARMADA PERANG MAJAPAHIT, ABAD KE-14 Terjadi di perairan nusantara yang dipimpin oleh Mpu Nala dengan tujuan untuk mempertahankan perairan nusantara. Diorama ini menggambarkan pasukan Mpu Nala berhasil memukul mundur para perompak dari China.

UTUSAN CHINA KE MAJAPAHIT, 1405 Terjadi di Semarang. Utusan China ke Majapahit yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho yang diterima oleh Raja Wikramawardhana untuk mengakui kedaulatan Kerajaan Majapahit dan menjalin persahabatan. Pada saat ini, Laksamana Cheng Ho membawa hadiah berupa emas dan kain sutra yang dikemas dalam suatu peti.

PERANAN PESANTREN DALAM PENYATUAN BANGSA, ABAD 14 Pesantren ini didirikan oleh Sunan Giri dari Kediri, Jawa Timur untuk menyebarkan agama islam di seluruh Indonesia dan juga sebagai salah satu alat penyatu bangsa.

PERTEMPURAN PEMBENTUKAN JAYAKARTA, 22 JUNI 1527 Pertempuran yang terjadi di Teluk Sunda antara Sultan Fatahillah dengan bangsa Portugis dan dimenangkan oleh Fatahillah sehingga Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta (Jaya = Kemenangan, Karta = Kota) jadi berarti Kota Kemenangan. Dan pada tanggal itu juga diperingati sebagai hari jadinya kota Jakarta.

ARMADA PERANG BUGIS ,ABAD 15 Pada saat itu, rakyat Bugis terkenal akan pelaut-pelautnya yang ulung dan mereka berlayar menggunakan kapal Phinisi yang merupakan kapal terindah pada saat itu. Daerah daerah yang pernah dilalui oleh pelayaran mereka dapat dilihat di buku hukum laut Amannagappa dan peta laut Bugis.

PERANG MAKASSAR, 1654-1668 Terjadi di depan benteng Sombaopu, Pantai Losari. Perang ini dipimpin oleh Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Makassar. Perang ini terjadi karena adanya perselisihan dagang antara VOC dengan Makassar.

SISI SELATAN / SISI 2 : PERLAWANAN PATTIMURA, 1817 Terjadi di Maluku. Perlawanan yang dipimpin oleh Pattimura ini terjadi karena pada saat itu Belanda ingin melakukan politik monopoli perdagangan. Perlawanan ini terjadi di depan benteng Duurstede di Kepulauan Saparua, Maluku.

PERANG DIPONEGORO, 1825-1830 Terjadi di tepi Sungai Bogowonto, Magelang, Jawa Timur. Perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ini berlangsung selama 5 tahun sehingga mengakibatkan Belanda mengalami kerugian sebanyak 20 juta gulden dan juga menewaskan sebanyak 15.000 tentara Belanda.

PERANG IMAM BONJOL, 1821-1837 Terjadi di Sumatra Barat. Perang ini terjadi karena pada saat itu Belanda ingin menguasai hasil bumi daerah setempat sehingga mengadakan adu domba antara Kaum Ulama dengan Kaum Adat yang pada waktu itu sedang ada sedikit perselisihan. Diorama ini menggambarkan, Tuanku Imam Bonjol beserta pasukannya sedang membangun parit parit sebagai benteng pertahanan di kawasan Sulit Air, Sumatra Barat.

PERANG BANJAR, 1859-1905 Terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perang yang dipimpin oleh Pangeran Antasari ini terjadi karena pada saat itu, Belanda ingin menguasai hasil bumi daerah setempat. Diorama ini menggambarkan Pangeran Antasari beserta pasukannya sedang perang di tepi Sungai Kapuas dan berhasil menenggelamkan kapal Onrust yang pada saat itu merupakan kapal tercanggih milik Belanda.

PERANG ACEH, 1873-1904 Terjadi di Aceh. Perang ini terjadi karena Belanda mengultimatum masyarakat Aceh agar menghentikan hubungan dagangnya dengan negara-negara lain kecuali Belanda. Nampak dalam diorama, peperangan ini terjadi di depan halaman Masjid Agung Baiturrahman Aceh yang menewaskan Mayjen Kohler di bawah pohon yang ditembak oleh penembak jitu dari Aceh yaitu Panglima Polim.

PERLAWANAN SISIMANGARAJA, 1877-1907 Terjadi di Sumatra Utara. Peperangan ini terjadi karena Belanda merasa para zendingzendingnya (penyebar injil / misionaris) diganggu oleh pasukan Sisimangaraja. Diorama ini menggambarkan peperangan terjadi di Tanggabatu dekat Balige dengan latar belakang Danau Toba.

PERTEMPURAN JAGARAGA, 1848-1849

Terjadi di Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ketut Gelantik. Penyebabnya adalah Belanda pada saat itu ingin menghapus hukum adat Tawan Karang. Diorama ini menggambarkan peperangan terjadi di muka Pura Dalam Jagaraga yang berakhir dengan gugurnya seisi pura yang lebih dikenal dengan Puputan Jagaraga (perang sampai habis-habisan/mati-matian). TANAM PAKSA 1830-1870 Akibat dari Perang Diponegoro, Belanda mengalami kerugian 20 juta gulden, jadi untuk menutupi krisis keuangannya itu, Belanda menyuruh masyarakat Indonesia menanam tanam palawija yang laku di pasaran Eropa. Diorama ini menggambarkan kegiatan tanam paksa yang dipimpin oleh Gubernur Jendral Van de Boosch yang terjadi di kawasan Subang, Jawa Barat. KEGIATAN GEREJA PROTESTAN DALAM PENYATUAN BANGSA, 1930 Pada tahun itu, berdirilah Perserikatan Kaum Kristen dan Partai Kaum Masehi. Kedua organisasi ini tidak hanya bergerak dalam bidang agama tapi juga bergerak di bidang pendidikan dan social. Selain berpusat di Jakarta, juga ada di Minahasa, Ambon dan Tapanuli. RA KARTINI, 1879-1904 Raden Ajeng Kartini merupakan seorang pahlawan emansipasi wanita yang bergerak dalam bidang pendidikan yang lahir pada tanggal 21 April 1879. Sejak kecil, beliau bercita-cita menjadi seorang guru. Setelah lulus dari sekolah rendah, beliau dijodohkan dengan bupati Rembang yang bernama Raden Djojo Adiningrat. Beliau juga membuat sebuah karya berupa buku yang terkenal yang berjudul HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. KEBANGKITAN NASIONAL, 20 MAY 1908 Terjadi di Yogyakarta. Pada saat Kongres Pemuda I yang melahirkan organisasi Budi Utomo yang dicetuskan oleh Dr. Wahidin Soedirohusodo dan didirikan oleh Dr. Soetomo. TAMAN SISWA, 03 JULI 1922 Didirikan di Yogyakarta. Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara ini merupakan sekolah pribumi pertama di Indonesia pada zaman kolonial Belanda. Tujuan

dari pendirian Taman Siswa ini adalah untuk mencari rumusan tentang pendidikan yang bersifat nasional. SISI BARAT/SISI 3 : MUHAMMADIYAH, 18 NOVEMBER 1912 Didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Tujuan didirikan adalah untuk mengembalikan ajaran agama Islam sesuai dengan al-quran dan hadisnya. PERHIMPUNAN INDONESIA, 1922 Di Den Haag, Belanda yang dipimpin oleh Mohammad Hatta. Tujuannya yaitu untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia di luar negeri atau di tingkat internasional. THE STOVIA, 1908 Merupakan sekolah kedokteran Bumi Putra yang didirikan oleh JJ Rool seorang Belanda. STOVIA merupakan tempat pergerakan para pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan nasional. Diorama ini menggambarkan suasana di Ruang Anatomi yang terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh yang sekarang menjadi Museum Kebangkitan Nasional. DIGUL, 1926-1927 Digul atau Tanah Merah yang terletak di Irian Jaya merupakan tempat pengasingan/pembuangan orang-orang Indonesia yang melawan Belanda, pada saat itu terkenal akan daerah yang banyak nyamuk malarianya yang mematikan. Ada 13.000 orang tertangkap, dan ada 1.300 orang yang diasingkan di Digul, setelah satu tahun hanya tersisa 500 orang yang masih hidup, dan sisanya mati karena penyakit malaria, kekurangan obat dan pangan. Digul juga sempat menjadi saksi bisu pengasingan Sutan Sjahrier dan Moh. Hatta. SUMPAH PEMUDA, 28 OKTOBER 1928 Terlahir pada saat Kongres Pemuda II yang dilaksanakan di Jl. Kramat Raya No.106, Jakarta Pusat. Pada Kongres Pemuda II ini menghasilkan Sumpah Pemuda yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa yaitu Indonesia. Dan pada saat ini juga untuk pertama kalinya lagu

Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Supratman dikumandangkan dan memperkenalkan bendera merah putih oleh Sugondo Djojopuspito dan M.Yamin . ROMUSHYA 1942-1945 Romushya adalah sistem kerja paksa pada masa penjajahan Jepang selama 3,5 tahun. Para penduduk pribumi dipaksa untuk bekerja tanpa dibayar dan hanya diberi pakaian berbahan kain goni dan makan singkong. Diorama ini menggambarkan para pekerja diperintahkan untuk membangun rel kereta api di Kalijati, Subang, Jawa Barat. PEMBERONTAKAN TENTARA PETA DI BLITAR, 14 FEBRUARI 1943 Pemberontakan ini dipimpin oleh Supriyadi. Pemberontakan ini terjadi karena tentara PETA tidak suka melihat tentara Jepang dan ada salah satu tentara PETA yang disiksa dan dijadikan budak, maka pada tanggal 14 Februari 1943 jam 03:30 pagi, tentara PETA menyerang markas Jepang. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 1945 Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II, rakyat Indonesia mengambil kesempatan tersebut secara tersembunyi dengan merumuskan naskah teks proklamasi tanggal 16 agustus 1945 di JL. Imam Bonjol No.1 tepatnya di kediaman rumah Laksamana Maeda yaitu seorang Jepang yang memihak pada perjuangan bangsa Indonesia. Baru tanggal 17 Agustus 1945 hari Jumat, Bung Karno dan Bung Hatta mewakili bangsa Indonesia membacakan naskah proklamasi kemerdekaan di JL.Pegangsaan Timur No.56. Selain ditemani oleh Bung Hatta, di saat itu juga ada Ibu Fatmawati yang merupakan istri dari Bung Karno, Ibu SK Trimurti istri dari Sayuti Melik (pengetik naskah proklamasi) dan Latief Hendrodiningrat (komandan kompi tentara PETA). PENGESAHAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945, 18 AGUSTUS 1945 Atau yang sering dikenal dengan rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) I yang dilaksanakan di JL.Pejambon. Hasil dari rapat ini adalah pengesahan Pancasila sebagai ideologi RI, UUD 45 sebagai landasan negara RI dan menetapkan Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia dan Moh.Hatta sebagai wakil presiden pertama Indonesia. HARI ABRI, 05 OKTOBER 1945

ABRI dibentuk sebagai alat pertahanan dan keamanan RI pada tanggal 05 Oktober 1945 oleh Jenderal Soedirman di Magelang, Jawa Tengah. PERTEMPURAN SURABAYA, 10 NOVEMBER 1945 Pertempuran ini terjadi karena masyarakat Surabaya menghiraukan ultimatum pasukan sekutu yang berisi rakyat Surabaya harus menyerahkan persenjataan mereka. Pasukan sekutu mengeluarkan ultimatum ini karena pimpinan mereka yaitu Brigadir Jenderal AWS Mallaby tewas. Pada pertempuran Surabaya ini, ribuan kusuma bangsa gugur sehingga tanggal 10 November diabadikan menjadi Hari Pahlawan. KEGIATAN GEREJA KATOLIK ROMA DALAM PROSES PENYATUAN BANGSA Terjadi pada tahun 1936 yang dipimpin oleh Bapak Soetardjo yaitu seorang pastor. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersatukan dan memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur agama. Diorama ini menggambarkan kegiatan acara Natal pada tanggal 25 December 1947 di Universitas Semarang. SISI UTARA/SISI 4 : GERILYA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN, 1945-1949 Terjadi pada tahun 1945-1949 yang dipimpin oleh Jenderal Urip Soemahardjo. Terjadi di Palagan Ambarawa, Jawa Tengah. Diorama ini menceritakan tentang Agresi Militer Belanda yang kedua terjadi karena Belanda ingin menguasai daerah tersebut. JENDERAL SOEDIRMAN, 1948 Terjadi di Yogyakarta. Jenderal Soedirman bergerilya selama 6 bulan yang memberikan komando ke berbagai kota untuk bergerilya. Jenderal Soedirman berjuang mati-matian dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia padahal beliau mempunyai penyakit paruparu akut. PENGAKUAN KEDAULATAN, 27 DESEMBER 1949 Setelah diadakan KMB di Den Haag Belanda, Indonesia baru diakui kemerdekaannya meski masih dalam keadaan negara serikat. Diorama ini menggambarkan keadaan upacara pengibaran bendera merah putih di Istana Merdeka, Jakarta. KEMBALI KE NEGARA KESATUAN, 1950

Pada tanggal 17 Agustus 1950, Indonesia diberitakan oleh Dr.Soepomo bahwa Indonesia sudah menjadi negara kesatuan bukan negara serikat lagi. INDONESIA MENJADI ANGGOTA PBB, 28 SEPETEMBER 1950 Indonesia tercatat menjadi anggota PBB ke-60 yang diwakili oleh Moh.Rum dan LN Palaar di USA, ditandai dengan pengibaran bendera merah putih di kantor PBB di New York. KONFERENSI ASIA AFRIKA, 18-24 APRIL 1955 Dilaksanakan di Bandung yang dipimpin oleh Ir.Soekarno. Konferensi ini merupakan konferensi gabungan dari negara-negara Asia Afrika dan mengundang 30 negara namun hanya 29 negara yang hadir karena Republik Afrika Tengah absen. Konferensi ini menghasilkan Dasasila Bandung yaitu diciptakannya dunia bebas dari imperialisme dan kolonialisme dan tidak ikut campur dalam urusan negara lain. PEMILIHAN UMUM PERTAMA, 1955 PEMILU yang diikuti leh 48 partai ini dimenangkan oleh PNI yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Tujuannya adalah untuk memilih presiden dan wakil presiden Indonesia. Pada tahun itu, diselenggrakan dua kali pemilihan. Yang pertama pada tanggal 29 September yaitu pemilihan untuk anggota DPR, yang kedua adalah pada tanggal 15 Desember yaitu pemilihan untuk dewan konstituante atau setara dengan anggota MPR. PEMBEBASAN IRIAN JAYA, 01 MAY 1963 Berdasarkan proklamasi kemerdekaan, seharusnya seluruh wilayah Indonesia sudah merdeka. Tapi Belanda masih menduduki Irian Jaya, maka presiden Soekarno membentuk TRIKORA (Tri Komando Rakyat) yang berisi gagalkan negara boneka, kibarkan Sang Merah Putih dan siap-siap mobilisasi umum. Maka Belanda terpaksa menyerahkan Irian Jaya ke Indonesia melalui PBB, dan pada tanggal 01 may 1963, berlangsung upacara penyerahan Irian Jaya kepada Indonesia yang diwakili oleh Sudjarwo Tjondronegoro di depan gedung DPRD Irian, Jayapura. HARI KESAKTIAN PANCASILA, 01 OKTOBER 1965 Terjadi di Lobang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur. Kejadian ini terjadi karena PKI ingin mengubah kepribadian Pancasila menjadi NASAKOM (Nasionalis, Agama dan Komunis). Diorama ini menggambarkan upacara pengangkatan 7 jenazah pahlawan revolusi dari

lubang sumur dengan kedalaman 12 meter dan berdiameter 75cm. Upacara ini dipimpin oleh Mayor Jenderal Soeharto dan juga dihadiri oleh Umar Hadikusuma dan Sarwoedi. AKSI-AKSI TRI TUNTUTAN RAKYAT, 1966 Dalam aksi menewaskan seorang mahasiswa UI yang bernama Arief Rahman Hakim. Isi dari Tritura ini adalah bubarkan PKI, bubarkan kabinet 100 menteri dan turunkan harga sembako. SURAT PERINTAH 11 MARET, 1966 Surat Perintah Sebelas Maret atau yang lebih sering dikenal dengan SUPERSEMAR terjadi karena presiden menginstruksikan angkatan darat untuk mempersiapkan langkah-langkah pemulihan kondisi setelah G 30 S/PKI. Pembacaan surat perjanjian sebelas maret ini dilakukan di kediaman bapak Soeharto yang bertepat di JL. H. Agus Salim No.1 yang dihadiri oleh M. Yusuf, Basuki Rahmad dan Amir Mahmud. PENENTUAN PENDAPAT RAKYAT IRIAN JAYA, 1969 PEPERA yang dipimpin oleh Ali Murtopo (Menteri Dalam Negeri) ini dilakukan untuk penentuan bergabungnya Irian Jaya dengan NKRI tau tidak. Diwakilkan oleh 100 kepala suku di Papua sebagai delegasi dan hasilnya ada 84 orang menyatakan setuju, 6 orang menolak dan 30 orang abstain.

Dengan adanya monument nasional kita dapat mengetahui tentang adanya budaya bangsa yang terjadi di zaman dahulu. dengan kita mengadakan karya wisata atau observasi ditempat-tempat seperti monument nasional kita dapat lebih kreatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kita juga dapat memperoleh wawasan baru seperti mengetahui sejarah ya