Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang Seperti halnya mata, mulut merupakan jendela bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu diantara masalah mulut adalah penyakit gusi. Penyakit ini terjadi karena infeksi jaringan pendukug gigi. Ketika plak muncul, bakteri akan mengiritasi gusi dan menyebabkan gusi menjadi bengkak. Pada awalnya penyakit ini disebut gingivitis dan hanya mempengaruhi gusi. Selanjutmya gusi dapat mengalami penambahan jumlah sel yang nantinya terlihat membesar atau yang sering disebut hyperplasia gingival atau enlargement gingivas Hiperplasi gingival adalah suatu keadaan dimana terjadinya penambahan jumlah sel dari gusi. Dalam keadaan ini, jaringan gusi menggelembung secara berlebihan diantara gigi dan pada leher gigi.

BAB II ISI

Gingiva merupakan bagian dari jaringan periodonsium yang menutupi gigi dan berfungsi sebagai jaringan penyangga gigi. Penyakit periodontal yang paling sering terjadi adalah penyakit gingiva, karena gingiva merupakan bagian terluar dari

jaringan periodonsium yang dapat terlihat secara langsung sehingga mempengaruhi faktor estetik. Salah satu penyakit gingiva yang sangat menggangu estetik dan fungsional gigi adalah terjadinya pembesaran gingiva. Kelainan ini menyebabkan perubahan bentuk gingiva yang secara klinis terlihat lebih besar dari normal.

Defenisi dan Etiologi Pembesaran gingiva didefenisikan sebagai suatu keadaan dimana ukuran gingiva bertambah dari normal yang dapat menimbulkan masalah estetis dan kebersihan gigi geligi. Bertambah besarnya gingiva merupakan gambaran klinis adanya kelainan gingiva yang disebabkan oleh hiperplasia dan hipertrofi gingiva. Hiperpasi gingival dapat disebabkan oleh faktor lokal dan sistemik. Faktor lokal primer adalah plak, sedangkan faktor lokal sekunder adalah karang gigi, letak gigi yang tidak beraturan, kebiasaan menyikat gigi yang tidak bersih, anatomi yang tidak baik, cengkram gigi palsu yang tidak baik, kawat gigi. Secara histologis pembesaran gingiva dapat dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu : 1. Hipertrofi Gingiva Pada hipertrofi gingiva pembesaran gingiva disebabkan oleh bertambah besarnya ukuran sel-sel yang terjadi karena bertambahnya fungsi kerja tubuh. 2. Hiperplasia Gingiva Pada hiperplasia gingiva terjadi pertambahan ukuran gingiva oleh karena adanya peningkatan jumlah sel penyusunnya. Secara klinis hiperplasia gingiva tampak

sebagai suatu pembesaran gingival yang biasanya dimulai dari papila interdental menyebar ke daerah sekitarnya. Kelainan ini tidak menimbulkan rasa sakit, dapat mengganggu oklusi dan estetik serta dapat mempersulit pasien dalam melakukan kontrol plak. Pembesaran gingiva dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor-faktor etiologi. 1. Pembesaran gingiva inflamasi a. akut b. Kronis 2. Pembesaran gingiva diinduksi obat-obatan a. Phenitoin b. Cyclospiron c. Nefidipine 3. Pembesaran gingiva yang dikaitkan dengan kondisi atau penyakit sistemik a. Pembesaran kondisional seperti pada keadaan pregnansi, pubertas, defisiensi vitamin C, gingivitis sel plasma, pembesaran nonspesifik. b. Pembesaran gingiva akibat penyakit sistemik seperti pada penyakit leukemia. 4. Pembesaran neoplastik 5. Pembesaran semu a. underlying disease lesion b. underlying dental tissues

Manifestasi klinis

Manifestasi dari hiperplasi gingival adalah gusi licin, tumpul, mengkilat, bengkak dan mudah berdarah. Rasa sakit tidak menonjol, hanya pembengkakan gusi yang berwarna merah keunguan serta mudah berdarah, mengakibatkan penderita merasa terganggu. Hiperplasi gingival cenderung menyebar secara perlahan-lahan.

Pembesaran gusi yang ditimbulkan dapat mengakibatkan sulitnya pemeliharaan kebersihan mulut dengan baik, sehingga gusi rentan terinfeksi pleh bakteri dalam mulut.