Anda di halaman 1dari 10

Pertemuan 3

Perhitungan Risk (Risiko) Risiko dari suatu aset dapat dilihat dengan dua cara: 1. On a stand alone basis (risiko tunggal ) 2. In a portfolio context (risiko aset dalam suatu portfolio)

On a stand alone basis (risiko tunggal) Mengukur risiko tunggal di lakukan dengan tiga cara: 1. Return yang diharapkan Merupakan rata-rata tertimbang dari distribusi probabilitas.

Rumus:

n k = ki. Pi i=1

Keterangan: k = tingkat keuntungan yang diharapkan ki = tingkat keuntungan pada kondisi i pi = probabilitas kondisi i terjadi 2. Deviasi standar return Untuk mengukur kerapatan distribusi probabilitas, digunakan deviasi standar ().

Rumus: = (ki k )2 . p i

3. Koefisien variasi Terdapat dua pilihan investasi, yaitu A dengan return yang diharapkan lebih tinggi dan B mempunyai deviasi standar lebih rendah. Rumus:

CV = / k

Perhitungan 1. Return yang diharapkan Keadaan Ekonomi Booming Normal Resesi Probabilitas Kejadian 0.3 0.4 0.3 Rate of Return on Stock PT Samsung 100% 15% (70)% PT Nokia 20% 15% 10%

Samsung Nokia

R = (100%x0.3) + (15%x0.4) + (-70%x0.3) = 15% R = (20%x0.3) + (15%x0.4) + (10%x0.3) = 15%

2. Deviasi standar return Probabilitas Rate of Return (ki-k)2 (ki-k)2 x pi

Kejadian (pi) 0.3 0.4 0.3

(ki) Samsung Nokia Samsung Nokia Samsung Nokia 100% 15% (70)% 20% 15% 10% Total Standar Deviasi 0.723 0.000 0.723 0.003 0.000 0.003 0.217 0.000 0.217 0.434 65.88 0.001 0.000 0.001 0.002 4.47

Expected Return (k)

15%

3. Koefisien variasi Samsung Return yang diharapkan Deviasi standar Koefisien variasi 15% 65.88% 65.66/15 = 4.38 Nokia 15% 4.47% 4.47/15 = 0.30

4.38 > 0.30 berarti PT Samsung lebih berisiko daripada PT Nokia

1.1.1 In a portfolio context (risiko aset dalam suatu portofolio) Dalam konteks portfolio, risiko dari suatu asset dibagi menjadi dua komponen: 1. Diversifiable risk Disebabkan oleh kejadian-kejadian random seperti mogok kerja, sukses atau gagalnya marketing program. Efek dalam portfolio dapat dihilangkan dengan diversifikasi. 2. Market risk

Disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi seperti inflasi, naiknya harga bbm, perang, resesi, dan lain-lain. 1.2Alternatif alternatif Menghindari Risiko Untuk menghindari risiko yang timbul terhadap aktivitas investasi yang dilakukan, perlu dilakukan alternatif-alternatif dalam pengambilan keputusan. Alternatif keputusan yang diambil adalah dianggap realistis dan tidak akan menimbulkan masalah nantinya. Tindakan seperti ini dianggap sebagai bagian strategi investasi. Bahwa berbagai keputusan-keputusan strategis akan menghasilkan nilai yang lebih besar bagi perusahaan. Dimana tindak lanjut dari keputusan strategis ini adalah dengan melibatkan secara maksimal sumber daya yang ada untuk mengimplementasikan keputusan yang dimaksud dan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas implementasi ini. Artinya adalah risiko yang timbul merupakan bentuk dari realita yang terjadi, yang mana risiko itu selalu saja sulit untuk dihindari namun diusahakan risiko itu terjadi dalam jumlah yang sangat minim.

1.3Mengelola Risiko Dalam aktivitas yang namanya risiko adalah pasti terjadi dan sulit untuk dihindari sehingga bagi sebuah lembaga bisnis seperti perbankan sangat penting untuk memikirkan bagaimana mengelola risiko tersebut. Dalam mengelola risiko pada dasarnya ada 4 cara yaitu : 1. Memperkecil risiko, dengan cara tidak memperbesar setiap keputusan yang mengandung risiko tinggi tapi membatasinya bahkan

meminimalisirnya agar risiko tersebut tidak menambah menjadi besar dan diluar kontrol manajemen perusahaan.

2. Mengalihkan risiko, dengan cara mengalihkan risiko yang kita terima tersebut ketempat lain seperti mengasurasikan bisnis guna menghindari terjadinya risiko yang sifatnya tidak tentu waktunya 3. Mengontrol risiko, dengan cara melakukan kebijakan mengantisipasi terhadap timbulnya risiko sebelum terjadi, seperti memasang alarm terhadap mobil, menempatkan satpam pada siang atau malam hari 4. Pendanaan risiko, dengan cara menyediakan dana cadangan (reserve) guna mengantispasi timbulnya risiko dikemudian hari, seperti perubahan terhadap nilai tukar dolar dipasaran maka kebijakan sebuah bank adalah harus memiliki dana cadangan dalam bentuk dolar

Pertemuan 4 Return (Pengembalian) 1.4Pengertian Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukan. Menurut R. J. Shook, return merupakan laba investasi, baik melalui bunga atau deviden. Beberapa pengertian return yang lain : 1. Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi ekuitas pemegang saham. 2. Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi deviden. Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran. 3. Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan laba. 4. Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan di bagi total kapitalisasi perusahaan. 5. Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.

6. Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya. 7. Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat

membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan laba sebelun pajak terhadap variable yang sama dari periode sebelumnya. 8. Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang. 9. Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu. 10.Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari returnreturn realisasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut. 11.Return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio.

1.5Investment Return Salah satu cara menghitung return dari suatu investasi Rumus:

In dollar terms: Dollar return = amount received amount invested

Tapi ada dua masalah dalam dollar terms, yaitu: 1. Besarnya perubahan investasi 2. Waktu sampai kita mendapatkan return (timing)

Sebagai solusi dari permasalah ini kita memakai rate of return atau % return Rumus:

Rate of return = (Amount received Amount invested) Amount invested

Rate of return umunya banyak dipakai untuk mengukur kinerja dari suatu investasi

II. Investasi Portfolio 2.1Pengertian Portfolio adalah suatu kombinasi dua atau lebih investasi.

2.2Tujuan Tujuannya adalah untuk meminimumkan risiko dengan cara diversifikasi.

2.3Portfolio Risk

Diukur dengan deviasi standar portfolio. Tetapi tidak dihitung atau dicari dengan menggunakan rata-rata tertimbang deviasi standar masingmasing sekuritas dalam portfolio. Apabila menggunakan itu berarti mengabaikan korelasi antara sekuritas-sekuritas yang ada di dalam portfolio. Korelasi antara sekuritas-sekuritas tersebut mempengaruhi besarnya deviasi standar portfolio.

Market and Diversifiable Risk Dalam suatu kondisi tertentu, mengkombinasikan sekuritas dalam portfolio mengurangi risiko tapi tidak menghasilkan risiko. Apa yang terjadi apabila kita memasukan lebih dari dua saham di portfolio? 2.4Portfolio Return Return yang diharapkan dari suatu portfolio adalah rata-rata tertimbang dari semua return yang diharapkan dari sekuritas-sekuritas dalam portfolio. Rumus: kp = w1k1 + w2k2 + + wnkn

Perhitungan Expected Return (ki) Samsung Nokia Sony Ericson 14% 13% 20% Nilai Investasi (wi) 25.000 25.000 25.000

Motorola

18%

25.000

Berapakah return yang diharapkan dari portfolio ini? Kp = w1k1+w2k2+w3k3+w4k4 = 0,25(14%)+0,25(13%)+0,25(20%)+0,25(18%) = 16,25 %