Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan karuniaNya kami dapat menyelesaikan tugas mengenai Korupsi. Makalah ini disusun sebagai pemenuhan tugas semester mata kuliah Patologi dan Rehabilitas Sosial dan juga sebagai sarana dalam memperluas wawasan mengenai ilmu yang terkait. Kami menyadari bahwa dalam penulisan tugas makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dalam segi bahasa maupun sistematika penyusunannya sehingga makalah ini masih jauh dari sempurna. leh karena itu! dengan segala kerendahan hati! kami mengharapkan kritik dan saran yang bersi"at membangun sebagai moti#asi kami untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dan guna e#aluasi kami selanjutnya. $khir kata kami berharap semoga tugas makalah ini dapat berman"aat bagi kita semua sesuai dengan "ungsi dan tujuannya.

Semarang! September %&'&

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

Masalah kesehatan jiwa banyak berkaitan dengan sejarah politik suatu bangsa. $pa yang selama ini disebut sebagai krisis multidimensional sebenarnya bertolak pada krisis kesehatan jiwa bangsa! yang harus ditelusuri akarnya dari perjalanan sejarah bangsa ini. (udaya korupsi! jalan pintas! manipulasi dan tidak ada rasa malu! kon"lik hori)ontal dan kekerasan! serta narkoba! adalah mani"estasi adanya gangguan kesehatan jiwa! yang selama ini nyaris dianggap biasa oleh kebanyakan orang! termasuk para birokrat. Perilaku korupsi oleh para pejabat! pegawai! bahkan sampai pada pamong desa pun dari jaman *ndonesia belum merdeka hingga saat ini masih terus terjadi dan bahkan semakin menjamur di *ndonesia. (ahkan menurut sur#ey Transparansi *nternasional! *ndonesia termasuk '+ negara di dunia yang paling banyak praktek korupsi di dalamnya. Korupsi merupakan perilaku dan mungkin sudah menjadi tradisi yang mendarah,daging dan berkembang biak di setiap sektor kehidupan masyarakat di *ndonesia. (aik jabatan di lembaga negeri maupun swasta. Mulai dari pejabat paling rendah di tingkat kelurahan sampai di tingkat yang paling tinggi yakni lembaga eksekuti" dan legislati" Negara hingga masyarakat umum pun turut berperilaku yang bisa dikatakan termasuk kategori korupsi. Penegakan hukum serta pengusutan se-ara tuntas dan adil terhadap tindak korupsi memang harus dilaksanakan dan ditegakkan tanpa pandang bulu. $kan tetapi! pemahaman yang mendalam dan lebih "undamental juga diperlukan! agar menumbuhkan sikap ari" untuk bersama,sama tak mengulang dan membudayakan korupsi dalam berbagai aspek kehidupan kita! sehingga tidak terjadi apa yang dikatakan .patah tumbuh hilang berganti! mati satu tumbuh seribu. seperti sel kanker ganas karena akarnya yang telah meluas! maka semakin dibabat semakin -epat penyebarannya.
2

BAB II PEMBAHASAN
I. Pengertian Korupsi Kata /Korupsi0 berasal dari bahasa latin Corruptio 12o-kema $ndreae 3 '45'6 atau Corruptus 17ebster Student 8i-tionary 3 '49&6. Selanjutnya disebutkan bahwa Corruptio itu berasal pula dari kata asal Corrumpere suatu kata latin yang lebih tua. 8ari bahasa latin itulah turun kebanyak bahasa Eropa seperti *nggris3 Corruption! Corrupt: Peran-is3 Corruption dan (elanda3 Corruptie 1korruptie6. 8apat kita memberanikan diri bahwa dari bahasa (elanda inilah kata itu turun ke bahasa *ndonesia /Korupsi0. $rti har"iah dari kata itu ialah3 kebusukan! keburukan! kebejatan! ketidakjujuran! dapat disuap tidak bermoral penyimpangan dari kesu-ian! kata,kata atau u-apan yang menghina atau mem"itnah. Meskipun kata Corruptio itu luas sekali artinya namun sering Corruptio dapat dipersamakan artinya dengan /penyuapan0. Kemudian arti kata korupsi yang telah diterima dalam perbendaharaan kata bahasa *ndonesia disimpulkan oleh Poerwadarminta dalam /Kamus ;mum (ahasa *ndonesia03 Korupsi ialah perbuatan yang buruk seperti pengertian penggelapan uang! penerimaan uang sogok dan sebagainya 1Poerwadarminta3 '4<96. Dalam Kamus Besar Ba asa In!onesia arti kata korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan 1uang negera atau perusahaan dsb6 untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Sebenarnya dari asal kata yang mengandung banyak de"inisi! sebagaimana disebutkan di awal pembahasan. Termasuk ke dalam makna korupsi adalah suap. Menurut !alam "u#u Patologi Sosial$ korupsi merupakan tingkah laku indi#idu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keutungan pribadi! merugikan kepentingan umum dan negara.
3

Menurut ilmu politi#$ korupsi dide"inisikan sebagai penyalahgunaan jabatan dan administrasi! ekonomi atau politik! baik yang disebabkan oleh diri sendiri maupun orang lain! yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan pribadi! sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat umum! perusahaan dan pribadi lainnya. Menurut para a li e#onomi$ korupsi dide"inisikan sebagai pertukaran yang menguntungkan 1antara prestasi dan kontraprestasi! imbalan materi atau non materi6! yang terjadi se-ara diam,diam dan sukarela yang melanggar norma, norma yang berlaku! dan setidaknya merupakan penyalahgunaan jabatan atau wewenang yang dimiliki oleh salah satu pihak yang terlibat dalam bidang umum dan swasta. Menurut Broo#s! korupsi adalah dengan sengaja melakukan kesalahan atau melalaikan tugas yang diketahui sebagai kewajiban! atau tanpa keuntungan yang sedikit banyak bersi"at pribadi. Menurut Har%atmo#o &Etika Politik dan Kekuasaan, 2003'$ korupsi adalah upaya -ampur tangan menggunakan kemampuan yang didapat dari posisinya untuk menyalahgunakan in"ormasi! keputusan! pengaruh! uang atau kekayaan demi kepentingan keuntungan dirinya. Korupsi dalam ;ndang,;ndang R* No. +' Tahun '444 yang diubah dengan ;ndang,;ndang No. %& Tahun %&&' tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi! bahwa yang dimaksud dengan korupsi adalah usaha memperkaya diri atau orang lain atau suatu korporasi dengan -ara melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Pengertian korupsi yang banyak tersebut dilihat dari sudut pandang "i=ih *slam juga mempunyai dimensi,dimensi yang berbeda. Perbedaan ini mun-ul karena beberapa de"inisi tentang korupsi merupakan bagian,bagian tersendiri dari "i=ih *slam. $dapun pengertian yang termasuk makna korupsi dalam "i=ih *slam adalah sebagai berikut 3

, Pen-urian , Penggunaan hak orang lain tanpa i)in , Penyelewengan harta negara 1ghanimah6 , Suap , Khianat , Perampasan II. (iri)*iri !an Kara#teristi# Korupsi Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan jabatan dan adminstrasi! ekonomi atau politik! baik yang disebabkan oleh diri sendiri atau orang lain untuk memperoleh keuntungan pribadi sehingga menimbulkan kerugian masyarakat umum atau pribadi lainnya. Korupsi di manapun dan kapanpun akan selalu memiliki -iri khas. >iri tersebut bisa berma-am,ma-am! beberapa diantaranya adalah sebagai berikut 3 a. Pengkhianatan terhadap sebuah keper-ayaan. b. Penipuan terhadap badan pemerintah! lembaga swasta atau masyarakat umum. -. 8engan sengaja melalaikan kepentingan umum untuk kepentingan khusus d. 8ilakukan dengan rahasia. e. Melibatkan lebih dari satu pihak. ". $danya kewajiban dan keuntungan bersama! dalam bentuk uang atau yang lain. g. $danya usaha untuk menutupi perbuatan korup dalam bentuk ? bentuk pengesahan umum. h. Menunjukkan "ungsi ganda yang kontradikti" pada mereka yang melakukan korupsi. i. Melibatkan lebih dari satu orang! j. Korupsi tidak hanya berlaku di kalangan pegawai negeri atau anggota birokrasi negara! korupsi juga terjadi di organisasi usaha swasta!

k. Korupsi dapat mengambil bentuk menerima sogok! uang kopi! salam tempel! uang semir! uang pelan-ar! baik dalam bentuk uang tunai atau benda atau pun wanita! l. ;mumnya serba rahasia! ke-uali sudah membudaya! m. Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik yang tidak selalu berupa uang! n. Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan! biasanya pada badan publik atau masyarakat umum! o. Setiap perbuatan korupsi melanggar norma,norma tugas dan

pertanggungjawaban dalam tatanan masyarakat! p. 8i bidang swasta! korupsi dapat berbentuk menerima pembayaran uang dan sebagainya! untuk membuka rahasia perusahaan tempat seseorang bekerja! mengambil komisi yang seharusnya hak perusahaan.Karakteristik Korupsi Suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai korupsi! apabila tindakan tersebut berbentuk 3 a. Merugikan keuangan Negara b. Suap,menyuap -. Penggelapan dalam jabatan d. Pemerasan e. Perbuataan -urang ". (enturan kepentingan dalam pengadaan g. @rati"ikasi h. Merintangi proses pemeriksaan korupsi i. Tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan tidak benar j. (ank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka k. Saksi atau ahli yang tidak memberi keterangan atau memberi keterangan palsu.

l.

rang yang memegang rahasia jabatan tidak diberikan keterangan atau memberi keterangan palsu.

m. Saksi yang membuka identitas pelapor. @erald E. >aiden 1'44A6 yang dikutip Beremy Pope 1%&&+6 menjelaskan se-ara rin-i bentuk,bentuk korupsi yang umum dikenal dalam kehidupan bermasyarakat! berbangsa! dan bernegara antara lain adalah 3 a. (erkhianat! transaksi luar negeri illegal dan penyelundupan. b. Menggelapkan barang milik lembaga! Negara! swastanisasi anggaran pemerintah! menipu dan men-uri. -. Menjual tanpa i)in jabatan pemerintah! barang milik pemerintahC Negara! dan surat i)in pemerintah. III. Pen!apat Tentang Kasus Korupsi Saya sangat setuju bahwa aktor korupsi harus diproses sesuai hukum yang berlaku. 8alam hal ini menurut saya ada beberapa hal yang harus di-ermati khususnya oleh penegak hukum yaitu jenis korupsinya apakah perorangan atau berjamaah. ;ntuk yang perorangan mungkin mudah dalam hal penanganannya! namun untuk korupsi yang berjamaah dalam suatu sistem tentunya tidak mudah dan dalam hal ini tentunya tidak adil apabila hanya pada lini atas saja yang dipangkas. >ontoh kasus yang terjadi pada departemen DDD yang sekitar 9 bulan lalu marak ditampilkan di layar tele#isi! saya melihat korupsi yang terjadi adalah suatu bentuk korupsi yang tersistem dan sangat tidak sesuai apabila yang dihukum hanya lini top manajemen! karena hal itu tidak akan mematikan korupsi yang ada. Menurut saya ada beberapa hal yang dapat dilakukan supaya dapat meminimalisasi terjadinya kasus korupsi! yaitu 3 '. %. (entuk sistem dengan blue print tugas pokok! "ungsi dan aturan yang jelas (entuk suatu badan yang memiliki legalitas untuk melakukan audit

+.

(erikan reward dan punishment yang jelas mulai dari bawah sampai lini atas.

E.

Perhatikan

tingkat

kesejahteraan

pegawai

sesuai

dengan

besar

tanggungjawab yang diembannya! tanpa adanya kesejahteraan yang memadai kemungkinan terjadinya korupsi sangat besar. Tentang penanganan terhadap pelaku korupsi! tentunya uang hasil korupsi harus dikembalikan se-ara penuh dan proses hukum terus berjalan. I+. Korupsi A#i"at I#lim Politi# %ang Ti!a# Se at Re#olusi "isik tahun '4E5,'45& disusun kemudian oleh periode parlementer di tahun,tahun '45&,'45A. Partai,partai politik memegang peranan penting dalam penentuan haluan Negara dan jalannya pemerintahan pada saat itu. Sayangnya perjuangan antar partai dilakukan tidak wajar dan tidak sehat. Kehidupan politik yang tidak sehat itu menyuburkan berkembangnya praktek,praktek penyuapan! intimidasi! taktik kekerasan dan pemalsuan hasil pemilihan umum! agar bisa mendudukkan wakil,wakil partainya menjadi pejabat yang bisa dijadikan sumber kekayaan. Tujuan utama menduduki "ungsi dan jabatan ialah menambah kas partai dan kekayaan pribadi. Situasi semakin merun-ing! penuh pertentangan! dan perang konsepsi diantara partai,partai politik! sehingga menimbulkan krisis nasional pada tahun '45<, '495. Sebagai akibatnya! praktek,praktek korupsi menjadi semakin merajalela. Ringkasnya! sistem multi,partai pada tahun,tahun lima puluhan sampai tahun'495 itu memperlihatkan kelemahan total dari sistem kepartaian di *ndonesia. E"ek buruk dari multi,partai ini antara lain sebagsi berikut 3 '. Sistem multi,partai tidak mampu membangun kelembagaan pemerintah yang e"ekti" dan stabil! dan memberi banyak insenti" untuk praktek, praktek korupsi.

%.

Partai,partai politik menjadi wahana bagi para politisi muda dan ambisius untuk mengembangkan karier politik pribadi! memperjuangkan kepentingan dan interest,interest pribadi! juga bertingkah laku korup

+.

Partai,partai menjadi agen,agen peme-ah belah bagi rakyat. Yaitu rakyat menjadi terbelah dalam kelompok,kelompok sosial yang saling bertentangan dan perpe-ahan ini mendominir sistem kepartaian. Perpe-ahan, perpw-ahan yang mendalam mengakibatkan instabilitas dan kelemahan politik.

E.

Foyalitas partai dan kepentingan diri sendiri ada di atas loyalitas terhadap Negara dan bangsa. $da banyak identitas agama! etnis dan ke daerah personal 1pada pribadi pemimpin tertentu6. Sebagai akibatnya terjadilah banyak perpe-ahan. Serikat buruh! kelompok kaum pengusaha! petani! kelompok religious! dan kelompok sosial lainnyamenggunakan praktek, praktek politik sendiri,sendiri! untuk men-apai tujuan masing,masing! dalam waktu sesingkat mungkin. Terjadilah banyak ketegangan dalam masyarakat! juga korupsi semakin merajalela.

5.

Partai,partai dijadikan alat yang e"ekti" bagi demagog politik untuk mengekspolitir /kebodohan rakyat demi interest,interest pribadi para pemimpin. Mereka bertindak korup! baik korupsi politik! ekonomi "inan-ial maupun moril atau susila.

9.

Partai,paratai politik yang sangat

banyak jumlahnya itu

membuka pintu Negara untuk pengaruh,pengaruh penerati" dan sub#ersi#e dari kekuatan luar. 8engan kata lain parati,partai yang menyeripih dan tidak mempunyai konsepnasional yang tegas itu mudah disuap oleh agen,agen asing dan dijadikan instrument oleh kekuatan,kekuatan asing.

@agalnya demokrasi parlementer dengan system multi,partai di-oba diatasi dengan system 8emokrasi Terpimpin oleh presiden Soekarno pada tahun '454, '495! dengan harapan mampu men-iptakan kehidupan demokrasi dan mekanisme
9

pemerintahan yang sehat. $kan tetapi dalam realitasnya! 8emokrasi Terpimpin itu tidak bisa menenangkan keadaan! karena presiden Soekarno mempraktekkan system balance of power! guna mempertentangkan partai,partai yang satu melawan lainnya. Sebagai akibatnya! bukannya persatuan dan pembangunan yang di-apai! akan tetapi justru semakin merun-ingnya ri#alitas antar,partai! dan semakin membesarnya aspirasi,aspirasi politik yang tidak sehat. Kekuasaan mutlak dari presiden Soekarno pada saat itu tidak ada batasnya! tidak ada orang yang berani mengontrol dan mengajukan kritik terhadap keputusan,keputusan tokoh /setengah dewa0 Soekarno itu. Timbul kemudian system "a#oritism dengan jalan menghadiahkan jabatan kedudukan tinggi kepada anak-anak emas yang disukai. @rant 1i)in,i)in khusus6 banyak diberikan kepada orang,orang dalam dari ingroup! kepada kawan,kawan politik dan teman,teman pribadi! guna menduduki jabatan,jabatan #ital! tanpa mengikutsertakan kualitas intelektual! keterampilanCskill teknis dan martabat kepribadiannya. Semua ini diberikan dengan maksud mendapatkan dukungan yang kuat sekaligus bisa dijadikan sumber,sumber keuangan khusus. Praktek,praktek pengangkatan pegawai di pusat pemerintahan yang tidak wajar! memun-ulkan system nepotisme yaitu pemerintahan keluarga dengan jalan menempat keluarga dan kawan sendiri sebagai pejabat,pejabat. Pengangkatan sedemikian ini kemudian ditiru oleh daerah,daerah. Timbullah system keluarag /kan-a dewe0 1teman sendiri6. 8an sampai pada periode /neo,"eodalisme0 pada saat itu. Babatan,jabatan diduduki oleh kawan separtai dan keluarga sendiri yang pada umumnya kurang mempunyai kemampuan teknis dalam bidangnya. Tujuan penempatan ini adalah agar oknum,oknum tersebut bisa menjadi /bendaharawan partai0. 8engan sendirinya! praktek sedemikian itu mengakibatkan administrasi Negara menjadi ka-au! karena dikendalikan oleh tangan,tangan yang bertanggung jawab! dan tidak mempunyai keterampilan teknis. $kibat dari kehidupan politik multi,partai yang tidak sehat sampai tahun '45A itu masih dirasakan pada waktu sekarang. $ntara lain berupa administrasi Negara

10

yang masih kusut dan birokrasi yang terlalu ketat kaku. Kabinet berganti,ganti tanpa kesinambunganCkebijaksanaan dan kurang adanya koordinasi antar departemental. 8isiplin masih tampak menurun. (anyak orang bekerja tanpa gairah! tanpa dedikasi 1pengabdian6 kepada bangsa dan Negara. (ahkan lebih mengutamakan kepentingan golongan ke-il dan ingroup! atau mendahulukan dan interest,interest pribadi. Mental mereka -enderung menjadi korup. +. In,iltrasi Businnes #e Dalam Pemerinta an Korupsi itu berkembang pararel dengan pesatnya kemajuan,kemajuan di bidang ekonomi! usaha! dan perdagangan. Tambahan lagi! kebutuhan,kebutuhan yang menanjak di sektor transport! pertanian dan irigasi! pendidikan dan kesejahteraan rakyat! pembangunan perumahan! industri,industri berat! yang semuanya memerlukan budget milyar dan dolar! memberikan kesempatanbagi kaum koruptor dan pro"iteur untuk ikut menangguk keuntungan dalam kesibukan pembangunan tersebut 1#ide peristiwa Gaji Taher di Pertamina! '4A&6 Kontrak,kontrak berhadiah dengan komisi,komisi tinggi! akan tetapi dengan prestasi kerja minim merupakan bentuk penipuan terselimut! berlangsung dimana, mana. Gal ini merugikan negara dan rakyat banyak! namun menguntungkan sekali oknum,oknum dan golongan,golongan penguasa tertentu. *)in pemberian kontrak dan lisensi,lisensi dengan berma-am,ma-am "asilitas dan pembebasan! banyak sekali diperdagangkan. Monopoli,monopoli dan pre#ilege,pre#ilege diberikan oleh pejabat,pejabat atau penguasa kepada para kontraktor! dengan imbalan bayaran uang dalam jumlah besar. Semua itu adalah penghasilan tambahan illegal yang dilegalkan. Konsentrasi jumlah uang yang sangat besar di tangan beberapa orang atau sindikat perdagangan sering dipergunakan untuk menggoyahkan iman para pejabatC"ungsionaris melalui praktek penyuapan. (ahkan tidak sedikit pejabat! penegak hukum dan oknum angkatan bersenjata bisa dibeli dengan rupiah atau dolar. Sebagai -ontoh terdapat pengadministrasian se-ara hukum praktek,praktek prostitusi dan perjudian 1-asino! lotto! ja-kpot dan bla-k pot sekitar tahun '4<&!
11

shatan paykiu! dji,it dan koprok ma-ao6 di kota,kota besar. Buga terdapat perdagangan minuman keras dalam bentuk industri ke-il setengah legal. Semuanya menjadi sumber yang bisa dieksploitir oleh golongan,golongan tertentu! misalnya oleh oknum polisi! oknum angkatan bersenjata dan pejabat, pejabat lokal. (ahkan! di samping pembayaran pajak,pajak biasa! banyak pula merajalela pajak serta iuran,iuran liar di luar ketentuan resmi. Buga banyak intimidasi dan pemerasan dilakukan oleh orang,orang dalam! gerombolan, gerombolan pemuda liar dan penjahat,penjahat. Pemerasan untuk ini dilakukan! baik terhadap rakyat biasa! maupun terhadap para penguasa dan pedagang, pedagang. Sangat menarik ialah upa-ara gubernur Bawa barat Soli-hin @.P dalam pembukaan rapat IWAPI dan IKAHI Bawa (arat! yang mengemukakan banyaknya penyelewengan besar! dan kemudian diselesaikan di luar hokum! sehingga undang,undang negara atau kekuatan hukum tidak punya arti lagi. Buga bekas ketua Mahkamah $gung! Pro"esor Subekti S.G. menyatakan adanya perkara, perkara korupsi se-ara besar,besaran yang diselesaikan di luar pengadilan 1berita Kompas! '& Maret '4<&6. $ntara lain menyangkut masalah korupsi > P$. Gal ini mere"leksikan permainan /li-in0 yang dilakukan oleh pejabat,pejabat! penegak hukum dan penguasa setempat. 8engan demikian! rule o" law ditundukkan oleh rule o" trade 1aturan hokum ditundukkan oleh aturan dagang6. Tindakan,tindakan penyelewengan di bidang politik dan ekonomi itu jelas menurunkan derajat moralitas politik dan moralitas bisnis. Kedua,duanya sama buruknya. Menurunnya kedua moralitas itu menambah berkembangnya praktek, praktek korupsi. Maka berlangsunglah rangkaian interrelasi dia antara kekuatan, kekuatan politik-ekonomi-moralitas-korupsi dalam wujud lingkaran setan atau vicious circle yang sulit dipe-ahkan. 8i samping itu! ada usaha,usaha untuk mengendalikan dan mengontrol perdagangan se-ara intensi" oleh pemerintah dan pejabat,pejabat "ormal! sehingga ikhtiar ini menumbuhkan etatisme 1ikut -ampurnya pihak Pemerintah se-ara

12

berlebih,lebihan6.

Peristiwa

inilah

justru

menyuburkan

praktek,praktek

penyelundupan! penyuapan dan korupsi! yang didalangi oleh kaum koruptor! yaitu3 pejabat,pejabat dan para penegak hukum yang korup. Belas relasi /akrab0 antara se-tor bisnis dan pemerintah akrab namun si"atnya de#iati"C menyimpang dalam periode modernisasi dan pembangunan dewasa ini! membuka banyak kesempatan bagi kaum koruptor untuk menangguk keuntungan pribadi. Penanaman modal asing dan hadirnya pengusaha,pengusaha asing di tanah air juga ikut merangsang berkembangnya korupsi. Kekuasaan memberikan peri)inan! "asilitas usaha dan monopoli ekonomi tertentu. 8i samping itu juga membuka kesempatan bagi pejabat,pejabat eksekuti" dan tokoh,tokoh politik kun-i untuk berbuat korup! dengan dalih berhak mendapatkan imbalan jasa dalam bentuk jutaan rupiah atau milyaran dolar. Maka! para penanam modal dan pengusaha asing itu harus pandai,pandai mengikat pertalianC aliansi dengan para policy makers dan decision makers! baik yang lokal maupun yang ada di Pusat. Falu terbinalah dwialisasi di antara bidang politik eksekuti" dengan. +I. Dampa# Korupsi Korupsi memiliki beberapa dampak yang sangat membahayakan kondisi perekonomian sebuah bangsa. 8ampak,dampak tersebut antara lain 3 '. Menghambat in#estasi dan pertumbuhan ekonomi. Menurut >hetwynd et al 1%&&+6! korupsi akan menghambat pertumbuhan in#estasi. (aik in#estasi domestik maupun asing. Mereka men-ontohkan "akta business "ailure di (ulgaria yang men-apai angka %5 persen. Maksudnya! ' dari E perusahaan di negara tersebut mengalami kegagalan dalam melakukan ekspansi bisnis dan in#estasi setiap tahunnya akibat korupsi penguasa. Selanjutnya! terungkap pula dalam -atatan (ank 8unia bahwa tidak kurang dari 5 persen @8P dunia setiap tahunnya hilang akibat korupsi. Sedangkan ;ni $"rika menyatakan bahwa benua tersebut kehilangan %5 persen @8P,nya setiap tahun juga akibat korupsi.

13

Yang juga tidak kalah menarik adalah riset yang dilakukan oleh Mauro 1%&&%6. Setelah melakukan studi terhadap '&9 negara! ia menyimpulkan bahwa kenaikan % poin pada *ndeks Persepsi Korupsi 1*PK! skala &,'&6 akan mendorong peningkatan in#estasi lebih dari E persen. Sedangkan Podobnik et al 1%&&A6 menyimpulkan bahwa pada setiap kenaikan ' poin *PK! @8P per kapita akan mengalami pertumbuhan sebesar '!< persen setelah melakukan kajian empirik terhadap perekonomian dunia tahun '444,%&&E. Tidak hanya itu. @upta et al 1'44A6 pun menemukan "akta bahwa penurunan skor *PK sebesar &!<A akan mengurangi pertumbuhan ekonomi yang dinikmati kelompok miskin sebesar <!A persen. *ni menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak yang sangat signi"ikan dalam menghambat in#estasi dan pertumbuhan ekonomi. %. Korupsi melemahkan kapasitas dan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. $kibatnya! kualitas pelayanan pemerintah terhadap masyarakat mengalami penurunan. Fayanan publik -enderung menjadi ajang HpungliH terhadap rakyat. $kibatnya! rakyat merasakan bahwa segala urusan yang terkait dengan pemerintahan pasti berbiaya mahal. Sebaliknya! pada institusi pemerintahan yang memiliki angka korupsi rendah! maka layanan publik -enderung lebih baik dan lebih murah. Terkait dengan hal tersebut! @upta! 8a#oodi! dan Tiongson 1%&&&6 menyimpulkan bahwa tingginya angka korupsi ternyata akan memperburuk layanan kesehatan dan pendidikan. Konsekuensinya! angka putus sekolah dan kematian bayi mengalami peningkatan. +. Sebagai akibat dampak pertama dan kedua! maka korupsi akan menghambat upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. Yang terjadi justru sebaliknya! korupsi akan meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. Terkait dengan hal ini! riset @upta et al 1'44A6 menunjukkan bahwa peningkatan *PK sebesar %!5% poin akan meningkatkan koe"isien @ini sebesar 5!E poin. $rtinya! kesenjangan antara kelompok kaya dan kelompok miskin
14

akan semakin melebar. Gal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya aliran dana dari masyarakat umum kepada para elit! atau dari kelompok miskin kepada kelompok kaya akibat korupsi. E. Korupsi juga berdampak pada penurunan kualitas moral dan akhlak. (aik indi#idual maupun masyarakat se-ara keseluruhan. Selain meningkatkan ketamakan dan kerakusan terhadap penguasaan aset dan kekayaan korupsi juga akan menyebabkan hilangnya sensiti#itas dan kepedulian terhadap sesama. Rasa saling per-aya yang merupakan salah satu modal sosial yang utama akan hilang. $kibatnya! mun-ul "enomena distrust society! yaitu masyarakat yang kehilangan rasa per-aya! baik antar sesama indi#idu! maupun terhadap institusi negara. Perasaan aman akan berganti dengan perasaan tidak aman 1insecurity feelin 6. *nilah yang dalam bahasa $l,Iuran dikatakan sebagai libaasul khau" 1pakaian ketakutan6. Terkait dengan hal tersebut! ;slaner 1%&&%6 menemukan "akta bahwa negara dengan tingkat korupsi yang tinggi memiliki tingkat ketidakper-ayaan dan kriminalitas yang tinggi pula. $da korelasi yang kuat di antara ketiganya. +II. Saran)saran Penanggulangan Korupsi

8alam memberantas korupsi! diperlukan adanya partisipasi segenap lapisan masyarakat. Partisipasi sangat diperlukan karena korupsi sudah berurat dan berakar di dalam sendi,sendi masyarakat kita. Segala usaha! undang,undang dan komisi,komisi akan terhambat jika tanpa adanya partisipasi dan dukungan dari masyarakat. $dapun beberapa saran yang dikemukakan untuk memberantas budaya korupsi! antara lain dengan -ara 3 '. Rakyat harus memiliki kesadaran untuk ikut memikul tanggung jawab dalam berpartisipasi politik maupun dengan kontrol sosial dan tidak bersikap apatis a-uh tak a-uh. Kontrol sosial baru bisa e"ekti" apabila bisa dilaksanakan oleh dewan,dewan perwakilan yang benar,benar representati" dan otonom! pada tara" desa sampai tara" pusatCnasional.
15

%.

Mengutamakan kepentingan nasional! kejujuran serta pengabdian pada bangsa dan negara! melalui sistam pendidikan "ormal! non "ormal dan pendidikan agama.

+.

Para pemimpin dan pejabat harus bisa memberikan teladan yang baik dengan mematuhi pola hidup sederhana! dan memiliki rasa tanggung jawab susila.

E.

$danya sanksi dan kekuatan untuk menindak! memberantas dan menghukum tindak korupsi. Tanpa adanya kekuatan riil dan berani bertindak tegas! maka semua undang,undang dan komisi,komisi akan menjadi muba)ir dan tidak ada artinya.

5.

$danya koordinasi antar departemen yang lebih baik dengan melakukan reorganisasi dan rasionalisasi dari organisasi pemerintahan melalui penyerdehanaan jumlah departemen disertai sistem kontrol yang teratur terhadap administrasi pemerintah pusat maupun daerah.

9.

8alam penerimaan pegawai harus didasari dengan prinsip a-hie#ement atau keterampilan teknis! dan bukan berdasarkan as-ription! sehingga memberikan keleluasan bagi berkembangnya nepotisme.

<.

$danya kebutuhan pada pegawai,pegawai negeri yang non politik! demi kelan-aran administrasi pemerintah dengan ditunjang oleh gaji yang memadai bagi para pegawai serta ada jaminan di hari tua.

A.

Men-iptakan aparatur pemerintahan yang jujur. Kompleksitas hierarki administrasi harus disertai disipilin kerja yang tinggi. Sedangkan jabatan dan kekuasaan didistribusikan melalui norma,norma teknis.

4. '&.

Menyelenggrakan sistem pemungutan pajak dan bea -ukai yang e"ekti" dan ada super#isi yang ketat ! baik di pusat maupun daerah. Gerregistrasi 1pen-atatan ulang6 terhadap kekayaan perorangan yang menyolok dengan pengenaan pajak yang tinggi. Kekayaan yang statusnya tidak jelas dan diduga menjadi hasil korupsi! disita oleh negara. Tindakan korup itu merupakan tindak pidana yang sangat merugikan bangsa

dan negara dan menjadi hambatan utama bagi pembangunan. 7alaupun demikian! korupsi juga memiliki "ungsi positi" yaitu 3
16

'. Men-egah meluasnya ketidakpuasan karena adanya distribusi kekuasaan dan kekayaan yang tidak merata. %. Sekaligus juga menjadi pengaman bagi mun-ulnya re#olusi sosial! khususnya men-egah keresahan dan re#olusi urban.

BAB III KESIMPULAN

a. Simpulan
Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan jabatan dan adminstrasi! ekonomi atau politik! baik yang disebabkan oleh diri sendiri atau orang lain untuk memperoleh keuntungan pribadi sehingga menimbulkan kerugian masyarakat umum atau pribadi lainnya. *nter#ensi yang dilakukan untuk memberantas korupsi dilakukan oleh semua kalangan dalam masyarakat untuk mendukung pemberantasan korupsi yang berkembang di Negara kita.

". Saran
8alam memberantas korupsi! diperlukan adanya partisipasi segenap lapisan masyarakat. Partisipasi sangat diperlukan karena korupsi sudah berurat dan berakar di dalam sendi,sendi masyarakat. 8ukungan dari semua lapisan

17

masyarakat sangat membantu mengatasi bahkan membantu memberantas tindakan korupsi.

BAB I+ DA-TAR ISI

Kartono! Kartini. '44%. Patolo i !osial "ilid I #disi $aru. Bakarta3 Rajawali. http3CCwww.transparansi.or.idCindeD.phpJ optionK-omL-ontentM#iewKarti-leMidKEAM*temidK'9 http3CC)ainuddin,dikmenjur.tripod.-omCPendapatLTtgLKasusLKorupsi.html
http://www.transparansi.or.id/index.php? option=com_content !iew=artic"e id=48 #temid=16 http://www.$"o%topsites.com/o&tpost/e27c6'691ee0e7e0'2172e66849d 4'$1

18

19