Anda di halaman 1dari 19

Kondisi Energi Nasional

Pertumbuhan konsumsi energi nasional makin meningkat, sehingga eksplorasi sumber daya fosil terutama minyak bumi semakin meningkat pula. Kondisi energi nasional pada tahun 2007 masih memperlihatkan status yang relatif sama dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya. Energi fosil masih yang utama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun sebagai sumber devisa nasional. Untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri, Indonesia masih bergantung kepada minyak impor, sementara tingkat eksport minyak bumi cenderung menurun, ini mengindikasikan bahwa cadangan minyak bumi Indonesia semakin menurun.

Produksi dan Target Produksi tahun 2006 - 2008


2006
Batubara 1,967

2007
2,132
(naik 8% dr sebelumnya)

2008
2,262

Gas Bumi
Minyak Bumi

1,453
1,006

1,599
(naik 10.04 % dari sebelumnya)

1,786
1,100

1,050

Sumber : Departemen ESDM 2007 Satuan konversi ke juta barell per hari Cadangan minyak bumi Indonesia : +/- 9 milliar barel Cadangan Gas Bumi Indonesia : +/- 2.95 TSCF

CADANGAN INDONESIA
Terhadap dunia : - Cadangan minyak bumi sekitar 0,69 % dari cadangan minyak dunia - Cadangan gas alam sekitar 1,58 % cadangan gas alam dunia - Cadangan batubara sekitar 1.98 % dari cadangan batubara dunia

Di kancah global : Indonesia termasuk negara pengekspor energi fosil (minyak bumi, gas dan batubara

DAFTAR NEGARA PEMILIK CADANGAN MINYAK BUMI


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Qatar Kuwait UEA Kazakhstan Azerbaijan Libya Norway Russia Brazil Indonesia United State China

DAFTAR NEGARA PEMILIK CADANGAN BATUBARA


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Russia Australia & Newzeland United State Indonesia China India Canada Brazil

DAFTAR NEGARA PEMILIK CADANGAN GAS BUMI


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. United State Canada Saudi Arabia Qatar Russia Iran Indonesia Malaysia China Algeria Iraq

BAURAN ENERGI NASIONAL


Peran batubara dalam bauran energi nasional semakin meningkat, hal ini didorong oleh meningkatnya harga minyak bumi (pepres no. 25 / 2006) Komposisi batubara mengalami peningkatan cukup tajam; pada tahun 2000 peran batubara hanya 13.1 % dari bauran energi nasional, pada tahun 2006 meningkat sebesar 10.41 %, yang cenderung akan menggantikan peran minyak bumi sebagai sumber energi utama. Pada tahun 2000, peran minyak bumi mencapai 56.9 % dalam bauran energi nasional, pada tahun 2006 menurun sebesar 10 % menjadi 46.9 %.

KONVERSI
Konversi dari Minyak bumi ke Batubara terbesar terjadi di sektor industri dan ketenagalistrikan. Adanya kenaikan tarif dasar listrik untuk industri yang cukup tinggi, menyebabkan banyak industri manufaktur dan tekstil membangun pembangkit tenaga listrik batubara sendiri utk mengurangi biaya produksi. PLN juga melakukan konversi PLTD (Diesel) dan PLTGU (Gas Uap) dengan batubara, dan melakukan pembangunan pembangkit PLTU batubara melalui program 10.000 Megawatt.

LAMPIRAN Q1 ROADMAP PENGEMBANGAN PANAS BUMI 2004-2025

2004
807 MW (produksi)

2008
2000 MW

2012
3442 MW

2016
4600 MW

2020
6000 MW

2025
9500 MW (target)

1193 MW WKP yang ada

1442 MW WKP yang ada

1158 MW WKP yang ada + WKP baru

1400 MW WKP baru

3500 MW WKP baru

LAMPIRAN Q2 ROADMAP ENERGI ANGIN


2005-2010
Market
Pengguna Khusus dan onGrid 6-12c$/kWh

2010-2015
600 kW off grid, 25 MW on Grid terpasang 5-8c$/kWh

2015-2025
5 MW off grid 250 MW on Grid terpasang <5c$/kWh

Product

SKEA skala s/d 300 kW

SKEA skala s/d 750 kW

SKEA skala s/d > 1 MW

Technology

SKEA skala menengah 300 kW


(kandungan lokal tinggi) low speed generator permanent magnet, advanced airfoil , light material and control systems
Pembuatan peta potensi energi angin global berdasarkan titik pengukuran

SKEA skala menegah/besar, 750 kW (kandungan lokal tinggi)


low speed generator permanent magnet, advanced airfoil , light material and control systems

SKEA skala besar s/d > 1 MW (kandungan lokal tinggi)


low speed generator permanent magnet, advanced airfoil , light material and control systems
Pembuatan peta potensi energi angin global berdasarkan titik pengukuran

R&D

Pembuatan peta potensi energi angin regional dan peta pengguna

LAMPIRAN Q3.1 ROADMAP INDUSTRI ENERGI NUKLIR 2025


2005-2010
Market
Basis data untuk pengambilan kebijakan pengelolaan energi nuklir jangka panjang Eksplorasi daerah potensial di Indonesia Pemilihan teknologi bahan bakar nuklir
Persiapan pembangunan & operasi Litbang operasi dan perawatan PLTN Kajian teknoekonomi bahan bakar nuklir

2011-2015

2016-2025
PLTN 1, 2, 3 & 4 beroperasi Tahun 2016, 2017, 2023 & 2024 4-5% listrik Jamali, < 4 cUS$/kWh

Product

Konstruksi PLTN 1 & 2 Tahun 2010 dan 2011 Desain pabrik pengolahan bahan dan elemen bakar nuklir Desain sistem dan komponen PLTN

Konstruksi PLTN 3 & 4 Tahun 2018 dan 2019 Peta Cadangan Uranium di seluruh Indonesia

Technology /Eksplorasi

Teknologi reaktor dan sistem PLTN Rancang-bangun pabrikasi bahan bakar nuklir dan limbah
Litbang teknologi daur bahan nuklir

Desain dan rancang-bangun Sistem & komponen PLTN Pabrikasi bahan bakar nuklir dan proses pengolahan limbah

R&D

Litbang keselamatan PLTN

Litbang industri komponen PLTN

Pemetaan cadangan uranium di seluruh wilayah Indonesia

LAMPIRAN Q3.2 ROADMAP PEMBANGUNAN ENERGI NUKLIR 2000-2025

Pembentukan Owner Sosialisas i PLTN Tender PLTN 1&2

Konstruksi PLTN-2

Tender PLTN 3&4

Konstruksi PLTN-4 Operasi PLTN-4

Operasi PLTN-2

2000

2005

2010

2015

2020

2025

Perencanaan Energi Nasional Opsi Nuklir

Keputusan Pembangunan PLTN

Konstruksi PLTN-1

Operasi PLTN-1 Konstruksi PLTN-3

Operasi PLTN-3

LAMPIRAN Q4.1 BIODIESEL TECHNOLOGY ROADMAP


Year Market
2005-2010
Pemanfaatan Biodiesel Sebesar 2% Konsumsi Solar 720.000 kL

2011-2015
Pemanfaatan Biodiesel Sebesar 3% Konsumsi Solar 1.5 juta kL

2016-2025
Pemanfaatan Biodiesel Sebesar 5% Konsumsi Solar 4.7 juta kL

STANDARD BIODIESEL NASIONAL

Product

Biodiesel Sawit & Jarak Pagar

Biodiesel Sawit, Jarak Pagar, Tumbuhan lain. Etanol dari (ekses) gliserin

High/superior performance Biodiesel (angka setan tinggi, titik tuang rendah)

Technology

Demo Plant Kapasitas1 - 8 Ton/hari (300 - 3000 Ton/tahun)

Commercial Plant Kapasitas 30.000 s/d 100.000 Ton/tahun

High Performance Biodiesel Product Commercial Plant

R&D

Biodiesel dari minyak sawit, jarak pagar dan tumbuhan lain

Plant Desain Enjiniring

Test Property, Performance Dan standarisasi Optimasi Dan Modifikasi Desain plant Teknologi Pembuatan aditif

Teknologi Blending, (bio-)teknologi (ekses) gliserin

Test Property, Performance Dan standarisasi

LAMPIRAN Q4.2 ROADMAP GASOHOL


Year 2025 Market 2005 2010
Sosialisasi Gasohol E-10 di Jakarta dan kota besar lainnya ( 2%) Gasohol E-10 (Bioetanol dari molases & pati)

2011-2015
Penggunaan Gasohol sebesar 3% Konsumsi Bensin
Gasohol (Bioetanol dari pati dan nira)

2016Penggunaan Gasohol sebesar 5% konsumsi Bensin

Product

Gasohol (Bioetanol dari lignoselulosa, pati, nira )

STANDARD GASOHOL NASIONAL

Technology

Produksi bioetanol 99,5% dengan teknik dehidrasi kimiawi dan molecular sieving berbahan baku molases dan pati skala 8 KL/hari s/d Skala komersial 60 KL/hari

Produksi bietanol 99,5% dg laju produksi dan rasio energi tinggi berbahan baku pati dan nira pada skala komersial 60 KL/hari

Produksi bioetanol dari lignoselulosa pada skala komersial 60 KL/hari

R&D

Dehidrasi bioetanol dg zeolit 3A

Pengemb. Membrane utk dehidrasi

Sumber daya Karbohidrat untuk bahan baku bioetanol

Teknologi Proses Fermentasi

Pengemb. serat selulosa sbg bahan baku bietanol & bahan bakar

Perbaikan Strain Yeast

LAMPIRAN Q4.2 ROADMAP GASOHOL (2)


Pengembangan demo plant 8 kL/hari Pembangunan 17 plant @ 60kL/hari Pembangunan 8 plant @ 60kL/hari Pembangunan 13 plant @ 60kL/hari

Pembangunan 25 plant @ 60kL/hari

2005

2006

2008

2011

2016

2025

LAMPIRAN Q4.3 ROADMAP BIO OIL


Year 2025 Market 2005 2010
Sosialisasi dan Penggunaan Bio Oil di di Jawa Barat ( 2%)
Bio Oil (Crude)
Standard Bio Oil untuk Keperluan Panas

2011-2015
Penggunaan Bio Oil sebesar 2% Konsumsi Minyak Bakar
Bio Oil (treated)
Standard Bio Oil untuk keperluan panas dan mesin

2016Penggunaan Bio Oil sebesar 2,5% konsumsi Minyak Bakar & IDO
Bio Oil (treated)

Product

Standard Bio Oil untuk keperluan panas dan transportasi

Technology

Produksi bio oil untuk keperluan panas dengan teknologi pirolisa cepat skala semi komersial 8 ton/hari s/d Skala komersial 100 ton/hari Konversi 20-60% Model Reaktor Pirolisa Cepat

Produksi dan upgrading bio oil pada skala komersial 50-100 ton/hari Konversi 60-80%

Produksi dan upgrading bio oil pada skala komersial 50-100 ton/hari

R&D

Emulsifikasi Teknologi Pirolisa Cepat

Penamba han Solvent

Sumber daya limbah biomasa sebagai baku bio oil

Catalytic vapor cracking dan hydrotreating biooil

LAMPIRAN Q4.3 ROADMAP BIO OIL (2)


Pembangunan demo plant bio oil 1 ton bhn baku/jam Demo plant bio oil 100 kg bhn baku/jam Pengembangan Upgrade Bio Oil

Pembangunan demo plant bio oil 4 ton bhn baku/jam

2005

2009

2011

2016
Produksi Bio Oil 700 juta liter

2025
Produksi Bio Oil 900 juta liter

Produksi Bio Oil 400 juta liter

LAMPIRAN Q5.1 ROADMAP ENERGI SURYA


Year Market
2005
Penggunaan khusus Telekomunikasi, dll $5/W

2010
Residential, Microgrids $2/W

2015
Building integrated PV, architetural glass $3/W

2025
Utilitas, grid $0.5-1/W

PV cell, panels

Product
Crystalline

PV Panels, Batteries,controls dan sistem

Special PV panel
PV panels, System contgrol

High Eff cells

Technology

Criystallin and thin film Special bateries components Thin film


Criystallin, thin film, and concentrator

Single crystal wafers

High purity gases

Semi Crystalline wafers Special coating

R&D
Silicon purification

Batteries, components HP Quartz glass

Metalorganic gases High purity Silicon $20/kg

Resources

Investment

Supply chain

Competence

LAMPIRAN Q5.2 SASARAN PENGEMBANGAN PEMANFAATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA 2005 - 2025
16.8 MWp 25,6 MWp 17,1 MWp 11.1 MWp

2005

2010

2015

2020 2020

2025