Anda di halaman 1dari 4

Kromium (Cr)

Kromium merupakan salah satu logam transisi yang pentingm, ditemukan pada tahun 1797 oleh Vauquelin. Krom merupakan logam yang keras, tahan karat, serta memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi. Sepuhan Kromium banyak digunakan pada peralatan sehari-hari karena lapisan kromium ini sangat indah, keras, dan melindungi logam lain dari kororsi. Kromium juga penting dalam paduan logam dan digunakan dalam pembuatan stainless steel. Senyawa kromium mempunyai warna yang sangat menarik dan digunakan sebagai pigmen seperti kuning krom (timbal(II) kromat) dan hijau krom (kromium(III) hidroksida). Bijih utama khrom adalah khromit, yang ditemukan di Zimbabwe, Rusia, Selandia Baru, Turki, Iran, Albania, Finlandia, Republik Demokrasi Madagaskar, dan Filipina. Logam ini biasanya dihasilkan dengan mereduksi khrom oksida dengan aluminum. Krom termasuk logam reaktif. Bereaksi dengan oksigen membentuk oksidanya. 2 Cr + 3 O2 2 CrO3 Dalam bidang industri, kromium diperlukan dalam dua bentuk, yaitu kromium murni dan aliansi besikromium yang disebut Ferokromium. Tahapan pengekstrakannya adalah sebagai berikut: 1. Kromium(III) dalam bijih diubah menjadi dikromat(VI).

1. Reduksi Cr(VI) menjadi Cr(III).

1. Reduksi Kromium(III) Oksida dengan aluminium (reaksi termit). Cr2O3(S) + 2 Al(s) Al2O3(s) + Cr(s)

Proses ini disebut proses Goldschmit, menghasilkan Kromium dengan kemurnian 97-99%

Ferokromium diperoleh dengan mereduksi bijih dengan kokas atau silikon dalam tanur listrik. FeO.Cr2O3 + 4 C(s) FeCr(s) + 4 CO(g)

Kromium (+2)

Logam kromium melarut dalam larutan asak klorida atau asam sulfat membentuk larutan 2+ [Cr(H2O)6] yang berwarna biru langit. Cr(s) + 2 H
2+ + (aq)

Cr

2+ (aq)

+ H2(g)

Ion Cr dapat juga terbentuk jika larutan kromium(VI) (misalnya kromat atau dikromat) atau in 3+ Cr direduksi oleh seng dan HCl. Cr2O7 (aq) (jingga) Cr Potensial reduksi Cr 3+ menjadi Cr .
3+ 3+ (aq) (hijau/ungu)

Cr

2+

(aq) (biru

langit)
3+

menjadi Cr

2+

adalah sebesar -0.41 v sehingga ion Cr


+ (aq) 3+ (aq)

mudah dioksidasi di udara

Cr Ion Cr
2+

2+

(aq) +

4H

+ O2 (aq) 2 Cr

+ 2 H2O(l)

dapat bereaksi dengan H atau air apabila terdapat katalis berupa serbuk logam. 2Cr
2+ (aq)

+ 2H2O(l) 2 Cr
3+

3+

(aq) + 3+

2 OH + H2(g) H2(g)

2 Cr

+2H

+ (aq)

2 Cr

(aq) +

Kromium (+3) Ion kromium(III) adalah ion paling stabil di anatra kation logam transisi dengan biloks +3. Dalam larutan, 3+ ion ini terdapat sebagai [Cr(H2O)] dan berwarna ungu. Jika H2O diganti dengan ion klorida misalnya, 2+ + akan terjadi perubahan warna: ion [Cr(H2O)5Cl] berwarna hijau muda, ion [Cr(H2O)4Cl2] berwarna hijau tua. Dengan basa, [Cr(H2O)] akan membentuk Cr2O3.xH2O, endapan gel berwarna hijau muda. [Cr(H2O)]
3+ (aq) 33+

+ OH (aq) Cr2O3.xH2O(S)

Dalam basa berlebihan membentuk [Cr(OH)6]

Kompleks Cr(III) umumnya berwarna hijau baik dalam anion maupun kation. Contoh: [Cr(H 2O] , 3+ 3[Cr(NH3)6] , [CrCl6]3 , [Cr(CN)6] . Kompleks-kompleks ini adalah kompleks oktahedral yang bersifat paramagnetik. Kromium(III) dapat membentuk berbagai kompleks dengan warna yang menarik. Berikut adalah tabel 3+ yang menunjukkan kompleks Cr beserta warna-warnanya. Kompleks [Cr(NH3)6]
3+

3+

Warna Kuning

[Cr(NH3)5Cl]

2+

Merah lembayung Hijau Ungu Jingga merah

[Cr(NH3)4Cl2] [Cr(NH3)3Cl3] [Cr(NH3)2Cl4]

Kromium (+6) Kromium(VI) oksida bersifat asam sehingga dapat bereaksi dengan basa membentuk ion kromat(VI). CrO3 + 2OH
(aq)

CrO4

2(aq)

+ H2O(l)

Krom(III) hidroksida dapat dioksidasi oleh Na2O2 menghasilkan ion kromat yang berwarna kuning. Cr(OH)3 + 3Na2O2 + 2H
+ (aq)

2CrO4

2(aq)

+ 6Na

+ (aq)

+ 4H2O (l)

Pengasaman ion kromat akan menghasilkan ion dikromat yang berwarna jingga. 2CrO4
2(aq)

+ 2H

(aq)

Cr2O7

2-

(aq) +

H2O(l)

Ion kromat mempunyai struktur tetrahedral, sedangkan ion dikromat memiliki sturktur tetrahedral rangkap di mana dua atom oksigen bersambungan. Di dalam larutan terjadi kesetimbangan antara ion kromat dan ion dikromat yang bergantung pada pH larutan. Dalam larutan asam, ion kromat ataupun dikromat adalah oksidator kuat. 1. Dalam larutan asam Cr2O7 1. Dalam larutan basa CrO4 Penggunaan Kromium Penggunaan kromium sangat terkenal karena penyepuhan kromium (chromium plating) yang memberikan dua sifat, yaitu dekoratif dan sifat keras. Ferokrom adalah nama aliasi dengan kadar kromium yang tinggi. Ferokrom ini dibuat dengan cara mereduksi kromit dengan karbon dalam tungku listrik yang biasanya digunakan untuk membuat baja kromium.
2(aq) + 2(aq) +

14H

(aq) +

6e 2Cr

3+ (aq)

+ 7H2O(l)

E = +1.33 v

4H2O(l) + 3e Cr(OH)4 (aq) + 4OH (aq)

E = -0.13 v

Larutan K2Cr2O7 atau CrO3 dalam asam sulfat pekat (disebut asam krom) adalah oksidator kuat yang biasanya digunakan untuk mencuci peralatan labiratorium. Na2Cr2O7.2H2O dalam jumlah banyal digunakan dalam penyamakan kulit, menghasilkan kulit samakn kromium. Dalam hal ini kromium membentuk senyawa yang tidak melarut dalam protein dalam kulit. Senyawa Kromium juga digunakan sebagai pigmen yaitu PbCrO 4 (kuning krom) dan Cr2O3(hijau krom).