Anda di halaman 1dari 31

ORGANISASI JASA DAN MULTINASIONAL

ORGANISASI JASA

Organisasi Jasa Secara Umum


Karakteristiknya yaitu : O Ketiadaan persediaan penyangga. Jasa tidak dapat disimpan. Perusahaan jasa harus mencoba untuk meminimalkan kapasitasnya yang tidak terpakai dengan dua cara yaitu (1) organisasi tersebut mencoba untuk meningkatkan permintaan selama periode sepi. (2) jika memungkinkan, organisasi jasa menyesuaikan jumlah tenaga kerja untuk mengantisipasi permintaan. O Kesulitan dalam mengendalikan kualitas. Perusahaan jasa tidak dapat menilai kualitas produk sampai pada saat jasanya diserahkan, dan penilaian tersebut bersifat subjektif. O Padat karya. Perusahaan jasa tidak dapat menambah peralatan dan mengotomatisasi lini produksi. O Organisasi multi-unit. Beberapa organisasi jasa mengoperasikan banyak unit di berbagai lokasi, dimana setiap unit adalah relatif kecil. Kesamaan dari unit-unit yang terpisah memberikan dasar yang umum untuk menganalisis anggaran dan mengevaluasi kinerja.

Organisasi Jasa Profesional


Karakteristiknya adalah : O Sasaran. Memiliki relatif sedikit aktiva yang berwujud, aktiva utamanya adalah ketrampilan dari staf profesionalnya, yang tidak muncul di neraca perusahaan. O Profesional. Karyawannya adalah orang-orang khusus. Banyak profesional lebih menyukai bekerja secara independen daripada sebagai bagian dari suatu tim. O Pengukuran input dan output. Output dari organisasi profesional tidak dapat diukur dengan ukuran fisik. Pekerjaan yang dilakukan oleh banyak profesional bersifat tidak repetitif. O Perusahaan kecil. Organisasi profesional biasanya relatif kecil dan beroperasi di satu lokasi saja, dan lebih sedikit kebutuhan akan pengendalian manajemen yang canggih. O Pemasaran. Tidak terdapat garis pemisah yang jelas antara aktivitas pemasaran dengan aktivitas produksi.

Organisasi Jasa Profesional


Karakteristik sistem pengendalian manajemen organisasi profesional adalah : O Penentuan harga. Harga jual dari pekerjaan ditetapkan dengan cara tradisional. O Pusat laba dan penetapan harga transfer. Membebankan layanan yang mereka berikan ke unit yang mengkonsumsi layanan tersebut. O Perencanaan strategis dan penyusunan anggaran. Sistem perencanaan strategis formalnya tidak berkembang sebaik perusahaan manufaktur. Organisasi profesional tidak memiliki kebutuhan yang besar akan sistem semacam itu. O Pengendalian operasi. Membutuhkan banyak perhatian yang harus dicurahkan pada penjadwalan waktu profesional. Pengendalian hanya difokuskan pada proyek saja. O Pengukuran dan penilaian kinerja. Anggaran dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja biaya dan waktu akrual yang digunakan dapat dibandingkan dengan waktu yang direncanakan.

Organisasi Jasa Keuangan


Karakteristik khususnya adalah : O Aktiva moneter. Kebanyakan aktiva dari perusahaan jasa keuangan bersifat moneter. Nilai sekarang dari aktiva moneter adalah jauh lebih mudah untuk diukur dibandingkan dengan nilai pabrik dan aktiva fisik lainnya, atau paten dan aktiva tidak berwujud lainnya. O Jangka waktu transaksi. Pengendalian memerlukan pengawasan yang berkalnjutan atas kelayakan dari transaksi selama jangka waktu hidupnya, termasuk audit periodik atas semua pinjaman yang beredar. O Imbalan dan risiko. Banyak perusahaan jasa keuangan bergerak dalam bisnis yang menerima risiko sebagai ganti atas imbalan yang diperoleh. O Teknologi. Perusahaan jasa keuangan telah menggunakan teknologi informasi sebagai suatu cara untuk menawarkan layanan yang inovatif.

Organisasi Perawatan Kesehatan


Karakteristik khususnya adalah : O Masalah sosial yang sulit. Sistem pemberian pelayanan kesehatan sekarang tidak berjalan secara memadai. O Perubahan dalam bauran penyedia layanan. Dalam kenaikan keseluruhan dari biaya layanan kesehatan, perubahan yang signifikan telah terjadi dalam cara dimana pelayanan kesehatan diberikan dan, akibatnya, dalam kelayakan jenis tertentu dari penyedia layanan. O Pembayar pihak ketiga. Semakin banyak organisasi pemeliharaan kesehatan yang menyediakan layanan medis kepada karyawan. O Profesional. Para manajer departemental biasanya adalah profesional yang fungsi manajemennya hanya bersifat paruh waktu. O Pentingnya pengendalian kualitas. Industri layanan kesehatan berurusan dengan nyawa manusia, jadi kuaalitas layanan yang diberikannya merupakan hal yang paling penting.

Organisasi Nirlaba
Karakteristik khususnya adalah : O Ketiadaan ukuran laba. Dalam suatu bisnis yang sudah menjadi aturan umum yang mana semakin besar laba semakin baik kinerjanya. Dalam organisasi nirlaba, laba bersih secara rata-rata sebaiknya hanya sedikit diatas nol. O Modal kontribusi. Organisasi nirlaba menerima modal kontribusi, yang hanya sedikit dimiliki oleh bisnis.Terdapat dua kategori utama dari modal kontribusi yaitu pabrik dan sumbangan. O Akuntansi Dana. organisasi nirlaba mengguunakan system akuntansi yang disebut akuntansi dana. Kebanyakan organisasi memiliki: (1) Dana umum atau dana operasi, (2) Dana pabrik serta sumbangan, (3) Beragam dana lain untuk tujuan khusus. O Pengelolaan. Organisasi nirlaba dikelola oleh dewan pengawas. Dewan pengawas biasanya tidak digaji, dan banyak dari mereka tidak memahami manajemen bisnis.

Organisasi Nirlaba
Sistem Pengendalian Manajemen Organisasi Nirlaba: O Penetapan harga produk. suatu organisasi nirlaba menetetapkan harga atas layanan yang diberikannya pada biaya penuh, tetapi diluar layanan yang wajib diberikan menggunakan harga pasar. O Perencanaan strategis dan penyusunan anggaran. Dalam organisasi nirlaba yang harus memutuskan cara mengalokasikan sumber daya yang terbatas keaktifitas-aktifitas yang berharga, perencanaan strategis adalah proses yang lebih penting dan lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan bisnis biasa. Proses penyusunan anggaran dalam organisasi nirlaba tidak mempunyai pilihan lain untuk meningkatkan pendapatannya jika masih ingin memberikan pelayanan yang baik. O Evaluasi dan operasi.

ORGANISASI MULTINASIONAL

Masalah Khusus
Terdapat tiga masalah khususu dalam
organisasi global/multinasional:
O Perbedaan Kebudayaan O Harga Transfer O Perbedaan Nilai Tukar

Perbedaan Kebudayaan
Menurut Hofstede, budaya dapat dibedakan pada empat dimensi: O Jangkauan kekuasaan Sejauh mana kekuasaan didisribusikan dan dipusatkan secara tidak seimbang Jangkauan tinggi : Filipina, Meksiko, dll Jangkauan rendah : Austri, Israel dll O Individualisme Sejauh mana seseorang mendefinisikan dirinya sendiri sebagai individu sebagai bagian dari kelompok yang lebih besar Individual tinggi : AS, Inggris ,dll Kolektivitas tinggi : Saudi Arabia, Peru, dll

Perbedaan Kebudayaan
O Menghindari ketidakpastian

Merujuk sejauh mana seseorang merasa terancam oleh situasi yang tidak menentu Penghindaran tertinggi : Jepang, Portugal, dll Penghindaran terendah : Singapore, Hongkong, dll
O Maskulinitas/Feminitas

Sejauh apakah pengaruhyang dimiliki nilai dominan berupa penekanan ketegasan dan materialisme (maskulin) versus perhatian terhadap orang lain dan kualitas hidup (feminin) Maskulin TInggi : Swiss, Italia, dll Feminin tinggi : Norwegia, Belanda, Denmark, dll

Harga Tranfer
Pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam penetapan harga transfer untuk perusahaan multinasional : O Perpajakan Harga transfer memungkinkan pengalihan keuntungan ke negara-negara yang punya perbedaan tingkat pajak O Peraturan Pemerintah Jika tidak diatur, perusahaan akan menetapkan harga ttransfer untuk meminimalkan laba kena pajak di negaranegara dengan tingkat pajak penghasilan yang tinggi O Tarif Tarif mempunyai hubungan terbalik dengan pajak pendapatan di dalam harga transfer. Meskipun tarif untuk barang yang dikirimkan ke negara tertentu akan lebih rendah, keuntungan yang dicatat negara itu akan ikut tinggi

Harga Tranfer
O Pengendalian Devisa

Harga trasnfer yang lebih rendah memungkinkan anak perushaan untuk memasukkan komoditas tersebut dalam jumlah yang lebih besar O Akumulasi Dana Harga Transfer adalah salah satu cara untuk mengalihkan dana tersebut ke dalam atau ke luar negara tersebut O Joint Venture Kesulitan penetapan harga transfer akan bertambah bila perusahaan dua negara yang bekerja sama menetapkan harga trasnfer yang berbeda (lebih tinggi atau lebih rendah)

Penggunaan Metode Harga Transfer


Metode Harga Transfer yang Digunakan oleh Perusahaan Multinasional
Metode Penetapan Harga Metode Berbasis Biaya: Biaya variable aktual/standar Biaya penuh aktual Biaya penuh standar Biaya variable ditambah markup Biaya penuh ditambah markup Jumlah berbasis biaya Metode Berbasis Pasar: Harga pasar Harga pasar dikurangi biaya penjualan Lain-lain Jumlah bebasis pasar Harga Negoisasi Lain-lain Kanada Jepang Inggris Amerika Serikat

5% 26 2 33% 37% 26% 4% 100%

3% 38 41% 37% 22% 100%

5% 28 5 38% 31% 20% 11 100%

1% 4 7 1 28 41% 26 12 8 46% 13% 100%

Pertimbangan Hukum
Hampir semua Negara melakukan beberapa pembatasan pada fleksibilitas perusahaan dalam menetapkan harga transfer untuk transaksi dengan anak-anak perusahaan di luar negeri. Alasannya adalah untuk mencegah perusahaan multinasional melakukan penghindaran pajak penghasilan di Negara tuan rumah. Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini: O Untuk meminimalkan pajak, perusahaan-perusahaan multinasional AS mengalihan asset-asetnya ke Negara dengan pajak penghasilan yang rendah Misalnya, Cayman Islanda yang memiliki 50 bank. O Perusahaan multinasional AS memindahkan kantor perusahaan di atas kertas mereka ke Bermuda, yang tidak mengenakan pajak penghasilan perusahaan. Sebagai contoh, Ingersoll-Rand, Accenture, dan Tyco International menempatkan kantor pusat mereka di Bermuda sedangkan seluruh bisnis mereka dilakukan di Negara-negara lain. O Perusahaan yang memindahkan property intelektual (paten misalnya) ke Irlandia, sebuah Negara dengan tingkat pajak yang rendah. Kantor pusat di AS akan membayar jumlah yang cukup besar untuk membeli hak penggunaan propert intlektual tersebut, sehingga akan mengalihkan laba kena pajak dan sebuah Negara dengan tingkat pajak yang tinggi ke Negara dengan tingkat pajak yang rendah.

Metode Harga Tranfer


Section 482 memberikan aturan-aturan untuk menentukan harga transfer pada penjualan antar anggota dari kelompok yang sepengendali yaitu sebagai berikut : O Metode perbandingan dengan harga tidak sepengendali. Harga yang wajar dapat dipastikan dari penjualan barang atau jasa yang dapat diperbandingkan antara perusahaan multinasional dan pelanggan yang tidak memiliki hubungan istimewa, atau antara dua perusahaan yang masing-masing tidak saling memiliki hubungan istimewa. O Metode harga jual kembali. Bila tidak ada penjualan yang dapat dibandinkan, metode berikutnya yang diperbolehkan adalah metode harga jual kembali. Dalam metode ini, wajib pajak bekerja mundur dari hargapenjualan final pada saat kekayaan yang dibeli dari perusahaan afiliasi dijual kembali dalam sebuah penjualan tidak sepengendali. O Metode harga-plus. Menurut metode ini, yang menjadi prioritas terendah di antara ketiga metode yang diuraikan, titik awal untuk menentukan harga yang wajar adalah biaya untuk memproduksi produk, dihitung menurut praktik akuntansi yang benar.

Metode Harga Tranfer


Gambaran skematis ketiga metode tersebut adalah sebagai berikut: O Metode perbandingan dengan harga tidak sepengendali (salah satu pihak bukan anggota kelompok sepengendali) Harga transfer = Harga yang digunakan dalam penjualan tidak sepengendali yang sebanding Penyesuaian. O Metode Harga Jual Kembali. Harga tranfer = Harga jual kembali yang berlaku Markup yang memadai penyesuaian. Harga jual kembali yang berlaku adalah harga di mana aktiva yang dibeli melalui penjualan sepengendali, dijual kembali oleh pembeli dalam penjualan yang tidak sepengendali.
O Metode Biaya-plus.

Harga Transfer = Biaya + Markup memadai +/- penyesuaian

Implikasi dari Section 482


Dari sudut pandang pengendalian manajemen, terdapat dua implikasi penting dari section 482, yang masing-masing dibahas di bawah ini:
1.

Meskipun terdapat pembatasan hukum terhadap fleksibilitas


perusahaan dalam menentukan harga transfer, namun masih terdapat cukup ruang gera di dalam pembatasan ini.

2.

Dalam situasi tertentu, pembatasan hokum dapat mendikte


jenis-jenis harga transfer yang harus diterapkan.

Ruang Gerak dalam Harga Transfer


Ada dua kebijakan ekstrem dalam menangani masalah ini. Beberapa perusahaan mengizinkan anak perusahaan berurusan satu sama lain sesuai dengan prinsip ekonomi yang wajar dan membiarkan dampak akibat pajak serta tariff apa adanya. Dengan kebijakan ini, tak ada lagi keraguan tentang legalitas harga transfer karena anak perusahaan mencoba melakukan hal ini sesuai dengan yang diminta oleh peraturan yang berlaku melakukan transaksi secara wajar. Dengan kebijakan ini, kebijakan harga transfer untuk Negara asing pada pokoknya akan sama dengan harga transfer untuk domestic. Akibatnya, system harga transfer akan mendukung system pengendalian manajemen. Namun pada sisi yang lain, kebijakan ini dapat menghasilkan total biaya yang lebih tinggi.

Pembatasan Hukum dalam Sistem Harga Transfer


Di dalam situasi tertentu, pembatasan hukum dapat meminta digunakannya system harga transfer tertentu, atau sebuah system transfer yang disukai untuk tidak digunakan. Dalam situasi yang lain, pendekatan full cost yang implicit dalam Section 482 dapat membatasi kemampuan perusahaan untuk mentransfer beberapa produk kurang dari full cost-nya. Misalnya, departemen pemasaran mungkin inin memperkenalkan produk baru dalam pasar pada harga yang lebih rendah dari harga normalnya, bahkan mungkin tidak cukup tinggi untuk menutupi full cost tersebut. Ini mungkin merupakan taktik pemasaran yang jitu, tetapi IRS tidak dapat mengakuinya sebagai dasar yang valid untuk sampai kepada harga transfer.

Kepentingan Minoritas
Ketika kepentingan minoritas ikut terlibat, fleksibilitas
manajemen puncak dalam mendistribusikan laba antara anak-anak perusahaan dapat sangat dibatasi karena pihak minoritas mempunyai hak hukum untuk memperoleh pembagian yang adil dari laba perusahaan. Dalam kasus ini, anak perusahaan harus sebisa mungkin melakukan transaksi secara wajar.

Nilai Tukar Mata Uang


Arus kas dari sebuah perusahaan domestik dinominasikan dalam dolar, dan pada suatu waktu tertentu, setiap dolar mempunyai nilai yang sama dengan nilai dolar lainnya. Sebaliknya, arus kas perusahaan multinasional didenominasikan dalam beberapa mata uang di mana nilai setiap mata uang relative kepada nilai dolar akan berbeda seiring dengan perbedaan waktu. Variasi ini memperumit masalah pengukuran kinerja anak perusahaan dan para manajernya. Lebih spesifik lagi, perusahaan multinasional memiliki eksposur akibat translasi, transaksi dan ekonomi perubahan nilai tukar. Pertama-tama kita akan membahas nilai tukar secara sinkat dan kemudian mendiskusikan tiga jenis eksposur nilai tukar dan implikasinya kepada perancangan system pengendalian.

Nilai Tukar
Nilai tukar adalah harga dari sebuah mata uang jika dibandingkan dengan mata uang yang lainnya. Tabel di bawahmemberikan contoh mengenai nilai tukar yang berlaku pada tanggal 19 Januari 2000 untuk mata-mata uang yang paling banyak diperdagangkan.

Berbagai Jenis Eksposur Nilai Tukar


O Eksposur translasi atas nilai tukar adalah eksposur dari

neraca dan laporan laba rugi perusahaan multinasional terhadap perubahan yang terjadi di dalam nilai tukar nominal. O Eksposur transaksi adalah eksposur nilai tukar yang dimiliki oleh perusahaan untuk transaksi-transaksi antarnegaranya ketika transaksi semacam itu dicatat hari ini tetapi penyelesaian pembayarannya dilaksanakan di kemudian hari. O Eksposur ekonomi adalah eksposur nilai tukar atas arus kas perusahaan terhadap perubahan nilai tukar riil. Eksposur ekonomi juga disebut eksposur operasional atau eksposur kompetitif terhadap nilai tukar.

Pilihan Metrik dalam Evaluasi Kerja


Dalam survey di perusahaan-perusahaan multinasional, Choi dan Czechowicz menemukan bahwa hamper semua responden memiliki system evaluasi performa kinerja yang membandingkan aktual terhadap anggarannya dalam menilai kinerja anak perusahaan. Pada dasarnya, terdapat tiga kemungkinan pemilihan metric dalam penetapan dan pelacakan anggaran : nilai tukar awal, nilai tukar yang diproyeksikan, atau nilai tukar aktual yang berlaku.

Terdapat 9 kemungkinan kombinasi metrik dalam menentukan dan melacak anggaran seperti yang terlihat dalam pada gambar di samping

Efek Transaksi
Pendekatan mendasar dalam menangani eksposur transaksi adalah dengan menggunakan strategi lindung nilai mata uang asing

yang tepat. Lindung nilai (hedging) adalah transaksi-transaksi yang


dapat menurunkan kemungkinan risiko yang berhubungan dengan arus kas di masa depan. Dalam prosesnya, perusahaan yang membeli instrument lindung nilai mengalihkan risiko kepada entitas yang menjual instrument tersebut biasanya adalah bank komersial dalam kasus untuk pasar valuta. Tentunya sudah pasti jasa semacam itu membutuhkan biaya.

Kinerja Anak Perusahaan


Sejauh ini kita telah mengusulkan bahwa adalah penting untuk membedakan antara kinerja ekonomi anak perusahaan

dan kinerja para manajernya, dan pedoman-pedoman yang


dibicarakan di atas semata-mata hanya menangani pengisolasian dampak nilai tukar terhadap kinerja manajer anak

perusahaan. Adalah penting untuk menyadari bahwa kinerja


ekonomi anak perusahaan itu sendiri harus merefleksikan akibat-akibat negatif atau psositif atas eksposur translasi, transaksi, dan ekonomi.

Pertimbangan Manajemen
Dalam mendesain system evaluasi kinerja anak perusahaan multinasional, perusahaan dapat mengunakan pedoman-pedoman berikut ini: O Para manajer anak perusahaan seharusnya tidak dianggap bertanggung jawab terhadap efek translasi. Cara termudah untuk mencapai tujuan ini adalah membandingkan anggaran dengan hasil actual dengan menggunakan metrik yang sama dan mengisolasi efek yang berhubungan dengan inflasi melalui analisis varians. Tak ada gunanya bagi para manajer untuk khawatir tentang metrik yang tepat. Perusahaan multinasional hendaknya memilih metrik apa saja yang ia anggap lebih mudah untuk digunakan. O Efek transaksi paling baik ditangani melalui koordinisasi terpusat dari kebutuhan lindung nilai perusahaan multinasional secara keseluruhan. Hal ini kemungkinan besar akan jauh lebih murah dan sederhana, dan dapat mencegah manajer anak perusahaan menjadi peramal dan spekulan nilai tukar. O Manajer anak perusahaan harus bertanggung jawab terhadap efek ketergantungan dari nilai tukar yang diakibatkan oleh eksposur ekonomi. O Evaluasi anak perusahaan sebagai basis dari pengambilan keputusan untuk menentukan lokasi operasi di sebuah Negara atau merelokasi operasi dari sebuah Negara seharusnya merefleksikan konsekuensi-konsekuensi dari adanya eksposur translasi, transaksi, dan ekonomi.

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA