Anda di halaman 1dari 2

KOMERSIALISASI PRODUK EDIBLE TRAY UNTUK SAUS

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Edible tray adalah jenis kemasan yang berfungsi sebagai wadah suatu bahan yang dapat dikonsumsi. Kemasan edible tray berasal dari sumber terbarukan, yaitu berbasis pati sehingga memiliki potensi menggantikan penggunaan kemasan konvensional seperti plastik dan styrofoam. Selain itu, kemasan edible tray bersifat aman dikonsumsi dan dapat terdegradasi sehingga ramah bagi lingkungan. Aplikasi kemasan edible di Indonesia dirasa masih terbatas, padahal produk edible memiliki prospek yang baik dan berkelanjutan di masa depan. Hal ini disebabkan oleh banyak factor. Rendahnya ketahanan produk terhadap factor eksternal seperti udara, air, dan asam menyebabkan sulitnya penerapan aplikasi kemasan edible. Karakteristik kemasan harus disesuaikan dengan karakteristik bahan yang dikemas. Permintaan konsumen terhadap kemasan edible ramah lingkungan yang masih tergolong rendah. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya informasi, keberadaan produk yang masih jarang, dan harganya yang relatif mahal. Aplikasi produk edible tray dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai kemasan wadah saus pada restoran fast food. Kemasan wadah saus digunakan oleh konsumen untuk makan di tempat, bukan take away. Hal ini memudahkan aplikasi produk yang tidak tahan lama karena waktu yang dibutuhkan untuk makan umumnya relatif singkat. Komersialisasi produk edible tray ini perlu diuji langsung ke restoran fast food sebagai pelanggan, bahkan konsumen akhir bila diperlukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi besarnya penerimaan produk serta permasalahan pelanggan sebenarnya. Dalam era persaingan yang semakin kompetitif, setiap pelaku bisnis ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar termasuk restoran fast food. Sebagai produk business to business, kemasan edible tray harus dapat memberikan value yang tepat kepada pelanggan agar terjadi transaksi yang saling menguntungkan satu sama lain. Suatu bisnis harus dirancang sedemikian rupa agar memiliki value yang mampu memberikan kepuasan konsumen sehingga muncul keinginan untuk kembali menggunakan produk yang ditawarkan. Dalam hal business to business, value yang wajib dipenuhi adalah dari segi kualitas dan kuantitas produk, serta ketepatan waktu. Oleh karena itu, penelitian baik di laboratorium maupun pasar perlu dilakukan meliputi product, customer, dan market development. Product development bertujuan memperoleh karakteristik produk terbaik yang disesuaikan dengan keinginan konsumen. Agar didapatkan pelanggan yang setia dan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan dilakukan kegiatan customer development. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menemui calon konsumen langsung, menawarkan produk edible tray, dan meyakinkan calon konsumen mengenai nilai yang akan ditawarkan. Selanjutnya melakukan diskusi mengenai kebutuhan konsumen terkait produk. Jika sudah mendapat apa yang dibutuhkan konsumen, kemudian produk diperbaiki sampai sesuai. Kegiatan perbaikan produk dan diskusi dengan calon konsumen akan beruang-ulang sampai benar-benar menemukan produk yang sesuai.

Dalam memenuhi kebutuhan konsumen aspek ketersediaan sumber daya sangat penting. Analisis rantai pasok diperlukan untuk menjamin keberlangsungan suatu bisnis dengan memperjelas pelaku-pelaku yang terlibat di dalamnya, meliputi supplier bahan baku, mitra bisnis. Sumber daya tersebut dapat berupa bahan baku, manusia, peralatan dan bangunan fisik. Jenis dan jumlah kebutuhan tersebut didapatkan dari hasil kajian pengembangan produk dan analisis pasar yang dituju. Ketersediaan sumber daya tersebut harus sustainable dan menjamin keberlangsungan proses produksi. Dalam menentukan beberapa kunci sumber daya, perlu dilakukan kajian terhadapa rantai pasok mulai dari pemasok bahan sampai produk tersampaikan kepada konsumen.