Anda di halaman 1dari 41

ANATOMI SISTEM REPRODUKSI

By : Iin Fatimah, S.Kep, Ners

PELVIS
Pelvis bagian tulang tersusun dari os coxae dan os sacrum Rongga pelvis dipisahkan oleh apertura pelvis superior/pintu atas panggul (PAP) menjadi 2 segmen: PAP: promontorium os sacrum, linea terminalis (linea arcuata, pecten dan crista pubica) Apertura pelvis inferior/pintu bawah panggul (PBP): permukaan bawah pelvis dan lig.sacrotuberosum
Pelvis mayor (spurium) Pelvis minor (verum)

Pintu atas panggul

Diameter anteroposterior= conjugata vera/interna


Diameter transversa Diameter obliqua

Pintu bawah panggul

Diameter anteroposterior Diameter transversa= diameter bituberal Diameter obliqua

Beberapa ukuran lain

Conjugata diagonalis/obliqua Diameter interspinosus Diameter intercristal

PELVIS

Pria

Wanita

Pria

Wanita

Bentuk panggul ada 4: Gynaecoid (PAP mesatipellic) Android (PAP brachypellic) Anthropoid (PAP dolichopellic) Palttypelloid (PAP platypellic)

Beda panggul pria dengan wanita


Rongga panggul pria lebih dalam dari wanita Bentuk panggul pria anthropoid/android sedang bentuk panggul wanita gynecoid/android Beberapa nilai ukuran berbeda:
Sudut incisura ischiadica mayor wanita lebih besar Indeks ischiopubis wanita lebih besar Indeks yang membandingkan bagian pelvic (predominan wanita)dan bagian sacroiliac garis chilotik (predominan pria)

PERINEUM

Ovarium
~testis Almon, 3x1,5x1 cm Permukaan lat & med, ext. tubaria & uterina, tepi mesovaricus & libera Letak: fossa ovarica (lekuk pd ddg lat pelvis) Nullipara: sumbu panjang vertical

Lig.suspensorium ovarii (infundibulo pelvicum): bg lig.latum mesovarium ddg lateral panggul, tdpt a.v.n.Ovarica Lig.ovarii proprium : ddg lat uterus permukaan medial ovarium

Ovarium
Tunica albugenia: kapsul jar ik tipis Permukaan:
Sblm akil balik: licin Stlh akil balik: kasar degenerasi corpora lutea Menopause: kisut & kecil

Tuba uterina
Infundibulum:
ujung lat cerobong asap Letak: post lig.latum uteri Fimbrae: menyelubungi ovarium

Ampula:
Bg terlebar fertilisasi

Isthmus:
Paling sempit Lateral uterus

Intramural:
Tembus ddg uterus

Tuba uterina
Persarafan: cabang2 plexus hypogastricus inferior f/:
Terima ovum Terima sperma fertilisasi

Uterus

Fundus uteri: di atas muara tuba Corpus uteri: di bwh muara tuba Cervix uteri: bg bwh, sempit, tembus ddg ventral vagina
Pars supravaginalis cervicis: atas vagina Pars vaginalis: dalam vagina

Uterus
Alat2 penopang Otot2: m.levator ani 4 Jar ikat (3 asal fascia pelvis)

Uterus
Anak-anak: kecil Akil balik: membesar (estrogen & progesteron dr ovarium) Menopause: atrofi Hamil:
Pembesaran: hipertrofi myometrium, hsl konsepsi >3bln rongga abdomen Bln 9: procesus xiphoideus

Vagina

Organ kopulasi Mengeluarkan ekskresi uterus Jalan keluar janin

Vagina
Vascularisasi 1/3 proximal: Cabang2 vaginal a.uterina & a.vesicalis inferior 1/3 tengah: A.vaginalis (cab a.iliaca interna) 1/3 distal: Cabang2 a.pudenda interna

Vagina
Alat2 fiksasi Bg tengah: urogenitale Bg distal (terutana ddg posterionya): centrum tendineum perinei

Genitalia Mons pubis externa


Labia majora Labia minora Vestibulum vagina Clitoris Orificium urethrae externum Orificium (introitus) vagina Hymen vaginae Bulbus vestibuli Glandula vestibularis major (Bartholini)

Mons pubis
Bukit bulat anterior symphysis pubis Masa jar lemak subkutis Rambut pubis

Labia majora
2 lipatan kulit longitudinal Mons pubis perineum Batas lateral celah pudendum/vulva Isi: jar penyambung, lemak, otot polos ~ m.dartos, pembuluh2 drh, saraf & kelenjar2 Lig.teres uteri bakhir pd bg dpn Anterior commisura anterior Posterior commisura posterior

Labia minora
2 lipatan mucosa, lemak, diantara labium majora Arah serong: bawah, lateral, dorsal Pasterior: frenulum labiorum pudendi Anterior: bifurkasi
Lapis anterior: atas clitoris preputium clitoridis Lapis posterior: caudal clitoris frenulum clitoridis

Vestibulum
Daerah antara ke2 labium minus Orificium urethrae externum: 2,5 cm postero-inferior glans clitoridis, anterior orificium vaginae Orificium (introitus) vaginae: postero-inferior orificium urethrae externum Hymen vaginae: lipatan mucosa tipis, tepet sebelah dalam orificium vaginae, sisa yg pecah caruncula hymenalis

Clitoris
Struktur erektil Letak: postero-inferior commisura anterior Sebagian tertutup preputium clitoridis Corpus clitoridis: 2 corpora cavernosa melekat pd ramus subpubis melalui crus clitoridis yg tertutup m.ischiocavernosus Glans clitoridis: ujung distal corpora cavernosa tonjol bolat kecil Sensitifitas Ikat penggantung: lig.suspensorium

Gl. Vestibularis major (Bartholini)


~gl.bulbourethralis 2 bangunan kecil bulat/oval, kuning kemerahan Letak: sisi oreficium vaginae, posterior bulbus vestibuli Ductus 2cm, muara pd fosa navicularis (ruang antara hymen franulum labiorum pudendi)

Siklus Menstrual
Terbagi :
Fase menstrual Fase proliferatif (folikular) Fase sekretori (luteal)

Fase Menstrual (hari 1- 4)


Menstruasi tidak terjadi fertilisasi 14 hari setelah ovulasi k. luteum tdk berfs estrogen & progesteron St. fungsionalis kekurangan darah arteri helikal (bergelung) konstriksi O2 kelenjar berhenti berfungsi, leukosit masuk, iskemia st fungsionalis nekrosis arteri berdilatasi sekali lagi lemah pecah mensis Darah yang hilang 35 ml

Fase Proliferatif (Folikular) (Hari 4 - 14)


Perkembangan folikel ovarium Karakteristik:
Reepitelisasi endometrium Rekonstruksi kelenjar kelenjar lurus (belum bergelung), sel mulai akumulasi glikogen Rekonstruksi arteri bergelung belum terlalu bergelung, hanya mencapai st. fungsionalis Pembentukan st. fungsionalis baru

Fase Sekretori (Luteal) (Hari 15 28)


Edema & akumulasi glikogen kelenjar endometrium menebal ( 5 mm) Kelenjar bergelung & bercabang Arteri bergelung memenuhi st. fungsionalis