Anda di halaman 1dari 28

TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V

BARI S DAN DERET


1
Diagram Alur













































Barisan dan deret bilangan
Pola Bilangan
Deret Bilangan Barisan Bilangan
Aritmatika Geometri
Aritmatika Geometri
Genap Ganjil Persegi Segitiga
Persegi
panjang
Pascal
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

2

A. Jenis Dan Bentuk Pola Bilangan
1. Pola Bilangan Ganjil
Diskusi 1 ( berpikir kritis):









Gambar 1.1
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
Apakah gambar diatas membentuk suatu pola?
Nyatakanlah dengan suatu bilangan yang ditunjukkan dengan banyaknya
titik, pola bilangan apakah yang kamu dapatkan? Jelaskan!
Dapatkah kamu membuat pola bilangan yang lain?

Diskusi 2( berpikir kritis )
Pada gambar 1.2 disamping, apakah
antara persegi yang berwarna dengan
persegi yang tidak berwarna membentuk
pola bilangan ganjil? Jelaskan!
Selanjutnya kita bandingkan jumlah
bilangan- bilangan ganjil terhadap luas
persegi. Perhatikanlah!
1 = 1 x 1 = 1
2

1 + 3 = 2 x 2 = 2
2

1 + 3 + 5 = 3 x 3 = 3
2

1 + 3 + 5 + 7 = 4 x 4 = 4
2

1 + 3 + 5 + 7 + 9 = 5 x 5 = 5
2





Apa yang akan kamu
pelajari?
Pola bilangan ganjil dan
genap
Pola bilangan persegi,
segitiga, dan persegi
panjang
Kata kunci
Bentuk pola
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

3

Dari hasil diatas, bagaimanakah hubungan antara hasil penjumlahan bilangan-
bilangan ganjil yang terurut dengan luas persegi panjang.
Dapatkah kita simpulkan bahwa jumlah dari n bilangan ganjil yang pertama
adalah n
2
.

Contoh 1:
Tentukanlah jumlah dari 8 bilangan ganjil yang pertama!
Penyelesaian:
1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11+ 13 + 15 = 64 atau n
2
= 8
2
= 64
2. Pola bilangan genap
Pola bilangan genap yang kita pelajari adalah yang semestinya pada himpunan
bilangan asli.
Diskusi 3 ( berpikir kritis )



Gambar 1.3
Jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini.
Apakah gambar diatas membentuk suatu pola?
nyatakanlah dengan suatu pola bilangan apakah yang kamu dapatkan?
Jelaskan!
Dapatkah kamu membuat pola bilangan genap yang lain?
Diskusi 4 ( berpikir kritis )







Gambar 1.4
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

4

Menurut gambar diatas, apakah antara persegi yang berwarna dengan persegi yang
tidak berwarna membentuk pola bilangan genap? Jelaskan!
Selanjutnya kita bandingkan jumlah bilangan- bilangan yang genap itu terhadap
luas persegi panjang. Perhatikanlah pola penjumlahan berikut!
2 = 2
2 + 4 = 6
2 + 4 + 6 = 12
2 + 4 + 6 + 8 = 20
2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30
2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 = 42
Dari hasil diatas, bagaimanakah hubungan antar hasil penjumlahan bilangan-
bilangan genap yang terurut dengan luas persegi panjang?
Dapat kita simpulkan bahwa jumlah dari n bilangan genap yang pertama adalah
n(n + 1)
Contoh 2:
Tentukan jumlah dari 7 bilangan genap yang pertama!
Penyelesaian:
Tujuh bilangan genap yang pertama adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14
Jumlah 7 bilangan genap yang pertama adalah = n (n + 1) = 7 ( 7 + 1 ) = 56

3. Pola bilangan persegi
Bilangan persegi adalah bilangan yang memiliki pola seperti persegi.




Gambar 1.5

Pada pola gambar diatas,tuliskan jumlah noktah dari masing- masing pola. Coba
kamu gambarkan pola bilangan apakah yang ditunjukkan noktah pola ke-6?
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

5

Karena bilangan- bilangan 1, 4, 9, 16 berhubungan dengan persegi, maka bilangan
itu dinamakan pola bilangan persegi.
Pola bilangan ke-n dari bilangan persegi adalah n
2

Contoh 3
Hitunglah jumlah titik pola ke-10 dari bilangan persegi.
Penyelesaian:
Banyak titik pola ke-10 dari bilangan persegi adalah n
2
= 10
2
= 100

4. pola bilangan segitiga
Dalam sebuah akrobat para pemainnya mendominasikan keahliannya yaitu
pemain atas berdiri pada pundak pemain dibawahnya, sehingga yang paling tinggi
hanya satu orang. Jika diperhatikan, berbentuk apakah susunan pemain akrobat
itu? Bila banyaknya orang pada tingkat ke-2 dan ke-3? Pola bilangan segitiga
diambil dari salah satu barisan bilangan pada segitiga pascal.
Bila kita gambar menggunakan noktah-noktah, akan memiliki pola seperti pada
gambar 1.6 dibawah ini.




Gambar 1.6
Tuliskan banyaknya noktah-noktah pada pola diatas.Berapakah banyaknya noktah
pada pola ke-6, ke-7, ke-8, dan seterusnya.
Pola barisan diatas1, 3, 6, 10,....karena bentuknya seperti segitiga, maka pola
bilangan itu disebut pola bilangan segitiga.

5. pola bilangan persegi panjang
Bilangan persegi panjang adalah bilangan yang polanya seperti persegi panjang.
Diskusi 5 ( berpikir kritis ) :
Pada setiap perpisahan sekolah, setiap anak dimintai foto untuk dipajang pada
sebuah bingkai yang berbentuk persegi. Setiap satu tahun sekali ada pergantian
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

6

foto disusun membentuk suatu pola bilangan. Jumlah foto pada bingkai pertama
ada 2, bingkai kedua 6, bingkai ketiga ada 20, dan seterusnya. Jadi, jumlah foto
yang dipasang pada bingkai persegi akan membentuk pola bilangan persegi.
Perhatikan gambar 1.7





Tentukanlah banyaknya noktah-noktah pada masing-masing pola diatas.berapakah
banyaknya noktah pada pola ke 6? Pola bilangan diatas adalah 2, 6, 9, 20,...karena
bentuknya seperti persegi panjang, maka pola bilangan itu dinamakan pola
bilangan persegi panjang.

6. Pola bilangan segitiga pascal
Blaise Pascal (1632-1662) adalah Matematikawan dari Prancis. Ia menyusun pola
bilangan yang sangat unik, yaitu segitiga pascal. Untuk lebih memahami pola
bilangan segitiga pascal, perhatikanlah gambar 1.8 berikut:
1
1 1
1 2 1
1 3 3 1
1 4 6 4 1
1 5 10 10 5 1
Bilangan pada diagonal-diagonal segitiga pascal dapat dilihat pada pascal, yaitu:
o Diagonal ke-1: 1, 1, 1, 1,.....
o Diagonal ke-2: 1, 2, 3, 4, 5,....
o Diagonal ke-3: 1, 3, 6, 10,...
o Diagonal ke-4: 1, 4, 10,...dan seterusnya
Dapatkah kamu melanjutkan sampai pola diagonal ke-9? Bagaimana kamu
mendapatkannya?
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

7

Pola jumlah baris ke-n pada segitiga pascal adalah 2
n-1



BARIS DAN DERET
2. BARISAN
Barisan bilangan adalah urutan bilangan bilangan dengan aturan atau
pola tertentu. Setiap bilangan pada barisan bilangan disebut suku.
Perhatikanlah setiap barisan dibawah ini!
a. 1, 3, 5, 7, 9,11, seterusnya yang selalu bilangan ganjil
b. -20, -15, -10, -5, 0, 5, 10, dan seterusnya yang selalu berselisih 5
Barisan bilangan pada a sering kita jumpai dalam kehidupan sehari
hari.misalnya, ketika mencari nomor rumah 5, kamu tentu akan mencari pada sisi
yang lain yaitu deretan rumah bernomor ganjil.
Coba perhatikan barisan bilangan 1, 3, 5, 7, 9, 11, dan seterusnya.
Suku ke-1 adalah 1, biasanya ditulis dengan lambang U
1
= 1
Suku ke-2 adalah 3, biasanya ditulis dengan lambang U
2
= 3
Suku ke-3 adalah 5, biasanya ditulis dengan lambang U
3
= 5
Dan seterusnya.
Berapakah suku ke-4?
Dalam menentukan suku ke-4 dari barisan harus diketahui tata urutan suku barisan
itu. Dalam hal ini, suatu bilangan yang tetap ditambahkan agar didapat bilangan di
depannya. Bilangan tetap itu disebut selisih atau beda.
Beda itu boleh positif atau negatif. Jika beda itu positif, maka barisan itu menjadi
bertambah nilainya. Jika beda itu negatif, maka barisan itu menjadi berkurang
nilainya.
Contoh 4:
Suatu barisan bilangan diketahui 2, 5, 8, 11....dan seterusnya.tentukanlah
a. Suku ke-1
b. Suku ke-2
c. Suku ke-3
c. Suku ke-4
d. Suku ke-5
e. Beda
f. Aturan tiap suku
Penyelesaian
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

8

a. U
1
= 2
b. U
2
= 5
c. U
3
= 8
d. U
4
= 11
e. U
5
= 14
f. Bedanya 3
g. Aturan tiap suku diperoleh dengan cara menambahkan 3

2. Menentukan suku ke-n dari suatu barisan
Penulisan barisan bilangan dapat dinyatakan dalam rumus aljabar. Misalkan:
barisan bilangan ganjil 1, 3, 5, 7,dan seterusnya.dapatkah kamu menyebutkan
suku ke-100? untuk menjawab pertanyaan diatas, kamu tidak perlu menulis baris
bilangan sampai suku ke-100. Akan tetapi, gunakanlah suku ke-n dari barisan
bilangan. Barisan bilangan ganjil tadi dapat kita petakan dengan barisan bilangan
asli.
Bilangan asli 1, 2, 3, 4.....n

1 3 5 7 U
n

Pada tiap suku mempunyai beda 2, maka rumus suku ke-n bilangan ditulis dengan
U
n
= 2n 1 dengan n anggota bilangan asli. Untuk suku ke-100, suku ke-n tinggal
diganti menjadi U
100
= 2 x 100 -1 =199. Jadi, suku ke-100 dari bilangan ganjil
adalah 199
Contoh 5 :
Carilah suku ke-n dari suatu barisan 1, 4, 7, 10 .....dan seterusnnya. Tentukan suku
ke 200 barisan berikut.
Penyelesaian:
Beda suku yang berurutan adalah suku-n adalah U
n = 3n 2
U
200
= 3 x 200-2 = 598
Jadi, suku ke-200 adalah

598


TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

9

2. DERET

Deret adalah Penjumlahan suku-suku dari suatu barisan disebut deret. Jika
U1,U2,U3,..Un maka U1 + U2 + U3 + +Un adalah deret.

Contoh :
1 + 2 + 3 + 4 + + Un
2 + 4 + 6 + 8 + + Un

Deret adalah barisan bilangan yang setiap bilangannya setelah suku pertama
diperoleh dengan menambahkan (deret hitung atau deret Aritmetika) atau
mengalikan (deret ukur atau deret geometri) bilangan sebelumnya dengan sebuah
bilangan konstan yang bukan nol.

Barisan dinyatakan dengan
n
u u u u u , ....... , , , ,
4 3 2 1
dan deret yang bersesuaian
dinyatakan dengan
n
u u u u u + + + + + .......
4 3 2 1
Pada suatu deret, jika selisih
dua suku yang berurutan sama atau tetap, yaitu
1 2 3 1 2
.......

= = =
n n
u u u u u u maka deret tersebut disebut deret
aritmetika atau deret hitung. Selisih yang sama ini disebut beda.
Suatu deret yang mempunyai perbandingan dari dua suku yang berurutan
tetap, yaitu
1 3
4
2
3
1
2
....

= = = =
n
n
u
u
u
u
u
u
u
u
maka deret tersebut disebut deret geometri
atau deret ukur. Perbandingan yang tetap ini disebut rasio.



C. Barisan dan Deret Aritmatika
Barisan Aritmatika
Barisan Aritmatika adalah suatu barisan
bilangan yang suku selanjutnya diperoleh
dengan menambah atau mengurangi dengan
suatu bilangan yang tetap kepada suku
sebelumnya. Bilangan yang tetap itu disebut
selisih atau beda. Apabila bedanya positif,
maka barisan itu naik. Apabila bedanya
negatif, maka barisan itu turun. Perhatikan
barisan barisan berikut.
Apa yang akan kamu pelajari?
- Pengertian barisan dan deret
aritmatika naik apa turun.
- Menentukan rumus suku ke-n
dari barisan aritmatika dan
jumlah n suku pertama deret
aritmatika.
- Menghitung nilai suku ke
ndari barisan aritmatika dan
jumlah n suku pertama deret
aritmatika.
Kata kunci
- Beda
- Suku ke-n

TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

10

a. 100, 90, 80, 70,....
b. 6, 12, 18, 24,....
Barisan a dan b merupakan barisan aritmatika. Pada tiap barisan bilangan-
bilangan diatas, beda dua suku yang berurutan selalu tetap (konstan).
Suatu barisan U
1,
U
2,
U
3,
U
4......
U
n,
disebut barisan aritmatika jika untuk setiap nilai
n berlaku.
U
2 -
U
1,
U
3 -
U
2
=
......
U
n
- U
n-1
= b, dengan b suatu tetapan yang tidak tergantung
pada n

Menentukan Rumus Suku Ke-n Basisan Aritmatika
Jika suku pertama U
1
kita misalkan a, beda kita misalkan b, dan suku ke-n kita
misalkan U
n
maka barisan aritmatika ditulis sebagai berikut
U
1,
U
2,
U
3,
U
4,. . . . . . .
U
n


a a+b a+2b a+3b a+(n-1)b

rumus suku ke-n suatu barisan aritmatika adalah
U= a+(n-1)b
Sifat-sifat suku ke-n
U
n
= a + (n - 1)b = a + bn b = bn + (a - b)
Jadi suku ke-n suatu barisan aritmatika dalah fungsi linear dari n, dengan bilangan
asli.
Contoh 6 :
suatu barisan aritmatika 2, 5, 8, 11. . . dan seterusnya.
Tentukanlah :
a. suku pertama
b. beda
c. suku ke-15
d. rumus suku ke-n


TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

11

penyelesaian :
Barisan 2, 5, 8, 11. . . dan seterusnya.
a. suku pertama U
1
= a= 2
b. Beda b = 3
c. Suku ke-15
U
15
= a + (n-1)b
= 2 + (n-1)b
= 2 + (14)3
=2 + 42
= 43
d. Rumus suku ke-n
U
n
= a + (n-1)b
= 2 + (n-1)3
= 2 + 3n-3
U
n
= 3n-1
Contoh 7 :
Suku pertama sebuah barisan aritmatika sama dengan 2, sedangkan bedanya sama
dengan 5.
a. Carilah suku yang ke-15
b. Suku berapakah yang nilainya sama dengan 97
Penyelesaian:
U
1
= a = 2
b = 5
U
n
= a + ( n 1)b
= 2 + (n - 1)5
= 2 + 5n - 5
= 5n 3
U
15
= 5 x 15 3
= 75 3
= 72
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

12


jadi suku ke-15 adalah 72
a. U
n
= 97
U
n
= 5n 3
5n = U
n
+ 3
5n = 97 + 3
5n = 100
n = 2
Jadi suku yang nilai 97 adalah suku yang ke-20
2. Deret Aritmatika
Pada bahasan sebelumnya kamu sudah mempelajari barisan aritmatika. Jika suku-
suku barisan aritmatika kita jumlahkan, maka deret tersebut disebut deret
aritmatika.
Jika U
1
, U
2
,

U
3
.... U
n
adalah suku-suku barisan aritmatika, maka U
1
+U
2
+U
3
....+U
n

disebut deret aritmatika.
Jika jumlah n suku pertama deret aritmatika itu kita lambangkan dengan S
n
maka
S
n
= U
1
+U
2
+U
3
....+U
n
Seorang matematikawan karl friedrech gauss ( 1777 1855 ) ketika di sekolah
dasar, gurunya meminta dia untuk menjumlahkan seratus bilangan asli yang
pertama. Gauss memberikan jawaban dalam beberapa detik, dia menjawab
sebagai berikut:
S
100
= 1 + 2 + 3 +....+ 99 + 100
S
100
= 100 + 99 +....+ 2 + 1
+
2S
100
= 101 + 101 + 101 + ....+ 101 +101
2S
100
= 100 x 101
S
100
= 100 x 101 = 5050
2
Jadi, jumlah seratus bilangan asli yang pertama adalah 5050.
Kita dapat mencari rumus untuk jumlah n buah suku pertama (S
n
), dari aritmatika ,
yaitu
S
n
= U
1
+U
2
+U
3
....+U
n
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

13

Atau S
n
= a + (a + b) + ( a +2b) +.....+( Un -2 b) +( U
n
b ) + U
n
Kemudian, urutan suku-suku dijumlahkan dan dibalik sehingga
S
n
= a + (a + b) + ( a +2b) +.....+( Un -2 b) +( U
n
b ) + U
n
S
n
= U
n
+( U
n
b ) +( Un -2 b) +.....+( a +2b) + (a + b) + a
+
2 S
n
= (a + Un ) +(a + Un ) +(a + Un ) +......+(a + Un ) +(a + Un )+ (a + Un )

Penjumlahan n suku, tiap sukunya (a + Un )
2 S
n
= n ( a + U
n
)
S
n
=
2
n
( a + U
n
)
S
n
=
2
n
( a + U
n
) atau S
n
=
2
n
[ 2a+(n 1 )b ]
Un = a + ( n - 1

)b
Jadi, S
n
merupakan fungsi kuadrat dari n dengan n bilangan asli.

Contoh 8
Ditentukan deret aritmatika 1 + 4 + 7 + 10 + ....
Carilah:
a. Rumus suku ke-n
b. Rumus jumlah n suku pertama Jumlah 20 suku pertama
Penyelesaian:
a. Diketahui: a = 1, dan b = 3
Un = a + ( n - 1

)b
= 1 + ( n - 1

)3
= 3n 1
b. Jumlah n suku pertama
S
n
= n ( 1 + 3n - 2

)
2
S
n
= n (3n - 1)
2
S
n
= 3n
2
n
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

14

2 2
c. Jumlah 20 suku pertama
S
n
= 3n
2
n
2 2
S
n
= 3(20)
2
20
2 2
= 600 10
= 590
Jadi, 20 jumlah suku pertama adalah 590.

D. Barisan dan Deret Geometri

1. Pengertian Barisan Geometri
Barisan geometri adalah barisan bilangan yang tiap sukunya
diperoleh dari suku sebelumnya dengan mengalikan atau membagi dengan
suatu bilangan tetap. Bilangan tetap itu yang disebut pembanding atau
rasio yang dilambangakan dengan huruf r.
Perhatikan contoh barisan geometri berikut.
1. 2,4,8,16, rasionya r =
2
4
=
4
8
=
8
16
= 2
2. 2,-6,18,-54, rasionya r =
2
6
=
6
18

=
18
54
= -3
3. 320,80,20,5, rasionya r =
320
80
=
320
20
=
20
5
=
4
1

4. 64, -32, 16, -8, rasionya r =
64
32
=
32
16

=
16
8
=
2
1


Suatu barisan U
1
,U
2
,U
3
,Un disebut barisan geometri, jika untuk tiap
nilai n bilangan asli berlaku
1
2
U
U
=
2
3
U
U
=
3
4
U
U
=
1 n
n
U
U
= r, dengan r rasio
yang tidak tergantung pada n.

Jika |r|>1, artinya r<-1 atau r>1, maka suku-suku barisan geometri itu
semakin besar. Barisan tersebut dinamakan barisan geometri naik
(Contoh 1 dan 2). Jika |r| <1, artinya -1<r<1, maka suku-suku barisan
geometri itu semakin kecil. Barisan tersebut dinamakan barisan geometri
turun (Contoh 3 dan 4).


TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

15



2. Menentukan Rumus suku ke-n Barisan Geometri
Jika suku pertama U
1
, dinyatakan dengan a dan perbandingan dua
suku berurutan adalah rasio r dan suku ke-n d inyatakan dengan Un, maka
kita dapat
1
2
U
U
= r U
2
= U
1
r= ar
2
3
U
U
= r U
3
= U
2
r= ar
2

3
4
U
U
= r U
4
= U
3
r= ar
3


Dari bentuk di atas, kita peroleh suatu barisan geometri, pada umumnya
sebagai berikut
1 n
n
U
U
= r U
n=
ar
n-1


U
1,
U
2,
U
3,
U
4,
U
n



a, ar, ar
2
, ar
3
, ar
n-1
Dari keterangan di atas, dapat kita simpulkan rumus ke-n dari barisan
geometri adalah U
n
= ar
n-1

Sifat-sifat suku ke-n barisan geometri U
n
= ar
n-1
adalah fungsi eksponen
dari n.

Contoh:
Suku pertama suatu barisan geometri sama dengan 16, sedangkan suku
keempat sama dengan 128
Carilah
a. Rasio
b. Rumus suku ke-n
c. Suku ke-10
d. Suku berapakah dari barisan geometri yang nilainya sama dengan
1024.
Penyelesaian:
a. a= 16 dan U
4
= 128
U
4
= ar
n-1
128= 16r
4-1
128= 16r
3

r
3
=
16
128
= 8
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

16

r=
3
8 = 2
b. Un= ar
n-1

= 16(2)
n-1
= 16x2
n-1
c. suku ke-10
U
10
= 16x2
10-1
= 16x2
9
= 8192
d. Un=1024
Un= ar
n-1
1024= 16x2
n-1
64=

16
1024
2
n-1
.
2
6
= 2
n-1
6= n-1
7= n n=7
Jadi, yang nilainya sama dengan 1024 adalah suku ke-7.

3. Deret Geometri
Deret geometri adalah penjumlahan suku-suku dari barisan
geometri.
Jika a,ar,ar
2
,ar
n-1
adalah barisan geometri, maka a+ar+ar
2
+ar
3
++ar
n-1

disebut deret geometri.
Kalau jumlah n suku pertama deret geometri kita lambangkan dengan Sn,
maka dapat ditulis
Sn=a+ar+ar
2
+ar
3
++ar
n-1
Kita kalikan persamaan di atas dengan r, diperoleh
rSn=ar+ar
2
+ar
3
+ar
4
++ar
n-1
+ar
n
Kita kurangkan
Sn= a+ar+ar
2
+ar
3
++ar
n-1
rSn= ar+ar
2
+ar
3
+ar
4
++ar
n-1
+ar
n

. -
Sn-rSn= a-arn
(1-r)Sn= a(1-r
n
)
Sn=
) 1 (
) 1 (
r
r a
n



Dengan demikian, jumlah n suku pertama deret geometri dapat ditentukan
dengan rumus
Sn=
) 1 (
) 1 (
r
r a
n

rumus untuk barisan turun atau |r|<1,


dan Sn=
) 1 (
1 (

r
r a
n
rumus untuk barisan naik atau |r|>1.

Contoh:
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

17

Carilah jumlah tujuh suku pertama deret geometri 4+12+36+108+
Penyelesaian:
4+12+36+108+
r=
4
12
= 3 dan a= 4
Sn=
) 1 (
) 1 (

r
r a
n

S
7
=
) 1 3 (
) 1 3 ( 4
7

, S
7
= 4372
Jadi, jumlah suku pertama deret geometri adalah 4372.


E. DERET KOMPLEKS

Seperti halnya dalam bilangan riil, dalam bilangan kompleks juga dikenal
istilah barisan dan deret kompleks serta sifat-sifat kekonvergenannya. Hal penting
dalam bab ini yaitu setiap fungsi analitik dapat disajikan dalam deret pangkat
(deret Taylor, deret MacLaurin atau deret Laurent). Sebelumnya, perlu pengertian
barisan dan deret bilangan kompleks, deret pangkat, dan jari-jari
kekonvergenanan. Setelah membaca Bab 5, mahasiswa diharapkan dapat :
mengerti definisi barisan dan deret pangkat beserta sifat
kekonvergenannya.
Menyajikan fungsi analitik dalam deret Taylor, deret MacLaurin atau
deret Laurent.

Barisan dan Deret Bilangan Kompleks

a. Barisan Bilangan Kompleks
Definisi
Barisan
Bilangan
Kompleks
Barisan bilangan kompleks :
- merupakan fungsi yang memetakan setiap bilangan bulat
positif n dengan suatu bilangan kompleks.
Notasi barisan bilangan kompleks :

n
z atau { } { }
n n
z z z z z , , , ,
3 2 1
= , 1 > n .
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

18

Kekonvergenan
Barisan
- Barisan
n
z konvergen jika ada C z e sehingga
z z
n
n
=

lim .
- Jika N n e - >
0
, 0 c sehingga c < z z
n
untuk
0
n n> .

Contoh 1
Tunjukkan barisan , 2 , 1 ,
) 1 (
2
2
=

+ = n
n
z
n
n
konvergen ke -
2.
Penyelesaian :

= = +
= =
=

+ =



genap n
n
ganjil n
n
n
z
n
n
n
n
n
n
, 2
1
2 lim
, 2
1
2 lim
) 1 (
2 lim lim
2
2
2

Jadi 2 lim =

n
n
z .


Seperti halnya dalam barisan bilangan riil, pada bilangan kompleks berlaku
beberapa teorema berikut.

Teorema 5.1
Jika
n n n
y i x z + = dengan 9 e
n
x dan 9 e
n
y , maka
n
z
konvergen ke b i a z + = jika dan hanya jika
n
x konvergen
ke a dan
n
y konvergen ke b .

Teorema 5.2
Jika
n
z dan
n
w berturut-turut konvergen ke z dan w, dan
c konstanta kompleks, maka
1.
n n
w z + konvergen ke w z + .
2.
n
z c konvergen ke z c .
3.
n n
w z konvergen ke w z .
4.
n
z
1
konvergen ke
z
1
asalkan 0 =
n
z dan 0 = z
untuk setiap n .


b. Deret Bilangan Kompleks
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

19

Diberikan deret bilangan kompleks

=1 n
n
z dengan suku-suku deret yaitu
, , ,
3 2 1
z z z . Misalkan,

1 1
z S = merupakan jumlah suku pertama

2 1 2
z z S + = merupakan jumlah dua suku pertama

3 2 1 3
z z z S + + = merupakan jumlah tiga suku pertama


n n
z z z S + + + =
2 1
merupakan jumlah n suku pertama
Bilangan S menyatakan jumlah deret di atas apabila S S
n
n
=

lim . Jadi deret

=1 n
n
z konvergen ke S jika dan hanya jika S S
n
n
=

lim , dan ditulis S z
n
n
=

=1
.

Teorema
5.3

Diberikan deret bilangan kompleks

=1 n
n
z dengan
n n n
y i x z + = ,
n
x dan
n
y bilangan riil, maka berlaku sifat-sifat berikut :
1.

=1 n
n
z konvergen

=1 n
n
x dan

=1 n
n
y konvergen.
2.

=1 n
n
z konvergen 0 lim =

n
n
z .
3.

=1 n
n
z konvergen terdapat bilangan riil Msehingga
N n M z
n
e s , .
4.

=1 n
n
z konvergen

=1 n
n
z konvergen .


Seperti dalam deret bilangan riil, kekonvergenan deret

=1 n
n
z dapat diuji dengan
beberapa uji kekonvergenan berikut.
1.

=1 n
n
z konvergen 0 lim =

n
n
z .
0 lim =

n
n
z

=1 n
n
z divergen.
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

20

2.

=1 n
n
z konvergen

=1 n
n
z konvergen mutlak.

=1 n
n
z konvergen dan

=1 n
n
z divergen

=1 n
n
z konvergen bersyarat.

3.

=1 n
n
z konvergen mutlak

=1 n
n
z konvergen.

4. Uji Banding

n n
b z s dan

=1 n
n
b konvergen

=1 n
n
z konvergen.

n n
z a s dan

=1 n
n
a divergen

=1 n
n
z divergen.

5. Ratio Test
L
z
z
n
n
n
=
+

1
lim

=
>
<

=
gagal uji L
divergen z L
mutlak konvergen z L
n
n
n
n
, 1
, 1
, 1
1
1

6. Root Test
L z
n
n
n
=

lim

=
>
<

=
gagal uji L
divergen z L
mutlak konvergen z L
n
n
n
n
, 1
, 1
, 1
1
1

7. Deret Geometri
Bentuk umum : + + + =

=
2
1
1 q q q
n
n

Jika 1 < q maka deret konvergen.
Jika 1 > q maka deret divergen.

8. Deret p
Bentuk umum : + + + =

=
p p
n
p
n 3
1
2
1
1
1
1

Jika 1 < p maka deret konvergen.
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

21

Jika 1 s p maka deret divergen.




c. Deret Pangkat
Bentuk
Deret Pangkat
Deret pangkat dalam
0
z z berbentuk :
+ + + =

=
2
0 2 0 1 0 0
0
) ( ) ( ) ( z z a z z a a z z a
n
n
n

denga dengan z bilangan kompleks,
0
z bilangan kompleks sebarang
yang disebut pusat deret, , , ,
2 1 0
a a a konstanta kompleks
yang disebut koefisien deret.

Apabila 0
0
= z diperoleh bentuk khusus dari suatu deret pangkat dalam z yaitu
+ + + =

=
2
2 1 0
0
z a z a a z a
n
n
n

Untuk setiap deret pangkat
n
n
n
z z a ) (
0
0

=
terdapat bilangan tunggal dengan
s s 0 yang dinamakan jari-jari kekonvergenan deret. Sedangkan
=
0
z z disebut lingkaran kekonvergenan deret.

Teorema 5.4
Misal diberikan deret pangkat
n
n
n
z z a ) (
0
0

=
. Jika
=
+

1
lim
n
n
n
a
a
, dengan s s 0 maka adalah jari-jari
kekonvergenan.

Teorema 5.5
Misal diberikan deret pangkat
n
n
n
z z a ) (
0
0

=
.
Jika =

n
n
n
a
1
1
lim , dengan s s 0 maka adalah jari-
jari kekonvergenan.


Sifat jari-jari kekonvergenan deret pangkat.
1. Jika 0 = maka deret konvergen hanya di
0
z z = (pusat deret).
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

22

2. Jika < < 0 maka deret konvergen mutlak (atau konvergen ) untuk setiap
z dengan <
0
z z dan deret divergen untuk setiap z dengan >
0
z z .
3. Jika = maka deret konvergen mutlak (atau konvergen ) untuk setiap z
dengan <
0
z z .

Contoh 2
Tentukan pusat dan jari-jari kekonvergenan deret

=1
3
n
n
n
z
.
Penyelesaian :
Misal
3
1
n
a
n
= , pusat deret yaitu 0
0
= z .
1
1 3 3
lim
) 1 (
1
1
lim lim
3
2 3
3
3
1
=
+ + +
=
+
= =

+

n
n n n
n
n
a
a
n n
n
n
n

Oleh karena itu :
- deret konvergen pada 1 < z
- deret divergen pada 1 > z
Apabila 1 = z , maka


=

=
= =
1
3
1
3
1
3
1
n n
n
n
n
n n
z
n
z
(merupakan
deret p dengan 1 > p ), dan

=1
3
n
n
n
z
konvergen . Sehingga

=1
3
n
n
n
z
konvergen pada 1 = z .
Jadi, 1 = z konvergen pada 1 s z dan divergen pada 1 > z .









TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

23




d. Deret Taylor dan MacLaurin
Suatu fungsi ) (z f tidak dapat direpresentasikan dalam dua deret pangkat
dengan pusat deret yang sama. Apabila ) (z f dapat dinyatakan dalam deret
pangkat dengan pusat
0
z , maka deret tersebut tunggal. Setiap fungsi analitik dapat
disajikan dalam deret pangkat. Apabila ) (z f analitik di dalam lingkaran C maka
) (z f dapat disajikan dalam deret Taylor atau deret MacLaurin bergantung pada
pusat deretnya.


C

0
r ) (z f analitik di dalam C

0
z



Gambar 5.1 Lingkaran C dengan pusat deret
0
z


Deret Taylor Jika ) (z f analitik di dalam lingkaran C yang berpusat di
0
z
dan berjari-jari
0
r ( lihat Gambar 5.1 ), maka untuk setiap titik
z di dalam C berlaku
( )
n
n
n
z z
n
z f
z f z f
0
1
0
) (
0
!
) (
) ( ) ( + =

=
.
(5.1)
Persamaaan (5.1) disebut deret Taylor dari ) (z f di sekitar titik
0
z .

Deret
MacLaurin
Jika pada persamaan (5.1), 0
0
= z maka untuk setiap titik z di
dalam C berlaku
n
n
n
z
n
f
f z f

=
+ =
1
) (
!
) 0 (
) 0 ( ) ( . (5.2)
Persamaan (5.2) disebut deret MacLaurin dari ) (z f .

TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

24

Beberapa contoh deret MacLaurin.
1.

=
= + + + + =
0
3 2
! ! 3 ! 2
1
n
n
z
n
z z z
z e , < z
2.

=
+
+
= + =
0
1 2 5 3
! ) 1 2 (
) 1 (
! 5 ! 3
sin
n
n
n
n
z z z
z z , < z .
3.

=
= + =
0
2 4 2
! ) 2 (
) 1 (
! 4 ! 2
1 cos
n
n
n
n
z z z
z , < z .
4.

=
= + + + + =

0
4 2
1
1
1
n
n
z z z z
z
, 1 < z .
5.

=
= + + =
+
0
4 3 2
) 1 ( 1
1
1
n
n n
z z z z z
z
, 1 < z .


Contoh 3
Tentukan deret Taylor untuk
z
z f
1
) ( = di sekitar 1
0
= z .
Penyelesaian :
Titik singular ) (z f yaitu 0 = z . Dibuat lingkaran C dengan
pusat 1
0
= z dan jari-jari 1 ( 1 1 : = z C ), sehingga ) (z f
analitik di dalam C .
1 ) 1 ( ) (
0
= = f z f
1 ) 1 ( ' . 1 ) ( '
2
= =

f z z f
2 ) 1 ( ' ' . 2 ) ( ' '
3
= =

f z z f
6 ) 1 ( ' ' ' . 6 ) ( ' ' '
4
= =

f z z f

Menggunakan persamaan (5.1) diperoleh deret Taylor :
1 1 , ) 1 ( ) 1 ( ) 1 ( 1 ) (
3 2
< + + = z z z z z f
Cara lain : ( menggunakan deret MacLaurin )
( ) 1 1 , 1 ) 1 ( ) 1 ( 1
) 1 ( ) 1 (
) 1 ( 1
1
1
) (
3 2
0
< + + =
=
+
=
=

=
z z z z
z
z
z
z f
n
n
n





TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

25






e. Deret Laurent
Apabila ) (z f tidak analitik di
0
z , tetapi ) (z f analitik untuk setiap z di
dalam annulus
1 0 2
R z z R < < , maka ) (z f dapat diekspansi dalam deret
Laurent.
Deret Laurent
Jika ) (z f analitik di dalam annulus
2 0 1
R z z R < < , dan
C sebarang lintasan tertutup sederhana di dalam annulus
2 0 1
R z z R < < yang mengelilingi
0
z , maka untuk setiap
z di dalam
2 0 1
R z z R < < , ) (z f dapat dinyatakan
sebagai



=

=

+ =
1
0
0
0
) (
) ( ) (
n
n
n
n
n
n
z z
b
z z a z f
(5.2)
dengan
, 2 , 1 , 0 ,
) (
) (
2
1
1
0
=

=
} +
n dz
z z
z f
i
a
C
n
n
t

, 3 , 2 , 1 ,
) (
) (
2
1
1
0
=

=
} +
n dz
z z
z f
i
b
C
n
n
t


Persamaan (5.2) sering ditulis dengan

=
=
n
n
n
z z c z f ) ( ) (
0
(5.3)
dengan , 2 , 1 , 0 ,
) (
) (
2
1
1
0
=

=
} +
n dz
z z
z f
i
c
C
n
n
t


Ruas kanan persamaan (5.2) dan (5.3) disebut deret Laurent
) (z f dalam annulus
2 0 1
R z z R < < .
TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

26

Apabila ) (z f analitik untuk
2 0
R z z < , maka
!
) (
) (
) (
2
1
0
1
0
n
z f
dz
z z
z f
i
a
n
C
n
n
=

=
} +
t
dan 0
) (
) (
2
1
1
0
=

=
} +
C
n
n
dz
z z
z f
i
b
t
,
sehingga persamaan (5.2) menjadi deret Taylor
n
n
n
z z
n
z f
z f ) (
!
) (
) (
0
0
0
=

=
. Jadi
deret Taylor merupakan kejadian khusus dari deret Laurent.

Contoh 4 Tentukan deret MacLaurin dan deret Laurent dari

) 2 ( ) 1 (
1
) (

=
z z
z f
Penyelesaian :
) 2 (
1
) 1 (
1
) 2 ( ) 1 (
1
) (

=

=
z z z z
z f
Titik singular ) (z f yaitu 1 = z dan 2 = z .
Dibuat annulus 2 1 < < z , sehingga dapat diperoleh deret
MacLaurin untuk 1 < z dan deret Laurent untuk 2 1 < < z dan
2 > z .

a. Deret MacLaurin untuk 1 < z .
) (z f analitik untuk 1 < z , sehingga

1 ,
2
2
1
1
2
1
1
1
) 2 (
1
) 1 (
1
) (
0
1
0
< =
(
(

=


=
+

=
z
z
z
z
z z z
z f
n
n
n
n
n


b. Deret Laurent untuk 2 1 < < z .
) (z f analitik untuk 2 1 < < z .

) 2 (
1
) 1 (
1
) (

=
z z
z f .

z
z
z z z
z
z z
n
n
n
n
< =
<
(
(

|
.
|

\
|
=
(
(

=
+

=
1 ,
1
1
1
,
1 1
1
1
1 1
1
1
0
1
0

TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

27

=
+

=
< =
<
(
(

|
.
|

\
|
=
(
(

0
1
0
2 ,
2
1
2
,
2 2
1
2
1
1
2
1
2
1
n
n
n
n
n
z
z
z z
z
z

Jadi,

. 2 1 ,
2
1
) 2 (
1
) 1 (
1
) 2 ( ) 1 (
1
) (
0 0
1 1
< < =

=

=

=
+ +
z
z
z
z z z z
z f
n n
n
n
n


c. Deret Laurent untuk 2 > z .
) (z f analitik untuk 2 > z .

) 2 (
1
) 1 (
1
) (

=
z z
z f .

1 ,
1
1
1
,
1 1
1
1
1 1
1
1
0
1
0
> =
<
(
(

|
.
|

\
|
=
(
(

=
+

=
z
z
z z z
z
z z
n
n
n
n


=
+

=
> =
<
(
(

|
.
|

\
|
=
(
(

0
1
0
2 ,
2
1
2
,
2 1
2
1
1 1
2
1
n
n
n
n
n
z
z
z z z
z
z z

Jadi,

. 2 ,
2 1
) 2 (
1
) 1 (
1
) 2 ( ) 1 (
1
) (
0 0
1 1
> =

=

=

=
+ +
z
z z
z z z z
z f
n n
n
n
n


TUGAS MATEMATI KA TEKNI K I V
BARI S DAN DERET

28

KOMENTAR

Dengan menulis makalah ini saya mendapatkan manfaat sebagai berikut :
- Bisa menjelaskan arti barisan dan deret
- Bisa nenemukan rumus barisan dan deret aritmatika
- Bisa menemukan rumus barisan dan deret geometri
- Bisa menghitung suku ke-n dan jumlah n suku deret aritmetika dan deret geometri.
- Bisa mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan baris dan deret kompleks.
- Bisa merumuskan model matematika dari masalah baris dan deret kompleks.