Anda di halaman 1dari 10

Y. Joko Dwi N,S.Psi,M.

Psi,Psi

Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Keterbelakangan Mental (Retardasi Mental, RM) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang berada dibawah rata-rata disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri (berpelilaku adaptif), yang mulai timbul sebelum usia 18 tahun. Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo = kurang atau sedikit dan fren = jiwa) atau tuna mental

1. Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata-rata. IQ kira-kira 70 atau dibawahnya pada individu yang dilakukan test IQ. 2. Gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya komunikasi, kemampuan menolong diri sendiri, berumah tangga, sosial, pekerjaan, kesehatan dan keamanan. 3. Onsetnya sebelum berusia 18 tahun

1. 2. 3.

4.

Retardasi mental berat sekali IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental. Retardasi mental berat IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena retardasi mental. Retardasi mental sedang IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Sekitar 10 % dari orang yang terkena retardasi mental. Mengalami kelambatan dalam belajar berbicara dan keterlambatan dalam mencapai tingkat perkembangan lainnya (misalnya duduk dan berbicara). Retardasi mental ringan IQ sekitar 50-55 sampai 70. Sekitar 85 % dari orang yang terkena retardasi mental. Pada umunya anak-anak dengan retardasi mental ringan tidak dikenali sampai anak tersebut menginjak tingkat pertama atau kedua disekolah. Bisa mencapai kemampuan membaca sampai kelas 4-6.

Trauma (sebelum dan sesudah lahir) - Perdarahan intrakranial sebelum atau sesudah lahir - Cedera hipoksia (kekurangan oksigen), sebelum, selama atau sesudah lahir - Cedera kepala yang berat Infeksi (bawaan dan sesudah lahir) - Rubella kongenitalis - Meningitis - Infeksi sitomegalovirus bawaan - Ensefalitis - Toksoplasmosis kongenitalis - Listeriosis - Infeksi HIV

Kelainan kromosom - Kesalahan pada jumlah kromosom (Sindroma Down) - Defek pada kromosom (sindroma X yang rapuh, sindroma Angelman, sindroma Prader-Willi) - Translokasi kromosom dan sindroma cri du chat Kelainan genetik dan kelainan metabolik yang diturunkan - Galaktosemia - Penyakit Tay-Sachs - Fenilketonuria - Sindroma Hunter - Sindroma Hurler - Sindroma Sanfilippo - Leukodistrofi metakromatik - Adrenoleukodistrofi - Sindroma Lesch-Nyhan - Sindroma Rett - Sklerosis tuberosa

Metabolik - Dehidrasi hipernatremik - Hipotiroid kongenital - Hipoglikemia (diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik) Keracunan - Pemakaian alkohol, kokain, amfetamin dan obat lainnya pada ibu hamil - Keracunan metilmerkuri - Keracunan timah hitam Gizi - Malnutrisi Lingkungan - Kemiskinan - Status ekonomi rendah - Sindroma deprivasi.

Genetik Penyaringan prenatal (sebelum lahir) untuk kelainan genetik dan konsultasi genetik untuk keluarga-keluarga yang memiliki resiko dapat mengurangi angka kejadian RM yang penyebabnya adalah faktor genetik. Sosial Program sosial pemerintah untuk memberantas kemiskinan dan menyelenggarakan pendidikan yang baik dapat mengurangi angka kejadian RM ringan akibat kemiskinan dan status ekonomi yang rendah. Keracunan Program lingkungan untuk mengurangi timah hitam dan merkuri serta racun lainnya akan mengurangi RM akibat keracunan. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan efek dari pemakaian alkohol dan obatobatan selama kehamilan dapat mengurangi angka kejadian RM. Infeksi Pencegahan rubella kongenitalis merupakan contoh yang baik dari program yang berhasil untuk mencegah salah satu bentuk RM. Kewaspadaan yang konstan (misalnya yang berhubungan dengan kucing, toksoplasmosis dan kehamilan), membantu mengurangi RM akibat toksoplasmosis.

Mempergunakan dan mengembangkan sebaik-baiknya kapasitas yang ada. Memperbaiki sifat-sifat yang salah atau yang anti sosial. Mengajarkan suatu keahlian (skill) agar anak itu dapat mencari nafkah kelak.

1. Latihan rumah: pelajaran-pelajaran mengenai makan sendiri, berpakaian sendiri, kebersihan badan. 2. Latihan sekolah: yang penting dalam hal ini ialah perkembangan sosial. 3. Latihan teknis: diberikan sesuai dengan minat, jenis kelamin dan kedudukan sosial. 4. Latihan moral: dari kecil anak harus diberitahukan apa yang baik dan apa yang tidak baik.