Anda di halaman 1dari 8

Mata Pelajaran : Kimia Kelas : Oleh : Dra.

Detty Kurniaty (SMAN 3 Bandung)

GUGUS FUNGSI SENYAWA KARBON I


Standar Kompetensi 4. Memahami senyawa organik dan makromolekul menentukan yang mensintesa senyawa makromolekul serta kegunaannya. hasil reaksi

4.1. Mendiskripsikan struktur, cara penulisan, tata nama, sifat, kegunaaan dan identifikasi senyawa karbon

MATERI POKOK
Banyak senyawa karbon yang mempunyai kemiripan sifat yang dapat diketahui dari reaksireaksinya. Hal ini disebabkan oleh gugus fungsional yang terdapat dalam molekul senyawa karbon. Gugus fungsional adalah kelompok atom yang memberikan beberapa sifat kimia yang khas dari senyawa yang molekulnya mengandung gugus tersebut. Gugus fungsi senyawa karbon GUGUS - OH -OO - C-H O - CO - C OH O -COGOLONGAN Alkohol / alkanol Alkohol alkana (eter) Alkanal (aldehid) RUMUS UMUM R OH ROR O RC-H O RC-R O R C - OH O R COR

Alkanol (keton)

Asam karboksilat (asam alkanoat

Alkil alkanoat (ester)

A. ALKOHOL / ALKANOL Adalah senyawa karbon alifatik yang salah satu atom H dari alkananya diganti oleh gugus hidroksil (-OH) Rumus umum CnH2n+1 OH Molekul R OH Struktur

Nama alkohol merupakan deret homolog dengan mengganti akhiran ana (pada alkana) dengan akhiran -ol Contoh : C3H7OH = Propanol (Propil alkohol) Jenis-jenis alkohol : 1. Alkohol primer (gugus OH terikat pada atom C primer) Struktur R CH2 OH 2. Alkohol sekunder (gugus OH terikat pada atom C sekunder) Struktur : R C OH R 3. Alkohol tersier (gugus OH terikat pada atom C tersier) Struktur : R R C OH R Untuk membedakan alkohol primer, sekunder, dan tersier dapat dilakukan dengan oksidasi dengan oksidator / KmnO4, H2CrO4, K2CrO7 atau O2. Berdasarkan hasil oksidasi maka : 1. Alkohol primer jika atom C yang mengikat OH masih mempunyai 2 atom H 2. Alkohol sekunder jika atom C yang mengikat OH mempunyai 1 atom H 3. Alkohol tersier jika atom C yang mengikat OH tidak mempunyai atom H Sifat-sifat alkohol 1. Semua alkohol berwujud cair pada suhu normal dengan massa jenis sekitar 0,8 gr cm. 2. Mempunyai titik didih yang tinggi 3. Dapat larut dalam air 4. Dapat bereaksi dengan natrium membentuk Na alkoksida (2CH3ONa) dan gas hidrogen Contoh : 2CH3OH + 2Na 2CH3ONa + H2 metanol 5. Dapat bereaksi dengan fasfor trihalida membentuk alkil halida. 3C2H5OH + PCl3 3C2H5Cl + H3PO3 6. Bila alkohol dan H2SO4 dipanaskan bersama dapat mengalami reaksi dehidrasi yang dapat menghasilkan eter dan alkena 7 Dapat bereaksi dengan asam karbosilat membentuk ester Tata Nama Alkohol 1. Rantai karbon terpanjang merupakan nama alkohol dan harus mengikat gugus hidroksil (OH) 2. Atom C yang mengikat OH harus mempunyai nomor serendah mungkin 3. Rantai C cabang harus diberi nomor sedekat mungkin terhadap atom C yang mengikat gugus hidroksil (-OH) Contoh :

CH3 CH2 CH - CH3 OH

(2-butanol)

CH3 CH CH2 OH (2metil-1-propanol) CH3

Kegunaan Alkohol Senyawa-senyawa alkohol digunakan sebagai pelarut, pembersih karat logam, bahan baku parfum, bahan baku spirtus, bahan baku rayon, obat anti septik, campuran minuman keras, bahan bakar (gasohol = bensin + etanol), bahan baku serat sintetik, dan lain-lain Pembuatan Alkohol Pembuatan alkohol dalam bidang industri dibuat dengan mereaksi gas CO dengan gas H2 pada tekanan 200 atm dan suhu 400o CO(g) + 2H2(g) Cr2O4ZnO CH3OH (metanol) Cara lain yang digunakan untuk memperoleh alkohol (etanol) adalah dengan cara fermentasi (peragian) pada beberapa bahan yang mengandung karbohidrat. 2(C6H10O5)n + nH2O Amilum
enzim diastase

nC12H22O11

maltosa 2C6H12O6 glukosa

C12H22O11 + H2O enzim maltase Maltosa

C6H12O6 enzim zimase 2C2H5OH + 2CO2 Glukosa etanol Polialkohol Polialkohol adalah senyawa yang mengandsung lebih dari satu gugus OH terdiri dari : Etilen glikol, dibiat dari oksidasi etena dan proses hidrolisis pada suhu 250oC dengan katalis logam perak. CH2 = CH2 (O) + H2O CH2OH CH2OH Etilen glikol, digunakan sebagai campuran air radiator kendaraan bermotor agar tidak membeku pada suhu di bawah 0oC dan merupakan bahan baku serat sintetik (tetoron). Gliserol, dihasilkan reaksi pembuatan sabun yang digunakan sebagai pelarut obat-obatan dan kosmetika dan merupakan bahan baku bahan peledak nitrogliserin CH2 OH

CH OH CH2 OH (gliserol) Isomer Alkohol Alkohol mempunyai keisomeran posisi dan isomer optik. Contoh isomer posisi Alkohol. OH CH3 CH2 CH2 OH dengan CH3 CH CH3 1- propanol 2-propanol

Contoh isomer optik alkohol d-2-butanol OH CH3 CH2 C CH3 H l-2-butanol H CH3 CH2 C CH3 OH

B. ETER (Alkoksi Alkana) Adalah senyawa karbon dimana terdapat gugus fungsi O terikat pada dua gugus alkil yang sama atau berbeda CnH2n+1 O CnH2n+1 Molekul ROR struktur

Rumus-rumus eter

Contoh : CH3 O CH3 = metoksimetana (dimetil eter) Sifat-sifat eter 1. Mudah menguap dan sukar larut dalam air 2. Sukar bereaksi sehingga sering digunakan sebagai pelarut organik 3. Dapat bereaksi dengan asam-asam halida (Hl dan HBr) membentuk alkohol dan alkil halida ROR+ H ROH + Eter asam halida alkohol RX alkil halida

Gugus alkil panjang membentuk alkohol dan gugus alkil yang pendek membentuk alkil halida Tata Nama Eter 1. Etoksi etana digunakan sebagai pelarut dan obat bius. 2. Metil tertier butil eter (MTB) digunakan untuk menggantikan TEL dalam bensin

Isomer Eter Eter merupakan isomer fungsi dari alkohol karena mempunyai molekul yang sama (atom C dan atom H) Yaitu : CnH2n+2 + O Contoh : CH3 O CH2 CH2 CH3 CH3 C O CH2 CH3 CH3 O CH CH3 CH3 Metil propil Eter Dietil Eter Metil isopropil Eter

C. REAKSI IDENTIFIKASI UNTUK MEMBEDAKAN ALKOHOL DAN ETER.

ALKOHOL 1. Bereaksi dengan logam Na R O H + Na R O Na + H2 2. Bereaksi dengan PX3 R OH + PX3 R X + P(OH) 3 3. Dapat dioksidasi oleh K2Cr2O7 lingkungan asam Alkohol primer + (O) aldehid + air Aldehid + (O) asam alkanoat

ETER 1. Tidak bereaksi dengan logam Na R O R + Na /

2. Tidak berteaksi dengan PX3 R O R + PX3 / 3. Tidak dapat dioksidasi R O R + (O) /

LATIHAN.
A. Silanglah (X) pada huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang dianggap paling benar 1. Senyawa karbon alifatik yang salah satu atom H dari alkananya diganti oleh gugus hidroksil (-OH) disebut : ...... a. alkoksi d. alkanoat b. alkanol e. Alkil alkanoat c. alkanon 2. Rumus umum alkohol adalah ....... a. molekul CnH2n+1 OH CnH2n+1 struktur R OH CnH2n+1 O ROR

d. Molekul struktur

b. molekul struktur c. molekul struktur

CnH2n+1 OH ROR CnH2n+1 O CnH2n+1 ROR

e. Molekul struktur

CnH2n+1 COOH O R C OH

3. Nama senyawa untuk CH3OH adalah ....... a. etanol b. etil alkohol c. propanol

d. Propil alkohol e. Metil alkohol

4. Berdasrkan hasil oksidasi, maka Alkohol Tersier adalah ..... a. Jika atom C yang mengikat OH masih mempunyai 2 atom H b. Jika atom C yang mengikat OH masih mempunyai 3 atom H c. Jika atom C yang mengikat OH masih mempunyai 1 atom H d. Jika atom C yang mengikat OH tidak mempunyai atom H e. Jika atom C yang mengikat OH masih mempunyai 4 atom H 5. Berikut adalah sifat-sifat alkohol, kecuali ...... a. mempunyai titik didih rendah b. semua alkohol berwujud cair pada suhu normal c. dapat larut dalam air d. bereaksi dengan fosfor trihalida membentuk alkil halida e. bereaksi dengan asam karbosilat membentuk ester 6. Senyawa 2 butanol dirumuskan : a . CH3 CH CH2 OH CH3 b. CH3 CH - CH2 OH CH3 c. CH3 CH2 CH CH OH 7. Gasohol adalah bahan bakar yang merupakan perpaduan antara ...... a. bensin + solar d. Premix + solar b. solar + etanol e. Bensin etanol c. bensol + solar 8. Eter adalah :...... a. senyawa karbon yang dimana terdapat gugus fungsi O terikat pada dua gugus alkil yang sama atau yang berbeda b. senyawa karbon yang mempunyai gugus aldehid c. senyawa karbon yang terdapat gugus karbonil (- CO - ) d. senyawa karbon yang terdapat gugus karboksil e. senyawa karbon yang diperoleh dari reaksi antara asam karbohidarat dan alkohol d. CH3 CH2 CH CH OH e. OH CH3 CH2 CH

9. Eter dapat bereaksi dengan asam-asam halida membentuk ....... a. aldehid dan alkohol d. Alkohol dan alkil halida b. alkanon dan aldehid e. Alkil halida dan alkanon c. alkohol dan alkanon 10. Eter merupakan isomer fungsi dari alkohol karena mempunyai rumus molekul yang sama yaitu .... a. CnH2n+1 O d. CnH2n+1 + O b. CnH2n+2 O c. CnH2n+2 + O 11. Berikut yang bukan merupakan sifat eter adalah .. a. lebih mudah menguap dibandingkan alkohol b. mudah terbakar c. merupakan pelarut yang kurang baik untuk senyawa kovalen d. bereaksi dengan H membentuk alkohol dan halo alkana e. bersifat membius 12. Polialkohol adalah ..... a. alkohol yang memiliki satu gugus fungsional OH b. alkohol yang mempunyai lebih dari satu gugus fungsional OH c. alkohol yang mempunyai banyak (lebih dari 3) gugus fungsional OH d. alkohol yang mempunyai sedikit gugus fungsional OH e. alkohol yang mempunyai dua gugus fungsional OH 13. Alkohol yang berfungsi sebagai desinfektan adalah ...... a. etanol 60 % d. etanol 50 % b. etanol 70 % e. etanol 40 % c. etanol 80 % 14. Alkohol dengan logam natrium menghasilkan ...... a. gas hidrogen dan natrium alkanoat b. hanya gas hidrogen c. hanya natrium alkanoat e. CnH2n

d. ester e. Ester dan halo alkana

15. Eter bersifat membius tetapi kurang baik digunakan sebab ...... a. mudah terbakar d. Tidak mudah bereaksi b. mudah menguap e. Butuh waktu lama untuk bekerja c. mudah terbakar dan menguap

PENUGASAN
A. Isilah titik-titik di bawah ini dengann singkat dan benar 1. Pada jenis-jenis alkohol, gugus OH terikat pada atom C primer disebut ......

2. Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ...... 3. Senyawa-senyawa yang mengandung lebih dari satu gugus OH disebut 4. Isomer yang dimiliki alkohol ..........dan ....... 5. MTB digunakan untuk ......... 6. Bahan bakar campuran bensin + etanol disebut ...... 7. Eter nama lainnya ........ 8. Eter yang digunakan sebagai pelarut dan obat bius disebut ...... B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar! 1. Mengapa eter dikatakan isomer fungsi dari alkohol ? Jawab ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 2. Jelaskan metode fermentasi untuk membuat minuman yang mengandung alkohol ! Jawab ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 3. Mengapa TEL diganti dengan MTBE ? Jawab .................................................................................................................................