Anda di halaman 1dari 0

1

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
1.1. Jenis Metodologi Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan
Metode Deskriptif Korelasional, yaitu suatu model penelitian yang
menitikberatkan pada masalah atau peristiwa yang sedang berlangsung
dengan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang situasi dan kondisi
yang ada. Selain itu juga penelitian ini mampu untuk melukiskan variabel
demi variabel, satu demi satu.
Metode deskriptif ini digunakan untuk melukiskan secara
sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu.
Metode korelasional digunakan untuk; (1) Mengukur hubungan diantara
berbagai variabel, (2) Meramalkan variabel tidak bebas dari pengetahuan
kita tentang variabel bebas, (3) Meratakan jalan untuk membuat rancangan
penelitian experimental.
Pendekatan yang dilakukan di dalam penelitian ini adalah bentuk
pendekatan kuantitatif yaitu melaksanakan penelitian dengan cara yang
sistematis, terkontrol dan empiris. Penelitian kuantitatif ini lebih
menekankan kepada cara pikir yang lebih positif yang bertitik tolak dari
fakta sosial yang ditarik dari realitas objektif. Penelitian kuantitatif adalah
penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan
(skor atau nilai, peringkat, dan frekuensi) yang dianalisis dengan
2
menggunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis
penelitian yang sifatnya spesifik, dan untuk melakukan prediksi bahwa
suatu variabel tertentu mempengaruhi variabel yang lain.
1.2. Populasi dan Sampel
Ada beberapa pengertian populasi menurut ahli :
Menurut (Sugiyono; 2002:55) dalam buku Statistika Untuk
Penelitian menyatakan bahwa :
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari; objek atau
subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, dan kemudian ditarik suatu
kesimpulan.
Menurut (Suharsimi Arikunto Prof. Dr.; 2002:108) Dalam bukunya
Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek mengatakan bahwa :
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang
ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka
penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya
juga disebut studi populasi atau studi sensus.
Menurut Nawawi (1983:144) menyatakan bahwa :
Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik berupa
hasil perhitungan maupun ukuran, kuantitatif maupun kualitatif pada
karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap dan jelas.
Dari pengertian di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa
3
populasi merupakan jumlah keseluruhan dari sampel.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasinya adalah warga rw 02
Petukangan Selatan. Alasan pengambilan populasi adalah untuk
mendapatkan hasil yang sejalan dengan tujuan penelitian ini, sehingga
dapat memberi masukan kepada pihak-pihak yang berkaitan.
Beberapa pengertian sampel menurut para ahli yaitu :
Menurut (Suparman, 1989;5-7) menyatakan bahwa :
Sampel adalah pendekatan bersifat analisis kuantitatif yaitu
mengumpulkan data dengan cara mencacah dan pengukuran dengan
menggunakan satuan hitungan. Dengan demikian data yang dikumpulkan
dapat dibuat klasifikasi secara kuantitatif.
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-
cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap
yang dianggap bisa mewakili populasi. Dengan kata lain sampel adalah
sebagian atau wakil populasi yang dapat diteliti (Hasan, 2002:58).
Menurut Suharsimi Arikunto, Prof. Dr.; (Arikunto 2002,109)
Dalam bukunya Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek,
mengatakan bahwa:
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.
Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk
menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Yang dimaksud dengan
menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai
4
suatu yang berlaku bagi populasi.
Menurut Nawawi (1997:44) menyatakan bahwa
Sample adalah sebagian dari populasi yang menjadi sumber data
sebenarnya dalam suatu penulisan, sebagian individu yang diselidiki itu
sebagai sampel atau contoh.
Dalam hal ini, peneliti memutuskan bahwa penarikan sampel
penelitian dilakukan dengan cara simple random sampling (sampling acak
sederhana) dimana sampel dipilih secara acak dari jumlah yang telah
ditentukan.
Dalam penarikan sampel maka jumlahnya harus representatif untuk
mengetahui nantinya hasilnya bisa digeneralisasi. Populasi penelitian ini
adalah warga rw 02 Petukangan Selatan, Jakarta Selatan yang berjumlah
600 orang.
Untuk memenuhi persyaratan tersebut maka dalam penentuan
jumlah sampel penulis menggunakan rumus Perhitungan Taro Yamane.
Digunakan rumus ini karena populasi yang didapat lebih dari 500 orang.
Dalam buku Metode Penelitian Komunikasi (Rakhmat 1984, 82)
cara lain untuk menghiting ukuran sampel didasarkan pada pendugaan
proporsi populasi. Misalnya berapa persen dari populasi menonton televisi
berapa persen tidak. Rumus yang sederhana untuk ini ialah :
n = N
Nd + 1
n = 600
5
600 (0,1) + 1
n = 600
7
n = 85,7 dibulatkan menjadi 86 orang.
Keterangan:
n = besarnya ukuran sampel
N = besaran populasi
d = presisi yang diinginkan untuk diambil 10%
Sampel diambil dari total populasi sebagai wakil dari total
populasi. Maka dari itu sampel yang didapat dari populasi warga rw 02
sebanyak 600 orang adalah 86 orang sampel. Untuk teknik penarikan
sampel, penulis menggunakan Simple Random Sampling. Yaitu dengan
cara mengundi secara acak nomor atau angka yang keluar dan itulah yang
dijadikan sampel, yaitu sebanyak 86 orang.
3.3. Metode Pengumpulan Data
Ada dua jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data
sekuder :
1. Data Primer
Data primer adalah data yang akan diteliti, dimana objek yang akan
6
diteliti dan dikumpulkan secara langsung. Data tentang informasi
yang didapat dari responden yaitu : Pemberian Beasiswa PT. Astra
Honda Motor dengan Opini Warga Rw 02 Petukangan Selatan, yang
meliputi :
a. Wawancara
Yaitu mengadakan interview atau wawancara dengan masyarakat
yang dimaksudkan untuk mendapatkan data berupa keterangan
atau informasi serta pendapat yang kompeten. Digunakan juga
untuk melengkapi teori-teori yang suda ada.
b. Observasi
Yaitu mengumpulkan data dengan cara mengamati objek yang
akan diteliti secara langsung.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data penunjang penelitian yang diperoleh dari
berbagai sumber untuk melengkapi penelitian. Penelitian kepustakaan
dengan mengamati dan meneliti berbagai buku yang ada hubungannya
dengan masalah yang diteliti untuk mendapatkan teori-teori yang
diperlukan agar dapat melengkapi data dalam penelitian.
a. Angket atau Kuisioner
Yaitu suatu cara mengumpulkan data dengan menyebarluaskan
daftar pertanyaan yang digunakan oleh peneliti kepada responden
demi mendapatkan jawaban tertulis dengan harapan akan
7
memberikan respon terhadap pertanyaan tersebut, dimana dalam
hal ini respondennya adalah Warga Rw 02 Petukangan Selatan
yang diminta untuk mengisi angket.
b. Kepustakaan
Yaitu cara mengumpulkan data untuk membandingkan antara teori-
teori yang ada dengan yang ada dilapangan. Penelitian ini
dilakukan dengan mencari buku-buku, sumber-sumber tertulis
lainnya seperti website dari internet yang pastinya relevan dengan
objek yang diteliti.
3.4. Metode Analisis Data
Untuk mengolah data hasil angket, penulis menggunakan teknik
analisis data kuantitatif. Setelah itu data dikumpulkan dan dilakukan
pemeriksaan apakah responden telah mengisi angket dengan benar,
kemudian dilakukan pengkodean, yaitu memberikan hasil tertentu pada
data yang telah diperiksa untuk menyederhanakan jawaban responden.
Setelah itu diedit, diklasifikasi, sesuai jenis dan tingkatannya dan
kemudian dihitung. Berikutnya data dianalisis berdasarkan klasifikasi
jawaban yang dijabarkan dalam bentuk-bentuk laporan berupa tabel yang
menggunakan sistem persentase, dan kemudian diinterpretasikan
jawabannya terhadap masalah penelitian. Perhitungan keseluruhannya
penulis dalam penelitian ini menggunakan rumus Korelasi Karl Pearson
8
Product Person.
Teknik analisis yang digunakan penulis adalah analisis deskripif,
yang selanjutnya diolah dan dianalisis secara korelasional inferensial yang
kemudian disajikan secara sistematis serta faktual dan akurat mengenai
fakta-fakta dari suatu variabel, yaitu sebagai berikut :
1. Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif adalah teknik yang digunakan untuk
meringkas dan mendeskripsikan data yang dikumpulkan lewat sampel
yang diobservasikan. Metode deskriptif analisis yaitu suatu model
penelitian yang menitikberatkan pada masalah atau peristiwa yang
sedang berlangsung dengan memberikan gambaran yang lebih jelas
tentang situasi dan kondisi yang ada. Metode analisis deskriptif
dilakukan dengan distribusi frekwensi, kategorisasi data.
2. Analisis Inferensial
Analisis inferensial merupakan cara yang digunakan untuk
menarik kesimpulan dari data-data yang diperoleh melalui jawaban-
jawaban dari hasil penelitian terhadap responden. Analisis data
menggunakan analisis korelasional Karl pearson product moment,
pada korelasi ini dijelaskan arah hubungan antara variabel yang satu
dengan variabel yang lain, yaitu hubungan antara pemberian beasiswa
PT. Astra Honda Motor dengan opini warga rw 02 Petukangan
Selatan, dengan rumus sebagai berikut:
9
Rumus :
n xy ( x ) ( y )
r
XY
=
{n x - (x ) } {n y - (y ) }
Keterangan :
Rxy : Koefisien Korelasi Tunggal
x : Jumlah skor dalam sebaran x
y : Jumlah skor dalam sebaran y
xy : Jumlah hasil kali skor x dengan skor y yang berpasangan
x : Jumlah skor yang dikuadratkan dari x
y : Jumlah skor yang dikuadratkan dari y
n : Banyaknya subjek skor x dan skor y yang berpasangan
Nilai koefisien korelasi digunakan sebagai pedoman untuk
menentukan suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak dalam suatu
penelitian.
Dengan demikian secara keseluruhan kebenaran data-data maupun
faktor-faktor yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan.
3.5. Waktu dan Lokasi Penelitian
Tempat penelitian dilakukan di lingkungan Rw 02 Kelurahan
Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Sedangkan waktu penelitian atau riset
dilakukan pada bulan September 2008.