Anda di halaman 1dari 0

BAB IV

METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Desain penelitian ini merupakan wadah menjawab pertanyaan penelitian atau
menguji kesahan hipotesis. Desain penelitian ini analisis kuantitatif dengan metode
Cross Sectional, dimana variabel bebas yaitu Hubungan persepsi pasangan usia subur
(PUS) dan variabel terikat yaitu Partsipasi Program Keluarga berencana (KB).
Keuntungan metode Cross Sectional ini adalah kemudahan dalam melakukan
penelitian, sederhana, ekonomis dalam hal waktu dan hasilnya dapat diperoleh
dengan cepat. Penelitian ini dilakukan melalui tahap penyebaran kuesioner kepada
para Pasangan Usia Subur (Arikunto, 2007)
B. Lokasi dan waktu penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi yang dipilih menjadi tempat penelitian adalah Pasangan Usia Subur di
Kelurahan Gandul Kecamatan Cinere Kota Depok Jawa Barat :
Untuk memperoleh data yang valid, sesuai dengan obyek yang dibutuhkan.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2011 s/d Juni 2011
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Notoatmojo (2005), populasi adalah keseluruhan obyek penelitian
atau obyek yang diteliti. Populasi penelitian ini adalah Pasangan usia subur di Rw
06 Kelurahan Gandul Kecamatan Cinere Kota Depok sebanyak 484 Pasangan
Usia Subur.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian
jumlah dari karekteristik yang dimiliki oleh populasi (Azis Alimul Hidayat,
2008).
Menetapkan besarnya atau jumlah suatu penelitian tergantung pada dua
hal yaitu : pertama, adanya sumber-sumber yang digunakan untuk batas maksimal
dari besarnya sampel. Kedua, kebutuhan dari rencana analisis yang menentukan
batas maksimal dari besarnya sampel. Misalnya keterbatasan jumlah wawancara
atau pengumpulan data dan keterbatasan sumber-sumber daya pendukung yang
lain menurut hanya jumlah sampel kecil.
Lain pihak, agar memungkinkan hasil yang dapat dipercaya dari analisis tabel
silang, serta memberikan ketetapan dari perkiraan proporsi yang diinginkan dan
melakukan uji kemaknaan perbedaan-perbedaan proporsi tersebut diperlukan
jumlah sampel yang cukup besar untuk penghitungan minimum besarnya sampel
yang dibutukan bagi ketepatan (accurancy) penelitian ini menggunakan rumus
untuk populasi kecil atau lebih kecil 10.000 (Notoadmojo, 2005).
Rumus : n =
Keterangan :
N : Besar Populasi
N
1 + N (d
2
)
n : Besar sampel
d : Penyimpangan terhadap populasi/derajat ketepatan yang diinginkan (0,05)
Dari hasil pendataan 484 orang, jumlah populasi sebanyak :
Jadi jumlah sampel yang digunakan yaitu sebesar 219 orang
Tehnik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah
diambil secara systematic random sampling di mana teknik ini pengambilan
sampel secara acak sistematis, yaitu dengan cara membagi jumlah atau anggota
populasi dengan jumlah perkiraan jumlah sampel yang diinginkan dan hasilnya
adalah interval sampel (Azis Hidayat, 2008)
Tabel 4.1
Daftar Sampel per RT
No RT
Jumlah
Jumlah Sampel
n = 484
1 + 484 x (0,05
2
)
= 484
1 + 484 x 0.0025
= 484
1 + 1,21
= 484
2,21
= 219 ORANG
Populasi (PUS)
1 I 84 84 X 219
484
2 II 75 75 X 219
484
3 III 90 90 X 219
484
4 IV 73 73 X 219
484
5 V 84 84 X 219
484
6 VI 78
78 X 219
484
Kriteria inklusi merupakan kriteria di mana subyek penelitian mewakili
penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel. Adapun kriteria inklusi adalah
sebagai berikut :
1. Responden Pasangan Usia Subur di kelurahan Gandul
= 38
= 34
= 41
= 33
= 38
= 35
2. Wanita Pasangan Usia Subur (15-49 tahun)
3. Bisa baca dan tulis
4. Pasangan Usia Subur bersedia menjadi responden dan berdomisili di RW 06
Kelurahan Gandul Kecamatan Cinere Kota Depok.
Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subyek penelitian tidak dapat
mewakili sampel karena tidak mewakili syarat sebagai sampel penelitian. Kriteria
eksluki dalam penelitian ini adalah :
1. PUS selain Kelurahan Gandul Kecamatan Cinere Kota Depok
2. PUS tidak bersedia menjadi responden
D. Cara Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data dengan menggunakan koesioner. Pengumpulan data
dalam penelitian ini dikumpulkan melalui :
1. Meminta surat izin penelitian di kampus UPN Veteran Jakarta.
2. Menyerahkan surat izin kepada kepala Kelurahan Gandul Kecamatan Cinere Kota
Depok .
3. Penyebaran kuesioner dilakukan secara systemtic random sampling dan pada saat
dilapangan peneliti menyebarkan kuesioner.
4. Menjelaskan pada pasangan usia subur (wanita) tentang tujuan dan manfaat
penelitian dan meminta ketersediaannya untuk menjadi responden
5. Membagikan kuesioner kepada responden
6. Memberikan waktu 20 menit untuk pengisian.
7. Setelah semua pertanyaan diisi lembar kuesioner diambil atau dikumpulkan oleh
peneliti.
E. Etika Penelitian
1. Informed Consent
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan
responden peneliti dengan memberikan lembaran persetujuan untuk menjadi
responden. Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan
tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika responden tidak bersedia, maka
peneliti harus menghormati hak responden. Beberapa informasi yang harus ada
dalam informed consent tersebut antara lain : partisipasi responden, tujuan
dilakukannya tindakan, jenis data yang dibutuhkannya, komitmen, prosedur
pelaksanaan, potensial masalah yang akan diteliti, manfaat, kerahasiaan, informasi
yang mudah dihubungi dan lain-lain.
2. Anonymity (tanpa nama)
Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan
jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau
mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan
kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yangakan disajikan.
3. Kerahasiaan (confidentiality)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan
kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya.
Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti,
hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.
F. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini instrumen penelitian yang digunakan sebagai
pengumpul data berupa kuesioner. Koesioner tediri dari 3 bagian. Pertama berisi
data biodata subjek, kedua berisi pertanyaan untuk mengetahui persepsi Pasangan
Usia Subur (PUS), ketiga berisi pertanyaan untuk mengetahui Partisipasi Program
Keluarga Berencana (KB).
Kuesioner ini disi oleh responden, jika responden kesulitan peneliti akan
menjelaskan tanpa mengarahkan jawaban. Pertanyaan kuesioner ada yang bersifat
positif dan negatif.
G. Uji Validitas dan Reabilitas
Menurut Notoatmojo (2005), suatu instrumen dikatakan valid apabila instrument
tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk mengukur validitas ini
menggunakan product moment corelation. Standar yang digunakan untuk menentukan
valid atau tidaknya suatu instrument penelitian umumnya adalah perbandingan antara
nilai r hitung dengan r tabel pada taraf kepercayaan 95% atau tingkat signifikan 5%.
Data dikatakan valid apabila r hitung lebih besar dari r tabel. (Sutanto pryo hastono,
2001).
Adapun rumus product moment :
Rumus Pearson Product Moment :
r
hitung =
Keterangan :
r
hitung =
Koefisien korelasi
n = Jumlah responden
n ( X Y ) ( X ).( Y )
{n. X
2
( X)
2
}.{n. Y
2
( Y)
2
}
X = Skor yang diperoleh subjek dalam setiap item
Y = Skor yang diperoleh subjek dalam setiap item
X
i
= Jumlah skor item
X
i
= Jumlah skor total (idem)
X
2
= Jumlah kuadrat masing-masing skor X
Y
2
= Jumlah kuadrat masing-masing skor Y
= Jumlah perkalian variabel XY
Uji koesioner dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada orang
yang mempunyai karakteristik hampir sama dengan responden. Uji coba
dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman responden terhadap
penyataan-penyataan dan validitas pernyataan dari koesioner yang telah dibuat.
Dalam penelitian ini untuk di uji instrumen dilakukan pada 30 responden. Nilai r
tabel untuk untuk n = 30 adalah 0,361 jadi untuk corrected item total correlation
nilai 0,361 dinyatakan tidak valid dan dikeluarkan dari koesioner untuk penelitian
selanjutnya.
Reabilitas berhubungan dengan konsistensi, suatu instrumen penelitian
disebut relaibell apabila instrumen tersebut konsisten dalam memberikan
penilaian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai
pengumpul data, karena instrumen tersebut sudah baik dan untuk mengukur
reabilitas menggunakan metode Alpha-Cronbach. Tingkat reabilitas dengan
metode Alpha-Cronbach diukur berdasarkan skala alpha 0 samapi dengan 1.
Apabila skala tersebut dikelompokkan kedalam 5 kelas dengan range yang sama,
mka ukurn kemantapan alpha dapat diinterpretasikan seperti rumus ( Arikunto,
2007).
XY
Cronbacha Alpha diperoleh dengan rumus :
Tabel 4.2 Tingkat Reabilitas Berdasarkan Nilai Alpha
Alpha Tingkat Reabilitas
0.0-0,20 Kurang reliebel
>0,20-0,40 Agak reliebel
>0,40-0,60 Cukup reliebel
>0,60-0,80 Reliebel
>0,80-1,00 Sangat reliebel
Dalam penelitian ini untuk uji instrumen dilakukan pada 30 responden.
Dimana merurut arikunto (2007), bahwa uji coba instrument pada responden
sudah menjadi kelaziman ilmiah. Bahwa uji coba instrument sebaiknya paling
sedikit 30 responden, dengan ciri responden adalah karena kaidah umum
penelitian, jumlah responden 30 adalah batas jumlah antar sedikit banyak, dengan
pengertian bahwa data diatas 30, kurvanya akan mendekati kurva normal dengan
pengertian kurva normal adalah merupakan suatu fenomena universal mengenai
fenomena ciri atau sifat alami yang normal. Dalam pengolahan data dapat
dilakukan secara manual atau menggunakan SPSS versi 13.0.
=
N
N - 1

2
item
1

2
total
Dari hasil uji reabilitas dengan program SPSS 13.0 didapatkan nilai
Alpha Cronbach 0.920 sehingga menurut tabel diatas nilai ini sangat reliable dan
layak untuk disebarkan kepada responden.
H. Pengolahan data
Setelah pengumpulan data, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah
pengolahan data yang bertujuan untuk mengetahui secara jelas sifat yang dimiliki
oleh data yang telah dikumpulkan :
1. Editing (memeriksa)
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang
diperoleh atau dikumpulkan. Tahap editing dilakukan pemeriksaan kuesioner
yang telah dikumpulkan, dalam melakukan editing ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan yaitu :
a. Memeriksa Kelengkapan Data
Pemeriksaan kelengkapan kuesioner, apakah semua pertanyaan yang diajukan
telah dijawab dengan lengkap dan benar.
b. Memeriksa kesinambungan Data
Memeriksa apakah semua data berkesinambungan atau tidak, dalam arti
tidak ditemukan data atau keterangan yang bertentangan antara satu dengan
yang lainnya.
c. Memeriksa Keseragaman Data
Memeriksa apakah ukuran yang dipergunakan dalam mengumpulkan data
telah seragam atau tidak.
2. Coding (memberi tanda kode)
Coding merupakan kegiatan pemberiaan kode numerik (angka) terhadap
data yang terdiri atas beberapa kategorik. Coding sanagat diperlukan mengingat
data yang dikumpulkan banyak macamnya karena cara pengumpulan data
menggunakan pertanyaan yang bersifat tertutup oleh karena itu cara yang
ditempuh ialah diberikan simbol-simbol tertentu, misalnya beberapa angka, untuk
setiap jawaban.
3. Sorting
Sorting adalah mensortir dengan memilih atau menggelompokkan data
menurut jenis yang dikehendaki (klasifikasi data).
4. Entri data
Data entri adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan ke
dalam master tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi
frekuensi sederhana atau bisa juga dengan membuat tabel kontigensi. Jawaban-
jawaban yang sudah diberi kode kategori kemudian dimasukkan dalam tabel
dengan cara menghitung frekuensi data.
5. Cleaning
Cleaning adalah proses pembersihan ulang yang dilakukan untuk
memeriksa apakah data yang dimasukkan tersebut sudah layak untuk dianalisis.
Contohnya adalah dengan memeriksa kelengkapan data yang dibutukan dalam
penelitian ini.
6. Tabulasi langsung
Sistem pengolahan data langsung yang ditabulasi oleh koesioner. Ini juga
metode paling sederhana bila dibandingkan dengan metode yang lain. Tabulasi ini
dilakukan dengan memasukkan data dari koesioner ke dalam kerangka tabel yang
telah disiapkan, tanpa proses perantara yang lain. Tabulasi langsung biasanya
dilakukan dengan sistem tally yaitu cara menghitung data menurut klasifikasi
yang telah ditentukan. Cara lain adalah koesioner dikelompokkan menurut
jawaban yang diberikan, kemudian dihitung jumlahnya, lalu dimasukkan ke
dalam tabel yang telah disiapkan. Dengan cara ini kemungkinan salah karena lupa
dapat diatasi. Kelemahannya adalah pengaturannya menjadi rumit bila jumlah
klasifikasi dan sampelnya besar.
7. Komputer
Untuk mengolah data dengan komputer peneliti terlebih dahulu perlu
menggunakan program tertentu, baik yang sudah tersedia maupun program yang
sudah dipersiapkan secara khusus dapat ditambahkan bahwa dalam ilmu-ilmu
sosial banyak sekali digunakkan SPSS (Statistic Program for Sosial Science ).
Dengan menggunakan program tersebut dapat dilakukan tabulasi sederhana,
tabulasi silang, regresi, kolerasi, analisa faktor dan berbagai tes statistik.
Penyajian data :
a. Tulisan atau narasi, dibuat dalam bentuk narasi mulai dari pengembalian data
sampai kesimpulan.
b. Tabel atau daftar penyajian dalam bentuk angka yang disusun dalam kolom
dan baris dengan tujuan untuk menunujukkan frekuensi kejadian dalam
kategori yang berbeda.
c. Grafik atau diagram.
I. Analisa Data
Analisa data dengan univariat yang di lakukan pada setiap variabel hasil
penelitian, dan analisa bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diduga
berhubungan. (Notoatmodjo, 2005).
1. Analisa univariat ini bertujuan untuk mengetahui proporsi masing-masing variabel
yang diteliti yaitu karakteristik responden : Usia, Pendidikan , Penghasilan, Suku,
Agama, Persepsi dengan Partisipasi Program Keluarga Berencana.
2. Analisa bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen
dengan variabel dependen melalui uji Chi Square. Uji ini digunakan untuk melihat
hubungan antara variabel independen yaitu persepsi pasangan usia subur (PUS)
dengan variabel dependen yaitu partisipasi Program Keluarga Berencana (KB).
Tingkat kemaknaan dan derajat kebebasan yaitu P = 0,05. Nilai propabilitas yang
didapatkan dari hasil uji, kemudian dibandingkan dengan nilai alpha. Apabila p<
alpha, maka Ho ditolak seingga dapat disimpulkan hubungan antara variabel
tersebut.
Rumus Chi-Square :
(O - E)
2
E
X
2
=
Keterangan :
X = Nilai chi-square
= Penjumlahan
O = frekuensi pengamatan untuk tiap kategori
E = frekuensi yang diharapkan untuk tiap kategori