Anda di halaman 1dari 4

Nama : Wondo NIM : 09111002027

Sistem pakar adalah, program komputer yang menggunakan pengetahuan dari seorang pakar untuk menyelesaikan masalah yang diberikan dengan meniru seorang pakar bekerja. Sitem pakar merupakan bagian dari bidang ilmu kecerdasan buatan yang diharapkan mampu memberikan penalaran serta alsan dari masalah yang di berikan, degan kata lain sistem pakar jg dapat diartikan sebagai program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan pemecahan masalah dari seorang pakar. Pemodelan yang dimaksud terdiri dari 4 karakteristik yang dimiliki oleh seorang pakar yaitu pengetahuan, pertimbangan, kesimpulan dan penjelasan. Penalara yang dilakukan oleh sistem memproses pengetahuan yang telah diberikan dengan cara yang mirip dengan ahli, kesimpulan yang diberikan olehsistem juga harus konsisten sesuai dengan pemikiran ahli serta penjelasan yang diberikan juga harus sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh ahli. Struktur pada sistem pakar Basis pengetahuan Basis pengetahuan berkaitan dengan informasi tentang suatu topik tertentu yang diperoleh dari seorang pakar yang kemudian dikodekan ke dalam sistem dengan menggunakan teknik-teknik tertentu seperti aturan IF-THEN, frame, jaringan semantik, dan predikat kalkulus. Memori Kerja Berguna untuk menyimpan jawaban yang diberikan oleh pengguna berdasarkan pertayaan yang di ajukan oleh sistem dan pengetahuan-pengetahuan lain yang didapat dari sumber lain. Inferensi Mesin Inferensi mesin ini di ibaratkan sebagai pikiran seorang ahli yang menggunakan pengetahuan yang sudah di berikan pada basis pengetahuan serta dari memori kerja untuk kemudian memberikan kesimpulan dari masalah yang diajukan. Terdapat dua teknik Inferesi yang dapat digunakan secara terpisah maupun dipadukan bersama. 1. Backward chaining, mengasumsikan terjadi suatu masalah dan kemudian menggunakan informasi yanng tersedia untuk membuktikan asumsi tersebut benar. 2. Forward chaining, terlebih dahulu mengumpulkan informasi tentang masalah dan selanjutya baru menyimpulkan masalah yang terjadi.

Fasilitas penjelasan Sistem pakar dituntut mampu memberikan penjelasan yang realistis layaknya seorang ahli mengapa pertanyaan itu diajukan dan bagaimana suatu masalah sampai tiba pada satu kesimpulan. Hal ini ditujukan agar pengguna merasa percaya terhadap kesimpulan yang diberikan. Program Konvensional vs Sistem Pakar Program konvensional Memproses data yang berupa angka Sistem pakar Memproses data simbolik dan pernyataan(fakta-fakta) mengolah data dengan cara algoritma dengan mengikuti aturan-aturan yang jelas Data yang dibutuhkan harus lengkap untuk bisa sampai pada hasil akhir Interfacenya sangat kompleks Mengolah data dengan teknik penalaran hingga pada kesimpulan akhir Dapat memberikan kesimpulan yang masuk akal meski data yang diberikan sangat minim. Interfaceny berupa tempat untuk pertanyaan dan tempat untuk jawaban serta penjelasan Hanya memiliki hasil akhir Memberikan hasil akhir berupa rekomendasi serta penjelasannya. Memberikan solusi yang tepat untuk masalah Teknik penalaran dalam sistem pakar 1. Bayesian, berbasis teori probababilitas yang menawarkan dasar matematika yang kuat dimana data dikumpulkan untuk membentuk peranyataan probabilitas. 2. Teori kepastian, menggunakan pendekatan ketidaktepatan yang dapat menangkap informasi yang tidak pasti misalnya kata mungkin, teori ini tidak seperti teori bayesian yang membutuhkan dasar matematika yang kuat serta data yang lengkap. 3. Logika fuzzy, memberikan pendekatan untuk ketidaktepatan yang menangkap informasi yang samar. Integrasi sistem pakar dengan program konvensional 1. Sistem management database pintar Sistem ini di rancang untuk mengakomodasi pengguna dengan mengasumsikan tanggung jawab mengakses informasi dan membentuk keputusan. Sistem pakar yang bertindak sebagai antar muka yang cerdas dapat menentukan sebagian besar informasi, mengakses Solusi yang diberikan bisa jadi tidak tepat.

informasi, menganalisanya dalam konteks masalah, serta meyajikan temuannya pada pegguna. 2. Kontrol real-time dan pemantaunan Sistem ini menawarkan pendekatan yang dapat menyerap informasi dengan cepat dan membuat keputusan yang dibutuhkan. Data pemantauan yang di dapatkan dari beberapa sumber membutuhkan suatu pemahaman informasi untuk selanjutnya diambil suatu tindakan secara cepat seperti yang dilakukan oleh seorang ahli. Sebagai contoh NASA menggunakan Inference Corp Inference yang dikembangkan oleh NAVEX untuk pengoprasian pesawat luar angkasa sebagai sistem navigasinya. 3. Analisi Statistik Cerdas

Mengapa menggunakan sistem pakar? Sistem pakar dapat dijadikan pengganti seorang pakar,keterbatasan waktu, tempat, dan jumlah menjadikan seorang pakar adalah sesuatu yang langka serta mahal. Lain halnya jika jika kepakaran seseorang tersebut di transfer ke dalam sistem yang dapat di distribusikan ke tempattempat yang membutuhkan dengan jumlah yang tidak terbatas. Sebagai contoh sebuah sistem pakar dapat dimanfaatkan untuk melakukan eksplorasi ke ruang agkasa dimana sangat kecil kemungkinan seorang manusia dapat pergi kesana. Sistem pakar dimanafaatkan untuk membantu seorang pakar. Hal ini dimungkinkan karena kemampuan sistem tersebut untuk belajar tentang suatu masalah dengan teknik tertentu. Teknik yang paling umum digunakan saat ini adalah teknik induksi dimana informasi yang terkandung dalam satu set contoh untuk menginduksi seperangkat aturan yang menangkap pengetahuan tentang masalah tersebut. Sistem pakar memiliki area aplikasi yang cukup luas. 1. Pertanian, sistem pakar dapat diterapkan untuk masalah pengelolaan tanaman, pengendalian serangga dan pertimbangan produktivitas tertentu. Contoh : Comax, sistem pakar yang digunakan untuk pengelolaan budidaya tanaman kapas 2. Kimia,sistem pakar diterapkan untuk perencanaan dan pemantauan percobaan serta menginterpretasikan data uji. Contoh : DENDRAL, sebuah sitem pakar yang di kembangkan oleh NASA untuk menganalisa molekul senyawa di Mars. 3. Ilmu komputer, sistem pakar dimanfaatkan untuk merancang atau mendiagnosa berbagai sistem komputer. Contoh : XCON, sebuah sitem pakar yang digunakan untuk mengkonfigurasi sistem komputer VAX untuk Digital Equipment Corp (DEC). 4. Teknik, sitem pakar digunakan dalam berbagai aplikasi di bidang rekayasa, desain, diagnostik, dan kontrol. Contoh : DELTA, membantu pekerja pemeliharaan dalam mengidentifikasi dan koreksi kesalahan dalam diesel lokomotif listrik. 5. Geologi, Penggunaan dominan sistem pakar di bidang geologi telah diterapkan untuk masalah eksplorasi . Contoh : PROSPECTOR adalah sistem pakar yang dikembangkan di Stanford Research Institute untuk membantu ahli geologi dalam eksplorasi endapan bijih.

6. Obat, sistem pakar membantu dokter dalam mendiagnosa masalah medis pasien atau membantu dalam interpretasi hasil tes medis. Cotoh : MYCIN dikembangkan untuk mendiagnosa penyakit darah menular. 7. Teknologi ruang Angkasa, sistem pakar memiliki banyak peran dalam bidang ini diantaranya untuk mendiagnosis masalah sistem, perencanaan tujuan misi, mengendalikan fungsi pesawat ruang angkasa hingga mengontrol sistem pendukung kehidupan di atas kapal ruang angkasa. Contoh: NAVEX , memonitor data radar yang memperkirakan kecepatan dan posisi pesawat ruang angkasa.