Anda di halaman 1dari 8

Kecerdasan Emosi Pada Massa Dengan Kecenderungan Bentrok (Disusun Guna Memenuhi mata kuliah Teknik Penyusunan Skripsi)

Oleh : MUHAMMAD ARIFUDDIN (08013206)

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2012

BAB I PENDAHULUAN

I.I. LATAR BELAKANG MASALAH Manusia memiliki beragam tipe kepribadian yang berbeda satu sama lain, dengan adanya perbedaan masing-masing ini tidak jarang dijumpai bahwa sikap serta perbuatan yang dilakukannya merupakan cerminan dari kepribadian manusia itu sendiri. Manusia banyak memiliki permasalahan dalam hidupnya, mulai dari masalah dalam pribadinya sendiri, lalu kemudian permasalahan diluar pribadinya yang biasanya berhubungan dengan orang banyak. Belakangan ini disekitar kita seringkali terjadi aksi unjuk rasa mengkritisi sebuah kebijakan baik yang berskala daerah ataupun nasional. Contoh yang masih hangat didalam pikiran kita bersama adalah unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi di seluruh pelosok negeri ini. Unjuk rasa yang banyak digalang oleh kaum intelektual khususnya mahasiswa-mahasiswa Indonesia, massa dalam jumlah banyak yang turun ke jalan menyuarakan isi hati memiliki karakter serta temperamen yang sangat berbeda satu sama lain. seperti yang dijelaskan oleh G. Ewald dalam Temperament und Character (Berlin 1924, Basel 1925) bahwa Temperamen adalah konstitusi psikis yang berhubungan dengan konstitusi psikis. Mengenai Watak (Character), Ewald meyebutkan sebagai totalitas dari keadaan-keadaan dan cara bereaksi jiwa terhadap perangsang.

Permasalahan yang sering timbul akibat dari watak dan temperamen yang ada dalam diri massa adalah sulitnya mengontrol emosi agar dapat tersalurkan dengan baik, yang pada kenyataannya banyak menimbulkan kerugian materi serta jasmani sehingga sering dijumpai banyak aksi yang berujung anarki antara massa dengan petugas pengamanan yang menimbulkan korban yang tidak sedikit pula di masingmasing pihak. Dalam menyampaikan suatu aspirasi adalah melalui jalan dialog agar tercipta solusi terbaik ataupun mencari win-win solution agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan karena adanya suatu kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Namun pemimpin yang ada tidak begitu memikirkan hal ini, dan masyarakat luas mulai enggan mendengar segala perbincangan yang hanya memihak kepada sebagian golongan. Dengan adanya bentrok massa yang terjadi disekitar kita, pastinya banyak terdapat penyebab yang menyulut keadaan tersebut tetapi didalam penyebabpenyebab yang ada dibalik bentrok massa tersebut bagaimanakah sebenarnya keadaan para pelaku yang terlibat didalamnya, seperti apakah sebenarnya mereka itu yang memilki latar belakang pendidikan berbeda serta kemampuan membaca situasi yang berbeda pula karena dalam kapasitas jumlah yang tidak sedikit akan terjadi singgungan disana sini. Kemampuan yang mestinya dimiliki para pengunjuk rasa atau massa yang memiliki aspirasi adalah dalam mengelola emosinya agar dapat menyalurkan aspirasinya secara sehat, dalam dunia psikologi ada beberapa istilah yang secara khas menerangkan emosi tersebut, yaitu kecerdasan emosi ( Emotional Intelligence) sebagai kemampuan mengelola emosi yang ada dalam diri setiap individu manusia.

Goleman

(2001,

p.39)

menyatakan

bahwa

kecerdasan

emosi

adalah

kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain serta menggunakan perasaan-perasaan tersebut untuk memandu pikiran dan tindakan, sehingga kecerdasan emosi sangat diperlukan bagi para pengunjuk rasa agar dapat menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat luas terhadap setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh setiap institusi-institusi yang dikelola oleh Negara ataupun swasta.

I.II. ORIGINALITAS PENELITIAN Tinjauan penelitian ini dilakukan melalui beberapa variabel penelitian yaitu variabel bebas kecerdasan emosi serta variabel tergantungnya adalah massa yamg memiliki kecenderungan bentrok yang membedakan atas penelitian terdahulu adalah adanya variabel tergantung mengenai massa yang cenderung bentrok. Subjek penelitian yang dituju adalah mahasiswa yang juga aktivis didalam kampusnya masingmasing. Pengumpulan data yamg dilakukan adalah dengan metode observasi serta metode wawancara terhadap mahasiswa ketika melakukan aksi unjuk rasa.

I.III. TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk melihat tingkatan kecerdasan emosi yang muncul dari massa pengunjuk rasa yang memiliki kecenderungan bentrok. 2. Untuk menganalisis adakah pengaruh kecerdasan emosi dari massa yang memiliki kecenderungan bentrok.

3. Untuk melihat seperti apa pengaruh kecerdasan emosi terhadap masing individu ketika melakukan unjuk rasa.

I.IV. MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini memiki kegunaan sebagai berikut : 1. Kegunaan teoritis yaitu sebagai tambahan referensi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan bidang psikologi klinis. 2. Kegunaan praktis yaitu memberikan informasi tentang pengaruh dari kecerdasan emosi pada massa yang memiliki kecenderungan bentrok.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.I. KECERDASAN EMOSI Kecerdasan emosi pertama kali diperkenalkan Peter Salovey dan Jack Mayer pada tahun 1990. Kecerdasan emosi yang berartii sebagai kemampuan untuk mengenali perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, serta mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektual Mayer dan Salovey (dalam Stein & Book, 2002). Dengan adanya kecerdasan emosi manusia dapat mengelola dan menggunakan emosi secara efektif dalam kehidupannya sehari-hari sehingga menghasilkan hubungan antar mahluk hidup yang positif. Kecerdasan emosi yang sering dikenal dengan emotional intelligence dapat difungsikan sebagai motivasi diri individu, Goleman (2000, p.xiii) menyebutkan didalam kecerdasan emosi ada keterampilan lain tentang kemampuan mengontrol diri, memacu, tetap tekun, motivasi diri. Reuven Bar-On (Stein & Book, 2002) kecerdasan emosi adalah serangkaian kemampuan, kompetensi dan kecakapan non-kognitif yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk dapat berhasil mengatasi tuntutan dan tekanan lingkungan. Individu yang melakukan interaksi dengan individu lainnya memilki kemungkinan terhadap tekanan. Dalam lingkup pekerjaan, pendidikan, serta dalam organisasi sehingga menimbulkan emosi bersifat negatif dan positif, diperlukan adanya EI agar dapat mencari pemecahan masalah dalam diri individu.

Goleman (2000) menyebutkan tentang komponen yang terdapat dalam kecerdasan emosi antara lain : o Mengenali emosi diri o Mengelola emosi o Memotivasi diri o Mengenali emosi orang lain o Membina hubungan dengan orang lain Goleman (2001, p.42-43) mengungkapkan lima kecakapan dasar dalam kecerdasan emosi, yaitu : a. self awareness : kemampuan seseorang untuk mengetahui perasaan dalam dirinya dan efeknya serta menggunakannya untuk membuat keputusan bagi diri sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis, atau kemampuan diri dan mempunyai kepercayaan diri yang kuat lalu mengkaitkannya dengan sumber penyebabnya. b. Self management : Merupakan kemampuan menangani emosinya sendiri, mengekspresikan serta mengendalikan emosi, memiliki kepekaan terhadap kata hati, untuk digunakan dalam hubungan dan tindakan sehari-hari. c. Motivation : Motivasi adalah kemampuan menggunakan hasrat untuk setiap saat membangkitkan semangat dan tenaga untuk mencapai keadaan yang lebih baik serta mampu mengambil inisiatif dan bertindak secara efektif, mampu bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi. d. Empati (social awareness) : Empati merupakan kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, mampu memahami perspektif orang lain, dan

menimbulkan hubungan saling percaya serta mampu menyelaraskan diri dengan berbagai tipe individu. e. Relationship management : Merupakan kemampuan menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan menciptakan serta

mempertahankan hubungan dengan orang lain, bisa mempengaruhi, memimpin, bermusyawarah, menyelesaikan perselisihan dan bekerja sama dalam tim.