Anda di halaman 1dari 41

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 SKENARIO GATAL DI SELURUH BADAN Dokter saya mau bertanya : Sudah hampir 10 hari saya kena gatal seluruh badan terutama kalau terkena udara panas. Bintik-bintiknya seperti jerawat kecil/sedang. Selain itu terdapat juga diwajah seperti jerawat atau keringat buntet yang rata ditangan dan kaki muncul bentol yang hilang sendiri dan terkadang meninggalkan bekas seperti kena gigit nyamuk. !asa gatalnya tidak mau berhenti dan untuk menghilangkannya saya mandi hampir "# sehari pakai sabun asepso. Saya sudah ke dokter umum $# dan diagnose dengan campak jerman. Dokter memberikan saya antibiotic %itamin dan obat anti gatal. & hari yang lalu saya kedokter lagi diberi obet kortikosteroid dan salep kortikosteroid tapi sampai saat ini gatalnya belum berkurang. 'pa ini menular dok( Dan apa yang harus saya lakukan terima kasih atas bantuannya. 1.2 LEARNING OBJECTIVE 1. 'natomi kelenjar kulit $. )enyakit/*elainan kelenjar kulit a. de+inisi kelenjar kulit b. etiologi kelenjar kulit c. klasi+ikasi kelenjar kulit d. tanda dan gejala kelenjar kulit e. pemeriksaan kelenjar kulit +. diagnosa kelenjar kulit

g. diagnosa banding kelenjar kulit h. pengobatan kelenjar kulit i. komplikasi kelenjar kulit

BAB II PEMBAHASAN 2.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI ADNEKSA KULIT Rambut !ambut merupakan salah satu adneksa kulit yang terdapat pada seluruh tubuh kecuali telapak tangan telapak kaki kuku dan bibir. ,enis rambut pada manusia pada garis besarnya dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu: 1. !ambut -erminal !ambut kasar yang mengandung banyak pigmen. -erdapat di kepala alis bulu mata ketiak dan genitalia eksterna. $. !ambut .elus !ambut halus yang sedikit mengandung pigmen terdapat hampir di seluruh tubuh.

/ulai dari sebelah luar penampang rambut dapat dibagi atas: 1. *utikula -erdiri atas lapisan keratin yang berguna untuk perlindungan terhadap kekeringan dan pengaruh lain dari luar. $. *orteks -erdiri atas serabut polipeptida yang memanjang dan saling berdekatan. 0apisan ini yang mengandung pigmen. &. /edula -erdiri atas &-1 lapis sel kubus yang berisi keratohialin badan lemak dan rongga udara. !ambut %elus tidak mempunyai medula.

Si !u" A ti#ita" F$!i %! Rambut Sejak pertama kali terbentuk +olikel rambut mengalami siklus pertumbuha yang berulang. 2olikel rambut tersebut tidak akti+ secara terus-menerus tetapi bergantian mengalami masa istirahat. 2ae pertumbuhan dan +ase istirahat bergantian berdasarkan umur dan regio tempat rambut tersebut tumbuh dan juga dipengaruhi +aktor +isiologis maupun patologis. Siklus pertumbuhan rambut normal adalah sebagai berikut : 1. /asa 'nagen Sel-sel matriks melalui mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel yang lebih tua ke atas. 'kti%itas ini lamanya antara $-" tahun. $. /asa *atagen /asa peralihan yang didahului oleh penebalan jaringan ikat di sekitar +olikel rambut. Bagian tengah akar rambut menyempit dan di bagian bawahnya melebar dan mengalami pertandukan sehingga terbentuk gada 3club4. /asa peralihan ini berlangsung $-& minggu. &. /asa -elogen /erupakan masa istirahat yang dimulai dengan memendekna sel epitel dan berbentuktunas kecil yang membuat rambut baru sehingga rambut gada akan terdorong keluar.

2aktor-+ator yang mempengaruhi pertumbuhan rambut: 1. 5ormon 5ormon yang berperan adalah androgen estrogen tiroksin dan kortikosteroid. /asa pertumbuhan rambut &6mm/hari lebih cepat pada wanita. 5ormon androgen dapat mempercepat pertumbuhan dan menebalkan rambut di daerah

janggut. )ada wanita akti%itas hormon androgen akan menyebabkan hirsutisme sebaliknya hormon estrogen dapat memperlambat pertumbuhan $. /etabolisme &. 7utrisi /alnutrisi berpengarh pada pertumbuhan rambut terutama malnutrisi protein dan kalori. )ada keadaan ini rambut menjadi kering dan suram. 'danya kehilangan pigmen setempat sehingga rambut tampak berbaai warna. *ekurangan itamin B1$ asam +olat dan 8at besi juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. 1. .askularisasi *uku adalah salah satu dermal appendages yang mengandung lapisan tanduk yang terdapat pada ujung-ujung jari tangan dan kaki 3Soepardiman $0064. Bagian terminal lapisan tanduk 3stratum korneum4 yang menebal 3Soedarto $0004. 0empeng kuku terbentuk dari sel-sel keratin yang mempunyai dua sisi satu sisi berhubungan dengan udara luar dan sisi lainnya tidak. *uku mempunyai peranan untuk +ungsi dan kosmetik .

Ku u Ba&ia' u u menurut Soepardiman 3$0064 1. /atriks kuku : pembentuk jaringan kuku yang baru 2. Dinding kuku 3nail wall4: lipatan$ kulit yg menutupi bag.pinggir 9 atas 3. Dasar kuku 3nail bed4: bagian kulit yg ditutupi kuku 4. 'lur kuku 3nail groove4: celah antara dinding 9 dasar kuku 5. 'kar kuku 3nail root4: bagian proksimal kuku bagian kuku yg terbenam dlm kulit jari

6. 0empeng kuku 3nail plate4 : bagian tengah kuku yg dikelilingi dinding kuku 7. 0unula : bagian lempeng kuku yg berwarna putih didekat akar kuku berbentuk bulan sabit sering tertutup oleh kulit 8. :ponikium : dinding kuku bagian proksimal kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng kuku 9. 5iponikium : dasar kuku kulit ari dibawah kuku yg bebas 3 free edge4 menebal

2.2 KELAINAN KELENJAR KERINGAT MILIARIA /iliaria adalah gangguan umum pada kelenjar ekrin yang sering terjadi pada kondisi di mana terjadi peningkatan panas dan kelembaban. /iliaria disebabkan terjadinya sumbatan dari bagian intraepidermal saluran keringat sehingga cairan kelenjar ekrin tertahan di dalam epidermis atau dermis yang terjadi secara mendadak dan menyebar alami. /iliaria ditandai dengan adanya papul %esikuler atau pustul yang bersi+at milier dan gatal. Sinonim dari penyakit ini adalah biang keringat keringat buntet liken tropikus prickle heat sweating +e%er heat scaling dermatitis hidrotica hydroa heat rash dan sweat blisters.

KLASIFIKASI 'da 1 bentuk miliaria antara lain : 1. /iliaria *ristalina $. /iliaria !ubra &. /iliaria )ro+unda 1. /iliaria )ustulosa

PATOGENESIS /iliaria adalah penyakit obstruksi yang jinak dengan tanda %esikopustula. )enyakit ini mengkhawatirkan orang tua karena onset dan penyebarannya yang akut. Stimulus primer dari perkembangan miliaria adalah kondisi panas dan kelembaban yang tinggi yang menyebabkan pengeluaran keringat yang banyak. ;klusi kulit karena penggunaan pakaian perban atau seprei plastik dapat menyebabkan pengumpulan keringat di permukaan kulit dan o%erhidrasi dari stratum korneum. )ada orang yang beresiko termasuk bayi yang relati%e mempunyai kelenjar ekrin immatur o%erhidrasi dari stratum korneum kemungkinan sudah bisa menyebabkan sumbatan acrosyringium. ,ika kondisi panas dan lembab masih bertahan keringat akan banyak diproduksi kembali tetapi tidak dapat disekresikan ke permukaan kulit karena adanya penyumbatan saluran. Sumbatan ini menyebabkan terjadinya kebocoran keringat dalam perjalanannya ke permukaan kulit baik di dermis maupun epidermis yang berhubungan dengan anhidrosis. Bakteri normal kulit Dengan adanya kebocoran tersebut akan seperti Staphylococcus epidermidis dan menyebabkan in+lamasi dan lesi yang si+atnya asimptomatik. 314 Staphylococcus aureus kemungkinan juga berperan dalam patogenesis miliaria. )asien dengan miliaria mempunyai bakteri per unit area kulit & kali lebih banyak dibanding orang yang sehat. 314

)ada +ase akhir miliaria bisa ditemukan hiperkeratosis dan parakeratosis dari acrosyringium. 'danya sumbatan hiperkeratotik bisa menyumbat saluran ekrin.
314

Sumbatan parakeratotik pada saluran keringat mungkin dihasilkan dari

luka sel-sel epidermal yang melapisi saluran keringat. )ada keadaan yang biasa luka ini disebabkan maserasi akibat air keringat. Sumbatan juga dapat terjadi pada dermatosis yang meradang. )erubahan kimia yang terjadi sehingga kelembaban merangsang pembentukan luka pada keratin belum diketahui. penyumbatan keringat. 314 ETIOLOGI 1. <mmaturitas dari saluran ekrin : 7eonatus dipikirkan mempunyai saluran ekrin yang immatur yang memudahkan terjadinya ruptur ketika keringat keluar. !uptur ini mengakibatkan terjadinya miliaria. $. *urangnya penyesuaian diri terhadap iklim : /iliaria biasanya terjadi pada indi%idu yang pindah dari iklim tidak tetap ke iklim tropis. *ondisi ini biasanya berubah setelah indi%idu tinggal di kondisi panas dan lembab selama beberapa bulan. &. *ondisi panas dan lembab : <klim tropis perawatan neonatus di inkubator dan demam mungkin dapat menyebabkan miliaria. 1. 0atihan : Beberapa stimulus untuk berkeringat dapat menyebabkan miliaria. 6. ;bat : Bethanecol obat yang dapat menyebabkan keringat isotretinoin obat yang menyebabkan di+erensiasi +olikel dilaporkan dapat menyebabkan miliaria. ". Bakteri : Staphylococci berhubungan dengan miliaria dan antibiotik dapat mencegah miliaria. =. !adiasi ultra%iolet : Beberapa peneliti menemukan bahwa miliaria kristalina terjadi pada kulit yang terekspos sinar ultra%iolet. GAMBARAN KLINIS 1. /iliaria *ristalina
3&4

'kan tetapi hal

ini sekarang di percaya tidak terlalu berpengaruh dan bukan penyebab utama

/iliaria kristalina terdiri dari %esikel transparan super+icial intrakorneal atau subkorneal dan tidak meradang. .esikel tersebut berukuran 1 > $ mm dan mudah pecah ketika tersentuh oleh tangan. Si+at dari %esikelnya asimptomatik dan biasanya diketahui secara kebetulan pada waktu pemeriksaan +isik serta sembuh dengan deskuamasi halus di bagian super+isial. )ada bayi lesi sering terjadi pada kepala leher dan bagian atas badan. Sedangkan pada dewasa lesi terjadi pada badan. /iliaria tipe ini dapat sembuh sendiri cukup dengan menghindari panas yang berlebihan mengusahakan %entilasi yang baik pakaian yang tipis dan menyerap keringat. Selain itu juga terdapat %arian dari tipe ini yang disebut miliaria kristalina alba yang kelihatan berwarna perak akibat adanya korneosit pada lesi. $. /iliaria !ubra )enyakit ini lebih berat daripada miliaria kristalina terdapat pada badan dan tempat-tempat tekanan atau gesekan pakaian. /iliaria rubra meliputi lesi papul yang eritematous dan papulo%esikel berdiameter kurang lebih 1 > 1 mm disertai dengan makula eritem gatal yang luar biasa serta sensasi seperti terbakar tertusuk atatu perasaan geli. )ada bayi lesi terjadi pada leher dan aksilla. Sedangkan pada dewasa lesi terjadi pada daerah kulit yang tertutup di mana terjadi gesekan area ini termasuk leher bagian atas badan dan sela-sela tubuh. -erdapat juga pada muka dan area pergelangan tetapi minimal. )ada stadium akhir anhidrosis terjadi pada kulit yang terkena. &. /iliaria )ro+unda Bentuk ini agak jarang kecuali pada daerah tropis.
364

. /iliaria pro+unda
31 6 1$4

biasanya timbul setelah miliaria rubra dengan ciri-ciri tidak gatal berwarna seperti daging lebih dalam dan papul yang putih berukuran 1 > & mm . 'simptomatik biasanya kurang dari 1 jam setelah kepanasan yang berlebihan dan ter+okus pada ekstremitas. Selain wajah aksilla tangan dan kaki dan kemungkinan merupakan kompensasi dari hiperhidrosis semua kelenjar keringat tidak ber+ungsi. ;klusi terdapat pada bagian atas dermis. )ada kasus yang berat yang memungkinkan terjadinya pengaliran panas hiperpireksia dan takikardia dapat ditemukan.

1. /iliaria )ustulosa /iliaria pustulosa selalu didahului oleh beberapa dermatitis lainnya yang dihasilkan oleh suatu luka kerusakan atau sumbatan saluran keringat. )ustulanya jelas super+icial dan terlepas dari +olikel rambut. )ustula yang gatal paling sering pada daerah intertriginosa pada permukaan +lekso ekstremitas pada skrotum atau pada bagian belakang pasien yang terbaring di tempat tidur. Dermatitis kontak liken simpleks kronik dan intertrigo dari gabungan beberapa penyakit walalupun miliaria pustulosa dapat terjadi beberapa minggu setelah penyakit sembuh. Biasanya isi dari pustula bersi+at steril akan tetapi mengandung coccus non patogenik. PEMERIKSAAN KLINIS /iliaria mempunyai banyak perbedaan secara klinis oleh karena itu beberapa tes laboratorium cukup diperlukan. Pemeriksaan Sitologik )ada miliaria kristalina pemeriksaan sitologik untuk kandungan %esikel tidak didapatkan sel-sel radang atau sel giant multinukleat 3seperti yang terdapat pada %esikel dari penyakit herpes4. )ada miliaria pustulosa pemeriksaan sitologik memperlihatkan adanya kandungan dari sel-sel radang dan coccus gram positi+. -idak seperti eritema toksik neonatorum eosino+il tidak terlalu menonjol pada miliaria pustulosa. Pemeriksaan Histopatologik )ada miliaria kristalina terdapat %esikel intrakorneal atau subkorneal yang berhubungan dengan saluran keringat dan sumbatan keratin. )ada miliaria rubra %esikel spongiotik terdapat di dalam stratum spinosum di bawah sumbatan keratin dan in+iltrat radang kronis terdapat di sekitarnya dan di dalam %esikel serta mengelilingi dermis in+iltrasi lim+ositik peri%askuler dan %asodilatasi terlihat pada dermis super+isial. Dengan perwarnaan khusus dapat terlihat coccus gram positi+ di bawah dan di dalam sumbatan keratin. )ada saluran keringat intraepidermal diisi dengan substansi amor+ yang )eriodic 'cid Schi++ 3)'S4 positi+ dan diastase resistant.

10

)ada miliaria pro+unda terlihat sumbatan pada daerah taut dermoepidermal dan pecahnya saluran keringat pada dermis bagian atas dan juga adanya edema intraseluler periduktal pada epidermis 3spongiosis4 serta in+iltrat radang kronis )ada miliaria pustulosa terdapat campuran in+iltrat dengan sel-sel mononuklear dan lekosit polimor+onuklear dan sumbatan ekrin pada taut dermoepidermal dengan gangguan pada sistem ekrin dermal. Pemeriksaan Patologi Klinik )ada pemeriksaan ini tidak didapatkan hasil pemeriksaan yang abnormal. TERAPI First Line Therapy 1. )re%enti+ ?saha-usaha pre%enti+ dilaksanakan dengan mengontrol panas dan kelembaban sehingga keringat tidak distimulasi. @ara-caranya antara lain mengobati demam tidak menggunakan pakaian yang tidak menyerap keringat mencegah e%aporasi akti%itas yang terbatas penggunaan air conditioner atau pindah ke tempat yang iklim lebih dingin. $. )engobatan simptomatik dengan pengobatan topikal )engobatan topikal seperti calamine boric acid atau menthol dan penggunaan sabun pada waktu mandi. 0osio +aberi dapat pula diberikan dengan komposisi : Acid. Salicylic. 1 A Talc. venetum 10 A !yd. "inc. 10 A Amyl. ry#ae 10 A Spiritus ad. $00 cc ?ntuk memberikan e+ek antipruritus dapat ditambahkan mentholum atau camphora pada losio +aberi. &. )engobatan agen antibiotik )engobatan ini dipercaya dapat mengurangi terjadinya miliaria Second $ine Therapy 1. )engobatan kortikosteroid topikal

11

$. )engobatan sistemik )ro+ilaksis miliaria dengan antibiotik oral dengan retinoid oral %itamin ' dan %itamin @ dilaporkan sukses. DIAGNOSIS BANDING 1. :ritema 7eonatorum $. 2olikulitis &. )apular /usinosis 1. *andidosis 6. <n+eksi %irus 5erpes Simpleks ". :ritema -oksikum =. /elanosis )ustular 7eonatal -ransien

2.( KELAINAN RAMBUT ALOPESIA 'lopesia areata adalah peradangan yang bersi+at kronis dan berulang yang melibatkan +olikel rambut yang ditandai oleh timbulnya satu atau lebih bercak kerontokan rambut pada skalp dan atau kulit yang berambut terminal lainnya. 0esi pada umumnya bulat atau lonjong dengan batas tegas permukaannya licin tanpa adanya tanda > tanda atropi skuamasi maupun sikatriks. :tiologinya belum diketahui. Seringkali dihubungkan dengan penyakit autoimun. Sering dihubungkan juga dengan in+eksi +okal kelainan endokrin dan stress emosional. Sebagian penderita menunjukkan keadaan neurotik dan trauma psikis. 10-$0A penderita alopesia areata mempunyai riwayat alopesia areata dalam keluarganya. Fa t$)*+a t$) ,a'& M%m-%'&a)u.i )ada alopesia areata masa +ase telogen menjadi lebih pendek dan diganti dengan

12

pertumbuhan rambut anagen yang distro+ik. Berbagai +actor dianggap mempengaruhi terjadinya kelainan ini antara lain: 1. Benetik )entingnya +aktor genetik pada alopesia areata ditandai oleh tingginya +rekuensi pada indi%idu dengan keluarga yang mempunyai riwayat alopesia areata. Dilaporkan kasus ini berkisar dari 10A sampai $0A kasus tetapi kasus-kasus ringan sering diabaikan atau tersembunyi dari jumlah yang sebenarnya lebih besar. Sekitar "A dari anak dengan riwayat keluarga alopesia areata akan beresiko terkena alopesia areata selama masa hidupnya. Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara alopesia areata dan /5@ kelas << antigen 50'-D!1 D!11 3D!64 dan DC&. Sebelumnya studi menggunakan serologi typing menyarankan bahwa D!1 dan D!6 dikaitkan dengan bentuk yang parah dari alopesia areata. )ada studi tersebut ditemukan peningkatan luas antigen DC& pada semua pasien hal ini menunjukkan sebagai +aktor kerentanan. )ada studi lain yakni studi tentang asosiasi 50' dan hubungan alopesia areata dilaporkan ada hubungan antara alel dari 50'-DCB1 D 0&0$ D 0"01 D 0"0& dan 50'-D!1 D!" menggunakan Transmissions %ise&uilibrium Test. $. <munologi Banyak bukti yang mendukung hipotesis bahwa alopesia areata adalah kondisi autoimun. )roses ini diperantarai sel - antibodi yang ditemukan pada struktur +olikel rambut dimana +rekuensinya meningkat pada pasien alopesia areata dibandingkan dengan subyek kontrol. Dengan menggunakan immunofluorescence antibodi pada akar rambut pada +ase anagen ditemukan sebanyak E0A dari pasien dengan alopesia areata dibandingkan dengan subyek kontrol sebanyak &=A. !espon autoantibodi adalah target beberapa struktur +olikel rambut pada +ase anagen. Selubung akar luar adalah struktur yang paling sering diikuti oleh selubung akar dalam matriks dan batang

13

rambut. 'pakah antibodi ini memainkan peran langsung dalam patogenesis tidak diketahui dengan pasti. -emuan biopsi dari lesi alopesia areata menunjukkan lim+ositik peri+ollicular di sekitar +olikel rambut pada +ase anagen. <n+iltrat ini terdiri dari sel --helper dan pada tingkat lebih rendah sel --supresor. @D1 F dan @DG F lim+osit mungkin memainkan peran penting karena menipisnya hasil subtipe --sel dalam pertumbuhan kembali yang lengkap atau sebagian rambut. )ada alopesia areata kelainan pada respon imunitas humoral tidak terlalu menonjol. 7ilai immunoglobulin 3<g4 pada umumnya normal walaupun ada yang menjumpai sedikit di bawah normal. )emeriksaan imuno+lueoresensi langsung pada lesi-lesi skalp yang dilakukan oleh Bystrin dkk 31E=E4 menunjukkan endapan @& dan kadang-kadang <gB dan <g/ sepanjang 8ona membran basalis +olikel rambut pada E$A kasus alopesia areata. )eneliti lain menjumpai endapan-endapan <g@ <g/ dan @& baik di 8ona membran basalis maupun di ruang interselular sarung akar dalam. Data-data di atas menunjang peranan +aktor imun di dalam patogenesis alopesia areata. 'utoantibodi terhadap organ spesi+ik di dalam sirkulasi dijumpai meningkat +rekuensinya pada 6 > $6A penderita alopesia areata. 'ntibodiantibodi tersebut adalah terhadap tiroid sel parietal gaster dan otot polos serta antinuklear. -etapi beberapa penulis tidak dapat membuktikan hubungan antara alopesia areata dengan autoantibodi organ spesi+ik. 'lopesia areata kadang-kadang dikaitkan dengan kondisi autoimun lain seperti gangguan alergi penyakit tiroid %itiligo lupus rheumatoid arthritis dan kolitis ulserati+. &. 2aktor lain )emikiran bahwa alopesia areata disebabkan oleh in+eksi baik langsung atau sebagai akibat dari +okus in+eksi memiliki sejarah yang panjang dan masih tidak dapat disingkirkan. 0aporan sporadis

14

menghubungkan alopesia areata dengan agen in+ekti+ masih terus muncul. Skinner et al. melaporkan menemukan m!7' untuk sitomegalo%irus pada lesi alopesia tapi ini tidak dikon+irmasi dalam penelitian selanjutnya. 2aktor yang paling sering terlibat dalam memicu alopesia areata adalah stres psikologis tetapi pada penelitian masih sulit untuk menentukan hubungan antara stres dan alopesia areata. K!a"i+i a"i <keda 31E"64 setelah meneliti 1EGE kasus mengemukakan klasi+ikasi alopesia areata sebagai berikut : 1. -ipe umum /eliputi G&A kasus terjadi diantara umur $0 > 10 tahun dengan gambaran lesi berupa bercak bercak bulat selama masa perjalanan penyakit. )enderita yang tidak mempunyai riwayat stigmata atopi ataupun penyakit endokrin autonomic lama sakitnya biasanya kurang dari & tahun. Sebanyak "A dari penderita alopesia areata tipe umum akan berkembang menjadi alopesia totalis. $. -ipe atopic /eliputi 10A kasus yang umumnya mempunyai stigmata atopi atau penyakitnya telah berlangsung lebih dari 10 tahun. -ipe ini dapat menetap atau mengalami rekurensi pada musim-musim tertentu 3perubahan musim4. Biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan =6 A akan berkembang menjadi alopesia totalis. &. -ipe prehipertensi+ /eliputi 1A kasus dengan riwayat hipertensi pada penderita maupun keluarganya. Bentuk lesi biasanya reticular. Biasanya dimulai pada usia dewasa muda dan &EA akan menjadi alopesia totalis. 1. -ipe kombinasi /eliputi 6A kasus pada umur H 10 tahun dengan gambaran lesi-

15

lesi bulat atau retikular. )enyakit endokrin autonomik yang terdapat pada penderita antara lain berupa diabetes mellitus dan kelainan tiroid. Sekitar 10 A akan menjadi alopesia totalis. Pat$&%'%"i" *elainan yang terjadi pada alopesia areata dimulai oleh adanya rangsangan yang menyebabkan +olikel rambut setempat memasuki +ase telogen lebih awal sehingga terjadi pemendekan siklus rambut. )roses ini meluas sedangkan sebagian rambut menetap di dalam +ase telogen. !ambut yang melanjutkan siklus akan membentuk rambut anagen baru yang lebih pendek lebih kurus terletak lebih super+isial pada middermis dan berkembang hanya sampai +ase anagen <.. Beberapa ciri khas alopesia areata dapat dijumpai misalnya berupa batang rambut tidak berpigmen dengan diameter ber%ariasi dan kadang-kadang tumbuh lebih menonjol ke atas 3rambut-rambut pendek yang bagian proksimalnya lebih tipis di banding bagian distal sehingga mudah dicabut4 disebut e!clamation mark hairs atau e!clamation point. 5al ini merupakan patognomosis pada alopesia areata. Bentuk lain berupa rambut kurus pendek dan berpigmen yang disebut black dots. 0esi yang telah lama tidak mengakibatkan pengurangan jumlah +olikel. 2olikel anagen terdapat di semua tempat walaupun terjadi perubahan rasio anagen : telogen.364 2olikel anagen akan mengecil dengan sarung akar yang meruncing tetapi tetap terjadi di+erensiasi korteks walaupun tanpa tanda keratinisasi. !ambut yang tumbuh lagi pada lesi biasanya di dahului oleh rambut %elus yang kurang berpigmen. G%/a!a K!i'i 0esi alopesia areata stadium awal paling sering ditandai oleh bercak kebotakan yang bulat atau lonjong berbatas tegas. )ermukaan lesi tampak halus licin tanpa tanda-tanda sikatriks atro+i maupun skuamasi. )ada tepi lesi kadang-kadang tampak rambut yang mudah terputus bila rambut ini dicabut terlihat bulbus yang atro+i. Sisa rambut tampak seperti tanda seru 3e!clamation'mark hairs(. )!clamation'mark hairs 3rambut tanda seru4 adalah batang rambut yang ke arah

16

pangkal makin halus rambut sekitarnya tampak normal. )ada awalnya gambaran klinis alopesia areata berupa bercak atipikal kemudian menjadi bercak berbentuk bulat atau lonjong yang terbentuk karena rontoknya rambut. *ulit kepala tampak berwarna merah muda mengkilat licin dan halus tanpa tanda-tanda sikatriks atro+i maupun skuamasi. *adang-kadang dapat disertai dengan eritem ringan dan edema. Bila lesi telah mengenai seluruh atau hampir seluruh scalp disebut alopesia totalis. 'pabila alopesia totalis ditambah pula dengan alopesia di bagian badan lain yang dalam keadaan normal berambut terminal disebut alopesia uni%ersalis. Bambaran klinis spesi+ik lainnya adalah bentuk ophiasis yang biasanya terjadi pada anak berupa kerontokan rambut pada daerah occipital yang dapat meluas ke anterior dan bilateral 1-$ inci diatas telinga dan prognosisnya buruk. Bejala subjekti+ biasanya pasien mengeluh gatal nyeri rasa terbakar atau parastesi seiring timbulnya lesi. Sedangkan sisaipho adalah kebotakan rambut bagian samping dan bagian belakang kepala.

P%m%)i "aa' P%'u'/a'& Diagnosis alopesia areata berdasarkan gambaran inspeksi klinis atas pola mosaik alopesia atau alopesia yang secara klinis berkembang progresi+ dan di dukung adanya trikodistro+i anagen e++lu%ium atau telogen yang luas dan perubahan pada gambaran histopatologi. )ada stadium akut ditemukan distro+i rambut anagen yang disertai rambut tanda seru 3e!clamation'mark hairs4 pada bagian proksimal sedangkan pada stadium kronik akan didapatkan peningkatan jumlah rambut telogen. )erubahan lain meliputi berkurangnya diameter serabut rambut miniaturisasi pigmentasi yang tidak teratur. -es menarik rambut pada bagian tepi lesi yang positi+ menunjukkan keakti+an penyakit Biopsi pada tempat yang terserang menunjukkan peradangan lim+ositik peribulbar pada sekitar +olikel anagen atau katagen disertai meningkatnya eosino+il atau sel mast. )ada pemeriksaan histopatologi diperoleh gambaran spesi+ik pada alopesia areata

17

berupa miniaturisasi struktur rambut baik pada +ase awal rambut anagen maupun pada rambut telogen yang distro+ik. Struktur +ase awal rambut anagen biasanya dominan pada lesi baru sedangkan struktur rambut telogen yang distro+ik di jumpai pada stadium lanjut. Struktur +ase awal rambut anagen tampak mengecil bulbusnya terletak hanya sekitar $ mm di bawah permukaan kulit. )roses keratiniasi rambut tersebut di dalam +olikel berlangsung tidak sempurna. Sarung akar dalam rambut biasanya tetap ada. Struktur rambut telogen distropik tidak mengandung batang rambut atau hanya berupa rambut distropik yang kecil. 2olikel rambut akan berpindah ke dermis bagian atas. *elenjar sebasea dapat tetap normal atau mengalami atro+i. -erjadi in+iltrasi lim+osit pada dermis di sekeliling struktur rambut miniature.)ada kasus kronik jumlah in+iltrate peradagan berkurang dapat terjadi in%asi sel radang ke matriks bulbus dan sarung akar luar +ase awal rambut anagen. <n+iltrat peradangan tampak tersusun longgar menyerupai gambaran sarang lebah. Dia&'$"i" Ba'0i'& Bambaran klinis alopesia areata yang terbentuk khas bulat berbatas tegas biasanya tidak memberikan kesulitan untuk menegakkan diagnosisnya. Secara mikroskopis hal tersebut diperkuat oleh adanya rambut distropik dan e!clamation'mark hairs. )ada keadaan tertentu gambaran seperti alopesia areata dapat dijumpai pada alopesia androgenik si+ilis stadium << lupus eritematous discoid tinea kapitis telogen e++lu%ium atau trikotilomania sehingga perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. /asa awitan alopesia areata yang cepat dan di+us sulit dibedakan secara klinis dari alopesia pasca +ebris dan gangguan siklus rambut lainnya kecuali bila dijumpai rambut distropik. Sikatriks pada lesi alopesia areata yang kronik dapat pula terjadi oleh karena berbagai manipulasi sehingga perlu dilakukan pemeriksaan biopsi kulit. a. 'lopesia androgenic Sebagian besar kasus rambut rontok adalah karena androgenetic alopecia 3'B'4. 60A laki-laki pada usia 60 tahun dan 10A dari perempuan dengan menopause memiliki beberapa derajat 'B'.

18

!ambut rontok secara bertahap dengan miniaturisasi +olikel rambut secara genetik diprogram. )enyerapan metabolisme dan kon%ersi testosteron untuk dihidrotestosteron oleh 6 alpha-reductase-meningkat pada +olikel rambut botak. 'B' muncul berbeda pada pria dibandingkan dengan wanita. )ada pria dengan 'B' rambut rontok terjadi di daerah-temporal +ronto dan pada titik kulit kepala tergantung pada keparahan. )ada pasien 'B' perempuan itu lebih menyebar dan berada centroparietally. 2rontal garis rambut biasanya utuh pada wanita. b. 0upus eritematous discoid 'dalah penyakit kulit kronik yang dapat menyebabkan jaringan parut kerontokan rambut dan hiperpigmentasi kulit jika tidak ditatalaksana dengan segera. Diagnosis biasanya ditegakkan melalui gejala klinis dan dikon+irmasi dengan pemeriksaan histopatologi. )erlu dilakukan tes '7' untuk menyingkirkan diagnosis ini. c. -inea kapitis 'dalah penyakit in+eksi menular yang disebabkan jamur 3Dermatophyte4 yang ditandai dengan bercak-bercak seperi pulaupulau di kulit kepala. )erlu dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan pewarnaan *;5 untuk menyingkirkan diagnosis ini. d. -elogen e++lu%ium 'dalah kelainan kulit kepala yang ditandai dengan rambut rontok besar-besaran sebagai akibat dari masuknya awal rambut ke dalam +ase telogen. :motional atau stress +isiologis dapat menyebabkan perubahan normal siklus rambut. -erjadi jika semua rambut masuk ke dalam +ase istirahat secara bersamaan Biasanya paling sering terjadi setelah melahirkan atau sakit parah. e. -rikotilomania -rikotilomania merupakan alopesia neurosis. 5al ini disebabkan karena adanya dorongan yang sangat kuat untuk mencabuti rambut dari kulit kepala alis atau area lain dari tubuh. Bangguan ini kadang

19

disebut Ikelainan mencabut rambutJ dan sering pada gadis yang mengalami depresi. P%'ata!a "a'aa' P%'ata!a "a'aa' Umum -idak ada terapi kurati+ yang tersedia untuk alopesia areata. )enatalaksanaan untuk aleposia areata ini masih kurang memuaskan. Dalam kebanyakan kasus yang paling penting adalah penanganan pasien secara psikologis baik berupa dukungan dari dokter keluarga maupun kelompok lain. )asien dengan area alopesia yang luas dapat disarankan untuk memakai wig. 'lis mata juga dapat digambar dengan menggunakan make-up ataupun ditato untuk memperbaiki kosmetik. P%'ata!a "a'aa' K.u"u" 1. Blukokortikoid a. -opikal. *elompok yang superpoten biasanya memberikan hasil yang e+ekti+. b. <njeksi <ntralesi. 0esi alopesia yang kecil dapat diobati dengan menyuntikan triamnicolone acetonide &-= mg/m0 intralesi yang terbukti sangat e+ekti+ untuk sementara. c. Blukokortikoid Sistemik. Dapat merangsang pertumbuhan tapi kondisi alopesia akan muncul kembali apabila obat dhentikan sehingga penderita harus mengkonsumsi obat tersebut dalam jangka panjang. $. Siklosporin sistemik Dapat merangsang pertumbuhan tetapi alopesia areata akan muncul kembali apabila obat dihentikan. -erapi yang paling umum termasuk suntikan kortikosteroid krim kortikosteroid mino#idil 'nthralin imunoterapi topikal dan +ototerapi. )ilihan satu agen di atas yang lain tergantung pada usia pasien 3anak-anak tidak selalu mentolerir e+ek

20

samping4 tingkat kondisi 3lokal atau luas4 dan pre+erensi pribadi pasien. ?ntuk pasien yang lebih muda dari 10 tahun obat yang di pilih termasuk krim kortikosteroid mino#idil dan 'nthralin. ?ntuk orang dewasa dengan keterlibatan kulit kepala kurang dari 60A )ilihan pertama biasanya adalah kortikosteroid intralesi diikuti dengan krim kortikosteroid mino#idil dan 'nthralin. ?ntuk orang dewasa dengan keterlibatan kulit kepala lebih dari 60A imunoterapi topikal dan +ototerapi merupakan pilihan tambahan.

2.1 KELAINAN KUKU Pa)$'i ia /enurut Soepardiman 3$0064 merupakan reaksi in+lamasi mengenai lipatan kulit disekitar kuku. Bejala klinis berupa pembengkakan jaringan yang nyeri dan dapat mengeluarkan pus. <n+eksi kronis terdapat celah horisontal pada dasar kuku. Biasanya mengenai 1-& jari terutama jari telunjuk dan jari tengah
".

)aronikia ditandai dengan jaringan kuku menjadi lembut dan membengkak serta dapat mengeluarkan pus 3nanah4 kuku bertambah tebal berubah warna dan membentuk garis punggung melintang )enyakit ini berkembang pada orang-orang yang tangannya lama terendam airK kalau jari terluka sedikit saja maka basil jamur akan merusak jaringan sekitar kuku. )enderita diabetes atau kekurangan gi8i lebih mudah diserangnya. 0ebih banyak terjadi pada wanita kadang-kadang penyakit ini muncul pada anak-anak khususnya yang gemar menghisap jari tangannya. Setiap jari tangan dapat terkena tetapi yang lebih sering adalah jari manis dan jari kelingking. @elah yang lembab terkontaminasi oleh kokus piogenik atau jamur 3Staphylococcus atau Pseudomonas aeruginosa atau *andida albicans4 6 -erapi adalah dengan mencegah trauma dan menjaga agar kulit tetap kering mencuci dengan sarung tangan karet insisi supurasi pada paronikia akut " )aronikia akut )aronikia super+isial tampak sebagai daerah kemerahan nyeri tekan di sekitar lipat kuku bengkak adanya abses intra kutikular atau sub kutikular dan

21

dapat juga pada sisi lateral lipat

kuku. )aronikia yang dalam memberikan

gambaran pembengkakan yang nyeri bila ditekan dan selulitis hampir di seluruh jaringan proksimal kuku yang paling sering dalam eponikium.6 )ada awal sebelum pengobatan antibiotika tidak terlihat adanya pus dan setelah pengobatan akan terbentuk pus yang terlokalisasi. <n+eksi bakteri pada lipat kuku sering terjadi sekunder karena trauma seperti kebiasaan mengisap dan menggigit kuku kesusuban atau tertusuk paku adanya luka lama dan perawatan kuku yang salah dengan pemakaian alat yang tidak steril yang dapat mengakibatkan robeknya kutikula6 )aronikia kronis berdasarkan etiologinya dibagi menjadi primer dan sekunder. )ada keadaan primer ada nyeri dan pembengkakan lipat kuku lateral dan posterior eritematosa tampak berkilat. *utikula biasanya terlepas dari lempeng kuku yang merupakan gambaran diagnostik penting. )ada stadium awal lempeng kuku masih tampak normalK dengan proses lanjut daerah lempeng kuku bagian proksimal dan lateral mengalami perubahan warna bahkan distropi. )enyakit ini lebih sering terjadi pada wanita terutama pada usia &0-"0 tahun. *adang-kadang muncul pada anak-anak yang gemar mengisap jari tangannya6 :tiologi dihubungkan dengan perendaman tangan dalam air yang berlangsung lama. )enyakit ini banyak terjadi pada ibu rumah tangga tukang masak perawat orang dengan pekerjaan yang berhubungan dengan ikan seperti nelayan . )eradangan ringan yang berlanjut pada lipat kuku sering diikuti serangan akut yang terbentuk bintik-bintik pus yang dapat diketahui dengan penekanan jaringan lipat kuku akan keluar material seperi keju. )us terbentuk dalam kantong di bawah lipat kukuK tidak terlihat adanya abses dalam perinikium. 6 penjual ikan pekerja kantin +catering(, penyakit sistemik yang merupakan predisposisi seperti kencing manis 3D/4 6

22

Serangan akut dan kronis yang berulang-ulang menyebabkan perubahan warna lempeng kuku bagian proksimal dan lateral seperti warna kuning coklat atau kehitaman. )erubahan warna ini disebabkan oleh dihidroksi aseton yang dihasilkan organisme dalam lipat kuku. Pseudomonas memberikan warna khusus hijau atau biru tergantung dari spesies Pseudomonas. 6

O'i $mi $"i" <n+eksi jamur pada kuku pre%alensinya meningkat sesuai dengan peningkatan usia. 60A dari populasi umum dan 10A terjadi pada usia lebih dari "0 tahun. Dermato+ita sebagai penyebab dari G6A kasus dan 16A dari jamur nondermato+ita. <n+eksi pada orang dengan imunode+isiensi %irus memiliki jenis proksimal subungual onychomikosis. @andida Sp. 5anya menjadi agen pada orang dengan imunosupresi 1 )enyebab: 1. Berkaitan dengan -.pedis et manuum: T.rubrum T. mentagrophyte dan ).floccosum $. Berkaitan dng -. capitis: T. tonsuran, T.violaceum dan T.schoenleini. &. 7on-dermato+it: Scopulariopsis brevicaulis, Acremonium, -usarium, Aspergillus dan *andida albicans = Subyekti+ : tidak ada ;byekti+ : a. ;nikomikosis subungual distalis dimulai dari tepi distal kuku menjalar ke pro#imal dan di bawah kuku terbentuk sisa kuku yang rapuh pemukaan distal hancur dan kuku rapuh menyerupai kapur = b. 0eukonikia triko+ita berupa keputihan pada permukaan kuku in+eksi T.mentagrophytes c. ;nikomikosis subungual proksimal dimulai dari pangkal kuku bagian proksimal bagian distal tampak utuh in+eksi T.rubrum . T.megninii d. ;nikomikosis oleh *andida

23

-erapi dengan Briseo+ul%in ).; salep Lhit+ield krim :konasol 1A a%ulsi kuku kuku dibuat bubur dgn *;5 10 A =

;nikomikosis subungual distalis

T.rubrum, T. interdigitalis

;nikolisis berhubungan dengan subungual hyperkeratosis

;nikomikosis proksimal

subungual T.rubrum

0eukonikia

proksimal

dengan

permukaan nail plate yang normal Berhubungan dengan in+lamasi -usarium Scopulariopsis Aspergillus 3white T. interdigitalis -usarium Aspergillus perungual dan purulent discharge

0eukonikia

triko+ita

0ebih luas dan dalam

super+icial onikomikosis4

-abel <. -ab G=-= @linical presentation o+ ;nychomycosis. = p.=G" . ;nikomikosis yang sedang terkadang respon dengan kombinasi topical anti+ungal dan medikasi. ?ntuk onikomikosis yang lebih berat terlebih mengenai lebih dari satu jari medikasi sistemik diperlukan. )ada penelitian di uni%ersitas !ochester tea tree oil dua kali sehari dioleskan bersamaan dengan debridement sama e+ekti+itasnya dengan penggunaan kotrima8ole&. Li %' -!a'u" u u )enyebab dari 0) tidak diketahui namun mekanisme immunology dapat terlihat dari rendahnya stimulasi antigen pada patogenesa penyakit tersebut. !espon imun mediated-sel dipercaya berperan penting dalam patogenesa penyakit ini. *ehadiran dari acti%ated antigen presenting cells 3sel 0angerhans sel

24

dendritic dan macro+ag4 pada lesi kulit dapat terlihat pada tahap awal penyakit ini
$

Dapat timbul tanpa kelainan kulit. )erubahan kuku berupa belah longitudinal lipatan kuku yg mengembung 3pterigium kuku4 kadang kadang anonikia. 0empeng kuku menipis dan papul liken planus dapat mengenai lempeng kuku " 0ichen )lanus dapat terjadi pada semua usia namun lebih banyak ditemukan pada anak-anak. *eluhan utama yang terjadi adalah pruritus. *egatalan yang terjadi pada lesi 0) biasanya dipro+okasi oleg menggosok lesi. $ 0esi pada 0) ditandai dengan$: 0esi memiliki karakteristik warna %iolet )apul papul polygonal dan plak terang permukaan datar )ermukaan kering dan tipis 0esi dapat terjadi dibagian manapun pada permukaan tubuh yang umum adalah pergelangan tangan dan pergelangan kaki. 2enomena koebner F

-erdapat " 3)4 karakteristik dari lesi 0) yaitu planar polygonal purple pruritic papul dan plak$. 5istopatologi dapat mendukung diagnose. Berikut penemuan dalam kombinasi yang merupakan karakteristik dari liken planus yaitu$: 5yperkeratosis tanpa parakeratosis 5ipergranulosis 'kantosis yang irregular Degenerasi sel basal Badan ci%atte 3badan koloid dan badan hyaline4

25

. Ku u P"$)ia"i" 2Psoriatic nails3 *uku psoriasis terjadi pada 60A pasien psoriasis kulit dan G&A dari mereka mengalami psoriasis arthritis. Dengan terapi yang tidak memuaskan 1. 'danya pits 3cekungan4 terowongan dan cekungan yang trans%ersal 3Beau/s line4 leukonikia dengan permukaan yang kasar atau licin. )ada dasar kuku terdapat perdarahan dan merah. 5iponikia hijau kekuningan pada daerah onikolisis. *eratosis subungual 8at tanduk dibawah lempeng kuku dapat menjadi medium pertumbuhan bakteri ataupun jamur. " @ekungan pada psoriasis yang terbatas pada kuku adalah besar dalam dan irregular. )soriasis kuku terlihat pada matriks kuku bagian proksimal. 1 " E Bejala tambahan dari kuku psoriasis yaitu onikolisis yang merupakan paling umum yang terjadi salmon patches dan hyperkeratosis subungual subungual dan sangat dekat dengan kejadian onikomikosis. 1 E -erapi dengan -riamsinolon asetonid injeksi intralesi kadang menolong " A!$-%"ia a)%ata *elainan kuku berupa pitting atau terowongan halus semua kuku jari tangan dan kaki dapat terkena menjadi kasar tidak berkilau dan menunjukkan koilonikia kadang terdapat bintik-bintik pada lunula beberapa kuku menjadi tipis dan beberapa menjadi tebal
"

pada

kuku jari kaki onikolisis sering terjadi bersamaan dengan hyperkeratosis

'danya kuku yang rapuh dan pecah-pecah

dengan perubahan warna longitudinal bentuk . dan hiperkeratosis di bawah kuku1 " . -erjadi pada $0A dewasa dan 60A anak-anak dan paling umum terjadi pada laki-laki dengan perluasan yang berat1. Ka'0i0ia"i"

26

<n+eksi dengan *andida sp menimbulkan paronikia menahun. Ditandai eritem dan pembengkakan pada lipatan kuku dorsal tepi kuku tidak teratur serta berubah warna dapat merupakan in+eksi sekunder Pseudomonas aeruginosa. *andida albicans ditemukan pada lipatan kuku daerah tepi kuku in%asi ke lempeng kuku jarang. -erapi menjaga kuku tetap kering salep 7istatin krim *lotrima8ol 1 A atau krim /ikona8ol $A dapat mengurangi gejala. 6 " 2.1 KELAINAN KELENJAR SEBUM '*7: De+inisi 'kne atau biasa disebut jerawat adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun +olikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo papul pustul nodus dan kista pada tempat predileksinya. 0esi akne terbentuk di +olikel sebasea yang tersumbat terjadi di daerah wajah telinga luar punggung dada dan lengan atas. 2olikel pilosebasea terdiri atas & macam yaitu +olikel %elus +olikel sebasea serta +olikel terminal. Sedangkan akne hanya terjadi pada unit pilosebasea yang berbentuk +olikel sebasea. Blandula sebasea juga terdapat pada kelopak mata dan mukosa preputium dan ser%iks tetapi sudah mengalami perubahan sehingga di daerah tersebut tidak terdapat +olikel rambut. Blandula sebasea disusun oleh sel-sel holokrin yang menghasilkan trigliserid asam lemak esler dan sterol atau sebum. )erubahan-perubahan yang mendukung terjadinya akne adalah: )eningkatan produksi sebum )erubahan lapisan keratin pada duktus sebasea yang menghasilkan black head atau komedo hitam. Larna tersebut terbentuk dari melanin bukan dari kotoran. )eningkatan peranan bakteri Propionibacterium acnes pada duktus. )eningkatan asam lemak bebas

27

'danya in+lamasi di sekitar kelenjar sebasea memungkinkan terjadinya pelepasan en8im-en8im yang dihasilkan oleh bakteri.

-erdapat beberapa %ariasi yang perlu diperhatikan yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan sehingga timbul akne: 1. 5ormon 5ormon androgen dapat meningkatkan ukuran glandula sebasea dan memperbanyak sebum pada remaja putri maupun putra. :strogen mempunyai e+ek yang sebaliknya pada pre pubertas lakilaki. )ada beberapa wanita yang mempunyai akne terjadi penurunan konsentrasi hormon se# yang mengikat globulin dan konsekwensinya terjadi peningkatan konsentrasi testosteron bebas ini mungkin juga merupakan perubahan peningkatan sensiti%itas androgen. *ontrasepsi oral yang terdiri dari ethinylestradiol lebih dari 60 Mg dapat memperburuk akne dan kontrasepsi oral kombinasi mungkin menurunkan hormon se# yang mengikat konsentrasi globulin ini berperan dalam peningkatan hormon testosteron bebas. 'kne in+antile terjadi pada awal bulan kelahiran dan mungkin bertahap sampai beberapa tahun. Sebab lain yang jarang adalah: hiperplasia adrenal atau tumor rangsang transplasenta dari glandula adrenal diperkirakan mengakibatkan pelepasan hormon androgen adrenal tetapi tidak dapat diketahui secara jelas mengapa lesi tersebut menetap. $. !etensi cairan 'kne yang terjadi saat premenstruasi dipermudah terjadinya karena adanya retensi cairan yang menyebabkan peningkatan hidrasi dan pembengkakan duktus kadang keringat dapat memperburuk akne kemungkinan mempunyai mekanisme yang mirip. &. Diet

28

)ada

beberapa

penderita

akne

dapat

diperburuk

dengan

mengkonsumsi coklat berkarbonasi. 1. /usim

kacang

kopi serta minuman yang

'kne sering membaik dengan cahaya matahari alami dan memburuk di musim dingin sedangkan pengaruh cahaya ultra %iolet tiruan tidak dapat diramalkan. 6. 2aktor eksternal /inyak baik minyak sayur pad kasus memasak di dapur yang panas ataupun minyak mineral pada mesin dapat menyebabkan +olikulitis sebagai sebab utama timbulnya lesi mirip akne. Bahanbahan lain yang bersi+at aknegenik diantaranya: tar batubara dichopane 3DD-4 cutting oil hidrokarbon halogen 3polychlorin biphenol dan yang berhubungan dengan 8at-8at kimia4. 'kne karena kosmetik tampak pada wanita dewasa yang menggunakan kosmetik yang mengandung minyak yang bersi+at komedogenik setelah menggunakannya dalam beberapa tahun. ". <atrogenik *ortikosteroid baik topikal maupun sistemik dapat menyebabkan peningkatan keratinisasi pada duktus pilosebasea. 5ormon androgen gonadotropin dan kortikotropin dapat memudahkan terjadinya akne pada usia remaja. *ontrasepsi oral tipe kombinasi dapat memudahkan terjadinya akne dan obat antiepileptik dianggap dapat menyebabkan akne.

*asi+ikasi 'kne meliputi berbagai kelainan kulit yang hampir mirip satu dengan lainnya sehingga diperlukan penggolongan/klasi+ikasi untuk membedakannya.

29

Domonkos dalam buku 'ndrews diseases o+ the skin 31E=14 menulis bahwa akne terdiri atas akne %ulgaris akne keloidalis peri+olikulitis akne tropikalis akne neonatorum rino+ima akne rosasea perioral dermatitis. @unli++e dalam buku 'cne 31EGE4 menyatakan bahwa akne terdiri atas: 1. 'kne %ulgaris yang meliputi akne konglobata akne +ulminans +olikulitis negati+-gram pioderma +asial akne %askulitis. $. .arian akne yang meliputi akne induksi obat acne e#coriee akne in+antil dan akne ju%enil akne klor oil acne other chemical acne 2iddlerNs neck akne ne%oid akne +isika 3+rictional acne dan immobility acne4 akne kosmetika akne detergent senile 3solar4 comedones +amilial comedones dan akne tropikalis. Sedangkan Straus dalam buku Dermatology in Beneral /edicine 31EE&4 menulis akne terdiri atas: 1. 'kne %ulgaris $. /iscellaneous type o+ acne yang terdiri atas akne neonatal acne e#coriee des jeunes +illes drug acne akne akibat kerja akne tropikalis akne esti%alis akne kosmetika pomade acne akne detergent akne mekanika acne with +acial edem akne konglobata akne +ulminan dan steatoma multipleks. )lewig dan kligman dalam buku 'cne: /orphologenesis and -reatment 31E=64: '. 'kne .ulgaris dan %arietasnya: a. 'kne -ropikalis b. 'kne 2ulminan c. )ioderma 2asiale d. 'kne /ekanika B. 'kne .enenata akibat kontaktan eksternal dan %arietasnya:

30

a. 'kne *osmetika b. )omade 'cne c. 'kne *lor d. 'kne 'kibat *erja e. 'kne Detergent @. 'kne komedonal akibat agen +isik dan %arietasnya: a. Solar @omedones b. 'kne !adiasi 3sinar O kobalt4

'kne .ulgaris /erupakan tipe akne yang sering terjadi pada usia pubertas dan mempengaruhi timbulnya komedo di sekitar wajah punggung dan dada. Salah satu hal yang mendukung adalah +aktor keluarga. 'kne %ulgaris lebih sering terjadi pada remaja putra kurang lebih &0-10A dengan umur antara 1G-1E tahun sedangkan pada remaja putri terjadi antara umur 1"-1G tahun. )ada orang dewasa terjadinya akne ber%ariasi 1A pada pria dan 6A wanita terkena ketika berumur 10 tahun. 'kne keloidalis merupakan salah satu tipe akne %ulgaris yang meninggalkan bekas jaringan parut yang sering tampak pada bagian leher pria. )asien dengan akne sering mengeluhkan masalah kulit mereka yang terlalu berminyak disertai dengan timbulnya Iblack headJ yang berbintil-bintil ataupun IplukesJ. Sering juga disertai adanya papul dan pustul yang mengalami in+lamasi yang menjadi bentuk kiste dan nodul yang lebih besar sehingga meninggalkan bekas in+lamasi berupa makula dan jaringan parut. ,aringan parut dapat menjadi atopik kadang-kadang berbentuk Iice pickJ ataupun berbentuk keloid. *eloid terdiri dari jaringan parut yang hipertro+i lebih sering terjadi di leher punggung bahu dan sternum.

31

2aktor-+aktor yangberkaitan dengan patogenesis penyakit: 1. )erubahan pola keratinisasi dalam +olikel. *eratinisasi dalam +olikel yang biasanya berlangsung longgar berubah menjadi padat sehingga sukar lepas dari saluran +olikel tersebut. $. )roduksi sebum yang meningkat yang menyebabkan peningkatan unsur komedogenik dan in+lamatogenik penyebab terjadinya lesi akne. &. -erbentuknya +raksi asam lemak bebas penyebab terjadinya proses in+lamasi +olikel dalam sebum dan kekentalan sebum yang penting pada patogenesis penyakit. 1. )eningkatan jumlah +lora +olikel 3)ropionicbacterium acnes4 yang berperan pada proses kemotaktik in+lamasi serta pembentukan en8im lipolitik pengubah +raksi lipid sebum. 6. -erjadinya respon hospes berupa pembentukan circulating antibodies yang memperberat akne. ". )eningkatan kadar hormon androgen anabolik kortikosteroid gonadotropin serta '@-5 yang mungkin menjadi +aktor penting pada kegiatan kelenjar sebasea. =. -erjadinya stress yang dapat memicu kegiatan kelenjar sebasea baik secara langsung atau melalui rangsangan terhadap kelenjar hipo+isis. G. 2aktor lain: usia ras +amilial makanan cuaca/musim yang secara tidak langsung dapat memicu peningkatan proses patogenesis tersebut. Diagnosis

32

Diagnosis akne %ulgaris ditegakkan atas dasar klinis dan pemeriksaan ekskohleasi sebum yaitu pengeluaran sumbatan sebum dengan komedo ekstraktor 3sendok ?nna4. Sebum yang menyumbat +olikel tampak sebagai massa padat seperti lilin atau massa lebih lunak bagai nasi yang ujungnya kadang berwarna hitam. )emeriksaan histopatologis memperlihatkan gambaran yang tidak spesi+ik berupa sebukan sel radang kronis di sekitar +olikel pilosebasea dengan massa sebum di dalam +olikel. )ada kista radang sudah menghilang diganti dengan jaringan ikat pembatas massa cair sebum yang bercampur dengan darah jaringan mati dan keratin yang lepas. )emeriksaan mikrobiologis terdapat jasad renik yang mempunyai peran pada etiologi dan patogenesis penyakit dapat dilakukan di laboratorium mikrobiologi yang lengkap untuk tujuan penelitian namun hasilnya sering tidak memuaskan. )emeriksaan susunan dan kadar lipid permukaan kulit 3skin sur+ace lipids4 dapat pula dilakukan untuk tujuan serupa. )ada akne %ulgaris kadar asam lemak bebas 3+ree +atty acis4 meningkat karena itu pada pencegahan dan pengobatan digunakan cara untuk menurunkannya. )enatalaksanaan )encegahan: 1. /enghindari terjadinya peningkatan jumlah lipid sebum dan perubahan isi sebum dengan cara: a. Diet rendah lemak dan karbohidrat. /eskipun hal ini diperdebatkan e+ekti%itasnya namun bila pada anamnesis menunjang hal ini dapat dilakukan. b. /elakukan perawatan kulit untuk membersihkan

permukaan kulit dari kotoran dan jasad renik yang mempunyai peran pada etiopatologenesis akne %ulgaris. $. /enghindari terjadinya +aktor pemicu terjadinya akne misalnya:

33

a. 5idup teratur dan sehat cukup istirahat olahraga sesuai kondisi tubuh hindari stress. b. )enggunaan kosmetika secukupnya baik banyaknya

maupun lamanya. c. /enjauhi terpacunya kelenjar minyak misalnya minum minuman keras pedas rokok lingkungan yang tidak sehat. d. /enghindari polusi debu pemencetan lesi yang tidak lege artis yang dapat memperberat erupsi yang telah terjadi. &. /emberikan in+ormasi yang cukup pada penderita mengenai penyebab tidak penyakit pencegahan atau dan cara maupun terhadap lama usaha pengobatannya serta prognosisnya. 5al ini penting agar penderita underestimate o%erestimate penatalaksanaan yang dilakukan yang akan membuatnya putus asa atau kecewa. )engobatan '. )engobatan -opikal Dilakukan untuk mencegah pembentukan komedo peradangan dan mempercepat penyembuhan lesi. ;bat topikal terdiri atas: 1. Bahan iritan yang dapat mengelupas kulit 3peeling4 misalnya sul+ur 31-GA4 resorsinol 31-6A4 asam salisilat 3$6A4 peroksida ben8oil 3$ 6-10A4 asam %itamin ' 30 0$60 1A4 dan asam a8eleat 316-$0A4. :+ek samping bahan iritan dapat dikurangi dengan cara pemakaian berhati-hati dimulai dengan konsentrasi yang paling rendah. menekan

34

$. 'ntibiotika topikal yang dapat mengurangi jumlah mikroba dalam +olikel yang berperan dalam etiopatogenesis akne %ulgaris misalnya oksi tetrasiklin 31A4 eritromisin 31A4 klindamisin +os+at 31A4. &. 'ntiperadangan topikal salap atau krim kortikosteroid kekuatan ringan atau sedang 3hidrokortison 1-$ 6A4 atau suntikan intralesi kortikosteroid kuat 3triamsinolon asetonid 10 mg/cc4 pada lesi nodulo-kistik. 1. 0ainnya misalnya etil laktat 10A untuk menghambat pertumbuhan jasad renik. B. )engobatan Sistemik Ditujukan terutama untuk menekan akti%itas jasad renik di samping dapat juga mengurangi reaksi radang menekan produksi sebum dan mempengaruhi keseimbangan hormonal. Bolongan obat sistemik terdiri atas: 1. 'nti bakteri sistemikK tetrasiklin 3$60 mg-1 0 g/hari4 eritromisin 31# $60 mg/hari4 doksisiklin 360 mg/hari4 trimetoprim 3&#100 mg/hari4. $. ;bat hormonal untuk menekan produksi androgen dan secara kompetiti+ menduduki reseptor organ target di kelenjar sebasea misalnya estrogen 360 mg/hari selama $1 hari dalam sebulan4 atau antiandrogen siproteron asetat 3$ mg/hari4. )engobatan ini ditujukan untuk penderita wanita dewasa akne %ulgaris beradang yang gagal dengan terapi yang lain. *ortikosteroid sistemik diberikan untuk menekan peradangan dan menekan sekresi kelenjar adrenal misalnya prednison 3= 6 mg/hari4 atau deksametason 30 $6-0 6 mg/hari4

35

&. .itamin ' dan retinoid oral. .itamin ' digunakan sebagai antikreatinisasi 360.000 ui-160.000 ui/hari4 sudah jarang digunakan sebagai obat akne karena e+ek sampingnya. <sotretinoin 30 6-1 mg/kg BB/hari4 merupakan deri%at retinoid yang menghambat produksi sebum sebagai pilihan pada akne nodulokistik atau konglobata yang tidak sembuh dengan pengobatan lain. 1. ;bat lainnya misalnya antiin+lamasi non-steroid ibupru+en 3"00 mg/hari4 dapson 3$ # 100 mg/hari4 seng sul+at 3$ # $00 mg/hari4 @. Bedah *ulit -indakan ini kadang-kadang diperlukan terutama untuk

memperbaiki jaringan parut akibat akne %ulgaris meradang yang berat yang sering menimbulkan jaringan parut baik yang hipertro+ik maupun yang hipotro+ik. ,enis bedah kulit yang dipilih disesuaikan dengan macam dan kondisi jaringan parut yang terjadi. -indakan dilakukan setelah akne %ulgarisnya sembuh. 1. Bedah skalpel dilakukan untuk meratakan sisi jaringan parut yang menonjol atau melakukan eksisi elips pada jaringan parut hipotro+ik yang dalam. $. Bedah listrik dilakukan pada komedo tertutup untuk mempermudah pengeluaran sebum atau pada nodulo-kistik untuk drainase cairan isi yang dapat mempercepat penyembuhan. &. Bedah kimia dengan asam triklor asetat atau +enol untuk meratakan jaringan parut yang berbenjol.

36

1. Bedah beku dengan bubur @;$ beku atau 7$ cair untuk mempercepat penyembuhan radang. 6. Dermabrasi untuk meratakan jaringan parut hipo dan hipertro+i pasca akne yang luas.

!osasea /erupakan erupsi menetap yang terjadi pada dahi dan pipi lebih sering pada wanita daripada pria. -erdapat eritema dengan pembuluh darah yang menonjol juga pustula papula dan edema. !hinophyma merupakan salah satu %ariasi dimana terdapat kulit hidung erythematous yang menebal disertai dengan +olikel yang membesar dapat juga dihubungkan dengan terjadinya konjungti%itis dan ble+aritis yang biasanya memburuk dengan paparan sinar matahari.

!osasea harus dibedakan dari: 1. 'kne -erdapat black head dengan distribusi luas dan membaik dengan cahaya matahari. 'kne dapat terjadi bersamaan dengan rosasea lebih dikenal dengan akne rosasea. $. :ksim seboroik -idak terdapat pustula dan terjadi perubahan eksematous &. 0upus eritematosus /enunjukkan kepekaan terhadap cahaya erythema dan jaringan parut tetapi tanpa pustula. 1. Dermatitis perioral

37

-erdapat pada wanita dengan adanya pustula dan erythema disekitar mulut dan dagu. Biasanya kambuh menjelang premenstruasi. )enanganan dengan pemberian tetracycline oral.

)enanganan )enanganan rosasea adalah dengan o#ytetracyclin jangka panjang dapat diberikan berulang. )engobatan topikal seperti pada akne juga dapat membantu. Steroid topikal sebaiknya tidak digunakan karena e+eknya minimal dan menyebabkan timbulnya erythema berat yang sulit hilang. /enghindari makanan yang panas d an padas dapat membantu.

38

BAB III KESIMPULAN 1. /iliaria adalah gangguan umum pada kelenjar ekrin yang sering terjadi pada kondisi di mana terjadi peningkatan panas dan kelembaban. /iliaria disebabkan karena terjadinya sumbatan dari bagian intraepidermal saluran keringat sehingga cairan kelenjar ekrin tertahan di dalam epidermis atau dermis yang terjadi secara mendadak dan menyebar alami. $. /iliaria ditandai dengan adanya papul %esikuler atau pustul yang bersi+at milier dan gatal. &. Sinonim dari penyakit ini adalah biang keringat keringat buntet liken tropikus prickle heat sweating fever heat scaling dermatitis hidrotica hydroa heat rash dan sweat blisters. 1. 'da 1 bentuk miliaria antara lain : a. /iliaria *ristalina b. /iliaria !ubra c. /iliaria )ro+unda d. /iliaria )ustulosa

39

DAFTAR PUSTAKA
1. 0e%in 7ikki '. /D. )hD. /iliaria. e-medicine. $00$. 'pril $" : '%ailable

+rom : http://www.google.com. 'ccessed 7o%ember $& $01& $. Braun ;. 2alco. )lewig. B. Lol++ 5.5. Linkelmann !.*. Disease o+ :ccrine Sweat Blands. <n : Dermatology 7ew Pork K p. =6$-&. &. /oschella Samuel 0. 5urley 5arry ,. -he :ccrine Sweat Blands. <n : Dermatology. .olume $. -hird :dition. )hiladelphia : L.B. Saunders @ompany K 1EE$. p. 16$"-$E.
4. 'li 'mir. /iliaria. -el/ed)ak. $001. ;ctober 1$ : http://www.google.com.

'ccessed 7o%ember $& $01&. 6. 7atahusada :.B. /iliaria. <n : Djuanda 'dhi. 5am8ah /ochtar. 'isah Siti. <lmu )enyakit *ulit dan *elamin. :disi & ,akarta : Balai )enerbit 2*?<. $00$. p. $61. ". 'miruddin /uh Dali /iliaria pada 'nak. <n : <lmu )enyakit *ulit. /akassar : Bagian <lmu )enyakit *ulit dan *elamin 2* ?nhas. $00&. p.101-G.

40

41