Anda di halaman 1dari 18

INDUSTRI SULFUR/BELERANG

Sifat Fisis Belerang


Merupakan unsur bukan logam Padat berwarna kuning

Konduktor panas dan bukan

konduktor listrik. Belerang tidak terlarut dalam air Belerang dapat bergabung dengan kebanyakan logam pada pemanasan Bereaksi langsung dengan unsurunsur bukan logam

Kegunaan Belerang
Membuat asam sulfat

Membuat SO2 (mencuci bahan dari wool dan sutera)


Menambah ketegangan & kekuatan pd industri ban Digunakan pada industri bahan peledak, korek api,

obat, kosmetik (membunuh bakteri)

Pengambilan Belerang
1. Batuan sulfida

2. Deposit bawah tanah (Proses Frasch)


3. Deposit gunung berapi 4. Gas buang

Batuan Sulfida

Sumber : Is Sulistyati

Deposit Bawah Tanah


Cara frasch adalah mengambil belerang dari deposit

belerang di bawah tanah Pompa frasch dirancang oleh Herman Frasch dari AS (1904). Pada dewasa ini 50% belerang yang digunakan dalam industri diperoleh dengan proses frasch

Proses Frasch
Pada proses ini pipa logam berdiameter 15 cm yang

didalamnya terdapat pipa konsentrik yang lebih kecil ditanam sampai menyentuh lapisan belerang. Uap air yang sangat panas dipompa dan dimasukan melalui pipa luar, sehingga belerang meleleh. Kemudian dimasukan udara bertekanan tinggi melalui pipa terkecil, sehingga terbentuk busa belerang dan terpompa ke atas melalui pipa ketiga. Kemurnian belerang yang keluar mencapai 99,5%.

Diagram Skema Proses Frasch

Deposit Gunung Berapi


Deposit belerang di gunung berapi dapat berupa batuan, lumpur

sedimen atau lumpur sublimasi Kadarnya rendah (30 60 %) Jumlahnya tidak begitu banyak (600 1000 juta ton) Ditemukan di gunung Talaga Bodas, kawah Ijen, Gunung Welirang, Gunung Dieng dan Gunung Tangkuban Perahu. Pretreatment untuk peningkatan kadar belerang dengan cara flotasi dan benefication. Flotasi dilakukan penambahan air dan reagent sehingga belerang akan terapung dan dapat dipisahkan. Benefication proses, belerang ditambahkan air dan reagent kemudian dipanaskan dalam autoclave selama - jam pada tekanan 3 atm. Partikel S terkumpul, dicuci dengan air untuk menghilangkan tanah. S dipanaskan kembali dalam autoclave sehingga S terpisah sebagai lapisan S dengan kadar 80 90 %.

Gas Buang
S diperoleh dari flue gas asal pembakaran batu bara atau

pengkilangan minyak bumi, yang tidak boleh dibuang ke udara karena dapat menimbulkan pencemaran.
Gas gas tersebut terlebih dahulu di absorpsi dengan

menggunakan etanolamin.
Reaksi utama yang digunakan (proses claus)
2 H2S(g) + 3 O2(g) 2 SO2(g) + 2H2O(l) Ho = - 247,89 KJ 4 H2S(g) + 2SO2(g) S6(g) + 4H2O(l) Ho = - 42,24 KJ

Asam Sulfat
Kegunaan asam sulfat adalah Memproduksi asam fosfat (pupuk fosfat) dan trinatrium fosfat (deterjen). Bahan baku industri besi dan baja (menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air) Memproduksi Alumunium sulfat (industri kertas) untuk menghasilkan aluminium karboksilat yang membantu mengentalkan serat pulp menjadi permukaan kertas yang keras.

Proses Pembuatan Asam Sulfat


Proses Kontak

Proses Kamar Timbal

Kedua proses menggunakan bahan dasar SO2 dari pembakaran belerang

Proses Kontak
Belerang dibakar menjadi belerang dioksida.

S(s) + O2(g) -> SO2(g)


Belerang dioksida kemudian dioksidasi lebih lanjut jadi belerang trioksida. 2SO2(g) + O2(g) <====> 2SO3(g) Reaksi ini berlangsung pada suhu sekitar 450-500C, tekanan 1 atm dgn katalisator V2O5. Reaksi ini merupakan tahap paling penting, reaksi kesetimbangan dan eksoterm. Reaksi ini hanya berlangsung baik pada suhu tinggi. Akan tetapi pada suhu terlalu tinggi justru kesetimbangan bergeser ke kiri

Kemudian gas SO3 dilarutkan dalam asam sulfat pekat hingga menjadi asam pirosulfat (H2S2O7). SO3(g) + H2SO4(l) -> H2S2O7(l) Asam pirosulfat direaksikan air membentuk asam sulfat pekat. H2S2O7(l) + H2O(l) > 2H2SO4(l)

Proses kontak akan terbentuk asam sulfat pekat (kadar 98%)

Skema Pembuatan Asam sulfat (Proses Kontak)

Proses Kamar Timbal


Menggunakan ruang reaktor yang dindingnya dilapisi

timbal ( Pb ) Reaksi yang berlangsung :

2S(s) + 2 O2(g) 2 SO2(g) 2 SO2(g) + 2 NO2(g) 2 SO3(g) + 2 NO(g) Gas NO dialirkan ke reactor dan dioksidasi kembali menjadi NO2 2 NO(g) + O2(g) 2NO2(g)

Gas SO3 di kamar timbal direaksikan dengan air yang disemprotkan


SO3(g) + H2O(l) H2SO4(l) Kepekatan H2SO4 yang dihasilkan 77%.

Perbedaan Proses Kontak & Kamar Timbal


Kontak Kamar Timbal

Katalis V2O5 Kemurnian 98-100%

Katalis NO dan NO2 Kemurnian 77%