Anda di halaman 1dari 18

VE032103: Rangkaian Listrik 2

1 D3 EB TA: 2012/2013 GENAP




SISTEM 3 PHASE
Pendahuluan
Hampir semus sistem pembangkitan dan sistem
transmisi yang ada menggunakan sistem 3
phasa.
Sistem 3 phasa terdiri dari generator 3 phasa,
jalur transmisi, dan beban.
Sistem 3 phasa merupakan sistem yang memiliki
3 sumber tegangan yang memiliki magnitude
yang sama dengan perbedaan sudut phasa 120

Pembangkitan 3 Phasa [1-5]
Generator 3 phasa terdiri dari 3 buah generator
1 phasa yang memiliki tegangan yang sama dan
perbedaan phasa sebesar 120

Pembangkitan 3 Phasa [2-5]
Setiap generator 3 phasa
dapat dihubungkan
dengan 3 beban yang
identik.
Dengan cara ini sistem
akan terdiri dari 3
rangkaian 1 phasa yang
berbeda sudut phasa
sebesar 120
Arus yang mengalir ke
setiap beban dapat
ditentukan sebagai
berikut:


Z
V
I =
Pembangkitan 3 Phasa [3-5]
Sehingga arus yang mengalir pada setiap phasa-
nya adalah:

u
u
u
u
u
u
Z =
Z
Z
=
Z =
Z
Z
=
Z =
Z
Z
=
240
240
120
120
0
I
Z
V
I
I
Z
V
I
I
Z
V
I
C
B
A
Pembangkitan 3 Phasa [4-5]
Kita tidak dapat menghubungkan ujung dari
ketiga ujung generator 3 phasa dan beban secara
bersamaan, sehingga perlu adanya coomon
return line (neutral)
Pembangkitan 3 Phasa [5-5]
Besarnya arus yang mengalir melalui jalur netral
dapat ditentukan sebagai berikut:

0 0
0 0 0 0
0 0 0 0
120 240
cos( ) sin( ) cos( 120 ) sin( 120 ) cos( 240 ) sin( 240 )
cos( ) cos( 120 ) cos( 240 ) sin( ) sin( 120 ) sin( 240 )
cos(
N A B C
I I I I I I I
I jI I jI I jI
I jI
I
u u u
u u u u u u
u u u u u u
u
= + + = Z + Z + Z
= + + + + +
( ( = + + + + +

=
0 0 0 0
0 0 0 0
) cos( )cos(120 ) sin( )sin(120 ) cos( )cos(240 ) sin( )sin(240 )
sin( ) sin( )cos(120 ) cos( )sin(120 ) sin( )cos(240 ) cos( )sin(240 ) jI
u u u u
u u u u u
( + + + +

( + + +

1 3 1 3
cos( ) cos( ) sin( ) cos( ) sin( )
2 2 2 2
1 3 1 3
sin( ) sin( ) cos( ) sin( ) cos( )
2 2 2 2
0
N
I I
jI
u u u u u
u u u u u
(
= +
(

(
+ +
(

=
Mengapa 3 Phasa?
Tegangan yang besar mampu di bagi menjadi 3
penghantar yaitu R,S,T dan N.
Generartor yang menggunakan sistem ini
ukuranya lebih kecil.
Lebih ekonomis karena untuk transimisi daya
yang besar, dengan tegangan yang tinggi maka
kebutuhan penampang hantaran akan lebih kecil
(karena rus yang mengalir lebih kecil).
Umumnya motor-motor yang digunakan di
industri menggunakan sistem 3 phasa karena
motor 3 phasa memiliki karakteristik yang lebih
baik.
Perbandingan 1 phasa & 3 phasa
Sistem 1 phasa Sistem 3 phasa
Definisi:
Sistem berbasis sumber
tegangan tunggal dan
sebuah jalur netral
Definisi:
Sistem berbasis 3 sumber
tegangan tunggal dan
sebuah jalur netral yang
masing-masing berbeda
phasa 120
Sambungan:




Sambungan:

Bentuk gelombang:





Bentuk gelombang:

Sambungan Bintang (Y) [1]
Sambungan ini sering disebut Wai (Eng: Y) atau
bintang
Umunya beban pada setiap phasa adalah
seimbang
Koneksi kabel menggunakan 3 phasa dan 1
netral
Sambungan Bintang (Y) [2]
Arus Line dan Arus Phasa (Arus Line adalah arus
yang mengalir pada line)
I
LINE
=I
PHAS
A
Sambungan Bintang (Y) [3]
Tegangan Line (ref: Line to Line) merupakan
tegangan yang diukur antara line dengan line.
Tegangan Phasa (ref: Phasa to Neutral)
merupakan tegangan yang diukur antara line
dengan netral.
V
LINE
=3*V
PHAS
A
Sambungan Bintang () [1]
Hanya terdapat 3 hantaran saja (3 phasa)

Sambungan Bintang () [2]
I
LINE
=3*I
PHASA
V
LINE
=V
PHAS
A
Daya Sistem 3 Phasa
Daya pada sistem 3 phasa sama dengan daya
yang ada pada sistem 1 phasa yaitu Daya Semu
(S), Daya Nyata (P), dan daya Reaktif (Q)

Daya Sistem 3 Phasa
Daya Semu (S, satuannya
VA)
Parameter:
I
P
: arus phasa
V
P
: tegangan phasa
I
L
: arus line
V
L
: tegangan line
Per Phasa


3 Phasa

p p p
I V S * =
L L P P P
I V I V S S * * 3 * * 3 * 3
3
= = =
u
Daya Sistem 3 Phasa
Per Phasa


3 Phasa

Daya Aktif (P, satuannya
Watt)
Parameter:
I
P
: arus phasa
V
P
: tegangan phasa
I
L
: arus line
V
L
: tegangan line
u cos * *
p p p
I V P =
u
u
cos * * * 3
cos * * * 3 * 3
3
L L
P P P
I V
I V P P
=
= =
u
Daya Sistem 3 Phasa
Per Phasa


3 Phasa

Daya Reaktif (Q satuannya
VAR)
Parameter:
I
P
: arus phasa
V
P
: tegangan phasa
I
L
: arus line
V
L
: tegangan line
u sin * *
p p p
I V Q =
u
u
sin * * * 3
sin * * * 3 * 3
3
L L
P P P
I V
I V Q Q
=
= =
u