Anda di halaman 1dari 97

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA KLIEN Tn.

S DENGAN DIAGNOSA MEDIS DKA (DIABETIC KETOASIDOSIS)

Oleh :

PIANIKE WIDIAWATI, S.Kep 0 0!!"#0$0

PROGRAM PENDIDIKAN PRO%ESI NERS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALU&O UNGARAN "0!'

BAB I PEMBAHASAN DIABETES MELLITUS A. KONSEP PEN&AKIT !. Pen(e)*+,n Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen degan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat (Price dan Wilson, 2005) Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang ter!adi karena kelainan sekresi insulin, ker!a insulin atau kedua"duanya (#udoyo dkk, 200$) Diabetes mellitus yaitu kelainan metabolik akibat dari kegagalan pankreas untuk mensekresi insulin (hormon yang responsibel terhadap pemanfaatan glukosa) secara adekuat akibat yang umum adalah ter!adinya hiperglikemia Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kelainan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau akibat ker!a insulin yang tidak adekuat (#melt%er & 'are, 2002) ". Men-)-* S.el*/e) ,n0 B,)e ("00"), Kl,1+2+3,1+ pen((4l4n(,n D+,#e*e1 Mell+*-1 0+#e0,3,n .en5,0+: a b c d (ipe ) * Diabetes Mellitus tergantung insulin ()DDM) (ipe 2 * Diabetes Mellitus tidak tergantung insulin (+)DDM) Diabetes Mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya Diabetes Mellitus Gestasional atau kehamilan

'. E*+4l4(+ Penyebab diabetes mellitus berdasarkan klasifikasinya * a Diabetes Mellitus (ipe ),)DDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus) Diabetes mellitus tipe ) ditandai oleh penghancuran sel"sel beta pankreas -ombinasi faktor genetik, imunologi dan mungkin pula lingkungan (misalnya infeksi .irus) diperkirakan turut menimbulkan distruksi sel beta /) 0aktor genetik

Penderita diabetes tidak me1arisi diabetes tipe ) itu sendiri, tetapi me1arisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik kearah ter!adinya diabetes tipe ) -ecenderungan genetik ini ditemukan pada indi.idu yang memiliki tipe antigen 234 (Human Leucocyte Antigen) tertentu kumpulan gen yang bertanggung transplantasi dan proses imun lainnya 2) 0aktor imunologi Pada diabetes tipe ) terdapat bukti adanya suatu respons outoimun 5espon ini merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada !aringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap !aringan tersebut yang dianggapnya seolah" olah sebagai !aringan asing 6toantibodi terhadap sel"sel pulau Langerhans dan insulin endogen (internal) terdeteksi pada saat diagnosis dibuat dan bahkan beberapa tahun sebelum timbulnya tanda"tanda klinis diabetes tipe ) 7) 0aktor lingkungan Penyelidikan !uga sedang dilakukan terhadap kemungkinan faktor"faktor eksternal yang dapat memicu destruksi sel beta #ebagai contoh, hasil penyelidikan yang menyatakan bah1a .irus atau toksin tertentu dapt memicu proses outoimun yang menimbulkan destruksi sel beta b Diabetes Mellitus (ipe )),+)DDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes (ipe )) masih belum diketahui 0aktor genetik memegang peranan dalam proses ter!adinya resistensi insulin #elain itu terdapat pula faktor"faktor risiko tertentu yang berhubungan dengan proses ter!adinya diabetes tipe )) 0aktor risiko * /) -urang sensitifnya !aringan tubuh terhadap insulin 2al ini yang ter!adi pada diabetes mellitus tipe )), penyebabnya sel tidak dapat memberikan respon yang baik terhadap insulin 1alaupun insulinnya 234 merupakan atas antigen !a1ab

sendiri sebenarnya cukup !umlahnya Dalam bahasa ilmiah dikatakan karena kurangnya !umlah atau akti.itas reseptor insulin yang terdapat pada sel 2) 8enetik 8en merupakan sel pemba1a sifat yang di1ariskan orangtua kepada turunannya Diabetes tipe )) lebih banyak terkait dengan faktor ri1ayat keluarga atau keturunan ketimbang diabetes tipe / Pada diabetes tipe /, kemungkinan orang terkena diabetes hanya 7"59 bila orang tua dan saudaranya adalah pengidap diabetes 7) :sia Diabetes Mellitus tipe )) biasanya ter!adi setelah usia 70 tahun dan semakin sering ter!adi setelah usia ;0 tahun, selan!utnya terus meningkat pada usia lan!ut :sia lan!ut yang mengalami gangguan toleransi glukosa mencapai 50" <29 (5ochman dalam #udoyo, 200$) ;) Pola makan Makan secara berlebihan dan melebihi !umlah kadar kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dapat memacu timbulnya diabetes mellitus 2al ini disebabkan !umlah atau kadar insulin oleh sel = pankreas mempunyai kapasitas maksimum untuk disekresikan 6leh karena itu, mengkonsumsi makanan secara berlebihan dan tidak diimbangi oleh sekresi insulin dalam !umlah memadai dapat menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan menyebabkan diabetes mellitus 5) 'erat badan 6besitas adalah berat badan yang berlebihan minimal 209 dari '' idaman atau indeks massa tubuh lebih dari 25 kg, obesitas menyebabkan respon sel beta pankreas terhadap peningkatan glukosa darah berkurang, selain itu reseptor insulin pada sel di seluruh tubuh termasuk di otot berkurang !umlahnya dan kurang sensitif (#oegondo dalam sudoyo, 200$) $) 4kti.itas fisik -urangnya aktifitas merupakan salah satu faktor yang ikut berperan dalam menyebabkan resistensi insulin pada diabetes mellitus tipe )) (#oegondo dalam

sudoyo, 200$)

Mekanisme aktifitas fisik dapat mencegah atau menghambat

perkembangan diabetes mellitus tipe )) yaitu * /) Penurunan resistensi insulin> 2) peningkatan toleransi glukosa> 7) Penurunan lemak adipose> ;) Pengurangan lemak sentral> perubahan !aringan #emakin !arang kita melakukan akti.itas fisik maka gula yang dikonsumsi !uga akan semakin lama terpakai, akibatnya pre.alensi peningkatan kadar gula dalam darah !uga akan semakin tinggi

?) #tres 5espon stres menyebabkan ter!adinya sekresi sistem saraf simpatis yang diikuti oleh eksresi simpatis"medular, dan bila stres menetap maka sistem hipotalamus"pituitari akan diaktifkan dan akan mensekresi releasing factor yang menstimulasi pituitari anterior corticotropin memproduksi

adenocorticotropic factor (4@(2) 4@(2 menstimulasi produksi kortisol, yang akan mempengaruhi peningkatan kadar glukosa darah (8uyton & 2all, /<<$> #melt%er & 'are, 2002) A) 'ahan"bahan kimia dan obat"obatan 'ahan kimia1i tertentu dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan radang pankreas Peradangan pada pankreas dapat menyebabkan pankreas tidak berfungsi secara optimal dalam mensekresikan hormon yang diperlukan untuk metabolisme di dalam tubuh, termasuk hormon insulin menaikkan gula darah (+urrahmani, 20/2) c 8estasional Diabetes Mellitus (8DM) Diabetes gestasional (8DM) dikenal pertama kali selama kehamilan dan mempengaruhi ;9 dari semua kehamilan 0aktor risiko ter!adinya 8DM adalah usia tua, etnik, obesitas, multiparitas, ri1ayat keluarga, dan ri1ayat gestasional terdahulu -arena ter!adinya peningkatan sekresi berbagai hormon yang mempunyai efek metabolik terhadap toleransi glukosa, maka kehamilan adalah suatu keadaan diabetogenik (Price & Wilson, 2005) 6. PATO%ISIOLOGI 6bat"obatan dengan kandungan steroid yang ker!anya berla1anan dengan insulin yaitu

Pada DM tipe / terdapat ketidakmampuan menghasikan insulin karena sel" sel beta telah dihancurkan oleh proses autoimun 4kibat produksi glukosa tidak terukur oleh hati, maka ter!adi hiperglikemia Bika konsentrasi glokosa dalam darah tinggi, gin!al tidak dapat menyerap semua glukosa, akibatnya glukosa muncul dalam urine (glukosuria) -etika glukosa berlebihan diekskresikan dalam urine disertai pengeluaran cairan dan elektrolit (diuresis osmotik) 4kibat kehilangan cairan berlebihan, pasien akan mengalami peningkatan berkemih (poliuri) dan rasa haus (polidipsi) Defisiensi insulin !uga mengganggu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan pasien !uga mengalami peningkatan selera makan (polifagi) akibat penurunan simpanan kalori, ge!ala lainnya mencakup kelelahan dan kelemahan Dalam keadaan normal insulin mengendalikan glikogenolisis (pemecahan glukosa yang disimpan) dan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru dari asam"asam amino dan substansi lain), namun pada penderita defisiensi insulin proses ini akan ter!adi tanpa hambatan dan lebih lan!ut turut menimbulkan hiperglikemia pemecahan Disamping 'adan itu akan ter!adi pemecahan asam yang lemak yang mengakibatkan produksi badan keton yang merupakan produk samping lemak keton merupakan menggangu keseimbanagn asam basah tubuh apabila !umlahnya berlebihan -etoasidosis diabetik yang diakibatkannya dapat menyebabkan tanda"tanda dan ge!ala seperti nyeri abdomen, mual, muntah, hiper.entilasi, nafas berbau aseton, dan bila tidak ditangani akan mengalami perubahan kesadarn, hingga kematian Pemberian insulin bersama dengan cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan akan memperbaiki dengan cepat kelainan metabolik tersebut dan mengatasi ge!ala hiperglikemia serta ketoasidosis Diet dan latihan serta pemantauan kadar glukosa darah merupakan komponen terapi yang paling penting Pada DM tipe 2 terdapat 2 masalah utama yang berhubungan dengan insulin yaitu resistensi insulin dan ganguan sekresi insulin 5esistensi insulin ini disertai dengan penurunan reaksi intra sel sehingga insulin men!adi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh !aringan Pada gangguan sekresi insulin berlebihan, kadar glukosa akan dipertahankan pada tingkat normal atau sedikit meningkat +amun !ika sel beta tidak mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan insulin maka kadar glukosa darah meningkat 4kibat intoleransi

glukosa yang berlangsung lambat dan progresif maka a1itan DM tipe 2 dapat ber!alan tanpa terdeteksi 8e!ala yang dialami sering bersifat ringan seperti kelelahan, iritabilitas, poliuri, polidipsi, luka pada kulit yang lama sembuh, infeksi .agina atau pandangan yang kabur ( !ika kadar glukosanya sangat tinggi ) Meskipun ter!adi gangguan sekresi insulin yang merupakan ciri khas dari DM tipe )), namun masih terdapat insulin dengan !umlah yang adekuat untuk mencegah pemecahan lemak dan produksi badan keton yang menyertainya, karena itu ketoasidosis tidak ter!adi pada DM tipe )), namun demikian diabetes tipe )) yang tidak terkontrol akan menyebabkan 22+(hiperglikemik hiperosmolaritas nonketotik sindrome) ( #melt%er and 'are, 2002 ) 7. MANI%ESTASI KLINIK $. KOMPLIKASI -omplikasi diabetes mellitus terbagi men!adi 2 yaitu komplikasi akut dan komplikasi kronik (@arpenito, 200/) K4.pl+3,1+ A3-*, ada 7 komplikasi akut pada diabetes mellitus yang penting dan berhubungan dengan keseimbangan kadar glukosa darah dalam !angka pendek, ketiga komplikasi tersebut adalah (#melt%er and bare, 2002 * /25A) a Diabetik -etoasidosis (D-4) -etoasedosis diabetik merupakan defisiensi insulin berat dan akut dari suatu per!alanan penyakit diabetes mellitus Diabetik ketoasidosis disebabkan oleh tidak adanya insulin atau tidak cukupnya !umlah insulin yang nyata -eadaan ini dapat mengakibatkan gamgguan pada metabolisme karbohidrat,protein dan lemak 4da 7 gambaran klinis yang penting pada diabetes ketoasidosis /) Dehidrasi 2) -ehilangan elektrolit 7) 4sidosis 4pabila !umlah insulin berkurang, !umlah glukosa yang memasuki sel akan berkurang pula Di samping itu produksi glukosa oleh hati men!adi tidak terkendali kedua factor ini akan menimbulkan hipoglikemia dan dalam upaya untuk menghilangkan glukosa yng berlebihan dari dalam tubuh, gin!al akan meekskresikan glukosa bersama air dan elektrolit dalam

kurung sperti natrium dan kalium diuresis osmotic yang di tandai oleh urinasi berlebiahan (poli uri)ini akan menyebabkan dehidrasi dan kehilangan elektrolit Penderita priode 2; !am 4kibat defisiensi insulin yang lain adalah pemecahan lemak (lipolisis) men!adi asam"asam lemak bebas dan gliserol, asam lemak bebas akan di ubah men!adi badan keton oleh hati Pada ketoasidodis diabetic ter!adi perkusi badan keton yang berlebihan sebagai akibat dari kekurangan insulin yang secara normal akan mencegah timbulnya keadaan tersebut keton akan menimbulkan asidosis metabolic Manifestasi klinis (anda dan ge!ala ketoasidosis diabetic di lukiskan secara garis besar 2iperglikemia pada ketoasidosis diabetic akan di samping itu, pasien dapat yang nyata mungkin akan menimbulkan poliuria dan polidipsia dengan penurunan .olume intra.askuler 'adan keton bersifat asam Dan bila bertumpuk dalam sirkulasi darah , badan ketoasidosis diabetic yang berat dapat kehilangan kira"kira ;00"500 n)CD natrium, kalium serta klorida selama

mengalami penglihatan yang kabur, kelemahan dan sakit kepala Pasien mendirita hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mm2g atau lebih pada saat berdiri) Penurunan .olume dapat pula menimbulkan hipotensi yang nyata di sertai denyut nadi lemah dan cepat -etosis dan asidosis yang merupakan ciri khas diabetes ketoasidosis menimbulkan ge!ala gastrointestinal seperti anoreksia, mual, muntah, dan nyeri abdomen +yeri abdomen dan ge!ala fisik pada pemeriksaan dapat begitu berat sehingga tampak ter!adi tanda proses intraabdominal yang memerlukan tindakan pembedahan +afas pasien mungkin berbau aseton (berbau manis seperti buah) sebagai akibat dari meningkatnya kadar badan keton selain itu hiper.entilasi (di sertai dengan nafas yang sangat dalam tetapi tidak berat,sulit) dapat ter!adi Pernafasan kussmaul ini menggambarkan upaya tubuh untuk mengurangi asidosis guna mela1an efek dari pembentukan badan keton Perubahan status mental pada ketoasidosis diabetic ber.ariasi antara psien yang satu dengan yang lain, pasien bisa terlihat sadar , mengantuk(letargik) atau koma,hal ini biasanya tergantung pada osmolaritas plasma (konsentrasi partikel aktif Eosmotik)

+ilai laboratorium

kadar glukosa darah dapat berpariasi dari 700"

A00mb,dl (/$";; mmol,3) sebagian pasien mungkin memperlihatkan kadar glukosa darah yang lebih rendah dan sebgian lainnya mungkin memiliki kadar sampai /000 mg,dl (55,5 mmol,3) atau lebih a b 2arus di sadari bah1a ketoasidosis berhubungan dengan glukosa darah #ebagaian pasien dapat mengalami asidosis berat di sertai dengan kadar glukosa darah yang berkisar antara /00"200 mg,dl (5,5"//,/ mmol,3) sebagian lain mungkin tidak mengalami ketoasidosis diabetic sekalipun kadar glukosa darahnya mencpai 500 mg,dl 'ukti adanya ketoasidosis di cerminkan oleh kadar bikarbonat serum yang rendah (0"/5 mCD,3)dan p2 yang rendah ($,A"?,7) (ingkat p@o2 yang rendah (/0"70 mm2g) mencerminkan konpensasi respiratorik terhadap asidosis metabolic akumulasi badan beton (yang mencetuskan asidosis) di cerminkan oleh hasil pengukuran keton dalam darah dan urin -adar kalium dan natrium bisa rendah, normalnya atau tinggi #esuai !umlah cairan yang hilang (dehidrasi )sekalipun terdapat penekanan plasma harus di ingat adanya deplesi total elektrolit tersebut (dan elektrolit )yang tampak nyata dari tubuh Clektrolit yang mengalami penurunan ini harus diganti -enaikan kadar kreatinin , urea nitrogen darah (':+) 2emoglobin dan hematokrit !uga dapat ter!adi pada dehidrasi #elain terapi rehidrasi setelah terapi rehidrasi di lakukan, kenaikan kadar kreatinin dan ':+ serum yang terus berlan!ut akan di !umpai pada pasien yang mengalami insufisiensi renal diabetek tidak selalu

Pen8e#,#. 4da 7 penyebab utama diabetes ketoasidosis * /) )nsulin tidak di berikan atau di berikan dengan dosis yang di kurangi 2) -eadaan sakit atau infeksi 7) Manifestasi pertama pada penyakit diabetes yang tidak terdiagnosis dan tidak terobati

Penurunan kadar insulin dapat ter!adi akibat insulin yang diresepkan tidak adekuat atau pasien tidak menyuntikan insulin denggan dosis yang cukup -esalahan yang menyebabkan dosis insulin yang harus di berikan berkurang, ter!adi pada pasien"pasien yang sakit dan menganggap !ika mereka berkurang makan atau menderita muntah , maka dosis insulinya di kurangi (karana keadaan sakit (khusunya infeksi) dapat meningkatan kadar glukosa darah, maka pasien tidak perlu menurunkan dosis insulin untuk mengimbangi asupan makanan yang berkurang ketika sakit dan bahkan mungkin harus meningkatkan dosis insulinnya Penyebab potensial lainya yang menurunkan kadar insulin mencakup kesalahan pasien dalam mengaspirasi atau menyuntikan insulin (khususnya pada pasien dengan gangguan penglihatan )* senga!a mele1atkan pemberian insulin (khususnya pada pasien rema!a yang menghadapi kesulitan dalammengatasi diabetes atau aspek kehidupan yang lain ), penyumbatan selang pompa insulin ) -eadaan sakit dan infeksi akan menyertai resistansi insulin #ebagai respons terhadpa stress fisik (atau emosional )ter!adi peningkatan kadar hormon stress yaitu glucagon , efineprin norefinepren, kortisol, dan hormone pertumbuhan hormone ini akan meningkatkan produksi glukosa oleh hati dan menggangu penggunaan glukosa dalam !aringan otot serta lemak dengan cara mela1an ker!a insulin !ika kadar insulin tidak meningkat dalam keadaan sakit dan inffeksi , maka hiperglikemia yang ter!adi dapat berlan!ut men!adi ketoasidosis diabetic (erapi (erapi ketoasidosis diabetic di arahkan pada perbaikan 7 masalah peralatan (minsalnya,

pemaslahan utama* dehidrasi, kehilangan elektrolit dan asidosis Dehidrasi 5ehidarasi merupakan tindakan yang penting untuk

mempertahankan perfusi !aringan

di samping itu Penggantian cairan akan

menggantikan sekresi glukosa yang berlebihan melalui gin!al Pasien mungkin memerlukan $"/0 liter air infuse untuk menggantikan kehilangan cairan yang di sebabkan oleh poliuria, hiper.entilasi, diare, muntah Pada mulanya larutan saline 0,< 9 diberikan dengan kecepatan yang sangat tinggi E biasanya 0 5 hingga / 3,!am selama 2 hingga 7 !am 3arutan normal saline hipotonik (0,;5 9) dapat digunakan pada psein pasien yang menderita hipertensi

ataupun hipernatremia atau yang berisiko mengalami gagal !antung kongestif #etelah beberapa !am pertama, larutan normal saline ;59, merupakan cairan infus pilihan untuk terapi rehidrasi selama tekanan darah pasien tetap stabil dan kadar natriumnya tidak terlalu rendah )nfus dengan kecepatan sedang hingga tinggi (200 hingga 500 ml,!am) dapat dilan!utkan untuk beberapa !am berikutnya Pemantauan status .olume cairan mencakup pemeriksaan tanda"tanda .ital yang sering (termasuk memnatua perubahan ortostatik pada tekanan darah dan frekuensi !antung), pengka!ian paru dan pemantauan asupan serta haluaran cairan 2aluaran cairan mula"mula akan tidak seimbang dengan asupan cairan infus pada saat dehidrasi dikoreksi Plasma ekspander diperlukan untuk mengoreksi hipotensi berat yang tidak berespon terhadap terapi cairan intra.ena Pemantauan tanda" tanda kelebihan muatan cairan sangat penting dan perlu dilakukan khususnya pada pasien"pasien lansia atau pasien yang rentan terhadap gagl !antung kongestif -ehilangan elektrolit Masalah elektrolit utama selama terapi diabetes ketoasidosis adalah kalium meskipun konsentrasi kalium plasma pada a1alnya rendah, normal atau tinggi, namun simpanan kalium tubuh dapat berkurang secara signifikan #elan!utnya kadar kalium akan menurun selama proses penanganan diabetes ketoasidosis sehingga perlu di lakukan pemantuan kalium yang sering 'eberapa factor yang berhubungan dengan terapi diabetes ketoasidosis yang menurunkan konsentrasi kalium serup mencakup> rehidarasi yang menyebabkan peningkatan .olume plasma dan penurunan konsentrasi kalium serum rehidrrasi yang menyebabkan peningkatan ekskresi kalium ka dalam urine Pemberian insulin yang menyebabkan peningkatan perpindahan kalium dari cairan ekstra sel dalam sel Penggantian kalium yang di lakukan dengan hati"hati namun tepat 1aktu merupakan tindakan yang penting untuk menghindari gangguan irama !antung berat yang dapat men!adi pada hipokalemia #amapi ;0 mCD kalium , !am ( yang ditambahkan ke dalam cairan infus) mungkin diperlukan selama beberapa !am -arena kadar kalium akanmenurun selama terapi diabetes ketoasidosis, pemberian kalium le1at infus harus tetap dilakukan meskipun konsentrasi kalium dalam plasma tetap normal #etelah diabetes ketoasidosis teratasi,

kecepatan pemberian kalium harus dikurangi yang aman, pera1at harus memastikan bah1a *

untuk pemberian infus kalium

(idak ada tanda"tanda hiperkalemia, (berupa gelombang ( yang tinggi, lancip atau bertakik, pada pemeriksaan C-8 Pemeriksaan laboratorium terhadap kalium memberikan hasil yang nornal atau rendah Pasien dapat berkemih (dengan kata lain , tidak mengalami gangguan fungsi gin!al (renal shutdo1n)

Pembacaan hasil C-8 dan pengukuran kadar kalium yang sering (pada a1al 2 hingga ; !am sekali) diperlukan selama A !am pertama terapi, penggantian kalium ditunda hanya !ika terdapat hiperkalemia atau pasien tidak dapat berkemih, namun karena kadar kalium dapat turun dengan cepat akibat terapi rehidrasi dan pemberian insulin, penggantian kalium harus segera dimulai hingga kadarnya mencapai nilai normal 4sidosis 4kumulasi badan keton (asam) merupakan akibat pemecahan lemak 4sidosis yang ter!adi pada diabetes ketoasidosis dapat diatasi melalui pemberian insulin )nsulin menghambat pemecahan lemak sehingga menghentikan pembentukan senya1a"senya1a yang bersifat asam )nsulin biasanya diberikan .ia infus, dengan kecepatan lambat tetapi kontinu ( misalnya 5 unit per!am) kadar glukosa darah tiap !am harus diukur Dekstrosa ditambahkan kedalam cairan img,dlnfus ( D5+#, atau D5;5+# bila kadar glukosa mencapai 250 hingga 700 mg,dl (/7,A E /$,$ mmol,l), untuk menghindarai penurunan kadar glukosa darah yang terlalu cepat turun 'erbagai campuran preparat intra.ena insulin reguler dapat digunakan Pera1at harus mengubah kecepatan infus insulin per!amn(yang sering diperintahkan dokter dalam bentuk"bentuk unit per!am) , men!adi kecepatan tetes infus 2al yang perlu diingat adalah * -etikan mencampur larutan infus insulin, kita harus terlebih dahulu mengalirkan larutan insulin mele1ati selurut set infus dan membuang 50 ml cairan yang pertama Molekul"molekul insulin akan melekat pada kaca dan plastik set infus, dengan demikian

cairan pertama dapat mengandung insulin dengan konsentrasi yang lebih rendah )nsulin )F harus diberikan melalui infus secara berkesinambungan sampai pemberian insulin subkutan dapat dimulai kembali Pemberian insulin yang terputus putus dapat menyebabkan penumpukan kembali badan keton dan memperburuk keadaan asidosis dan apabila kondisi kadar glukosa turun pemberian insulin infus tidak boleh dihentikan +amun kecepatan atau konsentrasi infus dekstrosa harus ditingkatkan Pencegahan dan pendidikan :ntuk mencegah diabetes ketoasidosis yang berhubungan dengan keadaaan sakit, pasien harus dia!arkan Gaturan enam hari (sick day rules) agar ia mampu menangani diabetesnya ketika sakit (bagan 7<"$) Masalah yang paling penting adalah menga!arkan kepada pasien untuk tidak mengurangi dosis insulin ketika ter!adi mual dan muntah #ebaliknya, pasien harus menggunakan insulin dengan dosis yang biasa diberikan (atau dengan dosis Gsaat sakitH yang diresepkan sebelumnya) dan kemudian mencoba mengkonsumsi karbohidrat dalam !umlah sedikit tetapi sering (yang mencakup !enis"!enis makanan yang biasanya dihindari, seperti sari buah dan minuman yang manis serta !eli) Minum cairan setiap !am termasuk air kaldu sangat penting untuk menghindari dehidrasi -adar glukosa darah dan keton urin harus disa!i setiap 7 hingga ; !am

B,(,n '9:$

Pedoman yang harus diikuti selama sakit (aturan enam hari) 8unakan insulin atau obat antidiabetik oral seperti biasanya 3akukan pemeriksaan kadar glukosa darah dan tes katon urine (untuk penderita diabetes tipe /) setiap 7 hingga ; !am sekali 3aporkan kenaikan kadar glukosa darah (yang melebihi 700 mg,dl I/$,$ mmol,3J atau !ika dinyatakan lain) atau hasil keton urine yang positif kepada dokter Pasien yang memperoleh insulin membutuhkan dosis tambahan insulin reguler setiap 7 hingga ; !am Bika perencanaan makan yang biasa diikuti tidak dapat dipatuhi, ganti dengan makanan lunak (misal K mangkuk agar,puding biasa, / mangkuk sup, K mangkuk custard atau 7 potong graham cracker) enam hingga delapan kali per hari Bika muntah, diare atau demam menetap, minum cairan (misal K gelas soft drink atau !us !eruk, K mangkuk kaldu, /gelas gatorade) setiap K hingga / !am sekali untuk mencegah dehidrasi dan memenuhi kebutuhan kalori 3aporkan mual, muntah diare kepada dokter karena kehilangan cairan yang berlebihan merupakan keadaan yang berbahaya :ntuk pasien diabetes tipe /, ketidakmampuan meminum cairan secara oral menyebabkan pasien harus dira1at dirumah sakit untuk menghindari ketoasidosis dan kemungkinan koma) (Dikutip dari * #melt%er and 'are, 2002 * /25A ) b -oma 2iperosmolar +onketotik (-22+) -oma 2iperosmolar +onketotik merupakan keadaan yang didominasi oleh hiperosmolaritas dan hiperglikemia dan disertai perubahan tingkat kesadaran #alah satu perbedaan utama -22+ dengan D-4 adalah tidak terdapatnya ketosis dan asidosis pada -22+ Pada hakikatnya, insulin tidak terdapat pada D-4 Dengan demikian ter!adi penguraian simpanan glukosa, protein dan lemak (penguraian nutrien yang disebut terakhir ini akan menghasilkan badan keton dan selan!utnya ter!adi ketoasidosis) Pada sindrom 22+-, kadar insulin tidak rendah, meskipun tidak cukup untuk mencegah hiperglikemia (dan selan!utnya diuresis osmotik) +amun, se!umlah kecil insulin ini cukup untuk mencegah pemecahan lemak Penderita sindrom 22+- tidak akan mengalami ge!ala sistem gastroimestinal yang berhubungan dengan ketosis seperti pada penderita D-4 Pasien yang mengalami sindrom 22+-

biasanya dapat mentoleransi poliuria dan polidipsia selama berminggu" minggu dan setelah ter!adi perubahan neurologis atau setelah penyakit yang mendasarinya semakin berat, barulah pasien (atau yang lebih sering lagi, anggota keluarga atau petugas pera1atan kesehatan primer) datang untuk meminta pertolongan medis Badi keadaan hiperglikemia dan dehidrasi yang lebih parah pada sindrom 22+-, ter!adi akibat pernanganan yang terlambat 8ambaran klinis sindrom 22+- terdiri atas ge!ala hipotensi, dehidrasi berat (membran mukosa kering, turgor kulit !elek), takikardi dan tanda"tanda neurologis yang ber.ariasi (perubahan sensori, ke!ang"ke!ang, hemiparesis) -eadaan ini makin serius dengan angka mortalitas yang berkisar dari 59 hingga 709 dan biasanya berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya Penyebab -eadaan ini paling sering ter!adi pada indi.idu yang berusia 50 hingga ?0 tahun dan tidak memiliki ri1ayat diabetes atau hanya menderita diabetes tipe )) yang ringan (imbulnya keadaan akut tersebut dapat diketahui dengan melacak beberapa ke!adian pencetus, seperti sakit yang akut (pneumonia, infark, miokard, stroke) -onsumsi obat"obat yang diketahui akan menimbulkan insufisiensi insulin (preparat diuretik tia%ida, propranolol) atau prosedur terapeutik (dialisis peritoneal,hemodialisis, nutrisi parenteral total) Pada sindrom 22+- anak ter!adi ge!ala poliuris selama berhari"hari hingga berminggu"minggu disertai asupan cairan yang tidak adekuat Penatalaksanaan Pendekatan penanganan sindrom 22+- srupa dengan terapi D-4, yaitu cairan, elektrolit dan insulin -arena peningkatan usia yang khas pada penderita sindrom 22+-, maka pemantauan ketat terhadap status .olume dan eletrolit diperlukan untuk mencegah gagal !antung kongestif serta disrimia !antung (erapi cairan dimulai dengan pemberian larutan normal saline 0,<9 atau 0,;59 sesuai dengan natrium dan intensitas penurunan .olume Pemantauan tekanan .ena sentral atau tekanan arteri diperlukan untuk mengarahkan penggantian cairan -alium ditambah kedalam cairan infus kalau haluaran urin memadai dan penambahan ini dipandu dengan pemantauan C-8 yang kontinu serta pengukuran kalium yang sering

#etelah sindrom 22+- pulih, banyak pasien dapat mengendalikan diabetesya hanya dengan diet atau diet disertai konsumsi obat hipoglikemia oral c )nsulin mungkin tidak diperlukan lagi setelah komplikasi hiperglikemia akut disembuhkan (#met%er, 2002 * /2$2) 2ypoglikemia 2ypoglikemia (-adar gula darah yang abnormal yang rendah) ter!adi kalau kadar glukosa dalam darah turun diba1ah 50 hingga $0 mg,dl -eadaan ini dapat ter!adi akibat pemberian preparat insulin atau preparat oral yang berlebihan, konsumsi makanan yang terlalu sedikit atau karena akti.itas fisik yang berat -e!adian ini bisa di!umpai sebelum makan, khususnya !ika 1aktu makan tertunda atau bila pasien lupa makan cemilan Pendidikan pasien dan pertimbangan per1atan di rumah 2ipoglikemia di cegah melalui pola makan, penyuntikan insulin, dan latihan terarur Makan cemilan antara !am makan dan pada saat akan tidur malam mungkin di perlukan untuk mela1an efek insulin yang maksimal #ecara umum, pasien harus menghadpi saat puncak ker!a insulin denagn mengkonsumsi cemilan dan makanan tambahan pada saat melakukan aktifitas fisik dengan intensitas yang lebih besar di antisipasi dan di sesuikan -arna hipoglikemia dapat ter!adi tampa terduga, semua pasien yang menggunakan suntikan insulin harus mengggunakan tanda pengenal yang berupa gelang atau lebel untuk men!elaskan bah1a mereka penderita diabetes Pasien dan angggota keluarga harus di beritahu tentang berbagai ge!al dan potensial terdpaat pada hipoglikemia 2ususnya anggota keluarga harus mempunyai kesadaran bah1a setiap perubahan yang samar(tetapi !arang di !umpai) pada prilaku pasien dpat memberikan petun!uk hipoglikemia mereka harus di a!arkan untuk memoti.asi dan bahkan memastikan agar penderita diabetes memeriksaan kadar glukos daraahnya !ika terdapat kecurigaan akan adanya hipoglikemia #ebagai pasien (hipoglikemia) mungkin anggota keluarga yang berusa mengobati hipoglikemia yang di deritanya oleh karna itu, anggota keluarga harus di beritahu untuk memprtahankan sikap mereka dan memahami bah1a pemeriksaan kadar glukosa darah harus di lakukan sehingga perubahan kebutuhan insulin dapat

keadaan hipoglikemia dapat membuat seseornag berprilaku irasional dan di luar kendali 8e!ala hipoglikemia dapat dikelompokkan men!adi dua kategori* 8e!ala adrenergik dan ge!ala sistem saraf pusat Pada hipoglikemia ringan, ketika kadar glukosa darah menurun, sistem saraf simpatis akan terangsang Pelimpahan adrenalin kedalam daram menyebabkan ge!al seperti perspirasi, tremor, takikardi, palpitasi, kegelisahan dan rasa lapar Pada hipoglikemia sedang, penurunan kadar glukosa darah menyebabkan sel"sel otak tidak memperoleh cukup bahan bakar untuk beker!a dengan baik (anda"tandanya mencakup ketidakmampuan berkonsentrasi, sakit kepala, .ertigo, konfulsi, penurunan daya ingat, patirasa di daerah bibir sekitar lidah, bicara pelo, gerakan tidak terkoordinasi, perubahan emosional, perilaku yang tidak rasional, penglihatan ganda dan perasaan ingin pingsan Pada hipoglikemia berat, fungsi sistem saraf pusat mengalami gangguan yang sangat berat sehingga pasien memerlukan pertolongan orang lain untuk mengatasi hipoglikemia yang dideritanya 8e!alanya dapat mencakup perilaku yang mengalami disorientasi, serangan ke!ang, sulit dibangunkan dari tidur atau bahkan kehilangan kesadaran 0actor lain yang berperan dalam menimbulkan perubahan ge!ala hipoglikemia adalah penurunan respon hormonal (4drenergik) terhadap hipoglikemia keadaaan ini ter!adi pada sebagian pasien yang telah penurunan respon adrenergic yaitu menderita diabetes selama bertahun"tahun

dpat berhubungan dengan salah satu komplikasi kronis diabetes

neoropati otonom (lihat bagian mengenai ketidak sadaran hipoglikemik) Dengan penurunan kadar glukosa darah limpahan adrenalin yang normal tidak ter!adi Pasien tidak merasakan ge!ala adrenergic yang la%im seperti perspirasi dan perasaan lemah keadaan hipoglikemia ini mungkin baru terdeteksi setelah timbul gamngguan saraf pusat yang sedang atau berat Lang mengesankan adalah baha1a pasien ini melakuakan pemantuan mandiri glukosa darahnya secara teratur dan sering -hususnya sebelum mengendari kendaraan dan melakukan peker!aan berat lainya (pemberian /0 gram /5gram gula yang bekee!a cepat peroral, 2"; tablet glukosa yang dapat di beli apotik, ;"$ ons sari buah atau teh yang manis, $"/0 butir permen khususnya, 2"7 sendok the sirup atau madu, 2"7 sendok the sirup

atau madu kedalam sirup buah tidak perlu di tambahkan gula meskipun pada label tertulis bah1a sari buah tersebut tidak mengandung gulaM gula buah yang ada dalam sari buah cukup mengandung karbohidrat ringan yang menaikan kadar gula darah 4pabila ge!ala bertahan /0"/5 menit sesudah terapi pendahuluan ulangi pendahuluan tersebut setelah ge!alanya berkurang, berikan makanan yang mengandung protein dan pati (seperti cracker dengan ke!u atau susu ) kecuali !ika pasien berencana untuk makan atau makan cemilandalam 1aktu 70"$0 menit menurut !ad1al makannya Penanganan hipoglikemia berat 'agi pasien yang tidak sadarkan diri tidak mampu menelan atau menolak terapi , preparat glucagon / mg dapat di gunakan secara subkutan atau intramuscular glukagon adalah hormone yang diproduksi oleh sel"sel pangkreas yang menstimulasi hati untuk melepaskan glukosa (melalui pemecahan glikogen yaitu simpanan glukosa) (#melt%er and 'are, 2002 * /25$) K4.pl+3,1+ 3)4n+3, Diabetes Melitus pada dasarnya ter!adi pada semua pembuluh darah diseluruh bagian tubuh (4ngiopati Diabetik) 4ngiopati Diabetik dibagi men!adi 2 yaitu (3ong, /<<$) * / Mikro.askuler a Penyakit 8in!al #alah satu akibat utama dari perubahanEperubahan mikro.askuler adalah perubahan pada struktural dan fungsi gin!al 'ila kadar glukosa darah meningkat, maka mekanisme filtrasi gin!al akan mengalami stress yang menyebabkan kebocoran protein darah dalam urin (#melt%er, 2002 * /2?2) b Penyakit Mata (-atarak) Penderita Diabetes melitus akan mengalami ge!ala penglihatan sampai kebutaan -eluhan penglihatan kabur tidak selalui disebabkan retinopati (#!aifoellah, /<<$ * 5AA) -atarak disebabkan karena hiperglikemia yang berkepan!angan yang menyebabkan pembengkakan lensa dan kerusakan lensa (3ong, /<<$ * $) c +europati Diabetes dapat mempengaruhi saraf " saraf perifer, sistem saraf otonom, Medulla spinalis, atau sistem saraf pusat 4kumulasi sorbital dan perubahanE perubahan metabolik lain dalam sintesa atau fungsi myelin yang dikaitkan

dengan hiperglikemia dapat menimbulkan perubahan kondisi saraf (3ong, /<<$ * /?)

Makro.askuler a Penyakit Bantung -oroner 4kibat kelainan fungsi pada !antung akibat diabetes melitus maka ter!adi penurunan ker!a !antung untuk memompakan darahnya keseluruh tubuh sehingga tekanan darah akan naik atau hipertensi 3emak yang menumpuk dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya arteri (arteriosclerosis), dengan resiko penderita penyakit !antung koroner atau stroke(3ong, /<<$ * /?) b Pembuluh darah kaki (imbul karena adanya anesthesia fungsi saraf E saraf sensorik, keadaan ini berperan dalam ter!adinya trauma minor dan tidak terdeteksinya infeksi yang menyebabkan gangren )nfeksi dimulai dari celahEcelah kulit yang mengalami hipertropi, pada selEsel kuku yang tertanam pada bagian kaki, bagia kulit kaki yang menebal, dan kalus, demikian !uga pada daerahEdaerah yang tekena trauma (3ong, /<<$ * /?) c Pembuluh darah otak Pada pembuluh darah otak dapat ter!adi penyumbatan sehingga suplai darah ke otak menurun (3ong, /<<$ * /?)

BAB III KETOASIDOSIS DIABETIK (DKA) I. DE%INISI -eto asidosis Diabetik adalah keadaan kega1atan atau akut dari DM tipe ) , disebabkan oleh meningkatnya keasaman tubuh benda"benda keton akibat kekurangan atau defisiensi insulin, di karakteristikan dengan hiperglikemia, asidosis, dan keton akibat kurangnya insulin (#till1ell, /<<2) -eto 4sidosis Diabetik (-4D) adalah keadaan dekompensasi kekacauan metabolic yang ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis dan ketosis terutama disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relati.e -4D dan hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes mellitus (DM) yang serius dan membutuhkan pengelolaan ga1at darurat 4kibat diuresia osmotik, -4D biasanya mengalami dehidrasi berat dan dapat sampai menyebabkan syok -etoasidosis diabetik adalah komplikasi yang potensial yang dapat mengancam nya1a pada pasien yang menderita diabetes mellitus ini ter!adi terutama pada mereka dengan DM tipe /, tetapi bisa !uga mereka yang menderita DM tipe dalam keadaan tertentu -e!adian -4D (-etoasidosis Diabetik) ini sering ter!adi pada usia de1asa dan lansia dengan DM tipe / -4D ini di sebabkan karena kekurangan insulin, dimana yang dapat mengancam kehidupan metabolism Dikarenakan sel beta dalam pancreas tidak mampu menghasilkan insulin, selain itu hiperglikemi yang disebabkan karena hiperosmolaritas 8angguan metabolism glukosa mempunyai tanda"tanda* 2iperglikemia (-8D se1aktu N 700 mg,d3), 2iperketonemia, ketonuria dan asidosis metabolik (p2 darah O ?,7 dan bikarbonat darah O /5 mCD, 3) 2asil dari hiperosmolaritas adalah perpindahan cairan dari dalam sel ke serum, hal ini menyebabkan hilangnya cairan dalam urin sehingga ter!adi perubahan elektrolit dan dehidrasi total pada tubuh 8angguan metabolic lainnya ter!adi karena insulin tidak memungkin glukosa untuk masuk kedalam sel sehingga sel memecah lemak dan protein

yang digunakan sebagai bahan bakar Proses ini menyebabkan pembentukan keton -eton menurunkan p2 darah dan konsentrasi bikarbonat dikarenakan ketoasidosis 'erat ringannya -4D dibagi berdasarkan tingkat asidosisnya* II. 5)+84+ * p2 darah O ?,7 , bikarbonat plasma O /5 mCD,3 #CD4+8* p2 darah O ?,2 , bikarbonat plasma O /0 mCD,3 'C54( * p2 darah O ?,/ , bikarbonat plasma O 5 mCD,3 PATOGENESIS DIABETIK KETOASIDOSIS 0aktor faktor pemicu yang paling umum dalam perkembangan Diabetic -etoacidosis (D-4) adalah infeksi, infark miokardial, trauma, ataupun kehilangan insulin #emua gangguan gangguan metabolik yang ditemukan pada D-4 (diabetic ketoacidosis) adalah tergolong konsekuensi langsung atau tidak langsung dari kekurangan insulin

Menurunnya transport glukosa kedalam !aringan !aringan tubuh akan menimbulkan hyperglycaemia yang meningkatkan glycosuria Meningkatnya lipolysis akan menyebabkan o.er"produksi asam asam lemak, yang sebagian diantaranya akan dikon.ersi (dirubah) men!adi ketone, menimbulkan ketonnaemia, asidosis metabolik dan ketonuria 8lycosuria akan menyebabkan diuresis osmotik, yang menimbulkan kehilangan air dan elektrolite"seperti sodium, potassium, kalsium, magnesium, fosfat dan klorida Dehidrasi, bila ter!adi secara hebat, akan menimbulkan uremia pra renal dan dapat menimbulkan shock hypofolemik 4sidosis metabolik yang hebat sebagian akan dikompensasi oleh peningkatan dera!at .entilasi (peranfasan -ussmaul) Muntah"muntah !uga biasanya sering ter!adi dan akan mempercepat kehilangan air dan elektrolite #ehingga, perkembangan D-4 adalah merupakan rangkaian dari iklus interlocking .icious yang seluruhnya harus diputuskan untuk membantu pemulihan metabolisme karbohidrat dan lipid normal

III. MANI%ESTASI KLINIS KAD a) Dehydration dehidrasi

b) 5apid, deep, sighing (-ussmaul respiration) nafas cepat dan dalam (pernapasan kussmaul) c) +ausea, .omiting, and abdominal pain mimicking mual, muntah, nyeri abdomen d) Progressi.e obtundation and loss of consciousness penurunan kesadaran e) )ncreased leukocyte count 1ith left shift perubahan peningkatan leukosit f) +on"specific ele.ation of serum amylase tidak spesifik tingginya serum amylase g) 0e.er only 1hen infection is present demam ketika infeksi ter!adi

I;.

ETIOLOGI DKA a) Pasien baru DM tipe / b) Menurunnya atau menghilangnya dosis insulin c) #tress d) Penyakit atau keadaan yang meningkatkan kenaikan metabolism sehingga kebutuhan insulin meningkat (infeksi, trauma) e) -ehamilan f) Peningkatan kadar hormone anti insulin (glucagon, epinefrin, kortisol) O#,*:4#,*,n 8,n( .en((,n(- 1e3)e1+ +n1-l+n: a) 8lukokortikoid (hydrocortisone, prednisone, dePamethasone) b) Penitoin (dilantin) c) (hia%ide diuretic (hydroclorothia%ide) d) #ympathomimetics (albuterol, dobutamine, dopamine, epinephrine, norephinephrine, phenylephrine) N+l,+:n+l,+ l,#4),*4)+-. 3e*4,1+041+1 0+,#e*+<: a) #erum glukosa (250 mg,dl) b) (ingginya nilai ':+ c) 8lukosuria d) Meningkatnya serum osmolaritas ( N 700 m6sm,3 ) e) 4rterial p2 O ?,75 f) 2iperkalemia (sering pada a1al)* N 5,; mCD,3

g) 4nion gap * N 20 mCD,3 ;. INTER;ENSI KEGAWAT DARURATAN DKA a) Memonitor peningkatan serum glukosa setiap 2 !am Peningkatan serum glukosa harus di monitor setiap / atau 2 !am ketika pasien menerima infuse insulin secara terus"menerus b) Mengganti apabila kekeurangan cairan dan elektrolit yang dapat mengancam !i1a @airan yang digunakan biasanya normal salin 0,<9 Lang baik digunakan untuk mengganti kekurangan .oleme cairan ekstraselular Menggunakan normal saline biasanya diguyur, tetapi ketika tekanan darah pasien sudah normal maka hypotonic saline (0,;59 +#) dapat digunakan c) Memonitor asidosis dengan menilai 4'@ Memeriksa ketidakseimbangan cairan dan elektrolit akan memungkinkan gin!al untuk mempermudah bikarbonat dalam mengembalikan keseimbangan acied E base Penderita asidosis biasanya diberikan bikarbonat ketika p2 serumnya ?,/0 atau lebih Dalam pengaturan bikarbonat dapat ditambahkan hipotonik +# dan diganti secara perlahan d) Mengatur insulin secara cepat dan tanggap Pengaturan insulin intra.ena harus rutin pada tingkat 0,/ sampai 0,2 u,kg,!am disarankan melalui infuse terus"menerus untuk mencapai penurunan bertahap dalam serum glukosa e) Memonitor !antung, paru"paru dan status neuro f) Memonitor keseimbangan elektrolit )F sebagai pengganti kalium, fosfat, klorida, dan magnesium mungkin diperlukan Dieresis osmotic dapat mengakibatkan deficit kalium Bika tidak ada kontrindikasi seperti adanya penyakit gin!al amaka penggantian kalium dimulai dengan terapi cairan yang berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium serum dan urin g) Memeriksa timbulnya ge!ala biasanya ter!adi infeksi h) Memeberi dukungan dan pendidikan kepada pasien dan !uga keluarganya Pendidikan ini sangat penting dalam pencegahan ter!adinya kembali krisis penderita diabetic 3ebih diperhatikan pemantauan glukosa dan peraturan !ad1al makan, diet, olahraga, dan istirahat i) Menghindari komplikasi terapi

;I.

PENATALAKSANAAN Prinsip"prinsip pengelolaan -4D adalah* a) Memperbaiki sirkulasi dan perfusi !aringan (resusitasi dan rehidrasi) b) Penggantian cairan dan garam yang hilang c) Menekan lipolisis sel lemak dan menekan glukoneogenesis sel hati dengan pemberian insulin d) Mengatasi stress sebagai pencetus -4D e) Mencegah komplikasi dan mengembalikan keadaan fisiologis normal serta menyadari pentingnya pemantauan serta penyesuaian pengobatan Be)+3-* ,0,l,h #e#e),p, *,h,p,n *,*,l,31,n, KAD : /) Penilaian -linik 41al a Pemeriksaan fisik (termasuk berat badan), tekanan darah, tanda asidosis (hiper.entilasi), dera!at kesadaran (8@#), dan dera!at dehidrasi

-onfirmasi biokimia* darah lengkap (sering di!umpai gambaran lekositosis), kadar glukosa darah, glukosuria, ketonuria, dan analisa gas darah

2) 5esusitasi c d e f Pertahankan !alan napas Pada syok berat berikan oksigen /009 dengan masker Bika syok berikan larutan isotonik (normal salin 0,<9) 20 cc,-g'' bolus 'ila terdapat penurunan kesadaran perlu pemasangan naso"gatrik tube untuk menghindari aspirasi lambung 7) 6bser.asi -linik Pemeriksaan dan pencatatan harus dilakukan atas * a b 0rek1ensi nadi, frek1ensi napas, dan tekanan darah setiap !am #uhu badan dilakukan setiap 2"; !am

c d

Pengukuran balans cairan setiap !am -adar glukosa darah kapiler setiap !am

(anda klinis dan neurologis atas edema serebri *

f g

C-8

untuk

menilai

gelombang

(,

menentukan

tanda

hipo,hiperkalemia -eton urine sampai negatif, atau keton darah (bila terdapat fasilitas)

;) 5ehidrasi Penurunan osmolalitas cairan intra.askular yang terlalu cepat dapat meningkatkan resiko ter!adinya edema serebri 3angkah"langkah yang harus dilakukan adalah* a b (entukan dera!at dehidrasi penderita 8unakan cairan normal salin 0,<9

c d e 5) a b c

(otal rehidrasi dilakukan ;A !am, bila terdapat hipernatremia (corrected +a) rehidrasi dilakukan lebih perlahan bisa sampai ?2 !am 50"$09 cairan dapat diberikan dalam /2 !am pertama #isa kebutuhan cairan diberikan dalam 7$ !am berikutnya Pen((,n*+,n N,*)+-.

-oreksi +atrium dilakukan tergantung pengukuran serum elektrolit Monitoring serum elektrolit dapat dilakukan setiap ;"$ !am -adar +a yang terukur adalah lebih rendah, akibat efek dilusi hiperglikemia yang ter!adi

4rtinya * sesungguhnya terdapat peningkatan kadar +a sebesar /,$ mmol,3 setiap peningkatan kadar glukosa sebesar /00 mg,d3 di atas /00 mg,d3

e f

'ila corrected +a N /50 mmol,3, rehidrasi dilakukan dalam N ;A !am 'ila corrected +a O /25 mmol,3 atau cenderung menurun lakukan koreksi dengan +a@l dan e.aluasi kecepatan hidrasi

-ondisi hiponatremia mengindikasikan o.erhidrasi dan meningkatkan risiko edema serebri

$)

Pen((,n*+,n K,l+-.

Pada saat asidosis ter!adi kehilangan -alium dari dalam tubuh 1alaupun konsentrasi di dalam serum masih normal atau meningkat akibat berpindahnya -alium intraseluler ke ekstraseluler -onsentrasi -alium serum akan segera turun dengan pemberian insulin dan asidosis teratasi a Pemberian -alium dapat dimulai bila telah dilakukan pemberian cairan resusitasi, dan pemberian insulin Dosis yang diberikan adalah 5 mmol,kg '',hari atau ;0 mmol,3 cairan b Pada keadaan gagal gin!al atau anuria, pemberian -alium harus ditunda, pemberian kalium segera dimulai setelah !umlah urine cukup adekuat

?) a

Pen((,n*+,n B+3,)#4n,*

'ikarbonat sebaiknya tidak diberikan pada a1al resusitasi Pemberian bikarbonat hanya dian!urkan pada -4D yang berat

4dapun alasan keberatan pemberian bikarbonat adalah* Menurunkan p2 intraselular akibat difusi @62 yang dilepas bikarbonat Cfek negatif pada dissosiasi oksigen di !aringan 2ipertonis dan kelebihan natrium Meningkatkan insidens hipokalemia

8angguan fungsi serebral (er!adi hiperkalemia bila bikarbonat terbentuk dari asam keton c (erapi bikarbonat diindikasikan hanya pada asidossis berat (p2 O ?,/ dengan bikarbonat serum O 5 mmol,3) sesudah dilakukan rehidrasi a1al, dan pada syok yang persistent 1alaupun demikian komplikasi asidosis laktat dan hiperkalemia yang mengancam tetap merupakan indikasi pemberian bikarbonat c Bika diperlukan dapat diberikan /"2 mmol,kg '' dengan pengenceran dalam 1aktu / !am, atau dengan rumus* /,7 P (defisit basa P -g'') @ukup diberikan Q dari kebutuhan

A) a b c

Pe.#e)+,n In1-l+n

)nsulin hanya dapat diberikan setelah syok teratasi dengan cairan resusitasi )nsulin yang digunakan adalah !enis #hort acting,5apid )nsulin (5)) Dalam $0"<0 menit a1al hidrasi, dapat ter!adi penurunan kadar gula darah 1alaupun insulin belum diberikan

Dosis yang digunakan adalah 0,/ unit,kg '',!am atau 0,05 unit,kg '',!am pada anak O 2 tahun

Pemberian insulin sebaiknya dalam syringe pump dengan pengenceran 0,/ unit,ml atau bila tidak ada syringe pump dapat dilakukan dengan microburet (50 unit dalam 500 m3 +#), terpisah dari cairan rumatan,hidrasi

f g h i

Penurunan kadar glukosa darah (-8D) yang diharapkan adalah ?0"/00 mg,d3,!am 'ila -8D mencapai 200"700 mg,d3, ganti cairan rumatan dengan D5 K #alin -adar glukosa darah yang diharapkan adalah /50"250 mg,d3 (target) 'ila -8D O /50 mg,d3 atau penurunannya terlalu cepat, ganti cairan dengan D/0 K #alin

'ila -8D tetap diba1ah target turunkan kecepatan insulin

k l

Bangan menghentikan insulin atau mengurangi sampai O 0,05 unit,kg '',!am Pemberian insulin kontinyu dan pemberian glukosa tetap diperlukan untuk menghentikan ketosis dan merangsang anabolisme

m Pada saat tidak ter!adi perbaikan klinis,laboratoris, lakukan penilaian ulang kondisi penderita, pemberian insulin, pertimbangkan penyebab kegagalan respon pemberian insulin n Pada kasus tidak didapatkan !alur )F, berikan insulin secara intramuskuler atau subkutan Perfusi !aringan yang !elek akan menghambat absorpsi insulin

<)

T,*,l,31,n, e0e., 1e)e#)+

(erapi harus segera diberikan sesegera mungkin saat diagnosis edema serebri dibuat, meliputi* a b -urangi kecepatan infus Mannitol 0,25"/ g,kg'' diberikan intra.ena dalam 20 menit (keterlambatan pemberian akan kurang efektif) c d e :langi 2 !am kemudian dengan dosis yang sama bila tidak ada respon 'ila perlu dilakukan intubasi dan pemasangan .entilator Pemeriksaan M5) atau @("scan segera dilakukan bila kondisi stabil

/0)

%,1e Pe.-l+h,n

#etelah -4D teratasi, dalam fase pemulihan penderita dipersiapkan untuk* /) Memulai diet per"oral 2) Peralihan insulin drip men!adi subkutan a Memulai diet per"oral / Diet per"oral dapat diberikan bila anak stabil secara metabolik (-8D O 250 mg,d3, p2 N ?,7, bikarbonat N /5 mmol,3), sadar dan tidak mual,muntah

#aat memulai snack, kecepatan insulin basal dinaikkan men!adi 2P sampai 70 menit sesudah snack berakhir

7 ;

'ila anak dapat menghabiskan snacknya, bisa dimulai makanan utama #aat memulai makanan, kecepatan insulin basal dinaikkan men!adi 2P sampai $0 menit sesudah makan utama berakhir

Menghentikan insulin intra.ena dan memulai subkutan / )nsulin i. bisa dihentikan bila keadaan umum anak baik, metabolisme stabil, dan anak dapat menghabiskan makanan utama 2 )nsulin subkutan harus diberikan 70 menit sebelum makan utama dan insulin i. diteruskan sampai total <0 menit sesudah insulin subkutan diberikan 7 Diberikan short acting insulin setiap $ !am, dengan dosis indi.idual tergantung kadar gula darah (otal dosis yang dibutuhkan kurang lebih / unit,kg '',hari atau disesuaikan dosis basal sebelumnya c Dapat dia1ali dengan regimen 2,? sebelum makan pagi, 2,? sebelum makan siang, 2,? sebelum makan malam, dan /,? sebelum snack men!elang tidur

//) TERAPI KAD Prinsip ketat, %,1e I=G,>,* * / 5C2)D54#) +a@l 0,<9 atau 53 23 loading dalam 2 !am pertama, lalu A0 tpm selama ; !am, lalu 70"50 tpm selama /A !am (;"$3,2;!am) 2 )+#:3)+ ;"A :,!am sampai 8D5 250 mg,dl atau reduksi minimal 7 )nfus - (()D4- '63C2 '63:#) o o o o 'ila -R O 7mCD,3, beri ?5mCD,3 'ila -R 7"7 5mCD,3, beri 50 mCD,3 'ila -R 7 5 ";mCD,3, beri 25mCD,3 Masukkan dalam +a@l 500cc,2; !am terapi -4D -: adalah dengan !elek mengatasi dehidrasi, masuk hiperglikemia, dan

ketidakseimbangan elektrolit, serta mengatasi penyakit penyerta yang ada Penga1asan 2@:,)@:

; )nfus 'icarbonat o o 'ila p2O?,0 atau bicarbonat O /2mCD,3 'erikan ;;"/72 mCD dalam 500cc +a@l 0 <9, 70"A0 tpm

Pemberian 'icnat S I 25 " 2@67 (C5:-:5 J P '' P 0 ; 5 4ntibiotik dosis tinggi 'atas fase ) dan fase )) s ekitar 8D5 250 mg,dl atau reduksi %,1e II=.,+n*en,n<e* / @airan maintenance o o 2 -alium +acl 0 <9 atau D5 atau maltose /09 bergantian #ebelum maltose, berikan insulin reguler ;:

o o

Perenteral bila -R O;mCD Peroral (air tomat,kaldu /"2 gelas, /2 !am

7 )nsulin reguler ;"$:,;"$!am sc ; Makanan lunak karbohidrat komlek perasT

Penanganan diabetic ketoacidosis secara rinci diperlihatkan pada diba1ah ini, yakni 0 <9 akan pulih kembali selama defisit cairan dan elektrolite pasien semakin baik )nsulin intra.ena diberikan melalui infusi kontinu dengan menggunakan pompa otomatis, dan suplement potasium ditambahkan kedalam regimen cairan 'entuk penanganan yang baik atas seorang pasien penderita D-4 (diabetic ketoacidosis) adalah melalui monitoring klinis dan biokimia yang cermat

-epentingan skema cairan yang baik, seperti halnya dalam gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit yang serius, tidak boleh terlalu diandalkan )nput saline fisiologis a1al yang tinggi yakni 0 <9 akan pulih kembali selama defisit cairan dan elektrolite pasien semakin baik )nsulin intra.ena diberikan melalui infusi kontinu dengan menggunakan pompa otomatis, dan supplement potasium ditambahkan kedalam regimen cairan 'entuk penanganan yang baik atas seorang pasien penderita D-4 (diabetic ketoacidosis) adalah melalui monitoring klinis dan biokimia yang cermat

Perbedaan antara -4D dan 22+-

KAD Ge5,l, N+l,+ l,#4),*4)+-. 'ingung , lesu 4noreksia , mual +yeri abdomen (akikardi +afas aseton Pernapasan dan dalam Merasa haus cepat berbau pada

HHNK 'ingung, lesu 3emah (erlihat kemerah" merahan pada kulit (akikardi +afas cepat +apas berbau aseton Merasa haus

8lukosa darah #erum sodium #erum pottasium #erum osmolarity 48D

(inggi (inggi (etap

(inggi N /000 mg,dl (etap (etap

(inggi (tetapi O 770 m6sm,3)

(inggi m6sm,3

sampai

750

4sidosis penurunan p2

metabolic

+ormal

asidosis

dengan ringan

kompensasi alkalosis pernafasan -eton urin In*e)?en1+ Positi.e +egati.e cairan dan

)nsulin, cairan dan penggantian )nsulin, elektrolit

penggantian elektrolit

'4' F -C#)MP:34+

-etoasidosis diabetik adalah komplikasi yang potensial yang dapat mengancam nya1a pada pasien yang menderita diabetes mellitus ini ter!adi terutama pada mereka dengan DM tipe /, tetapi bisa !uga mereka yang menderita DM tipe dalam keadaan tertentu

Penyebab ketoasidosis diabetic* Pasien baru DM tipe /, Menurunnya atau menghilangnya dosis insulin, #tress, Penyakit atau keadaan yang meningkatkan kenaikan metabolism sehingg kebutuhan insulin meningkat (infeksi, trauma), -ehamilan, Peningkatan kadar hormone anti insulin (glucagon, epinefrin, kortisol)

Prinsip terapi -4D adalah dengan mengatasi dehidrasi, hiperglikemia, dan ketidakseimbangan elektrolit, serta mengatasi penyakit penyerta yang ada

%,1e G,>,* *

5ehidrasi * +a@l 0,<9 atau 53 23 loading dalam 2 !am pertama, lalu A0 tpm selama ; !am, lalu 70"50 tpm selama /A !am (;"$3,2;!am) )nsulin* ;"A :,!am sampai 8D5 250 mg,dl atau reduksi minimal )nfus - (()D4- '63C2 '63:#)* 'ila -R O 7mCD,3(beri ?5mCD,3), 'ila -R 7"7 5mCD,3(beri 50 mCD,3), 'ila -R 7 5 ";mCD,3(beri 25mCD,3), Masukkan dalam +a@l 500cc,2; !am )nfus 'icarbonat 'ila p2O?,0 atau bicarbonat O /2mCD,3, 'erikan ;; /72 D dalam 500cc +a@l 0 <9, 70"A0 tpm, Pemberian 'icnat S I 25 " 2@67 (C5:-:5 J P '' P 0 ; 4ntibiotik dosis tinggi

!. D+,(n41, Kepe),>,*,n Diagnosa yang mungkin timbul pada pasien DM* a b -ekurangan .olume cairan b,d Diuresis osmotik (dari hiperglikemi), -ehilangan gastrik berlebihan * diare, muntah +utrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan insulin c (penurunan ambilan dan penggunaan glukosa oleh !aringan mengakibatkan peningkatan metabolisme protein, lemak) 5esiko tinggi terhadap infeksi (sepsis) b,d kadar glukosa tinggi, penurunan fungsi leukosit, perubahan pd sirkulasi )nfeksi pernapasan yg ada sebelumnya atau )#d Perubahan sensori"perseptual* (uraikan ), risiko tinggi terhadap berhubungan dengan perubahan kimia endogen * ketidakseimbangan glukosa,insulin dan elektrolit e f g -elelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik -etidakberdayaan berhubungan dengan penyakit !angka pan!ang atau progresif yang tidak dapat diobati -urang pengetahuan (kebutuhan bela!ar) mengenai penyakit, prognosis, dan kebutuhan pengobatan b,d kurang pema!anan, mengingat, kesalahan interpretasi informasi (Doengoes dkk,2000)

". Ren<,n, 3epe),>,*,n H,)+= T(l N4 D@ / -ekurangan b,d Diuresis osmotik (dari hiperglikemi), -ehilangan gastrik berlebihan Masukan dibatasi mual, mental * * diare, muntah #etelah tindakan kepera1atan selama !am U 2; diharapkan M,n0+)+ Dapatkan terdekat muntah, ri1ayat sehubungan pengeluaran urine pasien,orang Membantu dalam memperkirakan D+,(n41, T-5-,n In*e)?en1+ R,1+4n,l TTD

.olume cairan dilakukan

dengan kekurangan .olume total, tanda dan ge!ala yang sebelumnya mengakibatkan hipermetabolik (beberapa demam yang !am dan sampai keadaan

lamanya,intensitas dari ge!ala seperti mungkin sudah ada pada beberapa 1aktu sangat berlebihan beberapa hari) 4danya proses infeksi meningkatkan

kekurangan .ol cairan teratasi dgn -2 * a ((F stabil b +adi teraba kulit dan pengisian kapiler baik perifer

kehilangan air tidak kasatmata

2ipo.olemia dapat dimanifestasikan oelh Pantau tanda"tanda .ital, catat adanya perubahan (D ortostatik hipotensi dan takikardia Perkiraan berat ringannya hipo.olumia dapat dibuat ketika tekanan darah sistolik pasien turun lebih

kacau c (urgor

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

d 2aluaran urin tepat indi.idu e -adar elektrolit dlm batas normal scr

dari /0 mm 2g dari posisi berbaring ke posisi duduk,berdiri @atatan * +eupati !antung dapat memutuskan refleks"refleks yang secara normal meningkatkan denyut !antung

Pola napas seperti adanya pernapasan -ussmaul atau pernapasan yang berbau keton

Paru"paru mengeluarkan asam karbonat melalui pernapasan yang menghasilkan kompensasi alkalosis respiratoris terhadap keadaan ketoasidosis Pernapasan yang berbau aseton berhubungan pemecahan asam aseto"asetat dan harus berkurang bia ketosis harus terkoreksi

-oreksi hiperglikemia dan asidosis akan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

0rekuensi dan kualitas pernapasan, menyebabkan penggunaan otot bantu napas dan pernapasan sianosis dangkal, indikasi

pola

dan normal cepat

frekuensi (etapi * dan

mendekati pernapasan dari

adanya periode apnea dan munculnya peningkatan ker!a pernapasan* pernapasan munculnya sianosis mungkin merupakan kelelahan untuk pernapasan melakukan dan,atau mungkin pasien itu kehilangan kemampuannya kompensasi pada asidosis

#uhu,

1arna

kulit,

atau

kelembabannya

Meskipun

demam,

menggigil

dan

diaforesis merupakan hal umum ter!adi pada proses infeksi, demam dengan kulit yang kemerahan, kering mungkin sebagai cerminan dari dehidrasi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

-a!i nadi perifer, pengisian kapiler, Merupakan turgor kulit, dan membran mukosa

indikator

dari

tingkat

dehidrasi, atau .olume fungsi gin!al, dan keefektifan dari terapi yang diberikan

Pantau masukan dan pengeluaran, catat berat !ens urine

Memberikan perkiraan kebutuhan akan cairan pengganti fungsi gin!al, dan keefektifan dari terapi yang diberikan Memberikan hasil pengka!ian yang terbaik

:kur berat badan setiap hari

dari status cairan yang sedang berlansung dan selan!utnya dalam memberikan cairan pengganti

Pertahankan untuk memberikan cairan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

paling sedikit 2500 ml,hari dalam Mempertahankan hidrasi,.olume sirkulasi batas yang dapat ditoleransi !antung !ika pemasukan cairan melalui oral sudah dapat diberikan (ingkatkan lingkungan yang dapat menimbulkan rasa nyaman #elimuti pasien dengan selimut tipis Menghindari pemanasan yang berlebih terhadap pasien lebih lan!ut akan dapat menimbulkan kehilangan cairan -a!i adanya perubahan mental,sensori Perubahan mental dapat berhubungan

dengan glukosa yang tinggi atau yang rendah (hiperglikemia atau hipoglikemia), elektrolit penurunan yang abnormal, asidosis, dan perfusi serebral,

berkembangnya hipoksia Penyebab yang

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

tidak tertangani, gangguan kesadaran dapat men!adi predisposisi (pencetus) aspirasi pada pasien

catat hal"hal yang dilaporkan seperti mual, nyeri abdomen, muntah dan distensi lambung

-ekurangan mengubah secara

cairan motilitas

dan

elektrolit yang

lambung,

seringkali akan menimbulkan muntah dan potensial akan menimbulkan kekurangan cairan atau elektrolit

6bser.asi adanya perasaan kelelahan yang meningkat, edema, peningkatan berat badan, nadi tidak teratur, dan adanya distensi pada .askuler

Pemberian cairan untuk perbaikan yang cepat 8Bmungkin sangat berpotensi menimbulkan kelebihan beban cairan dan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

K4l,#4),1+ 'erikan terapi cairan sesuai dengan indikasi * +ormal salin atau setengah normal salin dengan atau tanpa dektrosa (ipe dan !umlah dari cairan tergantung pada dera!at kekurangan cairan dan respons pasien secara indi.idual

4lbumin, plasma, atau dekstran

Plasma ekspander (pengganti) kadang dibutuhkan !ika kekurangan tersebut mengancam kehidupan atau tekanan darah sudah tidak dapat kembali normal dengan usaha"usaha rehidrasi yang telah

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

dilakukan Pasang,pertahankan kateter urine tetap terpasang Memberikan pengukuran yang tepat,akurat terhadap terutama pengukuran !ika haluaran urine otonom neuropati

menimbulkan gangguan kantung kemih (retensi urine,inkontinensia) Dapat dilepas !ika pasien berada dalam keadaan stabil untuk infeksi Pantau seperti * 2ematokrit (2t) Mengka!i tingkat hidrasi dan seringkali meningkat akibat hemokonsentrasi yang pemeriksaan laboratorium menurunkan risiko ter!adinya

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

':+,-reatinin

ter!adi setelah diuresis osmotik

6smolalitas darah

Peningkatan nilai dapat mencerminkan kerusakan set karena dehidrasi atau tanda a1itan kegagalan gin!al Meningkat sehubungan dengan adanya

+atrium

hiperglikemia dan dehidrasi

Mungkin

menurun

yang

dapat

mencerminkan perpindahan cairan dari intrasel (diuresis osmotik) -adar natrium yang tinggi mencerminkan kehilangan -alium cairan,dehidrasi berat atau reabsorpsi natrium dalam berespons terhadap sekresi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

aldosteron 41alnya akan ter!adi hiperkalemia dalam berespons pads asidosis, namun selan!utnya kalium ini akan hilang melalui urine, kadar kalium absolut dalam tubuh 'erikan kalium atau elektrolit yang lain melalui )F dan,atau melalui oral sesuai indikasi berkurang 'ila insulin diganti dan acidosis teratasi, kekurangan kalium serum !ustru akan terlihat -alium (segera harus aliran ditambahkan urine pada )F

adekuat)

untuk

mencegah hipokalemia @atalan* -alium 'erikan bikarbonat !ika p2 kurang dari ?,0 fosfat dapat diberikan !ika cairan )F mengandung natrium klorida untuk mencegah kelebihan beban klorida

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

Pasang

selang

+8

dan

lakukan Diberikan

dengan

hati"hati

untuk

penghisapan sesuai dengan indikasi

membantu memperbaiki asidosis pada adanya hipotensi atau syok Mendekompresi lambung dan dapat

menghilangkan muntah 2 +utrisi kurang #etelah dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan n dilakukan tindakan kepera1atan selama !am M,n0+)+ (imbang berat badan setiap hari atau sesuai dengan indikasi Mengka!i adekuat utilisasinya) Mengidentifikasi kekurangan dan permasukan (termasuk makanan absorpsi yang dan

U 2; (entukan program diet dan pola yang dapat dihabiskan

diharapkan makan pasien dan bandingkan dengan dgn pasien

penyimpangan dari kebutuhan terapeutik

ketidakcukupa kebutuhan nutrisi makanan insulin tercukupi -2 * a +ilai laboratorium dan (penurunan ambilan penggunaan

4uskultasi bising, catat adanya nyeri

2iperglikemia

dan

gangguan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

glukosa !aringan

oleh

normal b '' stabil

abdomen,perut muntahan

kembung, yang

mual, keseimbangan cairan dan elektrolit dapat belum menurunkan motilitas,fungsi lambung

makanan

mengakibatka n peningkatan metabolisme protein, lemak)

sempat dicerna, pertahankan keadaan (distensi atau ieus paralitik) yang akan puasa sesuai dengan indikasi mempengaruhi pilihan inter.ensi @atatan * -esulitan 'erikan makanan cair !angka pan!ang dengan penurunan pengosongan lambung dan yang motilitas usus yang rendah mengisyaratkan neuropati ototnom yang secara mengandung %at makanan (nutrien) adanya

dan elektrolit dengan segera !ika mempengaruhi saluran pencernaan dan pasien sudah dapat mentoleransinya memerlukan melalui pemberian cairan melalui oral Dan sela!utnya terus mengupayakan pemberian makanan yang lebih padat sesuai dengan yang dapat ditoleransi )dentifikasi makanan yang termasuk Pemberian makanan melalui oral lebih baik !ika pasien sadar dan fungsi gastrointestinal baik simptomatik pengobatan

disukai,dikehendaki

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

kebutuhan etnik,kultural

3ibatkan indikasi

keluarga

pasien

pada

perencanaan makan ini sesuai dengan

Bika makanan yang disukai pasien dapat dimasukkan dalam perencanaan makan, ker!a sama ini dapat diupayakan setelah 6bser.asi tanda"tanda hipoglikemia pulang

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

#eperti perubahan tinkat kesadaran -ulit lembab,dingin, denyut nadi cepat, lapar, peka rangsang, cemas, sakit kepala, pusing, sempoyongan Meningkatkan memberikan rasa keterlibatannya pada *

informasi

keluarga

untuk memahami kebutuhan nutrisi pasien @atatan * 'erbagai metode bermanfaat untuk perencanaan diet meliputi pergantian daftar menu, sistem perhitungan kalori, indeks glikemik atau seleksi a1al menu

-arena metabolisme karbohidrat mulai ter!adi (gula darah akan berkurang, dan sementara tetap diberikan insulin maka hipoglikemi dapat ter!adi dalam keadaan koma, Bika pasien hipoglikemia

mungkin ter!adi tanpa memperlihatkan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

perubahan tingkat kesadaran )ni secara potensial dapat mengancam kehidupan yang harus dika!i dan ditangani secara cepat melalui tindakan protokol yang K4l,#4),1+ 3akukan pemeriksaan gula direncanakan darah akan atatan! DM tips ) yang tanda"tanda biasanya karena telah berlangsung lama mungkin tidak menun!ukkan seperti hipoglikemia

dengan menggunakan Gfinger stickH

respons normal terhadap gula darah yang rendah mungkin dikurangi

4nalisa di tempat tidur terhadap gula darah lebih akurat (menun!ukkan keadaan saat dilakukan pemeriksaan) daripada memantau gula dalam urine (reduksi urine) yang tidak cukup akurat untuk mendeteksi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

fluktuasi kadar gula darah dan dapat dipengaruhi oleh ambang gin!al pasien secara indi.idual atau adanya retensi urine,gagal penelitian gin!al telah atatan! menemukan 'eberapa bah1a

glukosa urine 209 berhubungan dengan gula darah antara /;0"7$0 mg,dl

Pantau 2@67

pemeriksaan

laboratorium, 8ula darah akan menurun perlahan dengan terkontrol Dengan pemberian insulin dosis optimal, glukosa kemudian dapat masuk kedalam sel dan digunakan untuk sumber kalori -etika hal ini ter!adi, kadar aseton akan menurun dan asidosis dapat

seperti glukosa darah, aseton, p2, dan penggantian cairan dan terapi insulin

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

dikoreksi )nsulin reguler memiliki a1itan cepat dan 'erikan pengobatan insulin secara teratur dengan metode )F secara intermiten atau secara kontinu #eperti bolus )F diikuti dengan tetesan yang kontinu melalui alat pompa kira"kira 5"/0 :),!am sampai glukosa darah mencapai 250 mg,dl karenanya dengan cepat pula dapat membantu memindahkan glukosa ke dalam sel Pemberian melalui )F merupakan rute pilihan utama karena absorpsi dari !aringan subkutan mungkin tidak menentu,sangat lambat 'anyak orang percaya,berpendapat bah1a metode kontinu ini merupakan cara, yang optimal untuk mempermudah transisi pada metabolisme karbohidrat dan menurunkan insiden hipoglikemia

3arutan

glukosa

ditambahkan

setelah

insulin dan cairan memba1a gula darah

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

kira"kira 250 mg,dl Dengan metabolisme 'erikan larutan glukosa, misalnya dekstrosa dan setengah salin normal karbohidrat mendekati normal, pera1atan harus diberikan untuk menghindari ter!adinya hipoglikemia

#angat bermanfaat dalam perhitungan dan penyesuaian diet untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien> men!a1ab per" tanyaan dan dapat pula membantu pasien 3akukan konsultasi dengan ahli diet atau orang terdekat dalam mengembangkan perencanaan makan

-ompleks karbohidrat (seperti !agung, 1ortel, brokoli, buncis, gandum, dll)

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

menurunkan dan

kadar

glukosa,kebutuhan rasa kenyang

insulin, menurunkan kadar kolesterol darah meningkatkan Pemasukan makanan akan di!ad1alkan sesuai karakteristik insulin yang spesifik (mis Cfek puncaknya) dan respons pasien 'erikan lemak diet kira"kira $09 secara indi.idual dari @atatan * Makanan kompleks karbohidrat karbohidrat, 209 protein dan 209 tambahan dalam makan,pemberian makanan tambahan

penataan terutama sangat penting (!ika insulin diberikan dalam dosis terbagi) untuk mencegah hipoglikemia selama tidur dan potensial respons #omogyi

Dapat bermanfaat dalam mengatasi ge!ala yang berhubungan dengan neuropat otonom yang mempengaruhi saluran cerna,

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

yang

selan!utnya

meningkatkan

pemasukan melalui oral dan absorbsi %at makanan (nutrien)

'erikan obat metaklopramid (reglan) > tetrasiklin

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

5esiko tinggi #etelah terhadap infeksi (sepsis) tinggi, penurunan fungsi leukosit, perubahan pd sirkulasi )nfeksi pernapasan yg dilakukan tindakan b,d kepera1atab U 2; ter!adi !am tidak diharapkan

M,n0+)+ 6bser.asi tanda"tanda infeksi dan Pasien mungkin masuk dengan infeksi peradangan, seperti demam, yang biasanya telah mencetuskan keadaan kemerahan, adanya pus pada luka, ketoasidosis atau dapat mengalami infeksi sputum purulen, urine 1arna keruh nosokomial atau berkabut

kadar glukosa selama

infeksi dgn -2 * a Mengidentifik untuk mencegah,me (ingkat upaya pencegahan dengan semua orang yang berhubungan Mencegah timbulnya infeksi silang (infeksi nosokomial)

asi inter.ensi melakukan cuci tangan yang baik pada dengan pasien termasuk pasiennya

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

ada sebelumnya atau )#-

nurunkan resiko infeksi b Mendemonstra sikan gaya untuk mencegah infeksi

sendiri

teknik, Pertahankan

teknik

aseptik

pada -adar glukosa yang tinggi dalam darah akan men!adi media terbaik bagi pertumbuhan kuman

perubahan

prosedur in.asif (seperti pemasangan pemberian obat intra.ena dan

hidup infus, kateter folley dan sebagainya), memberikan pera1atan pemeliharaan 3akukan pengobatan melalui )F sesuai indikasi

Pasang

kateter,lakukan

pera1atan

perineal dengan baik 4!arkan pasien 1anita untuk membersihkan daerah perinealnya dari depan kearah belakang setelah eliminasi Mengurangi risiko ter!adinya infeksi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

saluran kemih

Pasien koma mungkin

memiliki risiko yang khusus !ika ter!adi rentensi urine pada saat a1al dira1at @atatan * pasien DM 1anita lansia merupakan kelompok utama yang paling berisiko dan sungguh"sungguh masase daerah tulang yang tertekan, !aga kulit tetap kering, linen kering dan tetap kencang #irkulasi perifer bisa terganggu yang (tidak berkerut) menempatkan pasien risiko 4uskultasi bunyi napas ter!adinya pada peningkatan kerusakan pada ter!adi infeksi saluran 'erikan pera1atan kulit dengan teratur kemih,.agina

kulit,iritasi kulit dan infeksi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

5onki mengindikasikan adanya akumulasi sekret yang mungkin berhubungan dengan pneumonia,bronkitis (mungkin sebagai pencetus dari D-4) Cdema paru (bunyi krekels) mungkin sebagai akibat dari pemberian cairan yang terlalu cepat,berlebihan atau 8B-

Posisikan pasien pada posisi semi" Memberikan kemudahan bagi paru untuk fo1ler berkembang> menurunkan risiko ter!adinya aspirasi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

Membantu dalam mem.entilasikan semua 3akukan an!urkan perubahan pasien posisi untuk dan batuk daerah paru dan memobilisasi sekret Mencegah agar sekret tidak statis de ngan ter!adinya peningkatan terhadap risiko infeksi

efektif,napas dalam !ika pasien sadar dan kooperatif 3akukan penghisapan lendir pada !alan teknik napas steril dengan sesuai menggunakan keperluannya

'erikan tisu dan tempat sputum pada tempat yang mudah di!angkau untuk penampungan sputum atau sekret yang lainnya

Mengurangi penyebaran infeksi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

'antu pasien untuk melakukan higiene oral Menurunkan risiko ter!adinya penyakit mulut,gusi

4n!urkan untuk makan dan minum adekuat (pemasukan makanan dan cairan yang adekuat) (kira"kira 7000 ml,hr !ika tidak ada kontraindikasi) Menurunkan kemungkinan ter!adinya

infeksi Meningkatkan aliran urine untuk mencegah urine yang statis dan membantu dalam mempertahankan p2,keasaman urine, yang menurunkan pertumbuhan bakteri dan pengeluarkan organisme dari sistem organ tersebut

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

K4l,#4),1+ 3akukan pemeriksaan kultur dan

:ntuk

mengidentifikasi

organisme

sehingga dapat memilih,memberikan terapi antibiotik yang terbaik

sensiti.itas sesuai dengan indikasi

Penanganan 'erikan obat antibiotik yang seksual

a1al

dapat

membantu

mencegah timbulnya sepsis

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

Perubahan sensori" perseptual* (uraikan risiko

#etelah dilakukan tindakan ), kepera1atan U 2;

M,n0+)+ Pantau tanda"tanda .ital dan status #ebagai mental dasar untuk membandingkan

temuan abnormal, seperti suhu yang meningkat dapat mempengaruhi fungsi

tinggi selama

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

terhadap berhubungan denganperuba han endogen angan glukosa,insuli n elektrolit dan

!am

diharapkan

mental

perubahan sensori" pasien dengan misalnya nama, Menurunkan kebingungan dan membantu terhadap realitas 'erikan orientasikan kembali sesuai dengan untuk mempertahankan kontak dengan kebutuhannya, tempat, orang dan 1aktu perlahan dan !elas

kimia perseptual dapat Panggil * teratasi dg -2 * a Mempertahan kan mental biasanya b Mengenali dan mengkompens asi sensori adanya kerusakan Bad1alkan pasien tingkart

ketidaskseimb

pen!elasan yang singkat dengan bicara

inter.ensi

kepera1atan Meningkatkan tidur, menurunkan rasa letih dan dapat memperbaiki daya pikir

agar tidak mengganggu 1aktu istirahat

Pelihara

akti.itas

rutin

pasien

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

sekonsisten mungkin, dorong untuk melakukan kegiatan sehari"hari sesui kemampuannya Membantu berhubungan lingkungannya memelihara dengan pasien realitas tetap dan pada

mempertahannya

orientasi

3indungi pasien dari cera (gunakan pengikat) ketika tingkat kesadaran pasien terganggu 'erikan bantalan lunak pada pagar tempat tidur dan berikan !alan napas buatan yang lunak !ika pasien kemungkinan mengalami ke!ang Pasien mengalami disorientasi merupakan a1al kemungkinan timbulnya cedera, terutama malam hari dan perlu pencegahan sesuai indikasi Munculnya ke!ang perlu diantisipasi untuk mencegah trauma fisik,

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

aspirasi dsb e.aluasi lapang pandang penglihatan sesuai dengan indikasi Cdema,lepasnya retina, hemoragis, katarak atau paralisis otot ekstraokuler sementara mengganggu penglihatan yang memelukan terapi korektif dan,atau pera1atan penyokong selidiki adanya keluhan parestesia, nyeri atau kehilangan sensori pada paha,kaki 3ihat adanya ulkus, daerah kemerahan, tempat"tempat tertekan, kehilangan denyut nadi perifer +europati perifer dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman yang berat, kehilangan sensai sentuhan,distorsi yang mempunyai risiko tinggi terhadap kerusakan kulit dan gangguan keseimbangan @atatan *

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

mononeuropati tunggal (paling

mempengaruhi sering pada

saraf daerah

femoralis dan otak) yang menyebabkan nyeri tiba"tiba dan kehilangan fungsi motorik,sensorik sepan!ang !aras saraf yang terkena tersebut

Meningkatkan 'erikan tempat tidur yang lembut Pelihara atau kehangatan dingin atau

rasa

nyaman

dan

menurunkan kemungkinan kerusakan kulit

kaki,tangan, karena panas @atatan * munculnya dingin penggunaan mencerminkan pemeriksaan terhadap kadar gula darah

hindari terpa!an terhadap air panas yang tiba"tiba pada tangan,kaki dapat bantalan,pemanas

Meningkatkan keamanan pasien terutama

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

ketika rasa keseimbangan dipengaruhi bantu pasien dalam ambulansi atau perubahan posisi 8angguan dalam proses pikir,potensial K4l,#4),1+ 'erikan pengobatan sesuai dengan obat yang ditentukan untuk mengatasi D-4 sesuai indikasi -etidakseimbangan nilai laboratorium ini dapat menurunkan fungsi mental @atatan * Pantau glukosa nilai laboratorium, osmolalitas seperti darah, !ika cairan diganti dengan cepat, kelebihan cairan dapat masuk ke sel otak dan menyebabkan gangguan pada tingkat kesadaran (intoksikasi air) terhadap akti.itas ke!ang biasanya hilang bila keadaan hiperosmolaritas teratasi

darah,

2b,2t, ureum kreatinin

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

Dapat memberikan rasa nyaman yang berhubungan dengan neuropati 'antu dengan memblok saraf

setempat, mempertahankan unit (C+# 5 -elelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik #etelah dilakukan tindakan kepera1atan selama !am U 2; diharapkan M,n0+)+ Diskusikan dengan pasien kebutuhan Pendidikan dapat memberikan moti.asi akan akti.itas dengan 'uat pasien akti.itas !ad1al untuk yang meningkatkan tingkat akti.itas perencanaan indentifikasi dan meskipun pasien mungkin sangat lemah

kelelahan teratasi dgn -2 * a Mengungkapk an

menimbulkan kelelahan

'erikan akti.itas alternatif dengan periode istirahat yang cukup,tanpa

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

peningkatan tingkat energi b Menun!ukan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dlm akti.itas yg diinginkan

diganggu

Mencegah kelelahan yang berlebihan

Pantau nadi, frekuensi pernapasan dan tekanan darah sebelum,sesudah Mengindikasikan tingkat akti.itas yang dapat ditoleransi secara fisiologis Diskusikan sebagainya Pasien akan dapat melakukan lebih banyak (ingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan akti.itas sehari"hari sesuai dengan yang dapat ditoleransi kegiatan dengan penurunan kebutuhan akan energi pada setiap kegiatan cara mengheat kalori selama mandi, berpindahan tempat dan melakukan akti.itas

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

Meningkatkan kepercayaan diri,harga diri yang positif sesuai tingkat akti.itas yang dapat ditoleransi pasien

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

-etidakberda yaan berhubungan dengan penyakit !angka pan!ang

#etelah dsilakukan tindakan kepera1atan selama !am U 2; diharapkan

M,n0+)+ 4n!urkan pera1atan pasien,keluarga di rumah sakit untuk Mengidentifikasi area perhatiannya dan dan

mengekspresikan perasaannya tentang memudahkan cara pemecahan masalah penyakitnya secara keseluruhan

atau ketidakberdayaan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

progresif yang teratasi dgn -2 * tidak diobati dapat a Mengakui perasaan putus asa b Mengidentifik asi cara2 sehat untuk menghadapi perasaan c Membantu dlm merencanakan pera1atannya sendiri dan scr mandiri mengambil tgg Pengetahuan gaya indi.idu membantu untuk menentukan kebutuhan terhadap tu!uan penanganan Pasien yang mempunyai lokus pusat kontrol internal 4kui normalitas dari perasaan Pengenalan bah1a reaksi normal dapat membantu kebutuhan pasien untuk memecahkan DM masalah dan mencari bantuan sesuai -ontrol terhadap merupakan peker!aan yang terus"menerus yang bertindak sebagai pengikat konstan terhadap ancaman pasien munculnya terhadap penyakit serta kehidupan,kesehatan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

!1b akti.itas

untuk -a!i

bagaimana

pasien

telah biasanya

memperlihat

cara

untuk

menangani masalahnya dimasa lalu )dentifikasi lokus kontrol

meningkatkan kontrol terhadap program pengobatan sendiri Pasien yang bertindak dengan lokus eksternal ingin dira1at oleh orang lain atau mungkin akan mengendalikan faktor"faktor eksternal

pera1atan diri

yang mempengaruhinya

Meningkatkan

perasaan

terlibat

dan

memberikan kesempatan keluarga untuk memecahkan masalah untuk membantu mencegah terulangnya (kambuhnya) penyakit pada pasien tersebut

2arapan yang tidak realistis atau adanya

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

'erikan kesempatan pada keluarga terkanan dari orang lain atau diri sendiri untuk mengekspresikan perhatiannya dapat membantu pasien (enaga atau keluarga dan pikiran yang konstan sepenuhnya mengakibatkan kontrol perasaan diri dan dan diskusikan cara mereka dapat frustasi,kehilangan

terhadap mungkin menganggu kemampuan koping

(entukan tu!uan,harapan dari pasien diperlukan untuk mengendalikan diabetik yang sering kali memindahkan fokus hubungan Perkembangan psikologis,neuropati .iseral mempengaruhi konsep diri (terutama fungsi peran seksual) mungkin menambah keadaan stres

(entukan apakah ada perubahan yang

Mengkomunikasikan pada pasien bah1a beberapa pengendalian dapat dilatih pada

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

berhubungan dengan orang terdekat

saat pera1atan dilakukan

Meningkatkan perasaan kontrol terhadap situasi

4n!urkan keputusan

pasien

untuk

membuat dengan ambulansi,

sehubungan seperti

pera1atannya,

1aktu berakti.itas dan seterusnya 'erikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam pera1atan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

diri sendiri dan berikan umpan balik positif sesuai dengan usaha yang dilakukannya ? -urang pengetahuan (kebutuhan bela!ar) mengenai penyakit, kebutuhan pengobatan b,d pema!anan, mengingat, kesalahan interpretasi #etelah dilakukan tindakan kepera1atan selama U 2; !am diharapakan pengetahuan mengenai prognosis kebutuhan pengobatan dapat Penggunaan cara yang berbeda tentang dan 'eker!a dengan pasien dalam menata Partisipasi tu!uan bela!ar yang diharapkan pasien dipela!ari dengan dalam perencanaan yang M,n0+)+ @iptakan lingkungan saling percaya Menanggapi dan memperhatikan perlu dengan mendengarkan penuh diciptakan sebelum pasien bersedia perhatian dan selalu ada untuk pasien mengambil bagian dalam proses bela!ar

prognosis, dan kurang

meningkatkan antusias dan ker!a sama prinsip"prinsip

kurang penyakit,

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

informasi

teratasi dgn -2 * a Mengingkapka n pemahaman ttg penyakit b Mengidentifik asi hubungan tanda,ge!ala dgn penyakit proses dan

Pilih berbagai strategi bela!ar, seperti mengakses keterampilan keterampilan dan baru biarkan ini pasien kedalam

informasi

meningkatkan

teknik demonstrasi yang memerlukan pencerapan pada indi.idu yang bela!ar mendemonstrasikan ulang, gabungkan rutinitas rumah sakit sehari"hari

Diskusikan topik"topik utama seperti * 4pakah kadar glukosa normal itu dan darah bagaimana pasien hal tersebut yang dibandingkan dengan kadar gula tipe DM Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pertimbangan memilih gaya hidup

menghubungk an ge!ala dgn faktor penyebab c Dgn prosedur benar yg melakukan

dialami pasien, hubungan antara kekurangan insulin dengan kadar gula darag yang tinggi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

perlu rasional tindakan d Melakukan perubahan gaya dan

dan 5asional ketoasidosis Pengetahuan tentang faktor pencetus dapat membantu untuk menghindari kambuhnya -omplikasi penyakit akut dan kronis meliputi gangguan (retinopati), -esadaran terhadap tersebut Demonstrasikan gula darah cara pemeriksaan menggunakan tentang apa yang dan ter!adi men" program penglihatan serangan tersebut ter!adinya serangan

men!elaskan

hidup

berpartisipasi dlm pengobatan

perubahan dalam neurosensori dan kardio.askuler, perubahan fungsi gin!al,hipertensi

membantu pasien untuk lebih konsisten pera1atannya a1itan cegah,mengurangi komplikasi

dengan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

Gfinger stickH dan beri kesempatan pasien kembali untuk mendemonstrasikan urinenya !ika )nstruksikan pasien untuk keton Melakukan pemeriksaan gula darah oleh diri sendiri ; kali atau lebih dalam setiap harinya memungkinkan fleksibilitas dalam pera1atan $0"/50 Diskusikan tentang rencana diet, diri, meningkatkan dan kontrol dapat kadar gula darah dengan lebih ketat (mis , mg,d3) mencegah,mengurangi komplikasi !angka pan!ang perkembangan

pemeriksaan mg,d3

glukosa darah lebih tinggi dari 250

penggunaan makanan tinggi serat dan cara untuk melakukan diluar rumah

-esadaran tentang pentingnya kontrol diet akan #erat membantu dapat pasien dalam absorpsi merencanakan makan,mentaati program memperlambat glukosa yang akan menurunkan fluktuasi

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

kadar gula dalam darah, tetapi dapat menyebabkan saluran cerna, ketidaknyamanan flatus meningkat pada dan

mempengaruhi absorpsi .itamin,mineral

(in!au ulang program pengobatan Pemahaman tentang semua aspek yang meliputi a1itan, puncak dan lamanya digunakan obat meningkatkan penggunaan dosis insulin yang diresepkan, bila yang tepat 4lgoritme dosis dibuat yang disesuaikan keluarga dengan pasien atau masuk dalam perhitungan dosis obat yang dibuat selama e.aluasi ra1at inap * !umlah dan !ad1al akti.itas fisik biasanya, perencanaan makan Dengan melibatkan rang terdekat,sumber untuk pasien

Mengindentifikasikan

pemahaman

dan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

kebenaran dari prosedur atau masalah yang (in!au kembali pemberian insulin oleh pasien sendiri dan pera1atan terhadap peralatan yang digunakan kesempatan pada pasien 'erikan untuk potensial dapat ter!adi (seperti penglihatan, daya ingat dan sebagainya) sehingga solusi alternatif dapat ditentukan untuk pemberian insulin tersebut

mendemonstrasikan prosedur tersebut (mis , menentukan daerah penyuntikan dan cara menyuntik atau penggunaan alat suntik pompa kontinu)

Membantu dalam menciptakan gambaran (ekankan pentingnya nyata dari keadaan pasien untuk

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

mempertahankan

pemeriksaan gula melakukan kontrol penyakitnya dengan

darah setiap hari, 1aktu dan dosis lebih baik dan meningkatkan pera1atan obat, diet, akti.itas, perasaan,sensasi diri,kemandiriannya dan peristi1a dalam hidup )nformasi Diskusikan tersebut, faktor"faktor seperti latihan ini akan meningkatkan

yang pengendalian terhadap DM dan dapat (aerobuk ketoasidosis @atatan * latihan aerobik penggunaa kadar sistem penanganan gula insulin darah G#ick yang dan DayH

memegang peranan dalam kontrol DM sangat menurunkan berulangnya ke!adian .ersus isometrik), stres, pembedahan (seperti ber!alan, berenang) meningkatkan dan penyakit tertentu 3ihat kembali keefektifan aturan G#ick DayH menurunkan memperkuat Perencanaan

kardio.askuler

membantu mempertahankan keseimbangan selama sakit, bedah minor, stres emosi yang berat atau beberapa keadaan yang

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

mungkin meningkatkan gula darah

+ikotin mengkonstriksi pembuluh darah kecil dan absorpsi insulin diperlambat selama pembuluh darah ini yang mengalami konstriksi @atatan * (in!au ulang pengaruh rokok pada absorpsi insulin dapat diturunkan sampai penggunaan insulin 4n!urkan pasien 709 diba1ah normal dalam 70 menit untuk menghentikan merokok pertama setelah merokok

Waktu latihan tidak boleh bersamaan 1aktunya dengan ker!a puncak insulin Makanan kudapan harus diberikan sebelum atau selama latihan sesuai kebutuhan dan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

rotasi in!eksi harus menghindari kelompok 'uat !ad1al latihan,akti.itas yang teratur dan identifikasi hubungan dengan penggunaan insulin yang perlu men!adi perhatian otot yang akan digunakan unutk akti.itas (mis Daerah paha abdomen atau lebihdipilih sebelum daripada lengan

melakukan !ogging atau berenang) untuk mencegah percepatan ambilan insulin

Dapat meningkat deteksi dan pengobatan lebih a1al dan mencegah,mengurangi ke!adiannya @acatan * 2iperglikemia saat bangun tambahan) tidur atau dapat respons mencerminkan balik pada fenomena fa!ar (indikasi perlunya insulin hipoglikemia selama tidur (efek #omogyi) yang memerlukan penurunan dosis insulin atau perubahan (mis Pemberian makanan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

)dentifikasi ge!ala hipoglikemia (mis , kudapan pada malam hari) Pemeriksaan lemah, pusing, letargi, lapar, peka kadar gula darah pada !am 7 pagi rangsang, diaforesis, pucat, takikardia, membantu mental) dan !elaskan penyebabnya dalam mengidentifikasi tremor, sakit kepala dan perubahan masalah yang spesifik Mencegah atau mengurangi komplikasi yg berhubungan dgn neuropati perifer dan ,atau gangguan sirkulasi terutama selulitis, gangren dan amputasi

Perubahan dlm penglihatan dpt ter!adi scr perlahan dan lebih sering pd pasien yg

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

!arang )ntruksikan pemeriksaan secara rutin pd kaki dan pera1atan kaki tsb Demonstrasikan cara pemeriksaan kaki tsb > inspekksi sepatu yg ketat dan pera1atan kuku, !aringan kalus dan !aringan tanduk 4n!urkan penggunaan stoking dgn bahan serat alamiah

mengontrol

DM

Masalah dan

yg

mungkin ter!adi termasuk perubahan dlm keta!aman berkembang kebutaan penglihatan kearah mungkin dan retinopati

4lat bantu adaptif telah dikembangkan 5 thn terakhir untuk membantu indi.idu dgn gangguan penglihatan DM nya sendiri dgn lebih efektif

(ekankan

pentingnya

pemeriksaan

mata scr teratur terutama pd pasien yg telah mengalami DM tipe ) selama 5 tahun atau lebih #ering kali ter!adi impoten (mungkin ge!ala pertama dari DM) @atatan *

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

,,

konseling

dan

,atau

pegunaan

penis

prostese mungkin bermanfaat Dapat mempercepat masuk kedalam pusat2 sistem kesehatan dan pera1atan yg sesuai #usun alat bantu penglihatan ketika dgn akibat komplikasi yg lebih kecil kpd diperluakan, misal memperbesar garis keadaan darurat kala pd !arum insulin, instruksi dgn cetakan besar, pengukur glukosa darah sekali sentuh Produkti.itas mungkin menggunakan gula atau beribtersaksi dgn obat2 yg diresepkan Diskusikan mengenai fungsi seksual dan !a1ab semua pertanyaan pasien atau orang terdekat

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

(ekankan

pentingnya

penggunaan Membantu eksaserbasi

untuk

mengontrol

proses

gelang bertanda khusus

penyakit dgn lebih ketat dan mencegah DM, menurunkan perkembangan komplikasi sistemik

)nter.ensi 5ekomendasikan untuk

segera

dapat

mencegah

tdk perkembangan komplikasi yg lebih serius

mennggunakan obat2 yg di!ual bebas atau komplilkasi yg mengancam kehidupan tanpa konsultasi dgn tenaga kesehatan atau tidak boleh menggunakan obat tanpa resep

Diskusikan pertanyaan

pentingnya pasien

melakukan orang

e.aluasi secara teratur dan !a1ab orang

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

terdekat

3ihat kembali tanda aatu ge!ala yg Meningkatkan relaksasi dan pengendalian memerlukan e.aluasi scr medik, spti thd respon stres yg dpt membantu untuk demam, pilek atau ge!ala flu, urin membatasi peristi1a ketidakseimbangan keruh ataau ber1arna pekat, nyeri glukosa atauy insulin saluran kemih, penyembuhan penyakit lama, perubahan sensori (nyeri atau kesemutan) pada ekstremitas ba1ah, Dukungan munculnya keton pd urin kontinyu biasanya penting perubahan pd kadar gula darah dan untuk menopang perubahan gaya hidup dan meningkatkan penerimaan diri sendiri

Demonstrasikan teknik penanganan stres, seperti latiahn napas dalam, bimbinbgan imaginasi, mengalihkan

H,)+= T(l

N4 D@

D+,(n41,

T-5-,n

In*e)?en1+

R,1+4n,l

TTD

perhatian

)dentikasi

sumber2

yg

ada

dimasyarakat, bila ada

DA%TAR PUSTAKA @hernecky, #chumacher 2005 @ritical care & emergency nursing :#4 Clse.ier #cience 'os1ick, Bohn 4 /<<A -ep 8a1at Darurat (Cmergency @are) Bakarta* C8@ D5 Paul 'elchetic & D5 Peter B 2ammond 2005 Diabetes and Cndokrinology Mosby Prof D5 2 (abrani 200A 4genda 8a1at Darurat (critical care) 'andung P( 4lumni