Anda di halaman 1dari 2

1.

Kulit merupakan lapisan pelindung tubuh yang sempurna terhadap pengaruh luar, baik pengaruh fisik maupun pengaruh kimia. Kulit merupakan jaringan yang lentur dan elastis, menutupi seluruh permukaan tubuh dan merupakan 5% berat tubuh. Kulit dibentuk dari tiga lapisan berbeda yang berurutan dari luar ke dalam (gambar 4) yaitu lapisan epidermis, lapisan dermis yang tersusun atas pembuluh darah dan pembuluh getah bening, dan lapisan hypodermis yang merupakan jaringan di bawah kulit yang berlemak. (Aiache, 1982)

Jurnal : modul biofarmasi dadih.pdf hal 29 Pustaka : Aiche, J.M., and Herman, A. M. G., (1982), Farmasetika & Biofarmasi, edisi 2, Technique et Documentation, Paris, 443.

2. Terdapat 2 (dua) rute absoprsi perkutan (gambar 6) yaitu trascellular route (rute menembus sel) dan intercellular route (rute menembus ruang antar sel). Sediaan yang diaplikasikan di kulit bisa bertujuan lokal atau sistemik. Untuk sediaan yang bertujuan lokal, obat tidak diharapkan sampai ke pembuluh darah yang ada di lapisan dermis. Untuk sediaan yang bertujuan sistemik, obat diharapkan sampai menembus ke pembuluh darah yang ada di dermis dan akan dialirkan oleh darah ke seluruh tubuh, sediaan ini disebut dengan istilah sediaan transdermal.

Jurnal Pustaka

: Modul biofarmasi dadih.pdf hal 31 : Remon J.P., (2007), Absorption Enhancher, in Encyclopedia of Pharmaceutical Technology, Swarbrick J. (Ed.), Pharmaceutech Inc., North Carolina, 13-17.

3. Kulit merupakan selimut yang menutupi permukaan tubuh dan memiliki fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat, dan pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya ultraviolet matahari, sebagai peraba dan perasa, serta pertahanan terhadap tekanan dan infeksi dari luar Jurnal Pustaka : pengaruh bentuk literatur.pdf :

4. Di sisi lain, struktur stratum corneum yang terdiri dari lipid lamellae dan cornoecyte menjadikan kulit sebagai sawar alami yang sangat kuat untuk menghalangi senyawa asing, termasuk obat, memasuki tubuh. Hal ini menjadikan tantangan tersendiri di dalam mendesain sistem penghantaran agar diperoleh tingkat absorpsi yang mencapai level terapi Jurnal Pustaka : kulit mencit in vitro.pdf : Barry, B.W., 1983, Dermatological Formulation : Percutaneous Absorption, 49 213 , Marcel Dekker Inc, New York.

5. Obat dapat mempenetrasi kulit setelah pemakaian topikal melalui dinding folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar lemak, antara sel-sel dari selaput tanduk (stratum corneum), dan lapisan epidermis. Absorpsi perkutan obat pada umumnya disebabkan oleh penetrasi langsung obat melalui stratum corneum. Komponen lemak pada stratum corneum merupakan faktor utama yang mempengaruhi rendahnya penetrasi obat. Ketika obat dapat melalui stratum corneum, obat akan diteruskan melalui epidermis dan masuk ke lapisan dermis. Apabila obat mencapai pembuluh kulit maka obat tersebut siap diabsorpsi ke dalam sirkulasi umum (Ansel 1989). Jurnal : BAB II Tinjauan pustaka.pdf Pustaka : Ansel, Howard C., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, UI Press, Jakarta.