Anda di halaman 1dari 114

Matakuliah Pengembangan Kepribadian

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


Pembentukan Karakter (Character Building ! Me"u#udkan Maha$i$"a Berkepribadian Ilahi%ah & Berpikir Paradigmai$' Bertindak (a$i)nal dan Mampu Melahirkan Sain$' dan *ekn)l)gi %ang Berman+aat Bagi Seban%ak,ban%akn%a -mmat

Dr! K.! A$ep /aenal Au$)p' M!Ag! *EAM MPK PAI 0* -N*I(*A

Oleh :

CILEGON 2013

Daftar Isi Nomor dan Judul Modul ! "en#antar : (1). Metodologi Studi Islam (2). Konsep Alam ; Relasi Hukum Alam dan Hukum AlQur an (!). Sistimatika "inul Islam Hal

$ %um&er !'aran Islam : (#). (,). (.). Al$Qur an % &em'uktian Al$Qur an se'agai (a)*u serta +ungsi$+ungsi Al$Qur an As$Sunna) ; -a'i Mu)ammad se'agai Whole Model (Uswah hasanah) dalam &engamalan &esan Al$Qur an I/ti)ad % 0er+ikir kreati+ dalam menentukan )ukum sesuatu *ang 'elum di/elaskan ole) Al$Qur an dan Hadits se1ara eksplisit. ..

C !(li)asi Nilai*nilai Islam dalam +ehidu(an (2). (5). (6). (1:). Konsep 3u)an ; Meng)adirkan 3u)an dalam akti4itas ke)idupan Konsep Manusia ; Kun1i Sukses manusia se'agai K)ali+a) di muka 'umi 7ssensi Ak)la8 ; 9ungsi Ritual dalam pem'etukkan karakter (character building) Studi Kritis tentang 3asa(u+ dan 3arekat.

Mata)uliah +ode Mata)uliah %)s ,u'uan +uri)uler :

: "en#em&an#an +e(ri&adian "endidi)an !#ama Islam : M"+ 01 :2

&endidikan agama Islam pada dasarn*a adala) pem'entukan karakter ( Character Building); 'ukan sekadar transfer of knowledge atau transfer of values. 3u/uann*a adala) untuk me(u/udkan ma)asis(a 'erkepri'adian Ila)i*a) ; 'erpikir paradigmais; 'ertindak rasional dan mampu mela)irkan sains; teknologi dan seni *ang 'erman+aat 'agi orang 'an*ak Kompetensi *ang di)arapkan dari &endidikan Agama Islam adala) agar ma)asis(a memiliki paradigma 'er+ikir *ang 'enar dalam mema)ami a/aran Islam (kogniti+). 3ermoti4asi untuk meningkatkan keimanan dan keta8(aan kepada Alla) S<3 melalui studi Islam *ang le'i) mendalami di luar kampus (a+ekti+). Mampu mengaplikasikan pesan$pesan a/aran Islam dalam ke)idupan se)ari$)ari; 'aik dalam )u'ungann*a dengan Alla); dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar; termasuk dalam pengem'angan ilmu pengeta)uan; teknologi dan Seni (&sikomotor). Des)ri(si Materi +uliah !#ama- Eti)a Islam: Materi (en#antar 'erisi tentang eksistensi; essensi dan tu/uan pendidikan al$Islam serta metodologi mempela/arin*a; se)ingga mereka mampu mema)ami dan me*akini 'a)(a terdapat relasi *ang )armonis antara )ukum Alam dengan )ukum Agama karena kedua$ duan*a 'ersi+at a&solut *ang tidak mungkin ada pertentangan. Selan/utn*a ma)asis(a dia/ak untuk mema)ami Islam se1ara )olistik tetapi pada pengantar ini masi) 'ersi+at glo'al. Materi sum&er Hu)um Islam menga/ak ma)asis(a untuk mema)ami sum'er$sum'er a/aran Islam *akni Al$Qur an; As$Sunna) dan I/ti)ad; se)ingga mereka me*akini 'a)(a Al$ Qur an adala) (a)*u Alla) *ang 'er+ungsi se'agai aturan a'solut tentang /alan )idup; aturan )idup *ang masi) 'ersi+at glo'al *ang )arus di/elaskan dengan sunna) Rasul. "alam )al ini +ungsi rasul adala) se'agai whole model (uswah hasanah) *ang perlu di/adikan pusat identi+ikasi. Sedangkan dalam )al$)al kurang di/elaskan ole) Al$Qur an dan sunna) rasul; maka ditetapkanla) melalui I/ti)ad se'agai metode penetapan )ukum sesuatu *ang 'elum di/elaskan se1ara ekplisit ole) Al$Qur an dan sunna) rasul. Materi Aplikasi -ilai$nilai Islam dalam ke)idupan 'erisi analisi seputar 'agaimana meng)adirkan Alla) dalam akti4itas )idup; merumuskan kun1i sukses manusia se'agai K)ali+a) di muka 'umi; mem+ungsikan riitual dalam &eru'a)an &rilaku ( behavior change); men*ikapi a/aran tasa(u+ *ang 'enar dan *ang men*impang; serta tentang etika Islam dalam pem'inaan keluarga dan kegiatan sosial serta dalam pengem'angan ilmu pengeta)uan; tekonologi dan seni.

%ila&i "er)uliahan : ! Materi "en#antar : (1). (2). (!). Metodologi Studi Islam Konsep Alam ; Relasi Hukum Alam dan Hukum Agama Sistimatika "inul Islam.

$ %um&er !'aran Islam : (#). (,). (.). Al$Qur an % &em'uktian Al$Qur an se'agai (a)*u serta +ungsi$+ungsi Al$Qur an. As$Sunna) ; -a'i Mu)ammad se'agai Whole Model (Uswah hasanah) dalam &engamalan &esan Al$Qur an. I/ti)ad % 0er+ikir kreati+ dalam menentukan )ukum sesuatu *ang 'elum di/elaskan ole) Al$Qur an dan Hadits se1ara eksplisit.

$u)u .a'i& : 1. 2. !. #. ,. .. 2. "r. =usu+ Qard)a(i; Halal dan Haram dalam Islam ; "r. =usu+ Qard)a(i; Hukum akat; &ener'it >itera Antar -usa; ?akarta. "r. K.H. Mi+ta) 9aridl; !okok"#okok $%aran Islam; &ustaka Salman. "r.K.H. Mi+ta) 9aridl; 7tika Islam; &ener'it &ustaka Salman. Sa**id Sa'i8; &i'h (unnah; Sa**id Sa'i8; 0im'ingan Hidup Mukmin; ?akarta. Ismail al$9aru8i; >ois >ama*a Al$9aru8i; $tlas Buda)a* Men%ela%ah +ha,anah !eradaban -emilang; 3er/ema)an dari % .he Cultural $tlas of Islam* 0andung % &ener'it Mi@an.

$!$ I ME,ODOLOGI %,/DI I%L!M


,u'uan Instru)sional /mum 0,I/1 : Ma)asis(a mema)ami metodologi untuk mempela/ari al$Islam se1ara integrated; kompre)ensi+ dan +iloso+is % ,u'uan Instru)sional +husus 0,I+1: 1. Ma)asis(a dapat mengaplikasikan 'e'erapa metoda dalam mendalami a/aran al$ Islam. 2. Ma)asis(a mampu memili) se1ara tepat pendekatan tekstualis dan kontekstual rasional dalam mema)ami al$Islam "o)o)*(o)o) Materi "rolo# : &endidikan Islam 'ukanla) sekedar transfer of knowledges atau transfer of values tetapi merupakan akti4itas character building. (pem'entukan karakter; kepri'adian) 3u/uann*a agar potensi *ang dimiliki anak didik (#otential ca#acit)) men/adi kemampuan n*ata (actual abilit)) dan tetap 'erada dalam posisi su1i 'ersi) (fitrah) dan lurus kepada Alla) (hanief). Antuk men1apai itu; maka seorang guru )arus menga/arkan Islam ilmu (*ang 'erdasarkan dalil); 'ukan Islam persepsi (*ang 'erdasarkan kira$kira); se1ara integrated; kompre)ensi+ dan. Integrated meliputi pena/aman IQ;7Q dan SQ. 3u/uann*a adala) agar anak memiliki kualitas kogniti+ (pengeta)uan); a+ekti+ (keimanan) dan psikomotor (amali*a)) *ang le'i) 'aik dengan target ak)ir adan*a peru'a)an prilaku (behavior change) *ang le'i) 'aik (ta'wa; mutta'in)/ Ha)i)at "endidi)an !l*Islam % &ada )akikatn*a &endidikan al$Islam adala) proses 'im'ingan ter)adap anak didik (santri; sis(a; ma)asis(a) untuk mengem'angkan potensi (#otential ca#asit)) *ang dimilikin*a men/adi kemampuan n*ata (actual abilit)) se1ara optimal se)ingga tetap dalam kondisi fitrah dan hanief (lurus) se'agaimana keadaan ketika la)ir. &otensi *ang dimiliki anak didik antara lain Intellegence 0uotien (IQ); 1motional 0uotien (7Q) dan (#iritual 0uotien (SQ). ?uga potensi 'ertu)an Alla) dan potensi$potensi lainn*a. ,u'uan antara "endidi)an al*Islam adalah : Aspek Kogniti+ % Agar ma)asis(a mema)ami al$Islam dengan paradigma *ang 'enar ('er+ikir paradigmais).

Asepk A+ekti+ % Agar anak didik mampu mengapresiasi al$Islam se1ara mendalam se)ingga mereka mampu mengimani ke'enaran al$Islam; mampu memene/ emosin*a se1ara 'enar; dan mampu menga)a*ati a/aran al$Islam se)ingga dapat meningkatkan keimanan dan keta8(aann*a.

Aspek psikomotor % Mampu mengamalkan al$Islam se1ara kompre)ensi+; 'aik dalam Hablum minallah* hablum minannas* dan hablum minal 2alam/

Sedangkan tu/uan ak)ir &endidikan Agama adala) ter(u/udn*a insan *ang 'erperilaku Al$ QurBan; atau manusia *ang sanggup melaksanakan seluru) a*at Al$QurBan tanpa ke1uali; se1ara integrati+ dan kompre)ensi+; 'aik dalam ke)idupan pri'adi maupun dalam 'ermas*arakat. Materi "endidi)an !l*Islam : Materi A8ida) adala) menanamkan ketau)idan (.auhid 3ubbubi)ah* Mulki)ah dan Uluhi)ah) sera*a men1a'ut sikap s*irik dengan akar$akarn*a melalui analisis ter)adap +enomena alam dan perilaku sosial mas*arakat. Aspek S*ari a) adala) menga/arkan tentang kaifi)at (tata1ara; how to do) tentang ritual (ibadah mahdloh) dan mu amala) (ibadah ghair mahdloh); 'eserta +alsa+a)n*a se)ingga setiap sendi s*ariBa) terasa mempun*ai makna. Materi Ak)lak adala) mem'erikan pema)aman tentang dimensi$ dimensi ak)lak *ang meliputi hablum minallah* hablum minannas dan hablum minal 4alam dengan parameter *ang /elas; terukur; terdeteksi; menekankan pem'iasaan dan perlun*a +igur se'agai whole model (usawah hasanah)/ Cara Mem(ela'ari Islam : &engeta)uan ter'agi dua; *akni pengeta)uan *ang 'enar dan pengeta)uan *ang 'elum pasti 'enar. &engeta)uan *ang 'enar adala) al"ilmu atau alha'* sedangkan pengeta)uan *ang sala) atau 'elum pasti 'enar dise'ut persepsi. Seorang ustad@; guru; dosen )arus menga/arkan Islam Ilmu 'ukan Islam "erse(si. Islam Ilmu adala) Islam *ang 'erdasarkan dalil; 'ukan karena pendapat; ma*oritas; /uga tidak terikat +igur atau tradisi nenek mo*ang. Antuk memperole) Islam ilmu; manusia )arus menemukan dasar )ukum (ru/ukan) *ang /elas; 'ukan semata$mata perkiraan +ikiran; terikat dengan +igur atau terikat dengan ma*oritas. >e'i) /elasn*a s'' % Pertama : "engan ilmu; 'ukan dengan kira$kira Al$QurBan QS 12 % !. % !.)C D EF GH IJ K L GM IN K O K PQ K R KF ST KUV GW XQ G Y K Z[ K\ GT I ZU K ] K^ K _ KT I ZU K ` Ka IH b TZ O bc Sd ef IN S L Sg SR KT Kh K i IT K PJ K j G k Il KC KU K)

5an %anganlah kamu mengikuti a#a )ang kamu tidak mem#un)ai #engetahuan tentangn)a/ (esungguhn)a #endengaran* #englihatan dan hati* semuan)a itu akan diminta #ertanggungan %awabn)a/ Kedua % 0eragama tidak atas dasar ma*oritas; se'a' ma*oritas tidak men/amin orsinalitas. &erlu men/adi 1atatan penting 'a)(a ke'enaran )an*a ditentukan ole) kualitas argumentasi 'ukan ole) kuantitas penganutn*a. Ketiga% 0eragama tidak 'ole) atas dasar keturunan atau (arisan lelu)ur (QS. 2 % 12:) % m]k_TZ O K Un Go Kp Iq KC KU K PF Di Ir K O K Ef Gk Ss Iq KC K d It Gu G Pg K Zv K O K PQ K E IT KU KV K Pw Kv K Pg K Zv K L Si If KN K PM Ki I\ KT IV K PJ K ` G_ So bw KW Ig K ZET GPx Ky G Zz b K{ Kw IV K PJ K ZEs G_ Sl bZ d Gp GT KW K ix S Z| Kc SU K (12: 5an a#abila dikatakan ke#ada mereka6 7Ikutilah a#a )ang telah diturunkan $llah*7 mereka men%awab6 7(.idak)* teta#i kami han)a mengikuti a#a )ang telah kami da#ati dari (#erbuatan) nenek mo)ang kami7/ 7($#akah mereka akan mengikuti %uga)* walau#un nenek mo)ang mereka itu tidak mengetahui suatu a#a#un* dan tidak menda#at #etun%uk (0(/ 8 6 9:;)/ Keempat : 0eragama tidak atas dasar +igur (QS.6 %!1). % (!1)Ky S ZO b S UY G} IJ S Pg D Pg K~ IV Kd Ip Gw K P_ Kt I~ GU K d It G~ K P_ K IV K ZU G Kl bZ Mereka men%adikan orang"orang alimn)a* dan rahib"rahib mereka sebagai tuhan selain $llah/ (0(/ < 6 <9)/ !2as 3ilosofis dalam "endidi)an Islam % Islam ilmu *ang disampaikan dengan pendekatan *ang tepat akan muda) di1erna ole) peserta didik. le) karena itu pen*a/ian materi pendidikan al$Islam )arus sistimtis; rasional; o'/ekti+; kompre)ensi+ dan radikal. %istimatis % 0erurutan runtun; dari mana memulain*a; terus ke mana dan 'ermuara di mana. 4asional % ampang di+a)ami; mampu men/elaskan )u'ungan se'a' aki'at; sangat merangsang 'er+ikir; dan tidak dogmatis. O&'e)tif % 0erdasarkan dalil; /elas ru/ukann*a; 'ukan sekedar kata orang; kira$kira atau dugaan dugaan. +om(rehensif % =akni menganalisis Islam dari 'er'agai sisi. "alam )al ini sangat 'aik menggunakan multi pendekatan; antara lain &endekatan Ke'a)asaan; Kese/ara)an; 3eologis.; 9iloso+is; Sosiologis; &olitis; 7konomi; Kese)atan; Militer; dll. 4adi)al % Sampai kepada kesimpulan; ta/am; menggigit dan sangat men*entu) perasaan dan nurani.

+edudu)an !)al dalam memahami !l*Islam : Mengenai penggunaan akal rasio dalam mema)ami al$Islam; para toko) pemikir Islam 'er'eda$'eda 1orak pemikirann*a. &aling tidak ada empat 1orak % 3oko) Sinkretik % Sinkretik adala) per1ampuran antara 'uda*a lokal dengan agama. 3oko) ini sering tidak peduli kepada dalil dan ratio. &emikiran mereka le'i) didominasi ole) sikap sosiologis; 1ari aman. 3oko) S1ripturalis 3ekstualis % terikat dengan teks kurang memper)atikan konteks. &ara toko) Sripturalis 'ukan tidak menggunakan ratio tetapi le'i) terikat dengan teks Al$ 8ur an dan )adits apa adan*a. 3oko) Rasional Kontekstual % Memper)atikan teks dan konteks. 3oko) ini 'an*ak menggunakan argumentasi rasio di samping meli)at teks Al$Qur an dan )adits. 3oko) Rasional >i'eral % 3idak terikat teks. Analisis te)dapa a/aran islam *ang dilakukan toko) Rasional >i'eral le'i) didominasi ole) argumnetasi akal. 0e'erapa metode pendekatann*a adala) 3a+sir Meta+oris; 3a+sir Hermenetika dan pendekatan so1ial kese/ara)an. "ari sini kelak la)irla) +a)am dan aliran keagamaan. 9a)am dan aliran adala) dua kata *ang seakan$akan 'ermakna sama karena keduan*a menggam'arkan adan*a suatu pemikiran *ang kemudian /adi anutan 'a)kan pengamalan se'ua) kelompok atau komunitas tertentu; tetapi se'enarn*a kedua kata itu memiliki per'edaan. &er'edaann*a dapat dirin1i se'agaimana di/elaskan pada ta'el di 'a(a) ini. &7R07"AA- A-3ARA 9AHAM "A- A>IRA-1 3aham 1. Kata +a)am le'i) 'erkonotasi kepada suatu alur pemikiran *ang menganut prinsip tertentu. 2. 3idak terorganisir; tidak memiliki pemimpin pusat meskipun ia memiliki toko) sentral *ang men/adi +igur +a)am terse'ut !liran Kata aliran le'i) 'erkonotasi kepada .suatu )asil pemikiran *ang eksklusi+ 3erorganisir % ada ketua; pengurus dan anggotan*a serta mempun*ai aturan$ aturan tertentu

1 Diolah dari : Hartono Ahmad Azis, Aliran dan Faham Sesat di Indonesia , ( Jakarta : Pustaka al-Kautsar, 2002 ) , hal. vii.

!. 0iasan*a pengikut suatu +a)am tertentu adala) orang$orang *ang kritis; senang 'er+ikir; ter'uka dan men*am'ut adan*a diolog; (alaupun tidak selalu demikian.

0iasan*a para anggotan*a tidak di'iarkan 'er+ikir kritis tetapi 'ersi+at ta'l=d* dogmatis; tidak suka dialog; anti kritik dan 1enderung merasa 'enar sendiri (truth claim).

9a)am apapun se'enarn*a merupakan )asil pemikiran; sedangkan )asil pemikiran sangat tergantung kepada paradigma 'er+ikir *ang 'ersangkutan. "engan demikian; mengeta)ui paradigma setiap toko) pemikir adala) sesuatu *ang amat penting. Se1ara garis 'esar 1orak pemikiran toko) Islam ter'agi dua *akni pemikir 4asional dan &emikir ,radisional Apa'ila ditelusuri /au) ke 'elakang; akar pemikiran Rasional periode Modern di dunia Islam se'enarn*a dipengaru)i ole) pemikiran rasional dari 0arat. <alaupun asaln*a 0arat dipengaru)i pemikiran rasional Islam @aman Klasik. &emikiran Rasional di'a(a ole) para sar/ana 0arat *ang tela) mempela/ari 'er'agai ilmu pengeta)uan termasuk +ilsa+at dari uni4ersitas ordo4a ketika Span*ol dikuasai pemerinta)an Islam 0ani Ama*a) di 'a(a) pemerinta)an Islam pertama *akni A'd ar$Ra)mn ad$"ak)ili. Ma@)a' pemikiran +ilsa+at *ang masuk dan mendominasi para pemikir muslim adala) ma@)a' Rasionalisme; se)ingga para pemikir muslim Rasionalisme sangat mem'erikan peng)argaan *ang sangat tinggi kepada akal. Konsekuensin*a; mereka menolak semua )adits *ang 'ertentangan dengan akal; se)ingga apa'ila ada )adits 'ertentangan dengan kesimpulan akal; maka *ang dipakai adala) kesimpulan akal. 0a)kan a*at$a*at al$Qur an pun $$ apa'ila se1ara literal (tekstual) isin*a 'ertentangan dengan akal $$ akan dita+sirkan sesuai dengan penerimaan akal melalui pena+siran metaforis &ara pemikir muslim Rasionalis *ang terpengaru) ole) +ilsa+at 0arat se1ara diametral 'ertentangan dengan para pemikir muslim 3radisionalis *ang 'ersikap se'alikn*a; *akni mereka tetap menggunakan )adits Ahad (alaupun 'ertentangan dengan akal 'a)kan mereka pun 'erpegang kepada makna )akiki dalam mena+sirkan a*at Al$Qur an 'ukan dengan ta+sir meta+oris se'agaimana diketenga)kan ole) para pemikir Rasionalis. &emikir 3radisionalis 'an*ak meng)indari kalau tidak dikatakan memusu)i $$ +ilsa+at 0arat. Amin A'dulla) *ang mengutip pendapat Mu)ammad A'id al$?a'ir* men*atakan 'a)(a para toko) Ilmu Kalam 'an*ak *ang memusu)i +ilsa+at aki'atn*a antara +ilsasat dan Ilmu Kalam tidak ada titik temu. A'id al$?a'ir* men*atakan 'a)(a di lingkungan generasi pertama $hl as"(unnah atau /uga dengan As*ari*a) di mana terdapat toko)$toko) seperti al$ 6

)a@ali dan as*$S*a)rastani (#26$,#6 H); $$ sangatla) menentang +ilsa+at dan para a)li +ilsa+at. 0a)kan selan/utn*a kar*a al$)a@ali .ah>fut al"&al>sifah dan kar*a as*$S*a)rastan Mus>4arah al"&al>sifah merupakan 'uku (a/i' *ang )arus diikuti ole) para penulis ilmu Kalam.2 &er'edaan pendekatan *ang digunakan dalam +ilsa+at dan ilmu kalam dapat dili)at pada ta'el di 'a(a) ini. &7R07"AA- &7-"7KA3A- =A- "IA-AKA"A>AM 9I>SA9A3 "A- I>MA KA>AM ? 3ilsafat Ilmu +alam >e'i) menekankan dimensi Seringkali menekankan dimensi ke'eragaman *ang paling dalam$ la)iri*a) eksoteris dan +inal esoteris dan transendental. konkret. >e'i) menekankan ketenangan ke dalam /i(a karena mendapat kepuasan pemikiran. >e'i) menggaris'a(a)i com#rhension (pema)aman akal). >e'i) 'er1orak #ro#hetic #hiloso#h) >e'i) menekankan dimensi being religious/ >e'i) menekankan keramaian (s)i4ar) *ang 'ersi+at ekspressi+$ keluar. >e'i) menekankan transmission (peminda)an; pe(arisan atau *ang 'iasa dise'ut na'l). >e'i) 'er1orak #riestl) religion (keulamaan). >e'i) menekankan dimensi having a religion/

<alaupun pada periode &ertenga)an; +ilsa+at di/au)i; maka mulai a'ad 15 (&eriode Modern) +ilsa+at mulai didekati lagi 'a)kan di/adikan kerangka 'er+ikir ole) se'a)agian pemikir muslim. Masala)n*a sekarang adala) demikian Amin A'dulla) $$ 'agaimana kita men*ikapi +ilsa+at dan ilmu Kalam le'i) luas lagi doktrin agama; apaka) mau 'ersi+at Paralel, Linear atau Sirkular Kalau menggunakan pendekatan paralel maka metode 'er+ikir *ang digunakan akan 'er/alan masing$masing; tidak ada titik temu se)ingga man+aat *ang di1apain*a pun akan sangat minim. Kalau menggunakan pendekatan linear maka pada u/ungn*a akan ter/adi ke'untuan. &ola linear akan mengasumsikan 'a)(a sala) satu dari keduan*a akan men/adi
Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam: Pentingnya Filsafat Dalam Memecahkan Persoalan-persoalan keagamaan, akalah, disa!ikan dalam a"ara #nt$rnshi% Dos$nDos$n &ilsa'at #lmu P$n($tahuan s$ #ndon$sia, 22-2) A(ustus *))), hal.*2. ! Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam", hal.+
2

1:

primadona. Seorang ilmu(an agama akan menepikan masukan dari metode +ilsa+at; karena pendekatan *ang ia gunakan dianggap se'agai suatu pendekatan *ang ideal dan +inal. Ke'untuan *ang dialami ole) pemikir *ang menggunakan pendekatan na'li semata adala) kesimpulan *ang 'ersi+at dogmatis teologis; 'iasan*a 'eru/ung pada truth claim *ang ekslusi+ *ang men1erminkan pola +ikir right or wrong is m) caountr)@ atau /uga ke'untuan )istoris empirik dalam 'entuk pandangan *ang skeptis; relati4istik; dan ni)ilistik. Atau dapat /uga ke'untuan +iloso+is tergantung kepada /enis tradisi atau aliran +iloso+is *ang disukain*a. 0aik pendekatan #aralel maupun linear 'ukan merupakan pili)an *ang 'aik *ang dapat mem'erikan guidance* karena pendekatan paralel akan ter)enti dan 'erta)an pada posisin*a sendiri$sendiri dan itula) *ang dise'ut truth claim. Sedangkan pendekatan linear *ang mengasumsikan adan*a +inalitas; akan men/e'ak seseorang atau kelompok ke dalam situasi ekslusi+ polemis. Mungkin *ang ter'aik adala) *ang 'ersi+at sirkular,dalam arti karena masing masing pendekatan memiliki keter'atasan dan kekurangan maka dilakukanla) pendekatan itu se1ara 'ersamaan (multi a##roach) *ang di dalamn*a saling menutupi kekurangan#. "alam men*ikapi perlu tidakn*a pola 'er+ikir +ilsa+at dalam pem'a)asan teologi dan )ukum Islam; para pemikir muslim ter'ela) dua; *akni &emikir 3radisional dan Rasional. &emikir 3radisional kemudian men/adi dua 1orak *akni 3radisional >iteral (3ekstual) dan 3radisional Kontekstual. &emikir Rasional ter'agi dua /uga; *akni Rasional Kontekstual dan Rasional >i'eral; se)ingga para pemikir Islam dikelompokkan men/adi empat 1orak. &emikir 3radisional *ang 3ekstual (>iteral) adala) kelompok pemikir 3radisional *ang mema)ami Al$Qur an dan terutama )adits sangat terikat dengan teks tanpa meli)at konteks. Misaln*a mereka makan dengan tiga /ari se'agaimana )adits na'i; mereka tidak memakai )anduk setela) mandi %anabat karena na'i pun demikian; mereka memakai gamis dan sor'an karena na'i pun 'erpakaian demikian; /uga mereka memeli)ara /enggot karena na'i memerinta)kan memeli)ara /enggot. &ara pemikir *ang 'erada di lingkungan 9ront &em'ela Islam (9&I); >as*kar ?i)ad; ?ama a) 3aglig); "arul Ar8am; merupakan 1onto)$ 1onto) &emikir 3radisional *ang >iteral. orak kedua adala) 3radisional *ang Kontekstual; *aitu 'an*ak menga1u kepada )asil I/ti)ad Alama Sala+ serta 'an*ak menggunakan )adits A)ad dengan pema)aman dan pendekatan rasio. orak ketiga adala) &emikir Rasional$Kontekstual; iala) pemikir *ang tidak terikat dengan )al$)al 5hann); 'aik )adits A)ad maupun a*at Al$Qur an *ang 5hann) dal>lah"n*a.
#

Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam, hal *+-*).

11

Mereka dengan leluasa menggunakan pendekatan rasio dan memegang prinsip kausalitas dan kontekstual dengan kaida) al"hukm )aduru ma4a al"4illat (Hukum 'ergantung kepada 4illat). orak keempat adala) &emikir Rasional *ang >i'eral; *aitu pemikir *ang pemikirann*a sangat 'e'as meram'a) )al$)al *ang ole) 3radisional dinilai )aram untuk di/adikan o'/ek i/ti)ad. onto) pemikir tipe Rasional >i'eral ini antara lain A'durra)man <a)id (usdur) dan -ur1)olis Mad/id (ini paling tidak menurut )arles Kur@man dalam 'ukun*a Wacana Islam Aiberal. Itu penilaian su'/ekti+ penuilis; namun sangat mungkin se'agaimana dikatakan ole) )arles Kur@man; editor 'uku Wacana Islam Aiberal 'a)(a *ang 'ersangkutan mungkin setu/u dan mungkin tidak; dikelompokkan demikian. , ?uga penting di1atat di sini se'agaimana di/elaskan ole) A@*umardi A@ra; pemikiran seorang toko) tertentu kadang$ kadang sangat kompleks tidak 'isa lagi di/elaskan dalam satu kerangka atau tipologi tertentu; ter/adi tumpang tindi) dan 'a)kan saling silang.. 4asionalitas dalam $era#ama % "alam tataran realita; akal tidak selalu mampu men1ari ke'enaran karena akal; nalar; ratio adala) tergantung kepada 'iologis. Karena akal memiliki keter'atasan maka perlu 'antuan (a)*u. "engan demikian; pada )akikatn*a akal dengan (a)*u tida) &oleh &ertentan#an. "alam mempela/ari Islam tidak 'isa )an*a menggunakan pendekatan emprik dan rasio 'iasa tetapi perlu ada keterli'atan iman. "alam )al ini paling tidak terdapat empat katagori ilmu *akni % Empirical Science; *akni ukuran 'enar tidakn*a adala) di'uktikan se1ara empirik melalui eksperimen. Sum'ern*a adala) pan1aindera; terutama mata. Mata itu 'a)asa Ara'n*a adala) ain; maka dise'utla) ainul )a'in . =ang termasuk ke dalam em#irical science antara lain kedokteran; +isika; kimia; 'ilogi; goelogi. Rational Science ; iala) ilmu *ang ke'enarann*a ditentukan ole) )u'ungan se'a' aki'at. Kalau ada )u'ungan *ang logis dise'utla) rational. Sum'ern*a adala) ratio; maka dise'utla) ilmul )a'in. termasuk ke dalam katagori ilmu ini antara lain 'a)asa; +ilsa+at; matematika.

,harl$s Kurzman (-d.), Wacana Islam Li eral, Pemikiran Islam !ontemporer tentang Is"-is" #lo al (Jakrta : P$n$rbit Paramadina, 200*), hal. .ii-.iii. . Az/umardi Azra, Pergolakan Politik Islam, dari &undam$ntalism$, od$rnism$, Hin((a Post od$rnism$, (Jakarta : P$n$rbit Paramadina, *))0), hal. .ii.
,

12

Suprarational Science ; iala) manakala ke'enarann*a ditentukan ole) )al$)al di luar ratio *ang 'erkem'ang pada @aman itu. Sum'ern*a adala) )ati (8al'u); maka dise'utla) Ha''ul Ba'in. =ang termasuk ke dalam ilmu ini antara lain Isra MiBra/; doa; muk/i@at.

Metarational Science adala) Ilmu -haib; sema1am siksa dan nikmat 8u'ur; s*urga neraka; dll. Sum'ern*a adala) Ru). Mema)ami al$Islam dengan )an*a menggunakan katago 1m#irical science dan 3ational (cience akan mengalami kesulitan. Aki'atn*a a*at$a*at Al$QurBan *ang dianggap kurang rasional dipaksakan )araus rasional; maka ter/adila) rasionalisasi al$QurBan.

"en#amalan !l*Islam den#an (ende)atan : $e&era(a istilah dalam studi Islam : 3erdapat 'e'erapa termonologi *ang peting di+a)ami adalam mema)ami Islam *akni Islam Sim'olik dan Islam Su'stanti+; Islam Radikal; Islam Sala+i; Islam Kontemporer; dan Sunni$ S*iBa). "ertan5aan 4enun#an : Apaka) anda per1a*a 'a)(a Alla)la) *ang tela) mem'erikan potensi$potensi pada diri anda ?a(a'ann*a % =a; per1a*a sekali. Apaka) anda sadar 'a)(a otak anda adala) karunia 'esar dari Alla) . ?a(a'ann*a % =a. Apaka) anda me*adari 'a)(a otak manusia tanpa 'im'ingan (a)*u Alla) akan dapat mengungkap ta'ir segala )al termasuk persoalan g)ai' ?a(a'ann*a % 3idak mungkin. Man+aatka) apa'ila pendidikan al$Islam tidak meng)asilkan peru'a)an prilaku ke ara) *ang le'i) 'aik ?a(a'ann*a % sangat tidak 'erguna; sia$sia. Apaka) ke'enaran ditentukan ole) suara ma*oritas atau dalil ?a(a'ann*a % ole) dalil. "ari mana anda ta)u tentang malaikat dan /in; apaka) dari ilmu ilmu alam atau dari Al$ Qur an ?a(a'ann*a % "ari Al$Qur an; Mana *ang 'isa men/amin keselamatan anda; mengikuti Islam se'agai a/aran Alla) atau mengikuti a/aran )asil kar*a manusia ?a(a'ann*a % A/aran Islam 1iptaan Alla). Aaw $##roach *akni pengamalan Islam se'atas )aram )alal; *ang penting sa); *ang penting tidak )aram. Aove $#roach *akni le'i) kepada target sempurna.

1!

Mungkinka) Alla) se'agai 3u)an =ang Ma)a 3a)u dan Ma)a Su1i dari kealpaan 'er'uat sala) ?a(a'ann*a % 3idak mungkin; musta)il. Kalau 'egitu; mungkinka) Al$Qur an *ang di1iptakan Alla) mengandung kesala)an ?a(a'ann*a % 3idak mungkin. Kalau otak anda 'elum mema)ami pesan Al$Qur an; *ang sala) Al$Qur ann*a atau karena otak *ang masi) 'odo) ?a(a'ann*a % tak *ang 'odo). Apaka) anda mengakui 'a)(a otak anda tidak dapat mengeta)ui segala )al ?a(a'ann*a % *a; *akin sekali. Kalau 'egitu; mauka) anda *ang masi) 'elum ta)u 'an*ak )al mengikuti pem'erita)uan dari Alla) melalui al$Qur ann*a ?a(a'ann*a %

1#

$!$ II +ON%E" !L!M 04elasi antara Hu)um !lam den#an Hu)um !l*6ur7an1
,u'uan Instru)sional /mum 0,I/1 : Ma)asis(a me*akini 'a)(a manusia )an*a 'isa selamat apa'ila menaati )ukum Alla) se1ara totalitas; 'aik )ukum Alam ()ukum +auni)ah) maupun )ukum agama ()ukum 0ur2ani)ah) se1ara 'ersamaan. ,u'uan Intsru)sional +husus 0,I+1: Ma)asis(a 'isa men/elaskan )u'ungan antara )ukum Alam dan )ukum Agama ()ukum Al$Qur an). Ma)asis(a termoti4asi untuk se1ara konsisten menaati )ukum alam dan )ukum agama dalam segala akti4itas )idupn*a; termasuk dalam pengem'angkan sains; teknologi dan seni. "o)o) 8 "o)o) Materi % "rolo# % Alla) tela) men1iptakan alam; sekaligus dengan )ukum alam *ang a'solut (tetap; pasti dan o'/ekti+). "alam )al ini; segenap makluk Alla) *ang 'erada di langit dan di 'umi; termasuk manusia; se1ara +isik tela) taat kepada )ukum alam *ang a'solut ini; 'aik se1ara terpaksa maupun sukarela (.hawCan aw karhan). Alla) pun tela) men1iptakan aturan tentang tata prilaku manusia; 'aik perilaku sosial ekonomi; so1ial politik; maupun so1ial 'uda*a termasuk 1ara 'erpakaian. Hukum tentang tata perilaku ini pun 'ersi+at a'solut; *akni din al"Islam atau )ukum Al$Qur an. -amun sa*angn*a se'a)agian 'esar manusia tela) mengesampingkan )ukum a'solut; lantas memili); menggunakan dan menaati )ukum produk akal manusia *ang 'ersi+at relati+; trial and error . &antaska) men*andingkan )ukum alam *ang a'solut dengan )ukum perilaku *ang relati+ . E)sistensi dan 4elasi Hu)um !lam dan Hu)um !l*6ur7an : Alla) tela) men1iptakan alam (mikro dan makro) dalam /umla) /enis dan items *ang sangat sepktakuler. "alam tempo enam )ari.2 Supa*a alam 'er/alan dengan terti' maka Alla) mem'uat seperangkat aturan (law). 5 Aturan Alla) ter'agi dua katagori *akni % Pertama % Hukum Alam ()ukum +auni)ah; ghair mathluwwi tidak tertulis) tetapi melekat pada alam itu sendiri. 0e'erapa 1onto) )ukum alam adala) )ukum gra4itasi; )ukum rotasi; )ukum daur; dll. Kedua % Hukum agama ()ukum 0ur2ani)ah) *ang tertulis (mathluwwi ) di dalam kita'$
5an 5ialah )ang telah menci#takan langit dan bumi dalam enam hari/ (0(/ 99 6 :)/ "i dalam surat al$Ha//; satu )ari menurut Alla) sama dengan 1::: ta)un )itungan manusia. Sedangkann di dalam QS. Al$ Ma ari/; satu )ari sama dengan ,:.::: ta)un. Menurut a)li geo+isika (*ang mendasarkan )idungann*a kepada pemn'entukkan 'atu dan sungai); satu periode sama dengan .:: ta)un; sedangkan menurut a)li astronomi ('erdasarkan pergerakan 'intang; 1omet); satu periode 'isa men1apai . mil*ar ta)un. 5 Sala) satu aturan Alla) tentang alam adala) ter/adin*a siang dan malam. Alla) menegaskan %Sesunggu)nu*a dalam ke/adian langit dan 'umi; serta pergantian malam dan siang; terdapat tanda$tanda ('a)an pemikiran) 'agi orang *ang 'eriman (QS. ! % 16:).
2

1,

kita' Alla); seperti larangan 'er@ina; ri'a; mengumpat dan perinta)/ 'erd@ikir; s)alat; sa'ar; ta(akkal; dll. Semua )ukum Alla); 'aik )ukum Kauni*a) maupun QurBani*a) $E4%I3!, !$%OL/, memiliki si+at *ang sama *akni (1). "asti (eDact). Alla) men/elaskan 6 7(esungguhn)a $ku menci#takan sesuatu menurut ketentuan )ang #asti (0(/ EF 6 FG)/ (8)/ O&'e)tif 9 *aitu 'erlaku kepada apa dan siapa sa/a (QS. 1,%21). (!). ,eta(9 *akni tidak 'eru'a) sepan/ang (aktu (QS. #5 % 2!). Karena )ukum Alla) 'ersi+at pasti; o'/ekti+ dan tetap; maka 'isa di'uat rumus. Apa'ila )ukum 'eru'a)$u'a) maka tidak mungkin 'isa di'uat rumus$rumus )ukum alam maupun rumus )ukum Agama. Kalau sesekali ada peru'a)an )ukum Alam seperti na'i I'ra)im di'akar api tidak mati karena apin*a men/adi dingin; itu adala) sunnatulla) *ang k)usus *akni ga'ungan )ukum alam ()ukum +isika) dan )ukum spiritual; se'agai upa*a Alla) S<3 untuk memperli)atkan kekuasaan$-*a. &ada ke/adian 'erikutn*a tetap mengikuti )ukum alam murni. Segenap alam 'aik *ang ada di langit dan di 'umi; se1ara +isik tela) taat kepada )ukum alam. "emikian pula di dalam tu'u) manusia sendiri )ukum alam 'er/alan se1ara otomatis. Manusia tela) menaati )ukum alam terse'ut; 'aik disadari maupun tidak; 'aik dirid)ai (thau2an) maupun di'en1i (karhan); seperti )ukum alam dalam tu'u) tetap 'erlaku. (QS. ! % 5!). &er'edaan )ukum Alam dengan )ukum Agama adala) dalam )al time res#ons (reaksi (aktu). Reaksi atau aki'at )ukum Alam /au) le'i) 1epat daripada )ukum Agama. Aki'at pelanggaran )ukum alam dapat 1epat di'uktikan melalui pengamatan pan1a indera aatau 'ersi+at empirik. Karena 'ersi+at empirik; maka orang muda) me*akini (mengimani) ke'enaran )ukum alam. Sikap per1a*a ini kemudian mela)irkan sikap )ati$)ati meng)adapi )ukum alam. Sikap )ati$)ati itu dise'ut ta:;a. >ain dengan )ukum Al$Qur an; reaksi aki'at pelanggaran )ukum Al$Qur an tidak se1epat )ukum alam; 'a)kan ada *ang 'aru 'isa di'uktikan di ak)irat nanti. Karena aki'atn*a lam'at maka manusia kurang per1a*a (kurang iman) ter)adap )ukum Al$Qur an. Aki'atn*a le'i) /au) adala) manusia kurang 'er)ati$)ati (tidak ta8(a) kalau 'er)adapan dengan )ukum Al$Qur an. "alam kese)arian ter'ukti 'a)(a orang le'i) takut meminum ra1un daripada memakan uang ri'a. &ada)al memakan uang ri'a /uga 'er'a)a*a; tetapi karena aki'at makan ri'a sangat lam'at maka orang kurang )ati$)ati ter)adap uang ri'a. Kesala)an ter'esar manusia adala) mengesampingkan )ukum A'solut lantas mengam'il )ukum relati+ produk akal manusia. Se)arusn*a; manusia se'agai 'agian dari 1.

alam *ang se1ara +isikal diatur ole) )ukum alam *ang a'solut; maka perilakun*a pun )arus diatur ole) )ukum perilaku *ang a'solut pula; *akni Al$Qur an. Segenap kegiatan manusia; 'aik prilaku ritual maupun prilaku mu amala) (ekonomi; politik; dan sosial 'uda*al) )arus menggunakan )ukum a'solut (din al"Islam) 'ukan )ukum relati+ produk pemikiran +iloso+is manusia. "alam skala ke1il; 'erpakaian )arus menggunakan )ukum a'solut; penegakkan HAM )arus menggunakan )ukum a'solut !2as +esatuan 0Tauhidullah) antara aturan !lam dan !turan !#ama Hukum alam adala) 1iptaan Alla); )ukum Al$Qur an (Qurani*a)) pun 1iptaan Alla). kalau 'egitu; se1ara logika tidak mungkin kedua )ukum itu 'ertentangan. Apa$apa *ang dilarang ole) Al$Qur an pasti 'agus menurut )ukum Alam; se'alikn*a apa$apa *ang dilarang ole) Al$Qur an pasti 'uruk menurut )ukum Alam. Apa *ang dianggap 'er'a)a*a menurut )ukum Alam; pasti ole) Al$QurBan di)aramkan. Se'alikn*a apa$apa *ang 'aik menurut )ukum Alam; pasti dian/urkan ole) Al$QurBan. Inila) a@as kesatuan atau dise'ut a@as tauhidullah/ "engan demikian dalam segala akti4itas manusia )arus men*elaraskan dengan kedua )ukum terse'ut se1ara 'ersamaan. Sunggu) 'an*ak manusia di dunia ini *ang mem'uat aturan menurut ratio *ang dipandu ole) na+su s*ait)ani*a); aki'atn*a 'an*ak produk )ukum aturan *ang 'er'a)a*a 'agi ke)idupan manusia; misaln*a ke'ole)an a'orsi; mem'iarkan praktik ri'a; mentolelir minuman keras; melarang poligami; dll. "alam )al ini; seorang mukmin (a/i' memiliki ke*akinan tanpa sedikit pun ragu; 'a)(a )ukum Al$QurBan adala) *ang paling 'aik; selaras dengan )ukum Alam; dan paling 1o1ok dengan si+at ta'iBat manusia *ang fitrah dan hanief (lurus). Karena )ukum Alla) ter'agi dua maka Ilmu$ilmu Alla) pun ter'agi dua *akni Ilmu Kauni*a) seperti Matematika; 9isika; 0iologi; eologi; Kedokteran serta Ilmu$illmu QurBani*a) seperti Alumul QurBan; Alumul Hadits;dan S*ariBa); Kedua gugusan ilmu itu musta)il 'ertentangan. Kalau ada pertentangan antara keduan*a pasti konklusi sala) atau kedua ilmu itu ada *ang sala). "engan demikian se'enarn*a tidak ada dik)otimi ilmu. Apa'ila manusia 'erpaling dari )ukum Alla) *ang a'solut; lantas mengam'il )ukum produk 'er+ikir +iloso+is manusia *ang ole) Alla) dikatagorikan se'agai )ukum ?a)ili*a); *ang 'ersi+at relati+ (muda) 'eru'a)); maka pasti manusia akan mengalami ke)idupan *ang sempit dan men*esakkan (ma2is)atan dhanka).

12

E)sistensi Hu)um !l*6ur7an &a#i Manusia : Se/ak manusia la)ir; Alla) tela) mem'ekali manusia dengan petun/uk *ang 'ersi+at naluri (instinc* ghari,ah* ilham); se)ingga 'a*i 'isa menete tanpa 'ela/ar le'i) da)ulu. Ini dise'ut hidayah ilham atau )ida*a) wi,dan. 3idak 1ukup dengan naluri; Alla) pun mem'erikan pan1aindera. "engan petun/uk pan1aindera manusia 'isa meli)at; mendengar; men1ium; mera'a; dan merasa. Ini dise'ut hidayah a!as" Kedua )ida*a) di atas tidak 'isa mem'uat manusia le'i) eksis; maka manusia memerlukan akal agar mampu mema)ami )ukum$)ukum alam dengan 'aik. "engan akaln*a; manusia 'isa mela)irkan saintek dan seni. Ini dise'ut hidayah a#li. Akan tetapi pada ken*ataann*a karena da*a nalar manusia sangat ter'atas; maka akal manusia tidak sanggup menem'us persoalan *ang 'erada di luar /angkauan akal; misaln*a tentang )akikat )idup; soal /in; s*urga; neraka; dll. le) karena itu; manusia memerlukan hida5ah a#ama (dinH ad)an). Selan/utn*a kita meli)at realita di lapangan; 'a)(a orang *ang suda) mengeta)ui ilmu agama pun 'an*ak *ang tidak mau mengamalkan ilmu *ang dimilikin*a; sering ter/adi pertentangan antara ilmu dengan amaln*a. le) karena itu manusia memerlukan hidayah Tau$i#; *akni petun/uk dari Alla) S<3 *ang langsung masuk ke dalam )atin*a agar seseorang mau melaksanakan ilmu agaman*a. Kemauan untuk mengamalkan ilmu itu dise'ut )ida*a) 3au+i8 (1o1ok antara ilmu dan amaln*a). "engan demikian; )ida*a) *ang diperlukan manusia ada lima ma1am *akni (1). Hida*a) Ilhami (wi,dan) (2). Hida*a) Hawas (&an1aindera). (!). Hida*a) $'li (#). Hida*a) 5in (adf)an) (,). Hida*a) .aufi'/ Hida*a) 5in ($d)an) *ang terdapat di dalam Al$Qur an &ersifat a&solut ; lurus (shirat al"musta'im) dan musta)il sala). 9ungsi )ukum Al$Qur an adala) untuk mengarur prilaku manusia; 'aik dalam soal makan dan minum; ruma) tangga; 'erdagang; soal kenegaraan dan )u'ungan antar negara. >e'i) rin1i lagi )ukum Al$Qur an (ad)an) 'er+ungsi untuk % (1). Men/aga keselamatan /asad (hif,du al"%asad). Antuk itu Alla) melarang 'erkela)i; mem'unu); dan memerinta) penegakkan )ukum se1ara tegas dan adil; termasuk )ukum 'ishash dan hudud. (2). Men/aga keselamatan psik)is (hif,du an"Iafs). Sala) satun*a adan*a aturan 'erd@ikir; ta(akkal; sa'ar; 8anaa); dan s*ukur nikmat. (!). Men/aga keselamatan )arta (hifd,u al"mal). Sala) satun*a adala) aturan /ual 'eli; larangan ri'a; dan larangan men1uri. (#). Men/aga keturunan (Hifd,u an"Iasal); Sala) satun*a adala) aturan pernika)an dan larangan 'er@ina. (,). Men/aga a8al (hifd,u 2a'li)/ Sala) satun*a adala) ke)arusan untuk terus menerus men1ari ilmu dan larangan meminum k)amr. 15

"ertan5aan 4enun#an : Apaka) anda per1a*a 'a)(a )ukum alam se1ara +a1tual 'ersi+at a'solut ?a(a'ann*a % *a Apaka) anda men*adari 'a)(a manusia se'agai 'agian dari alam; se1ara +isik diatur ole) )ukum alam. ?a(a'ann*a % =a; sangat men*adari. 0isaka) manusia meng)indari )ukum Alam ?a(a'ann*a % 3idak 'isa Ridaka) +isik anda diatur ole) )ukum Alam ?a(a'ann*a % Rid)a tidak rid)a tetap )arus mau. Kalau +isik anda diatur ole) )ukum Alam *ang a'solut; pantaska) perilaku anda diatur ole) )ukum *ang relati+ 'uatan manusia ?a(a'ann*a % Sangat tidak pantas. Menurut anda; )ukum apa *ang paling tepat untuk mengatur perilaku manusia; )ukum relati+ 1iptaan manusia atau )ukum Al$Qur an *ang a'solut 1iptaan Alla) ?a(a'ann*a % Hukum a'solut Al$Qur an. Mungkinka) ter/adi pertentangan antara )ukum Alam dengan )ukum Al$Qur an ?a(a'ann*a % 3idak mungkin. Mengapa tidak mungkin ?a(a'ann*a % Karena kedua$duan*a 1iptaan Alla). Mana *ang le'i) men/amin keselamatan anda; diatur ole) )ukum Al$Qur an *ang a'solut atau ole) )ukum manusia *ang relati+. ?a(a'ann*a %

16

$!$ III E%%EN%I D!N %I%,IM!,I+! DIN/L I%L!M


,u'uan Instru)sional /mum : Ma)asis(a mema)ami aspek$aspek a/aran Islam se1ara men*eluru) serta mempun*ai ke*akinan 'a)(a; manusia )an*a 'isa selamat di dunia dan ak)irat apa'ila ia mengamalkan Islam se1ara ka++a) (totalitas). ,u'uan Instru)sional +husus : 1. Ma)asis(a dapat men/elaskan )akikat A8ida); S*ari;a) dan Ak)lak serta )u'ungan antara ketigan*a dalam tatanan a/aran Islam. 2. Ma)asis(a termoti4asi untuk melaksanakan a/aran Islam *ang 'ersum'er dari dalil$ dalil *ang koko) untuk men1apai predikat muslim *ang 'enar. "o)o)*(o)o) Materi "rolo# : 5in al"Islam merupakan tatanan )idup ( s)ariCah aturan; /alan )idup) 1iptaan Alla) untuk mengatur segenap akti4itas manusia di dunia; 'aik akti4itas la)ir maupun akti4itas 'atin. Aturan Alla) *ang terkandung dalam al$Islam ini 'ersi+at a'solut. Selan/utn*a; aturan Alla) di'agi dua; *akni % &ertama; aturan tentang tata ke*akinan dise'ut A#idah (sistema credo). Kedua adala) aturan tentang tata1ara 'eri'ada); *ang dise'ut s5ari7ah i&adah (sistema ritus). Ada satu lagi *ang dise'ut !)hla:; *akni aturan tentang tata1ara men/alin )u'ungan dengan Alla); dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar. Ak)la8 ini; se'enarn*a; adala) s*ari a) i'ada) /uga; )an*a sa/a dili)atn*a dari persepkti+ la*ak dan tidakn*a suatu per'uatan dilakukan; 'ukan sekadar (a/i' dan )aram. A8ida); s*ari;a) dan ak)la8 ini dalam terminolog* lain adala) Imam9 Islam dan Ihsan Seorang mukmin memiliki keterikatan (commited) dengan al$Islam *akni % (1). Me*akini ke'enaran aturan al$Islam se'agai ke'enaran *ang a'sulut. (2). Mengamalkan seluru) aturan Islam *ang a'sout itu se1ara kaffah (men*eluru)); dan (!). Mendak(a)kan al$Islam melalui hikmah (pendalaman keilmuan); mauCidlah (nasi)at$nasi)at) %adilhim billati hi)a ahsan (diskusi; seminar; dialog interakti+ *ang menarik ); *ang ditu/ukan kepada ke segenap manusia di dunia ini tanpa ke1uali. Essensi Dinul Islam : 5in 'erasal dari kata dana )adinu dinan 'erarti tatanan; sistem atau tata1ara )idup. ?adi 5in al"Isl>m 'erarti tata1ara )idup Islam. 3idak tepat apa'ila din diter/ema)kan se'agai agama; se'a' istila) agama (religion* religie) )an*ala) merupakan ali) 'a)asa sa/a *ang tidak mengandung makna su'stanti+ dan essensil. >e'i) dari itu apa'ila din diter/ema)kan se'agai agama maka maknan*a men/adi sempit. "i Indonesia misaln*a; agama *ang diakui

2:

)an*a ada enam ; *akni Islam; Kristen; Katolik; Hindu; 0ud)a; dan Kung)u1)u pada)al di Indonesia terdapat ratusan 'a)kan mungkin ri'uan tata1ara )idup. "engan memaknai din se'agai tatan )idup; maka *ang dimaksud dengan istila) muslim adala) orang *ang 'er$din al"Isl>m; sedangkan istila) ka+ir adala) orang$orang *ang 'er$din ghair al"Islam. 5in al"Islam se'agai tatanan )idup meliputi seluru) aspek )idup dan ke)idupan; dari mulai masala) ritual sampai kepada masala) mu4>malah termasuk masala) sosial 'uda*a; sosial ekonomi; sosial politik; 'a)kan sampai kepada masala) kenegaraan. Seseorang *ang mengaku muslim atau menganut din al"Isl>m )arus mengikuti tatanan )idup Islam se1ara k>ffah ; integrati+ dan kompre)ensi+ apapun resikon*a. Apa'ila ia menolakn*a; maka ia pasti akan terpental di ak)irat se'agaimana diterangkan di dalam QS. ! % 16 dan a*at 5, % A=1 MN> HE H ST DP F= D MU H V H> DW HX F = YZ H[ D\ ]^ D _ ]L FU H ` Da Db FN ]M Fc DZ D SL d Ne HB HC DE F G FH = > Df Fg D h Hi Da FN DM FU D^ D 0 1R : <=>?@ A=1 BC DE F G H= FI H =K J DL F@ H M D NK O P= < JQ H 0jk : <=>?@ (esungguhn)a d=n atau tatanan hidu# ()ang diriJai) di sisi $llah han)alah Islam (0(/ ? 6 9G ) Barangsia#a mencari tatanan hidu# selain Islam* maka sekali"kali tidaklah akan diterima (d=n itu) dari#adan)a* dan dia di akhirat termasuk orang"orang )ang rugi/(0(/ ? 6 KE)/ 5in ter'agi dua *ang sangat /elas 'edan*a; *akni din al"ha' dan din al"Bathil . =ang dimaksud dengan din al"ha' iala) din *ang 'erisi aturan !llah *ang tela) didesain sedemikian rupa se)ingga sesuai dengan +itra) manusia. Aturan ini kemudian dituangkan di dalam kita' undang$undang Alla); *akni Al$Qur an. Sedangkan di luar din al"Islam adala) din *ang 'erisi aturan manusia se'agai produk akal; )asil angan$angan; ima/inasi; )a(a na+su serta merupakan )asil ka/ian +alsa+a)n*a. 3atanan )idup *ang demikian 'ukan sa/a tidak 'isa men*elamatkan manusia tapi /usteru men1elakakan. 0erdasarkan pengelompokkan din ini; maka manusia se'agai pemili) din* otomatis )an*a ter'agi men/adi dua kelompok *ang /elas$/elas 'er'eda ( fur'%n); *akni kelompok uda dan kelompok 5hallin (kelompok orang$orang *ang tersesat). Kelompok ud% adala) kelompok *ang memili) din Islam se'agai tatanan )idupn*a. tela) mengikuti /alan *ang )a8 se)ingga Alla) akan Ini 'erarti 'a)(a mereka

meng)apuskan segala kesala)ann*a. Sedangkan kelompok 5halalah adala) orang$orang *ang memili) din selain Islam. Ini 'erarti mereka tela) mengikuti aturan *ang sala) dan tela) men/adikan s*etan se'agai pimpinan mereka. Mereka itula) orang$orang *ang sesat se'agaimana ditegaskan ole) Alla) di dalam Al$Qur an surat 2 % !: dan surat #2 % 1;2;! (!:)O K Un Go Kp IJ G d Ip Gw bV KO K E_ GH K Iq KU K y S ZO b S UY G} IJ S v K Pi KT SU IV K} K i S Pi K b TZ ZU G Kl bZ d Gp Gw bc S GT K K b TZ d Gp Si If KN K b K Pk D q] S KU K n Kt K Pk D q] S K

21

(ebahagian diberi"I)a #etun%uk dan sebahagian lagi telah #asti kesesatan bagi mereka/ (esungguhn)a mereka men%adikan s)aitan"s)aitan #elindung (mereka) selain $llah* dan mereka mengira bahwa mereka menda#at #etun%uk/ Kt E GU K n a b KJ G f KN K z K{ w G Pa Kg S ZEM GJ K Zv KU K S P KT SP^ b TZ ZEf Ga SN KU K ZEM GJ K Zv K } K q ST bZU K ( 1)d Ip GT KPa KN IV KW b K V Ky S ZW b S i_ S K } IN K ZUn X K U K ZU] G\ KQ K } K q ST bZ IJ } S b KT I Z ZEs G_ Kl b Z ZEM GJ K Zv K } K q ST bZ O bV KU K W K S P_ KT I Z ZEs G_ Kl b Z ZU] G\ KQ K } K q ST bZ O b Kg SR KT S| K ( 2)d Ip GT KPg K Kf K I V KU K d Ip Sl S PF Ki K d Ip GM IN K ] K\ bQ K d Ip Sg ~ K } IJ S XK T IZ (!)d Ip GT KPKJ IV K S PM b fT Sy G Z b G ] S I q KR KT S KQ K d IS pg ~ K Lrang"orang )ang kafir dan menghalang"halangi (manusia) dari %alan $llah* $llah mengha#us #erbuatan"#erbuatan mereka/ 5an orang"orang )ang beriman (ke#ada $llah) dan menger%akan amal"amal )ang saleh serta beriman (#ula) ke#ada a#a )ang diturunkan ke#ada Muhammad dan itulah )ang hak dari .uhan mereka* $llah mengha#uskan kesalahan"kesalahan mereka dan mem#erbaiki keadaan mereka/ Bang demikian adalah karena sesungguhn)a orang"orang kafir mengikuti )ang batil dan sesungguhn)a orang"orang )ang beriman mengikuti )ang hak dari .uhan mereka/ 5emikianlah $llah membuat untuk manusia #erbandingan"#erbandingan bagi mereka/ 0(/ F: 6 9*8*?/ "alam pandangan Al$Qur an* din al"Isl>m adala) satu$satun*a d=n 1iptaan Alla); d=n *ang satu ini adala) aturan untuk seluru) umat manusia tanpa ke1uali. -amun pada tataran realita sekarang ini 5in al"Islam men/adi 'an*ak ragam dan 4ersin*a. Semua ini se'agai aki'at kesala)an manusia sendiri. Sementara itu; din"din )asil 1iptaan manusia 'erdasarkan akal; ima/inasi dan +alsa+a) se'agaimana tela) dikemukakan di atas tela) mela)irkan 'an*ak din dan isme$isme lainn*a; antara lain Materalisme; Kapitalisme; >i'eralisme; Markisme; Komunisme; -asionalisme; dan Kolonialisme. Segala ma1am aturan )asil manusia terse'ut *ang termasuk katagori din al"bathil tela) ter'ukti gagal dalam mengatur umat manusia. Materealisme *ang 'ertitik tolak dari dan 'erorientasi kepada materi tela) mela)irkan orang$orang *ang seraka); Kapitalisme *ang menitik'eratkan kepada penguasaan kapital (modal) tela) mela)irkan ter/adin*a monopoli; >i'eralisme *ang menitik'eratkan ke'e'asan dan menon/olkan )ak indi4idu tela) mela)irkan ter/adin*a /urang pemisa) antara orang ka*a dan orang miskin; serta mela)irkan ke1em'uruan sosial dan dekadensi moral; Sedangkan Komunisme tela) mela)irkan manusia *ang tidak mengenal 3u)an dan tidak mengenal )ak milik indi4idu se)ingga mela)irkan ketidakpuasan. le) karena tatanan )idup produk +alsa+a) manusia itu tela) ter'ukti tidak mem'a(a keselamatan; maka manusia )arus segera )i/ra) kepada din al"Isl>m/ 22

"ilar*"ilar Islam : Islam se'agai din (tatanan )idup) se'agaimana di/elaskan ole) Mu)ammad S*altout terdiri dari dua pilar *akni A8ida) dan S*ari a). !:idah : Se1ara 'a)asa; akida) adala) ]JPTZU fkTZPpifNnkN PJ6 *ang mengandung arti; ikatan *ang terpatri di dalam )ati. Hasan al$0ana di dalam 'ukun*a $l"$'>id men*atakan 'a)(a akida) adala) sesuatu *ang )arus di*akini ole) )ati dan diper1a*a ole) /i(a; se)ingga men/adi ke*akinan *ang tak ada sedikitpun keraguan dan ke'im'angan.1: ?adi akida) itu 'ukan 'erisi konsep sistem teologi semata tetapi 'erisi segala ma1am persoalan *ang 'erkaitan dengan keper1a*aan. Akida) merupakan se/umla) nilai *ang di*akini; dengan kekuatan pokok terletak pada ta()id atau dalam istila) lain dise'ut teologi.11 "ili)at dari sisi kedudukan dan essensin*a; akida) merupakan +undamen agama *ang sangat 'erperan se'agai moti4ator dan pe(arna segala ma1am akti4itas; 'aik akti4itas la)ir maupun akti4itas 'atin. Akida) sangat mempengaru)i sikap (attitude) seseorang 'aik 1ara 'er'i1ara; 1ara 'ertindak; 1ara )idup dan 1ara mati. Akida) men/adi kekuatan dalam ke)idupan di 'umi ini. Ia mempun*ai +ungsi praktis untuk mela)irkan perilaku dan ke*akinan *ang kuat untuk mentrans$+ormasikan ke)idupan se)ari$)ari dan sistem sosialn*a.12 le) karena itu; dalam pandangan Hasan Hana+i; a/aran Islam *ang paling inti adala) tau)id. 3au)id adala) 'asis Islam. Antuk 'isa mem'angun kem'ali perada'an Islam tak 'isa tidak )arus dengan mem'angun kem'ali semangat 3au)id itu. 1! Karena 'egitu pentingn*a kedudukan dan +ungsi tau)id; Harun -asution menegaskan 'a)(a setiap orang *ang ingin men*elami seluk 'eluk suatu agama se1ara mendalam; perlu mempela/ari teologi *ang terdapat dalam agama *ang dianutn*a.1#
6

1:

>uis Maru+; $l"Mun%id; (0eirut; ; 16,2); etakan 1!; )al. ,#!. $l"$'>4id li al"Im>m $s)"()ah=d Masan al"Bana ; "r As*$S*i)a'; t;t; )al. 12 >i)at al"Ma%mu4; )al.

262.
11 Harun -asution; .eologi Islam; )al. i. Menurut Harun -asution; Ilmu 3au)id *ang dia/arkan di kalangan Islam 'iasan*a kurang mendalam dalam pem'a)asann*a dan kurang +iloso+is. Selan/utn*a ilmu 3au)id 'isan*a mem'eri pem'a)asan sepi)ak dan tidak mengemuka$kan pendapat dari aliran$aliran atau golongan$golongan lain *ang ada dalam teologi Islam. Ilmu 3au)id *ang dia/arkan dan dikenal di Indonesia umumn*a iala) Ilmu 3au)id menurut aliran As* ari*a); se)ingga tim'ulla) kesan di kalangan sementara umat Islam Indonesia; 'a)(a inila) satu$satun*a teologi *ang ada dalam Islam. 12 Ka@uo; S)imogaki; +iri Islam; .elaah +ritis antara Modernisme dan !ostmodernisme* ; (=og*akarta % >KiS 166#); )al 22. 1! Ka@uo S)imogaki; +iri Islam; )al. 1:. 1# Harun -asution* .eologi Islam* $liran"aliran (e%arah $nalisa !erbandingan ; (?akarta % Ani4ersitas Indonesia &ress; 165.); )al. i.

2!

Akida) merupakan sesuatu *ang +undamental dalam din al"Isl>m; se'agai titik dasar a(al seseorang men/adi muslim. Akida) se'agai landasan din al"Isl>m merupakan a/aran *ang uni4ersal *ang a'adi; tidak mengalami peru'a)an sepan/ang masa; se/ak adan*a misi ris>lah na'i Alla) Adam a.s )ingga kerasulan Mu)ammad sa(; *akni mem'a(a misi akida) *ang sama *aitu monotheisme atau tauhid (QS. 2 a*at .,; 2! dan 5,; surat 11 a*at 2.;,:;.1; #5 surat 21 a*at 2, dan surat 1. a*at !.). Makna tau)id adala) mengesakan 3u)an dalam segala )al; suatu tuntutan ke*akinan 'a)(a Alla) adala) ilah (3u)an) *ang mutlak. Antuk mengeta)ui taksonomi 3au)id 'isa dili)at pada surat al$9ati)a) dan nisbah ()u'ungan) n*a dengan surat An$-as. Surat $l"&>tihah *ang merupakan Umm al" 0urCan atau umm al"kit>b 'erisi statement ma)a penting; terutama pada kalimat 3abbul 4>lamin* M>liki Baum ad"din dan I))>ka na4budu. "emikian /uga pada surat terak)ir *akni surat an" I>s ada kalimat rabb an"n>s* m>lik an"n>s dan il>h an"n>s/ Kedua surat itu mengandung konklusi pengesaan Alla) *ang luar 'iasa; mengandung konsep tau)id *ang lengkap dan koko). "engan demikian Al$Qur an di'ingkai ole) dua surat (a(al dan ak)ir) *ang memuat pesan tau)id *ang sangat kuat. Mun>sabah (interrelasi)
9E

kedua surat itu menggam'arkan se1ara /elas adan*a tiga ma1am re+leksi ketau)idan; *akni .awhid 3ubbubi)ah* .awhid Mulki)ah dan .awhid Uluhi)ah. Antuk le'i) /elasn*a dapat dili)at pada ta'le di 'a(a) ini. K-S7& 3AAHI" "A>AM MUI$($B$H SARA3 $A"&$.IH$H "A- $I"I$( %urat !l*3ltimah 1 3abb al"4alamin6 }iaTPsTZ ~ M>liki )aum ad" d=n }qnTZ Eq RTPJ I))>ka naCbudu n_sw PqZ
1,

%urat !l*Nls 2 3abb an"nas PMTZ ~ M>lik an"n>s PMTZ RTPJ Il>h an"n>s PMTZ LTZ

Mun%sa&ah surat dan a5at ! Mela)irkan Ta!hid Ru&&'&iyah/ Han*a Alla)la) satu$satu n*a 3abb 'agi alam termasuk manusia. Mela)irkan Ta!hid Mulkiyah Han*a Alla)$la) satu$satun*a Ra/a alam ini termasuk ra/a manusia. Mela)irkan Ta!hi (luiyah. Han*a Alla)$la) *ang (a/i' disem'a) karena Alla) adala) satu$satun*a 3u)an

M"n$sa ah adalah salah satu istilah dalam %l"m al-&"r'an /akni hubun(an atau int$rr$lasi antara a/at d$n(an a/at atau surat d$n(an surat. D$n(an m$mahami m"n$sa ah ini akan san(at m$mbantu m$mahami Al-1ur2an s$"ara int$(ral dan kom%r$h$nsi'. A%ala(i kar$na Al-1ur2an itu b$rsi'at y"fassir a()"h" a()$, /akni antar ba(ian Al-1ur2an salin( t$rkait dan salin( m$na'sirkan.

2#

manusia.

Kata 3abb se1ara etimologi 'erarti seseorang *ang menun/ang dan men*ediakan ke'utu)an orang lain (termasuk )al$)al *ang men*angkut pemeli)a$raan dan pertum'u)ann*a); se)ingga kata rabb sering diartikan tuan atau pemilik; misaln*a kata rabb al"m>l (pemilik 'enda) rabb ad"d>r (pemilik ruma)). "i dalam surat =usu+ (12 % 1#) terdapat kata ud,kurn= 4inda rabbik *ang artin*a 3erangkanla) keadaanku kepada 3uanmun *akni orang *ang memeli)ara na'i =usu+ *aitu Suami Siti ulai)a *ang 'erada di Mesir. Se1ara terminologi; 3abb mengandung dua pengertian; *akni se'agai &en1ipta dan se'agai &emilik. Se'agai &en1ipta; mengandung maksud 'a)(a Alla) adala) &en1ipta alam semesta dengan segala isin*a termasuk manusia. "ia adala) Ma)a &engatur segala urusan; Ma)a &emeli)ara; Ma)a &em'eri ri@ki; Ma)a &endidik; dan Ma)a &en/amin sta'ilitas keamanan. ( QS. 6. % 1 $, ; QS. 1: % !;!1;!2. QS. 2 %21;22 . QS. #2 % 11$12; QS. 1:. % ! $#). Sedangkan 3abb se'agai &emilik mengandung maksud 'a)(a Alla) adala) pemilik alam; pemilik )ukum; dan pem'uat undang$undang. (QS. #2 %1: QS. 2 %2;!. QS. . % 1##; QS. !2% 2;! QS. 1:%!2; QS 12 % #:). "engan demikian *ang dimaksud dengan 3au)id 3ubbNbi)ah adala) me*akini 'a)(a Alla)$la) satu$satun*a 3abb* *ang men1iptakan; memeli)ara; mem'eri ri@ki; dan mengatur manusia. le) karena itu; di tangan Alla)$la) ke(enangan se1ara a'solut untuk mem'uat undang$undang atau )ukum. Apa'ila manusia men1o'a mem'uat atau memproduksi )ukum di luar )ukum Al$Qur an *ang &ertentan#an den#an al*6ur7an; maka sama sa/a dengan memproklamirkan diri se'agai 3abb/ "engan demikian ia termasuk orang *ang mus*rik. Alla) dengan predikat se'agai Ra&& al)*%lamin tela) menata alam semesta ini dengan undang$undang-*a *ang dise'ut Sunnatulla) ((unnah $ll>h). Sedang$kan Alla) dengan predikat Ra&& an)n%s (QS. 11# %2) 'erarti Alla)$la) *ang tela) menata ke)idupan manusia dengan (a)*u Al$Qur an (3ubbubi)ah $llah). Seluru) aturan dan perundang$undangan *ang merupakan produk akal manusia (di luar (a)*u) )arus din*atakan gugur karena dinilai 'atil; sesat* termasuk )ukum /a)ili*a) *ang tak lain merupakan )ukum )a(a na+su. rang *ang 'erpegang kepada aturan produk akal dan mengingkari )ukum Alla) (3ubbubi)ah $llah) di)ukum @alim; +asik; dan mus*rik. "i)ukum demikian karena ia tela) mengingkari tau)id 3ubbubi)ah/ Selan/utn*a; manusia *ang mengaku Alla) se'agai 3abb an"I>s (a/i' melaksanakan undang$undang-*a di muka 'umi; /ika tidak; maka pengakuan ter)adap Alla) se'agai rabb

2,

an"n>s adala) dusta dan ole) karena itu ia din*atakan sedikitpun mereka tidak 'eriman )ingga menegakkan )ukum (a)*u . (QS. # % ,2). 3au)id Mulki)ah adala) pengakuan seorang )am'a 'a)(a )an*a Alla)$la) satu$satu m%lik (Ra/a) *ang memiliki kera/aan langit dan 'umi; se)ingga manusia (a/i' menaati Alla) mele'i)i segalan*a. Ini 'erdasarkan +irman Alla) di dalam surat 2, % 2 dan surat 12 % 111 % (2)Z] D qn Sk Il K G~ Kn bk K Kv I r K W bQ G Kf K KU K R Sf Ia GT I Z SR e q] Sr K L GT K} I Gq Kd IT KU K Zn DT KU K I So bq Kd IT KU K S ~ I IK ZU K S ZE Ka KH b TZ R Gf IJ G L GT K ST bZ 7($llah) )ang ke#un)aan"I)a"lah kera%aan langit dan bumi* dan 5ia tidak mem#un)ai anak* dan tidak ada sekutu bagi"I)a dalam kekuasaan (I)a)* dan 5ia telah menci#takan segala sesuatu* dan 5ia meneta#kan ukuran"ukurann)a dengan sera#i"ra#in)a/ (0(/ 8E 6 8)/ (,)C D Es G\ IJ K Zn DN IU K O K PQ KU K ~ S Pq Kn TZ z K K S ZE G P K Kn qn Sr K Ig K T SUV G PM KT K ZY D P_ KN S d I Gi If KN K PM K Is Kg K Pa Kt GC K UV Gn GN IU K v K P K Z| K S K Maka a#abila datang saat hukuman bagi (ke%ahatan) #ertama dari kedua (ke%ahatan) itu* +ami datangkan ke#adamu hamba"hamba +ami )ang mem#un)ai kekuatan )ang besar* lalu mereka mera%alela di kam#ung"kam#ung* dan itulah keteta#an )ang #asti terlaksana/ (111)Z] D i_ S Il K G] I_ Q KU K z X TZ } KJ S T SU K L GT K} I Gq Kd IT KU K R Sf Ia GT I Z SR e q] Sr K L GT K} I Gq Kd IT KU K Zn DT KU K I So bq Kd IT K ST bZ y S n b Ga I KT IZ W Sx GU K 5an katakanlah 6 (egala #u%i bagi $llah )ang tiada mem#un)ai anak dan tidak mem#un)ai sekutu dalam kera%aan"I)a dan tidak mem#un)ai #enolong (untuk men%aga" I)a) dari kehinaan/ 5an agungkanlah 5ia dengan #engagungan )ang sebesar" besarn)a@/(0(/ 9: 6 999)/ Selain tau)id 3ubbNbi))ah dan tau)id Mulki))ah maka ada satu dimensi tau)id lagi; *akni tau)id UlNhi))ah/ Se1ara etimologi; UlNhi))ah 'erarti al"Ma4bud (sesuatu *ang disem'a)). Se1ara terminologi; tau)id UlNhi))ah 'erarti me*akini 'a)(a )an*a Alla)$la) satu$satun*a @at *ang (a/i' disem'a) dan dimintai pertolongan. Islam tidak mengenal ada penga'dian ganda se'a' *ang demikian adala) sikap muna+ik dan kemus*rikan *ang n*ata. Muslim dituntut untuk monolo*alitas; *akni )an*a menga'di kepada Alla); se'agaimana Alla) tegaskan di dalam Al$Qur an ( QS. 1 % # QS. 2, % ,,; QS. 15 % 11:). Konsekuensi tau)id Uliuhi))ah atau monolo*alitas ini adala) sikap konsisten 'a)(a segala penga'dian manusia )an*ala) untuk Alla). Mengan'di kepada selain Alla) )arus siap menuai keke1e(aan; karena selain Alla) sangat mungkin menge1e(akan. >e'i) menaati; le'i) takut dan le'i) 1inta kepada mak)luk daripada Alla) S<3 adala) s)rik Mulki)ah.

2.

Masi) ada lagi taksonomi 3au)id dalam pandangan ulama lain. "i dalam kita' &ath al"Ma%id; s*ara) kita' 3au)id Mu)ammad I'n A'd al$<a))a'; *ang disusun ole) A'durra)man i'n Hasan Ali as*$S*aik) dan diteliti ole) A'd al$A@@ i'n A'dilla) i'n 0@; dengan mengutip pendapat I'n al$Qa**im; din*atakan 'a)(a tau)id di'agi ke dalam dua ma1am; *akni % (1). .awhid fi al"ma4rifah wa al"iObat; *ang meliputi tau)id 3ubbubi)ah dan tau)id $sm>C ash"(hif>t. (2). .awhid fi ath".hal>b wa al"'aid *ang meliputi tau)id Il>hi))ah (uluhi))ah) dan 4Ibadah (4Ubudi)ah)/9< "engan demikian tau)id ter'agi empat 'agian *akni tau)id 3ububi)ah* tau)id $sm>C wa as"(hif>t* tau)id Uluhi)ah dan tau)id Ubudi)ah namun 'isa diringkaskan men/adi dua sa/a *akni tau)id 3ubbubi)ah dan Uluhi)ah se'a' *ang dua lagi )an*ala) merupakan su' sa/a. Adapun pen/elasan masing$masing tau)id itu adala) se'agai 'erikut di 'a(a) ini. 3au)id 3ubbubi)ah adala)% huwa I4ti'>du anna $ll>h wahdah khala'a al"4>lam@ iala) me*akini 'a)(a sesunggu)n*a Alla) *ang Ma)a 7sa$la) *ang tela) men1iptakan segenap alam. ?adi tau)id 3ubbubi)ah adala) mengesakan Alla) se'agai 3abb (&en1ipta; &engurus dan &engatur) alam ini. "alam ma4rifah kepada Alla) se'agai 3abb* manusia )arus mema)ami asm>C (nama$nama) dan (hif>t Alla); termasuk peker/aan$-*a; 'adha dan 'adar$-*a 'eserta )ikma)$)ikma)n*a; se'agaimana termaktu' antara lain pada a(al surat al"Hadid* .hah>* al"Has)r* a(al surat Pli 4Imr>n* dan surat al"Ikhl>sh/ 3au)id Uluhi)ah adala) pengesaan Alla) se'agai tu)an *ang )arus disem'a) (Uluhi)ah) dan ole) karena itu mela)irkan penga'dian )an*a kepada Alla) (4Ubudi)ah) se'agai sim'ol monolo*alitas. Seseorang *ang memiliki tau)id Uluhi)ah dan Ubudi)ah adala) mereka *ang me*akini 'a)(a tiada tu)an selain Alla); tidak 'eri'ada) ke1uali kepada$-*a; tidak 'erta(akkal ke1uali kepada$-*a; tiada memili) <ali (pelindung) ke1uali "ia; tidak 'eramal ke1uali untuk keagungan$-*a; se'agaimana termaktu' antara lain dalam surat al"+>firun; surat al"Mu4min; a(al surat al"$Cr>f; dan surat al"$n4>m. <alaupun se'enarn*a semua a*at al$Qur an memuat a/aran tau)id. "emikian /uga A'u 0akar al$?a@ir* mem'agi tau)id kepada empat ma1am *akni (1). .awhid 3ubbubi)ah* (8)/ .awhid Uluhi)ah (?)/ .awhid $sm>C wa ash"shifat dan (F)/ .awhid 4Ubudi)ah *ang pen/elasann*a kurang le'i) sama dengan pen/elasan di atas.12

3Abdurrahman ibn 4asan 3Ali As/-5/aikh, Fat* al-Ma+,- M"*amma- I n (. - alWahh$ , ( $kah al- ukarramah: aktabah 6azar u7ta'a al-68z, al- amlukah al-3Arabi//ah as-5u2udi//ah), *9*: H;*))0 , hal. *+. 12 Abu 6akar Jabir al-Jazair/, Manha+ al-M"slim, D$r al'%l/m 0a al-1akam , ( adinah al- una<<arah, *92* Hi!ri/ah), hal. *), 22, 2), :2.
1.

22

&em'agian tau)id *ang dikemukakan ole) dua nara sum'er di atas tidak men1antumkan adan*a tawhid Mulki))ah * )al itu se'enarn*a tak /adi masala) se'a' se'enarn*a taksonomi tau)id 'ukanla) teks Al$Qur an atau )adits tetapi merupakan kesimpulan )asil analisis para ulama. "alam )al ini; ru/ukan tentang tawhid Mulki)ah *ang dikemukakan di atas; memiliki ru/ukan a*at$a*at al$Qur an *ang sangat 'an*ak /umla)n*a se'agaimana tela) diterangkan. 0a)kan 'isa penulis tam'a)kan di sini; 'a)(a di dalam Al$ Qur an terdapat tidak kurang dari ,: kata m>lik* mulki))ah atau malakNt *ang menun/ukkan 'a)(a Alla) adala) Ra/a.9K %5ari7ah : Se1ara umum; s*ariBa) dide+inisikan se'agai % `wPaTZ UZ `ETZ UZ ]iioTZ UZ vPox Pg }i\foaTZ zPsg fsoaTZ ~PTZ P S*ariBa) adala) ketentuan Alla) *ang 'erkaitan dengan per'uatan su'/ek )ukum 'erupa melakukan suatu per'uatan; memili) atau menentukan sesuatu (se'agai s*arat; se'a' atau peng)alang).16 Sedangkan de+inisi i'ada) se'agaimana di/elaskan ole) al$BImad I'n Kair adala) 2:% ~EaTZ ]l U ~EJaTZ Ws\g LoNP t I'ada) adala) ketaatan kepada Alla) S<3 dengan melaksanakan perinta)$-*a dan men/au)i larangan$-*a. "i sini le'i) ter'atas kepada ukuran )aram )alal. "e+inisi lain *ang le'i) luas adala) 21 % MP_TZU m]tPTZ WasTZ U zZExZ }J P]qU L_q PJ WT `JP dZ I'ada) adala) isim %amiC *ang ditu/ukan kepada segala akti4itas *ang disukai dan diridai Alla); 'aik 'erupa perkataan maupun per'uatan; 'aik *ang tampak maupun tidak tampak. 0a)kan de+inisi i'ada) 'isa le'i) simpel; *akni )idup sesuai dengan aturan Al$ QurBan dan Sunna) Rasul. Adapun tu/uan i'ada) se'agaimana di/elaskan ole) Imam -a(a(*; adala) untuk men1apai keridaan Alla) S<3.22 Kalau diga'ungkan men/adi s*aria) i'ada); maka
uhammasd &u2ad Abdul 6a=/, .l-M"(+am al-M"fa*rasy li al-fa)li al-&"r'$n al!ar,m, (6$irut : D8r al- a2ri'ah, *9*9 Hi!ri/ah), hal. +9:-+9+. 16 Mu)ammad A'u a)ra); UQNl al"&i'h; (0eirut % "ar al$9ikr al$Ara'i; 16,5) ; )al. 2..
15 2:

A'd Ra)man i'n Hasan Ali S*aik); &atR al"Ma%=d* ?ilid I; (Ri*a % -a@ar Muta+ al$0@; 166.); A'd Ra)man; &atR al"Ma%=d* ?ilid I; )al. 21.

)al. 22.
21 22 Imam Muslim; Sah=h Muslim (()arah Iawaw=); (0eirut % "ar al$Ik)i*a al$Ara'i; dan Makta'a) al$ Muanna; t.t.) ; ?u@ I; )al. 1,2.

25

maksudn*a adala) segala ma1am aturan; 'aik (a/i'; sunat atau )aram *ang men*angkut tata1ara menga'di kepada Alla) dalam rangka men1ari keridaan$-*a. 0aik akida) maupun s*aria) kedua$duan*a adala) aturan Alla); 'edan*a akida) merupakan aturan tentang ke*akinan (sistema credo) sedangkan s*aria) i'ada) merupakan aturan tentang tata 'eramal (sistema ritus). "ari sisi +ungsi; akida) se'agai +ondasi sedangkan s*ariBa) adala) 'angunann*a2! Supa*a 'angun$an s*aria) i'ada) 'isa tegak 'erdiri; maka +ondasi akida) )arus 'enar$'enar koko). Sangat musta)il seseorang mau melaksanakan i'ada) dengan sepenu) )ati kalau +ondasi akida)n*a lema). Supa*a i'ada) seorang )am'a dapat diterima ole) al"Ma4bud (=ang disem'a)); ada sala) satu s*arat *ang )arus dipenu)i terle'i) da)ulu *akni mema)ami siapa itu al" ma4bud. Ini artin*a seorang )am'a )arus terle'i) da)ulu mengenal Alla); 'aik se'agai 3abb; se'agai M>lik maupun se'agai Il>h. Selan/utn*a; se1ara garis 'esar; akti4itas i'ada) ini ter'agi dua katagori *akni i'ada) mahdloh dan i'ada) gair mahdloh. I'ada) mahdloh (mihadl 'ersi)); adala) rangkaian i'ada) *ang 'ersi) tidak 'er1ampur dengan aturan dari luar. 3ermasuk ke dalam i'ada) mahdloh ini adala) salat; saum; @akat dan )a/i. &er'edaan antara i'ada) Ma)dlo) dan g)air ma)dlo) % I&adah Mahdloh 1. Asal i'ada) ma)do) adala) )aram; ke1uali kalau ada dalil *ang memerinta)kan untuk menger/akann*a. 2. Aturann*a k)usus; tidak 'ole) ter1ampur dengan aturan dari luar. Misaln*a mengu1apkan alaihis salam ketika mendengar nama na'i . Itu adala) aturan umum tetapi tidak 'ole) diterapkan dalam s)alat. !. 3idak 'erlaku 8i*as. Misaln*a meng8i*askan @akat pro+esi kepada @akat pertanian atau @akat mas.. #. 0a)asa )arus asli ('ukan ter/ema)an); misaln*a 'a1aan s)alat dan doa$doa )a/i. I&adah Ghair Mahdloh Asal i'ada) g)air ma)do) adala) Halal ke1uali kalau ada dalil *ang meng)aramkann*a. &ada umurn*a tidak diatur dengan detail; *ang ditetapkan )an*a prinsip$prinsipn*a sa/a misaln*a tentang 1ara 'erpakaian atau pernika)an.

Qi*as 'erlaku dalam menetapan )ukum.

0ole) menggunakan 'a)asa ter/ema)an; misaln*a doa ketika mau makan. Redaksi 'a)asa tidak )arus persis *ang penting essensin*a. Misaln*a u1apan i/a' 8a'ul.

2! Hadis men*atakan 'a)(a Islam di'angun dengan lima )al; *akni s*a)adat; salat; saum; @akat dan )a/i. ?adi kalau akida) merupakan +ondasi sedangkan s*aria) i'ada) merupakan 'angunann*a.

26

,. Kadang$kadang sulit di+a)ami akal misaln*a mengapa )arus men1ium )a/ar as(ad. .. Akal tidak 'ole) ikut 1ampur. 3idak ada kreati4itas akal. Kreasi 'aru dalam i'ada) ma)dlo) dianggap 'id a). 2. ?umla)n*a sedikit

&ada umumn*a tu/uan dan )ikma) i'ada) g)air ma)do) muda) di+a)ami akal. Akal 'ole) ikut 1ampur dalam pengem'angan i'ada) g)air ma)do); karena setiap @aman memerlukan tata1ara *ang sesuai dengan @amann*a. Misaln*a 1ara i/a' 8a'ul dalam /ual 'eli di @aman da)ulu dengan di @aman modern; *ang penting adala) siu'stansin*a. ?umla)n*a sangat 'an*ak

!)hla: : Apa'ila seseorang memiliki a8ida) *ang 'enar dan koko); maka ia akan muda) melaksanakan s*ari a) se1ara konsisten. Selan/utn*a; a8ida) dan s*ari;a) akan mem'ua)kan ak)la8. Ak)lak adala) perilaku manusia *ang nampak maupun *ang tidak nampak seperti kegiatan )ati. Ak)lak 'ukanla) se'atas sopan santun kepada sesama manusia tetapi le'i) luas lagi; *akni meliputi )u'ungan dengan Alla) (Hablum minallah); )u'ungan dengan sesama manusia (Hablum minannas); dan )u'ungan dengan alam sekitar (Hablum minal 4alam). onto) ak)lak hablum minallah adala) s)alat; )a/i; doa; d@ikir; s*ukur nikmat dll. onto) ak)lak )a'lum minannas adala) men/enguk orang *ang sakit; saling tolong menolong; mengikis dendam dan saling memaa+kan. Sedangkan 1onto) )a'lum minal alam seperti tidak mem'uang sampa) sem'arangan; men*antuni )e(an; 'ersikap )emat energi; meman+aatkan sum'er da*a alam se'aik mungkin; dll. '/ek 'a)asan ak)lak dengan s*ari a) adala) sama; *ang 'er'eda )an*ala) sudut pandangn*a. onto); S)alat. "ari perspekti+ s*ari a) +i8i); s)alat dipandang se'agai kegiatan i'ada) ma)dlo) dengan tata1ara tertentu; dari mulai tak'iratul i)ram sampai salam. Sedangkan s)alat dalam perspekti+ ak)lak adala) ta'arrub kepada Alla); melalui /alan mahabbah (perasaam 1inta) 'ukan sekadar karena suatu ke(a/i'an. 0isa /uga din al"Islam dipandang se'agai s*ari a) dalam arti luas. Kemudian s*aria) ter'agi tiga; *akni % 1. S*ari a) (aturan) tentang tata ke*akinan dise'ut a8ida). Sasarann*a adala) 8al'u dalam )u'ungann*a dengan keper1a*aan.

!:

2. !.

S*ari;a) (aturan) tentang tata 1ara (how to do) 'eri'ada); dise'ut s*arila) i'ada). Sasarann*a le'i) kepada anggota 'adan. S*ari a) (atutan) *ang mengatur 'agaimana men/alin )u'ungan 'aik dengan Alla); dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar; atau dise'ut ak)la8.

+omitted Muslim terhada( Islam 0+onse( Iman9 Hi'rah dan Jihad1:


Muslim adala) orang *ang menganut Islam. 3idak setiap orang *ang menganut Islam memiliki keimanan *ang sama ter)adap ke'enaran Islam. "alam )al ini; seorang muslim )arus memiliki ke*akinan 'a)(a Islam adala) satu$satun*a din *ang ha'/ 0agi orang a(am ke*akinan ini diperole) melalui doktrin atau karena +igur pem'a(an*a *akni na'i Mu)ammad SA<.; dan para ulama. Sedangkan 'agi orang hawas (intelektual) me*akini ke'enaran Islam le'i) didominasi melalui pendekatan dalil Al$Qur an dan dalil rasio. Antuk men/adi seorang muslim *ang 'eriman kepada ke'enaran Al$Islam )arus melalui kesakian s*a)ada) testimon* *ang diikrarkan di depan imam. Ke1uali 'agi mereka *ang suda) Islam se/ak ke1il. Istila) lain kesaksian ini adala) ba)Cah/ Mukmin adala) orang *ang 'enar$'enar me*akini (tanpa ragu sedikit pun) 'a)(a 5in $l"Islam adala) satu$satun*a din 1iptaan Alla); sedangkan din *ang lain adala) 'at)il. <alaupun demikian; mereka tetap 'ersikap tolerans kepada penganut agama lain. Setela) seseorang men*atakan keimanann*a; ia )arus 1 omitted kepada al$Islam *akni &erhi'rah dan &er'ihad se'agaimana di/elaskan di dalam Al$Qur an% 7(esungguhn)a orang"orang )ang beriman* orang"orang )ang berhi%rah dan ber%ihad di %alan $llah* mereka itu menghara#kan rahmat $llah* dan $llah Maha !engam#un lagi Maha !en)a)ang7/@/ , : ,-. : Iman Melalui $aioat 0/ay0ah1 Menganut Islam 'ukanla) se'ua) pemaksaan; akan tetapi untuk memasuki Islam ada ger'ang *ang )arus dilalui *akni ()ahadah (kesaksian); *aitu mengu1apkan s)ahadatian *ang isin*a mengakui tidak 3u)an selain Alla) dan mengakui kerasulan na'i Mu)ammad SA<. Ikrar dua kalima) s*a)adat terse'ut )arus dilakukan di depan imam se'agai saksi. 0aru setela) itu keislamann*a diumumkan kepada pu'lik. Ini 'erlaku 'agi orang *ang masuk Islam pada usia 'alig) (de(asa). 3etapi tidak 'erlaku 'agi orang$orang *ang suda) memeluk

!1

Islam se/ak ke1il. Se'agai 1onto); Ali; 9atima) dan Asma masuk Islam se/ak ke1il; mereka semua tidak melalui persaksian (testimon*) di )adapan imam. 0aiat i'arat kontrak ker/a. Seorang 'uru) tidak 'ole) langsung 'eker/a se'elum ada per/an/ian antara 'uru) dengan ma/ikan (direktur); kalau dia 'eker/a se'elum ada per/an/ian kontrak ker/a; maka ia tidak mungkin menerima upa) (alaupun suda) 'eker/a keras. Kalau seseorang mau mendapatkan upa); )arus ada kontrak ker/a le'i) da)ulu. "emikian pula dalam 'eri'ada); seseorang *ang semula nonmuslim; tidak 'isa langsung 'eri'ada) kalau 'elum melalui bai4at di depan Imam. ?adi +ungsi bai4at se'agai (intu )ea&sahan 'eri'ada). Kesakisian di depan imam ini sering dise'ut 'ai a). "asar pi/akann*a adala) Al$ Qur an surat #5 % 1: % S il L S[ Ii G H K Ky K ZL b Gi If KN K n Kt K PN K Pa Kg S KU IV K} IJ KU K L SH S\ Iw K f KN K G GM Iq K Pa Kw b S K K Kw K} Ia K Kd Ip S qn Sq IV K KE I Ky S Zn b Gq Ky K ZO b K Es Gq S P_ Kq G Pa Kw bc SR Kw K Es Gq S P_ Kq G} K q ST bZ O bc S (1:)Pa D i SN K Z] D IV K (esungguhn)a orang"orang )ang ber%an%i setia (ba4iat) ke#adamu sesungguhn)a mereka ber%an%i setia ke#ada $llah/ .angan $llah di atas tangan mereka* maka barang sia#a )ang melanggar %an%in)a nisca)a akibat ia melanggar %an%i itu akan menim#a dirin)a dan barang sia# mene#ati %an%in)a ke#ada $llah* maka $llah akan memberin)a #ahala )ang besar/8F Se1ara umum bai4at 'erasal dari kata Ara' dengan 'entukan kata pokok ba")a"4a *ang artin*a men/ual atau mem'eli; se'agaimana QS 2 % 22, 'a)(a Alla) meng)alalkan /ual 'eli (al"baiCa) dan meng)aramkan ri'a. ?uga di dalam Al$Qur an surat al$?umuBa) a*at 1: *ang artin*a "an tinggalkanla) al"bai4a (/ual 'eli) 2, "alam kaitan dengan tau)id 3ubbNbi)ah; kata bai4at 'erarti nia#a (QS. .1 % 1:); maksudn*a; 'a)(a seseorang *ang tela) di$ bai4at 'erarti tela) menanda*tan#ani )ontra) untuk 'erniaga dengan Alla) di mana dalam perniagaan itu (a/i' menggunakan aturan dan undang$undang *ang tela) di'uat ole) Alla). &engertian bai4at dalam kaitann*a dengan konsep tau)id Mulki)ah 'erarti men'ual (QS 6 %111); *akni men/ual diri dan segala milikn*a kepada Alla). "alam )al ini Alla) mem'elin*a dengan s*urga. Sedangkan dalam kaitan dengan tau)id Uluhi)ah; bai4at 'erarti 'an'i9 *akni /an/i manusia untuk menga'di kepada Alla); maka se/ak adan*a per/an/ian itu; manusia (a/i' merasa terikat dengan aturan Alla).
>andasan t$ntan( %$ntin(n/a b$r!ama2ah antara lain hadis dari ?mar ibn Khattab /an( m$n/atakan bah<a @ Aidak sah #slam tan%a !ama2ah, tidak sah !ama2ah tan%a #mamah, tidak sah #mamah tan%a bai2at, dan tidak sah bai2ah tan%a k$taatanB. 2, Camli Kabi Ahmad Diddi= Abdurrahman, 2ai'at, 3at" Prinsip #erakan Islam , -l&a<az Pr$ss, *))E, hal. E0 - E). Judul aslin/a adalah .l-2ai(ah fi al-4i5$m al-3iy$sy al.slam, 0a 6a i7$t"h fi al-hay$t as-siy$siyyah 0a al-M"($8irah.
2#

!2

Hi'rah % Setela) seseorang men*atakan keimanan*a; mereka (a/i' 'er)i/ra) se1ara total. Al$ Qur an se1ara tegas men/elaskan 'a)(a apa'ila seseorang tela) men*atakan diri se'agai mukmin; ia )arus 'er)i/ra); kemudian 'er/i)ad. Alla) menegaskan % 215) d e i S~ K ~ e E\ G K y G ZU b K y S Z b Ka K I~ K O K E G] Iq KR KF ST KUV Gy S ZW b S i_ S K S ZUn Gt K P KU K ZU] G K Pt K } K q ST bZU K ZEM GJ K Zv K } K q ST bZ b Oc S) 7(esungguhn)a orang"orang )ang beriman* orang"orang )ang berhi%rah dan ber%ihad di %alan $llah* mereka itu menghara#kan rahmat $llah* dan $llah Maha !engam#un lagi Maha !en)a)ang7/@/ , : ,-. : s Ig Kv G Pi KT SU IV Kd Ip G G s Ig KR KF ST KUV G ZU] G^ K w KU K ZU IU K Zv K K }q ST bZU K y S ZW b S i_ S K Sd Ip SH S\ Gw IV KU K d Ip ST SZE KJ I Kg S ZUn Gt K P KU K ZU] G K Pt KU K ZEM GJ K Zv K } K q ST bZ b Oc S f KN K C Kc S] G^ I M b TZ d G Gi If Ks K K} S qn TZ Sd IQ G U] G^ K M Io K I ZO Sc SU K ZU] G S Pp Kq G o b K v I r K } IJ S d Ip So Sq KC KU K } IJ S d I GT K PJ K ZU] G S Pp Kq Gd IT KU K ZEM GJ K Zv K } K q ST bZU K 22)] e i^ S g KO K Ef Ga Ks Il K Pa Kg Sy G ZU b K e PKiJ S d Ip GM Ki Ig KU K d I GM Ki Ig K E Ix K p(esungguhn)a orang"orang )ang beriman dan berhi%rah serta ber%ihad dengan harta dan %iwan)a #ada %alan $llah dan orang"orang )ang memberikan tem#at kediaman dan #ertolongan (ke#ada orang orang )ang hi%rah) mereka itu satu sama lain lindung melindungi1" .:2, : 0agaimana pengertian )i/ra) *ang se'enarn*a Hi/ra) ada dua ma1am *akni )i/ra) Makani dan )i/ra) 3al&i. Hi/ra) makani iala) pinda) dari satu komunitas ke komunitas *ang lain se'agaimana na'i dan para sa)a'an*a )i/ra) dari meka) ke Medina). 3u/uann*a untuk mem'uat komunitas mas*arakat *ang diatur ole) )ukum Alla) *ang as'olut *akni Al$Qur an. orang *ang rugi. Alla) menegaskan di dalam Q.S # % 62 s'' % Ds K S ZU K y S Zb G ~ IV K} I Gl Kd IT KV K ZET GPx KS ~ I IK Z SK }i\ Ss K I o KH IJ G PM bQ G ZET GPx Kd Io GM IQ G d K i S ZET GPx Kd Ip SH S\ Gw IV K a ST SP K G K S Ka KT IZ d Gt G P bE Kl K} K q ST bZ O bc S (62)Z] D i^ S J K I v K P KU K d GM bp K K d It G ZU K IJ K R KF ST KU G K Pp K i S ZU] G S Pp Ko G K (esungguhn)a orang"orang )ang diwafatkan malaikat dalam keadaan mengania)a diri sendiri (ke#ada mereka) malaikat bertan)a 6@5alam keadaan bagaimanakah kamu ini (diwafatkan)T@/ !ara malaikat bertant)a #ula 6@Bukanlah bumi $llah itu luas sehingga kami da#at berhi%rah di bumi ituT@/ Lrang"orang itu tem#atn)a nereka %ahannam dan seburuk"burukn)a tem#at ibadah@/ Sedangkan )i/ra) *ang lain adala) )i/ra) 3al&i" Menurut Al$Qur an surat 6: a*at 1: ditegaskan % Wahadain>hu an"na%dainn (Kami menun/ukin*a dengan dua /alan19 *akni /alan *ang 'at)il dan /alan *ang )a8 Hi'rah adala) pinda) dari ke'iasaan 'uruk kepada ke'iasaan !! Apa'ila ia 'erada dalam komunitas /a)ili*a) dan tidak mau 'er)i/ra); lantas di'inasakan ole) orang ka+ir; maka ia termasuk

'aik; dari perilaku /a)ili*a) kepada perilaku Ila)i*a); dari dunia gelap gulita (d,ulumat) ke /alan *ang terang (nur)/ Jihad Ke(a/i'an lain seorang mukmin adala) 'ihad. ?i)ad adala) 'er/uang se1ara maksimal untuk menegakkan )ukum Alla) di muka 'umi dengan mengera)kan +ikiran; tenaga; )arta 'a)kan dara) dan n*a(a; se'agaimana di/elaskan di dalam Al$Qur an surat .1 % 1:$12% I d GT SZE KJ I Kg Sy S ZW b S i_ S K SO K Un Gt S P Kl GU K L ST SE G~ KU K y S Pg b SO K EM GJ S[ Il G ( 1:)d iT SV K Z KN K } IJ S d I G i SM Il Gm ~ K P Kl S f KN K d I GT XY GV KW It K ZEM GJ K Zv K } K q ST bZ Pp Kq XV KPq K S D_ Ki K } KQ S PH KJ KU K ~ G Pp Kw I IK Z Pp Ko S Il K} IJ S ] S Il K PM b K d I Gf I Sn Iq GU K d I Gg K Ew G| Gd I GT K] I\ S Iq K ( 11)O K Ea Gf Ks Il Kd Io GM IQ G O Ic Sd I GT K] ei I K d I GT S| Kd I GH S\ Gw IV KU K (12)d G i Ss KT IZ GE I\ KT IZ R KT S| KO n IN K S PM b K 7Hai orang"orang )ang beriman* sukakah kamu $ku tun%ukkan suatu #erniagaan )ang da#at men)elamatkan kamu dari a,ab )ang #edihT()aitu) kamu beriman ke#ada $llah dan 3asul"I)a dan ber%ihad di %alan $llah dengan harta dan %iwamu/ Itulah )ang lebih baik bagi kamu %ika kamu mengetahuin)a* nisca)a $llah akan mengam#uni dosa" dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga )ang mengalir di bawahn)a sungai" sungai* dan (memasukkan kamu) ke tem#at tinggal )ang baik di dalam surga O$dn/ Itulah keberuntungan )ang besar 7/ "alam perniagaan itu; *ang di/ual ole) manusia kepada Alla) adala) )arta dan /i(a. Harta di sini termasuk uang; keluarga; peker/aan; dan apa sa/a *ang ada pada dirin*a. Sedangkan *ang dimaksud dengan /i(a adala) (aktu; keinginan; pola +ikir; dan ke'iasaan; 'aik sukarela maupun terpaksa (thawCan aw katrhan) Karena )arta dan /i(a seorang mukmin tela) di'eli ole) Alla) dengan s*urga; maka ia )arus menggunakan )arta dan /i(an*a itu untuk 'er/i)ad ('er/uang sunggu)$ sunggu)) dalam 'eri'ada); 'aik i'ada) ritual maupun i'ada) mu amala) dalam +ungsin*a se'agai khalifah fil ardl/ Implemetasi /i)ad antara lain adala) menunut ilmu se1ara terus menerus tanpa )enti dari mulai lepas dari pangkuan i'u sampai mati; se)ingga mampu mela)irkan sains; teknologi dan seni dalam rangka mengelola segala sum'er da*a alam untuk kese/a)teraan umat manusia. Apa'ila seorang muslim 'erperilaku se'alikn*a *akni merusak; maka statusn*a se'agai seorang *ang mengaku )am'a Alla) )arus di1oret. "ertan5aan 4enun#an :

!#

Apaka) anda *akin 'a)(a a/aran Alla) *ang da)ulu di'a(a ole) na'i Musa a.s dan na'i Isa as; tela) mengalami 'an*ak peru'a)an +undamental ?a(a'ann*a % =a; *akin sekali.

Apaka) ada 'ukti ke ara) itu ?a(a'ann*a % Satu 'ukti autentik adala) adan*a pergeseran dari konsep 3u)an *ang monot)eisme murni kepada monot)eisme *ang samar$samar.

Mana *ang paling rasional menurut anda; apaka) konsep 3u)an *ang monot)eoisme murni se'agai di/elaskan ole) Al$Qur an surat al$Ik)las; atau monot)eisme )asil +alsa+a) manusia ?a(a'ann*a % Monot)eisme murni se'agaimana di/elaskan ole) Al8ur an surat al$Ik)las.

"i dalam Al$Qur an surat Al$0a8ara) a*at .2 ada konsep amana billah ('eriman kepada Alla)). Apaka) sekadar me*akini adan*a Alla) atau me*akini adan*a Alla) tanpa s*irik ?a(a'ann*a % Me*akini adan*a Alla) tanpa s*irik.

0agaimana pandangan anda; apaka) mengimani adan*a Alla) *ang 'er1ampur s*irik adala) tindakan *ang etis ?a(a'ann*a % Sangat tidak etis. "osa s*irik; apaka) termasuk dosa ideolog* atau dosa kriminal ?a(a'ann*a % "osa ideolog*. ?ika seorang muslim me*akini 'a)(a Alla) Ma)a 7sa tetapi dili)at dari tau)id Ru''u'i*a); Muki*a) dan Alu)i*an*a tern*ata tidak terealisasi; apaka) *ang demikian dise'ut tau)id *ang 'enar ?a(a'ann*a % Sala). dan keliru.

Kalau 'egitu keper1a*aan kepada Alla) *ang 'agaimanaka) *ang dapat men*elamatkan manusia ?a(a'ann*a % Keper1a*aan kepada Alla) *ang diikuti dengan ketaatan kepada Alla) dengan segala aturann*a; *akni )ukum Al$Qur an.

Apaka) seorang muslim dinilai 'eriman

kepada Alla);

apa'ila ia

memper1a*ai keesan Alla) tetapi tidak melaksanakan i'ada) ?a(a'ann*a % 3idak 'eriman; se'a' 'eriman )arus di'uktikan dengan ketaatan 'eri'ada). Apaka) segala ma1am ritual akan 'ernilai man+aat apa'ila tidak mem'ua)kan ak)lak *ang 'aik ?a(a'ann*a % 3idak 'erman+aat; 'a)kan orang *ang s)alat tetapi tidak mau men1ega) maksiat; maka ia akan ditempatkan di neraka <ail. Kakalu 'egitu di mana se'enarn*a muara 'eragama itu ?a(a'ann*a % Iala) ak)la8 *ang 'aik sesuai petun/uk Al$Qiur an.

!,

Apaka) orang *ang suka menolong orang lain tetapi tidak perna) s)alat tergolong 'erak)lak 'aik ?a(a'ann*a % 3idak; karena ak)lak )arus meliputi tiga dimensi *akni )u'ungan dengan Alla); dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar.

Kini; apaka) anda memiliki tekad untuk men/adi muslim *ang 'erak)lak 'aik dalam seluru) dimensin*a ?a(a'ann*a % =a; dan itu )arus. Apaka) setiap muslim suda) pasti seorang mukmin ?a(a'ann*a % 0elum tentu. Mengapa demikain ?a(a'ann*a % Karena mungkin sa/a seseorang 'eragama Islam tetapi tidak *akin akan ke'enaran Islam. 0agaimana 1aran*a agar muslim men/adi mukmin ?a(a'ann*a % untuk men/adi mukmin ia )arus mampu me*akini 'a)(a al$Islam adala) satu$satun*a din *ang ha'/ Kalau suda) mengimani 'a)(a Islam adala) din *ang ha'; apaka) ia di/amin akan selamat di ak)irat ?a(a'ann*a % Sangat tidak di/amin. 0agaimana 1aran*a agar seorang mukmin selamat di ak)irat ?a(a'ann*a % Ia )arus mengamalkan Al$Qur an se1ara total. 0agiamana 1ara mengamalkan islam ?a(a'ann*a % Iala) dengan 'er)i/ra) dan 'er/i)ad. 0agaimana implementasi 'er)i/ra) ?a(a'ann*a % Iala) meninggalkan pola +ikir dan perilaku ?a)ili*a) menu/u prilaku Ila)i*a). 0agaimana implementasi 'er/i)ad ?a(a'ann*a % Iala) 'ersunggu)$sunggu) dalam mempela/ari Islam; mengamalkan Islam dan mendak(a)kan Islam dengan segenap kemampunn*a se1ara maksimal dengan mengor'ankan )arta dan /i(a.

!.

$!$ Iq

!L*6/47!N %/M$E4 H/+/M I%L!M "E4,!M!


,u'uan Instru)sional /mum : Ma)asis(a me*akini 'a)(a Al$Qur an adala) 'enar$'enar (a)*u Alla); *ang merupakan aturan a'solut *ang 'er+ungsi se'agai pedoman )idup; se)ingga termoti4asi untuk mengamalkan seluru) a*at$a*atn*a se1ara konsisten. ,u'uan Instru)sional +husus : Ma)asis(a dapat men/elaskan se1ara a8li dan na8li 'a)(a Al$Qur an se'agai (a)*u Alla). Ma)asis(a dapat menggunakan metode studi Al$Qur an dengan tepat . Ma)asis(a termoti4asi untuk seluru) a*at Al$Quran se1ara kaffah di dalam ke)idupan se)ari$)ari. "o)o)*(o)o) Materi : "rolo# : Al$Qur an 'ersi+at glo'al (mu%mal) *ang memerlukan perin1ian. Misaln*a perinta) s)alat; s)aum maupun )a/i )an*ala) dengan kalimat singkat % a'imis shalat* kutiba 4alaikum as"shiam* wa atimmu alha%%* sedangkan tentang tata1ara menger/akann*a tidak di/elaskan di dalam Al$Qur an. Antuk men/elaskann*a; datangla) Rasululla) SA< mem'erikan pen/elaskan; dari mulai tata1ara s)alat; 'erruma) tangga; 'erekonomi sampai urusan 'ernegara. &en/elasan rasul itu dise'ut %unnah 4asul. Setela) Rasul (a+at; permasala)an umat tetap 'ermun1ulan misaln*a persoalan 'a*i ta'ung; inseminasi; eut)anasia; dll. &ersoalan demikian 'elum terakomodir di dalam Al$Qur an maupun )adits; ole) karena itu memerlukan sum'er )ukum *ang ketiga; *akni i/ti)ad. Al$Qur an merupakan (a)*u dari Alla) S<3 *ang diturunkan kepada na'i Mu)ammad SA< dengan menggunanakan 'a)asa Ara'. Agar +ungsi Al$Qur an se'agai hida)ah (guidance) atau wa) of life 'enar$'enar e+ekti+; maka Al$Qur an 'ukan sa/a perlu diter/ema)kan tetapi perlu /iuga dita+sirkan. ara mena+sirkan Al$Qur ;an 'isa menggunakan dua pendekatan; *akni tafsir bil maCtsur dan 'isa menggunakan tafsir bilmaC'uli. Kini 'an*ak toko)$toko) Islam aliran rasional >i'eral; *ang mena+sirkan Al$Qur an dengan dominasi akal. &endekatann*a ada tiga *akni ta+sir Mate+oris; ta+sir Hermeneutika dan ta+sir dengan pendekatan Sosial Kese/ara)an. "em&u)tian !l*6ur7an se&a#ai .ah5u dalam "erse()etif %ains : 0an*ak sekali a*at$a*at Al$Qur;an *ang 'erisi in+ormasi tentang alam semesta *ang dapat di/adikan 'ukti 'a)(a Al$Qur an adala) (a)*u Alla); 'ukan kar*a manusia; 'e'erapa di antaran*a adala) % 3entang a(al ke/adian langit dan 'umi. "i dalam QS. 21 % !: Alla) menegaskan % Apaka) orang$orang la+ir tidak mengeta)ui; sesunggu)n*a langit dan 'umi da)ulun*a

!2

adala) satu *ang padu; maka kemudian kami lontarkan. "an Kami /adikan semua mak)luk )idup dari air; apaka) mereka tidak mau 'eriman. 3entang pergerakan gunung dam lempengan 'umi. QS %"an kamu meli)at gunung; kamu men*angka gunung itu diam. 3idak gunung itu 'ergerak se'agaimana gerakn*a a(an. -a'i =usu+ 'erkata % =a a*a)ku ada se'elas planet *ang 'ersu/ud kepadaku. Alla) se'agai pen1ipta alam ini menegaskan di dalam Al$Qur an 'a)(a planet itu ada se'elas. &ada)al para a)li astronomi 'erpendapat )an*a ada sem'ilan planet. Siapa *ang 'enar Alla) se'agai pen1iptan*a atau manusia *ang )an*a men1ari dan menemukann*a. &asti Alla) *ang 'enar. 0aru pada ta)un$ta)un terak)ir ini para a)li astronomi menemukan 'a)(a planet itu ada se'elas. Mana mungkin Al$8ur an mampu mem'eri in+ormasi tentang alam *ang men/adi ilmu pengeta)uan modern; seandain*a Al$Qur an 'ukan kar*a Alla). A*at$a*at di atas mem'uktikan 'a)(a dili)at dari perspekti+ sains; Al$Qur an pasti kar*a Alla); +irman 3u)an 'ukan kar*a n'a Mu)ammad SA<. $ahasa !l*6ur7an : Alla) menegaskan Sesunggu)n*a Kami menurunkan Al$Qur an dalam 'a)asa Ara'. Ini penegasan dari Alla) S<3; 'a)(a Al$Qur an adala) 'a)asa Ara'; 'a)asa *ang dipakai ole) na'i Mu)ammad dan ole) mas*arakat Ara'. 3u/uann*a suda) pasti agar Al$ Qur an muda) di+a)ami. Al$QurBan menggunakan )uru+ Ara' 'ukan )uru+ lainn*a; dengan demikian maka 'a)asa dan tulisan Al$QurBan memang mutlak 'a)asa Ara' 'ukan 'a)asa *ang serumpun 'a)asa Ara'. Kalau mau dikatakan serumpun maka )arus dikatakan serumpun dengan 'a)asa Semit 'ukan serumpun 'a)asa Ara'. Se'agai tam'a)an pen/elasan; menurut Ismail Al$ 9aru8i; 'a)asa Semit *ang masi) )idup sampai saat ini adala) 'a)asa Ara'. "engan demikian maka 'a)asa Al$QurBan adala) 'a)asa Ara'; 'a)asan*a orang Ara' 'ukan serumpun dengan 'a)asa Ara'. &ada umumn*a orang$orang Ara' dalam per1akapan mereka se)ari$)ari menggu$ nakan 'a)asa Ara' Baumi)ah sedangkan Al$Qur an menggunakan 'a)asa Ara' &ush>. "i samping itu untuk dapat mema)ami suatu teks tidak 1ukup dengan mengeta)ui kosa kata (mufradat) tetapi )arus 'er'ekal ilmu pengeta)uan tentang isi teks. Sar/ana sastera Indonesia misaln*a; tidak otomatis dapat mema)ami teks 'uku$'uku Ilmu Kimia. 0egitu pun sar/ana

!5

Kimia tidak otomatis mema)ami teks tentang +ilsa+at. Antuk mampu mema)ami teks ilmu pengeta)uan; )arus memiliki s*arat$s*arat; antara lain mema)ami su'stansi materi; memiliki frame of reference *ang teratur; serta memiliki paradigma 'er+ikir *ang menun/ang. Ketidakmengertian se'a)agian orang Ara' ter)adap teks$teks Al$Qur an tidak menun/ukkan 'ukti 'a)(a Al$Qur an 'ukan 'a)asa Ara'. 3un#si !l*6ur7an Aturan Alla) *ang terdapat di dalam Al$QurBan memiliki tiga +ungsi utama; *akni se'agai hud% (petun/uk); &ayyin%t (pen/elasan) dan $ur#%n (pem'eda). Se'agai hud>; artin*a Al$Qur an merupakan aturan *ang )arus diikuti tanpa ta(ar mena(ar se'agaimana papan petun/uk ara) /alan *ang dipasang di /alan$/alan. Kalau seseorang tidak mengeta)ui ara) /alan tetapi sikapn*a /usteru menga'aikan petun/uk *ang ada pada papan itu; maka suda) pasti ia akan tersesat ( QS. 1!% !2). &etun/uk *ang ada pada Al$Qur an 'enar$'enar se'agai 1iptaan Alla) 'ukan 1erita *ang di'uat$'uat (QS. 12%111). Semua a*atn*a )arus men/adi ru/ukan termasuk dalam mengelola 'umi. "engan menggunakan kedua ma1am )ukum se1ara 'eriringan *akni )ukum alam dan )ukum Al$Qur an; ditu/ukan antara lain untuk menampakkan ke/a*aan Islam dan mengala)kan segenap tata aturan 1iptaan manusia (li)udlhirah 4al>ddini kullih) se'agaimana ditun/ukkan ole) kemenangan negeri Madina) atas negeri Meka) *ang ?a)ili*a) ( futuh Meka)). Supa*a tu/uan itu 'isa di1apai maka )ukum Alla) (Al$Qur an) )arus 'enar$'enar di/adikan undang$undang ole) para khalifah fil ardl dalam mengelola 'umi. Sedangkan Al$Qur an se'agai ba))in>t 'er+ungsi mem'erikan pen/elasan tentang apa$apa *ang dipertan*akan ole) manusia. "alam +ungsin*a se'agai &ayyin%t; Al$QurBan )arus di/adikan ru/ukan semua peraturan *ang di'uat ole) manusia; /adi manusia tidak 'ole) mem'uat aturan sendiri se'a' sistem aturan produk akal manusia sering )an*a 'ersi+at trial and error. 9ungsi ketiga Al$Qur an adala) se'agai $ur#%n atau pem'eda antara *ang ha' dan *ang b>thill; antara muslim dan luar muslim; antara nilai *ang di*akini 'enar ole) mukmin dan nilai *ang dipegang ole) orang$orang ku+urr. Antuk 'isa mema)ami dan menggali +ungsi$+ungsi Al$Qur an; 'aik se'agai hud>* ba))in>t maupun fur'>n se1ara mendalam; maka Al$Qur an perlu dipela/ari 'agian demi 'agian se1ara 1ermat dan tidak tergesa$gesa (QS. 2, % 1.$12; QS. 12 % 1:,$1:.); mema)ami mun>sabah atau )u'ungan a*at *ang satu dengan *ang lain; surat *ang satu dengan surat *ang lain. !6

Selan/utn*a +ungsi lain Al$Qur an se'agai Syi$a 0o&at9 rese(1 I'arat resep dokter; pasien sering sulit mem'a1a resep dokter apalagi mema)amin*a; akan tetapi (alaupun 'egitu; pasien tetap per1a*a 'a)(a resep itu 'enar musta)il sala) karena dokter di*akini tidak mungkin 'o)ong. Inila) ke'enaran otoritas. "emikian pula dengan Al$Qur an; ia a adala) resep dari Alla) *ang suda) pasti 'enar musta)il sala) karena Alla) adala) Ma)a 0enar. "engan demikian (alaupun ada 'e'erapa a*at Al$Qur;an *ang untuk sementara (aktu 'elum dapat di+a)ami ole) ratio; tak apa tetapi tetap )arus dilaksanakan; se'a' menunggu dapat mema)amin*a se1ara penu) 'isa keburu mati. ?uga o'at dari dokter kadang rasan*a manis kadang pa)it; tetapi dokter 'erpesan agar o'at terse'ut dimakan sesuai aturan dan sampai )a'is; se'a' kalau tidak tepat aturan dan tidak sampai )a'is; pen*akitn*a tidak akan sem'u). "emikian pula dengan Al$Quran se'agai o'at; tidak selalu )arus se/alan dengan perasaan (feeling) kemauan (willing) dan ratio (thinking)/ Alla) meng)endaki agar seorang mukmin mengamalkan seluru) a*at Al$Qur an tanpa terke1uali. &emila)an dan pemili)an a*at$a*at tertentu untuk diamalkan sedangkan a*at *ang lainn*a di'iarkan adala) sikap ku+ur (IuCminu bibaUdlin wa nakfuru bibaCdlin). Cara menafsir)an !l*6ur7an : Antuk mema)ami isi atau pesan Al$Qur an *ang terkandung dalam seluru) a*at Al$ Qur;an tidak 1ukup dengan ter/ema); se'a' ter/ema) )an*ala) ali) 'a)asa; tetapi perlu melakukan pena+siran ter)adap a*at Al$Qur an. "ili)at dari 1aran*a; dikenal dua ma1am pena+siran *akni ta+sir ta)lili dan ta+sir maud)ui..afsir .ahili iala) mena+sirkan Al$Qur an se1ara runtut; a*at pera*at; dari mulai surat $l"&>tihah a*at pertama sampai surat $n"I>s a*at terak)ir; tanpa terikat ole) tema; /udul atau pokok 'a)asan. Sedangkan tafsir Maudlu4i iala) pena+siran 'erdasarkan tema$tema *ang dipili) se'elumn*a. aran*a semua a*at *ang 'erkaitan dengan tema (maudluCi) *ang di'a)as diin4entarisir tanpa terikat ole) urutan surat; kemudian disistimatisir dan dita+sirkan se)ingga antara a*at *ang satu dengan a*at *ang lain saling melengkapi pem'a)asan tema. Misaln*a pem'a)asan tentang Ri'a; maka seluru) a*at *ang 'erkaitan langsung atau tidak langsung dengan masala) ri'a; diin4entarisir kemudian di'a)as menurut su'$su' tema se)ingga sampai kepada kesimpulan. "ili)at dari pendekatann*a; ta+sir ter'agi dua; *akni .afs=r bi al"MaCOtsur dan .afsirr bi al"Ma4'ul. =ang dimaksud .afsir bi al"MaCOtsur iala) mena+sirkan a*at dengan a*at atau dengan )adits. Sedangkan .afsir bi al"ma4'ul adala) pena+sirkan al$Qur an dengan logika. kalau

#:

3a+sir kedua ini sering /uga dise'ut tafs=r bi ar"3aC)i/ ?adi *ang dimaksud dengan tafsir bi ar"3aC)i adala) mena+sirkan Al$Qur an dengan menggunakan dalil$dalil logika. "ari sisi perspekti+n*a; ta+sir Al$Qur an /uga 'eragam 1orak Apa'ila pena+siran Al$ Qur an dili)at dari persepekti+ 1a'ang ilmu pengeta)uan tertentu seperti psikologi; sosiologi; 0iologi; dll; maka dise'utla) tafsir 4lmi. Sedangkan apa'ila didekati dari perspekti+ tasa(u+ dise'utla) ta+sir 3asa(u+ . "enafsiran !l*6ur7an )elom(o) 4asional Li&eral : Kini mun1ul kelompok orang *ang mena+sirkan Al$Qur an dengan dominasi rasio *ang 'iasa dikenal dengan se'utan kelompok rasional li'eral. Mereka menggunakan tiga pendekatan *akni ta+sir Meta+oris; ta+sir Hermenetika dan pendekatan sosial kese/ara)an. &en/elasann*a s'' % Pertama : ,afsir Metaforis %iala) mengam'il makna kiasan misaln*a ada pern*ataan 3ikus$tikus dipen/ara. &ern*ataan ini tidak rasional; maka kata tikus dimaknai koruptor. "emikian pula pern*ataan 'a)(a tongkat (asha) na'i Musa men/adi ular dianggap tidak rasional; karena kalau tongkat 'isa men/adi ular 'erarti tela) mengu'a) sunnatulla) pada)al sunnatulla) tidak akan perna) 'eru'a). Supa*a rasional; maka diam'illa) makna kedua dari kata asha *akni pegangan. "engan demikian maka pern*ataan men/adi % Musa melemparkan pegangan ('a1a% agama Islam) ke tenga)$tenga) mas*arakat . Agama Musa terse'ut tern*ata sanggup mengala)kan isme agama (ular$ular) a)li si)ir; se)ingga agama Musa menang lantas men*e'ar 1epat sekali; men'alar*'alar &a#ai)an ular. "emikian pula pern*ataan Al$Qur an *ang men*atakan 'a)(a na'i I'ra)im a.s tidak mempan di'akar api; adala) pern*ataan tidak rasional; se'a' tidak mungkin api *ang panas men/adi dingin. Karena kalau demikian 'erarti sunnatulla) api 'eru'a). Supa*a rasional; maka pern*ataan terse'ut )arus diita+sirkan s'' % I'ra)im di'akar ole) suasana mas*arakat *ang sangat panas &a#ai)an a(i. Selintas upa*a rasionalisasi Al$ur an ini 'agus sekali tetapi ketika ditan*a; 0agaimana ta+sir 'a)(a na'i Isa la)ir dari ra)im Mar*am *ang pera(an. Apaka) rasional . &ati kelompok ini tidak sangat sulit men/a(a' se1ara tepat dan rasional. Kedua, ,afsir Hermeneti)a : Iala) mena+sirkan a*at al$Qur an dari sisi 'atini. onto) % 3idak ada satu a*at pun 'a)kan satu )adits pun *ang melarang per'udakan. Akan tetapi 'an*ak sekali a*at Al$Qur an dan )adits *ang men/elaskan 'a)(a apa'ila seorang muslim melakukan pelanggaran atas aturan tertentu; ia terkena +inalti; *akni )arus #1

memerdekakan seorang )am'a sa)a*a ('udak 'elian). Kalau 'egitu pada )akikatn*a; pada sisi 'atinin*a Al$Qur an melarang per'udakan. Sampai di sini dapat di+a)ami. Akan tetapi kemudian 'ergeser kepada persoslan poligami. Menurut kelompok Rasional >i'eral; Alla) memang memerinta)kan seorang pria muslim untuk menika) dengan perempuan *ang 'aik ak)la8n*a sampai 'atas maksimal empat orang isteri. Akan tetapi Al$Qur an sendiri langsung men/elaskan 'a)(a apa'ila kamu k)a(atir 'er'uat tidak adil; le'i) 'aik satu isteri sa/a. 0a)kan )adits na'i men/elaskan 'a)(a pria *ang tidak 'ersikap adil dalam 'erpoligami; di ak)irat kelak akan 'er/alan merangkak dengan lida) *ang men/ulur. Kalau 'egitu demikian kelompok rasional >i'eral pada prinsipn*a pernika)an dalam Islam adala) monogam* dan meng)aramkan poligami. &ada)al poligami dilaksanakan ole) na'i dan 'an*ak para sa)a'at na'i. 0agaimana mungkin para sa)a'at tidak mema)ami pesan 'atini Al$Qur an. Ketiga : "ende)atan %osial +ese'arahan : Menurut kelompok Rasional >i'eral; )ukum itu 'erkem'ang sesuai dengan perkem'angan sosial. onto) % &ada @aman /a)ili*a); kaum (anita tidak mendapatkan )arta pusaka ((arisan). "atangla) Islam. Islam memandang 1ara demikian sangat tidak adil; maka Islam mengatur 'a)(a (anita mendapatkan (arisan tetapi setenga) dari 'agian pria. "iatur demikian; karena apa'ila (anita *ang semula tidak memperole) (arisan; ti'a$ti'a mendapat 'agian *ang sama dengan pria; 'esar kemungkinan akan mengaki'atkan )e'o) nasional. Itu dulu; empat 'elas a'ad *ang silam. Sekarang @aman suda) 'eru'a); ole) karena itu perlu ada reinterpretasi ter)adap konsep adil; apalagi (anita @aman sekarang 'ukan lagi pi)ak *ang tertanggung tetapi pi)ak *ang menanggung. le) karena itu pula; akan sangat memenu)i prinsip keadilan apa'ila 'agian perempuan sama 'esar dengan 'agian laki$laki. Mun1ulla) pertan*aan 'agi kelompok Rasional >i'eral % Apaka) adil itu adala) sama rata atau proporsional . Apaka) (arisan 'agi perempuan se'esar setenga) dari 'agian laki$laki *ang Alla) tetapkan dinilai tidak adil se)ingga perlu dire4isi 0ukanka) aturan Islam itu tela) sempurna . Kalau aturan Alla) masi) perlu re4isi; mengapa Alla) tidak menurunkan na'i *ang 'aru . &endapat$pendapat kelompok rasional li'eral *ang le'i) didominasi ole) akal ratio tela) mendapatkan penentangan )e'at dari para pemikir Islam lain *ang tafa''uh fiddin/

+riti) ,erhada( Metode Hermeneuti)a dalam Menafsir)an !l*6ur7an2r


Makala) ini diola) terutama dari 'e'erapa artikel *ang terdapat dalam Ma%alah Islamia* 7disi &erdana; /udul Heremeneutika 4ersus 3a+sir Al$Qur an. &ara penulis artikel terse'ut adala) Adian Husaini; MA; Hamid 9a)m* arkas*i;
2.

#2

Ha)i)at Hermeneuti)a Hermeneutika 'erasal dari kata =unani hermeneuin *ang 'erarri mena+sirkan. Hermeneutika adala) mena+sirkan teks sesuai dengan maksud si pem'uat teks. &eran ini persis seperti +igur Hermes; seorang utusan "e(a dalam mitologi =unani *ang 'ertugas mem'a(a pesan$pesan tu)an eus kepada manusia. Karena pesan itu masi) dalam 'a)asa langit; maka perlu pena+sir *ang 'isa mena+sirkann*a men/adi 'a)asa 'umi; 'a)asa *ang di+a)ami manusia.22 Menurut Hans eorge adamer; )ermeneutika adala) %"i dalam apa *ang tersirat (in the verbum interius). "alam per1akapan se)ari$)ari; apa$apa *ang ada pada idea seseorang tidak selaman*a dapat dituangkan dalam 'entuk kata$kata. le) karena itu; orang *ang dia/ak 'i1ara )arus mampu menangkap makna *ang tersirat dari apa *ang diu1apkan seseorang (*ang tersurat). &enggunaan Hermeneutika se'agai the art of inter#retartion dilaun1)ing ole) ?.;. "ann)eur1)er dengan 'ukun*a *ang 'er/udul Hermeneutica (acra (ive Methodus 1D#onendarum (acrarum Aiterarrum ((acred Method or the Method of 1D#alanation of (acred Aiteratur) ter'it ta)un 1.,#. "alam )al ini; teks 0i'le dianggap tidak sakral lagi; tetapi disamakan dengan teks$teks lainn*a. Mereka tidak meletakkan 0i'le se'agai kita' keagamaan *ang sakral lagi; se)ingga peran teologi tergeser dalam )ermeneutika. Mas*arakat 7ropa lantas le'i) memper1a*ai akal manusia dan tidak per1a*a lagi kepada agama dan otoritas tradisional. ita$1ita mas*arakat li'eral; sekuler dan demokrat mulai mun1ul perla)an$la)an. ?o)an S.Semler (122,$1261) men*atakan 'a)(a penggunaan )ermeneutika dalam pena+siran 0i'le )arus memenu)i s*arat *akni 1). &ena+sir 0i'le )arus men*adari /arak dirin*a dengan teks 0i'le 2). Hermeneutika 0i'le )arus meng)ormati aturan uni4ersal dalam menginterpretasi teks. "engan dua s*arat ini maka pena+sir 0i'le akan e+ekti+. "i samping itu; pengguna )ermeneutika )arus memiiki logika 'a)asa *ang 'aik se'a' se'agaimana dikatakan ole) S1)leierma1).; )ermenetika 'ertu/uan untuk mema)ami se'ua) (a1ana (discourse) dengan 'aik; kalau perlu le'i) 'aik daripada si pem'uatn*a (to understand the discourse %ust well as well as and even better than its cerator)/ Memiliki ke1erdasan dan sensiti+itas dalam 'a)asa tidak 'isa tidak )arus dimiliki ole) pengguna )ermeneutika karena se'agaimana ditegaskan ole) Hans eorge adamer; 'a)asa
MA; Malki A)mad -sir; MA; Adnin Armas; MA; "r. Agi Su)arto; &ro+. "r. <an Mo)d -or <an "aud. 22 Ri1)ard 7.&almer; Hermeneuti1s % Inter#retation .heor) in (chleirmarcher* 5ilthe)* Heidegger and -adamer ; 74antons % -oert)(estren Ani4ersit* &ress; 16.6; )al. 12$1!.

#!

'er+ungsi se'agai media *ang paling 'aik dan uni4ersal 'agi ter/adin*a dialog. &endapat adamer *ang )an*a menitik'ertakan )ermeneutika kepada persoalan 'a)asa teks ini; dikritik ole) Ha'ermas; menurutn*a )ermeneutik le'i) dari itu *akni untuk mengapresiasi pada as(e) luar )e&ahasaan *aitu )u'ungan antara idi4idu atau masa*arakat dengan *ang lainn*a. Se'a' 'a)asa; demikian lan/ut Ha'ermas dapat memun1ulkan 'ias dan kepentingan untuk ter/adin*a distorsi #seudo komunikasi ; 'a)kan mengandung unsur dominasi dan paksaan$paksaan. le) karena itu untuk memperole) ke'enaran makna se'ua) teks 'ukan )an*a perlu mema)ami idea si pem'uat teks tetapi /uga )arus melakukan komunikasi dan ekslporasi ter)adap pema)aman 'an*ak orang tentang teks itu. +riti) terhada( 4asionalisasi ,afsir !l*6ur7an : Se'enarn*a upa*a rasionalisasi ta+sir Al$Qur an 'ukanla) )al 'aru; misaln*a pena+siran Mu)ammad A'du) tentang surat al$9il *ang 'er'eda dengan ta+siran terda)ulu. Menurut ta+sir I'n A''as dan lain$lain; 'urung $b>bil itu melempar pasukan ga/a) dengan 'atu dari neraka (si%%il); Setiap 'urung mem'a(a tiga 'utir 'atu; dua 'utir di kedua kakin*a dan satu 'utir di paru)n*a. 0atu terse'ut adala) 'atu ke1il dari tana) *ang mem'ara. 25 3etapi Mu)ammad A'du) dengan ta+sir meta+oris rasionaln*a 'erpendapat lain; menurutn*a si%%il 'ukanla) 'atu dari neraka tetapi 'erupa 4irus. "engan serangan 4irus itula) tentara A'ra)a) men/adi sakit para) dan ak)irn*a mati. Rasionalisasi Al$Qur an dilakukan dengan pendekatan ta+sir Meta+oris; misaln*a tentang muk/i@at na'i Musa. -a'i Musa memukulkan tongkat ke laut se)ingga ter'ela) men/adi /alan. Menurut kelompok rasional itu tidakla) mungkin se'a' men*ala)i sunna) Alla). Sunna) Alla) *ang 'ergerak di dalam )ukum kausalitas merupakan ketetapan *ang pasti; tidak 'eru'a). "emikian /uga ketika na'i I'ra)im di'akar tetapi tidak mati gara$gara apin*a men/adi dingin; pada)al si+at api se'agai sunna) Alla) adala) panas. "engan demikian tidak mungkin api *ang panas men/adi dingin karena kalau 'egitu sunna) Alla) tentang api tela) 'eru'a). Kalau sunna) Alla) 'eru'a) maka )ukum alam pun 'eru'a); kalau )ukum Alam 'eru'a)$u'a) maka tidak dapat di'uat rumus$rumus ilmu Alam; kalau 'egitu ilmu Alam tidak lagi men/adi ilmu pasti. Antuk mengomentari ini; ada 'aikn*a dikedepankan dulu pandangan "in S*amsudin. Menurut "in; dalam mengkonseptualisasikan Islam; umat Islam meng)adapi dua pro'lema intelektual. !ertama; ketika Islam di*akini se'agai agama *ang 'erlandaskan (a)*u; umat Islam di)adapkan kepada pro'lema *ang men*angkut hu&un#an a)al den#an ;ah5u.
25

Fahbah Guha/l/, Tafsir Al-Munir, (6$irut , *))*) Juz E0, hal.90+.

##

+edua* ketika Islam di*akini se'agai ke)idupan; umat Islam di)adapkan kepada persoalan hu&un#an antara a#ama dan (ersoalan )ehidu(an 0se)uler ).26 Apa*a rasionalisasi a*at Al$Qur an dalam 'atas$'atas tertentu sa)$sa) sa/a karena Islam memang rasional se)ingga Islam itu diperuntukkan 'agi orang$orang *ang 'erakal ($d" 5in al"$'l)/ -amun 'atasan rasional atau tidakn*a; logis atau tidakn*a sesuatu ke/adian sangat tergantung kepada kema/uan 'er+ikir dan ke'uda*aan termasuk perkem'angan sains teknologi *ang 'erkem'ang saat itu. "alam )al ini Ri1)ard 3)amas (166!) dalam 'ukun*a 'er/udul % The Passion o$ 4estern Mind menulis se'ua) /udul .he Crisiss of Modern (cience men*atakan 'a)(a ilmu 0arat *ang spektakuler itu tern*ata meng)adapi krisis antara lain setela) sekian ratus ta)un me*akini certaint) #rinci#le; sala) satu 'asi1 sains tentang kepastian )u'ungan se'a' aki'at atau 5i$ 6, then 7 tetapi pada perkem'angan 'erikutn*a tern*ata ada /uga Uncertaint) #rinci#le. Kausalit* tern*ata terlalu simplistik. Kini ditemukan 'a)(a partikel$ partikel saling mempengaru)i tanpa di)a*ati 'agaimana )u'ungan kausalit* di antara mereka.!: 0a)kan menurut 3)omas Ku)n; dalam sains terdapat akumulasi data *ang 'ertentangan *ang ak)irn*a menim'ulkan krisis paradigma dan setela) itu tim'ulla) suatu sintesis *ang ima/inati+; *ang ak)irn*a memperole) rekognisi ilmia); sedangkan *ang ter/adi ke ara) itu 'ersi+at non$rasional. Karena itu ilmu pengeta)uan *ang sekarang dianggap se'agai sesuatu *ang relati+. S Se'enarn*a alam se'agai +akta dengan segala )ukumn*a adala) a'solut; tetapi ilmu pengeta)uan alam *ang ditemukan manusia 'ersi+at relati+. Se'agai 1onto); 'a)(a Al$Qur;an men/elaskan 'a)(a planet itu ada se'elas (ihda *asyrata kauka&an); tetapi para a)li astronomi men*e'utkan )an*a sem'ilan. "emikian pulu)an ta)un pendapat itu mendominasi. Kemudian ditemukan lagi satu planet se)ingga 'er/umla) 1:; kini terak)ir ditemukan satu planet lagi se)ingga men/adi se'elas. ?adi /umla) planet se'agai +akta adala) a'solut namun pengeta)uan manusia tentang planet 'ersi+at relati+. "i samping itu perlu di+a)ami 'a)(a ada per'edaan antara pengeta)uan ( knowledge) dan ilmu (science). "alam kesimpulan penulis; pengeta)uan itu 'isa 'enar 'isa sala). &engeta)uan *ang 'elum tentu 'enar dise'ut persepsi atau opini; sedangkan pengeta)uan *ang suda) pasti 'enar dise'ut al"4ilmu atau ha'; &endek kata; pada )akikatn*a; ke'enaran (al"ha'* al"4ilmu) adala) mutlak; a'solut; sedangkan *ang 'er'eda$'eda adala) persepsi orang tentang ke'enaran.
26 Din 5/amsudin, Islam dan Politik Era Orde Baru, (,i%utat, Jakarta: PA. >o(os Fa"ana #lmu, 200*), hal. *. !: H$rman 5o$<ardi, Nalar, hal. E.

#,

Manusia dengan rasion*a 'erusa)a men1ari ke'enaran (ilmu). aran*a; setiap data *ang masuk ke otak akan diola) dengan paradigma 'er+ikirn*a se)ingga men/adi se'ua) pengeta)uan (kesimpulan); tetapi apaka) kesimpulan itu se'agai ilmu atau )an*a persepsi 'elumla) pasti. Karena itu (a/ar kalau kesimpulan seseorang tentang sesuatu suka 'eru'a)$ u'a). 3eori *ang )ari ini dianggap 'enar tetapi 'e'erapa ta)un kemudian dire4isi 'a)kan di'uang. "alam proses menemukan ke'enaran itu; manusia sering )arus menempu) kesala)an$kesala)an *ang 'an*ak tiada ter)ingga; atau 'ersi+at trial and error" Antungla) turun (a)*u. 9ungsi (a)*u adala) untuk mem'antu manusia agar /angan terlalu lama atau /angan terlalu sulit menemukan ke'enaran; terutama dalam persoalan$ persolan meta+isika atau tentang )akikat sesuatu. "an sangat mungkin kalau )an*a mengandalkan kekuatan nalar semata; terlalu 'an*ak )al *ang tak dapat ditemukann*a pada)al ilmu sangat penting dimiliki untuk 'ekal di dunia ini; misaln*a apa arti )idup; apa itu mati; 'agaimana setela) mati; apa itu s*etan dan 'agaimana sikap manusia ter)adap s*etan. <a)*u mem'erikan in+ormasi seputar masala)$masala) di atas *ang tidak mungkin dapat ditemukan melalui penelitian empirik. "alam pandangan penulis; manusia dengan rasio *ang 'er+ikir 'erlandaskan kausalit*; tida) dinilai ser&a mam(u untuk men1apai segenap ilmu; karena rasio memiliki da*a deteksi *ang ter'atas. le) karena itu; apa'ila rasio di/adikan se'agai ukuran segenap ke'enaran agakn*a terlalu riskan. "engan )u'ungan kausalit* se'agaimana di/elaskan di atas; di 0arat )an*a dikenal dua katagori ilmu; *akni Empirical Science (ilmu 7mpirik) dan Rational Science (ilmu rasional) 1m#irical science adala) manakala ke'enarann*a *ang 'ersum'er kepada indera terutama mata; dengan kata lain dapat dili)at; dio'ser4asi atau di'uktikan melalui eksperimen; misaln*a ilmu kedokteran; 9isika; Kimia; 0iologi; dll. ?ika dalam u/i 1o'a terse'ut tidak ter'ukti 'erarti teori itu sala). Sedangkan 3ational science iala) ke'enaran *ang 'ersum'er kepada rasio (akal). 0enar tidakn*a sesuatu diukur ole) signi+ikansi )u'ungan antara se'a' dan aki'at. Apa'ila ter/adi )u'ungan se'a' dan aki'at *ang /elas; maka itu dikatakan logis; rasional dan dianggap 'enar. 3etapi /ika )u'ungan antara se'a' dan aki'at itu tidak nampak /elas maka dinilai tidak rasional dan sala). "i luar 1m#irical science dan 3ational science adala) &elie$ (keper1a*aan) semata$ mata dan 'ukan ilmu. ?adi 'erita tentang 'angkit dari ku'ur; /in; malaikat; termasuk 1erita tentang muk/i@at; karena persoalan terse'ut tak dapat di'uktikan dengan indera maupun dengan rasio; maka din*atakan 'ukan ilmu melainkan sekadar )e(ersa5aan. #.

Apaka) paradigma demikian 'isa digunakan dalam mema)ami Islam. Ini nampakn*a agak sulit. Kalau kita menganalisis dengan teliti ilmu$ilmu atau aturan *ang terdapat dalam Al$Qur an; akan 'an*ak ditemukan ilmu$ilmu *ang mungkin dinilai tidak rasional karena antara se'a' dan aki'at )ukum; sering tidak terdeteksi. "i dalam Al$Qur an 'an*ak sekali a*at$a*at *ang agak sulit di+a)ami; agak sulit men1ari )u'ungan se'a' aki'at. Se'agai 1onto) Alla) meng)aramkan 'a'i. &ertan*aann*a adala) mengapa 'a'i itu di)aramkan; apa se'a'n*a. Ini sangat sulit di/a(a'. &aling$paling /a(a'ann*a adala) karena memang Alla) tela) menetapkan demikian; titik. onto) lainn*a masi) tentang puasa adala) 'a)(a ketika -a'i 'er'uka puasa; -a'i ta4%il (memper1epat 'uka puasa) )an*a memakan tiga 'i/i kurma 'ukan dengan makan *ang 'an*ak. Mengapa demikian Menurut ilmu kedokteran; ketika 'erpuasa; lam'ung (maag) itu kosong. "engan 'er'uka menggunakan kurma (manis) akan memper1epat pem'akaran dan segera dapat mengganti glukosa (gula dara)) *ang 'erkurang selama puasa. Mengapa )an*a tiga kurma "engan kurma *ang sedikit *ang masuk ke dalam lam'ung; maka dara) akan mengalir ke lam'ung se'agai energi se)ingga lam'ung 'isa 'eker/a dengan 'aik. Setela) lam'ung memiliki energi *ang 1ukup kuat 'arula) diisi dengan makanan *ang 'an*ak; se)ingga lam'ung 'isa men/alankan +ungsin*a dengan 'aik. 0er'eda /ika lam'ung itu langsung diisi dengan makanan *ang 'an*ak tanpa pemanasan; maka lam'ung memerlukan 'an*ak dara) se)ingga dara) dari otak akan turun ke lam'ung; aki'atn*a otak kekurangan dara); ini 'erarti otak kekurangan oksigen se)ingga /adi mengantuk. "engan mengetenga)kan 1onto)$1onto) di atas; penulis 'ermaksud meminta per)atian 'a)(a apa$apa *ang dilakukan na'i *ang men*angkut dini)ah (alaupun untuk sementara (aktu dinilai kurang rasional namun /angan tergesa$gesa menolakn*a. Se'a' ukuran rasional dan tidakn*a sesuatu sangat tergantung kepada ilmu pengeta)uan dan teknologi *ang 'erkem'ang. "engan demikian; tidak 'ole) )an*a karena akal manusia 'elum 'isa menemukan )u'ungan se'a' aki'atn*a; lantas dengan serta merta a/aran Islam (a*at Al$ Qur an) *ang dianggap tidak rasional (untuk sementara (aktu) itu dita+sirkan sesuai dengan selera pena+sir. Ke/adian *ang le'i) sulit lagi manakala kita ingin mengeta)ui logis tidakn*a muk/i@at. Misaln*a -a'i I'ra)im a.s di'akar tidak merasa panas; !1 3ongkat -a'i Musa a.s men/adi ular; serta -a'i Mu)ammad SA< 'er$Isra Mi ra/. Apa'ila ke/adian ini diukur dengan ilmu dalam 'atasan rasional; maka pasti akan dianggap irrasional dan kemudian
!1 S*a ra8; al ; Mu)ammad al$Muta(alli; al"0aQaQ al"$nbi)>; ?u@ I; (Kairo% Makta'a) al$3ura al$ Islam*; 1#1. H 166. M).

#2

ditolak. 3idak )eran kalau kelompok pemikir Rasional men*atakan muk/i@at seperti itu )an*ala) mitos doktrinal; tidak u'a) dongeng >ampu Aladin (+ikti+). !2 "an karena anggapann*a itu; mereka le'i) suka melakukan reinterpretasi dengan pendekatan rasional meta+oris. Seandain*a semua )al )arus rasional; lantas 'agaimana dengan Isa (=esus) *ang la)ir dari ra)im Mar*am *ang masi) pera(an; tanpa suami dan tanpa 'er'uat @ina. Apaka) ada ta+siran *ang lain Ke/adian *ang ane) di luar ke'iasaan *ang sulit di+a)ami seperti muk/i@at 'ukanla) ilmu 7mpirik karena tidak dapat diulang$ulang melalui kegiatan eksperimen; 0ukan pula Ilmu Rasional karena interrelasi se'a' aki'atn*a sulit ditemukan; tetapi termasuk dalam katagori ilmu %u(rarasional atau ke/adian %u(ranatural. Ke'enarann*a )an*a di1apai dengan )ati ('albu) *ang per1a*a; atau 'isa dise'ut ha## al)ya#8n" Apalagi kalau men*angkut persoalan siksa ku'ur; alam Ma)s*ar; s*urga dan neraka *ang sama sekali tidak 'isa di/angkau akal; 'a)kan tak dapat di'a*angkan. Ke'enaran ilmu terse'ut )an*a di'uktikan dengan ru) *akni setela) manusia mati. Ilmu *ang demikian dise'ut dengan Metarasional. "alam paradigma Al$Qur an dise'ut Ilmu ai'. 0erdasarkan ka/ian$ka/ian *ang penulis lakukan; penulis 'erkesimpulan 'a)(a se'enarn*a ilmu itu ada empat ma1am 'ukan dua se'agaimana dalam pemikiran di 0arat. Keempat ma1am ilmu itu adala) ilmu 7mpirik ( 4$in al")a'in); Ilmu Rasional (4Ilmu al" )a'in); Suprarasional (Ha'' al")a'in) dan Metarasional (4ilmu al"-haib). "alam terminologi lain; Ilmu 7mpirik dan ilmu Rasional dikatagorikan Ilmu Ba)>n). Ilmu Suprarasional merupakan ilmu Burh>n)* sedangkan Metarasional dise'ut ilmu Irf>n)/ "i luar *ang empat itu ada *ang dise'ut irrasional, *akni manakala ke/adian terse'ut san#at mustahil menurut akal; misaln*a dikatakan 'a)(a 'enda itu diam dan pada saat *ang sama 'enda itu 'ergerak. Ini irrasional. 3ermasuk ke dalam irrasional adala) taha))ul/ Irrasional 'ukanla) ilmu tetapi taha))ul ()a*alan) atau keper1a*aan tak 'erdasar. >i)at ta'el di 'a(a) ini.

!2

Hartono Ahmad, Aliran dan Faham Sesat Indonesia, hal. E9.

#5

K>ASI9IKASI I>MA; SAM07R "A- 0?7K KA?IA- !! +lasifi)asi Ilmu 7mpirik (4$in al")a'in) }ikiTZ }iN Rasional (4Ilmu al")a'in) }ikiTZ dfN Suprarasional (Ha'' al")a'in). }ikiTZ Metarasional (ilmu gai') TZ dfN %um&er dan (rosesn5a Indra(i % melalui o'ser4asi; eksperimental. Akal (rasio) dengan menganalisis interelasi se'a'$aki'at. Hati; Qal'u % *akni dengan me*akini tanpa )arus mema)ami. Contoh )a'ian Kedokteran; 'iologi; kimia; +armasi; dll. 3ermasuk Matematika; +ilsa+at; dan 'a)asa.

Misaln*a soal mu/i@at termasuk peristi(a IsraC miCr>% na'i SA<; Irhas* kar>mah; dan Ma4unah/ Ru)% *akni dapat Siksa ku'ur; baaO diketa)ui ole) ru) setela) ('angkit dari ku'ur)* manusia (a+at. kiamat; alam Ma)s*ar; s*urga dan neraka.

"i dalam a/aran Islam; 'an*ak sekali perinta) dan larangan na'i *ang seakan tidak masuk akal se)ingga 'e'erapa ulama melakukan rasionalisasi melalui (enafsiran metaforis. >antas apaka) sesuatu *ang tidak dimengerti )arus ditaati /uga Se'enarn*a manusia 'an*ak melakukan per'uatan 'ukan karena mengerti tetapi karena per1a*a. Se'agai 1onto); seorang pro+essor doktor di 'idang agama akan tetap menggunakan resep dari dokter (alaupun tulisan pada resep itu tidak dapat di'a1a dengan matan*a dan tidak dapat di+a)ami dengan otakn*a. Ia menaati resep dokter 'ukan karena mengerti tetapi karena per1a*a. 0egitupun dengan Al$Qur an *ang 'er+ungsi se'agai resep; o'at (s)if>)* maka kalau sementara ini akal 'elum mampu menerima apa *ang dikandung ole) Al$Qur an; se'aikn*a diterima sa/a da)ulu; nanti di saat kemudian; apa$apa *ang dianggap tidak rasional sangat mungkin men/adi rasional /uga. ?adi pada dasarn*a 'aik suprarasional maupun metarasional seluru)n*a masi) dalam koridor rasional. Menurut Mu)ammad i'n Sulaiman al$Ka+i/i di dalam 'uku % $t".afsir fi 0aw>4id 4ilmi at".afsir@; di/elaskan 'a)(a para sa)a'at 'iasa mena+sirkan Al$Qur an dengan raC)u;
K$sim%ulan %$nulis dari hasil analisis dari b$rba(ai sumb$r antara lain dari 5o$!ono 5umar(ono, dalam : 2erfikir 3ecara kefilsafatan, (Ho(/akarta : P$n$rbit Iur"aha/a, *)+9), hal.*2. $nurutn/a ilmu %$n($tahuan di%andan( atas dasar krit$ria karakt$ristikn/a da%at dib$dakan m$n!adi s$ba(ai b$rikut: (*). P$n($tahuan #ndra<i /aitu !$nis %$n($tahuan /an( dihasilkan ol$h indra. (2). P$n($tahuan akal budi, /akni %$n($tahuan /an( dihasilkan ol$h k$kuatan rasio, (E). P$n($tahuan #ntuiti' /akni !$nis %$n($tahuan /an( m$muat %$mahaman s$"ara "$%at b$rdasarkan intuisi dan (9). P$n($tahuan k$%$r"a/aan atau %$n($tahuan otoritati'J /aitu !$nis %$n($tahuan /an( diban(un atas dasar kr$dibilitas s$oran( tokoh atau s$k$lom%ok oran( /an( dian((a% %ro'$sional dalam bidan(n/a 5o$!ono 5umar(ono, 2erfikir 3ecara kefilsafatan , (Hor/akarta : P$n$rbit Iur"aha/a, *)+9), hal.*2.
!!

#6

)al ini dilakukan apa'ila mereka tidak menemukan ta+sirn*a dalam )adis mutaw>tir; /uga tidak terdapat dalam I%ma4 ulama. gair 4ilm (tanpa imu)
!#

Adapun tafs=r bi ar"3aC)i *ang dilarang adala) min

tetapi sekadar mengikuti selera. 3a+sir raC)u tidak 'ole) kalau

meninggalkan pema)aman *ang suda) 'iasa di+a)ami dari la+a$la+a Al$Qur an !, .

uhammad ibn 5ulaiman al-Ka'i!i di dalam buku : @ .t-9aysir f, &a0$(i- (ilmi at9afs,r:, ( Dams/i= : Dar-Al-1alam,*))0 ;*9*0 H), hal. *EK !, uhammad ibn 5ulaiman: @.t-9aysir f, &a0$(i- (ilmi at-9afs,r:, hal.*E0.
!#

,:

$!$ q

%/NN!H 4!%/L Muhammad %!. se&a#ai 4hole Model 0(s!ah

asanah1

,u'uan Instru)sional /mum : Ma)asis(a me*akini 'a)(a Sunna) Rasul adala) sum'er a/aran Islam kedua setela) Al$ Qur an *ang 'er+ungi se'agai pen/elasan tentang pesan$pesan Al$Qur an; 3anpa mengikuti Sunna) Rasul musta)il 'isa sempurna dalam mengamalkan Al$Qur an. ,u'uan Instru)sional +husus : Ma)asis(a dapat men/elaskan per'edaan antara sunna) dan )adits. Ma)asis(a dapat men/elaskan +ungsi$+ungsi sunna) rasul dalam )u'ungann*a dengan Al$Qur an. Ma)asis(a mengeta)ui dasar$dasar pemili)an )adits *ang s)a)i) dan )adits *ang lema) serta 1ara mengamalkann*a. "o)o)*(o)o) Materi "rolo# : Isi Al$Qur an 'ersi+at glo'al *ang memerlukan 'an*ak pen/elasan. Antuk itu; datangla) Rasululla) SA< men/elaskan pesan$pesan Al$Qur an se1ara detail; 'aik tentang tata1ara ritual maupun mu amala); dari mulai tata1ara s)alat; sampai kepada 1ara 'eruma) tangga dan 'ernegara. Segala pen/elasan rasululla); 'aik 'erupa per'uatan (&iUli)ah) perkataan ('auli)ah) maupun sikap diamH no coment (ta'riri)ah) dise'utla) %unnah 4asul. Se'agai pen/elas; na'i adala) !hole model (Uswah hasanah) *ang maCshum (ter/aga dari kesala)an). "alam )al ini tidak semua sa)a'at meli)at langsung sunna) rasul; tetapi )an*a mendengar 'eritan*a; apalagi orang$orang di 'a(a) sa)a'at. 0erita tentang sunna) rasul itu dise'utla) hadits" ?adi; Sunna) Rasul adala) +aktan*a sedangkan )adits )an*ala) 'eritan*a. Sunna) rasul pasti 'enar; sedangkan )adits (karena )an*a 'erita) mungkin 'enar mungkin sala). Semua mukmin di(a/i'kan mengikuti sunna) Rasul 'ukan di(a/i'kan mengikuti )adits. Akan tetapi 'agaimana mungkin mengeta)ui sunna) rasul apa'ila tidak mempela/ari )aditsn*a. Ha)i)at %unnah 4asul Al$Qur an 'erisi petun/uk$petun/uk *ang diperlukan ole) manusia dalam men/alani )idupn*a; namun petun/uk atau in+ormasi itu masi) 'ersi+at #lo&al (mu%mal). Misaln*a perinta) s)alat (a'imish shalat); s)aum (kutiba 4alaikumus shiam); )a/i (wa atimmu ha%%); 'erpakaian; 'eruma) tangga; akti4itas ekonomi; dll. 3etapi di dalam Al$Qur an tidak men/elaskan se1ara operasional dan le'i) rin1i tentang tata1ara (kaifi)at* how to do) perinta)$ perinta) itu. le) karena itu Al$Qur an masi) memerlukan pen/elasan$pen/elasan (ba)an) *ang le'i) rin1i (tafshil)/ ,1

Antuk itu; Alla) mengutus rasul *ang akan men/elaskan segenap aturan Al$Qur an. Rasulla) lantas mendemonstrasikan tata1ara s)alat; s)aum; )a/i; 'erdagang; 'erpolitik; 'eruma) tangga; dll. Apa *ang di/elaskan ole) Rasulla); 'aik melalui per'uatann*a (fiCli)ah); u1apan$u1apann*a ('auli)ah)* maupun sikap diamn*a (ta'iri)ah); dise'ut sunna) rasul. ?adi sunna) rasul adala) setiap perilaku; u1apan dan sikap diam na'i.!. Kedudukan rasul adala) se'agai pen/elas (ba)in)* *ang men/elaskan dan mem'eri 1onto) tentang seluru) pesan$pesan Al$Qur an; dari mulai persoalan etika makan sampai kepada soal 'ernegara dan mengadakan )u'ungan antar negara. le) karena itu rasul adala) se'agai !hole model (Uswah hasanah) *ang maCshum (ter/aga dari kesala)an). 0agi mukminin; mengeta)ui perilaku dan seluk 'eluk ke)idupan seorang model (idola) sangat perlu. Akan tetapi pada ken*ataann*a; orang *ang 'isa meli)at per'uatan na'i se'agai model; 'aik tata1ara s)alat; tata1ara s)aum; maupun tata1ara )a/i )an*a se'agian sa)a'at sa/a; apalagi men*angkut tata1ara 'eruma) tangga dan )al$)al *ang 'ersi+at sangat pri'adi; *ang )an*a diketa)ui ole) isterin*a. Se'a)agian 'esar orang Islam pada saat itu )an*a mendengat 'eritan*a. 0erita itu 'a)asa Ara'n*a adala) kha&ar (ak)'ar) atau hadits"92 ?adi )adits adala) 'erita tentang sunna) rasul. &endek kata; sunna) rasul adala) +aktan*a; sedangkan )adits adala) 'eritan*a. Sunna) rasul se'agai se'ua) +akta; pasti 'enar musta)il sala). Sedangkan )adits )an*ala) 'eritan*a. =ang naman*a 'erita sering 'ias; ada distorsi; mungkin 'enar (s)a)i)) 'ukan lema) (d)ai+). Sum'er )ukum kita adala) sunna) 'ukan )adits. Akan tetapi 'agaimana mungkin 'isa mengeta)ui sunna) rasul kalau tidak mem'a1a )aditsn*a. 3un#si sunnah 4asul 0hadits 1 tehada( al*6ur7an : Hadits sunna) Rasul 'er+ungsi se'agai &ayan (pen/elasan) ter)adap Al$Qur an; tanpa mema)ami )adits tidak akan mampu mema)ami Al$Qur an dengan /elas. Ba)an ada 'e'erapa ma1am % 1. /ayan taukid (taukid menguatkan).*akni menguatkan pern*ataan Al$Qur an; misaln*a Al$Qur an men*atakan 'a)(a 'er'o)ong itu adala) se'ua) dosa; kemudian dikuatkan ole) )adits.

Sunnah menurut bahasa artinya perjalanan, pekerjaan atau cara. Sedangkan secara istilah sunnah berarti perbuatan nabi ( filiyah), ucapan-ucapannya (qauliyah), maupun sikap diamnya (taqiriyah). Jadi sunnah rasul adalah setiap perilaku, ucapan dan sikap diam nabi. !2 Hadits secara bahasa bisa berarti baru bisa juga berarti berita, new dan news.

!.

,2

2.

/ayan ta$shil (ta+s)il merin1i); *akni merin1i apa *ang masi) glo'al di dalam al$ Qur an; misaln*a Al$Qur an menegaskan a'imish shalat (tegakkanla) s)alat) sedangkan tata 1ara s)alat diuraikan ole) )adits.

!.

/ayan its&at (its'at penge1ualian). Misaln*a Al$Qur an surat , a*at ! menegaskan 'a)(a 'angkai dan dara) )aram dimakan. Kemudian datangla) )adits ri(a*at A)mad; I'n Ma/a); 0ai)aki dan "aru8ut)ni; 'a)(a ada 'angkai *ang di)alalkan *akni ikan dan 'elalang. ?uga ada dara) *ang di)alalkan *akni )ati dan limpa.

"enelitian tentan# )esahihan hadits : Apa'ila anatomi )adits di'eda) se'agaimana mem'eda) anatomi 'erita; kita akan menemukan tiga unsur 'erita; *akni sum'er 'erita; kredi'iltas sum'er 'erita dan isi 'erita itu sendiri. "emikian pula )adits terdiri dari tiga unsur *akni Sanad (sum'er 'erita); Ra!i (Kredi'ilitas kepri'adian peri(a*atn*a) dan Matan ( isi 'erita). Katagorisasi )adits; 'aik se1ara kuantitas maupun kualitas ditentukan ole) tiga unsur )adits tadi. "ari sisi kuantitas; )adits ter'agi kepada tiga; *akni % (1). Hadits Muta;atir; iala) )adits *ang diterima ole) orang 'an*ak kemudian disampaikan lagi kepada orang 'an*ak; demikian seterusn*a. Se1ara adat; tidak mungkin orang 'an*ak sepakat untuk 'erdusta. le) karena itu kedudukan )adits muta(atir sangat tinggi. (2). adits Masyhur adits iala) )adits *ang diri(atkan ole) orang 'an*ak tetapi tidak se'an*ak muta(atir. (!). tidak men1apai dera/at mas*)ur. "ari sisi kualitasn*a )adits ter'agi dua *akni hadits Shahih dan hadits :hai$" Hadits dinilai s)a)i) apa'ila ketiga unsur )adits itu sa); *akni (1). "ari sisi %anad9 antara pem'a(a 'erita dan penerima 'erita )arus 'ersam'ung (muttasil sanad). (2). "ari sisi kredi'ilitas Ra!i; )arus kuat ingatan (dhabit) dan /u/ur (adala)). Kalau ia memiliki si+at dhabith dan 4adalah maka ra(i terse'ut dianggap kuat (tsi'ah). (!). "ari sisi Matan (isi 'erita); tidak ada 1a1at (ghair muCallal ) dan tidak /anggal (ghair s)ad,)/ Apa'ila tidak memenu)i s*arat di atas maka )adts dinilai adits :hai$"

Ahad iala) )adits *ang diri(a*atkan ole) satu orang; dua orang; tiga orang atau le'i) tetapi

%i)a( Hati*hati dalam Men#hada(i Hadts : Karena tidak semua )adits itu s)a)i); maka seorang mukmin /angan tergesa$gesa me*akini kea'sa)an suatu )adits lantas mengamalkann*a; se'elum meneliti kualitas )adits terse'ut; paling tidak 'ertan*a kepada a)lin*a.

,!

Amal$amal i'ada) *ang &id;ah *ang dilaksanakan ole) mas*arakat pada umumn*a dise'a'kan ole) ke1ero'o)an menerima dan mengamalkan )adits. Apalagi kalau memiliki persepsi 'a)(a )adits d)ai+ 'ole) di/adikan landasan penam'a)an amal i'ada); itu sangat keliru dan men*esatkan. &ada)al di tenga) mas*arakat sangat 'an*ak amal i'ada) *ang 'erdasark/an )adits d)ai+; misaln*a s)aum nis+u s*a 'an; s)alat 3as'i); termasuk 'a1aan 8unut di dalam s)alat Su'u). Selain itu; kesala)an pun sering ter/adi aki'at misinterpretasi dalam mema)ami teks )adits *ang sa)i); misaln*a )adits *ang men*atakan 'a)(a na'i makan dengan tiga /ari. Apa'ila )an*a meli)at teks )adits tanpa meli)at konteksn*a; akan la)ir kesimpulan 'a)(a makan dengan tiga /ari adala) sunna) rasul; pada)al konteks )adits terse'ut adala) makan kurma; 'ukan makan nasi.

,#

$!$ qI

IJ,IH!D $erfi)ir +reatif dalam Menentu)an Hu)um 5an# &elum di'elas)an oleh !l*6ur7an dan Hadits sesara E)s(lisit
,u'uan Instru)sional /mum: Ma)asis(a mema)ami I/ti)ad se'agai suatu motode penetapan )ukum; se'agai sum'er )ukum Islam ketiga setela) Al$Qur an dan )adits. Kemudian mereka pun termoti4asi untuk 'er+ikir kreati+ men/au)kan diri dari sikap ta8lied. ,u'uan Instru)sional +husus : Ma)asis(a dapat % Men/elaskan pengertian dan +ungsi I/ti)ad Mengaplikasikan penggunaan metode Qi*as; isti)san mas)ali)ul mursala); dan i/mak dalam proses penetapan )ukum. Men/elaskan se'a'$se'a' ter/adin*a per'edaan pendapat di kalangan para ulama; ter/adin*a mad@)a' dan 'agaimana 'ersikap ter)adap mad@)a'. "o)o)*(o)o) Materi : "rolo# : Setela) na'i Mu)ammad SA< (a+at; persoalan s*ar I terus 'ermun1ulan; 'aik dalam kaitann*a dengan ibadah mahdloh maupun ibadah ghair mahdloh; di dalam semua lapangan ke)idupan; 'aik ekonomi; politik; kese)atan; ruma) tangga; dll. Akan tetapi A>$Qur an ataupun )adits 'elum men/elaskan se1ara eksplisit )ukum masala) terse'ut; pada)al tetap memerlukan solusi; agar segenap perilaku manusia tidak keluar dari s*ari at Islam. le) karena itu diperlukan peme1a)an masala) melalui 1ara *ang lain; *akni dengan mengera)kan segenap kemampuan intelektual untuk menetapkan )ukum sesuatu itu dengan meli)at dalil$ dalil *ang memiliki )u'ungan tak langsung (implisit) dengan persoalan *ang di'a)as. "alil$ dalil terse'ut dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan tertentu; kemudian disimpulkan se)ingga sampai kepada penetapan )ukum *ang di1ari. ara demikian dise'ut I/ti)ad. I/ti)ad ini 'isa melalui teknik pendekatan istihsan, #iyas, mashalaihul mursalah maupun i<mak" Metode pendekatan ini dirumuskan ole) para imam Mu/ta)idin *ang sampai saat ini diakui akurasin*a. <alaupun menggunakan teknik pendekatan *ang sama 'elum tentu di/amin akan meng)asilkan kesimpulan *ang sama. Hal ini karena 'an*ak +aktor pen*e'a'n*a; antara lain karena per'edaan kemampuan intelektual dan latar'elakang pengalamann*a. ?uga karena per'edaan /umla) )adits *ang di/adikan re+eren1e; maklum ketika itu )adits 'elum ditulis se1ata lengkap. (alaupun )asil i/ti)ad para imam mu/ta)id dalam suatu persoalan *ang sama sering 'er'eda; namun semua imam mu/ta)id memiliki keta(adluan intelektual; mereka semua 'erpesan; agar apa'ila ia keliru; )endakla) pendapatn*a itu di'uang /au)$/au). >e'i) tegas lagi; mereka semua sepakat meng)aramkan umat Islam 'ersikap ta8lid kepadan*a. -amun sa*angn*a; umat Islam 'an*ak sekali *ang ta8kid 'uta se)ingga +anatik mad@)a'. ,,

Ha)i)at I'tihad I/ti)ad adala) mengera)kan segenap kemampuan +ikiran (intellegence 'uotien) untuk menetapkan )ukum sesuatu *ang 'elum di/elaskan se1ara ekplisit di dalam A>$Qur an maupun )adits; melalui analisis ter)adap s/umla) dalil (implisit) *ang ada. O&'e) )a'ian I'tihad Iala) segala )ukum sesuatu ('aik men*angkut i'ada) Ma)dlo) maupun g)air Ma)dlo)) *ang 'elum di/elaskan se1ara ekplisit di dalam Al$Qur an maupun )adits. ?adi i/ti)ad I/ti)ad )an*a 'erlaku di dalam )al$)al *ang 'elum /elas. 3idak ada tempat untuk 'eri/ti)ad dalam persoalan )ukum *ang tela) di/elaskan se1ara eklplisit ole) Al$Qur an dan )adits. VAa masagha lil i%tihadi fi mauridin nash@* seperti tentang ke)araman 'a'i; 'er/udi; 'er@ina; dll. ,e)ni) "ende)atan I'tihad I/ti)ad 'isa menggunakan 'er'agai ma1am teknik analisis; *akni dengan pendekatan Qi*as; Isti)san; Mas)ali)ul mursala); dan I/mak. &en/elasann*a s'' % 1" 3iyas =analogi) adala) menentukan )ukum sesuatu *ang 'elum /elas dengan 1ara mem'andingkan )ukum sesuatu *ang tela) ada dengan )ukum *ang akan di1ari dengan meli)at 1iri$1iri persamaamn*a (4illat). onto) % 'agaimana )ukumn*a apa'ila seorang anak mengatakan gila lu) kepada orangtuan*a. Apaka) ia 'erdosa &er'uatan *ang di)aramkan dilakukan seorang anak kepada orangtua *ang se1ara ekplisit dise'utkan di dalam Al$Qur an surat 12 a*at 2! adala) mengatakan a) ( wala ta'ul lahuma uff "an /anganla) kami mengatakan a) kepada kedua orangtuamu >1 )" ," ?stihasan =stihsan minta *ang tert'aik) iala) menetapkan )ukum sesuatu *ang 'elum /elas dengan 1ara memili) satu diantara alternati+ *ang ada dengan pertim'angan mana *ang pal;ing ringan 'urukn*a. !. Mashalihul mursalah % iala) menetapkan )ukum sesuatu *ang 'elum /elas; dengan dasar penetapann*a adala) dampak 'aik dan 'uruk 'agi orang 'an*ak; aki'at per'uatann*a itu. Misaln*a % >arangan mendirikan 'angunan ruma) di ka(asan )utan serapan air. &i)ak &emrinta) "aera) 'ner)ak melarang pem'uatan ruma) terse'ut; dengan pertim'angan 'a)(a; kalau (ila*a) itu di/adikan la)an pem'angunan; maka akan mengaki'atkan kekeringan ke (ila*a) kota *ang datar.

,.

?<mak, *aitu menetapkan )ukum *ang 'elum /elas melalui kesepakatan pemikiran para ulama. Misaln*a; dengan meli)at eksistensi &00 *ang didominasi ole) Amerika Serikat; apaka) negara kita masi) perlu men/adi anggota &00 atau le'i) 'aik keluar Keputusann*a segenap ulama ini dinamakan i/mak. ?adi I/mak merupakan i/ti)ad kolekti+. Ada dua ma1am i/mak; *akni keputusann*a di)asilkan melalui adu pendapat dan pen/elasan$pen/elasan (ba)an) para ulama dalam suatu +orum mus*a(ara) ter'uka. Inila) *ang dise'ut dengan I%mak Ba)an) . 0isa /adi kesepakatan ini )an*a 'ersikap no 1oment ter)adap lontaran ide; gagasan; )ukum *ang diketenga)kamn ole) seorang ulama. "alam )al ini para ulama tidak menerima dan tidak menolak dengan /elas melainkan )an*a diam (sukut)/ "ise'utlkan ?<mak Sukuti" Men5i)a(i "er&edaan Hasil I'tihad Hasil i/ti)ad para ulama 'esar dalam suatu persoalan tidaka selalu meng)asilkan kesimpulan *ang seragam; kadang ter/adi per'edaan pendapat di antara mereka. "alam dunia ilmu ke/adian seperti ini sangat lumra). 3er/adin*a per'edaan pendapat di kalangan ulama mu/ta)id adala) karena 'an*ak +aktor antara lain karena tingkat ke1erdasan *ang 'er'eda; pengalaman dan pengaru) lingkungan *ang 'er'eda; /uga karena /umla) )adits *ang di/adikan re+eren1e sangat 'er'eda. Antungn*a; para ulama mu/ta)id memiliki keta(adluan intelektual. Semua imam mu/ta)id 'erpesan; apa'ila pendapatn*a di kelak kemudian )ari tern*ata 'ertentangan dengan )adits s)ai); maka 'uangla) /au)$/au) ke luar pagar. Se)u'ungan dengan itu; umat Islam tidak 'ole) ta8lid 'uta kepada ulama dengan mengam'il seluru) )asil i/ti)adn*a se1ara %e(utar 3anati) Mad2ha& &ada tataran realita di lapangan; tidak sedikit para toko) ulama *ang /usteru me(a/i'akan ta8lid mad@)a'. Apa'ila seorang muslim tidak 'ermad@)a' (non sektarian) dinilaI tidak 'enar. &ada)al tidak ada satu a*at Al$Qur an maupun )adits pun *ang me(a/i'kan 'ermad@)a'. Sikap *ang paling 'aik adala) mengam'il dan menggunakan metode i/ti)adn*a; 'ukan mengam'il )asiln*a. "engan demikian; kikta akan sanggup 'er+ikir i/ti)adi dalam menetapkan )ukum; terutama untuk dipakai pri'adi.

,2

$!$ qII +ON%E" ,/H!N


0Men#hadir)an !llah dalam !)tititas +ehidu(an %ehari*hari1
,u'uan Instru)sional /mum 0,I/1 : Ma)asis(a mema)ami dasar +iloso+is dan Qurani 'agaimana meng)adirkan Alla) dalam ke)idupan se)ari$)ari se)ingga selalu merasa dia(asi ole)$-*a (I)san). ,u'uan Intsru)sional +husus 0,I+1: Ma)asis(a mampu men/elaskan se1ara a8li dan na8li mengapa tu)an )arus satu Ma)asis(a dapat men/elaskan pengertian ta()id serta aplikasin*a dalam ke)idupan se)ari$)ari. Ma)asis(a termoti4asi untuk 'erik)tiar maksimal dan 'erdoa optimal untuk mendapatkan ta8dir *ang 'aik dari Alla) S<3. "o)o)*(o)o) Materi "rolo# : Manusia senantiasa men1ari siapa penguasa tertinggi ( Ultimate 3ealit)) di alam ini. &enguasa tertinggi itu kemudian dise'utla) 3u)an. "alam 'a)asa lain istila) tu)an dise'ut ilah9 #od9 h5an#9 el5; dll. rang komunis; dengan menggunakan pendekatan diletika material sampai kepada kesimpulan 'a)(a tu)an itu tidak ada. 0ukan )an*a komunis; 'an*ak lagi orang di luar itu *ang tidak 'ertu)an (at)eis). Akan tetapi Al$Qur an menegaskan 'a)(a semua manusia pasti 'ertu)an musta)il tidak; paling tidak; ia 'ertu)an kepada )a(a na+sun*a. "i dalam Al$Qur an tu)an itu adala) Alla); "ia )an*a satu; satu dalam segala )al. Itula) sikap tau)id (mengesakan tu)an). Selan/utn*a tau)id di'agi tiga; *akni tau)id Ru''u'i*a); Mulki*a) dan Alu)i*a). Sikap tau)id ini merupakan +ondasi 'eragama dan men/adi dasar nilai dalam semua akti4itas manusia; 'aik ritual maupun mu amala). Apa'ila tau)id koko) maka s*irik akan len*ap; se'alikn*a kemun1ulan s*irik mengindikasikan lema)n*a tau)id. "en#ertian ,uhan Se1ara 'a)asa; 3u)an (0a)asa Indonesia) sinonim dengan kata -od* .he Aord -od* $lmight) -od* 5eit) ('a)asa Inggris); -ot (0elanda); -olt (?erman); -udd (S(edia; -or(egia); $llon (&)oeni1ians); $do (anaanites)* $donai* Bahuwa* 1lohim* 1kah* 1li (=a)udi). Se1ara istila) 3u)an adala) segala sesuatu *ang (alin# disintai. Apa'ila seseoran/g le'i) men1intai mo'il 'arun*a daripada segalan*a maka mo'il itu men/adi 3u)an 'agin*a. Apa'ila /a'atan le'i) di1intai mele'i)i segalan*a maka /a'atan itu adala) tu)ann*a. "engan demikian ada orang *ang menu)ankan )arta; ta)ta; (anita; dll. &endek kata 'an*ak manusia *ang tela) men/adikan ha;a nafsun5a se&a#ai tuhan. Alla) menegaskan % Maka #ernahkah kamu melihat orang"orang )ang men%adikan hawa nafsun)a sebagai tuhann)a T7 (QS. #, % 2!). ,5

"alam pandangan Al$QurBan; tidak ada manusia pun *ang atheis (tidak 'ertu)an). semua manusia pasti 'ertu)an; )an*a sa/a ada manusia *ang mengingkari Alla) lantas 'ertu)an kepada )a(a na+sun*a. Ini dise'ut Mulhid 'ukan at)eis. Men#a(a ,uhan harus satu u Menurut Rasio % akal manusia tidak mungkin dapat menerima kalau tu)an se'agai Ultimate 3ealit) le'i) dari satu. 0agaimana mungkin pemegang kekuasaan tertinggi le'i) dari satu. Ini 'isa 'er'a)a*a; nis1ara akan ter/adi pertengkaran. Menurut Al$QurBan; kalau 3u)an dua nis1a*a 3u)an dengan 1iptaann*a masing$masing akan 'lok$'lokkan dan 'erusa)a saling mengala)kan (QS. 2! % 61). %ia(a)ah ,uhan 5an# %atu itu u Akal manusia 'isa sampai kepada kesimpulan 'a)(a tu)an itu satu; tetapi akal manusia tidak mungkin dapat mengeta)ui siapaka) tu)an itu. "i dunia ini ada manusia *ang 'ertu)an satu (monot)eisme) tetapi 3u)ann*a 'ukan Alla) S<3. ?uga se'a)agian manusia lain mempun*ai 'an*ak tu)an (polit)eisme) "alam )al ini Alla) menegaskan % Maka ketahuilah* sesungguhn)a tidak tuhan selain $llah7/ (QS. Mu)ammad #2 % 16). Siapaka) tu)an Alla) itu Alla) menegaskan % 5an .uhanmu adalah .uhan )ang Maha 1saU tiada tuhan melainkan 5ia/ Bang Maha !emurah lagi Maha #en)a)ang. QS. 2 % 1.!). 3u)an *ang tak dapat digapai dengan pan1a indera tetapi "ia ma)a meli)at segalan*a (QS.. % 1:!). 3u)an *ang tela) men1iptakan segala sesuatu (khali'u kulla s)aiin) QS. . % 1:2. 3u)an *ang menurunkan )u/an (Al$9at)ir !, % 22) 3u)an *ang menum'u)kan 'i/i$'i/ian (QS. . % 6,). 3u)an *ang men/adikan malam dan siang (Qs. . % 6.). "emahaman La ilaaha illaah : Ke*akinan 'a)(a tiada tu)an selain Alla) (la ilaha ilallah) adala) sikap 3au)id. 3au)id (tawhidan) *ang 'erasal dari kata wahhada $ )uwahhidu 'ermakna pengesaan Alla). &engesaan Alla) *ang di dalam Al$Qur an dilam'angkan dengan kalimat Aa ilaha illah perlu di/a'arkan. &en/a'arann*a )arus 'erlandaskan a*at Al$QurBan /uga 'ukan kira$kira. Antuk itu kita 'isa meli)at relasi (nisbah) antara surat al$9atii)a) se'agai 'a' &enda)uluan dengan surat An$-as se'agai 'a' &enutup Al$QurBan; karena pada la@imn*a; setiap kar*a tulis terutama kar*a$kar*a ilmia) pasti terdapat )u'ungan *ang erat antara 'a' penda)uluan dengan 'a' penutup. ,6

"i dalam Al$9ati)a) terdapat kalimat *ang rele4an dengan 'e'erapa kalimat *ang terdapat pada surat An$-as *aitu s'' % (1). 3abbul 2alamin " 3abbun nas (8)/ Maliki Baumiddin W Malikin nas (?)/ I))aka na2budu " Ilahinnas/ Ini mela)irkan taksonomi tau)id *akni .auhid 3ubbubi)ah* .auhid Mulki))ah dan tauhid Uluhi)ah/ .awhid 3ubbubi)ah iala) me*akini 'a)(a Alla) se'agai satu$satun*a 3abb ( &en1ipta dan &engatur) manusia. Alla)$la) *ang paling mengeta)ui karakter manusia dan )an*a Alla)$la) *ang paling mengeta)ui 'agaimana 1ara mengatur manusia. Manusia (a/i' me*akini 'a)(a )an*a Alla) dengan Al$QurBan$n*ala) *ang pantas mengatur )idup manusia. "engan demikian; segenap aturan )asil kar*a manusia *ang 'ertentangan dengan Al$QurBan dianggap 'atil. le) karena itu; manusia )arus memili) Al$QurB an se'agai 'uku panduan )idupn*a. Memili) dan menaati aturan selain Al$QurBan ; atau aturan *ang 'ertentangan dengan Al$Qur an; termasuk s*irik Ru''u'i*a). .awhid Mulki))ah iala) me*akini 'a)(a )an*a Alla)la) satu$satun*a ra/a (malik) 'agi manusia. Alla) menegaskan %Maha duci $llah )ang di tangan" I)alah segala kera%aan dan 5ia Maha +uasa atas segala sesuatu (QS .2 % 1). Karena Alla) adala) ra/a maka Alla)la) *ang )arus paling ditaati; paling di1intai dan paling ditakuti. Apa'ila manusia le'i) menaati mak)luk daripada Alla); maka ia tela) melakukan s)irik Mulki))ah. .awhid Uluhi)ah iala) me*akini 'a)(a )an*a Alla) la) satu$satun*a llah atau 3u)an *ang (a/i' disem'a). Manusia )an*a menga'di kepada Alla); mani+setasin*a antara lain melakukan segala sesuatu semata$mata dengan niat 'eri'ada) kepada Alla). Menga'di kepada selain Alla) adala) s*irik Alu)i*a). "i samping s*irik; menga'di kepada selain Alla) sangat mungkin 'isa menge1e(akan; 'er'akti kepada selain Alla) )arus siap menaggung rasa ke1e(a. 0eker/ala) dengan niat i'ada) kepada Alla) karena )an*a Alla)$la) *ang tidak akan perna) menge1e(akan )am'a$-*a. ,auhid tersus %5iri) : S*irik artin*a men*ekutu/an Ala); orangn*a dise'ut mus*rik. 0agi orang Islam; menganggap Alla) 'er'ilang adala) )ampir musta)il; tetapi s*irik 'ukan )an*a 'erke*akinan Alla) 'er'ilang; tetapi s*irik dalam 'ersikap. S*irik itu 'erma1am$ma1am; antara lain % 1. S*irik Ru''u'i*a). 3ermasuk ke dalam s*irik Ru''u'i*a) adala) % (a). Me*akini ada aturan *ang le'i) 'aik daripada aturan Alla). ('). Memili) dan menaati peraturan )asil kar*a manusia *ang 'ertentangan dengan aturan Alla) (1). Meminta$minta se1ara

.:

gai' kepada selain Alla) (d). Me*akini adan*a mak)luk *ang mengeta)ui )al$)al gai' mutlak (apa *ang akan ter/adi esok) selain Alla). 2. S*irik Mulki*a). 3ermasuk ke dalam s*irik Mulki*a) adala) (a). >e'i) menaati mak)luk daripada Alla). ('). >e'i) takut kepada mak)luk daripada kepada Alla) (1). >e'i) men1intai mak)luk daripada men1intai Alla). ?angankan dalam takaran le'i) (alaupun )an*a mempersamakan; itu pun suda) s*irik. (d). Men/adikan mak)luk se'agai tempat 'ergantung dalam soal nasi'. !. S*irik Alu)i*a).3ermasuk ke dalam s*irik Alu)i*a) adala) (a). Menga'di kepada selain Alla) ('). 0eri'ada) karena moti4asi pu/ian manusia atau moti4e$moti4e dunia(i. (1). Melakukan akti4itas se)ari$)ari 'ukan karena Alla). (d). Melakukan pen*em'eli)an )e(an untuk menga'di kepada selain Alla). +onse( 6adha 6adar : Apaka) Alla) =ang Ma)a Kuasa memaksa manusia untuk 'er'uat sesuatu Apaka) manusia tidak memiliki ke'e'asan untuk menentukan ta8dirn*a sendiri Qod)o adala) ketetapan; ketentuan atau ren1ana Alla) untuk segenap mak)lukn*a; 'aik manusia; /in; )e(an tum'u)an; gunung; langit; laut; dll.. Sedangkan ta8dir adala) ken*ataann*a atau ke/adiann*a. Kalau suda) ter/adi dise'utla) ta8dir. Misaln*a % Alla) menetapkan ('odho) 'a)(a peredaran 'umi mengelilingi mata)ari adala) !., )ari. Itula) Qod)o. &ada ken*ataann*a (ta8dirn*a) memang 'er/alan seperti itu. Alla) menetapkan (Qod)o) 'a)(a air itu mengalir ke tempat *ang le'i) renda). &ada ken*ataann*a (ta8dirn*a) memang demikian. Antara 8odo dan 8adar atau ta8dir pada 'umi; langit; 'ulan; 'intang; )e(an dan tum'u)an tidak ter/adi peru'a)an. Mengapa demikian Karena semua mak)luk itu tidak mempun*ai pili)an. >ain dengan manusia. Misaln*a % Alla) menetapkan 'a)(a manusia )an*a 'ole) 'eri'ada) kepada Alla). Itula) Qod)o. (QS. 12 % 2! ) Akan tetapi pada ken*ataann*a 'an*ak /uga manusia *ang men*em'a) selain Alla). Men*em'a) Alla) adala) ta8dir; men*em'a) selain Alla) pun adala) ta8dir. Alla) menetapkan (8od)o) 'a)(a setiap anak (a/i' 'er'uat sangat 'aik (ihsan) kepada orangtuan*a (QS. 12 % 2!). Akan tetapi pada ken*ataann*a (ta8dirn*a) ada /uga anak *ang dur)aka kepada orangtuan*a. 0er'uat 'aik kepada orang tua ataupun 'er'uat /a)at adala) ta8dir. &ada saat 'a*i 'erusia empat 'ulan dalam kandungan; Alla) menetapkan potensi$ potensin*a atau 'akat$'akatn*a (#otential ca#acit)) . 0esar ke1iln*a 'akat ini untuk .1

setiap 'a*i 'er'eda$'eda. Itula) ketetapan (8od)o) Alla). -anti setela) anak itu de(asa akan 'erusa)a mengem'angkan potensi itu; se)ingga ada orang *ang men/adi pemain 'ola tingkat internasional. Itula) ta8dir. 3etapi ada /uga *ang malas 'erlati) se)ingga )an*a men/adi pemain 'ola tingkat ke1amatan sa/a. Itupun ta8ir /uga. Qod)o Alla) untuk manusia sering 'er'eda dengan ta8dirn*a se'a' manusia dengan akaln*a ole) Alla) di'eri ke'e'asan untuk memili) (free choise* free will* free action). "alam )al ini Alla) )an*a menun/uki dua /alan ((a)adina)u na/dain); *akni /alan *ang 'aik dan /alan *ang 'uruk. Apaka) manusia men/adi 'aik atau 'uruk; itu semua tersera) kepada pili)ann*a sendiri. 3a8dir manusia se1ara umum ditentukan ole) manusia sendiri. Antuk men*ongsong ta8dir; manusia )an*a mempun*ai dua ke(a/i'an *akni 'erik)tiar maksimal dan 'erdoa optimal. Sele'i)n*a 'ersikap ta(akkal; *akni men*era)kan )asil ak)irn*a kepada Alla); dalam )al ini; manusia tidak 'ole) memasuki (ila*a) itu. "alam 'erik)tiar; manusia )arus optimis; mulaila) 'eker/a; ins*a Alla); Alla) akan turut mem'antun*a. &er)atikan i'ra) di 'a(a) ini % Seorang anak umur lima ta)un 'ermaksud mengam'il mainan di atas lemari. Anakn*a 'erkata %Mama); "ede mau mengam'il mainan di atas lemari; tetapi "ede tidak 'isa karena lemarin*a tinggi. Mama) tolong am'ilkan mainan itu I'u tidak langsung mengam'il mainan untuk "ede karena 1ara demikian tidak mendidik. I'u lantas 'erkata % Anakku; "ede; itu ada kursi; tarik kursin*a ke dekat lemari; terus dede naik ke kursi itu; pasti "ede 'isa mengam'iln*a . "ede men/a(a' % Mama); itu tidak mungkin; kursin*a 'erat; "ede tidak kuat . Si I'u 'erkata lagi % "ede; 1o'a dulu. "ede pun mulai menarik kursi itu. 0aru /uga 'e'erapa meter; "ede kepa*a)an. Apaka) si I'u tinggal diam 3idak; i'u dengan perasaan sa*angn*a langsung mem'antu "ede menarik kursi. Akan tetapi supa*a tidak keli)atan; i'u mem'antu mendorong kursi itu dengan pingguln*a. Ak)irn*a kursi itu merapat ke lemari. Setela) itu "ede mengam'il mainann*a. "ede lantas 'erteriak girang Mama)..; "ede 'er)asil. "ede ?agoan. I'u pun tersen*um dan mengi*akann*a. Siapaka) se'enarn*a *ang 'er)asil mengam'il mainan itu. "edela) *ang 'er)asil tetapi 'ukan semata$mata tenaga "ede tetapi ada ikut 1ampur i'un*a. "emikian pula Alla) kepada )am'a$-*a; Alla) akan mem'antu mereka *ang perlu di'antu; manusia )arus *akin 'a)(a Alla) akan mem'antun*a; Alla) 'er+irman % Bukanlah kamu )ang melem#ar ketika kamu melem#ar* teta#i $llahlah )ang melem#arn)a@/ (0(/ $l"$nfal H K 6 9:)/

.2

"alam )al ini; manusia )arus memulai 'eker/a. Musta)il Alla) mem'antu seseorang; kalau orang itu tidak memulai 'eker/a. Itula) se'a'n*a Alla) menegaskan 'a)(a (esungguhn)a $llah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak mengubah nasibn)a sendiri. Akan tetapi kadang$kadang; (alaupun kita suda) 'erusa)a maksimal dan 'erdoa optimal; tern*ata gagal /uga. agaln*a itu 'ukan karena malas; atau 1ero'o) tetapi karena ada )am'atan *ang tidak terduga. agal seperti itu dise'ut Mushibah/ Misaln*a seorang i'u mau men*e'erangi /alan ra*a; ia suda) sangat )ati$)ati; lirik kiri lirik kanak; 'egitu men*e'erang /alan; di luar dugaan ada motor *ang mela/u ken1ang dari ara) 'elokan. Si i'u *ang suda) 'erada di tenga) /alan tidak sempat lagi mengelak; ak)irn*a ia dita'rak motor. Ke1elakaan itu ter/adi tanpa terduga sedikitpun; itu dise'ut Mus)i'a). Kegagalan *ang ter/adi setela) 'erusa)a maksimal dan 'erdoa optimal tetap mendapatkan pa)ala. onto) lainn*a % Ada seorang ma)asis(a; ketika mau menga)adpi u/ian ia 'ela/ar sunggu)$sunggu); s)alat serta 'erdoa sekuat )ati. &ada (aktu ia pulang sekola) ia ke)u/anan se)ingga ia /atu) sakit. Sakitn*a semakin para) pada)al suda) 'ero'at ke dokter. Ak)irn*a anak itu tidak sempat ikut u/ian. Itu naman*a Mus)i'a). Mus)i'a) adala) ke/adian 'uruk *ang tidak disenga/a; 'ukan karena ke1ero'o)an; 'a)kan tidak 'isa diramalkan se'elumn*a. Mus)i'a) adala) semata$mata ke)endak Alla); Alla) memaksan*a. Manusia mau tidak mau )arus menerimamn*a. Al$QurBan surat Al$Hadid a*at 22 2! men*atakan s'' % V.idak semata"mata mushibah )ang menim#a di bumi dan (tidak #ula) #ada dirimu sendiri* kecuali telah tertulis dalam kitab (Aauh Mahfud,) sebelum +ami menci#takann)a/ (esungguhn)a )ang demikian itu mudah bagi $llah/ (+ami %elaskan )ang demikian itu) su#a)a kamu %angan berduka cita terhada# a#a )ang lu#ut dari kamu* dan su#a)a kamu %angan terlalu gembira terhada# a#a )ang diberikan"I)a ke#adamu/ 5an $llah tidak men)ukai setia# orang )ang sombong lagi membagakan diri/ &ada umummn*a; manusia menganggap 'a)(a mus)i'a) itu 'uruk tetapi 'elum tentu menurut Alla). Alla) men*atakan % 0isa /adi apa *ang kamu anggap 'uruk /usteru 'aik menurut Alla). I'arat sikap seorang i'u kepada anakn*a. Seorang anak usia # ta)un 'erusa)a meminta permen dan es kepada i'un*a. Ia merengek$rengek. I'un*a mendengar permintaan itu tetapi si I'u tidak mau mem'eri anakn*a permen atau es. I'un*a )an*a mem'eri roti. Si anak 'ingung lantas menangis dengan men*atakan % I'u ?a)at; i'u ?a)at. Mengapa sa*a minta permen atau es; tetapi i'u tidak mem'eri; mala) i'u mem'eri roti. Sa*a tidak mau roti. I'u ?a)at; i'u tidak sa*ang sa*a. I'u 'erkata %I'u 'ukan tidak sa*ang kamu nak ; kalau kamu makan permen kamu 'isa sakit gigi. ?uga kalau kamu makan es; kamu 'isa sakit perut. .!

?adi kalau seseorang suda) 'erusa)a maksimal dan suda) 'erdoa optimal tetapi usa)an*a gagal /uga; itula) mushibah; itu dari Alla); itu tanda kasi) sa*ang Alla) /uga; )an*a mungkin manusia tidak ta)u ra)asia Alla). le) karena itu kalau terkena mus)i'a); seorang mukmin )arus mengu1apkan kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi ra%iun (sesunggu)n*a kami milik Alla) dan kepada$-*ala) kami kem'ali). "engan demikian; ta8dir *ang 'aik atau mus)i'a) se'agai ta8dir 'uruk; semuan*a 'erasal dari Alla) S<3; kita )arus menerimamn*a. Itula) *ang dimaksud dengan 'eriman kepada ta8dir Alla); *ang 'aik maupun *ang 'uruk. ,a:dir Mu&ram dan Muoalla: Se'enarn*a ta8dir ada dua ma1am; *akni % 1. 3a8dir Mu&ram, iala) ta8dir *ang tidak 'isa diu'a) dengan usa)a manusia; seperti Si 9ulan la)ir dari ra)im I'u A; sedangkan si 9unala) la)ir dari ra)im i'u 0. Itu tak dapat diu'a) lagi dengan ik)tiar dan doa. "emikian pula la)ir se'agai etnis Sunda atau A1e); si A la)ir se'agai laki$laki sedangkan si 0 perempuan; Itu tidak dapat diu'a) lagi; kalau pun diu'a) itu 'er'a)a*a. . 2. 3a8dir Mu alla8 % iala) ke/adian *ang 'isa diu'a) dengan ik)tiar dan doa seperti miskin /adi ka*a; 'odo) /adi pandai; dll. Ke(a/i'an manusia adala) 'erusa)a dan 'erdoa agar ta8dir muBalla8 'isa 'eru'a) men/adi ser'a 'aik. Mushi&ah dan Hal)an K/adian 'uruk (ta8dir 'uruk) *ang 'ukan karena ke1ero'o)an manusia; atau 'ukan disenga/a; dise'ut Mus)i'a). 3etapi kalau ke/adian 'uruk itu karena ke1ero'o)an manusia; dise'utla) Halkan; 'ukan mus)i'a). onto) % -aik motor ugal$ugalan se)ingga 1elaka; malas 'ela/ar se)ingga tidak lulus u/ian; makan tidak teratur se)ingga sakit perut; 'unu) diri; 'er/udi )ingga miskin; tidak mau s)alat se)ingga masuk neraka; tdak mau mendengar dak(a) se)ingga men/adi ka+ir. Itu semua adala) ke/adian 'uruk; atau ta8dir 'uruk; tetapi 'urukn*a karena kesala)an manusia sendiri. =ang demikian 'ukan mus)i'a) tetapi dise'ut Halkan. "alam )al ini Alla) 'er+irman 'a)(a apa$apa *ang 'aik adala) dari Alla) datangn*a; sedangkan apa$apa *ang 'uruk adala) dari dirimu sendiri. Mus)i'a) adala) 'uruk se1ara la)iri*a) pada)al )akikatn*a adala) 'aik; itu 'erasal dari Alla). Sedangkan )alkan adala) 'uruk se1ara la)iri*a) dan 'uruk pula )akikatn*a. Itu 'erasal dari manusia. le) karena itu;

.#

kalau manusia terkena mus)i'a) )arus 'ersa'ar; tetapi kalau manusia terkena Halkan )arus 'ertau'at. %u)ses tan(a doa : Ada /uga orang prilakun*a 'usuk; ik)itiarn*a tidak mengenal )aram )alal; /arang 'erdoa; tidak perna) s)alat; dan lain$lain. &okokn*a )idupn*a 'iada' tetapi tern*ata dia sukses; men/adi orang ka*a; pangkatn*a tinggi; anak 'ua)n*a 'an*ak; dan lain$lain. Kesuksesan *ang demikian 'ukanla) nikmat tetapi ?sti<rad, *akni pem'erian Alla) tanpa kasi) sa*ang. Alla) mem'erin*a tanpa perasaan sa*ing; di'eri ra)man tanpa ra)im. ?adi kalau seseorang dalam usa)an*a sering melanggar aturan Alla); tidak perna) 'eri'ada) kepada Alla); 'erperilaku /a)ili*a) tetapi sukses; maka orang demikian 'ukan sukses se'agai 'erka) Alla) tetapi sukses se'agai isti%rad/ Kalau ada orang *ang memperole) kesuksesan *ang diduga se'agai istiu/rad; maka )arus diingatkan ole) teman$temmann*a agar dia 'ertau'at. Supa*a /elas mana mus)i'a); )lkan dan isti/rad 'isa dili)at pada ta'el % 3a'el 3a8dir Ik)tiar "oa Hasil Sukses agal agal Sukses 3a8dir 3a8dir 'aik (nikmat) Se1ara la)iri*a) adala) ta8dir 'uruk dise'ut Mus)i'a). 3a8dir 'uruk dise'ut Halkan Seakan ta8dir 'aik; dise'ut Isti/rad "ertan5aan 4enun#an : Siapaka) *ang le'i) mengeta)ui si+at$si+at manusia; Alla) atau manusia sendiri ?a(a'ann*a % Alla). Siapaka) *ang le'i) mengeta)ui aturan *ang tepat untuk mengatur manusia; Alla) atau manusia ?a(a'ann*a % Alla). Alla) tela) men*iapkan aturan untuk manusia *akni Al$Qur an; sedangkan manusia dengan akaln*a /uga tela) men*iapkan aturan untuk mengatur manusia. Aturan manaka) *ang paling 'aik ?a(a'ann*a % Aturan Alla); Al$Qur an. Kalau anda mengeta)ui 'a)(a Al$Qur an le'i) 'aik dari aturan 'uatan siapapun di dunia ini; tetapi anda memili) aturan lain; apaka) anda termasuk orang pandai atau orang 'odo) ?a(a'ann*a % rang 'odo) (/a)ili*a)). 3indak lan/ut S*ukur Sa'ar 3au'at 3au'at

.,

Kalau anda suda) mengeta)ui 'a)(a aturan *ang 'aik adala) Al$Qur an; apaka) anda mau melaksanakan Al$Qur an ?a(a'ann*a %

$!$ qIII

+ON%E" M!N/%I! +unsi %u)ses Manusia se&a#ai +halifah di $umi


..

dan di !lam Lainn5a

,u'uan Instru)sional /mum 0,I/1 Ma)asis(a memiliki 4isi *ang /au) ke depan serta kompre)ensi+ tentang konsep )idup di dunia se)ingga mereka 'isa )idup pada /alan *ang 'enar sesuai petun/uk Alla) S<3. ,u'uan Instru)sional +husus 0,I+1: Ma)asis(a dapat men/elaskan )akikat manusia; tu/uan )idup dan tugas )idupn*a di dunia. Ma)asia(a mampu mema)ami kun1i sukses meme/en dirin*a untuk men/adi khalifah fil ardl *ang sukes. "o)o)*(o)o) Materi : "rolo# : Manusia di1iptakan Alla) S<3 dari tana) tetapi se1ara arsitektur; manusia menempati posisi pun1ak di'andingkan malaikat sekalipun. 3ugas manusia sangat 'erat; *akni se'agai khalifah fi al"ardh (penguasa 'umi); se'ua) tugas *ang tidak di'e'ankan kepada kelompok /in. 3ugas manusia se'agai k)ali+a) adala) mengelola 'umi se)ingga 'umi men/adi sum'er kese/a)teraan dan ke'a)agian la)ir 'atin 'agi segenap umat manusia. Itula) misi rahmatan lil 4alamin *ang diem'an manusia. Supa*a sukses men/adi k)ali+a); Alla) S<3 tela) melengkapi manusia dengan ru) di samping n*a(a ()e(an )an*a memiliki n*a(a); /uga dilengkapi dengan +isik *ang disiapkan di alam ra)im; 'a)kan dilengkapi dengan 8al'u (willing* feeling thinking dan akal nurani). <alaupun manusia di'eri amana) se'agai khalifah fil ardh; namun /usteru Alla) tidak memaksa manusia untuk 'er'uat se'agaimana ke)endak Alla). Alla) )an*a mem'erikan dua /alan (wahadainahu na%dain); Sedangkan /alan mana *ang mau ditempu)n*a; disera)kan sepenu)n*a kepada manusia. Manusia memiliki )ak untuk memili) (free choise* free will* ree action); Akan tetapi tentu sa/a setiap pili)an mengandung resiko (QS. ,2 % 21). Apa'ila pili)ann*a sala); maka setela) mati; ia akan disimpan di Si<in (pen/ara) alam 8u'ur. Seterusn*a ia akan ditempatkan di dalam @ar (neraka). Se'alikn*a apa'ila pili)ann*a sesuai dengan petun/uk Al$Qur an; maka setela) mati; ru)n*a akan disimpan di ?liyin (tempat tinggi) di alam Qu'ur. &er/alanan seterusn*a pasti lan1ar 'a)agia; 'aik di alam ma)s*ar maupun ketika memasuki Aannah (s*urga). Se'agai khalifah fil ardhi; manusia mengalami )idup di lima alam *akni (1). Alam Ru) (2). Alam Ra)im; (!). Alam "unia; (#). Alam Qu'ur dan (,). Alam Ak)irat. Rin1iann*a akan di/elaskan di 'a(a) ini.

Manusia di !lam 4uh : Se'elum manusia 'erada di alam "unia; manusia terle'i) da)ulu 'erada di alam Ru) atau >au) Ma)+ud@. "i alam Ru); semua manusia masi) 'erupa ru) (/amakn*a arwah). Apaka) ru) itu tidak seorang pun mengeta)ui apa eksistensi ru) itu.

.2

"ari alam Ru) ini; manusia tidak langsung turun ke dunia; karena kalau langsung turun; 'erarti manusia turun dalam 'entuk ru) *ang tidak 'er+isik . Kalau ke/adian demikian; di dunia tidak akan ada mo'il se'a' ru) tidak perlu mo'il; tidak ada pa'rik karpet; pa'rik pakaian; pa'rik o'at n*amuk; dll se'a' ru) tidak memerlukan itu semua. Suda) dapat dipastikan; keadaan 'umi pasti sepi. le) karena itu; supa*a 'umi ini ramai maka manusia )arus dilengkapi dengan +isik (/asad) se'agai pem'ungkus ru). &ada saatn*a nanti; se'elum ru) masuk ke dalam /anin di alam Ra)im; Alla) S<3 'ertan*a ulang kepada ru) % 7$lastu birabbikum (Apaka) Aku ini 3u)anmu). Ru) men/a(a' %Bala s)ahidna (=a 7ngkau 3u)an kami). "alam )al ini ru) &er'an'i kepada Alla) se'agai Sang &en1ipta; 'a)(a kalau ia kelak la)ir ke dunia; ia akan menga'di kepada Alla). Menga'di kepada Alla) se'agai khalifah fil ardl (penguasa dan pengelola 'umi). Amana) se'agai ini se'enarn*a tela) dita(arkan ole) Alla) kepada langit; 'umi dan gunung$gunung tetapi mereka semua menolakn*a. Kemudian amana) ini diam'il ole) manusia (QS. Al$A)@a' 22). ?adi manusia menga'di kepada Alla) adala) se'ua) agreement *ang )arus dilaksanakan. Agar su)ses mengelola 'umi; maka apa'ila manusia tela) la)ir ke dunia; mereka )arus mempela/ari dan menaati )ukum$)ukum Alam. "i samping itu; manusia pun )arus mempela/ari dan menaati )ukum$)ukum spiritual *akni Al$Qur an. 0aik )ukum Alam maupun )ukum spiritual Al$Qur an; kedua$dun*a 'ersi+at a'solut ; pasti; tetap; dan o'/keti+; tidak 'eru'a). Apa'ila manusia 'erpaling dari )ukum *ang a'solut lantas memili) )ukum *ang relati+ 'uatan manusia; maka ia akan gagal melaksanakan tiugas kek)ali+a)ann*a. Supa*a manusia menaati )ukum Alla) maka Alla) tela) men*iapkan konsep pem'inaan 'agi manusia. Manusia )arus di'ina se1ara intensi+ dan konsisten. Konsep Alla) untuk pem'inaan manusia tela) di'erikan kepada para na'i di setiap @aman*a. Isi konsep itu tela) disesuaikan dengan situasi dan kondisi mas*arakat di @aman itu. 0asi1 pem'inaan 'agi umat na'i Mu)ammad adala) melalui paket rukun Islam. Hadits men*atakan Buni)a al"Islam 2ala khamsin (Islam di'ina dengan lima pilar); *akni s*a)adat; s)alat; s)aum; @akat dan )a/i. S*a)adat pertama (as)hadu alla ilaha illallah) memi'na 'asi1 mental (keimanan) manusia agar memiliki ke*akinan koko) 'a)(a Alla) adala) satu$satun*a 3abb *akni &en1ipta; &emeli)ara dan &engatur. Me*akini 'a)(a dalam melaksanakan tugas se'agai khalifah fil ardl (pengelola 'umi); manusia )arus mengikuti aturan Sang &engatur *akni Al$ Qur an. Apa'ila mengelola 'umi dengan menga'aikan aturan Al$Qur an; pasti akan 'erak)ir dengan ke'inasaan dunia ak)irat. .5

S*a)adat /uga mem'ina ke*akinan manusia 'a)(a Alla)la) satu$satun*a Malik atau ra/a *ang )arus dtaati. 3iada *ang patut diaati ke1uali Alla). Ke*akinan ini akan mem'ua)kan sikap konsisten kepada ke'enaran dan akan mengikis sikap takut untuk tidak mentaati siapapun termasuk atasan *ang @alim. 7+ek lain dari s*a)adat adala) mengoko)kan ke*akinan manusia 'a)(a Alla)la) satu$satun*a Ilah; 3u)an *ang )arus disem'a). "engan ke*akinan itu; maka manusia termoti4asi meniatkan seluru) peker/aann*a se'agai kahlifah fil ardh )an*a untuk Alla) 'ukan karena moti+$moti+ dunia(i *ang 'ersi+at sementara. Kalau niatn*a untuk 'eri'ada); di ak)irat kelak ia akan mendapat pa)ala; d dunia pun ins*a Alla) akan mendapatkan dunia. Sedangkan s*a)adat kedua (as)hadu anna muhammadar rasulullah) akan mela)irkan moti4asi *ang sangat kuat untuk meneladani ak)lak Rasululla) se'agai wholre model (uswah hasanah) *ang tela) suskses mengelola 'umi. Han*a dalam tenpo 2! ta)un *akni 1! ta)un di Meka) dan 1: ta)un di Medina); na'i 'er)asil mengu'a) 'angsa *ang 'iada' men/adi 'angsa *ang 'erada'. Rukun Islam *ang kedua adala) s)alat *ang 'er+ungsi mem'ina manusia supa*a selalu ingat dan 'erkomunikasi kepada Alla) se'agai konsultan dalam melaksanakan tugas$ tugas kek)ali+a)an se)ingga manusia mampu 'eker/a se1ara fitrah (su1i) dan hanief (lurus); men/au)i segala 'entuk maksiat; 'aik maksiat la)ir maupun maksiat 'atin. (innash shalata tanha 4anil fahs)a wal munkar/ Apa'ila manusia men/adikan thagut se'agai konsultan; maka ia akan men/adi k)ali+a) *ang menuai nestapa dunia ak)irat. Rukun Islam *ang ketiga adala) s)aum/ S)aum melati) manusia agar mampu memene/ emosi (emotional 0uoitien) se)ingga 'ersikap sa'ar dan lema) lem'ut. Alla) menegaskan % 5an a#abila kamu bersika# keras dan berhati kasar nisca)a orang"orang akan lari dari sekelilingmu. Kun1i sukses seorang khalifah fil ardh adala) )arus mampu men/adi mana/er *ang )angat; lema) lem'ut dan memiliki kepedulian tinggi kepada semua orang. Rukun Islam *ang keempat adala) @akat. akat mem'iasakan manusia 'ersikap derma(an serta memiliki kepedulian sosial. Sikap ini sangat perlu dimiliki ole) para pengelola 'umi. Sikap derma(an pun akan mengikis niat$niat mengam'il )arta *ang tidak )alal. Rukun Islam *ang kelima adala) )a/i. Ha/i 'ertu/uan me(u/udkan insan sa'ar; ta(akkal; ker/a keras; mampu 'eker/a sama se1ara glo'al (mendunia) dengan saling meng)argai. Suatu sikap *ang penting men/adi 1iri kepri'adian khalifah fil ardh/

.6

Alla) tela) mem'erikan uraian tugas (%ob descri#tion) 'agi manusia se'agai khalifah fil ardl* Alla) tela) mem'erikan ke(enangan kepada manusia (delegation of authorit)) untuk mengelola 'umi untuk se'esar$'esarn*a kese/a)teraan manusua. Alla) pun tela) mem'erikan -uidance Book *akni Al$Qur an *ang 'erisi tatanan nilai dan petun/uk pelaksanaann*a dalam pengelolaan 'umi; manusia )an*a tinggal melaksanakann*a. "alam )al ini manusia tela) setu/u untuk melaksanakann*a. "engan demikian di Alam Ru) itu; manusia tela) melakukan teken kontrak untuk )an*a menga'di kepada Alla). Ini artin*a )idup manusia tela) dikontrak (di'eli) ole) Alla) dengan im'alan s*urga. Kalau kelak manusia mengingkari per/an/ian ini; maka sunggu) ia tela) 'erk)ianat kepada Alla). "er)em&an#an manusia di alam 4ahim : "i Alam Ra)im; Alla) men*iapkan tu'u) manusia *ang akan di/adikan tempat Ru). 9ungsi tu'u) adala) untuk mem'antu ru) dalam merealisasikan tugas kek)ali+a)an. "engan demikian *ang men/adi eksistensi manusia adala) ru) 'ukan tu'u). 3u'u) 'erkulit )itam atau puti) 'ukanla) )al pokok; 1antik atau 'uruk rupa tidakla) penting. 3etapi sa*angn*a 'an*ak manusia *ang mem'erikan penilaian 'erle'i)an kepada /asad daripada ru)ani. &en1iptaan tu'u) manusia dimulai ole) persenggamaan suami isteri. Suami mengeluarkan sperma (nuthfah). Sperma adala) ke)idupan tingkat a(al atau hidu( se&a#ai sel Sel sperma suami mem'ua)i o4um isteri (konsepsi) maka /adila) @igot *ang kemudian 'ergantung pada uterus (2ala'ah). Inila) ke)idupan tingkat kedua atau hidu( se&a#ai 'arin#an. igot terus tum'u); maka ter'entukla) daging; tulang; tangan; kaki; dll (mudgah). Inila) ke)idupan tingkat ketiga atau hidu( se&a#ai or#an. &ada usia # 'ulan masukla) ru) ke dalam /anin; se)ingga /anin 'ergerak$gerak. Se'elum usia # 'ulan; manusia mempun*ai n*a(a (ha)at) tetapi pada usia # 'ulan ia dimasuki ru). Inila) ke)idupan tingkat keempat; *akni hidu( se&a#ai inditidu manusia 0khal'an akhar; 'entuk +inal1 "egan demikian; manusia *ang 'erasal dari 'a)an *ang )ina (sperma) terse'ut; ole) Alla) di/adikan se'agai mak)luk *ang se1ara +isikal memiliki 'entuk (arsitektur) *ang paling sempurna (fi ahsani ta'wim). (At$3in % #). &ada usia # 'ulan itu; selain 'a*i dimasuki Ru); 'a*i pun di'eri potensi (#otential ca#asit)); misaln*a potensi main 'ola; 'erdagang; men*an*i; 'erpidato; 'ersosial; dll. Antuk mendorong perkem'angan potensi ini kelak; manusia di'eri 0albu (heart* /antung )ati); *ang di dalamn*a terdapat antara lain willing (kemauan; na+su; s*a)(at); feeling (perasaan % suka;

2:

'en1i; sedi); gem'ira; dll) dan thinking. &otensi lain adala) sama2 bashar* dan afidah (pendengaran; pengli)atan dan )ati nurani). Manusia di Alam Ra)im )an*a 6 'ulan 1: )ari (rata$rata). Setela) itu manusia di dalam ra)im i'u )arus mutasi ke alam ke tiga *akni alam "unia. 3 !lam Dunia 0,u#as manusia di alam Dunia1: Ketika manusia la)ir (se'agai 'a*i); potensi *ang di'a(a se/ak dalam kandungan 'elum 'erkem'ang; 'a)kan pada periode ini anak manusia 'elum mengeta)ui apa$apa (An$ -a)l 25). le) karena itu manusia )arus dididik agar #otential ca#asit) *ang dimilikin*a men/adi actual abilit) (kemampuan n*ata). Sala) satu 'entuk pendidikan adala) melakukan penelitian empirik. Alla) S<3 memerinta)kan agar manusia melakukan penelitian tentang alam misaln*a 'agaimana unta di1iptakan ('iologi); 'agaimana langit ditinggikan (astronomi); 'agaimana gunung$gunung ditekakkan (4ulkanologi); dan 'agaimana 'umi di)amparkan (geologi) (QS Al$)as*ia) % 12$2:). "emikian pula di dalam QS.2 % 1.2# dan QS. ! % 16:$161 Alla) menegaskan 'a)(a pen1iptaan langit dan 'umi serta pergantian malam dan siang ()ukum rotasi) adala) o'/ek penelitian 'agi orang$orang *ang 'eriman se)ingga mereka 'isa men/adi (lul Al&a& *akni orang *ang 'isa menemukan inti (al"lub) masala) atau )akikat sesuatu. Selain dilati) ke1erdasan 'er+ikirn*a (IQ); /uga )arus dilati) ke1erdasan spiritualn*a (SQ) *akni melalui d@ikir; 'aik ketika 'erdiri; duduk; atau 'er'aring. Manusia *ang sering merenung tentang pen1iptaan Alla); ins*a Alla) akan sampai kepada kesadaran spiritualn*a *ang ditandai antara lain dengan men*atakan %3abbana ma khala'ta had,a bathilaa (=a 3u)an kami; tidakla) 7ngkau men1iptakan semua ini dengan sia$sia). Selama manusia 'elum 'alig); Alla) S<3 'elum meminta manusia untuk melaksanakan tugas kek)ali+a)an se'agaimana ter1antum dalam naska) per/an//ian *ang ditandatangani di alam Ru); tetapi manusia di'eri /eda (aktu selama 1, ta)un se)ingga men1apai usia 1ukup atau baligh. Setela) men1apai 'alig) 'arula) manusia di'eri taklief ('e'an; ke(a/i'an) untuk melaksanakan tugas kek)ali+a)an se'agaimana ter1antum dalam Kontrak Ker/a . &ada usia 1$1# ta)un; anak manusia dilati) untuk 'er'uat *ang 'aik tetapi 'elum di(a/i'kan. &ada usia ini; anak manusia )an*a dipersiapkan +isik dan ru)anin*a agar kelak siap men/adi khalifah fi al"ardl. &ersiapan +isik dilakukan antara lain dengan mem'eri anak makanan *ang )alal dan 'ergi@i (halalan tha))iba). sedangkan persiapan untuk

21

mende(asakan sikap mental anak dilakukan antara lain dengan a1ara a8i8a); k)itan; pem'iasaan; s)alat; 'ersikap /u/ur; dll. Setela) 'alig) (usia 1, ta)un; atau tela) )adil 'agi perempuan; atau suda) mimpi 'asa) 'agi pria); maka manusia (a/i' melaksanakn tugas kek)ali+a)an. >e'i) rin1i lagi melaksanakan %ob di seputar hablum minallah* hablum minannas dan hablum minal 2alam/ Inila) *ang dise'ut i&adah" "e+inisi i'ada) iala) segala akti4itas manusia *ang dirid)ai ole) Alla) S<3; 'aik akti4itas la)ir maupun akti4itas 'atin (al"ibadah hi)a* kullu ma )ardhalullahu minal a'wali wa al"af2ali* ad dhahirah wa al"bathinah). &endek kata tugas manusia di alam "unia adala) i'ada). Alla) 'er+irman % "an tidak semata$mata Alla) men1iptakan /in dan manusia ke1uali untuk 'eri'ada) kepada$-*a. (QS. ,1 % ,.). ?adi; apapun *ang diker/akan manusia; seluru)n*a )arus dalam kerangka 'eri'ada) kepada Alla). 3ugas i'ada) *ang di'e'ankan kepada manusia meliputi tiga pilar; *akni (1). Hablum minallah seperti s)alat; s)aum; @akat; )a/i; 'erdoa; 'erd@ikir; 'ersikap ta(akkal; tadharru2 (merenda) )ati kepada Alla)) dan lain$lain. (2). Hablum minannas seperti toleransi (tasammuh)* ker/asama; ta2awun (tolong menolong). (!). Hablum minal 2alam *akni 'ersikap ihsan ter)adap seluru) sum'er da*a alam; 'aik sum'er da*a alam )e(ani; na'ati maupun energi; termasuk menaati )ukum Alam ()ukum +auni)ah). 3argetn*a adala) terkelolan*a 'umi se1ara 'aik untuk 'ekal manusia dalam kerangka i'ada) kepada Alla). "alam )al ini /in tidak di'eri S&K (Surat &erinta) Ker/a) untuk men/adi k)ali+a) fi al"ardl/ Inila) sala) satu kele'i)an manusia di'andingkan /in. Masa ker/a manusia di'atasi ole) usia. Asia manusia di dunia rata$rata 2: ta)un. Itu kalau menggunakan per)itungan ta)un Mase)i. Kalau menggunakan ta)un )i/ri*a) kira$kira 2# ta)un. >ain lagi kalau menggunakan per)itungan ta)un -eptunus atau &luto. Apalagi ta)un dalam per)itungan Alla). "i dalam Al8urBan di/elaskan % Inna )auman 2inda rabbika kaalfi sanatin mimma ta2uddun (Sesunggu)n*a satu )ari di sisi 3u)anmu sama seperti seri'u ta)un )itunganmu). 0a)kan pada surat Al$MaBari/ a*at # ditegaskan Mi'daruhu khamsina alfa sannah (satu )ari sama dengan ,:.::: ta)un). "engan demikian kalau manusia )idup di dunia selama 2: ta)un; itu sama sa/a dengan 1; 6 menit; pendek sekali. <aktu *ang sangat singkat ini )arus 'enar$'enar diman+aatkan untuk i'ada). Karena (aktun*a sangat singkat maka )idup )arus e+ekti+ *akni seluru) akti4itas )idup )arus diara)kan untuk i'ada). 3idak ada (aktu untuk gosi+; +itna); )ura$)ura; dll. ?uga )idup )arus e++esien; *akni dalam (aktu *ang singkat )arus 'an*ak amal s)ale) *ang diperole). 22

Amal s)ale) adala) &ersifat a)tif; 'ukan pasi+. Kalau 'ersi+at pasi+ seperti tidak meng)ina; tidak 'er/udi; tidak 'er@ina dll; itu 'ukanla) amal s)ale) tetapi masi) dalam koridor iman. Se'alikn*a kalau seseorang 'er/udi; korupsi; mend@alimi; 'er@ina maka ia dianggap tidak 'eriman. Hadits men*atakan % V.idaklah seorang mencuri* ketika ia mencuri dalam keadaan beriman/ 5emikian #ula tidaklah seseorang ber,ina* ketika ia ber,ina dalam keadaan beriman@/ Amal s)ale) itu 'ersi+at akti+; seperti menger/akan s)alat; s)aum; @akat; )a/i; menolong orang; mem'angun tempat i'ada); mem'angun kepentingan umum; mengurus negara dengan 'aik; dll. -ilai amal s)ale) diukur ole) sedikit 'an*akn*a orang *ang memperole) man+aat dari )asil peker/aann*a. Ada amal s)ale) *ang )an*a dinikmati ole) peri'adi sendiri; ada /uga amal s)ale) *ang 'isa dinikmati ole) keluarga; dinikmati ole) orang$orang se$R3; se$R<; se ke1amatan; seka'upaten; sepropinsi; senegara; se'enua dan sedunia. Hadits men*atakan %Lrang )ang #aling baik adalah orang )ang #aling ban)ak manfaatn)a bagi orang lain. Agar kita men/adi pelaku amal s)ale) *ang paling tinggi le4eln*a; maka kita )arus meng)asilkan sesuatu *ang 'erman+aat 'agi manusia sedunia; misaln*a meng)asilkan teknologi listrik; otomoti+; kedokteran; dll. "alam )al ini; orang *ang memilki keilmuan dan kea)lian tinggi; memliki kesempatan *ang le'i) 'esar untuk melakukan amal s)ale) le4el satu. "alam )al ini Alla) memerinta)kan manusia untuk 'erpa1u dalam amal s)ale) (fastabi'ul khairat). "emikian pula *ang dise'ut dosa adala) setiap pelanggaran ter)adap setiap aturan *ang 'aik. 3ingkatan dosa dikukur ole) dampakn*a. Semakin 'esar dampak 'urukn*a semakin 'esar tingkat dosan*a; ada dosa *ang dampak 'urukn*a dirasakan ole) pri'adi; ole) mas*arakat luas ada /uga *ang dampakn*a dirasakan ole) manusia sedunia. "alam )al ini orang *ang 'erilmu dan memikiki kekuasaan tertinggi; kalau 'er'uat dosa; dampakn*a akan le'i) da)s*at daripada dosa *ang dilakukan ole) orang 'odo). le) karena itu; seorang mukmin )arus 'erusa)a meng)indari dosa dan melakukan amal s)ale) agar 'isa men1apai ke'a)agiaan ak)irat dengan tidak meinggalkan ke'a)agiaan dunia. Alla) men*atakan % Carilah ole)mu karunia Alla) 'erupa kampung Ak)irat. "an Jan#anlah lupa 'agianmu di dunia. (QS.). Antuk ak)irat menggunakan fiil amar (kata perinta)) arila) . Sedangkan untuk dunia menggunakan fiil nah)i (larangan) ?angan lupa . Kalau demikian se'enarn*a dunia itu adala) media untuk men1apai ak)irat. Memisa)kan akti4itas dunia dengan Ak)irat adala) sikap sekuler. ?adi kegiatan apapun; 'aik

2!

*ang men*angkut sosial politik; sosial 'uda*a; sosial ekonomi; seluru)n*a )arus dengan niat i'ada) kepada Alla). &erlu men/adi 1a1atan penting 'a)(a; manusia di dunia tidak 'isa )idup tanpa materi ()arta); tetapi kenikmatan tidak selalu se/a/ar dengan )arta. Kenikmatan sangat tergantung kepada sikap penerimaan )ati ('ana2ah; s)ukur nikmat ). Kalau kenikmatan tergantung kepada )arta; maka Alla) tidak adil. Setela) manusia men/alani )idup; pada usia tertentu manusia )arus mati. Ru) manusia 'erpisa) dari tu'u)n*a. 3u'u) *ang 'erasal dari tana) )arus kem'ali kepada tana). Sedangkan ru) *ang 'erasal dari Alla) kem'ali kepada Alla). Inna lillahi wa inna ilaihoi ra%iun. Ane)n*a tu'u) *ang akan kem'ali kepada tana) terus menerus di make u#; sedangkan ru) *ang akan kem'ali kepada Alla) tidak di make u# dengan serius. &ada)al Alla) menegaskan %!ada hari $khirat nanti* semua manusia tidak da#at diterima oleh $llah kecuali orang )ang datang dengan 'albun salim (selamat* bersih* suci sebagaimana dulu di alam arwah).. Manusia *ang mati; tu'u)n*a masuk ke ku'uran; sedangkan ru)n*a masuk ke alam 8u'ur. Setiap orang mati pasti masuk ke alam Qu'ur tetapi tidak semua orang *ang mati masuk ku'uran. 3 !lam 6u&ur 0Masa "enantian "an'an#1 : Kualitas ru) orang mati ter'agi tiga ; (1). Iafsu $marah *akni )idupn*a didominasi ole) amal 'uruk (2). Iafsu Aawwamah *akni manakala amal 'aik dan 'uruk relati+ seim'ang. (!) Iafsu Muthmainnah *akni manakala )idupn*a didominasi ole) amal sale). 0agaimana pun kualitasn*a; semua ru) orang mati pasti memasuki Alam Qu'ur. Inila) alam keempat 'agi manusia. Ru) *ang sale) ditempatkan di Ili)in (tempat tinggi) sedangkan ru) *ang inkar ditempatkan di (i%in (pen/ara). "i Ili*in; ru) mendapatkan kenikmatan ru)ani*a); sedangkan di Si/in ru) mendapatkan siksaan ru)ani*a) 'at)ini*a). Ru) tidak 'isa kemana$mana. 3idak mungkin ru) 'isa genta*angan. Ru) itu ma/u terus dari alam ke alam musta)il mundur. "i alam Qu'ur; malaikat Munkar dan -akir memeriksa amal manusia dengan sangat 1epat se'a' Alla) itu Ma)a epat Meng)itung (innallaha sari2ul hisab). "alam )al ini kematian tela) mengak)iri akti4itas amal 'aik dan amal 'uruk manusia. Hadits men*atakan % Apa'ila anak Adam meninggal dunia; maka putusla) segala amaln*a ke1uali tiga; *akni (1). Sidka) ?ari*a). &a)ala sidka) akan terus menam'a) amal orang mati. (2). Anak s)ale) *ang mendoakan orangtuan*a. Sedangkan doa anak *ang inkar sama sekali tidak 'isa 'erpengaru). 2#

(!). Ilmu *ang diman+aatkan dia/arkan; seperti menga/ar Al$QurBan; matematika; mengepel; memasak; dll; pokok semua ilmu *ang 'erman+aat. Ru) *ang 'erada di Si/in dapat sa/a mutasi ke Ili*in apa'ila mendapat pasokan pa)ala *ang memadai dari ketiga amal di atas. Manusia di alam Qu'ur sangat lama menunggu Kiamat. ?adi alam Qu'ur adala) alam pemisa) (bar,ah) antara alam dunia dengan alam Ak)irat. v !lam !)hirat 0,em(at "em&alasan !mal1: Alam Ak)irat dia(ali ole) peristi(a Kiamat; *akni )an1urn*a alam /agad ra*a se1ara da)s*at. Malaikat; /in dan manusia mati. Seluru) mak)uk musna) lulu) lantak. Ketika itu )an*a Alla)la) *ang Ma)a Hidup (alha))u al"'a))um). Alla) lantas mengganti 'umi dan langit *ang tela) )an1ur dengan 'umi dan langit *ang 'aru (QS. ). &en1iptaan 'umi dan langit *ang 'aru ini sangat mungkin sama dengan periode a(al pen1iptaan alam. Kalau demikian; pasti su)u 'umi panas luar 'iasa. Semua manusia 'enar$'enar di/emur dalam terikn*a mata)ari dengan /arak *ang sangat dekat (karena mata)ari 'elum 'an*ak 'erekspansi). 3etapi ada tu/u) golongan orang$orang *ang mendapatkan tempat tedu). &ada (aktu itu; manusia di'ariskan di alam ter'uka; itula) )ari Ma)s*ar. "i alam Ma)s*ar ini seluru) manusia 'erusia sama *aknii /e/aka (abkara)/ "i sini seke1il apapaun amal 'aik dan per'uatan dosa akan di'uka transparan; tak ada *ang luput sedikitpun. (QS ). Selan/utn*a adala) penim'angan amal (mi,an). Amal *ang 'aik 'isa meng)apus amal *ang 'uruk. Apa'ila nera1a amaln*a tern*ata saldo @ero; manusia suda) 1ukup aman. Kedudukann*a seperti anak ke1il atau orang gila *ang dinilai tidak memiliki amal s)ale) tetapi /uga tidak mempun*ai dosa; )an*a sa/a 'alasan s*urgan*a minimal. 0erdasarkan )asil mi@an di atas; manusia dikelompokkan men/adi dua; *akni 'arisan kanan (ashab al")amin) *ang nampak 'er(a/a) 1era) 1eria; dan 'arisan kiri (ashab as)" ()imal) *ang nampak 'ermuram dur/a; tunduk malu; ter)ina. Antuk men*elamatkan diri; manusia 'erusa)a susa) pa*a) meminta 'antuan agar ia 'isa masuk kepada ashab al")amin. Maka datangla) na'i Mu)ammad SA< mem'erikan 'antuan. Inila) *ang dise'ut s)afa2t al"kubra ('antuan 'esar) kepada orang$orang *ang la*ak di'antu. Setela) per)itungan +inal; maka ashab al")amin memasuki s*urga; 'aik s*urga 9irdaus; Adnin; -aim; dll tergantung kepada /umla) amal s)ale) *ang dimilikin*a. Sedangkan ashab as)"()imal memasuki neraka; 'aik neraka (ail; sa8ar; /a)im; ?a)annam; dll tergantung kepada /umla) dosa *ang dilakukaann*a. "alam )al ini orang *ang *ang mengaku 2,

muslim tetapi tidak s)alat dimasukkan ke dalam neraka Sa8ar; sedangkan orang muslim *ang s)alatn*a tidak memiliki e+ek positi+ ter)adap prilakun*a dimasukkan ke dalam neraka <ail. >aman*a orang di neraka tergantung se'erapa 'an*ak dosa *ang dilakukann*a. <alaupun demikian; se'agaimana )itungan )ari dan ta)un menurut Alla); sangat mungkun kalau orang memasuki neraka selama satu )ari itu 'isa sama dengan 1::: ta)un )itungan dunia 'a)kan 'isa sampai ,:.::: ta)un. Ia2ud,u billahi min d,alik 0erdasarkan uraian di atas; se'enarn*a manusia di dunia 'aru alam *ang ke tiga; masi) ada dua alam lagi *ang )arus dilalui *akni alam Qu'ur dan alam Ak)irat. "i alam Qu'ur; manusia menunggu Kiamat ri'uan ta)un; sedangkan di alam Ak)irat manusia 'a)agia atau sengsara selama mil*aran ta)un. le) karena itu )idup alam "unia *ang )an*a 2: ta)un )arus 'enar$'enar diman+aatkan. &er1uma lulus S!; ka*a; dan terkenal kalau di ak)irat masuk neraka. =ang 'aik adala) manusia 'isa men1apai s*urga melalui ke'a)agiaan s)ale) di dunia. Itu 'isa terealisasi; apa'ila manusia menaati )ukum Alam ()ukum +auni)ah) dan )ukum QurBani*a) se1ara 'ersamaan. *****ooo0ooo******

2.

$!$ Iw

E%%EN%I !+HL!+ 04itual dan "eru&ahan "rila)u 0/ehaBior +hange1


,u'uan instru)sional /mum Ma)asis(a dapat mema)ami dan men*adari 'a)(a )arkat dera/at manusia diukur dari kelu)uran ak)lakn*a 'ukan karena ilmu; )arta atau /a'atann*a. "engan kesadaran itu di)arapkan mereka termoti4asi untuk meningkatkan kualitas ak)lakn*a. 0aik dalam )u'ungann*a dengan Alla); dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. ,u'uan Instru)sional +husus : Ma)asis(a dapat % Mema)ami )akikat ilmu ak)lak (etika) o'/ek 'a)asan dan ruang lingkupn*a; serta target$ target *ang )arus di1apain*a. Ma)asis(a mema)ami su'stansi dan essensi ak)lak kepada Alla); kepada sesama manusia dan kepada alam sekitar. Ma)asis(a termoti4asi untuk 'erak)lak mulia dalam segala dimensin*a. "o)o)*(o)o) Materi "rolo# % Manusia memiliki 'an*ak potensi termasuk ke1erdasan; 'aik ke1erdasan 'er+ikir (IQ); ke1erdasan emosi (7Q); maupun ke1erdasan spiritual (SQ). Apa'ila manusia mampu memene/ seluru) ke1erdasan terse'ut 'erdasarkan nilai$nilai Ila)i*a) maka ia akan men/adi manusia 'erak)lak 'aik dalam dimensi *ang luas; 'aik dalam )u'ungann*a dengan Alla) (Hablum minallah); dengan sesama manusia (hablum minannas) maupun dengan alam sekitar (hablum minal 4alam). "engan demikian pendidikan ak)lak pada dasarn*a adala) character building dengan target ter/adin*a peru'a)an prilaku (behavior change). 7ssensi ak)lak kepada Alla) adala) tauhid (taat total tanpa reser4e; total submittion) atau samiCna wa athaCna. 7ssensi ak)lak kepada manusia adala) ukhu!ah *akni menganggap manusia se'agai saudara. Sedangkan essensi ak)lak kepada alam adala) ihsan; *akni 'er'uat *ang paling 'aik dalam rangka men/adikan segenap sum'er da*a alam untuk kese/a)teraan la)ir 'atin umat manusia. Ha)i)at !)hla) : Ak)la8 *ang 'erasal dari kata khala'a dengan akar kata khulu'an 'erarti perangai; ta'iat atau adat. &erangai *ang 'aik dise'ut akhlak al"karimah sedangkan perangai *ang 'uruk dise'ut akla' al"mad,mumah. Sedangkan *ang dimaksud dengan ilmu ak)lak adala) a/aran tentang 'agaimana 1aran*a me(u/udkan manusia *ang 'erak)lak 'aik.

22

O&'e) &ahasan !)hla) : '/ek 'a)asan Ak)lak meliputi tiga dimensi *akni % 1. Hu'ungan dengan Alla) (hablum minallah); 3ermasuk ke dalam hablum minanllah adala) ketaatan kepada Al$Qur an dengan sunna) rasul se'agai pen/elasann*a. 2. Hu'ungan dengan sesama manusia (hablum minannas ). 3etrmasuk ke dalam hablum minanas antara lain % etika kepada sesama muslim; etika kepa+a non muslim ; etika kepada orang sakit; etika kepada a*a) dan i'u; etika kepada la(an /enis; dll. !. Hu'ungan dengan alam sekitar (hablum minal 4alam); termasuk di dalamn*a etika kepada +lora; +auna; air; laut; )utan; gunung; udara; dan sum'er da*a alam lainn*a. F/ Essensi !)la: : Essensi Ha&lum Minallah iala) 'ersikap tau)id kepada Alla); *akni menaati Alla) dan Rasul$-*a se1ara kaffah (total submittion); dengan 1ara melaksanakan seluru) a*at$a*at Al$Qur an tanpa ke1uali; dengan segala pen/elasann*a *ang terdapat di dalam sunna) rasul. &engamalan Al$Qur an dengan 1ara memilia) dan memili) a*at Al$Qur an adala) sikap tidak sopan kepada Alla). 0e'erapa 1onto) 'erak)lak 'aik kepada Alla) adala) menegakkan s)alat; menunaikan s)aum; mengeluarkan @akat; 'er)a/i; 'erdoa; dan 'ers*ukur. ?uga meniatkan segala peker/aan karena Alla) adala) sala) satu 'entuk etika kepada Alla). Essensi Ha&lum Minannas iala) ukhu!ah (persaudaraan). &erinta) Alla) untuk saling tolong menolong; 'ertoleransi (tasammuh)* men/un/ung tinggi nilai persamaan di antara sesama manusia (al"musawwah* e'ualit)); dll; seluru)n*a untuk menun/ang ukhuwah/ "emikian /uga larangan saling meng)ina; med@alimi; dll adala) pada dasarn*a untuk mensukseskan ukhu!ah" Essensi Ha&lum minal xalam % iala) ?hsan =&aik), *akni 'erusa)a se'aik$ 'aikn*a mengelola 'umi untuk kese/a)teraan dan ke'a)agiaan manusia se1ara umum sesuai dengan petun/uk Al$Qur an dan )adits. Sunggu) luar 'iasa pa)alan*a 'agi mereka *ang tela) mampu mela)irkan tekonologi *ang sangat 'erman+aat 'agi umat manusia; se'alikn*a sunggu) ter)ina seseorang *ang 'er'uat kerusakan di atas 'umi se)ingga mengaki'atkan kesengsaraan.

25

$!$ w 3un#si %halat +hus5u) dalam "em&inaan !)hla: ,u'uan instru)sional /mum Ma)asis(a dapat mema)ami dan men*adari 'a)(a 1iri orang 'eriman *ang 'eruntung adala) orang *ang s)olatn*a k)us*uk se)ingga mau 'erusa)a untuk merai) s)olat *ang k)us*uk. ,u'uan Instru)sional +husus : Ma)asis(a dapat % Mema)ami )akikat s)olat; o'/ek 'a)asan dan ruang lingkupn*a; serta target$target *ang )arus di1apain*a. Ma)asis(a mema)ami su'stansi dan essensi ak)lak kepada Alla); kepada sesama manusia dan kepada alam sekitar *ang terkandung dalam a/aran s)olat. Ma)asis(a termoti4asi untuk dapat s)olat dengan k)us*uk dan 'erak)lak mulia dalam segala dimensin*a.

Semua orang ingin agar s)alatn*a khusyuk; karena sala) satu 1iri mukmin *ang 'er'a)agia iala) manakala 'isa s)alat dengan k)su*uk (QS. Al$Mukminun a*at 1$2). Akan tetapi mengapa k)us*uk itu. 0ersamaan dengan itu pula; semua orang merasa takut kalau s)alatn*a termasuk Sahun karena 'alasan 'agi orang *ang s)alatn*a sa)un adala) neraka 4ail (QS. Al$ Huma@a)). Se'enarn*a indikasi s)alat sa)un sangat muda) se'agaimana ditegaskan dalam surat al$Ma un a*at #$2; *akni (1). Manakala melakukan s)alat dengan moti+ ri)a (ingin dipu/i orang); atau (2). 3idak mau menolong orang lain *ang 'erada dalam kesulitan. "engan tidak mau menolong sa/a suda) sa)un; apalagi merasa gem'ira atas kesulitan orang lain . itu naman*a +asi8. IaCud,u billahi min d,alik/ Apaka) s)alat k)us*uk itu Antuk memperole) gam'aran tentang s)alat k)us*uk se'aikn*a penulis 'erikan 'e'erapa ilustrasi di 'a(a) ini. Ada seorang ulama *ang men*uru) santrin*a untuk s)alat dengan k)us*uk. Ketika santri sedang s)alat; sang guru meniup seruling. Selesai s)alat; guru 'ertan*a kepada santri %Apaka) kamu mendengar suara seruling sa*a tadi Santri men/a(a' %3idak guru; karena sa*a s)alat dengan k)us*uk sekali . Sang guru tersen*um lantas menggeleng$ gelengkan kepalan*a tanda tidak setu/u; kemudian ia men*uru) santrin*a mengulangi s)alatn*a. 'an*ak orang *ang mengelu) karena selalu tidak 'isa s)alat k)us*uk. 0a)kan mereka masi) men1ari$1ari de+inisi; kriteria dan langka)$langka) s)alat *ang

26

Ada /uga orang 'erkata % Kalau sesorang sedang s)alat; tetapi telaingan*a masi) mendengar suara mo'il *ang le(at; tele4isi; tangisan anak; dll; orang itu 'elum s)alat dengan k)us*uk. 0etulka) pern*ataan itu 0elum tentu; se'a' 'isa sa/a 'ukan tanda k)us*uk tetapi tanda 'a)(a telingan*a tuna rungu. Kalau 'egitu apa arti k)us*uk Arti k)us*uk 'isa dili)at dari dua sisi pandangan; *akni pandangan a(am atau ke'iasaan se)ari$)ari dan dalam pengertian *ang spesial *akni k)us*uk dalam s)alat. o'a per)atikan seorang pem'a1a puisi *ang pro+essional. Ketika mem'a1a puisi; ia sangat meli&at)an emosi; meng)a*ati setiap kata; 'aris; dan 'ait puisi *ang di'a1an*a. Ia mem'a1a dengan perasaan sedi) dan suara *ang liri) se)ingga penonton ikut sedi). "emikian pula ketika ia gem'ira dan semangat; penonton pun ikut gem'ira dan semangat. &er)atikan pula ketika orang menonton se'ua) +ilm. Ketika adegan +ilm itu menegangkan; penonton ikut tegang; ketika adegan +ilm itu menakutkan; penonton pun merasa takut; dan ketika sang lakon menang; penonton ikut 'ergem'ira; 'a)kan ketika sang lakon sedang 'erkela)i; penonton ikut 'ergerak. Ia sangat men/i(ai +ilm itu; ia sangat k)u*uk; se)ingga sering tidak mempedulikan orang lain *ang memanggiln*a. Kedua 1onto) di atas adala) menggam'arkan sikap *ang k)us*uk dalam pengertian se)ari$)ari. "alam pengertian a(am; k)us*uk adala) #en%iwaan secara #enuh terhada# segala kegiatan )ang dilaksanakan@/ Sedangkan k)us*uk dalam s)alat 'er'eda dengan k)us*uk dalam arti a(am se'agaimana diterangkan di atas. K)us*uk dalam s)alat memilki empat 1riteria; *akni (1) Ha''un fil harakat (2). .awa%%uhul 0olbu (!). Ikhlas dan (#). .anha 4anil fahs)a wal munkar/ Araiann*a dapat se'agai 'erikut di 'a(a) ini. +riteria "ertama : a##un $il arakat; artin*a 'enar gerakan termasuk 'a1aann*a sesuai 1onto) na'i SA< se'agaimana ditegaskan ole) )adits % (halatlah kalian sebagaimana kamu melihat aku (halat@/ +riteria )edua % Ta!a<<uhul 3al&u artin*a meng)adapkan )ati; 'ukan )an*a meng)adapkan (a/a) atau 'adan. Semua orang; dalam keadaan normal pasti s)alat meng)adap 8i'lat; tapi tidak semua orang 'isa meng)adapkan 8ol'un*a kepada Alla) S<3. +riteria )eti#a % ?khlas. Makna ik)las adala) su1i atau steril; *akni steril dari segala ma1am keinginan untuk mendapatkan 'alasan di luar 'alasan Alla) S<3. +riteria )eem(at : Tanha *anil Cahsya !al Munkar adala) men/au)kan diri dari per'uatan ke/i dan munkar (maksiat). Kemampuan meng)indarkan diri dari segala ma1am 'entuk maksiat; 'aik maksiat la)ir maupun maksiat 'atin (8ol'u) adala) sala) satu 1iri 5:

k)us*uk *ang paling penting. ?ika seseorang ra/in melakukan s)alat tetapi perilakun*a 'usuk maka orang itu dianggap 'elum melakukan s)alat dengan k)us*uk tetapi termasuk pesolat *ang Sa)un. Iaud,ubillahi min d,alik/ 0e'erapa 1onto) konkret 'a)(a s)alat men1ega) per'uatan maksiat adala) s'' % Gera)an dan /sa(an ,a)&ir % erakan tak'ir adala) mengangkat kedua 'ela) tangan sam'il mengu1apkan $llahu $kbar. Mengangkat kedua 'ela) tangan seperti itu dalam ke)idupan se)ari$)ari adala) sim'ol peng)ormatan (taCd,im) dan kepasra)an se1ara total; takluk 'ertekuk lutut. &engangkatan tangan diiringi dengan pengakuan 'a)(a Alla) Ma)a 0esar; sekaligus pengakuan 'a)(a manusia adala) ke1il; lema); )ina; serta tidak ada apa$apan*a di )adapan Alla); 'aik pro+esor; /enderal 'a)kan presdiden sekalipun. erakan dan u1apan tak'ir mengikis sikap som'ong; 1ongkak dan arogan. Sunggu) ane) kalau orang 'erulang kali 'ertak'ir tetapi sikapn*a sok pandai; sok ka*a; sok gaga) dan sok$sok lainn*a *ang melam'angkan sikap arogan. erakan dan u1apan tak'ir men/au)kan diri dari maksiat arogansi. ?ika mampu demikian; maka itula) sala) satu 1iri k)us*uk. /sa(an /ismillahir rahmanir rahim; mengandung maksud 'a)(a apapun amal *ang 'aik )arus diatasnamakan kepada Alla); serta semata$mata ditu/ukan untuk men1ari rid)o Alla); sukses tidakn*a pun 'erta(akkal kepada Alla). "engan bismillah maka seseorang tidak mungkin 'erkar*a )an*a karena moti4asi dunia(i semata$mata tanpa terikat kepada ak)irat. "engan sikap bismillah tidak ada amal *ang sia$sia. "engan sikap bismillah kita siap menerima resiko apapun asal tetap dirid)ai Alla) S<3. ?adi sikap bismillah akan menentukan niat dan moti4asi 'eramal serta men/aga agar )ati tidak ke1e(a manakala ada aki'at$aki'at di luar dugaan. /sa(an Alhamdu lillahi ra&&il *alamin menun/ukkan makna 'a)(a segala pu/i 'agi Alla). Segala peker/aan *ang tela) diseselaikan semata$mata meng)arap pu/ian Alla) 'ukan pu/ian manusia. 0alasan dari Alla) musta)il menge1e(akan tetapi 'alasan dari orang sering menge1e(akan terkadang penu) dusta. Han*a Alla)$la) pemilik segala pu/i; dan )an*a Alla)la) *ang la*ak dipu/i. "engan sikap alhamdulillah; maka segala ma1am pu/ian akan diterima se(a/arn*a namun segera dikem'alikan kepada pemilik segala pu/i itu *akni Alla) dengan kalimat $lhamdu lillahi rabbil 4alamin. Inda) sekali.

51

Se'alikn*a ketika di)ina; di+itna) atau dile1e)kan orang; akan dikem'alikann*a kepada Alla) dengan u1apan Inna lillahi wa inna ilaihi ra%iCun (Sesunggu)n*a kami semua milik Alla) dan sesunggu)n*a kepada$-*ala) kami semua kem'ali). "engan sikap alhamdulilah *ang k)us*uk; seseorang tidak akan melam'ung ketika dipu/i; dan tidak akan /atu) mental atau sakit )ati 'erle'i)an manakala mendapat 1emoo)an. /sa(an ?yyaka na;&udu (Han*a kepada Mu aku menga'di). Manusia )an*a menga'di kepada Alla) dan tidak 'ole) menga'di kepada mak)luk. Kalau seseorang melakukan penga'dian kepada orangtua; guru; mas*arakat; 'angsa dan -egara; itu adala) )arus dalam rangka 'eri'ada) kepada Alla). "engan demikian 'er'uat apapun untuk orangtua; guru; mas*arakat; 'angsa dan negara )arus senantiasa 'erpegang kepada nilai$ nilai Ila)i*a) 'ukan kepada nilai$nilai s*ait)ani*a). ?angan sekali$kali melaksanakan perinta) siapapun kalau perinta) itu 'ertentangan dengan a/aran Alla) S<3. Ini adala) 'entuk tanha 4anil fahs)a wal munkar. Itu adala) tanda s)alat k)us*uk. Kalau sesorang menger/akan s)alat tetapi masi) suka 'ermaksiat itu 'erarti s)alat *ang sahun. /sa(an ?yyaka nasta;in ( )an*a kepada Mu aku meminta). Semakin sering minta kepada Alla) 'erarti semakin ta8(a; semakin /arang minta kepada$-*a 'erarti som'ong. Itula) se'a'n*a setiap a(al dan ak)ir suatu amal dimulai dan diak)iri dengan doa (permintaan). 0erdoa )an*a kepada Alla) se'a' "ia$la) tempat 'ergantung 'agi mukminin; tidak perlu 'ergantung kepada mak)luk. Alla)la) *ang ma)a segalan*a sedangkan mak)luk sangat lema). Alla) tidak perna) menge1e(akan sedangkan manusia; teman dekat sekalipun kadang$kadang menge1e(akan. /sa(an ?hdinash shiratal musta#im (3un/ukkanla) kami ke /alan *ang lurus). "oa ini )arus diikuti dengan perilaku di luar s)alat. Ker/akan apa *ang tela) diketa)ui se'agai se'ua) ke'enaran; dan /au)i segala *ang tela) diketa)ui se'agai maksiat. Kalau seseorang tidak mengamalkan ke'aikan *ang tela) diketa)uin*a pada)al dia mampu; atau tidak mau meng)indari ke/elekan *ang tela) diketa)uin*a; 'erarti ikrar ihdinas shiratal musta'im adala) se'ua) kepalsuan dan dusta. 0erulang kali doa itu diu1apkan )an*a akan men/adi sesuatu *ang tiada 'ermakna.

52

/sa(an Amien (ka'ulkanla) doa kami) adala) se'ua) permintaan 'ersama agar doa semua orang *ang s)alat dika'ulkan). Ini 'erarti di antara sesama muslim )arus saling mendorong supa*a mendapatkan kenikmatan. Ini pun 'erarti mengikis sikap iri; dengki kepada kema/uan orang lain. ?adi kalau ada orang *ang ra/in s)alat tetapi )atin*a masi) suka iri kepada orang lain 'erarti s)alatn*a dianggap 'elum k)us*uk tetapi masi) sa)un.

Gera)an dan $asaan 4u)u dan %u'ud % Kepala adala) 'agian tu'u) *ang senantiasa di atas; tetapi di dalam ruku kepala ditempatkan rata dengan pantat; ketika su/ud kepala ditempatkan di 'a(a) pantat 'a)kan di 'a(a) pantat orang di s)a+ depan. Se'ua) 'entuk pelunturan sikap som'ong. erakan ruku dan su/ud dimulai dengan u1apan tak'ir agar )ati 'enar$'enar tidak som'ong.

$asaan %alam : Assalamu *alaikum !arahmatullah (muda)$muda)an ra)mat Alla) dilimpa)kan kepadamu). Menengok ke kanan dan ke kiri sam'il mengu1apkan salam. Maknan*a seakan 'egini % <a)ai orang$orang di se'ela) kanan dan kiri sa*a; muda)$muda)an ra)mat dilimpa)kan ole) Alla) kepadamu. Sa*a /uga memaa+kan segala kesala)anmu; serta selalu mendoakan mu agar kamu mendapatkan ke'aikan di dunia dan di ak)irat. "engan u1apan salam *ang 'er'o'ot maka segala ma1am dosa antar manusia di antara /emaa) *ang sama$sama s)alat akan ter)apus. -amun sa*angn*a; 'an*ak orang mengu1apkan salam tanpa 'o'ot ke/i(aan; se)ingga terasa )am'ar tiada 'ermakna. &endek kata; segala gerakan dan 'a1aan s)alat kalau 'enar$'enar diamalkan pasti

akan men/au)kan manusia dari per'uatan maksiat la)ir dan 'atin. Inila) +ungsi s)alat dalam pem'inaan ak)la8. Selain itu s)alat 'er+ungsi mengkomunikasikan segala persoalan *ang kita )adapi kepada Alla) (as"(halatu lid,ikri s)alat untuk mengingat$Ku); demikian; )ati kita akan selalu dekat dengan Alla) S<3. dengan 1ara

5!

$!$ wI 3un#si %haum dalam "em&inaan !)hla: ,u'uan instru)sional /mum Ma)asis(a dapat mema)ami dan men*adari 'a)(a 1iri orang 'eriman *ang 'erta8(a adala) orang *ang melaksanakan s)oum dengan sempurna se)ingga mau 'erusa)a untuk merai)n*a. ,u'uan Instru)sional +husus : Ma)asis(a dapat % Mema)ami )akikat s)oum; o'/ek 'a)asan dan ruang lingkupn*a; serta target$target *ang )arus di1apain*a. Ma)asis(a mema)ami su'stansi dan essensi ak)lak kepada Alla); kepada sesama manusia dan kepada alam sekitar *ang terkandung dalam a/aran s)oum. Ma)asis(a termoti4asi untuk dapat s)oum dengan sempurna dan 'erak)lak mulia dalam segala dimensin*a. Manusia terdiri dari dua unsur *akni ?asmani dan Ru)ani. ?asmani *ang 'er(u/ud materi terdiri dari 'e'erapa 'agian; 'aik *ang 'erada di dalam tu'u) seperti )ati (liver); lam'ung (maag); usus; dan gin/al; maupun *ang 'erada di 'agian luar tu'u) seperti ram'ut; gigi; kulit. dll. Ansur kedua adala) Ru)ani (Ru)) *ang kadangkala dise'ut al$Qal'u (heart) willing (kemauan atau s)ahawat) dan thinking; pemikiran (al"fikr* al"2a'l). Agar /asmani dan ru)ani manusia terti' teratur dalam rangka memperole) ke'a)agiaan )idup dunia(i dan uk)ra(i; maka Alla) se'agai &en1ipta tela) mem'uat seperangkat aturan. Aturan Alla) dapat dikatagorikan men/adi dua; *akni Hu)um !lam atau (unnatullah dan hu)um !#ama (dien). Se1ara +isik; manusia diatur ole) )ukum Alla) katagori pertama *akni Hukum Alam. Se1ara +isik; manusia tela) aslama atau taat total (total submittion) kepada )ukum$)ukum Alla). Siapapun dia; apaka) ulama; pen/udi; atau pela1ur; se1ara +isik suda) Islam ter)adap Alla); 'aik se1ara sadar maupun tidak; 'aik sukarela (thaw2an) maupun terpaksa (karhan) Inila) *ang ditegaskan ole) Al$QurBan % Pt]Q UZ PNE -~CZU ZEaHTZ PJ dfZ LT *ang 'ersi+at immateri. "i dalam 8al'u ini terdapat tiga elemen penting *akni feeling (perasaan);

5#

.elah Islam (#asrah* tunduk #atuh) a#a"a#a )ang ada di langit dan di bumi* ter#aksa mau#un sukarela7/ Akan tetapi selain /asmani; manusia memiliki unsur *ang kedua *ang dise'ut ru)ani (ru)) *ang terdiri dari feeling* willing dan thinking. Ceeling adala) perasaan misaln*a malu (al"ha)a); 'erani ($s)"(a)%a2ah); sedi) (al" hu,n); kesal; tegang; dll. 4illing adala) kemauan (s)ahawat; napsu); 'aik keinginan 'iologis material maupun keinginan ru)ania) spiritual. Keinginan 'iologis material misaln*a ingin makan; ingin mempun*ai ruma); mo'il; isteri; anak; dll. Sedangkan keinginan 'atini (nonmaterial) antara lain mendapat pengakuan; peng)argaan; ketenangan /i(a; dan ke'e'asan )ati. Thinking adala) pemikiran. "alam )al ini perlu di'edakan antara 'er+ikir dan 'erakal. 0er+ikir adala) proses men1ari /a(a'an; /a(a'ann*a 'enar atau sala) adala) persoalan lain. Sedangkan akal (al"a'l) adala) proses memisa)kan antara )a8 dan 'atil (al"a'l* hua )ufarri'u bainal ha' wal bathil). &eeling* willing dan thinking adala) tiga elemen ru)ani *ang 'isa 'ersinergi mela)irkan prestasi *ang 'erman+aat tetapi 'isa /uga mengaki'atkan malapetaka. Supa*a elemen$elemen ru)ani terse'ut 'isa diara)kan untuk 'ersinergi dalam men1apai prestasi maka perlu di'im'ing ole) nilai$nilai Ila)i*a) ('a1a % Islam); 'aik *ang terdapat di dalam Al$ QurBan maupun )adits; seluru)n*a ditu/ukan untuk mengatur ru)ani manusia (al"'alb). $l"'albu (heart) 'erperan se'agai ra/a *ang 'er+ungsi mengendalikan segenap akti4itas la)iri*a) manusia; 'aik lisan maupun tindakan. Karena +ungsin*a itula) maka apa'ila 8al'un*a 'aik maka akan 'aikla) segenap tindakann*a; tetapi apa'ila 8al'un*a 'usuk maka akan 'usukla) seluru) tindakan$tindakann*a. &er)atikan )adits na'i di 'a(a) ini % fkTZ tU CZ LfaN ]P nH nH Z|ZU LfaN ]P f f Z|Z J nHTZ OZ CZ Ingatlah* bahwa di dalam tubuhmu ada segum#al daging/ $#abila ia shalih maka shalihlah semua amal #erbuatann)a/ .eta#i a#abila ia rusak (busuk)* maka busuklah semua amal #erbuatann)a/ Ingatlah* itu adalah 'albu (heart)/ "engan demikian; Islam *ang 'erisi tata nilai (value); tata norma (norm) dan tata )ukum (law) )arus men/adi guidance dalam memene/ 8al'u se)ingga segenap akti4itas lisan dan tindakann*a 'enar$'enar terkendali. Sala) satu aturan dien terse'ut adala) shaum (puasa). S)aum 'er+ungsi mengendalikan willing (s)ahawat). Willing adala) keinginan ter)adap segala sesuatu *ang se1ara manusia(i sangat tidak ter'atas; 'er'eda dengan ke'utu)an. &ada ken*ataann*a; tidakla) setiap kemauan itu dapat terrealisasi; 'an*ak sekali keinginan *ang gagal ter1apai. Kegagalan ter/adi karena adan*a )am'atan (obstacle) *ang 5,

tidak teratasi. Ham'atan *ang tidak teratasi itula) *ang dinamakan masala) (#roblem). ?adi pro'lem la)ir aki'at ketidakseim'angan antara kemauan dan kemampuan. Satu sa/a pro'lem penting tidak teratasi dalam /angka (aktu *ang relati+ lama; akan dapat mela)irkan tekanan 'atin (stress); apalagi kalau masala) *ang satu 'elum teratasi datang lagi masala) *ang lain. %tress dalam kadar tertentu akan men/adi moti4asi ker/a le'i) )e'at untuk men1apai tu/uan; tetapi apa'ila stress melampuai 'atas ke(a/aran maka akan mela)irkan kepanikan dan )onfli) &atin. Selan/utn*a kon+lik 'atin *ang tak kun/ung terselesaikan akan dapat mela)irkan sikap frustrasi ()ilang )arapan). Sedangkan +rutrasi dapat mengaki'atkan dua kemungkinan; *akni a(atis (masa 'odo)) atau a#resif (men*erang). Sikap apatis *ang paling 'uruk adala) 'erak)ir dengan tindakan 'unu) diri; sedangkan sikap agresi+ *ang paling 'er'a)a*a adala) mem'unu) orang lain.?adi tindakan seseorang *ang +rustrasi; 'aik dalam katagori apatis maupun agresi+ 'ermula dari ketidak'eningan 8al'u. Solusin*a adala) memper'aiki 8al'u terse'ut dan mem'ersi)kan pen*akit$pen*akitn*a. Agar kemungkinan stress makin sedikit maka manusia )arus mereduksi kemauan. Antuk itu maka diperlukan kemampuan memene/ pili)an Lff dan Ln. Kapan kemauan itu )arus Ln dan kapan kemuan itu )arus Lff/ Apa'ila segenap kemuan di$Lff maka )idup tidak dinamis; seakan mati se'elum a/al. Se'alikn*a apa'ila terlalu 'an*ak kemuan *ang di$Ln sementara da*a *ang ada tidak men1ukupi akan mengaki'atkan )ati stress; kon+lik 'a)kan +rutasi; 'isa$'isa stroke. 0isa dii'aratkan seperti pemakaian 'e'an listrik di atas da*a *ang tersedia; lampu 'ukann*a men*ala tetapi mati seluru)n*a. le) karena itu manusia )arus pandai meng$Ln dan meng$ Lff kan na+sun*a. Kemampuan meng$Lff dan meng$Ln$kan na+su adala) 1iri orang de(asa *ang tidak selaman*a paralel dengan usia kronologis. Ada orang 'erkata % 3am'a) tua adala) se'ua) kepastian; sedangkan de(asa adala) se'ua) pili)an. "alam )al ini s)aum melati) manusia untuk mampu meng Woff dan meng$on kan kemauan; perasaan dan pemikiran. Antuk le'i) /elasn*a akan diterangkan di 'a(a) ini. o'a per)atikan )al$)al 'erikut ini ; (1). Apa'ila seseorang sering mana)an lapar; maka lam'ungn*a 'isa sakit; tetapi tidak demikian kalau sering mena)an lapar karena s)aum. (2). Ketika perut sangat lapar; 'iasan*a tu'u) 'erkeringat dingin; tetapi tidak demikian ketika mena)an lapar s)aum. (!). Ketika perut lapar; 'iasan*a orang susa) tidur; tetapi ketika mena)an lapar s)aum /usteru enak tidur. 5.

Mengapa demikian ?a(a'a'n*a adala) karena ada niat ?elasn*a; kalau seseorang lapar 'iasa; itu sama dengan lapar Ln. Karena posisi willing$n*a Ln; maka ia akan sengat tertarik ketika meli)at makanan dan minuman *ang enak; itu 'isa mengaki'at$kan stress. Stress akan mengaki'atkan produksi asam lam'ung men/adi 'an*ak; aki'atn*a lam'ung men/adi sakit. >ain lagi dengan lapar s)aum. Ketika seseorang 'erniat melaksanakan s)aum; maka otakn*a memerinta)kan agar seluru) sekresi otak di Lff* se)ingga laparn*a adala) lapar Lff/ Karena posisi willing$n*a Lff; maka ia sama sekali tidak tertarik ketika meli)at makanan dan minuman *ang menggiurkan. Karena itu produksi asam lam'ung pun normal se)ingga tidak akan 'eraki'at sakit maag/ ?uga karena tidak stress maka tu'u) tidak mengeluarkan keringat dingin; tidurpun /usteru men/adi nikmat. "engan meng$Lff dan meng$Ln$kan kemauan tern*ata sangat 'esar dampakn*a. le) karena itu se'enarn*a s)aum 'isa merupakan training meng$Lff dan meng$Ln$kan kemauan agar kondisi 8al'u manusia dalam keadaan normal; ha##)/ Se'alikn*a; 'en1ana )idup 'agi manusia 'isa datang gara$gara ketidakmampuan memene/ 8al'u dalam meng$Lff dan meng$Ln$kan na+sun*a. "alam )al ini s)aum adala) sala) satu solusin*a. S)aum se'agai sala) satu tatanan i'ada) akan sangat 'erguna antara lain untuk melati) diri meng$Ln dan meng$Lff$kan kemauan. Kapan )arus Lff dan kapan )arus Ln dapat dipili)n*a se1ara tepat. Sa*angn*a; 'an*ak kaum muslimin *ang )an*a sekedar 'erpuasa 'ukan melaksanakan s)aum. S)aum dengan puasa adala) dua term *ang 'er'eda essensi dan su'stansin*a. &uasa dari kata u#a W wasa ('a)asa sansekerta) *ang artin*a tidak makan dan tidak minum. &uasa le'i) 'ersi+at 'ilogis daripada spiritual. Apa'ila dili)at dari perspekti+ 'ilogis maka puasa manusia tidak le'i) )e'at daripada puasa a*am. &er)atikan a*am ketika mengerami telor; a*am 'erpuasa selama tiga minggu; ia tidak makan dan tidak minum se)ingga su)u tu'u)n*a panas; dengan 'egitu maka telor *ang dieramin*a pun men/adi panas dan ak)irn*a menetas. Seandain*a a*am tidak disiplin ketika mengeram; ia makan dan minum; maka su)u 'adann*a akan kurang panas; aki'atn*a telorn*a gagal menetas. &uasa a*am *ang )an*a mena)an makan dan minum adala) puasa 'iologis 'ukan puasa ideologis spiritual. Sala) satu /enis puasa 'iologis *ang paling sering dilakukan ole) manusia adala) puasa ketika mau diperiksa dara). &uasa medis ini semata$mata tidak 'ole) makan dan minum tetapi dokter tidak melarang pasienn*a untuk maksiat seperti meng)ina orang dan 'er)u'ungan suami isteri pun tidak mem'atalkann*a. 52

Sedangkan s)aum 'ukan se'atas puasa 'iologis tetapi merupakan puasa ideologis spiritual *ang 'er+ungsi se'agai lati)an Imsakun nafs (pengendalian diri). Implementasin*a adala) selama s)aum; seseorang )arus selalu mengem'angkan keinginan positi+ dan mengekang keinginan 'uruk. Hadits men*atakan 'a)(a apa'ila seseorang sedang s)aum kemudian dia/ak 'erkela)i ole) seseorang; maka )arus di/a(a' %inni shaim (sa*a puasa). S)aum )arus mengendalikan na+su$na+su (s*a)a(at). "alam )al ini Alla) men/elaskan di dalam Al$QurBan surat Ali Imran a*at 1# tentang 'er'agai ma1am s)ahawat ((illing) *akni s'' % Manusia dihiasi dengan berbagai macam kemauan (s)ahawat)* )akni kemauan ke#ada #erem#uan* anak* dan harta )ang bagus* baik beru#a mas* #erak* kuda"kuda )ang bagus* hewan ternak mau#un tanam"tanaman/ Itulah bekal hidu# di dunia/ 5an di sisi $llah"lah tem#at kembali )ang baik/ Se'enarn*a a*at di atas )an*a men*e'utkan 'e'erapa /enis kemauan di antara sekian 'an*ak kemauan. Selan/utn*a se1ara nilai; kemuan atau willing 'isa di'agi men/adi dua katagori. Pertama; kemauan atau na+su *ang 'uruk seperti dendam; iri; dan dengki. Kedua; kemauan *ang 'aik seperti ingin makan; minum; 'ersekola); 'eker/a; 'eruma) tangga; memiliki mo'il; dll Kemauan *ang 'uruk (negati+) )arus di Lff se1ara total permanen. "engan demikian kemauan 'alas dendam; melukai orang; mengam'il )arta *ang 'ukan )akn*a; 'er'uat @ina dll )arus di/au)kan dan /angan perna) di$Ln$kan. Memeli)ara na+su negati+ sama sa/a dengan memeli)ara 4irus di dalam 'albu; aki'atn*a )idup men/adi kurang tenang dan selalu resa) gelisa); 'a)kan susa) tidur. Adapun keinginan *ang 'aik 'ole) di$Ln$kan akan tetapi /angan selalu dalam keadaan Ln; se'a' kalau semua na+su dalam keadaan Ln* sementara kemampuan diri ke1il; maka akan 'eraki'at stress. le) karena itu na+su *ang 'aik )arus dimene/; kapan )arus Ln dan kapan )arus Lff/ Apalagi kemauan *ang 'ersi+at material; kalau terus menerus di Ln$kan maka )idup akan 'ersi+at materalistik (gila )arta); 'esar pasak daripada tiang; 'an*ak mengutang di luar kemampuan mem'a*ar; dan akan men*epelekan nikmat *ang tela) Alla) 'erikan; pada u/ungn*a 'isa ku+ur nikmat. Alla) men/elaskan % 'a)(a 0ermega)$mega)an tela) ter)adap )arta tela) mem'uat kamu lupa; se)ingga kamu masuk lu'ang ku'ur. (Q.S. At$3akatsur % 1$2). 3idak sedikit orang *ang merasa renda) diri karena tidak mempun*ai mo'il; gelisa) manakala kemauann*a tidak kun/ung ter1apai; 'er+ikir negati+ untuk menempu) 'er'agai

55

ma1am 1ara dengan menga'aikan )ukum )alal dan )aram; *ang penting tu/uann*a ter1apai dan keinginann*a terpenu)i. 9akta mem'uktikan 'a)(a feeling* willing dan thinking *ang tidak terkendali tela) 'an*ak mela)irkan tindakan *ang /a)at (perilaku men*impang). le) karena itu manusia perlu dilati) untuk mengendalikan diri melalui s)aum; targetn*a adala) ter1apain*a kede(asaan meninggalkan sikap kekanak$kanakan. Ada tiga si+at kenakak$kanakan *ang menon/ol *akni (1). Ki'ir.; *akni som'ong. Setiap anak pasti som'ong. onto) % Santi 'erkata %Mama) ku mem'eli 'ua) lengkeng dua kilogram. =usi tidak mau kala); ia 'erkata % Apalagi mama)ku; mem'eli lengkeng 1: kilogram. Kemudian I(an men*ela %Apalagi mama)ku; mem'eli lengkeng 'an*ak sekali; selangit. Itu sikap anak ke1il; (a/ar mereka som'ong demikian. Akan tetapi kalau suda) men/adi ma)asis(a masi) som'ong /uga; itu 'erarti ia masi) kekanak$kanakan; 'elum de(asa. iri kedua anak ke1il adala) tergesa$gesa sedangkan orang de(asa 'ersikap sa'ar. iri ketigan*a adala) suka mengelu). Kalau ma)asis(a masi) sering mengelu); tidak tegar; maka ia 'elum de(asa. iri orang de(asa adala) tawadlu (merenda) )ati); sa'ar dan tegar. Itula) 'e'erapa 1irri orang de(asa. S)aum melati) manusia agar mampu mengendalikan diri; mem'uang sikap kenakak$ kanakan dan memiliki sikap *ang de(asa. >e'i) luasn*a lagi adala) sikap ta8(a. Muda)$muda)an s)aum *ang kita laksanakan seperti puasa ulat se'elum men/adi kupu$kupu. Sangat /au) 'er'eda (u/ud dan perilaku ulat dengan kupu$kupu. &er)atikan peru'a)an *ang ter/adi dari ulat men/adi kupu$kupu % /lat Rupan*a /i/ik Makann*a merusak po)on Hal$)al *ang diketa)uin*a )an*a seputar po)on itu. Hinggap di manapun pasti ia menim'ulkan kerusakkan. +u(u*)u(u Rupan*a 1antik penu) simpatik Makann*a madu dan sari 'unga; apik Karena 'isa ter'ang ke mana$mana maka ia le'i) 'an*ak ta)u. Hinggap di ranting ke1il pun; ranting tidak perna) pata).

Kesimpulann*a adala) s)aum 'er+ungsi melati) manusia mengendalikan dirin*a se)ingga )idupon*a 'ersikap le'i) de(asa (ta8(a).

56

$!$ wII

3un#si Ha'i dalam "em&inaan !)hla:


,u'uan instru)sional /mum Ma)asis(a dapat mema)ami dan men*adari 'a)(a 1iri orang 'eriman *ang sempurna keislamann*a adala) orang *ang melaksanakan Ha/i dengan sempurna (ma'rur) se)ingga mau 'erusa)a untuk merai)n*a. ,u'uan Instru)sional +husus : Ma)asis(a dapat % Mema)ami )akikat I'ada) Ha/i; o'/ek 'a)asan dan ruang lingkupn*a; serta target$target *ang )arus di1apain*a. Ma)asis(a mema)ami su'stansi dan essensi ak)lak kepada Alla); kepada sesama manusia dan kepada alam sekitar *ang terkandung dalam i'ada) Ha/i. Ma)asis(a termoti4asi untuk menerapkan nilai$nilai *ang terkandung dalam i'ada) Ha/i dan 'erak)lak mulia dalam segala dimensin*a.

Ha/i merupakan pun1ak ritual (kumulati+ ritual; al"%asad (fisik) * $l"maal (harta)* dan al"'olb (hati) Ini artin*a 'a)(a pelaksanaan i'ada) )a/i menuntut keterpaduan antara i'ada) /asmani; ru)ani (psikologis) dan )arta. Hikma) i'ada) )a/i minimal ada dua; *akni % :Dikrul Maut (ingat mati); antara lain tergam'ar dengan pakaian I)ram *ang ser'a puti) seperti pakaian ma*at. 0a1aan .albi)ah *ang essenin*a teken kontrak 'a)(a pu/ian; kenikmatan; dan kekuasaan; seluru)n*a disera)kan kepada Alla). ?emaa) )a/i (se'agaimana ma*at) tidak ingin dipu/i; tidak menggerutu karena tak ada kenikmatan dan tak sok kuasa. 3ergam'ar pula dengan padang Ara+a) se'agai miniatur alam Ma)s*ar se)ingga manusia senantiasa ingat mati. Al)Musa!!ah (&ersamaan dera/at; e8ualit*); antara lain dilam'angkan dengan pakaian *ang *ang seragam; tiada 'eda. Men1ium )a/ar as(ad; 'atu )itam sa/a di1ium; mengapa orang 'erkulit )itam )arus di/au)i. 3idak 'ole) ada perasaan 'a)(a etnis tertentu le'i) 'aik dari etnis lainn*a. Sikap diskriminati+; misaln*a )an*a mau 'ergaul dengan orang 'erdasarkan status so1ial )arus di/au)i. ,ar#et i&adah ha'i ada dua 5a)ni : ,ar#et (ertama 6 TaDkiyah na$s (pem'ersi)an )ati ) menu/u keta8(aan untuk men1apai mardhatillah se/umla) larangan % yZz CZ {|P= M}fZ ~>Z M?Z U[cU >}= {|P= {|P= YZ A=K ^ [Z ^ 6: Antuk dapat men1apai target ini maka di dalam )a/i terdapat

(Musim) )a/i adala) 'e'erapa 'ulan *ang dimaklumi; 'arang siapa *ang menetapkan niatn*a dalam 'ulan itu akan menger/akan )a/i; maka tidak 'ole) rafats* fusu' dan %idal di dalam masa menger/akan )a/i (QS. 2 % 162). Aa rafatsa tidak rafats % *akni tidak 'erkata kotor; men/au)i perkataan tidak sopan; apalagi *ang 'ertendensi porno. >a +usu8a tidak +asi8. 9asi8 fis'un (tikus ke1il) % *akni tidak 'erperilaku seperti tikus ke1il; di depan orang seperti s)ale) tetapi se'enarn*a ia suka 'er'uat maksiat se1ara diam$diam ('ersem'un*i). 3ermasuk ke dalam sikap +asik adala) ghibah (menggun/ing orang). >a /idala tidak 'er'anta)$'anta)an ketika 'er'eda pendapat 3idak 'ole) merasa 'enar sendiri; tidak egois tetapi )arus saling mengala). ?uga 'erlapang dada menerima saran *ang 'enar. >a S*arika % 3idak men*ekutukan Alla). =akni )endakla) men1intai Alla) mele'i)i segalan*a; memprioritaskan 'eri'ada); meman+aatkan (aktu untuk menumpuk amal s)ale); 'erta(akkalla) )an*a kepada Alla); 'eri'ada) mengikuti SA<. Apa'ila sseorang menunaikan i'ada) )a/i dengan 'enar; ins*a Alla) )a/in*a dapat menggiring dia men/adi orang *ang 'erak)la8 mulia. Itiula) +ungsi )a/i dalam pem'inaan Ak)la8. ,ar#et )edua : Mardhatillah 5a)ni men#hara( r id)a Alla) Kalau Alla) suda) merid)ai seseorang; maka apapun akan diprole)n*a; antara lain mendapatkan kenikmatan s*urga dan ter/au) dari ad@a' neraka "engan ter1apain*a 3a@ki*a) na+s dan Mard)atilla) 'erarti )a/in*a Ma'rur ma'rura) LP= = = _P fP z^>a?P= {|P= Ha/i ma'rur; tiada 'alasan 'agin*a ke1uali s*urga 1onto) rasululla)

61

$!$ wIII

%,/DI +4I,I% ,EN,!NG ,!%!./3 D!N ,!4E+!,


,u'uan Instru)sional /mum : Ma)asis(a mema)ami mana a/aran tasa(u+ *ang 'enar dan mana *ang men*impang se)ingga mereka mampu memila) aplikasin*a dalam ke)iduoan se)ari$)ari. ,u'uan Instru)sional +husus : 1. Ma)asis(a dapat men/elaskan )akikat dan tu/uan tasa(u+ dalam proses pem'inaan ak)lak etika; 2. Ma)asis(a dapat memili) mana a/aran tasa(u+ *ang 'erdasarkan dalil *ang sa)i) dan mana a/aran tasa(u+ *ang me*impang dari s*aril at Islam. !. Ma)asis(a dapat menun/ukkan 'e'erapa pen*impangan doktrin tarikat dari sum'er$ seum'er Islam (Al$Qur an dan Sunna) Rasul) se)ingga mampu men*ikapin*a se1ara tepat. &okok$pokok Materi "rolo# : 0an*ak orang Islam *ang antipati kepada tasa(u+; tetapi 'an*ak /uga kelompok orang *ang sangat mengagungkan tasa(u+ 'a)kan tarekat. Se'agai seorang muslim *ang men1intai ilmu; kita )arus mema)ami se1ara kritis apa dan 'agaimana tasa(u+ dan tarekat itu; se)ingga kita 'isa men*ikapin*a se1ara proporsional. 3asa(u+ pada )akikatn*a adala) a/aran tentang lati)an pengendalian diri ( mu%ahadah an" nafs) se)ingga manusia men1apai kuali+ikasi ak)lak *ang 'aik; )akni %iwa *ang ta'arrub (dekat kepada Alla)) dan maCrifatullah (mengeta)ui Alla) dengan ilmu). 0agi Iman al$)a@ali; /uga 'agi para ulama *ang tafa''uh fiddin ; tasa(u+ *ang 'enar adala) tasa(u+ *ang 'erlandaskan dalil Al$Qur an dan )adits s)a)i). le) karena itu segala a/aran tasa(u+ *ang tidak memiliki ru/ukan *ang a'sa) dianggap se'agai a/aran *ang diada$adakan; dan itu 'at)il. A/aran tasa(u+ dan a/aran tarekat *ang tidak memiliki landasan dalil *ang sa)i); 'aik dalil implisit maupun eksplisit; 'isa mengara) kepada per'uatan s*iirik. le) karena itu; sikap seorang muslim *ang 'eriman kepada Alla) dan rasul$-*a; apa'ila mempela/ari sesuatu termasuk a/aran tasa(u+ dan tarekat )arus 'enar$'enar kritis. 3idak 'ole) sungkan mengam'il *ang 'aik (alaupun kata orang lain sala). "an /uga /angan ragu mem'uangn*a (alaupun tela) men/adi ke*akinan dan amalan 'an*ak orang. Latar&ela)an# +elahiran ,asa;uf &ada a'ad kedua )i/ri*a); di masa dinasti Ama*a); (ila*a) kekuasaan Islam sangat luas men1akup seluru) /a@ira) Ara'; Se'a)agian 7ropa) 3imur termasuk Span*ol; 'a)kan sampai ke pintu ger'ang <ina. Amat Islam 'ukan men/a/a) tetapi men/adikan (ila*a) (ila*a) 'aru itu se'agai kekuasaan otonomi *ang menginduk kepada pusat. 62

-egara$negara Islam men/adi ka*a ra*a. Akan tetapi ada aki'at lain *akni 'an*ak pe/a'at negara dan se'a)agian umat Islam terkena pen*akit (a)an *akni 'ersikap materealistik dan indi4idualistik. &en*akit ini pun meram'a) kepada se'a)agian ulama. Alama$ulama *ang lain *ang ingin memperta)ankan )idup Duhud se'agaimana na'i SA< dan para sa)a'atn*a; merasa k)a(atir terkontaminasi pen*akit (a)an ini lantas pergi /au) ke luar kota. Mereka )i/ra) ke tempat terpen1il untuk men/au)i glamour dunia; ini dise'ut uDlah" "i tempat terpen1il ini mereka melati) diri untuk )idup seder)ana atau )idup Duhud" Mereka melepaskan pakaian$pakaian *ang me(a) lantas menggantin*a dengan pakaian *ang sangat seder)ana *ang ter'uat dari 'ulu dom'a. 0ulu dom'a itu 'a)asa Ara'n*a S)u+; maka dise'utla) kaum Su+i. Sedangkan a/aran tentang 'agaimana 1ara )idup seder)ana atau )idup @u)ud dise'ut tasa(u+. ?adi Su+i adala) orangn*a sedangkan tasa(u+ adala) a/arann*a. Ha)i)at ,asa;uf : Hakikat a/aran tasa(u+ adala) a/aran tentang lati)an )idup seder)ana untuk mensu1ikan /i(a. 3argetn*a ada dua *akni % Pertama % 0erusa)a mendekatkan diri kepada Alla) sedekat$dekatn*a; atau dise'ut Ta#arru&". Kedua : Asa)a mensu1ikan /i(a sesu1i$ su1in*a se)ingga dapat meli)at Alla) dengan mata )ati. Ini *ang dise'ut Ma;ri$at9. ?adi tasa(u+ identik dengan ak)lak *ang lu)ur. le) karena itu apa'ila 'ar'i1ara masala) tasa(u+ maka akan 'er'i1ara tentang masala) *ang sangat luas; *akni ak)lak se1ara keseluru)an. <alaupun demikian ada 'e'erapa o'/ek 'a)asan )al *ang se1ara k)as di'a)as dalam tasa(u+; atau dise'ut inti a/aran tasa(u+; *akni (i) Konsep lati)an pensu1ian /i(a atau mu%ahadah al"nafs dan (ii) Konsep )idup ,uhud (as1eti1); serta (iii) konsep wali $llah dan karamah.

Definisi tasawuf menurut Junaid al- aghdadi (w.!"# H) t$k$h sufi m$dern sebagai berikut % &asawuf ialah membersihkan diri dari sifat yang menyamai binatang dan melepaskan akhlak yang fithri, menekan sifat basyariyah (kemanusiaan), menjauhi hawa nafsu, memberikan tempat bagi sifatsifat ker$hanian, berpegang kepada ilmu kebenaran, mengamalkan sesuatu yang lebih utama atas dasar keabadiannya, memberi nasihat kepada ummat, benar-benar menepati janji kepada 'llah dan mengikuti syari(at rasulullah. Selain itu, )akaria al-'nshari ("*!-#!* H) menyatakan bahwa % &asawuf mengajarkan cara untuk mensucikan diri, meningkatkan akhlak, dan membangun kehidupan jasmani dan r$hani untuk mencapai kebahagiaan abadi. +nsur utama tasawuf adalah penyucian diri dan tujuan akhirnya kebahagiaan dan keselamatan. Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. ,leh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas, yakni akhlak secara keseluruhan.

!5

6!

+onse( Latihan "ensusian Ji;a untu) mensa(ai ma7rifat : Antuk men1apai ma ri+at; sesorang perlu melakukan lati)an pensu1ian /i(a *ang dise'ut Riyadlah istila) lainn*a adala) mu<ahadah an)na$s (>ati)an pem'ersi)an /i(a) Mu%ahadah an"nafs dilakukan melalui tiga tingkatan; *aitu %takhalli (mengosongkan; mem'uang atau mensun*ika si+at$si+at 'uruk); tahalli (mengisi atau meng)iasi /i(a dengan si+at$si+at *ang 'aik); dan ta<alli (merasakan ke'esaran dan ke)e'atan Alla)).!6 &en/elasann*a s'' % &ertama;Takhalli : Se1ara 'a)asa takhalli 'erarti mengosongkan; mem'uang atau mensu1ikan; sedangkan istila) 'ermakna mem'ersi)kan /i(a dari 'e'agai na+su *ang renda) dan dilarang Alla); misaln*a sum2ah* ri)a* u%ub* gila dunia; gila pangkat; gila )arta; 'an*ak pengumpat; terlalu 'an*ak 'i1ara; dan terlalu 'an*ak makan. Selagi manusia 'elum mem'en1i; memusu)i dan mem'uang ke'iasaan itu /au)$/au) maka na+su itu akan senantiasa menguasai dan memper'udak manusia.#: Kedua;Tahalli; Se1ara 'a)asa artin*a mengisi; sedangkan se1ara istila) artin*a mengisi atau meng)iasi )ati dengan si+at$si+at mahmudah seperti /u/ur; ik)las; tawadlu2 ( renda) )ati); amana); tau'at; 'erprasangka 'aik; takut kepada Alla); pemaa+; pemura); s*ukur nikmat;,uhud; rid)a; sa'ar; ra/in; 'erani; 'erlpang dada; lema) lem'ut; mengasi)i semua mukmin; selalu ingat mati dan selau 'erta(akkal kepada Alla). -amun demikian; karena le4el ini masi) proses pengisian ; maka orang *ang 'erada pada kondisi tahalli ini 'elum 'an*ak merasakan ketenangan dan kele@atan )idup. 0erkenaan dengan tahalli ini semua i'ada); 'aik s)alat; puasa; @akat; mem'a1a Al8urBan dan lain$lain merupakan media pendidikan dan lati)an untuk mampu mem'uang si+at$si+at mad,mumah (ter1ela) untuk diganti dengan si+at$si+at mahmudah (terpu/i).#1 Ketiga;Ta<alli; *akni pen/elmaan dari usa)a pensu1ian /i(a tadi. Ta<alli se/enis perasaan *ang datang sendiri tanpa memerlukan usa)a lagi. &erasaan itu adala) perasaan lapang ; tenang; 'a)agia; 1eria; dinamis; dll. rang *ang suda) sampai ke tingkat ta%alli;
'shaari -uhammad, Mengenal Diri Melalui Rasa Hati , .usat .enerangan 'r/am, Sungai .enchala 0uala 1umpur, -alaysia, 2#"#,p.34. -enurut 'shaari -uhammad yang mengutip pendapat 5mam 'l-6ha7ali, bahwa manusia memiliki nafsu yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat, dari mulai nafsu Amarah, Lawamah, Mulhamah, Muthma-imah, Radhiyah, Mardhiyah, sampai kepada nafsu Kamilah. 8afsu Amarah adalah nafsu yang paling rendah yang termanifestasikan dalam segala sikap dan prilakunya yang tercela. +ntuk mencapai kualitas nafsu yang lebih baik hingga mencapai tingkat ruhani paling unggul, manusia harus melatih diri menundukkan nafsu-nafsu buruk dan mengembangkan sikap-sikap yang terpuji yang disebut mujahadah al-nafs
#: #1

!6

?&id.;p. .:$.!; ?uga % As)aari Mu)ammad; Iman dan &ersoalann*a; Ep"+it.;p.52. As/)aari Mu)ammad; Mengenal "iri; Ep"+it.;p..!$.,. >i)at ?uga % As)aari Mu)ammad; uraian ke Arah Mem&angun Masyarakat ?slam; &usat &enerangan Ar8am; Kuala >umpr; Mala*sia; 165!;p.62.

6#

ingatan dan rasa rindun*a penu) tertu/u kepada Alla); Apa sa/a *ang menimpan*a; 'aik nikmat maupun musi'a); akan tetap dirasakan se'agai kasi) sa*ang Alla) kepada )am'a-*a. le) karena itu; )ati dan penampilan orang peringkat ta%alli selalu tenang dan isti'amah.#2 Selain konsep 3ak)alli ; 3a)alli dan 3a/alli; terdapat ta)apan$ta)apan pelati)an atau terminal; station *ang dalam istila) tasa(u+ dise'ut Ma8am; /amakn*a ma8amat. v Ma:am 0ma:amat1 : Ma'am (/amakn*a ma'amat) adala) anak tangga; station; atau terminal *ang )arus dilalui seseorang dalam proses mu%ahadah an"nafs guna men1apai kesempurnaan ru)i*a) sampai ke tingkat ma ri+at; dari mulai terminal pertama *akni tau'at sampai ke terminak tu/uan *akni ma ri+at. "alam )al ini /umla) dan urutan ma'am 'er'eda$'eda antara konsep su+i *ang satu dengan *ang lainn*a "i 'a(a) ini akan di/elaskan satu persatu s'' % 1) Tau&at, iala) meminta ampun dan tidak kem'ali 'er'uat dosa. aran*a adala) men*esali tela) 'er'uat dosa; 'er/an/i tidak akan 'er'uat lagi; meminta ampun dan kemudian memper'an*ak amal sale). 2) !) #) Fuhud, iala) meninggalkan )idup kematerian apalagi *ang 'ersi+at glamour. 4ara ; iala) meninggalkan s)ubhat ( sesuatu *ang di dalamn*a ada keraguan). Ca#ir, iala) tidak meminta sesuatu ke1uali sekadar apa *ang di'utu)kan untuk melaksanakan ke(a/i'an i'ada). 0a)kan tidak meminta. 3etapi /uga tidak menolak manakala di'eri. ,) .) 2) 5) 6) 9;) Sa&ar, iala) dalam men/alankan perinta)$perinta) Alla) dan sa'ar manakala ditimpa musi'a). Ta#!a; iala) takut kepada Alla) se)ingga )idup sangat 'er)ati$)ati. Ta!akkal, iala) men*era) kepada 8ad)a dan 8adar dari Alla). 0a)kan tidak memikirkan )ari esok tetapi men1ukupkan diri apa *ang ada pada )ari ini. Ridha, iala) menerima dengan rid)a; 'aik nikmat maupun musi'a). Menerima 8ad)a 8adar apa adan*a. Maha&&ah, melaksanakan segala perinta) Alla) dan men/au)i larangan Alla) karena perasaan 1inta; 'ukan karena ingin s*urga atau takut neraka. Ma;ri$at, ialah mengetahui rahasia $llah* menga#a $llah berbuat begitu dan menga#a berbuat begini/
#2

As)aari Mu)ammad; Mengenal "iri;Ep"+it.;p..,$5!.

6,

"alam pandangan Imam Al$)a@ali; tasa(u+ sampai ke tingkat ma ri+at masi) sesuai dengan sunna) rasul. Akan tetapi *ang ter/adi 'erikutn*a adala) a/aran tasa(u+ *ang out of side* antara lain tentang konsep ulul dan ?ttihad. "alam )al ini penulis masi) tetap mengkritik konsep ma8amat 3asa(u+; misaln*a tentang konsep +a8ir; sa'ar dan ta(akkal. Konsep +a8ir tasa(u+ 1enderung men1ukupkan materi alakadarn*a untuk diri sendiri; pada)al *ang 'aik adala) )idup ka*a ra*a se)ingga 'isa 'ersidka) se'an*ak$'an*akn*a untuk mem'antu kaum lema) se'agaimana doa Amar i'n K)atta'. 0eliau 'erdoa %=a Alla) muda)$muda)an dunia 'erada dalam genggamanku; tetapi /angan Kau masukkan dunia ke dalam )atiku. Ini artin*a kita perlu menguasai dunia tetapi /angan dikuasai ole) dunia. ?uga konsep sa'ar tasa(u+ *ang 1endrerung 'ersikap pasi+ dan patalistik; *ang sangat muda) mengala) dan ke)ilangan optimisme. Sa'ar demikian tidak akan 'er)asil men1apai 1ita$1ita. Sa'ar *ang 'enar adala) 'ersi+at akti+; *akni 'erusa)a dan 'erusa)a; men1o'a dan men1o'a terus menerus dengan telaten tanpa mengenal men*era); selalu 'ersikap optimis tetapi tidak over estimate. &ara ilmu(an *ang 'er)asil melakukan u/i 1o'a di la'olatorium adala) mereka *ang 'ersikap sa'ar akti+ 'ukan sa'ar pasi+. "emikian pula konsep ta(akkal dalam tasa(u+ *ang tidak memikirkan )ari esok tetapi men1ukupkan diri untuk )ari ini. Ini sikap ta(akkal *ang keliru. 3a(akkal *ang 'enar adala) men*era)kan )asil ak)ir kepada Alla) setela) terus menerus 'erusa)a maksimal dan 'erdoa optimal untuk men1apai masa depan *ang le'i) gemilang. +onse( ulul dan ?ttihad :

Menurut a)li tasa(u+; di dalam diri manusia terdapat dua si+at; *akni% "ertama % si+at kemanusiaan *ang dise'ut @ahut, seperti seraka); kelu) kesa); tergasa$gesa; som'ong; dll. +edua : Si+at$si+at Ila)i*a) *ang dise'ut Lahut" Setela) melalui mu%ahadah an"nafs; si+at$ si+at nasutn*a meng)ilang tinggalla) si+at$si+at Ila)i*a)n*a. Kedaan ini dise'ut &a#a" 0a8a artin*a *ang tinggal atau *ang tersisa. ?adi 'a8a adala) suatu keadaan (hal) di mana di dalam /i(a manusia )an*a 'erisi si+at$si+at 'aik steril dari si+at$si+at 'uruk. Apa'ila /i(a manusia suda) dalam keadaan 'a8a (su1i); maka Alla) akan turun dan menempati /i(a orang itu. Inila) *ang dise'ut hulul" ?adi di dalam /i(a orang su1i itu ada dua eksistensi; satu dirin*a dan *ang kedua adala) Alla). Konsep hulul ini diketenga)kan ole) Al$Halla/. Menurut Al$Halla/ % laisa fil %ubbati ilallah (di /u'a)ku tidak ada pa$apa ke1uali Alla)). Konsep hulul ini kemudian diikuti ole)

6.

*ang lainn*a. Sala) seorang di antara orang *ang mengaku tela) mengalami hulul adala) s*aik) Siti ?enar. Selain konsep hulul ada lagi *ang le'i) ektrem *akni konsep ?ttihad. Menurut A'u =a@id Al$0ustomi; /i(a orang su1i (ba'a) 'isa naik dan 'ersatu dengan Alla) *ang dise'ut Ittihad/ "alam ittihad ?i(a orang itu tela) mele'ur dan 'ersatu (ittihad) dengan Alla). 0er'eda dengan hulul. Kalau dalam hulul masi) ada dua eksistensi *akni Alla) dan /i(a orang *ang ditempati; tetapi dalam ittihad )an*a ada satu eksistensi. le) karena itu tahlil orang *ang tela) mengalami ittihad 'ukan lagi la ilaha illallah tetapi la ilaha illa ana (tiada tu)an selain Aku). "alam proses pen1apaian ittihad ini; seorang su+i mengalami ma'uk dan sering 'er'i1ara ane) *ang dise'ut syatahat" -amun dalam pandangan orang luar dianggap nga1o; ngelantur/ "alam pandangan Imam Al$)a@ali; Hulul dan Ittihad adala) konsep tasa(u+ *ang out of side; 'erle'i)an; over acting; dan ini 'isa s*irik. -a'i sa/a *ang paling unggul dalam soal spiritual tidak perna) mengalami )ulul atau ittihad/ Mengapa ada orang *ang mengaku mengalami ke/adian itu. Im#osible/ Selan/utn*a kata al$)a@ali; tingkatan ma8am tertinggi *ang 'isa di1apai adala) maCrifat/ le) karena itu kita )arus men/au)i konsep hulul apalagi ittihad/

,are)at Setela) para su+i meninggal dunia; maka tinggalla) murid$muridn*a. &ara murid 'erusa)a melestarikan a/aran s*aik)n*a dengan 1ara ta8lied. Sekelompok orang *ang mengikatkan diri se1ara ta8lid kepada pendapat dan a/aran seorang su+i dise'utla) Tarekat" 62

Kalau mereka mengikatkan diri kepada pendapat dan pengalaman su1i s*aik) A'dul Qadir ?ailani; dise'utla) 3arekat Qadiri*a). "ikenalla) nama$nama tarekat sesuai s*aik) *ang /adi anutann*a; misaln*a tarekat -a8s*a'adi*a); 3arekat 3i/ani*a); 3arekat Sanusia); dll; =ang terak)ir adala) tarekat Mu)ammadi*a) atau tarekat Su)aimi*a) ("arul Ar8am Mala*sia); se'a' nama toko) spiritualn*a 'ernama Mu)ammad Su)aimi. &en/elasan le'i) rin1i s'' % &engertian tarekat (thari'ah; /amakn*a tarai') se1ara etimologis antara lain 'erarti /alan (kaifi)ah); metode; sistem (al"uslub); )aluan (mad,hab); atau keadaan (al"halah).#! Se1ara istila) tarekat 'isa 'erma1am$ma1am; *akni % Pengertian pertama; 3arekat adala) &er/alanan seorang salik (pengikut tarekat) menu/u 3u)an dengan 1ara mensu1ikan diri atau per/alanan *ang )arus ditempu) ole) seseorang untuk mendekatkan diri sedekat mungkin kepada 3u)an.## Pengertian kedua, 3arekat adala) organisasi keagamaan dalam Islam *ang meng)impun anggota$anggota sufi *ang sepa)am 'ertu/uan untuk mendekatkan diri kepada Alla) s(t.#, "alam pengertian ini maka tarekat adala) organisasi orang$orang *ang mengikat diri kepada satu +a)am; pendapat (mad@)a') dan pengalaman su1i seorang su+i (murs)id); misaln*a ,are)at 6adiri5ah iala) sekelompok orang *ang mengikatkan diri kepada +a)am; pendapat dan pengalaman su1i S*aik A'dul Qadir ?ailani; dll. Pengertian ketiga; 3arekat 'isa /uga 'ermakna (irid atau d@ikir$d@ikir *ang dirumuskan sedemikian rupa *ang )arus di'a1a dengan /umla) tertentu. Adapun tarekat *ang dimaksud dalam tulisan ini adala) tarikat dalam pengertian kedua. "alam diskursus kelompok 3arekat terdapat dua ma1am tarekat; *akni tarekat muCtabarah (*ang dikenal) iala) tarekat *ang s*aik) tarekatn*a se1ara nasa' 'ersam'ung kepada na' SA<. Sedangkan kalau s*aik)n*a se1ara nasa' tidak 'ersam'ung kepada na'i dise'utla) tarekat ghair muCtabarah. &ada perkem'angan 'erikutn*a; para toko) setiap tarekat 'erusa)a sekuat tenaga untuk men1ari se'an*ak$'an*akn*a pengikut (murid). Agar mendapatkan pengikut *ang 'an*ak diperlukan da*a tarik; maka mereka melam'ungkan nama sang uru (Murs*id; s*aik) tarekat). "i'uatla) 'iogra+i sang uru tetapi 'ukan sekadar 'iogra+i tentang tempat tanggal la)ir; alamat; orangtua nasa'; pendidikan dan pengalaman; tetapi /uga memasukkan

#! ##

3im &en*usun; Ensiklopedi ?slam, Ep"+it",p.... ?&id" #, amak)s*ari ")o+ier; Tradisi Pesantren, Studi Tentang Pandangan 1!,.

idup Kiyai, >&!7S; ?akarta; 1652;p.

65

pengalaman$pengalaman ane); 1erita$1erita ane) *ang 'ersi+at kesaktian dan kema)aluar'iasaan sang guru. 0iogra+i plus ini dise'utla) kita' Mana#i&" "i dalam kita' Mana8i' ini terdapat 'agian$'agian atau 'ait$'ait *ang dise'ut Man#a&ah" &ada (aktu$(aktu *ang tela) ditentukan ada upa1ara k)usus mem'a1a Mana8i' *ang dise'ut a1ara Mana8i'an. Siang )arin*a; i'u$i'u si'uk memasak (n)angu); men*em'eli) )e(an; menanak nasi; lauk pauk dan kue$kue. "i 'e'erapa tarekat ada aturan 'a)(a perempuan *ang memasak untuk ngahaturanan tuang ka s)aikh (meng)aturkan makan 'agi s*aik)) tidak 'ole) dalam keadaan )aidl atau ni+as; 'a)kan se'elum memasak mereka )arus 'er(udlu; dan selama memasak tidak 'ole) 'atal (ud)u. "i dalam mana8i' terse'ut di/elaskan pengalaman su1i (the hol) eD#eriences) s*aik) *ang 'agi orang luar tarekat dianggap se'agai 1erita *ang irrarsional. Sala) satu 1onto) 1erita s*aik) adala) tentang s*aik) Mu)ammad Su)aimi dari tarekat "arul Ar8am. Menurut 1erita itu; suatu )ari; pera)u *ang dinaiki ole) s*aik) Su)aimi karam di laut Mera). Antung ada seekor ikan mera) 'esar *ang menolongn*a. Mu)ammad Su)aimi menaiki punggung ikan mera); lantas ikan mera) itu mem'a(a s*aik) ke pinggir pantai se)ingga s*aik) selamat. Sesampain*a di pantai; ikan mera) tidak segera kem'ali ke tenga) lautan. "ari matan*a melele)la) air mata. S*aik) Su)ami mengerti lantas dia 'erkata %Aku dan anak 1u1uku 'er/an/i tidak akan memakan daging ikan mera). Rupan*a ikan mera) mengerti ; lantas ia kem'ali ke tenga) lautan dengan 1eria. erita lain s'' % S*aik) se'ua) tarekat sedang menga/ar di ma/elis taklim. 3i'a$ti'a datangla) malaikat A/rail ke )adapann*a dan 'erkata %S*aik); tela) ti'a saatn*a; engkau )arus (a+at dan meng)adap kepada Alla). S*aik) men/a(a' %?angan sekarang karena sa*a sedang menga/ar; tunggula) sampai selesai. 3etapi malaikat A/rail tidak mau mengu'a) (aktu *ang tela) ditetapkan; sementara s*aik) tetap pada pendiriann*a; aki'atn*a s*aik) dengan malaikat A/rail 'ertengkar. Malaikat A/rail dike/ar ole) s*aik) se)ingga malaikat itu /atu). Kantong n*a(an*a /atu) pula; sedangkan n*a(a *ang terkumpul di kantong itu 'er)am'uran. "i dalam kita' mana8i'; ada pula 1erita tentang )a'ad,ah wa mus)afahah dan (irid$ (irid (aurad) *ang di)asilkann*a. <irid$(irid ini dia/arkan ole) na'i kepada s*aik) tarekat ketika s*aik) itu 'ertemu ()a'ad,ah) dengan na'i dan 'er1akap$1akap (mus)afahah). <irid$(irid sepesial ini diterima ole) s*aik) dari na'i SA<. Setiap tarekat memperole) (irid *ang 'er'eda$'eda. <irid ini kemudian diperinta)kan untuk dia/arkan

66

kepada para pengikut tarekat naman*a I%a,ah (lisensi). Menurut mereka (irid itu tela) di/a@a)kan ole) na'i kepada s*aik) mereka. Kedudukan guru dalam tarekat sangat luar 'iasa; dalam )al ini murid (salik) *ang sedang menelusuri /alan (suluk) kesu+ian )arus men*era)kan diri kepada guru (murs)id) se1ara total dan menaatin*a tanpa kritik i'arat ma*at *ang men*era)kan diri kepada orang )idup. uru (murs)id) dianggap sangat su1i. Karena sangat su1i maka apapun *ang di'erikan ole) guru dianggap mengandung ke'erka)an tinggi. 0a)kan air sisa minum sang guru men/adi re'utan muridn*a untuk men1ari ke'erka)an. Inila) *ang dise'ut ta&arruk" Apa'ila sang murs*id tela) meninggal dunia; ia masi) di*akini 'isa mem'antu para muridn*a. le) karena itu ketika murid 'erdoa; )arus men/adikan sang guru se'agai washilah (perantara). Inila) *ang dise'ut ta!ashul" Selan/utn*a; 'erdoa 'ersama untuk maksud tertentu agar )a/at 'esarn*a 'isa diak'ulkan ole) Alla); mereka meminta 'antuan kepada para (ali atau s*aik) mereka *ang suda (a+at. Inila) *ang dise'ut ?stighatsah" >e'i) dari itu; pada 'e'erapa tarekat; ada ke*akinan 'a)(a di dalam 'erdoa se'aikn*a mampu mem'a*angkan (a/a) sang guru se'agai rasa taCd,im ()ormat); tawashul dan tabarruk/ Ini dise'ut ta!a<<uh" Agar supa*a 'isa mem'a*angkan (a/) guru; maka di ruma) anggota tarekat tertentu mesti ada +oto atau gam'ar s*aik) mereka. &em'a)asan le'i) mendalam tentang )a'ad,ah wa mus)afahah* istighatsah; (ali dan karama); akan di'a)as di'a(a) ini. O&'e) +a'ian ,are)at : Masala) pokok *ang sering di'i1arakan dalam tarekat adala) konsep Wali Alla) dan karamah. "ari kedua konsep ini akan 'erkem'ang kepada masala)$masala) lain; misaln*a konsep tawashul ('erdoa dengan menggunakan perantara); dan )a'a,ah wa al"mus)afahah ('ertemu dengan na'i dan 'er1akap; 'aik mimpi maupun /aga). +onse( .ali !llah dan +aramah "ari segi 'a)asa Ara'; (ali 'erarti *ang menolong atau *ang men1intai. Sedangkan dari segi istila) 'isa dua makna; *aitu % Makna pertama9 (ali 'ermakna manusia sale) atau manusia *ang selalu 'erta8(a. ?adi setiap orang sale) adala) (ali. Siapapunasal mampu'ole) men/adi (ali dan ole) karena itu /umla) (ali tidak ter'atas. Akan tetapi tidak ada seorangpun dapat mengeta)ui apaka) seseorang itu (ali atau 'ukan. A*at *ang dipakai sandaran adala) surat =unus a*at 1::

.2 .! % Ingatla); sesunggu)n*a (ali$(ali Alla) itu tidak ada kek)a(atiran ter)adap mereka dan tidak pula mereka 'ersedi) )ati; *aitu orang$orang *ang 'eriman dan mereka *ang selalu 'erta8(a. Menurut a*at ini (ali adala) setiap orang *ang 'eriman sangat tinggi se)ingga men1apai katagori ta8(a. Makna kedua : <ali dalam perspekti+ su+i atau literatur rientas dise'ut (aint adala) orang$orang *ang sangat sale) dengan menekankan dimensi mistikn*a.#. <ali dalam pengertian ini adala) seseorang *ang memiliki keistime(aan di luar kemampuan manusia 'iasa; atau dise'ut karamah. <ali dalam pengertian pertama; *akni orang *ang memiliki keimanan tinggi se)ingga men1apai dera/at ta8(a disepakati adan*a; sedangkan (ali dalam pengertian ke dua *ang menekankan aspek mistikn*a tida) dise(a)ati; se)ingga 'an*ak orang tidak setu/u dengan se'utan (ali (anga misaln*a; karena predikat (ali )an*a di'erikan ole) Alla) dan )an*a Alla)la) *ang mengeta)ui siapa *ang (ali dan siapa *ang 'ukan. 0agaimana konsep (ali menurut kelompok 3arekat Menurut As)aari Mu)ammad; orang pertama pen*e'ar tarekat "arul Ar8am (Mala*sia); (ali adala) seseorang *ang ru)anin*a tela) sangat 'ersi) dan tingkat keimanann*a suda) men1api le4el iman Ha'i'at..#2 A'dul Halim A''as; orang kedua "arul Ar8am menam'a)kan 'a)(a 'aik melalui /alan mauhibah maupun suluk akan mela)irkan (ali$(ali. Selan/utn*a (ali$(ali ini diklasi+ikasi men/adi enam le4el.#5 &en/elasann*a s'' % >e4el 1 (tertinggi) adala) 4ali Gaus =Kutu& Al)Akta&) *akni (ali ketua; dise'ut /uga (ultan $ulia. ?umla)n*a )an*a satu orang dalam setiap kurun. >e4el 2 adala) 4ali Kutu& =?amakn*a $ktab). "alam setiap @aman )an*a empat orang. >e4el ! adala) 4ali @a<i& (?amakn*a Iu%abak); 'ilangan mereka untuk se@aman )an*a !:: orang >e4el # adala) 4ali 4atad (?amakn*a $utad) 'ilangan mereka dalam satu @aman )an*a empat orang. >e4el , adala) 4ali /adal (?amakn*a $bdal); 'ilangan mereka untuk satu @aman antara #: sampai .: orang.

#. #2

3im &en*usun 7nsiklopedi;L#/Cit.;p 121$ 122. As)aari Mu)ammad; (lama dalam Pandangan ?slam; &ener'it Hikma); Kuala >umpur; Mala*sia; 1662; p. ,#. #5 A'dul )alim A''as ;Aoc/ Cit//

1:1

>e4el . adala) 4ali @a#i& (?amakn*a Iu'abak); 'ilangann*a untuk se@aman )an*a #: orang.#6 Menurut As)aari Mu)ammad; nama$nama (ali terse'ut 'erdasarkan kepada )adits

na'i; antara lain )adits dari Ali I'n A'i 3)ali' % Rasululla) sa( 'ersa'da % (ali A'dal se'an*ak #: orang lelaki dan #: orang perempuan; tatkala mati seorang lelaki; Alla) menggantikan di tempatn*a dengan lelaki lain. 0egitu pula setiap kali mati seorang perempuan; Alla) menggantin*a dengan perempuan lain di tempat itu.,: Ali I'n A'i 3)ali' 'erkata % <ali A'dal dari s*am; (ali -u/a'aB dari penduduk Mesir; dan (ali Ak)'a dari penduduk Irak.,1 rang$orang *ang termasuk (ali menurut "arul Ar8am adala) % (1). para sa)a'at na'i terutama +hulafa al"ras)idin (2). Imam mad@)a' terutama mad)a' *ang 7mpat. (!). &ara Mu%addid terutama Amar i' A'd Al$ A@i@ dan imam Al)Mahdi (#). &ara pera(i )adits seperti imam 0uk)ari dan muslim. (,). &engasas$pengasas tarekat (.). Alama$ulama 'esar terutama Imam Hasan Al$0as)ri; ?unaidi Al$0ag)daddi; =a@id Al$0ustami; A'dul Qadir ?ailani; Al$ )a@ali; A'u Hassan S*a@ali; Imam Sa*uti; Imam -a(a(i dan s*aik) Ramli (2). "ikalangan (anita di antaran*a isteri$isteri rasul; 9atima) puteri na'i; -a+isa); dan Ra'iBa) al$ Ada(i*a).,2 ?umla) (ali dalam 'er'agai klasi+ikasi untuk satu @aman di seluru) dunia )an*a ,:: orang; ke'an*akan 'erada di S*iria; Irak dan Mesir. Apa'ila seorang (ali meninggal maka Alla) akan melantik (ali *ang 'aru.,! &ara (ali di atas memiliki keistime(aan$keistime(aan se)ingga dapat melakukan peker/aan$peker/aan g)ai' *ang tidak dapat dilakukan ole) orang lain. Hal itu karena para (ali di'eri karamah; *ang 'aik karamah lahiri)ah maupun karamah maknawi)ah; /uga di'eri ilmu$ilmu Aaduni (ilmu pengeta)uan *ang diperole) tanpa 'ela/ar) seperti ilham* kas)af* +irasat; rasa )ati serta kemampuan )a'ad,ah wa mus)afahah atau 'isa 'er1akap$1akap dan 'er)u'ungan dengan ri%al al"ghaib *akni orng *ang 'erada di tempat /au); atau tela) (a+at; termasuk 'er1akap$1akap dengan rasululla) sa(.,# Menurut pen/elasan A'dul Halim A''as 'a)(a adan*a ulama (ali *ang 'er$karamah memiliki dasar *ang kuat; *akni Al8urBan surat ! % !2 tentang Mar*am *ang mendapat
#6

As)aari Mu)ammad; (lama :alam Pandangan ?slam; &ener'it Hikma); Kuala >umpur; Mala*sia; 1662; p. ,#$,,. ,: ?&id.; p. .1. ,1 ?&id" ,2 ?&id.;p. ,.$,2. ,! ?&id.;p. ,,. ,# ?&id.;p. ,6. >i)at ?uga % !&dul Halim !&&as9Ep" +it",p. 5#.

1:2

makanan langsung dari langit (dari Alla) S<3). Surat 15 % 15 tentang pemuda Al$Ka)+i *ang ditidurkan ole) Alla) selama !:6. ?uga surat 22 % #: tentang ke)e'atan seorang pria 'ernama !ssaf I&n $ar)ha5a *ang sanggup meminda)kan singgasana ratu 0ilkis ke dalam kera/aan na'i Sulaiman dalam tempo sangat singkat.,, Mereka 'ukan na'i; mereka )an*ala) orang sale) *ang memilki keistime(aan. A'dul Halim A''as men/elaskan 'a)(a 4ali al)A#ta& =!ali Ghaus) memiliki kas)af *akni kemampuan di luar dimensi kemampuan manusia. Kemampuan itu dimiliki karena /i(a seorang (ali tela) sangat su1i; se)ingga ia mampu 'er)u'ungan dengan alam Malakut. "engan )u'unan langsung ke alam Malakut; maka seorang (ali mempun*ai kemampuan luar 'iasa; misaln*a mampu mengeta)ui sesuatu peristi(a le'i) a(al dari ke/adiann*a se)ingga ia memiliki (a(asan /au) ke depan dan mampu men*elesaikan masala) mas*arakat /au) mele'i)i pemikiran manusia 'iasa. Mampu men*elesaikan masala) manusia *ang 'erkaitan dengan ro); /in; s*etan; dll. Se'agaimana A'dul Qadir ?ailani men*elamatkan anak A'u Said *ang di1ulik /in dari negeri 1ina. <ali Alla) pun dapat mem'erikan ara)an kepada anak 'ua) dari /arak *ang sangat /au) tanpa alat komunikasi modern; se'agaimana Amar I'n K)atta' dapat meli)at tentaran*a di -a)a(and *ang tertangkap kepungan musu) dari &ersia pada)al Amar 'erada di Medina). "engan suara lantang; Amar mem'erikan komando dari mim'ar mesi/d % Hai Saria; larila) ke'ukit . Suara Amar terdengar dari /arak pulu)an kilometer se)ingga tentaran*a segera 'erlindung di'ukit. "an atas pertolongan Alla); musu) pun dapat dipukul mundur.,. Senada dengan itu; As)aari Mu)ammad men*atakan 'a)(a landasan pendapat 'a)(a (ali Alla) mempun*ai ilmu Mukasa)afah adala) )adits% 3akutla) kamu kepada +irasat orang mukmin; karena ia meli)at dengan nur Alla). (H.R. 3irmid@i).,2 Misaln*a A'u 0akar dapat mengeta)ui /enis kelamin anakn*a ketika masi) dalam kandungan; pada)al (aktu itu kemampuan demikian merupakan sesuatu *ang amat musta)il . 0egitu /uga A'dul Qadir ?ailani dapat mengeta)ui asal muasal sekarung emas *ang di)adia)kan ole) k)ali+a) Al$ Munta/id 0illa) kepadan*a. <aktu itu A'dul Qadir menekankan telapak tangan ke tumpukan uang mas di karung; se)ingga dari karung itu merem'esla) dara); *ang menandakan 'a)(a uang itu )asil pemerasan dari rak*at ke1il.,5 &ara (ali pun 'isa 'erada di tempat dalam satu (aktuu; 'isa mendatangkan makanan dari langit. 0a)kan keistime(aan (ali ini; menurut As)aari Mu)ammad tidak se'atas ketika ia masi) )idup; tetapi setela) mati pun masi)
,, ,.

?&id.;p. 5#. A'dul Halim A''as; $a#aimana Men'adi .ali; Ep" +it",p. 5#. ,2 ?&id.;p.1:,. ,5 ?&id

1:!

melakukan )al$)al luar 'iasa. ,6 0e'erapa keistime(aan terse'ut adala) se'agai 'erikut di 'a(a) ini. "emikianla) pendapat kelompok 3arekat tentang konsep <ali dengan karama)n*a. Apaka) pendapat mereka memiliki kekuatan dalil *ang sa)i); akan di/elaskan di 'a(a) ini. %orotan ,entan# .ali dan Karamah Konsep (ali *ang dikedepankan ole) kaum 3arekat; apalagi dengan le4el$le4el tertentu seperti Wali -aus* Wali +utub* Wali Ia%ib* Wali Watab* Wali Badal* dan Wali Ia'ib; tidak memiliki dasar )ukum *ang /elas. Itu )an*a mengada ada. Siapa *ang mem'eri nama$nama dan mengklasi+ikasikan seperti itu; tidakla) /elas; tidak memiliki landasan *ang s)a)i). =ang mengeta)ui siapa *ang men/adi (ali dan siapa *ang 'ukan )an*ala) Alla). Adapun konsep karamah; *akni ke/adian istime(a *ang dialami ole) (ali$(ali Alla) (orang *ang 'eriman kelas tinggi) diakui adan*a karena memang memiliki dasar )ukum *ang koko). Menurut SaBid Ha(a; kadang$kadang orang *ang sedang menempu) ta'ararub kepada Alla) mendapatkan mimpi *ang 'enar; kas)af (tersingkapn*a tirai); merasakan ilham dan kadang$kadang pula tampak pada dirin*a se'ua) karamah. Semua itu 'enar ter/adi tetapi semua itu 'ukanla) tu/uan 'agi penempu) /alan menu/u Alla) (al"(alik). Ke/adian itu )an*ala) pertanda keterka'ulan; atau merupakan ka'ar gem'ira tentang suatu perkara 'agi al"(alik..: SaBid Ha(a /uga men*atakan 'a)(a; adan*a karamah pada (ali Alla) tidak dapat di'anta); se'agai 1onto) adala) Mar*am *ang di datangi Malaikat dan 'er'i1ara dengann*a pada)al Mar*am 'ukan seorang na'i. 3erdapat kemungkinan orang selain na'i 'isa mendengar atau meli)at malaikat. Keadaan sema1am ini dise'ut ole) para su+i se'agai kas)af. .1 "i dalam Hadits pun terdapat keterangan tentang kas)af* antara di dalam kita' al" .arhib )adits nomor 2.2 % "ari A'u Amama); ia 'erkata% &ada siang )ari *ang sangat terik; rasululla) sa( melintas tana) war'ad. Semua orang 'er/alan di 'elakang na'i. Setela) na'i mendengar suara sandal$sandal itu merasa senang. Kemudian ia duduk 'er)enti se)ingga orang$orang 'erlalu /au) di depann*a. Setela) na'i mele(ati tana) war'ad; ta)u$ta)u ada
,6 .:

Aurad; p. 1##. SaBid Ha(a; Aalan Ruhani, /im&ingan Tasa!u$ (ntuk Para AktiBis ?slam; etakan 1; &ener'it Mi@an; 166,; p. 2:6. .1 ?&id"

1:#

dua ku'uran *ang di dalamn*a ada dua orang laki$laki. Rasululla) sa( 'er)enti lantas 'ertan*a % Siapaka) *ang kamu ku'urkan )ari ini disini Mereka men/a(a' % Si +ulan dan si 9ulan . Mereka 'erkata lagi % <a)ai na'i; 'agaimanaka) mereka . Rasululla) sa( men/a(a'%Sala) seorang dari mereka tidak mem'ersi)kan air ken1ingn*a; sedangkan *ang satu lagi 'er/alan$/alan dengan menggunakan a,imat. >alu na'i mengam'il pelepa) kurma *ang kering dan meletakkann*a di atas ku'uran itu. Mereka 'ertan*a %Mengapa engkau melakukan )al itu (a)ai na'i . -a'i men/a(a' % Agar meringankan keduan*a. Mereka 'ertan*a lagi % <a)ai rasululla); sampai kapan mereka disiksa . Rasululla) men/a(a' % Ini )al *ang g)ai'; tidak ada *ang mengeta)ui ke1uali Alla). Kalau tidak karena )ati kamu 'er'ui) (kotor); dan sering menm'a)$nam'a) pem'i1araan; nis1a*a kamu akan mendengar apa *ang aku dengar. (H.R. A)mad)..2 &er)atikan u1apan na'i *ang terak)ir % Kalau tidak karena )ati kamu 'er'ui) (kotor) dan sering menam'a)$nam'a) pem'i1araan; nis1a*a kamu mendengar apa *ang sa*a dengar. Kata SaBid Ha(a; u1apan ini men/adi dasar 'a)(a seseorang 'isa sa/a mendengar sesuatu dari alam gai' apa 'ola 'enar$'enar )atin*a 'ersi). ?adi adan*a kas)af memiliki dalil *ang kuat. 0erdasarkan a*at Al$QurBan dan )adits diatas; adan*a kas)af memiliki dalil *ang 1ukup kuat. Masala)n*a kini adala) orang sering sala) ta+sir tentang kas)af. Kesala)an itu antara lain (i). Hasil kas)af 'isa men/adi tam'a)an atau ketetapan 'aru setela) al$QurBan; kalau 'egitu sama sa/a dengan 'eranggapan 'a)(a s*ariBat *ang di'a(a ole) na'i sa( 'elum sempurna. (ii). rang$orang taat total atau ta'lied kepada para su+i *ang mendapat kas)af tanpa meli)at dan 'erpedoman kepada )ukum s*ariBat; seakan$akan su+i itu orang ma2shum; pada)al mungkin sa/a itu 'ukan kas)af tetapi isti%rad/<? &erlu diketa)ui; 'a)(a kas)af merupakan u/ian iman; mungkin sa/a seseorang tergelin1ir atau menggelin1irkan orang lain dengan kas)afn)a/<F Selan/utn*a SaBid Ha(a men/elaskan peri)al mimpi para (ali. Menurutn*a mimpi para (ali. Menurutn*a mimpi itu 'eragam; *akni (I). Mimpi karena pengaru) ke1emasan; kegelisa)an dan dorongan na+su *ang dise'ut al"3a2)un Iafsi)ah/ (ii). Mimpi karena s*etan meman+aatkan kegelisa)an atau )a*alan. (iii). Mimpi *ang 'erasal dari 3u)an *ang dise'ut al"3a2)un 3abbani)ah/<E Mengenai mimpi 3abbani ini na'i men/elaskan 3idak ada kena'ian setela) aku; ke1uali ka'ar$ka'ar gem'ira. Mereka 'ertan*a %Apaka) ka'ar gem'ira itu.
.2 .!

?&id.; p. 211. ?&id.; p. 21!. .# ?&id.; p. 21#. ., ?&id.; p. 221.

1:,

-a'i men/a(a' % Mimpi *ang 'enar... Hadits lain menegaskan %Mimpi$mimpi seorang mukmin merupakan 'agian dari ke #. dari kena'ian (Hadits ri(a*at 0ukari; Muslim; A'u "aud dan 3irmid@i)..2 SaBid Ha(a menegaskan % Ada *ang 'erkata 'a)(a /ika seseorang 'ermimpi meli)at na'i ('ertemu; didatangi) rasululla) pada)al rasul tak dapat ditiru 'entuk dan rupan*a ole) s*etan lalu memerinta)kan untuk melakukan per'uatan *ang 'ertentangan dengan s*ariBat Islam; maka dalam )al ini kami katakan anda tela) meng)a*al; mengigau; dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu. 0an*ak para s*aik) *ang melakukan amal per'uatan atas dasar mimpi. Hal itu menurut a)li +i8i) termasuk katagori 'idBa)..5 +onse( 7a#adDah !a Musya$ahah : Kaum tarekat sangat me*akini konsep Ba'ad,ah wa mus)afahah *akni s*aik) tarekat 'ertemu dan 'er1akap dengan ri%al al"ghaib (orang *ang suda) meninggal dunia) termasuk 'ertemu dengan rasululla) dalam keadaan /aga ('ukan mimpi) 'a)kan sampai mampu 'er1akap$1akap dengan rasululla). Alasan *ang men/adi ke*akinan mereka adala) s'' % !lasan (ertama; surat Al'a8ara) a*at 1,# % ?anganla) kamu mengatakan ter)adap orang$orang *ang gugur di /alan Alla) ('a)(a mereka itu) mati; 'a)kan se'enarn*a mereka itu )idup tetapi kamu tidak men*adarin*a..6 A*at ini menegaskan 'a)(a orang$orang *ang mati di /alan Alla) pada )akikatn*a tidak mati namun tetap )idup. Akan tetapi orang$orang di dunia tidak men*adarin*a. !lasan )e dua9 ketika seseorang memasuki daera) peku'uran muslimin disunnatkan mengu1ap$kan assalamu2alaikum )a ahl al"di)ar.2: !lasan )eti#a9 di dalam kita' arkoni s)arah Mawahib al"Aadun)a ?u@ , pasal !!2 ter)adap )adts ri(a*at 0ai)aki dari Annas *ang men*e'utkan %&ara na'i /idup di dalam ku'ur mereka; senantiasa dalam keadaan s)alat.21 "emikian /uga )adits ri(a*at A)mad; Muslim dan -asa$i %Sa*a (-a'i) 'ertemu dengan Musa di Kati' A)mar; 'eliau 'erdiri s)alat di ku'urann*a .22

.. .2

?&id" ?&id" .5 ?&id.; p. 22#. .6 As)aari Mu)ammad; Aurad Mu)ammadi*a); Ep" +it", p. .5$2: >i)at /uga % As)aari Mu)ammad; /erhati) hati Mem&uat Tuduhan, &usat &enerangan Ar8am; Sungai &en1)ala; Kuala >umpur; 1656; p. 1:!. 2: ?&id 21 ?&id .;p. 1:#. 22 As)aari Mu)ammad; Aurad Mu)ammadi*a); Ep"+it", p. 22.

1:.

!lasan +eem(at9 Imam A'u S)aik di dalam kitab -haus al"Ibad menulis se'ua) )adits % Sesunggu)n*a se'a)agian sa)a'at na'i tela) mendirikan se'ua) 'angunan (kema)) diatas se'ua) ku'uran *ang tidak diduga 'a)(a itu ku'uran manusia; ti'a$ti'a dari dalam ku'uran itu terdengar ada orang *ang mem'a1a surat al)Muluk sampai selesai. >antas sa)a'at mem'erita)ukan ke/adian ini kepada na'i; maka na'ipun 'ersa'da% Itula) surat *ang dapat meng)indarkan dan men*elamatkan kamu dari siksa ku'ur.2! !lasan )e lima : Hadits ri(a*at Imam 0uk)ari % 0arang siapa meli)atku dalam keadaan mimpii; maka ia akan meli)atku di dalam keadaan /aga. "an s*etan tidak 'isa men*erupai (a/a)ku.2# 0erdasarkan )adits itu; orang$orang "arul Ar8am dan kelompok tarekat lainn*a 'erpendapat 'a)(a orang sale) *ang tela) (a+at se'enarn*a tidak (a+at tetapi masi) )idup. "engan demikian tidakla) ane) /ika mereka 'isa ditemui. As)aari menegaskan % ?adi kalau na'i$na'i itu )idup di dalam ku'ur dan melakukan amalan$amalan; maka memangla) mungkin mereka itu 'ole) ditemui se1ara /aga dan 'er1akap$1akap serta 'ela/ar.2, Selan/utn*a ia menerangkan; 'a)(a amalan$amalan *ang 'erupa perinta) dan larangan *ang di)asilkan dari )a'ad,ah 'isa di/adikan pegangan. Ia mengutip dari kita' $l"0ashash al" +ubra Imam Al$ Sa*uti *ang men*atakan s''% Seseorang *ang 'er/umpa dengan na'i sa( 'aik dalam mimpi atau /aga; dan na'i men*uru) sesuatu per'uatan sunna); atau melarang sesuatu larangan atau menun/ukkan sesuatu *ang 'aik; maka tidak ada pertikaian antara para ulama; itu termasuk sunnat untuk mengamalkann*a.2. 0erdasarkan itu; maka (i) seorang (ali +utub 'isa 'ertemu dengan na'i dalam keadaan /aga dan 'er1akap$1akap atau Ba'a,ah wa mus)afahah/(ii). Amalan$amalan sunnat dan larangan$larangan *ang diterima ole) (ali ketika dia 'ertemu dengan na'i 'aik dalam mimpi atau dalam keadaan /aga adala) sunnat untuk diamalkan. Se'agaimana ter)adap konsep <ali dan karama); ter)adap konsep Ba'ad,ah wa mus)afahah pun terdapat 'anta)an$'anta)an dari 'an*ak ulama.

2! 2#

?&id" Aurad; p. 21. 2, As)aari Mu)ammad; Aurad Mu)ammadi*a); Ep" +it.; p. 1##. 2. ?&id"

1:2

%orotan terhada( 7a#adDah !a musya$ahah Ba'ad,ah wa mus)afahah; *akni S*ek) tarekat 'ertemu dan 'er'i1ara dengan na'i dalam keadaan /aga ('uka mimpi) di tenga) malam di dalam kaB'a) selepas (a+at na'i sangat lema) alasann*a. Memang 'etul ada )adits *ang men/elaskan 'a)(a na'i Mu)ammad SA< 'ertemu dengan para na'i se(aktu Isra MiBra/ di 0aitul Ma8dis dan di langit dalam keadaan /aga; 'a)kan na'i men/adi imam s)alat 'ersama$sama mereka.22 Akan tetapi )adits ini sangat d)ai+; 'ertentangan dengan )adits *ang le'i) kuat 'a)(a apa'ila anak Adam meninggal dunia terputusla) amaln*a. Kalau para na'i *ang tela) (a+at masi) 'isa s)alat 'er/amaa) 'ersama na'i ini men*ala)i )adits *ang le'i) kuat. Hadits lain *ang di/adikan alasan kelompok 3arekat adala) )adits *ang men*atakan 'a)(a % 0arang siapa *ang 'ermimpi meli)at aku; dia akan meli)at aku pula dalam keadaan /aga.25 Menurut Imam -a(a(i ketika men/elaskan )adits ini di dalam kitab ()arh (hahih Muslim men*atakan 'a)(a la+ad@ % akan meli)at aku dalam keadaan /aga )an*a mengandung tiga pengertian; *akni (i). 0agi orang$orang *ang se@aman dengan na'i sa( *ang tidak sempat 'er)i/ra) tetapi 'ermimpi 'ertemu na'i sa( akan 'er)i/ra) dan 'ertemu na'i. (ii). "ia akan 'ertemu na'i di ak)irat se'agai mem'enarkan mimpin*a itu. (iii). Meli)at na'i se1ara k)usus di ak)irat se1ara dekat seta mendapat sa+aat.26 ?ika mem'enarkan adan*a )a'ad,ah sekarang atau di dunia. Hadits ini sama sekali tidak men/elaskan 'a)(a manusia 'isa 'ertemu dengan na'i dalam keadaan /aga seteka) na'i (a+at se'agaimana konsep )a'ad,ah wa mus)afahah kaum tarekat. >e'i) tegas lagi adala) pendapat 0adhi S*aik) Mua)ammad K)udar al$S*an/iti di dalam 'uku Mus)tahi al"+harif men*atakan 'a)(a meli)at na'i dalam keadaan mim(i memiliki dasar )adits *ang sa)i). Akan tetapi 'ertemu dengan na'i dalam keadaan 'a#a ()a'ad,ah); sama sekali tidak dise'utkan ole) )adits; 'aik ole) )adits maudlu* mau'uf atau pun )adits matruk/K; ?adi )a'ad,ah atau 'ertemu dengan na'i dalam keadaan /aga 'ukan 'erasal dari )adits *ang sharih* tetapi )an*a karena 'an*akn*a para a)li tarekat *ang mena+sirkan 'a)(a )a'ad,ah dalam )adits terse'ut 'ertemu dalam keadaan /aga di dunia ini. Adapun alasan

22

Husain Hasai 3omai; Masalah /er<impa Rasulullah ketika Selepas 4a$atnya; &enr'it &ustaka Aman &ress S"-. 0H".; 1656; p. ,6. 25 As)aari Mu)ammad; Aurad Mu)ammadi*a); L#/ Cit.; p. 21. 26 Husain Hasan 3omai; L#/ Cit/*p. 22. 5: ?&id; p. 22.

1:5

na'li *ang a'sa) sampai saat ini 'elum ditemukan. le) karena ke*akinan tentang )a'ad,ah wa mus)afahah adala) ke*akinan *ang &athil %orotan terhada( .irid ,are)at : Menurut kelompok 3arekat; ketika seorang s*aik) 'ertemu na'i dalam kedaan /aga ()a'ad,ah) dan 'er1akap$1akap dengan na'i (mus)afahah); na'i mem'erikan (irid$(irid spesial *ang )arus men/adi amalan tam'a)an. Misaln*a 'a1aan a*at kursi 1: kali; al$Ik)las 1:: kali; laila)a illalla) 1::: kali; dll. &erlu ditegaskan lagi di sini 'a)(a )a'ad,ah wa mus)afahah menurut Said Ha(a dan Imam -a(a(i adala) ke*akinan *ang 'atil. Apalagi men*angkut )asiln*a; *akni amalan 'aru *ang di'erikan ole) na'i setela) na'i (a+at. Sila)kan li)at kem'ali uaraian$uaraian terda)ulu tentang kas)af; dan mimpi 3abbani)ah. "itegaskan 'a)(a apa'ila seseorang &ermim(i 'ertemu dengan na'i; na'i maka itula) (a/a) na'i se'enarn*a. Akan tetapi tidak ada satu )adits pun *ang men*atakan kemungkinan$kemungkinan na'i mem'erikan a/aran 'aru atau tam'a)an; karena agama Islam suda) dianggap sempurna. SaBid Ha(a se'agaimana tela) dikemukakan di depan; menegaskan %apa'ila seseorang 'ermimpi meli)at na'ilalu memerinta)kan untuk melakukan sesuatu *ang &ertentan#an dengan s*ariBat Islam; maka dalam )al ini kami katakan anda tela) meng)a*al; mengigau dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu .51 "engan demikian; pengakuan 'a)(a seseorang perna) 'ermimpi 'ertemu dengan na'i mem'erikan (irid$(irid atau amalan$amalan 'aru *ang memang tidak ada an/uran se'elumn*a; adala) ke*akinan *ang 'atil; dan amalann*a adala) &id;ah" Seputar ?stighatsah: Istighatsah artin*a meminta 'antuan melalui doa kepada pa(a (ali dan orang$orang s)ale) *ang suda) meninggal dunia. Menurut As)aari Mu)ammad ("arul Ar8am) 'a)(a 'erdasarkan a*at Al$QurBan; )adits dan 'erita$'erita dari orang sale); ia me*impulkan 'a)(a para rasul; para na'i; s)uhada; para (ali; dan shalihin *ang suda) meninggal dunia se'enarn*a masi) tetap )idup dan 'eker/a di dalam ku'urn*a.52 Ia menegaskan % maknan*a muk/i@at dan karamah"karamah mereka itu tidak sa)a/a 'erlaku semasa )idup mereka tetapi /uga sesuda) mati atau g)ai' mereka. Mala) apa'ila mati gai' mereka le'i) 'e'as lagi 'ergerak dan 'eker/a se'a' tidak terikat lagi ole) 'enda.5! le) karena itu
51 52

SaBid Ha(a; Aoc/ Cit/ As)aari Mu)ammad; Aurad Mu)ammadi*a); Ep"+it 9 p. 2:. 5! ?&id",p. 1##.

1:6

mereka masi) 'isa 'er)u'ungan dengan para muridn*a; 'aik menase)ati ataupun menegur manakala muridn*a 'er'uat maksiat. Hu'ungan guru dengan murid itu 'agaikan )u'ungan elektrik; tak u'a)n*a kipas *ang dapat 'ergerak karena 'er)u'ungan dengan listrik.5# ?adi murid 'isa sa/a meminta 'antuan kepada para (ali *ang suda) meninggal dunia; ini dise'ut dengan istighatsah. Alasan lainn*a tentang istighatsah adala) s'' % !lasan (ertama : Al$QurBan surat al$0a8ara) a*at 1,# % "an /anganla) kamu mengatakan ter)adap orang$orang *ang gugur di /alan Alla) ('a)(a mereka itu) mati; 'a)kan (se'enarn*a) mereka itu )idup. tetapi kamu tidal men*adarin*a. Alasan kedua : Hadits "ari At'a) i'n )a@(an; Apa'ila sala) seorang kamu tersesat atau 'utu) pertolongan sedang ia 'erada disuatu daera) *ang tak ada seorangpun manusia; maka )endakla) dia 'erkata % <a)ai )am'a$)am'a Alla); tolongla) aku. Maka sesunggu)n*a Alla) memiliki )am'a$)am'a *ang tidak dapat dili)at. (HR. 3)a'rani di dalam kita' $l"+abir). Alasan Ketiga % Hadits dari I'n A''as; sesunggu)n*a 'agi Alla) itu ada Malaikat selain pen/aga; mereka pun 'ertugas menuliskan daun *ang /atu) dari po)on. Apa'ila menemui kepin1angan (kesulitan) di 'umi *ang luas; )endakla) dia mera*u; tolongla) aku (a)ai )am'a Alla). 5, Alasan keempat % Hadits dari A'dulla) i'n MasBud; dia 'erkata; 'a)(a rasululla) sa( tela) 'ersa'da % apa'ila terlepas 'inatang sala) seorang di antaramu di se'ua) area *ang luas; maka )endakla) dia men*eru; (a)ai )an'a$)am'a Alla) kurungla) ole)mu. Maka 'agi Alla); ada )am'a$)am'a$-*a *ang mengurung.5. Itula) )u//a) kaum tarekat *ang 'erke*akinan 'a)(a masala) tawashul dan istighatsah tidak 'ertentangan dengan a/aran Islam dan tidak s)irik/ &endapat itu perlu diu/i; apaka) dasar )ukumn*a koko) atau go*a). Sorotan terhadap konsep ?stighasah:

5#

As)aari Mu)ammad; Alama Islam "alam &andangan Islam;;Ep"+it.; p. ,2$,5. Karena 'erke*akinan 'a)(a (ali *ang suda) meninggal masi) 'isa dimintai 'antuan; maka seorang murid 'ole) 'er$ tawashul (menggunakan (ali se'agai perantara) dalam 'erdoa. 0a)kan menurut se'a)agian 'esar tarekat; kalau seorang murid )endak 'erdoa; ia )arus 'enar$'enar dapat mem'a*angkan 3u)an; akan tetapi itu tidak mungkin; maka ia )arus dapat meng)adirkan atau mem'a*angkan (a/a) gurun*a *ang dise'ut tawa%%uh. "alam )al ini sepan/ang )asil penelitian penulis; di kalangan "A tidak 'erlaku tawa%%uh (alaupun /emaa) "A mengenakan emblimb 'ergam'ar As)aari Mu)ammad. 5, As)aari Mu)ammad; Aurad Mu)ammadi*a); Ep" +it",p. 1#5. 5. ?&id.; p. 1#6.

11:

Istig)atsa) atau meminta 'antuan kepada para (ali dan orang$orang sale) *ang suda (a+at sangat tidak memiliki dasar )ukum *ang kuat. Seluru) dalil *ang digunakann*a lema). /antahan pertama; Al$QurBan surat al$0a8ara) a*at 1,# % "an /anganla) kamu mengatakan ter)adap orang$orang *ang gugur di /alan Alla) ('a)(a mereka itu) mati; 'a)kan (se'enarn*a) mereka itu )idup. tetapi kamu tidal men*adarin*a. Setela) penulis melakukan penelitian ter)adap se/umla) kita' ta+sir diperole) data se'agai 'erikut % Menurut al$Ra@i di dalam ta+sir al"3a,i dise'utkan 'a)(a asbab al"mu,ul a*at ini karena gugurn*a 1# orang muslim di medan tempur; terdiri dari enam orang Mu)a/irin dan 5 orang Ans)ar. kaum Mu)a/irin *ang gugur antara lain A'aida) 'in Haris 'in A'dil Mut)alli'; Amar 'in A'i <a8as; dan Amir 'in 0akr. Sedangkan dari kaum Ans)ar antara lain Qais i'n A'i Mundir; aid i'n Harits; dan Haritsa) i'n Sura8a). Ketika mereka gugur; para sa)a'at 'erseru % si 9ulan gugr; si +ulan mati. Maka turunla) a*at ini *ang men*atakan 'a)(a mereka tidak mati namun tetap )idup. Selan/utn*a al$Ra@i mena+sirkan 'a)(a *ang dimaksud dengan )idup di sini adala) )idup di dalam ku'ur dan mendapat nikmat.52 Menurut A'i ?aB+ar Mu)ammad i'n ?arir al$3)a'ar* dengan menguntip )adits dari I'n As)im; )adits dari Qatada); )adits dari A'dur Ra@a8 dari Qatada); serta )adits dari Mu)ammad i'n ?aB+ar dari Atsman i'n )i*as dari Ikrima); men*atakan 'a)(a para s)uhada itu di 'eri ri@ki dari 'ua)$'ua)an s*urga. Mereka 'agaikan 'urung$'urung.55 A'u A'dilla) al$Qurt)u'i di dalam al"$hkam al"0ur2an men*atakan 'a)(a kalau *ang dimaksud )idup dan di'eri ri@ki setela) kiamat; )al itu sama sa/a dengan manusia 'iasa. Akan tetapi *ang dimaksud )idup di sini adala) Mereka mati dan mereka pun )idup.56 Senada dengan itu Mu)ammad Ma)mud Hi/a@i didalam al)Ta$sir al)4adhih, men*atakan 'a)(a s)uhada itu 'er'eda dengan kematian manusia 'iasa; se'a' mereka )idup di dalam 8u'urn*a; *akni di'eri ri@ki namun 'agaimana 'entuk dan si+atn*a wallau a2lam.6: Menurut Sa**id Qut)u' di dalam ta+sir &i 5lilal al"0ur2an 'a)(a pada )akikatn*a s*u)ada tetap )idup tapi dalam suatu ke)idupan di luar pengeta)uan manusia. le) karena itu s)ahid tidak dimandikan karena mandi adala) mem'ersi)kan /asad pada)al dia suda) le'i) su1i la)ir 'atin. ()ahid pun tidak dika+ani se'a' pakaiann*a men/adi saksi. Qut)u' pun

Al$Imam Mu)ammad al$Ra@i +ak)ruddin; Ta$sir al)Cakhru al)RaDi, ?ilid II; "ar al$9ikr; p. 1.1. A'i ?aB+ar Mu)ammad I'n ?arir al$3)a'ar*; Aami0 al)/ayan0an Ta0!iel Ayy al)3ur0an, ?ilid II; "ar al$9ikr; 0eriut; 1655; p. !6. 56 A'i A'dulla) al$Qurt)u'u; al)Ahkam al)3ur0an, ?ilid I; "ar al$9ikr; 0eriut; p. 12!. 6: "r. Mu)ammad ma)mud Hi/a@i; al)4adhih, "ar al$?ail; 0eriut; 16.6; p. 11.
55

52

111

menegaskan 'a)(a maksud Hidup di sini adala) )idup mulia se'agaimana di/elaskan ole) s)uhada itu 'agaikan 'urung$'urung *ang 'ertengger di s*urga.61 S*aik) A)mad Mus)ta+a al$Marag)i di dalam .afsir al"Maraghi men*atakan 'a)(a para s)uhada itu )idup di suatu alam *ang 'er'eda dengan alam kita; alam *ang g)ai'; ar(a)n*a agung di'andingkan dengan ar(a) segenap manusia; namun manusia tidak mengeta)ui )akikat ke)idupan ini dan ri@ki *ang diperole)n*a. "an kita tak dapat mem'a)asn*a karena itu alam g)ai'. =ang /elas itu adala) ke)idupan ru)ani*a) *ang tak dapat diketa)ui ra)asian*a.62 "ari 'e'erapa pena+siran di atas dapat diringkaskan 'a)(a (i). rang *ang mati di /alan Alla) pada )akikatn*a adala) )idup. (ii). Mereka )idup di suatu alam *ang sangat dira)asiakan ole) Alla) se)ingga manusia tidak dapat mengeta)uin*a. (iii). "i alam itu mereka mendapatkan ri@ki *akni kenikmatan alam *ang luar 'iasa. "ari 'e'erapa kita' ta+sir *ang diteliti; tak ada satupun *ang mena+sirkan 'a)(a s)uhada masi) 'eri'ada) atau *ang mena+sirkan 'a)(a mereka masi) 'isa 'er)u'ungan dengan orang di dunia. ?adi pendapat 'a)(a orang *ang suda) (a+at masi) 'isa dimintai 'antuan 'elum ditemukan dasar )ukumn*a; apalagi 'agi mereka ((ali) *ang matin*a 'ukan di medan tempur. $antahan )edua9 &erinta) mengu1apkan assalamu2alikum )a ahla al"di)ar ketika men@iara)i ku'ur memang men/adi dalil 'a)(a manusia di dalam ku'ur adala) )idup; akan tetapi tidak men/adi dalil penga'sa)an istigatsah; 'a)kan se'alikn*a; *akni perlun*a mendoakan (mem'antu) orang *ang tela) mati. $antahan )eti#a9 Mengenai ru) para na'i 'isa s)alat di dalam ku'ur; /adi dia 'isa mem'erikan pertolongan. "ari Anas ra; sesunggu)n*a Rasululla) sa(; 'erkata %Sa*a tela) 'er/umpa dengan Musa pada malam MiBra/; ia sedang 'erdiri s)alat di ku'urn*a.6! Sanad )adits ini adala) dari Salman; dari K)ati' 0anani dari Anas i'n Malik. "i dalam kita' 5alail Iubuwah; Al$0ai)aki men*atakan 'a)(a kualitas )adits ini s)a)i);6# Akan tetapi -as)iruddin al$0ani seorang a)li )adits ternama; men*atakan ini )adits sangat lema).6, Menurut )emat penulis )adits inipun 'ertentangan dengan )adits *ang le'i) kuat; *akni )adits *ang men*atakan 'a)(a amal maunsia akan putus manakala a/al ti'a ke1uali tiga;

61 62

Sa**id Qut)u'; 9i "lill al$QurBan; "ar al$S*aru8; ?ilid I; p. 1#!$1##. A)mad Mus)ta+a al$Marag)i; Ta$sir al)Maraghi, ?ilid I; "ar al$9ikr; 0eriut; p. 2!. 6! Husain Hasan 3omai;L#/ Cit/* p. .:. 6# Ibid/ 6, Ibid/

112

*akni amal /ari*a); ilmu *ang diman+aatkan serta anak *ang sale) *ang mendoakan (HR. 0uk)ari).6. "engan demikian dasar$dasar *ang men/adi ru/ukan istighatsah seluru)n*a tertolak. Se'elum mengak)iri pem'a)asan tentang istighatsah ini penulis kemukakan pendapat SaBid Ha(a se'agai 'erikut di'a(a) ini. Menurut SaBid Ha(a; Alla) S<3 men*uru) mukminin untuk mendoakan mereka *ang tela) (a+at le'i); 'ukan men*uru) mereka untuk 'erdoa. "an orang$orang *ang datang sesuda) mereka (Mu)a/irin dan Ans)ar); mereka 'erdoa %=a 3u)an kami; 'erila) kami ampunan saudara$saudara kami *ang tela) 'eriman le'i) da)ulu dari kami.(Al$Has*r % 1:). Menurut SaBid Ha(a; 'e'erapa tarekat melakukan istighatsah karena didasarkan kepada )adits di 'a(a) ini % 3)a'rani meri(a*atkan dalam kita' al"+abir % "ari At'a) I'n )a@(an diangkat kepada Rasululla) sa( % -a'i 'ersa'da % ?ika seorang di antara kamu ingin minta tolong; dan dia 'erada di suatu daera) *ang tidak ada manusian*a; maka )endakla) ia 'erkata % <a)ai )am'a$)am'a Alla); tolongla) aku; (a)ai )am'a$)am'a Alla) tolongla) aku . Sesunggu)n*a Alla) meiliki )am'a$)am'a *ang tidak terli)at.62 3a'arri dan 0a@@ar meri(a*atkan % "ari I'n A''as marfu kepada Rasululla) sa( % Alla) memiliki malaikat di 'umi. Selain di'eri tugas memeli)ara; ker/a mereka men1atat daun$daunan *ang /atu). Maka /ika sala) seorang di antara kamu terperosok di padang sa)ara; 'erserula); (a)ai )am'a$)am'a Alla) tolongla) aku.65 A'u =aBli dan 3)a'rani meri(a*atkan di dalam al"+abir % "ari I'n MasBud r.a dari rasululla) sa(; 'eliau 'ersa'da % ?ika ternak sala) seorang diantara kamu lepas dari suatu daera); maka 'erserula) % <a)ai )am'a$)am'a Alla); ta)ankanla) (tangkapla)). Sesunggu)n*a Alla) memiliki (malaikat) *ang )adir di 'umi; dan ia akan menangkapn*a.66 Hadits ini di/adikan landasan istighatsah; pada)al tidak tepat dengan alasan 'a)(a )adits pertama adala) )adits mun'athiB (terputus sanadn*a). Hadits ke dua dalam sanadn*a terdapat nama MaBru+ i'n Hasan ia dhaif. Sedangkan )adits ke tiga adala) )adits Hasan dan )an*a 'er'i1ara soal melaikat. ?adi tak dapat dikiaskan kepada mak)luk$mak)luk lain.1:: Ak)irn*a SaBid Ha(a men*atakan 'a)(a masala) istighatsah kepada orang$orang sale); para s*aik); dan para (ali *ang tela) (a+at perlu disisi)kan dari ri(a*at tasa(u+.1:1
6. 62

S*aik) Husein; al)Targhi& !a al)Tarhi&, &ener'it 0a' I al$Hala'i (a S*irka); Mesir; 1622; p. 26. SaBid Ha(a; L#/ Cit/*p. !!.. 65 ?&id" 66 ?&id.; p.!!2. 1:: SaBid Ha(a; L#/ Cit/* p. !!.$!!2. 1:1 ?&id.;p. !!2.

11!

Catatan !)hir : A/aran 3asa(u+ *ang 'enar adala) a/aran tasa(u+ *ang 'erdasarkan Al$Qur an dan )adits sa)i). ?angan sekali$kali terpukau dengan a/aran tasa(u+ /ika tidak memiliki dasar *ang kuat. 0an*ak sekali pokok$pokok a/aran tarekat *ang 'atil atau 'id a); ole) karena itu agar kita ter)indar dari kekeliruan s*ar I; maka 1ukupla) 'eragama dengan menggunakan Al$ Qur an dan As$Sunna) tidak perlu 'eramal dengan amalan *ang 'ersum'er dari mimpi seorang s*aik) tarekat.

11#