Anda di halaman 1dari 12

Makalah Euthanasia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Perkembangan dunia yang semakin maju dan peradaban manusia yang gemilang sebagai refleksi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, persoalan-persoalan norma dan hukum kemasyarakatan dunia bisa bergeser sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang bersangkutan. Kebutuhan dan aspirasi masyarakat menempati kedudukan yang tinggi. Apabila terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat, interpretasi terhadap hukum juga bisa berubah. Akibat gerakan kebebasan, masyarakat barat yang menganut sistem demokrasi liberal dimana hak individu sangat dijunjung tinggi dan nilainilai moral telah terlepas dari poros agama gereja!, ditandai dengan berkembangnya paham sekularisme. "iapapun termasuk pemerintah! tidak boleh men#ampuri dan mengganggu hak individu. $asalah euthanasia telah lama dipertimbangkan oleh kalangan kedokteran dan para praktisi hukum di negara-negara barat. Pro dan kontra terhadap euthanasia itu masih berlangsung ketika dikaitkan dengan pertanyaan bah%a menentukan mati itu hak siapa dan dari sudut mana ia harus melihat

1.&

Alasan Pemilihan 'udul Alasan penulis memilih judul ()uthanasia *itinjau dari "egi Kesehatan dan Agama+, karena sebagai seorang $uslim pada umumnya, dan khususnya sebagai seorang dokter harus mengerti bagaimana sikap dan perilakunya terhadap permasalahan ini dengan menggabungkan pengetahuan kesehatan dan agama yang mereka miliki.

Makalah Euthanasia
1., -ujuan Penulisan tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk . a! memenuhi tugas bahasa indonesia.

b! menjelaskan tentang status hukum euthanasia dilihat dari sudut pandang kesehatan dan agama. #! untuk menambah pengetahuan tentang hukum islam khusunya yang berkaitan dengan masalah medis. d! menjunjung tinggi ajaran agama.

1./

$etode Penulisan Karya tulis ini disusun berdasarkan metode study pustaka yaitu dengan #ara merujuk kepada buku, internet, Al-0ur1an dan As-"unnah.

1.2

"istematika Penulisan Karya tulis disusun dengan sistematika sebagai berikut . BAB 3, $erupakan pendahuluan yang berisi ran#angan kerja penulisan. $enguraikan latar belakang penulis dalam menyusun karya tulis ini serta alasan pemilihan judul, tujuan-tujuan yang hendak di#apai, metode penulisan dan sistematika penulisannya. BAB 33, Bagian pembahasan. dalam hal ini penulis membahas tentang pengertian euthanasia serta ma#am-ma#amnya, kriteria mati, euthanasia menurut K45P dan Kode )tik Kedokteran, dan euthanasia dalam tinjauan hukum islam. BAB 333, Bagian ini merupakan kesimpulan dan saran dari pembahasan tentang euthanasia ditinjau dari segi kesehatan dan agama. *A6-A7 P4"-AKA

Makalah Euthanasia
BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Euthanasia dan Macam-macamnya )uthanasia berasal dari kata 8unani eu . baik dan thanatos . mati. $aksudnya adalah mengakhiri hidup dengan #ara yang mudah tanpa rasa sakit. )uthanasia sering disebut . mercy killing mati dengan tenang!.

)uthanasia bisa mun#ul dari keinginan pasien sendiri, permintaan dari keluarga dengan persetujuan pasien bila pasien masih sadar!, atau tanpa persetujuan pasien bila pasien sudah tidak sadar!. -indakan euthanasia dikategorikan menjadi & . 1. Aktif &. Pasif )uthanasia aktif adalah . suatu tindakan memper#epat proses kematian, baik dengan memberikan suntikan maupun melepaskan alat-alat pembantu medika, seperti . melepaskan saluran 9at asam, melepas alat pema#u jantung dan lain-lain. 8ang termasuk tindakan memper#epat proses kematian disini adalah . jika kondisi pasien, berdasarkan ukuran dan pengalaman medis masih menunjukkan adanya harapan hidup. -anda-tanda kehidupan masih terdapat pada penderita ketika tindakan itu dilakukan. )uthanasia pasif adalah . suatu tindakan membiarkan pasien:penderita yang dalam keadaan tidak sadar comma!, karena berdasarkan pengamalan maupun ukuran medis sudah tidak ada harapan hidup, atau tanda-tanda kehidupan tidak terdapat lagi padanya, mungkin karena salah satu organ pentingnya sudah rusak atau lemah seperti . bo#ornya pembuluh darah yang menghubungkan ke otak stroke! akibat tekanan darah terlalu tinggi, tidak berfungsinya jantung.

Makalah Euthanasia
B. Kriteria Mati

Apabila nadi tidak bergerak, maka jantung sudah tidak berfungsi, karena jantung merupakan alat pemompa darah ke seluruh tubuh. bah%a jantung ternyata digerakkan oleh pusat saraf penggerak yang terletak pada bagian batang otak kepala. Apabila terjadi perdarahan pada batang otak, maka denyut jantung terganggu. -etap perdarahan pada otak yang bersangkutan tidak mati, kata Prof. *r. $ahar $ardjono eks 7ektor 43!. 'adi, kalau hanya terjadi perdarahan pada otak, penderita tidak mati, jika batang otak betul-betul mati, maka harapan hidup seseorang sudah terputus. $enurut *r. 8usuf $isba#h ahli saraf! terdapat & ma#am kematian otak yaitu kematian korteks otak yang merupakan pusat kegiatan intelektual dan kematian batang otak. Kerusakan batang otak lebih fatal karena terdapat pusat saraf penggerak motor semua saraf tubuh. $enurut *r. Kartono $uhammad %akil ketua 3katan *okter 3ndonesia! mengatakan seseorang mati bila batang otak menggerakkan jantung dan paru-paru tidak berfungsi lagi. Para fuqaha menurut *r. Peunoh *aly menentukan ukuran hidup matinya seseorang dengan empat fenomena. Pertama, adanya gerak:nafas, gerakan sedikit:banyak. Kedua, adanya suara maupun bunyi, yang terdapat pada mulut, jeritan tangis, dan rasa haus. Ketiga, mempunyai kemampuan berfikir terutama bagi orang de%asa. Keempat, mempunyai kemampuan merasakan le%at pan#a indra dan hati. Kriteria yang dikemukakan fu0aha yaitu kriteria pertama dan kedua masih belum menjamin, karena sering orang tidak bernafas dan tidak bersuara pada saat #omma. "edangkan kriteria ketiga yaitu kemampuan berfikir, hanya salah satu vitalitas otak. Kerusakan organ tidak fatal masih bisa dioperasi. Kriteria keempat, sulit dideteksi dengan menggunakan alat #anggih. Keempat kriteria dapat diterapkan di tempat yang tidak ada alat ukur seperti disebutkan Prof. $ahar.

Makalah Euthanasia
C. Euthanasia Menurut KUHP dan K de Eti! Ked !teran

Prinsip umum 44 5ukum Pidana K45P! yang berkaitan dengan masalah ji%a manusia adalah memberikan perlindungan, sehingga hak untuk hidup se#ara %ajar sebagaimana harkat kemanusiaannya menjadi terjamin. *i dalam pasal ,// K45P dinyatakan . (Barang siapa menghilangkan ji%a orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutkannya dengan nyata dan dengan sungguh-sungguh, dihukum penjara selama-lamanya 1& tahun+. Berdasarkan pasal ini, seorang dokter bisa dituntut oleh penegak hukum, apabila ia melakukan euthanasia, %alaupun atas permintaan pasien dan keluarga yang bersangkutan, karena perbuatan tersebut merupakan perbuatan mela%an hukum. $ungkin saja dokter atau keluarga terlepas dari tuntutan pasal ,// ini, tetapi ia tidak bisa melepaskan diri dari tuntutan pasal ,;; yang berbunyi . (Barang siapa dengan sengaja menghilangkan ji%a orang lain, dihukum karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun+. *okter bisa diberhentikan dari jabatannya, karena melanggar kode etik kedokteran. Keputusan $enteri Kesehatan <omor . /,/:$en.Kes:"K:=:1>;, pasal 1? menyebutkan . ("etiap dokter harus senantiasa mengingat akan ke%ajibannya untuk melindungi @hidup1 makhluk insani+. $enurut etik kedokteran, seorang dokter tidak dibolehkan . a. $enggugurkan kandungan abortus provocatus! b. $engakhiri hidup seorang penderita, yang menurut ilmu dan pengalaman tidak akan mungkin sembuh lagi. "eorang dokter harus mengerahkan segala kepandaiannya dan kemampuannya untuk meringankan penderitaan dan memelihara hidup manusia pasien!, tetapi tidak untuk mengakhirinya.

Makalah Euthanasia
D. Euthanasia da"am #in$auan Hu!um Is"am 1. Kedudukan ji%a dalam 3slam

3slam sangat menghargai ji%a, lebih-lebih terhadap ji%a manusia. Aukup banyak ayat Al-Bur1an maupun hadits yang mengharuskan kita untuk menghormati dan memelihara ji%a manusia "C-. *i antara firman-firman Allah "C- yang menyinggung soal ji%a atau (nafs+ itu adalah . a. "urat Al-5ijr ayat &, . Artinya . Dan sesungguhnya benar-benar kami-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan kami (pulalah) yang mewarisi ! b. "urat Al-<ajm ayat // . Artinya . Dan bahwasanya Dia-lah ("llah) yang mematikan dan hifzh al nafs!. 'i%a, meskipun merupakan hak asasi manusia, tetapi ia adalah anugerah Allah

menghidupkan ! -indakan merusak maupun menghilangkan ji%a milik orang lain maupun ji%a milik sendiri adalah perbuatan mela%an hukum Allah. Begitu besarnya penghargaan 3slam terhadap ji%a, sehingga segala perbuatan yang merusak atau menghilangkan ji%a manusia, dian#am dengan hukuman yang setimpal qishash atau diyat!.

Makalah Euthanasia
&. )uthanasia dalam hubungannya dengan #arimah mati 8ang menjadi unsur-unsur jarimah itu se#ara umum adalah .

a. ($ash+ yang melarang perbuatan itu dan memberikan an#aman hukuman terhadapnya. 3ni disebut sebagai unsur formal rukun syar%i!. b. (-indakan+ yang membentuk suatu perbuatan jarimah, baik perbuatan nyata maupun sikap (tidak berbuat+. 4nsur ini disebut unsur material rukun maddi!. #. (Pelaku+ yang mukallaf, yaitu orang yang dapat dimintai pertanggungja%aban terhadap jarimah yang dilakukannya. 3ni disebut unsur moral rukun abadi!. *ari segi nash 3slam memang se#ara tegas melarang pembunuhan. Aspek tindakan sebagai unsur kedua sudah jelas ada. Karena biasanya upaya untuk mengurangi beban pasien dalam penderitaannya melalui suntikan dengan bahan pelemah fungsi saraf dalam dosis tertentu neurasthenia!. -erjadinya euthanasia aktif tidak terlepas dari pertimbangan-

pertimbangan berikut . 1. *ari pihak pasien, yang meminta kepada dokter karena merasa tidak tahan lagi menderita sakit karena penyakit yang dideritanya terlalu ga%at dan sudah lama. Pasien juga mempertimbangkan masalah ekonomi. Atau pasien sudah tahu bah%a ajalnya sudah dekat, harapan untuk sembuh terlalu jauh, maka supaya matinya tidak merasa sakit, dia meminta jalan yang lebih (nyaman+ yaitu melalui euthanasia. &. *ari pihak keluarga:%ali, yang merasa kasihan atas penderitaan pasien. ,. (Kemungkinan lain+ bisa terjadi, bah%a pihak keluarga bekerjasama dengan dokter untuk memper#epat kematian pasien. $asalahnya adalah sejauh mana atau dalam hal apa saja nya%a seseorang bisa:boleh dihabisi. 4ntuk ini Allah telah menggariskannya melalui firman-<ya dalam surat Al-3sra ayat ,, juga Al-An1am . 121!.

Makalah Euthanasia
Artinya .

Dan #angan kamu membunuh #iwa yang diharamkan "llah, melainkan dengan suatu (alasan) yang benar ! "yeikh Ahmad $usthafa al-$araghi menjelaskan bah%a pembunuhan mengakhiri hidup! seseorang bisa dilakukan apabila disebabkan oleh salah satu dari , sebab . 1. Karena pembunuhan oleh salah seseorang se#ara 9alim. &. 'anda se#ara nyata berbuat 9ina, yang diketahui oleh empat orang saksi. ,. Drang yang keluar dari agama 3slam, sebagai suatu sikap menentang jama1ah 3slam. "akit adalah satu bentuk uji kesabaran, sehingga tidaklah tepat kalau diselesaikan dengan mengakhiri diri sendiri melalui euthanasia aktif!. "yeikh $uhammad 8usuf al-Bardha%i mengatakan, bah%a kehidupan manusia bukan menjadi hak milik pribadi, sebab dia tidak dapat men#iptakan dirinya ji%anya!. Dleh karena itu ia tidak boleh diabaikan, apalagi dilepaskan dari kehidupannya. 3slam tidak membenarkan dalam situasi apapun untuk melepaskan nya%anya hanya karena ada musibah. "eorang mukmin di#iptakan justru untuk berjuang, bukan untuk lari dari kenyataan. *alam hal ini "yeikh $ahmud "yaltut memberikan pembahasan yang ringkasnya bah%a para ahli fi0h berbeda pendapat mengenai suatu kejahatan disuruh sendiri oleh si korban atau oleh %alinya. Bah%a perintah korban dapat menggugurkan 0ishash terhadap pelaku.

Makalah Euthanasia

$emper#epat kematian tidak dibenarkan. -ugas dokter adalah menyembuhkan, bukan membunuh. Kalau dokter tidak sanggup, kembalikan kepada keluarga. "edangkan terhadap euthanasia pasif, para ahli, baik dari kalangan kedokteran, ahli hukum pidana, maupun para ulama sepakat membolehkan. Kebolehan euthanasia pasif itu didasarkan atas pertimbangan bah%a pasien sebenarnya memang sudah tidak memiliki fungsi organ-organ yang memberi kepastian hidup. Kalaupun ada harapan, umpamanya karena salah satu dari , organ utama yang tidak berfungsi, yaitu jantung, paru-paru, korteks otak otak besar, bukan batang otak!, maka berarti masih bisa dilakukan pengobatan bagi pasien yang berada di 7" yang lengkap peralatannya. -etapi bila pasien berada di 7" yang sederhana, sehingga usaha untuk mengatasi kerusakan salah satu dari yang disebutkan itu, atau biaya untuk meneruskan pengobatan ke 7" yang lebih lengkap. Allah tidak memberikan beban ke%ajiban yang manusia tidak sanggup memikulnya. 8ang penting disini tidak ada unsur kesengajaan untuk memper#epat kematian pasien. Kalau kerusakan terjadi pada batang otak, maka seluruh organ lainnya akan terhenti pula fungsinya. $emang bisa terjadi, ketika batang otak telah rusak, tetapi jantung masih berdenyut. Apalagi jika batang otak sudah mengalami pembusukan. $aka dalam kondisi yang demikian, tindakan euthanasia pasif boleh dilaksanakan, umpamanya dengan men#abut selang pernafasan, masker oksigen, pema#u jantung, saluran infus dsb. $aksudnya hanya sebagai langkah menyempurnakan kematian.

Makalah Euthanasia
BAB III PENU#UP

10

A. Kesim%u"an Berdasarkan uraian terdahulu, maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut . 1. 8ang berhak mengakhiri hidup seseorang hanyalah Allah "C-. Dleh karena itu, orang yang mengakhiri hidupnya dengan #ara dan alasan yang bertentangan dengan ketentuan agama tidak bilhaq!, seperti euthanasia aktif, adalah perbuatan bunuh diri, yang diharamkan dan dian#am Allah dengan hukuman neraka selama-lamanya. &. )uthanasia aktif tetap dilarang, baik dilihat dari segi kode etik kedokteran, 4ndang-4ndang 5ukum Pidana, lebih-lebih menurut 3slam yang menghukumnya dengan haram. -erhadap keluarga yang menyuruh, maupun dokter yang melaksanakan, dipandang sebagai pelaku pembunuhan sengaja. "edangkan dokter yang melaksanakan euthanasia aktif atas permintaan pasien, dipandang sebagai membantu terlaksananya bunuh diri. ,. )uthanasia pasif diperbolehkan, yaitu sepanjang kondisi organ utama pasien berupa batang otaknya sudah mengalami kerusakan fatal. "edangkan kerusakan organ jantung, paru-paru, dan korteks, dalam dunia kedokteran sekarang masih bisa diatasi. $aka tindakan euthanasia terhadap pasien dalam kondisi seperti ini sama dengan pembunuhan. B. Saran-saran 4ntuk menghadapi beberapa masalah yang berkaitan dengan adanya euthanasia ini, perlu kiranya dikemukakan saran-saran berikut . 1. 'ika pertimbangan kemampuan untuk memperoleh layanan medis yang lebih baik tidak memungkinkan lagi, baik karena biaya maupun karena

Makalah Euthanasia

11

rumah sakit yang lebih lengkap terlalu jauh, maka dapat dilakukan dua #ara . a. $enghentikan pera%atan:pengobatan, artinya memba%a pasien pulang ke rumah. b. $embiarkan pasien dalam pera%atan seadanya, tanpa ada maksud melalaikannya, apalagi menghendaki kematiannya. &. 4mat 3slam diharapkan tetap berpegang teguh pada keper#ayaannya yang memandang segala musibah termasuk menderita sakit! sebagai ketentuan yang datang dari Allah. ,. Para dokter diharapkan tetap berpegang pada kode etik kedokteran dan sumpah jabatannya, sehingga tindakan yang mengarah kepada per#epatan proses kematian bisa dihindari.

Makalah Euthanasia

12

DA&#A' PUS#AKA Al-Bur1anul Karim. 5anafiah, $. 'usuf, Amri Amir. )tika Kedokteran dan 5ukum Kesehatan. 'akarta . )EA, 1>>> http::. hukumkes.%ordpress.#om. tanggal 12-?,-&??;. http::. netsains.#om.11&??F http::. konsultasi.%ordpress.#om.&G?1&??F http::. eramuslim.#om

Anda mungkin juga menyukai