Anda di halaman 1dari 3

Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada 26 Januari 2007 Soal : Apakah euthanasia dibolehkan dalam Islam ? Jawab : !

"#A$A%IA M $!&!" #!'!M I%(AM Pengertian Euthanasia uthanasia se)ara bahasa berasal dari bahasa *unani eu +an, berarti -baik./ dan thanatos/ +an, berarti -kematian. 0!tomo/ 2001237745 Dalam bahasa Arab dikenal den,an istilah 6atlu ar7rahma atau ta+sir al7maut5 Menurut istilah kedokteran/ euthanasia berarti tindakan a,ar kesakitan atau penderitaan +an, dialami seseoran, +an, akan menin,,al diperin,an5 Ju,a berarti memper)epat kematian seseoran, +an, ada dalam kesakitan dan penderitaan hebat men8elan, kematiann+a 0#asan/ 399:23;:45 Dalam praktik kedokteran/ dikenal dua ma)am euthanasia/ +aitu euthanasia aktif dan euthanasia pasif5 uthanasia aktif adalah tindakan dokter memper)epat kematian pasien den,an memberikan suntikan ke dalam tubuh pasien tersebut5 %untikan diberikan pada saat keadaan pen+akit pasien sudah san,at parah atau sudah sampai pada stadium akhir/ +an, menurut perhitun,an medis sudah tidak mun,kin la,i bisa sembuh atau bertahan lama5 Alasan +an, biasan+a dikemukakan dokter adalah bah<a pen,obatan +an, diberikan han+a akan memperpan8an, penderitaan pasien serta tidak akan men,uran,i sakit +an, meman, sudah parah 0!tomo/ 2001237645 =ontoh euthanasia aktif/ misaln+a ada seseoran, menderita kanker ,anas den,an rasa sakit +an, luar biasa sehin,,a pasien serin, kali pin,san5 Dalam hal ini/ dokter +akin +an, bersan,kutan akan menin,,al dunia5 'emudian dokter memberin+a obat den,an takaran tin,,i 0o>erdosis4 +an, sekiran+a dapat men,hilan,kan rasa sakitn+a/ tetapi men,hentikan pernapasann+a sekali,us 0!tomo/ 2001237?45 Adapun euthanasia pasif/ adalah tindakan dokter men,hentikan pen,obatan pasien +an, menderita sakit keras/ +an, se)ara medis sudah tidak mun,kin la,i dapat disembuhkan5 @en,hentian pen,obatan ini berarti memper)epat kematian pasien5 Alasan +an, laAim dikemukakan dokter adalah karena keadaan ekonomi pasien +an, terbatas/ sementara dana +an, dibutuhkan untuk pen,obatan san,at tin,,i/ sedan,kan fun,si pen,obatan menurut perhitun,an dokter sudah tidak efektif la,i5 "erdapat tindakan lain +an, bisa di,olon,kan euthanasia pasif/ +aitu tindakan dokter men,hentikan pen,obatan terhadap pasien +an, menurut penelitian medis masih mun,kin sembuh5 Alasan +an, dikemukakan dokter umumn+a adalah ketidakmampuan pasien dari se,i ekonomi/ +an, tidak mampu la,i membia+ai dana pen,obatan +an, san,at tin,,i 0!tomo/ 2001237645 =ontoh euthanasia pasif/ misalkan penderita kanker +an, sudah kritis/ oran, sakit +an, sudah dalam keadaan koma/ disebabkan benturan pada otak +an, tidak ada harapan untuk sembuh5 Atau/ oran, +an, terkena seran,an pen+akit paru7paru +an, 8ika tidak diobati maka dapat mematikan penderita5 Dalam kondisi demikian/ 8ika pen,obatan terhadapn+a dihentikan/ akan dapat memper)epat kematiann+a 0!tomo/ 2001237745 Menurut Deklarasi (isabon 39?3/ euthanasia dari sudut kemanusiaan dibenarkan dan merupakan hak ba,i pasien +an, menderita sakit +an, tidak dapat disembuhkan5 $amun dalam praktikn+a dokter tidak mudah melakukan euthanasia/ karena ada dua kendala5 @ertama/ dokter terikat den,an kode etik kedokteran bah<a ia dituntut membantu merin,ankan penderitaan pasien "api di sisi lain/ dokter men,hilan,kan n+a<a oran, lain +an, berarti melan,,ar kode etik kedokteran itu sendiri5 'edua/ tindakan men,hilan,kan n+a<a oran, lain merupakan tindak pidana di ne,ara mana pun5 0!tomo/ 2001237?45 Pandangan Syariah Islam %+ariah Islam merupakan s+ariah sempurna +an, mampu men,atasi se,ala persoalan di se,ala <aktu dan tempat5 Berikut ini solusi s+ariah terhadap euthanasia/ baik euthanasia aktif maupun euthanasia pasif5 A. Euthanasia Aktif %+ariah Islam men,haramkan euthanasia aktif/ karena termasuk dalam kate,ori pembunuhan sen,a8a 0al76atlu al7Camad4/ <alaupun niatn+a baik +aitu untuk merin,ankan penderitaan pasien5 #ukumn+a tetap haram/ <alaupun atas permintaan pasien sendiri atau keluar,an+a5 Dalil7dalil dalam masalah ini san,atlah 8elas/ +aitu dalil7dalil +an, men,haramkan pembunuhan5 Baik pembunuhan 8i<a oran, lain/ maupun membunuh diri sendiri5 Misaln+a firman Allah %D" 2 Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. 0E% Al7AnFaam 2 3:34

Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)G. 0E% An7$isaaH 2 924 Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha enyayang ke!adamu. 0E% An7 $isaaH 2 2945 Dari dalil7dalil di atas/ 8elaslah bah<a haram hukumn+a ba,i dokter melakukan euthanasia aktif5 %ebab tindakan itu termasuk ke dalam kate,ori pembunuhan sen,a8a 0al76atlu al7Camad4 +an, merupakan tindak pidana 08arimah4 dan dosa besar5 Dokter +an, melakukan euthanasia aktif/ misaln+a den,an memberikan suntikan mematikan/ menurut hukum pidana Islam akan di8atuhi 6ishash 0hukuman mati karena membunuh4/ oleh pemerintahan Islam 0'hilafah4/ sesuai firman Allah 2 "elah diwajibkan atas kamu #ishash berkenaan dengan orang$orang yang dibunuh. 0E% Al7Ba6arah 2 37?4 $amun 8ika keluar,a terbunuh 0<ali++ul ma6tuul4 men,,u,urkan 6ishash 0den,an memaafkan4/ 6ishash tidak dilaksanakan5 %elan8utn+a mereka mempun+ai dua pilihan la,i/ meminta di+at 0tebusan4/ atau memaafkan/men+edekahkan5 Firman Allah %D" 2 Maka barangsia!a yang menda!at suatu !emaa%an dari saudaranya, hendaklah (yang memaa%kan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maa%) membayar (diyat) ke!ada yang memberi maa% dengan cara yang baik (!ula). 0E% Al7Ba6arah 2 37?4 Di+at untuk pembunuhan sen,a8a adalah 300 ekor unta di mana ;0 ekor di antaran+a dalam keadaan buntin,/ berdasarkan hadits $abi ri<a+at An7$asaHi 0Al7Maliki/ 39902 33345 Jika diba+ar dalam bentuk dinar 0uan, emas4 atau dirham 0uan, perak4/ maka di+atn+a adalah 3000 dinar/ atau senilai ;2:0 ,ram emas 03 dinar I ;/2: ,ram emas4/ atau 325000 dirham/ atau senilai 1:5700 ,ram perak 03 dirham I 2/97: ,ram perak4 0Al7Maliki/ 39902 33145 "idak dapat diterima/ alasan euthanasia aktif +an, serin, dikemukakan +aitu kasihan melihat penderitaan pasien sehin,,a kemudian dokter memudahkan kematiann+a5 Alasan ini han+a melihat aspek lahiriah 0empiris4/ padahal di balik itu ada aspek7aspek lainn+a +an, tidak diketahui dan tidak di8an,kau manusia5 Den,an memper)epat kematian pasien den,an euthanasia aktif/ pasien tidak mendapatkan manfaat 0hikmah4 dari u8ian sakit +an, diberikan Allah kepada7$+a/ +aitu pen,ampunan dosa5 &asulullah %AD bersabda/."idaklah menimpa kepada seseoran, muslim suatu musibah/ baik kesulitan/ sakit/ kesedihan/ kesusahan/ maupun pen+akit/ bahkan duri +an, menusukn+a/ ke)uali Allah men,hapuskan kesalahan atau dosan+a den,an musibah +an, menimpan+a itu5. 0#& Bukhari dan Muslim45 B. Euthanasia Pasif Adapun hukum euthanasia pasif/ sebenarn+a faktan+a termasuk dalam praktik men,hentikan pen,obatan5 "indakan tersebut dilakukan berdasarkan ke+akinan dokter bah<a pen,obatan +a, dilakukan tidak ada ,unan+a la,i dan tidak memberikan harapan sembuh kepada pasien5 'arena itu/ dokter men,hentikan pen,obatan kepada pasien/ misaln+a den,an )ara men,hentikan alat pernapasan buatan dari tubuh pasien5 Ba,aimanakah hukumn+a menurut %+ariah Islam? Ja<aban untuk pertan+aan itu/ ber,antun, kepada pen,etahuan kita tentan, hukum berobat 0at7tadaa<i4 itu sendiri5 *akni/ apakah berobat itu <a8ib/ mandub/mubah/ atau makruh? Dalam masalah ini ada perbedaan pendapat5 Menurut 8umhur ulama/ men,obati atau berobat itu hukumn+a mandub 0sunnah4/ tidak <a8ib5 $amun seba,ian ulama ada +an, me<a8ibkan berobat/ seperti kalan,an ulama %+afii+ah dan #anabilah/ seperti dikemukakan oleh %+aikhul Islam Ibnu "aimi+ah 0!tomo/ 200123?045 Menurut Abdul Eadim Jallum 0399?26?4 hukum berobat adalah mandub5 "idak <a8ib5 #al ini berdasarkan berba,ai hadits/ di mana pada satu sisi $abi %AD menuntut umatn+a untuk berobat/ sedan,kan di sisi lain/ ada 6arinah 0indikasi4 bah<a tuntutan itu bukanlah tuntutan +an, te,as 0<a8ib4/ tapi tuntutan +a, tidak te,as 0sunnah45 Di antara hadits7hadits tersebut/ adalah hadits bah<a &asulullah %AD bersabda 2 &esungguhnya Allah A''a (a )alla setia! kali menci!takan !enyakit, Dia ci!takan !ula obatnya. Maka berobatlah kalian* 0#& Ahmad/ dari Anas &A4

#adits di atas menun8ukkan &asulullah %AD memerintahkan untuk berobat5 Menurut ilmu !shul Fi6ih/ perintah 0al7amr4 itu han+a memberi makna adan+a tuntutan 0li ath7thalab4/ bukan menun8ukkan ke<a8iban 0li al7<u8ub45 Ini sesuai kaidah ushul 2 Al7Ashlu fi al7amri li ath7thalab -@erintah itu pada asaln+a adalah sekedar menun8ukkan adan+a tuntutan5. 0An7$abhani/ 39:14 Jadi/ hadits ri<a+at Imam Ahmad di atas han+a menuntut kita berobat5 Dalam hadits itu tidak terdapat suatu indikasi pun bah<a tuntutan itu bersifat <a8ib5 Bahkan/ 6arinah +an, ada dalam hadits7hadits lain 8ustru menun8ukkan bah<a perintah di atas tidak bersifat <a8ib5 #adits7hadits lain itu membolehkan tidak berobat5 Di antaran+a ialah hadits +an, diri<a+atkan Ibnu Abbas &A/ bah<a seoran, perempuan hitam pernah datan, kepada $abi %AD lalu berkata/.%esun,,uhn+a aku terkena pen+akit a+an 0epilepsi4 dan serin, tersin,kap auratku Ksaat kambuhL5 Berdoalah kepada Allah untuk kesembuhankuM. $abi %AD berkata/.Jika kamu mau/ kamu bersabar dan akan mendapat sur,a5 Jika tidak mau/ aku akan berdoa kepada Allah a,ar Dia men+embuhkanmu5. @erempuan itu berkata/.Baiklah aku akan bersabar/. lalu dia berkata la,i/.%esun,,uhn+a auratku serin, tersin,kap Ksaat a+anku kambuhL/ maka berdoalah kepada Allah a,ar auratku tidak tersin,kap5. Maka $abi %AD lalu berdoa untukn+a5 0#& Bukhari4 #adits di atas menun8ukkan bolehn+a tidak berobat5 Jika hadits ini di,abun,kan den,an hadits pertama di atas +an, memerintahkan berobat/ maka hadits terakhir ini men8adi indikasi 06arinah4/ bah<a perintah berobat adalah perintah sunnah/ bukan perintah <a8ib5 'esimpulann+a/ hukum berobat adalah sunnah 0mandub4/ bukan <a8ib 0Jallum/ 399?26945 Den,an demikian/ 8elaslah pen,obatan atau berobat hukumn+a sunnah/ termasuk dalam hal ini memasan, alat7 alat bantu ba,i pasien5 Jika memasan, alat7alat ini hukumn+a sunnah/ apakah dokter berhak men)abutn+a dari pasien +a, telah kritis keadaann+a? Abdul Eadim Jallum 0399?2694 men,atakan bah<a 8ika para dokter telah menetapkan bah<a si pasien telah mati or,an otakn+a/ maka para dokter berhak men,hentikan pen,obatan/ seperti men,hentikan alat bantu pernapasan dan seba,ain+a5 %ebab pada dasarn+a pen,,unaan alat7alat bantu tersebut adalah termasuk akti>itas pen,obatan +an, hukumn+a sunnah/ bukan <a8ib5 'ematian otak tersebut berarti se)ara pasti tidak memun,kinkan la,i kembalin+a kehidupan ba,i pasien5 Meskipun seba,ian or,an >ital lainn+a masih bisa berfun,si/ tetap tidak akan dapat men,embalikan kehidupan kepada pasien/ karena or,an7or,an ini pun akan se,era tidak berfun,si5 Berdasarkan pen8elasan di atas/ maka hukum pemasan,an alat7alat bantu kepada pasien adalah sunnah/ karena termasuk akti>itas berobat +an, hukumn+a sunnah5 'arena itu/ hukum euthanasia pasif dalam arti men,hentikan pen,obatan den,an men)abut alat7alat bantu pada pasien Nsetelah matin+a/rusakn+a or,an otak Ohukumn+a boleh 08aiA4 dan tidak haram ba,i dokter5 Jadi setelah men)abut alat7alat tersebut dari tubuh pasien/ dokter tidak dapat dapat dikatakan berdosa dan tidak dapat dimintai tan,,un, 8a<ab men,enai tindakann+a itu 0Jallum/ 399?269P Juhaili/ 39962:00P !tomo/ 200123?245 $amun untuk bebasn+a tan,,un, 8a<ab dokter/ dis+aratkan adan+a iAin dari pasien/ <alin+a/ atau <ashi7n+a 0<ashi adalah oran, +an, ditun8uk untuk men,a<asi dan men,urus pasien45 Jika pasien tidak mempun+ai <ali/ atau <ashi/ maka <a8ib diperlukan iAin dari pihak pen,uasa 0Al7#akim/!lil Amri4 0Audah/ 3992 2 :227:2145 Dallahu aFlam5

Anda mungkin juga menyukai