Anda di halaman 1dari 2

BELAJAR KERAGAMAN DI DESA TURGO Soal : 1. Unsur apakah yang menciptakan keragaman di masyarakat Desa Turgo? 2.

Mengapa masyarakat Turgo mampu menciptakan kehidupan yang harmoni meski memiliki keragaman? 3. Menurut Anda, sifat-sifat apa yang perlu dihindari agar harmoni dalam keragaman masyarakat Turgo tetap terjaga? 4. Mungkinkah masyarakat Turgo suatu saat nanti terjadi disharmoni, bahkan disintegrasi? Faktorfaktor apa yang dapat memicu hal tersebut? 5. Agama merupakan tali pengikat sosial masyarakat, tetapi agama dapat pula menjadi pemicu konflik di masyarakat. Apa sikap Anda terhadap pernyataan ini?

Jawaban: 1. Unsur yang menciptakan keragaman di masyarakat Desa Turgo yaitu agama dan keyakinan. Masyarakat di Desa Turgo memiliki agama dan keyakinan yang berbeda contohnya agama Islam, Kristen Protestan, Katholik, maupun agama lain namun mereka tetap memiliki jiwa toleransi dan saling menghormati antar umat yang beragama. 2. Karena masyarakat di Desa Turgo memiliki kesadaran akan kemajemukan Bhineka Tunggal Ika yaitu meskipun berbeda-beda agama. Contohnya seluruh warga menyumbangkan tenaga mereka untuk pemulihan masjid, bergotong-royong membangun jalan kampong, menghormati agama atau aliran kepercayaan masing-masing umat beragama, seperti toleransi dalam bermeditasi dan berdoa sesuai dengan cara mereka masing-masing. 3. Sifat-sifat yang perlu dihindari agar harmoni dalan keragaman masyarakat Turgo tetap terjaga yaitu, sebagai berikut: a. Etnosentris yaitu kecenderungan seseorang yang melihat nilai kebudayaan sendiri sebagai suatu yang mutlak serta menggunakan sebagai tolok ukur kebudayaan lain. b. Sifat egois yang mementingkan diri sendiri daripada kepentingan umum. c. Prasangka buruk oleh sesama masyarakat yang dapat menimbulkan konflik dan pertikaian. d. Diskriminasi oleh suatu kelompok yang lebih dominan, sehingga kelompok lain merasa tertindas dan menimbulkan perpecahan. 4. Mungkin, apabila suatu saat terjadi perubahan budaya ataupun adat istiadat yang dikarenakan oleh masyarakat itu sendiri dan terpengaruh budaya dari luar. Factor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu, sebagai berikut:

a. Kemajuan dalam bidang IPTEK seperti masuknya internet di Desa Turgo yang menyebabkan masyarakat lebih individualis. b. Berkurangnya rasa solidaritas yang dapat menimbulkan disharmonisasi. c. Adanya dominansi oleh golongan atas atau kaya yang menyebabkan ketidakberdayaan golongan miskin. d. Adanya fanatisme terhadap suatu agama oleh kelompok masyarakat. 5. Agama merupakan tali pengikat sosial masyarakat karena di setiap ajaran agama memiliki tujuan yang baik. Salah satunya yaitu saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia serta harus bekerja sama untuk menolong satu sama lain. Namun agama dapat pula menjadi konflik di masyarakat karena tidak dibangunnya komunikasi untuk interaksi agar dapat berhubungan dengan antar umat beragama. Dapat pula karena adanya anggapan bahwa agama yang dianutnya merupakan agama yang paling benar sedangkan agama lain merupakan agama yang salah. Mengagung-agungkan suatu agama seperti ini akan menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai