Anda di halaman 1dari 7

TUGAS REVIEW METODOLOGI PENELITIAN NAMA NIM : RUDIANSYAH : I21111013

DOSEN PENGAMPU: SITI NANI NURBAETI S. Farm, M. Si, Apt

1.Berbagai cara memperoleh pengetahuan 1. Cara tradisional atau non-ilmiah : Cara coba salah (trial and error) Cara kekuasaan atau ototritas Kekuasaan, tradisi, otoritas pemerintah, pemimpin agama Pengalaman pribadi. Melalui jalan pikiran : induksi dan deduksi 2. Cara modern atau cara ilmiah : Sistematis, logis dan ilmiah

Metode penelitian : cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Tujuan dan kegunaan penelitian penemuan, pembuktian dan pengembangan Kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis

a. Rasional dilakukan dengan cara masuk akal manusia. b. Empiris cara-cara dilakukan dapat diamati oleh indera manusia sehingga orang
lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan . c. Sistematis proses menggunakan langkah yang logis Kriteria data validate derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. 2.Jenis jenis penelitian berdasarkan bidang 1. Akademis 2. Profesional 3. Institusional 3.Jenis-jenis peneltian berdasarkan tujuan 1. Murni 2. Terapan 4.Jenis penelitian berdasarkan metode 1. 2. 3. 4. 5. Survey Eksperimen Naturalistik R and D Sejarah

6. dll 5.Jenis penelitian berdasarkan tingkat eksplanasi 1. Komparatif 2. Deskripti 3. Asosiatif 6.Jenis penelitian berdasarkan waktu 1. Cross sectionsl 2. Longitudinal 7.Kerangka penelitian 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Judul usulan penelitian Judul Identifikasi masalah Masalah Sumber masalah Latar belakang masalah Rumusan masalah Tujuan penelitian Manfaat penelitian Hipotesis

8.Bentuk rumusan masalah 1. Deskriptif Rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi tidak ada perbandingan variabel pada sampel lain, dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel lain 2. Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda atau pada waktu yang berbeda 3. Rumusan masalah asosiatif : Rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua varaibel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu a. simetris, : Suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama b. kausal, : Hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi variabel independent mempengaruhi variabel independent c. interaktif/resiprocal/timbal balik : Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi, disini tidak diketahui mana variabel independent dan dependen

9.Jenis penelitian Berdasarkan tingkat kealamiahan tempat penelitian dibagi menjadi : 1. Penelitian Survey Metode penelitian untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan) tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dsb. 2. Penelitian Eksperimen Metode penelitian sangat tidak alamiah/natural karena tempat penelitian dilaboratorium dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari luar Metode eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu. Ada perlakuan. Ada kontrolMencari pengaruh perlakuanSampel nya random 3. Penelitian Naturalistik Digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah, data, dan penelitian tidak membuat perlakuan, karena peneliti dalam mengumpulkan data bersifat emic, berdasarkan pandangan dari sumber, bukan pandangan peneliti

Variable merupakan dinamakan variabel karena ada variasinya, Variabel yang tidak ada variasinya maka dikatakan bukan variabel , Maka variabel merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya 10.Macam-macam variabel: 1. Variabel independent Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa indonesia sering disebut variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent 2. Variabel dependen Sering disebut variabel ouput, kriteria, konsekuen, dalam bahasa indonesia sering disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang diperngaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas 3. Variabel moderator Variabel yang mempengaruhi dapat memperkuat dan memperlemah hubungan antara independen dengan dependen Variabel ini sering disebut variabel independen kedua 4. Variabel intervening Variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independent dan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur

11.Macam desain eksperimen a. Pre eksperimental design

1. One-shot Case Study Terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya 2. One-Group Pretest-Posttest Design Terdapat pre-test sebelum diberi perlakuan 3. Intact Group Comparison Pada desain ini terdapat satu kelompok yang digunakan, tetapi dibagi dua yaitu setengah kelompok untuk eksperimen (yang diberi perlakuan) dan setengahnya untuk kontrol b. True experimental design Ciri utama true experimental :sampel yang diambil secara random dari populasi tertentu.Cirinya kelompok kontrol dan sampel dipilih secara random Jenis : a. posttest 0nly control design, : Terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random. Kelompok pertama diberi perlakuna, dan kelompok lain tidak. Bedanya hanya diukur setelah perlakuan b. pretest-postest control group design: Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretrest yang baik bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan c. Quasi eksperimental Pengembangan dari true exerimental design yang sulit dilaksananakn.Desain mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak daat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimenJenis ini digunakan karena pada kenyataanya, sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian d. Factorial design Modifikasi dari design true experimental yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen) .

13.Teknik sampling. Pada umumnya teknik sampling dibagi dua : 1. Probability sampling.Teknik ini terbagi menjadi : a. simple random sampling, : Sederhana dan pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Populasi homogen/relatif homogen b. proportionate stratified random sampling, : Suatu teknik penarikan sampel dimana unit-unit populasi dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok yang homogen Dilakukan jika populasinya tidak homogen dan populasi dapat dibagi dalam beberapa lapisan/strata

c. proportionate stratified random sampling, : Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional d. dispropotionate stratified random sampling, : Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional e. cluster sampling : Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit, dimana sampling unitnya terdiri dari satu kelompok (cluster). 2. Non-probability sampling Teknik sampel meliputi : a. sampling sistematis, : Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.Setiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak interval (tiap ke n elemen) dan dimulai secara random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak interval tertentu. b. kuota,: Teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan.Ada kuotanya c. insidental, : Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan insidental bertemu dengan penelitia dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data d. purposive, : Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu e. jenuh,: Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel f. Snowbal: Teknik penentuan sampel yang mula-mula kecil, kemudian membesar seperti bola salju

14.Jenis skala

1. Skala Nominal : Adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori 2. Skala Ordinal : Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas 3. Skala Interval : Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, namun belum memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak 4. Skala Rasio: Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak. 15.Desain pengukuran :

1. Skala Likerts digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena social 2. Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternative 3. Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan 4. Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif 16.Syarat-syarat data yang baik adalah 1. Data harus Akurat. 2. Data harus relevan 3. Data harus uptodate 17.Pembagian data menurut cara memperolehnya 1. Data Primer :Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama. 2. Data Sekunder :Data sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya 18.Pembagian data menurut sumbernya 1. Data Internal :Data internal adalah data yang berasal dari dalam instansi mengenai kegiatan lembaga dan untuk kepentingan instansi itu sendiri. 2. Data Ekternal :Data eksternal adalah data yang berasal dari luar instansi. 19.Data menurut sifatnya dibagi menjadi dua, yaitu: 1. . Data Kualitatif :Adalah data yang berupa pendapan atau judgement sehingga tidak berupa angka akan tetapi berupa kata atau kalimat. 2. Data Kuantitatif :Data kualitatif adalah data yang berupa angka atau bilangan 20.Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut 1. Teknik Tes Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mengevaluasi yaitu membedakan antara kondisi awal dengan kondisi sesudahnya. 2. Wawancara Wawancara merupakan teknik pengambilan data dimana peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden. 3. Teknik Observasi Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan indra jadi tidak hanya dengan pengamatan menggunakan mata saja. Medengarkan, mencium,

mengecap meraba termasuk salah satu bentuk dari observasi. Instrumen yang digunakan dalam observasi adalah panduan pengamatan dan lembar pengamatan 4. Teknik Angket ( Kuesioner) Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara membagi daftar pertanyaan kepada responden agar responden tersebut memberikan jawabannya.Uji Reliabilitas Instrumen Pengertian reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.Metode Pendekatan: secara garis besar ada dua jenis reliabilitas, yaitu 1. Teknik Paralel (parallel form) . Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden yang intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang berbeda 2. Teknik Ulang (double test / test pretest) . Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada waktu yang berbeda. Reliabilitas Internal (Internal Consistensy) Uji reliabilitas internal digunakan untuk menghilangkan kelemahan-kelamahan pada uji reliabilitas eksternal. 1. Dengan rumus Spearman-Brown 2. Dengan rumus Flanagant 3. Dengan rumus Rulon 4. Dengan rumus K R.21 5. Dengan rumus Hoyt 6. Dengan rumus Alpha Cronbach