Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi porselen

a. Berdasarkan pada suhu pembakarannya: 1. High fusing (12000C - 14000C) Memiliki strenght dan sifat translusen yang baik, serta memiliki derajat keakuratan yang tinggi selama pemanasan. Keramik ini digunakan untuk membuat elemen gigi tiruan 2. Medium fusing (10500C- 12000C). 3. Low fusing (8000C - 10500C). Medium fusing & Low fusing membuat restorasi gigi tiruan seperti gigi tiruan jembatan, mahkota gigi tiruan, dan mahkota gigi tiruan dengan kerangka logam.

b. Berdasarkan aplikasi 1. Porselen untuk inti, ini merupakan bahan dasar untuk jaket crown, harus memiliki sifatsifat mekanis yang baik. 2. Porselen untuk dentin atau body, lebih translusent dari yang di atas, ini sangat menentukan bentuk dan warna restorasi. 3. Porselen untuk enamel, membentuk bagian luar mahkota, dan paling translusent.

c. Berdasarkan cara pembakaran 1. Pembakaran pada tekanan atmosfir. 2. Pembakaran pada tekanan yang dikurangi atau hampa tekanan.

d. Berdasarkan komposisi 1. Earthenware sebagian besar kaolin dan quartz,feldspar min. 2. Stoneware kaolin, quartz, dan feldspar seimbang. 3. Domestik porselen sebagian besar kaolin dan feldspar, quartz sedikit. 4. Dental Porselen terdiri dari feldspar dan quartz,tidak mengandung kaolin.

e. Berdasarkan bahan dasar 1. Feldspatic Porcelain Dibuat pada suhu pembakaran 10500C - 12000C. Perbandingan jumlah feldspar dengan quartz adalah 85% dan 15%. Quartz yang rendah menyebabkan ruang antara partikel porselen menjadi lebar sehingga felsdpatik porselen mudah pecah karena adanya thermal shock.

2. Alumina Porcelain Kristal alumina sebesar 50% koefisien muai panasnya lebih tinggi, dan kekuatanya dua kali lebih besar dari pada felsdpatik porselen. Kekuatan yang tinggi dan sangat opaque, oleh karena itu lebih diindikasikan pada regio posterior.

3. Metal Bonding Porcelain Porselen yang digunakan dengan kombinasi logam mempunyai kandungan K2O sebesar 11%-15%, dan suhu pembakarannya antara 7000C 12000C. Meningkatkan jumlah kandungan K2O akan menghasilkan perubahan muai panas pada porselen yang dibutuhkan untuk berlekatan dengan logam. f. Berdasarkan struktur pendukung 1. Reinforced ceramic core system Pada tahun 1960 Mclean dan Hughes mengembangkan bahan porselen dengan penambahan alumina pada feldspatik glass dan dikenal sebagai alumina reinforced porcelain jacket crown dalam hal ini alumina bertindak sebagai crack stopper dalam mikrostruktur porselen. penambahan bahan ini juga meningkatkan flexural strengh sehingga sistem porselen ini cocok bagi mahkota posterior. 2. Metal ceramic Metal ceramic menggunakan alloy, yang dahulu berbahan dasar emas, untuk membentuk inti yang kuat dan rigid bagi ceramic yang nanti akan menutupi inti tadi. Ceramic biasanya mengandung leucite sebagai pengubah koefisien ekspansi termal untuk mengurangi tekanan antara metal dan ceramic selama proses pembakaran. Versi modern dari metal ceramic sekarang ini menggunakan leucite yang memiliki partikel lebih halus

dan dispersi yang lebih padat untuk meningkatkan kekuatan mekanik dan kekuatan fleksural

3. Resin-bonded ceramic Adalah benda padat multiphase yang mengandung residu kaca dengan fase kristalin yang terdispersi secara halus. Kristalisasi yang terkontrol dari kaca menghasilkan pembentukan kristal kecil yang tersebar di sekitar partikel kaca. Jumlah kristal, pertumbuhannya dan ukuran kristal diatur oleh waktu dan suhu saat proses perubahan kaca menjadi kristalin.