Anda di halaman 1dari 29

PORSELEN

HABIBATUR ROHMAH (07-15) TRY DEWI R. N. (07-32) VANDA RAMADHANI (07-33) INDAH PRATIWI (07-52) ANISA RAHMA C. (07-56) AULIA RAHMA C. (07-57) RIANE ARIYANTI (07-65) DWI ADITYA H. (07-88) TECTONA EKA N. (07-109)

Penggunaan di bidang Kedokteran Gigi


Mahkota jaket keramik

Veneers keramik, inlay, dan onlay

Elemen Gigi Porselen

KOMPOSISI PORSELEN
Silika

Feldspar

Komposisi Porselen

Kaolin

Bahan lain

1. Silika
Disebut juga Quartz/ Flint Mineral yang tahan terhadap pemanasan. Bahan terbesar dalam dental porselen. Sangat keras, tidak mudah meleleh dan stabil.

Silika terdapat dalam empat betuk kristal yaitu:

Quartz dengan struktur heksagonal adalah bentuk silika yang paling kecil. trydimite kristalin merupakan quartz yang dipanaskan pada suhu 867oC yang mengalami rekonstruktif transformasi. Cristobalite merupakan trydimith yang dipanaskan pada suhu 1470oC sehingga berubah bentuk menjadi kubik. Cristobalite dipanaskan pada suhu lebih dari 1700oC melebur dan terjadi fused quartz yang amorphous.

2. Feldspar
Merupakan mineral alami, yaitu suatu anhydrous alumino-silicate. Terdiri atas: potasium (K2O) sodium (Na2O) alumina (AlO3) silica (SiO2).

Feldspar ini dapat diperoleh dalam bentuk:


Potash Feldspar (K2O.Al2O3.6SiO2) Soda Feldspar (Na2O.Al2O2.6SiO2) Lime Feldspar (CaO. 2Al2O3. 2SiO2)

3. Kaolin
Merupakan suatu clay. Berfungsi sebagai campuran plastik dengan air, sehingga dapat dibentuk sesuai ukuran dan model yang dikehendaki dan mempertahankan bentuknya selama pembakaran. Terdiri terutama dari mineral kaolinite, sebuah hydrous aluminosilicate dari komposisi Al2O3.2SiO2.2H2O.

Fungsi kaolin dalam suatu bahan keramik adalah:


Keramik dapat dibuat menjadi suatu campuran plastis dengan air, sehingga dapat dibentuk ke ukuran dan model yang dikehendaki. Suspensi clay-air dapat mempertahankan bentuknya selama pembakaran di dalam tungku. Keramik melebur pada suhu tinggi dan dapat bereaksi dengan bahan keramik lainnya. Porselen untuk keperluan di bidang kedokteran gigi sedikit sekali atau bahkan tidak mengandung kaolin

4. Komponen lain
Komposisi lain ini berperan untuk menambah nilai estetika. Terdiri dari: Pigmen, berkhasiat untuk memberi warna yang dikehendaki, bahan ini bersatu dalam bubuk. Misalnya: oksida-oksida chromium, cobalt, nickel, titanium dan besi (II) oksida. Oksida-oksida, seperti titanium dapat dipergunakan untuk membuat bahan menjadi lebih opaque. Bahan upam dan bahan noda, dapat dipakai untuk mendapatkan hasil estetis yang dikendaki. Gula dan starch, dapat diikutkan sebagai bahan pengikat.

Klasifikasi Porselen
Berdasarkan suhu saat tahap pembakaran, yaitu: High-fusing 1200 1400 C Medium-fusing 1025 1200 C Low-fusing 800 - 1050 C

Berdasarkan kegunaannya:
Porselen untuk inti, ini merupakan bahan dasar untuk jaket crown, harus memiliki sifatsifat mekanis yang baik. Porselen untuk dentin atau body, lebih translusent dari yang di atas, ini sangat menentukan bentuk dan warna restorasi. Porselen untuk enamel, membentuk bagian luar mahkota, dan paling translusent.

Berdasarkan cara pembakarannya :

Pembakaran pada tekanan atmosfir. Pembakaran pada tekanan yang dikurangi atau hampa tekanan.

SIFAT PORSELEN
Sifat-sifat kimia Sifat sifat mekanis Sifat-sifat termis Sifat Estetis Sifat refraktori Kekerasan Kelembaman kimia Sifat insulatornya

TAHAP MANIPULASI PORSELEN


Pemadatan (kondensasi) Pembakaran Pendinginan

1. Pemadatan
Tujuan : Agar bahan dapat dibentuk sesuai dengan yang dikehendaki Agar air yang terkandung di dalam masa dapat dikeluarkan sebanyak mungkin. Pada pembakaran akan terjadi pengerutan volumetrik sebesar 30 sampai 40% lebih banyak air yang dikeluarkan, lebih kecil pengerutan terjadi.

2. Pembakaran
Tahapannya: Tahap low bisque atau low bscuit, tahap ketika bahan menjadi sedikit kaku dan fluxe mulai mengalir. Tahap medium bisque atau medium bisquit, ketika telah terjadi sedikit pengerutan dan terdapat kohesi yang lebih besar antara partikel. Tahap high bisque (high biscuit), pada tahap ini tidak ada lagi terjadi pengerutan.

3. Pendinginan
Harus dilakukan secara perlahan dan merata untuk menghindari terjadinya pengerutan.

Keuntungan Porselen

Estetika tinggi Tidak terpengaruh cairan rongga mulut Tidak mengabsorbsi air Stabil terhadap pengaruh ekspansi dan kontraksi Warna dapat disesuaikan Biokompatibilitas baik Merupakan satu-satunya jenis gigi tiruan yang memungkinkan protesanya direbasing. Insulator panas dan listrik yang sangat baik

Kelemahan Porselen
Rapuh Sukar diasah Kekerasan terhadap fraktur yang rendah Over atau under restorasi pecah saat pembuatan, susah diasah atau tidak bisa dikurangi sendiri

Keramik inti alumina yang diinfiltrasi kaca (in-ceram)


Inti porselen alumina disintering diinfiltrasi dengan kaca pada suhu 11000 C selama 4 jam.

Proses sintering awal untuk inti alumina menghasilkan penurunan volume yang minimal karena temperature dan waktunya hanya cukup untuk menimbulkan ikatan antara partikelpartikel pada daerah yang kecil

Keramik kaca injeksi (IPS-Empress)

Keramik ini merupakan feldspatik porselen yang mengandung kristal leucite (K2O.Al2O3 .4SiO2) dalam konsentrasi sekitar 35 vol.%-70 vol.% untuk meningkatkan kekuatan lentur sehingga dapat meningkatkan ketahanan terhadap fraktur.

Porselen yang diperkuat Leucite


Porselen yang diperkuat leucite adalah porselen yang mengalami penyusutan kondensasi dan sintering waktu dibakar karena penurunan volumetric yang disebabkan oleh sintering, dan ketepatan mahkota yang dibuat dari keramik ini tidak sebaik mahkota jaket porselen yang mempunyai bagian tepi dari logam. Porselen feldspatik yang diperkuat leucite, dikondensasi, disintering dengan porselen alumina feldspatik konvensional

Keramik CAD-Ceram
Keramik ini dijual sebagai blok kecil yang dapat diasah jadi inlay, onlay, crown, dan veneer pada sistem CAD-CAM yang terdiri atas: a.Kamera b.Komputer c.Mesin pengasah

ANY QUESTION ????