Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM PEMASARAN TAHUN AJARAN 2013/2014

Disusun Oleh: Nama NIM Hari/Tanggal Kelompok Asisten : Nur Rahma Laila Rizki Fauziah : 11/319005/TP/10208 : Senin, 20 Mei 2013 : D3 : Ikhsan Bani

LABORATORIUM MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persaingan bisnis dalam dunia pemasaran telah berkembang semakin pesat. Hal ini menyebabkan munculnya suatu peluang dan tantangan bisnis yang baru bagi setiap perusahaan. Setiap perusahaan harus melakukan perencanan pada setiap usaha yang akan dijalankannya, selain itu perusahaan harus memahami arti dari pemasaran itu sendiri. Sesuai dengan definisi pemasaran yaitu kegiatan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen (probe/search), menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan tingkat harga (price), mempromosikanny agar produk dikenal konsumen (promotion), dan mendistribusikan produk ke tempat konsumen (place), maka tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen. Strategi usaha yang cocok dengan konsep marketing adalah memproduksi barang atau jasa apa yang bisa dijual dan bukan menjual barang atau jasa apa yang bisa diproduksi. Dari konsep kebutuhan konsumen maka kita dapat menentukan produk yang akan kita produksi. Selanjutnya kita harus dapat menentukan segmentation agar kita mengetahui segmen konsumen yang memiliki karakteristik dan

klasifikasinya berdasarkan usia, status ekonomi, dan lokasi. Segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen yang akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan. Kemudian, perusahaan harus menentukan targeting. Dalam proses ini perusahaan mempertimbangkan dan akan memilih beberapa klasifikasi spesifik. Faktor-faktor yang perlu

diperhatikan dalam memilih targeting

yaitu sumber daya perusahaan,

variasi produk perusahaan, product life cycle stage, variasi pasar dan strategi pesaing sasaran pasar yang disasar (target market). Hal terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah positioning. Hal ini penting untuk dianalisis karena hal ini bersifat unik sehingga dapat dengan mudah menjadi ciri khas diri dari para pesaing. Informasi dan pemahaman mengenai pemilihan produk,

segmentasi, targeting dan positioning sangat penting untuk dipelajari dalam bisnis Agroindustri karena mendukung lancarnya usaha yang akan dijalankan. Selain itu pokok bahasan kali ini sangat berkaitan dengan jurusan Teknologi Industri Pertanian di bidang pemasaran dan

perancanaan dalam memulai usaha di bidang kuliner/ Agroindustri. Pada kesempatan kali ini, produk makanan yang kita mengambil adalah Spesial Sambal sebagai objek praktikum.

B. Tujuan Praktikum 1. Praktikan dapat memahami bahwa pemilihan produk dari suatu usaha yang berorientasi pada konsep pemasaran berawal dari adanya kebutuhan konsumen terhadap barang dan jasa tertentu. 2. Praktikan memahami bahwa penentuan STP pada suatu produk yang berbeda dari penawaran oleh pelaku pasar lainnya. 3. Praktikan memahami bahwa identifikasi atribut produk penting dalam memilih suatu produk dan penentuan STP. 4. Praktikan dapat memahami bahwa penggunaan statistik deskriptif sebagai salah satu alat pengambilan keputusan.

BAB II LANDASAN TEORI Didalam kegiatan bisnis, pemasaran merupakan suatu fungsi yang secara langsung menentukan penjualan (sales) dan kegiatan yang mempunyai cakupan yang luas karena selain mencakup bagian internal juga mencakup bagian eksternal perusahaan. Pemasaran merupakan proses sosial dan majerial dimana individu atau kelompok bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui kreatifitas, penawaran dan pertukaran nilai produk dengan yang lain. American Marketing Association mengemukakan bahwa pemasaran sebagai suatu proses perencanaan dan eksekusi, mulai dari tahap konsepsi, penetapan harga, promosi, distribusi barang-barang, ide-ide dan jasa-jasa, untuk melakukan pertukaran yang memuaskan individu dan lembaga-lembaganya. Kedua pendapat tersebut menunjukkan bahwa pemasaranmembutuhkan strategi yang diungkapkan dalam rencana-rencana yang realistis yang

dihubungkan dengan kemungkinan memperoleh keuntungan (Kotler, 2006). Strategi bisnis dan keunggulan bersaing sangat penting untuk dijadikan pedoman dalam pengembangan strategi pemasaran. Para pengambil keputusan dilibatkan dalam proses perencanaan bisnis pada tiga hal penting, yaitu: (1) peran serta dalam analisis dan perencanaan strategik perusahaan, (2) melayani bersama manager fugsional lain sebagai tim perencanaan strategik unit bisnis, (3) mengembangkan dan melaksanakan rencana-rencana pemasaran starategik untuk pasar yang dilayani perusahaan, selanjutnya dalam perencanaan strategik kepala eksekutif pemasaran bertanggung jawab dalam perumusan strategi perusahaan dan mengembangkan strategi pemasaran unit bisnis dalam mendukung prioritas perusahaan (Cravens, 2007).

Tahap pelaksanaan dan pengelolaan strategi pemasaran harus memperhatikan perancangan organisasi pemasaran yang efektif, pelaksanaan, dan pengendalian strategi serta pemakaian sistem informasi untuk perencanaan dan manajemen dari strategi pemasaran. Dengan demikian, strategi pemasaran merupakan prinsip yang menyeluruh untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran dan bisnis yang mencakup keputusan-keputusan pengeluaran pemasaran, bauran pemasaran dan aplikasi pemasaran. Strategi pemasaran dibagi menjadi tiga bagian penting, yaitu: (1) strategi pasar sasaran dan strategi penempatan produk, (2) bauran pemasaran dan anggaran pemasaran, serta (3) strategi pemasaran yang menyeluruh dikaitkan dengan tujuan serta sasaran penjualan, pangsa pasar dan keuntungan. Dalam hal ini, tujuan pemasaran merupakan arah bagi perusahaan untuk merumuskan alternatif strategi pemasaran (Day, 1994). Proses segmentasi, penargetan, dan positioning dikuti oleh proses pelengkap praktis yaitu bahan bauran pemasaran (marketing mix), yang dikenal dengan 4P: product, price, place, dan promotion. Ini adalah inkarnasi berwujud dari strategi pemasaran. Saat kita mengatakan bahwa bauran pemasaran mesti koheren, itu berarti bahwa tidak hanya elemen-elemen bauran yang mesti konsisten satu sama lain, tetapi juga elemen-elemen ini harus dilandasi pada dan konsisten dengan strategi-strategi segmentasi dan positioning. Bauran pemasaran adalah oprasi-operasi tempat di mana 90% upaya manajemen pemasaran terjadi. Sebagian besar waktu, sumberdaya, dan anggaran profesional pemaaran dicurahkan untuk formulasi, implementasi, dan pengendalian bauran pemasaran. Mengingat bauran pemasaran dilandasi oleh segmentasi dan positioning, kita bisa menyimpulkan bahwa aturan pemasaran menghadapi keterbatasan-keterbatasanyang serupa dengan keterbatasan-keterbatasan yang serupa dengan

keterbatasan dri segmentasi dan positioning (Fernando, 2004).

Pembahasan tentang strategi perusahaan, tidak bisa lepas dari perencanaan, arahan, atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan. Ada beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru: ( Nindi, 2001) 1. Penentuan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan. Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan, pertama-tama harus dilakukan penelitian pasar atau riset pemasaran. Riset pasar harus diarahkan pada kebutuhan konsumen, misalnya barang atau jasa apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen, berapa jumlahnya, kualitas yang bagaimana, siapa yang membutuhkan, dan kapan mereka memerlukan. Riset pasar dimaksudkan untuk menentukan segmen pasar dan karakteristik konsumen yang dituju. 2. Memilih Pasar Sasaran Khusus (Special Target Market). Setelah mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, langkah berikutnya adalah memilih pasar sasaran khusus. Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu: (1) Pasar individual (individual market), (2) Pasar khusus (niche market), (3) Segmentasi pasar (market segmentation). Dari tiga altematif pasar sasaran tersebut, bagi perusahaan kecil dan usaha baru lebih tepat bila memilih pasar khusus (niche market) dan pasar individual (individual market).

Sedangkan untuk perusahaan menengah dan besar lebih baik memilih segmen pasar (segmentation market). 3. Menempatkan Strategi Pemasaran dalam Persaingan. Penerapan strategi pemasaran sangat tergantung pada keadaan lingkungan persaingan pasar yang ada dari hari kehari. Keberhasilan dalam segmentasi pasar sangat tergantung pada potensi yang menggambarkan permintaan

dari lingkungan persaingan. Ada enam strategi untuk memenuhi permintaan dari lingkungan yang bersaing: a) Berorientasi pada pelanggan (customer orientation). b) Kualitas (quality), ialah mengutamakan Total Quality Management (TQM) yaitu efektif, efisien, dan tepat. c) Kenyamanan (convenience), yaitu memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup, kenyamanan, dan kenikmatan. d) Inovasi (innovation), yaitu harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, jasa, maupun proses. e) Kecepatan (speed), atau disebut juga Time yang untuk dan

Compression diwujudkan menempatkan

Management dalam bentuk: baru

(TCM), Kecepatan di pasar

produk

memperpendek waktu untuk merespons keinginan dan kebutuhan pelanggan (customer response time). f) Pelayanan dan kepuasan pelanggan. 4. Pemilihan Strategi Pemasaran. Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, wirausaha bisa merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu probe, product, price, place, promotian. Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau

mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum

perusahaan

mempunyai

motivasi

untuk

mempertahankan

dan

meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif. Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain: (Anonim, 2013) 1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah. 2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar. 3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif. 4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. 5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

BAB III PROSEDUR PRAKTIKUM

Brainstorming dilakukan untuk penentuan produk yang akan dipilih. Kategori produk agroindustri, bisa food atau non food

Pilihan produk yang akan mejadi usaha dan yang akan dipasakan oleh praktikan diidentifikasi

Alasan pemilihan produk tersebut dikemukakan

Segmentasi, Targeting, dan Positioning produk berdasrkan alur proses STP ditentukan

Hasil pembahasan kelompok didisikan pada kolom (terlampir)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Tabel hasil pembahasan No 1. Pemilihan Produk 2. Alasan terpilih produk Hasil Banyaknya menu yang ditawarkan 31 macam sambal 27 macam lauk 24 macam minuman 11 macam sayuran

Diferensiasi produk. Warung Spesial Sambal berbeda dengan warungwarung makan lainnya karena SS menjual variasi sambal Pedas Abis

3.

Atribut Produk

Product

variatif, fresh,

unik,pedas Place : bersih, dan banyak mudah

dijangkau karena

ditemukan cabang,

lumayan luas, dan rapi. Price : konsisten,

terjangkau, perbedaan harga produk tiap daerah. Promotion : promosi secara konvensional, terbatas (dari mulut ke mulut), tidak

promosi melalui media tetapi ada kerjasama sebagai

sponsorship untuk kegiatankegiatan. 4. Atribut Layanan Process konsumen : ada saat pelayanan datang

(konsumen disambu dengan baik), kembali pembacaan saat menu

pelanggan

memesan makanan, menjual sambal delivery tertentu, secara dengan langsung, jarak

pelayanan

konsumen cukup cepat. People : ramah, bertanggung jawab, jujur, disiplin, adanya standarisasi service pada

pelayanan, dan rendah hati Physical evidence : dekorasi ruangan dengan informasi poduk, adana display kaos, design image 5. Segmentasi Keluarga, mahasiswa, pelajar SMA Target konsumen usia remaja ke atas Target konsumen dengan

ekonomi menengah ke atas 6. Targeting Para pecinta pedas dan penikmat sambal 7. Positioning Produk Warung makan dengan variasi

sambal yang fresh dan menjadi

target konsumen yang ingin makan besar.

B. Pembahasan Praktikum Acara I ini berjudul Pemilihan Produk dan Penentuan Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP). Praktikum ini bertujuan agar praktikan dapat memahami bahwa pemilihan produk dari suatu usaha yang berorientasi pada konsep pemasaran berawal dari adanya kebutuhan konsumen terhadap barang dan jasa tertentu, praktikan memahami bahwa penentuan STP pada suatu produk yang berbeda dari penawaran oleh pelaku pasar lainnya, praktikan memahami bahwa identifikasi atribut produk penting dalam memilih suatu produk dan penentuan STP, dan praktikan dapat memahami bahwa penggunaan statistik deskriptif sebagai salah satu alat pengambilan keputusan. Warung SS atau Spesial Sambal berdiri pada Agustus 2002. Warung makan ini didirikan oleh Bapak Yoyo Heri Wahyono, beliau lulusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada tahun 1992. Usaha warung SS diawali dari warung kaki lima di pinggiran Jalan Kaliurang (depan GSP UGM) dengan 6 orang karyawan. Warung ini buka pada pukul 17.00 WIB 22.00 WIB. Latar belakang pembukaan warung SS ini karena Bapak Yoyo ingin membuka lapangan kerja. Disamping itu beliau adalah pecinta makanan pedas dan sambal. Dari hobi beliau inilah muncul inovasi dan kreatifitas dalam membuat suatu main product makanan yang berbeda dari warung-warung makan lain. Pada warung-warung makan umumnya, rata-rata menyediakan variasi lauk yang banyak dengan satu macam rasa sambal. Namun, di warung SS justru memiliki banyak variansi sambal dengan lauk yang dijual pada warung makan. Hal inilah yang membedakan warung SS dari warung-warung makan pada umumnya. Warung makan SS memiliki tagline Pedas Abis. Pada awal usaha, warung SS hanya menjual 7 variasi sambal kemudian berkembang menjadi 11 sambal.

Selama 11 tahun berkarir, saat ini SS sudah memiliki 56 cabang di Indonesia. Warung SS dibag menjadi 4 area utama: Jabotabek, Semarang, Jogja, dan Solo. Pada area Jabotabek terdapat 8 cabang (7 cabang di Bogor, 1 cabang di Tangerang). Kemudian 9 cabang di area Semarang (6 cabang di kota Semarang, 2 cabang di Salatiga, dan 1 di Pekalongan). Terdapat 10 cabang di area Jogja (Condong catur, Babarsari, Pandega, Kusumanegara dan cabang lainnya) serta pada kota-kota besar lainnya seperti Cirebon, Purwokerto, Magelang, Prambanan, dan Malang. Pada area Solo terdapat 9 cabang warung SS, 5 cabang merupakan sistem area dan 4 warung meupakan sistem mandiri. Untuk tipe warung area penyediaan dan penyimpanan bahan baku (cabai mentah) dipasok oleh pusat pengelolaan dalam area tersebut. Sedangkan untuk tipe warung mandiri, pengadaan dan penyimpanan bahan baku dikelola oleh masingmasing warung. Warung SS juga sudah dilakukan sistem franchise. Saat ini terdapat 5 franchise yang salah satunya terletak di Temanggung. Produk makanan yang dijual di warung SS saat ini antara lain: 31 variasi sambal, 27 variasi lauk pauk, 11 variasi sayuran, dan 24 variasi minuman. Konsep-konsep inti pemasaran meliputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan, pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhankebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.

1. Konsep produksi Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. 2. Konsep produk Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri ciri terbaik 3. Konsep penjualan Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif. 4. Konsep pemasaran Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. 5. Konsep pemasaran sosial Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan

kesejahteraan konsumen dan masyarakat. 6. Konsep Pemasaran Global

Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. Konsep pemasaran diperlukan ketika penjualan mulai turun, pertumbuhan produk melambat, pola pembelian yang berubah, persaingan yang meningkat, serta biaya penjualan meningkat. Perusahaan mendapati pengeluaran mereka untuk iklan, promosi penjualan terasa lepas kendali sehingga manajemen memutuskan untuk melakukan audit pemasaran untuk menyempurnakan konsep mana yang akan dipakai. Dalam praktek manajemen pemasaran dikenal adanya istilah STP atau singkatan dari Segmentation, Targeting, and Positioning. Untuk mencapai hasil pemasaran yang optimal, kita harus melakukan segmentasi pasar atas produk yang akan kita jual. Segmentasi pasar pada intinya membagi potensi pasar menjadi bagian-bagian tertentu, bisa berdasar pembagian demografis, berdasarkan kelas ekonomi dan pendidikan ataupun juga berdasar gaya hidup (psikografis). Segmentation adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk. Pembagian segmen yang paling lazim dilakukan adalah berdasar kelas sosial ekonomi. Sebagai misal, pembagain yang sering dilakukan adalah membagi lapisan pasar menjadi empat kelas : misal kelas C (kelas ekonomi rendah), kelas B (menengah), dan kelas AB (menengah atas) dan kelas A (golongan atas). Sebagai misal, produk kartu ponsel Esia yang murah meriah cenderung ditujukan untuk golongan B dan golongan C. Sementara produk mobil

mewah seperti BMW atau produk tas Gucci ditujukan untuk segmen kelas atas. Setelah memetakan pasar, kita haus memahami Targeting. Tahap targeting seperti namanya adalah membidik target market yang telah kita pilih dalam analisa segmentasi pasar. Dalam hal ini tentu saja serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus pas dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak kita tuju. Sebagai misal produk-produk tas dan sepatu mewah seperti dengan merk Gucci atau Louis Vuitton, maka mereka selalu memilih mal kelas atas seperti Plaza Senayan dan Pacific Place untuk membuka outletnya dan bukan di mal kelas menengah seperti Plaza Jatinegara. Hal diatas dilakukan agar kegiatan promosi pemasaran yang dilakukan pas dan tepat sasaran dengan segmen pasar yang ditujunya. Apabila target pasar sudah jelas kita harus memahami positioning. Positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya. Langkah ini artinya adalah menciptakan keunikan posisi produk dalam benak atau persepsi pelanggan potensial yang akan dibidik. Mobil mewah BMW selalu mencitrakan dan memposisikan dirinya sebagai kendaraan mewah nan elegan. Pada sisi lain Esia selalu mencoba memposisikan dirinya sebegai produk rakyat kebanyakan yang murah dan tersedia dimanamana. Positioning yang pas ini menjadi sangat penting, sebab dengan begitu mereka bisa meraih simpati dalam benak pelanggan. Dan selanjutnya hal ini bisa mendorong mereka untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan. Struktur organisani dalam warung SS mencakup 3 divisi penting, yaitu Divisi Operasional, Divisi Produksi, dan Divisi Supporting. Divisi Operasional menmegang peran penting dalam sarana prasaran, fisik area konsumen, dan pelayanan. Divisi Produksi menangani proses penyediaan produk untuk konsumen seperti sarana dapur, pergudangan, proses

memasak, dan riset konsumen. Divisi Supporting terdiri dari tiga subdivisi penting, yaitu pengelolaan SDM, akuntansi, dan keuangan. Subdivisi SDM menangani kesejahteraan karyawan, recruitment, pengembangan karyawan (trainng), dan sebagai database untuk HRD. Subdivisi Akuntansi menangani laporan keuangan, rugi laba, dan mengontrol biaya bahan baku. Subdivisi keuangan menangani Anggaran belanja dan menangani Cash and Back Verification. Warung SS sangat peduli kepada kesejahteraan karyawannya. Hal ini dapat dilihat dari fasilitas yang diberikan kepada karyawannya, yaitu jaminan kesehatan dan melahirkan, beasiswa anak, tunjangan kecantikan, bakti sosial, bantuan musibah, dan tunjangan hari tua. Selain fasilitas karyawan yang sangat diperhatikan, pihak management SS juga sering mengadakan kegiatan keakraban antar karyawan untuk membangun kerjasama yang solid seperti piknik bersama, perayaan ulang tahun SS, siraman rohani, pembekalan dan training, dan rapat umum yang diadakan secara berkala. Management SS juga menyisihkan 1% dari penghasilan kotor setiap cabang untuk kegiatan bakti sosial. Tekat utama warung SS adalah mensejahterahkan keluarga (pemilik),

mensejahterahkan kaaryawan, dan mensejahterakan karyawan. Prinsip yang dipegang oleh warung SS adalah jujur, disiplin, kerja keras, rendah hati, bersyukur, dan ikhlas yang merupakan ciri khas personil SS. Setiap karyawan diberikan pelatihan dan pembekalan (training) untuk

standarisasi bekerja yang berlaku di SS. Pelaihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan. Kendala yang ada saat ini yaitu belum dapat mempercepat pelayanan dalam pembuatan sambal karena memang mengedepankan kesegaran sambal yang dibuat pada saat itu juga secara tradisional dengan digerus. Pada pembukaan cabang ke 6 belum memenuhi respon pasar atau konsumen 100%. Kendala lain adalah respon pasar tinggi namun belum dapat memenuhi permintaan pasar, SDM di cabang Bali susah untuk didapatkan dari penduduk Bali itu sendiri. Selain itu pada cabang Bali sempat terjadi low pricing yang menyebabkan karyawan SS tidak sanggup melayani konsumen yang sangat banyak

tersebut. Pada waktu weekend banyak pengunjung yang datang dan dirasa penyediaan pemasanan belum cepat sehingga ada beberapa pelanggan yang komplain. Kelebihan produk SS adalah konsisten dengan harga jual sambal karena saat harga cabai naik, harga produk sambal di SS tidak ikut naik, hal ini menjadi strategi SS dalam pricing karena akan tetap mengikat pelanggan agar tetap berkunjung saat keadaan apapun. Selain itu, sambal yang disajikan merupakan sambal fresh. Hal ini dapat dilihat dari proses pembuatan sambal yang dibuat saat pengunjung datang dan memesan sambal, maka saat itu pulalah baru dilakukan proses pembuatan sambal. Variasi produk sambalnya sangat banyak dan terus dilakukan penambahan dan pengembangan cita rasa sambal. Dalam promosinya SS menerapkan sistem kerjasama dengan kesediaan warung SS menjadi sponsorship, promosi dari mulut ke mulut para pengunjung secara konvensional, dan tidak menggunakan media promosi seperti radio, majalah, dan spanduk. Namun demikian, SS menyediakan social networking seperti Facebook, fanpage, Twitter dan website yang digunakan untuk menampung aspirasi pelanggan dan pecinta sambal SS. Dalam penetapan harga (pricing) di setiap daerah berbeda sesuai area masing-masing cabang karena ada sistem pengkodean harga sesuai area yang sudah ditetapkan, terutama untuk cabang SS yang terletak diluar Pulau Jawa. Penjualan tertinggi terletak dia area Jabotabek khususnya di Tangerag karena harga bahan baku sama dengan cabang lain namun harga jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan cabang lainnya. Sedangkan profit yang paling tipis berada di Jogja karena memang harganya paling murah. Dalam hal service atau pelayanan sangat ditanggapi dengan serius, misalnya komplain para pelanggan langsung ditampung melalui nomer pribadi Bapak Yoyo yang menjadi hotline service. Produk sambal SS yang palig mendominasi adalah sambal terasi segar, sambal bawang, dan sambal cumi. Omset untuk warung Spesial

Sambal ini mencapai 11 M-12 M per bulan untuk seluruh cabang di Indonesia. Alasan pemilihan produk dalam waung Spesial Sambal adalah sambal karena warung ini memang menciptakan pasar yang berbeda dari warung-warung makan yang lain. Di saat warug makan lainnya menjual berbagai macam lauk pauk dengan satu jenis sambal, tidak demikian dengan warung SS yang memang berorientasi pada aneka macam (variasi) sambalnya sebagai ciri khas warung makannya yang disajikan dengan macam lauk pauk yang memang umum di jual di warungmakan. Selain itu pendiri SS juga seorang pecinta sambal yang, beliau melihat bahwa adanya peluang pasar yang berbeda dari warung-warung lainnya jika menjual produk sambal bervariasi. Atribut produk (4P) di warung SS: 1. Product : main product yang dijual di warung SS adalah sambalnya. Produk ini bervariatif dengan 31 jenis sambal yang tersedia, berkualitas karena didatangkan dari suppliar cabai mentah yang terpercaya, product yang disajikan dalam keadaan fresh (segar) karena dibuat lagsung pada saat pengunjung memesan sambal tersebut. Sambal tersebut juga diproses menggunakan proses tradisional dengan digerus manual. Product sambal yang menjadi idola adalah sambal terasi segar. Mengutamakan rasa dan kualitas sambal. 2. Price : harga produk makanan yang dijual di warung SS

terjangkau. Harga untuk sambalnya sendiri konsisten karena walaupun harga pasokan cabai melonjak di pasaran, namun warung SS tetap menjual harga produknya dengan harga yang sama tanpa mengurangi kualitas sambal yang disajikan. Harga jual untuk tiap outlet berbeda sesuai dengan area dan wilayah outlet tersebut.

3. Promotion. Promosi dilakukan untuk mengenalkan produk secara konvensional dari mulut ke mulut. Kerjasama sebagai sponshorship dengan pihak luar yang menggadakan suatu kegiatan. 4. Place. Warung SS mdang dijangkau karena memiliki cabang yang banyak. Lokasi warung makan SS dijaga higienitasnya dan memiliki daya tampung yang cukup luas.

Atribut pelayanan (3) di warung SS: 1. People. Karyawan warung SS sudah terstandarisasi dari pihak Management HRD mereka untuk berlaku sopan dan santun, mulai dari senyum, menyapa dan membacakan menu. Karyawan SS juga diajarkan untuk selalu bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, berkomitmen tinggi, rendah hati dan sopan. Dalam pelayanannya menerapkan 4R (Rasa, Ramah, Rapi, dan Resik) 2. Process. Pelayanan saat proses pemesanan produknya bagus. Mulai dari datangnya konsumen yang disambut dengan baik dan ramah. Kemudian karyawan menyampaikan informasi produk makanan dari karyawan ke konsumen, mengulang order list untuk menghindari kesalahan, kemudian jika terjadi kesalahan order maka pihak SS berkenan mengganti sesuai pesanan dan keinginan pelanggan. Terdapat sistem delivery untuk lokasi tertentu yang jaraknya ditentukan oleh pihak SS. Namun, kendala yang masih ada dalam proses ini adalah menyajikan pesanan dengan cepat, mengingat sambal SS memang dibuat secara langsung dan fresh saat itu juga. 3. Physical Ecidence. Dalam warung SS terdapat dekorasi mengenai informasi produk berupa pigura di dinding warung. Terdapat display kaosuntuk dijual ke pengunjung sebagai kenag-kenangan dan terdapat design image. Nuansa bambu dan kayu yang melekat di warung SS.

Segmentasi mengharuskan untuk memisahkan konsumen menjadi beberapa klasifikasi. Segmentasi dari warung makan SS ini adalah mahasiswa, keluarga, dan pelajar setingkat SMA. Dapat dikatakan usia remaja ke atas. Kemudian untuk status ekonomi, harga produk warung SS tehitung dapat dijangkau oleh kalangan menengah ke atas. Targeting di warung SS ini lebih kepada konsumen yang menyukai sambal dan identik dengan pecinta makanan pedas. Positioning warung SS ini memiliki image yang melekat di mata konsumen sebagai warung makan yang menyediakan variasi sambal yang pedas dan sambal segar. Warung SS ini sebagai tujuan lokasi saat berkumpul dengan rekan kerja atau rekan lama yang nyaman untuk berbincang-bincang dan mudah untuk dijangkau.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan 1. Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk barang atau jasa untuk dapat disajikan pada pelanggan dengan melakukan

differentiation melalui produk yang dihasilkan oleh produsen. Keputusan produk merupakan asas bagi strategi organisasi dan memiliki dampak yang luas pada seluruh fungsi operasi. 2. Dalam rangkaian proses marketing, STP berada di tahap awal yang paling penting yakni mengidentifikasikan customer value. STP ada di level strategis karena menentukan bagaimana kita akan menggarap pasar. 3. Atribut produk adalah unsur-unsur dari sebuah produk yang dipandang penting oleh konsumen dan mencerminkan pengembangan suatu produk untuk dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan pembelian. Atribut ini meliputi aspek produk, price, place, dan pomotion. 4. Statistik deskriptif lebih berkenaan dengan pengumpulan dan peringkasan data, serta penyajian hasil peringkasan tersebut. Data-data statistik yang bisa diperoleh dari hasil sensus, survay, jajak pendapat atau pengamatan lain umumnya yang masih bersifat acak, mentah, dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). Data-data tersebut harus diringkas dengan baik dan teratur, baik dalam bentuk tabel atau presentasi grafis yang berguna sebagai dasar dalam prose pengambilan keputusan (statistik inferensi).

B. Saran Praktikan harus benar-benar memahami perbedaan Segmentasi, Targeting, dan Positioning.

DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2013. Segmentasi Pasar. Dalam http://jurnal.

sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html Diakses pada hari Jumat, 26 April 2013 pukul 21.06 WIB

Cravens, David W and Nigel F. Piercy. 2007. Strategic Marketing. McGraw-Hill, Boston Day, G. S. 1994. The Capabilities of Market Driven Organizations. Journal of Marketing, 58(Oktober), 37-52 Fernando. 2004. Lateral Pemasaran. Jakarta: Erlangga Kotler, Philip and Garry Amstrong. 2006. Principles of Marketing. Millenium Edition, A Simon & Schucer Company, Ebnglewood Cliff, Pretice Hall Iternational, Inc, New Jersey Nindy. 2001. Pemasaran. Jakarta: Penerbit Salemba Empat