P. 1
Skripsi pajak Info 085269312618

Skripsi pajak Info 085269312618

|Views: 1,421|Likes:
Dipublikasikan oleh mulyanto

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: mulyanto on Aug 23, 2009
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618 1

page

PENGARUH INFLASI, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN HARGA MINYAK INTERNASIONAL TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN DI INDONESIA (Skripsi)

Oleh

MULYANTO YANSYAH

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2008

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

PENGARUH INFLASI, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN HARGA MINYAK INTERNASIONAL TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN DI INDONESIA

Oleh MULYANTO YANSYAH

Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi Pada Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS LAMPUNG BANDARLAMPUNG 2008

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618 3

page

ABSTRAK

PENGARUH INFLASI, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN HARGA MINYAK INTERNASIONAL TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN DI INDONESIA Oleh Mulyanto Yansyah

Pajak penghasilan merupakan salah satu dari komponen pajak pusat yang memberi kontribusi yang cukup besar untuk menyokong APBN dari sektor penerimaan perpajakan. Pajak penghasilan adalah pungutan resmi yang ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan atau atas penghasilan yang diterima dan diperolehnya dalam tahun pajak untuk kepentingan negara dan masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara sebagai suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Selama 20 tahun terakhir pajak penghasilan menjadi primadona penerimaan negara sektor perpajakan dengan persentase diatas 50 persen pertahunnya. Meskipun memberikan kontribusi yang cukup besar, namun penerimaan pajak penghasilan tak lepas dari variabel-variabel makroekonomi yang mempengaruhi perekonomian. Beberapa variabel makroekonomi tersebut diantaranya inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan harga minyak internasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan Harga Minyak Internasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series Pendapatan PPh, inflasi, pertumbuhan ekonomi, Harga minyak internasional mulai tahun 1986-2007. Data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah data sekunder. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik regresi linier berganda, yaitu digunakan untuk mengetahui pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, Harga minyak internasional terhadap Pendapatan PPh dalam kurun waktu 1986 hingga 2007.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan tentang pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, Harga minyak internasional terhadap Pendapatan PPh
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

dalam kurun waktu 1986 hingga 2007, dapat diketahui bahwa variabel inflasi mempengaruhi secara signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan hal ini terbukti dengan hasil uji secara parsial t hitung > t table (2.308114 > 1,734), maka Ho ditolak dan menerima Ha. Hal ini berarti variabel inflasi berpengaruh secara nyata terhadap penerimaan pajak penghasilan di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi mempengaruhi secara signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan hal ini terbukti dengan hasil uji secara parsial t hitung > t table (-2,339811> 1,734), maka Ho ditolak dan menerima Ha. Berarti variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara nyata terhadap penerimaan pajak penghasilan di Indonesia dalam kurun waktu 1986-2007. Kemudian variabel harga minyak internasional juga berpengaruh terhadap penerimaan pajak penghasilan hal ini terbukti dengan hasil uji secara parsial t hitung > t table (10,72942 > 1,734), maka Ho ditolak dan menerima Ha. Berarti variabel harga minyak internasional berpengaruh secara nyata terhadap penerimaan pajak penghasilan di Indonesia dalam kurun waktu 1986-2007.

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

Judul Skripsi

:

5 PENGARUH INFLASI, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN HARGA MINYAK INTERNASIONAL TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN DI INDONESIA

Nama Mahasiswa No. Pokok Mahasiswa Jurusan Fakultas

: Mulyanto Yansyah : 0411021082 : Ekonomi Pembangunan : Ekonomi

Pembimbing

Lies Maria Hamzah, S.E., M.E. NIP 131414064

Tanggal Lulus Seminar I: Kamis, 21 Agustus 2008
Seminar 2: Senin, 15 Desember 2008

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir di Kesugihan, Kalianda pada tanggal 8 Oktober 1985, merupakan putra bungsu dari sepuluh bersaudara pasangan M. Yansyah (Alm) dan Siti Zainab (Alm). Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Terbanggi Besar tahun 1997, SLTP Negeri 01 Terbanggi Besar tahun 2000 dan SMU Negeri 01 Terbanggi Besar tahun 2003. Pada tahun yang 2004 penulis terdaftar sebagai mahasiswa pada Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung tahun akademik 2004/2005 melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di beberapa lembaga kemahasiswaan intra kampus diantaranya : Rohani Islam (ROIS) Fakultas Ekonomi periode 2004/2005 dan 2005/2006 sebagai Anggota Departemen Kreativitas ROIS FE, Kepala Biro Dana Usaha Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan (HIMEPA) periode 2005/2006. Pada bulan November 2007, penulis mengikuti kegiatan Kuliah Kunjung Lapangan (KKL) mata kuliah Ekonomi Keuangan Internasional (EKI) ke Jakarta. Tempat yang dikunjungi antara lain: Bank Indonesia (BI), Bank Mandiri, dan Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI).

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618 7

page

MOTTO

Katakanlah, “Pertolongan itu hanya milik Allah semuanya. Dia memiliki kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan” (QS. Az-Zumar:44)

Lakukanlah hal-hal biasa dengan kasih yang luar biasa. (Mother Teresa)

Pohon terkuat dihutan bukanlah yang terlindungi dari matahari. Pohon terkuat adalah yang berdiri di tempat terbuka yang mengharuskan ia berjuang hidup melawan angin dan hujan dan terik mentari. (Napoleon Hill)

Sukses tidak diukur dari kemenanganmu, tetapi dari pulihnya dirimu dari kegagalanmu. (Vic Preisser)

Ketika hati gundah; pertama, sujudlah pada Tuhanmu. Kedua, Peluk Ibumu, dan ketiga, tertawalah dengan sahabat-sahabatmu. (Julian Mulia, my self)

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini ku persembahkan kepada :

Kedua orangtuaku: Papah dan Mamah, Seluruh keluarga besar M. Yansyah, sahabatsahabat-sahabatku, ’ someone inside and melting deep in my heart ’ dan Almamater tercinta Universitas Lampung.

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618 9

page

SANWACANA

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan kehendakNya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul “Analisis Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia” sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. Untuk itu, dalam kesempatan ini, penulis, dengan segala kerendahan hati ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada : 1. Bapak H. Toto Gunarto, S.E.,M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. 2. Bapak Ambya, S.E.,M.Si. selaku Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung dan Bapak H. Moneyzar Usman, S.E.,M.Si. selaku Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung.. 3. Ibu Lies Maria Hamzah, S.E.,M.E. selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis, juga sebagai pembimbing Utama Skripsi yang telah dengan sabar memberikan arahan dan masukan yang sangat berarti dan berkenan meluangkan waktu dalam penyelesaian skripsi ini. 4. Para Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung yang tak bisa disebutkan satu persatu, atas bimbingan dan pengajarannya selama penulis menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. 5. Seluruh Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung; Ibu Mar, Bapak Herman, Bapak Syarnubi, Mbak Mimi, Mbak Atun, Kak Epi, Mas Nanang, yang telah banyak membantu penulis. 6. Seluruh Pegawai BPS dan Dirjen Pajak Provinsi Lampung, penulis berterima kasih atas bantuan segala keperluan penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

7. Papah dan Mamah, meskipun telah berada disisi-Nya, yang tak pernah berhenti memberikan cinta kasih, do’a dan sembah sujudnya, semangat, dukungan dan materi untukku. 8. Kakak- kakakku. Yopi Ibrahim, S.Sos , Yoya Alida, Spd., Yuqaiyum Hasib,S.H., Yori Beliuk, Ayunda Okta, Ayunda Amburita, Kakanda Gurbatara, Yoka Mewata, S.P., dan Kakanda Yodi Yansyah, Naken Maya, Taufik, Jaka, Ari, Lio. Kalian selalu memberikan motivasi dan dukungan. 9. Keluarga besar Suttan Ngemum di Tanjung Ratu Ilir, Keluarga besar di Gunung Sugih, dan Way kunang. Penulis Mengucapkan terima kasih segala perhatian dan bantuannya. 10. Anak-anak Evoice (Kak Rudi, Hasim, Radit, Mimit, Afid, Erwin) dan Tereku (Kak Rudi, Edi P, Nico, Baembi, Edi S. Hendri, Hasim, Radit, Mimit, Afid) yang selalu berkreasi untuk maju sekarang dan sampai nanti. 11. Sahabat-sahabatku yang selalu mengajak berdiskusi tema bebas: Eggy, Rudy Dwi-K, Anto Yopi, Mimit Teja, Bemby Conte, Mas Wi, Nasib Warsito, dan anak-anak Smunsa: Bambang, Mbak Sevy Cs, Wahyu, Ferryx, Ricci, Anang, Mae, Heni Saras, Rahmi, Wiwin. Sampai kapanpun kalian selalu memberi semangat dalam hidupku. 12. Saudaraku, Edy P dan keluarga, semoga persaudaraan terus terjalin. Teman berkeluh-kesah, sahabat yang banyak berkorban demi menggapai mimpi masa depan, terimakasih untuk semuanya. 13. Sang Inspiring people yang pernah kukenal, Rudi DK (Kak Rudi manajemen, Farhan, Dwi, Dwika, Roe-Chan, Syahreyja, Reza, Teteh, Rudiradit, Mbakyu): Penulis, Finalis, Organisatoris, Penyiar, Presenter, Narator, Koreografer, Sutradara, Penggosip, Penyanyi, sekaligus sahabat berbakat yang selamanya kuingat. Terimakasih sudah mengajarkan beberapa pengalaman dalam hidupku. Kita harus bisa menggapai yang kita impikan. Semangat! 14. Teman-Teman IESP: Diqdar, Gusti, Nisa, Resya, Ambar, Wiwin, Ria, Risma, Haki , Merizal, Maryam, Rusdi, Mohan, Soleh, Abdurrahman Nanang, Mandala, Fitri, Santi. 15. Teman-Teman Wisma Mutya Utari: M.Wardi, Nurkholic, Aziz, Egy, Junet, Guspe, Ando, Hery, Angga, Amey, Agil, Rapon, Cempe, Agustian, Jondry,

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

11 Sulton Desti, Irya, Ahmad, Surya, Wahid, Putrawan, Mahes, Harun, Bowo, Reman, Ewin, Hera, Wayan, Tika, Gita, Tiwi. Pengalaman satu asrama tak akan pernah aku lupakan. N anak2 baru 2009: fadil, dedi, abdul, sandy, ibnu, roecahan mbakyu, pus, iskandar, radit, 16. Teman-teman IESP 04: Hendri Supendi, S.E., Edi Susanto, S.E., Mimit, Iwan, Jonis S, Erdiyanto, Bule’ (Abdur), Agung Konter, Aldo, Aldous, Karel, Kindi, P-Man, Nanta, Dicky. Cory, friestha, ocha, desiayu, Teman-teman di Rois: Hendri, Hasyim, Habudin, Rudi, Edi Mulan, Bemby, Reza, Azis, Faisal, Opik, Yayan, Awien. Teman-teman HIMEPA 2004: Edi Ketum, Hendri, Mimit, Radith, Jonis, Hendri, Aldo, Iwan, Bule, Windi, Ate’, Neno, Iin, Ayu, Febby, Anggi, Ses mina, Puppy, Grace, Amie, Wirda, Diah, Riska, Rahma, Desta, Rini, Endah, Desi, Irma, Indah, Nike, Erwin, Ridwan, Jaya, Ranto, Tua, Bram, Firman, Aldous, Agung, Sugi, Abu, Yudy, Bakrie, Bagas, Farid, Kindi, Kiay, Dicky, Danial, Yudi, Bagas, Riki, Rio, Rosa, Desta. EP 2005: Ferdi, Firman, Robby, Edi, Leon, Rian, Anam, Risman, Asri, Site, Renti, Dini, Loren, Selvi, Afni, Devi, Odah, Nisa, Nesa, Kristin, Emi, Ana, Emil, Tika, Lisdi, Wesi, Yunie, Dwi, Dewi, Oshin, Tri, Rio, Budi, Tiani, Budi dan Tim Himepa 2006. Teman teman manejemen: Faisal K, Reza, Mega, Lulus, Techa, Trie, Nanda, Indah, Bregi.n himepa crew 2009 yudha teams… Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan kebaikan bagi kita semua. Akhir kata, penulis mohon maaf apabila ada kekurangan dalam skripsi ini, dan semoga skripsi ini bermanfaat, khususnya bagi ilmu pengetahuan.

Bandar Lampung, November 2008 Penulis,

Mulyanto Yansyah

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

DAFTAR ISI

Halaman DAFTAR ISI ............................................................................................. ix DAFTAR TABEL ..................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xiii I. PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. Latar Belakang ................................................................................. 1 B. Permasalahan ................................................................................. 14 C. Tujuan Penelitian ........................................................................... 15 D. Kerangka Pemikiran ......................................................................... 15 E. Hipotesis .......................................................................................... 19 II. TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. A. Pajak ............................................................................................. Definisi Pajak ................................................................... Sifat Pajak ........................................................................ Prinsip pemungutan Pajak Menurut para ahli .................... Fungsi Pajak ..................................................................... Syarat Pemungutan Pajak .................................................. Teori Pemungutan Pajak ................................................... Asas Pemungutan Pajak .................................................... Jenis-Jenis Pajak ............................................................... Tarif Pajak ........................................................................ B. Definisi PPh................................................................................... C. Teori Faktor penentu tingkat Penerimaan Pajak ............................. D. Teori Inflasi ................................................................................... E. Teori Pertumbuhan Ekonomi ......................................................... F. Harga Minyak Dunia ...................................................................... G. Rujukan Penelitian mengenai PPh ................................................. 20 20 20 22 23 25 27 29 30 31 36 38 45 48 53 58 59

III. METODE PENELITIAN .................................................................. A. Ruang Lingkup Penelitian ............................................................. B. Jenis Penelitian Dan sumber Data .................................................. C. Definisi Variabel ........................................................................... D. Metode Analisis Data .................................................................... E. Alat analisis ...................................................................................

63 63 63 63 65 65

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

13 IV. PEMBAHASAN ................................................................................. 71 A. Hasil dan Pembahasan ................................................................. 71 1. Hasil Uji Asumsi Ordinary Least Square (OLS) ...................... 71 1.1. Uji Asumsi Normalitas ............................................... 71 1.2. Uji Asumsi Heteroskedastisitas .................................. 72 1.3. Uji Asumsi Autokorelasi ............................................ 73 1.4. Uji Asumsi Multikolinieritas ...................................... 73 2. Pengujian Hipotesis ................................................................ 76 2.1. pengujian Secara Partial (Uji t) ................................... 77 2.2 Pengujian Secara Keseluruhan (Uji F). ........................ 77 B. Pembahasan ................................................................................. 78 C. Implikasi Hasil perhitungan ......................................................... 81

V. SIMPULAN DAN SARAN .................................................................. 86 A. Simpulan ..................................................................................... 86 B. Saran ........................................................................................... 88 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan Negara yang cukup berpotensi untuk menyokong penyelenggaraan pembangunan suatu bangsa. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dilihat bahwa sumber penerimaan negara Indonesia sekitar 60 % sampai 70 %-nya berasal dari sektor pajak, seperti pada tabel 1.

Tabel 1. Penerimaan Negara (pajak dan bukan pajak), 1990 – 2007 (miliar rupiah)
Tahun anggaran 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000 2001 2002 2003 2004 2005
2006

Perpajakan
24.919,3 30.091,5 36.665,1 44.442,1 48.686,3 57.339,9 70.934,2 102.394,4 125.951,0

% terhadap penerimaan
58,5 61,6 65,3 66,9 66,7 65,4 63,2 64,8 61,6

Bukan pajak
17.662,7 18.771,1 19.448,0 21.975,9 24.327,6 30.290,4 41.341,3 55.648,0 78.481,6

% terhadap penerimaan
41,5 38,4 34,7 33,1 33,3 34,6 36,8 35,2 38,4

jumlah
42.582,0 48.862,6 56.113,1 66.418,0 73.013,9 87.630,3 112.275,5 158.042,5 204.432,6

115.912,5 185.540,9 210.087,5 242.048,1 280.558,8 347.031,1
409200.4

56,5 61,7 70,4 71,0 69,6 70,3
64.3

89.422,0 115.058,6 88.440,0 98.880,2 122.545,8 146.888,3
227113.2

43,5 38,3 29,6 29,0 30,4 29,7
35.7

205.334,5 300.599,5 298.527,5 340.928,3 403.104,6 493.919,4
636313.6

2007 Rata-rata

509.462,0

70,7 63,77

210.927,0

29,3 36,23

720.389,0

Sumber: nota keuangan dan RAPBN 2008

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

15 dalam tabel 1memperlihatkan perkembangan penerimaan Pajak dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2007. Pada tahun 2007 merupakan puncak tertinggi penerimaan Pajak terhadap total penerimaan Negara. Namun, persentase kontribusinya menurun bila dibandingkan tahun 2003 yaitu menjadi 70,7%. Namun beberapa tahun sebelumnya, perkembangan penerimaan Perpajakan mengalami perubahan sekitar 10 hingga 14 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pajak masih merupakan sektor yang sangat penting dalam penerimaan negara. Meskipun selama dasawarsa 1990-2007 telah terjadi gejolak politik dan ekonomi, bahkan selama dasa warsa tersebut telah terjadi lima kali masa pemerintahan, tetapi secara khusus peranan penerimaan pajak di Indonesia selama kurun waktu tersebut masih cukup dominan. Dalam APBN, rincian penerimaan perpajakan terdiri dari tujuh komponen pajak, diantaranya pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, cukai, pajak lain, bea masuk, dan pajak ekspor. Dapat kita lihat pada Tabel 2. Dari Tabel 2, dapat kita melihat bahwa porsi terbesar didapat dari pajak penghasilan. Dan kemudian diikuti penerimaan terbesar kedua di peroleh dari Pajak Pertambahan nilai (PPN), selanjutnya Cukai, Pajak Bumi dan bangunan, bea masuk, pajak lain, dan terakhir yang terkecil didapat dari pajak ekspor. Pajak Penghasilan menjadi sumber terbesar dari penerimaan perpajakan. Hal ini terjadi karena banyaknya objek pajak yang dikenai Pajak penghasilan.

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

Tabel 2. Penerimaan perpajakan Dalam Negeri, 1990 – 2008 (miliar rupiah)
tahun
REPELITA V 1989/1990 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 REPELITA VI 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

PPh
5754.8 8250 9727 12516.3 14758.9 18764.1

PPn
5986.1 8119.2 9145.9 10742.3 13943.5 16544.8

PBB
604.4 785.8 944.4 1106.8 1484.5 1647.3

cukai
1482.2 1799.8 1915 2241.6 2625.8 3153.3

pajak lain
191.1 216.5 298.8 252.4 283.4 301.9

bea masuk
1892.2 2799.8 2871.1 3223.3 3555.3 3900.1

pajak ekspor
173.3 39.8 17.1 8.8 13.7 130.6

21012 27062.1 34388.3 55944.3 72729 57073 94576 101874 115016 119515 175541 213698 261698

18519.4 20351.2 25198.8 27803.2 33087 35231.8 55957 65153 77081.5 102573 101296 132876 161044

1893.9 2413.2 2640.9 3565.3 4107.3 4456.1 6662.9 7827.7 10905.3 14685.2 19648.6 22540 26656.9

3592.7 4262.8 5101.2 7732.9 10381.2 11286.6 17394.1 23188.6 26277.2 29172.5 33256.2 42034.7 38522.6

452.8 590.7 477.8 413 610.9 836.7 1383.9 1469.3 1654.3 1872.1 3157.5 2589.7 2050.3

3029.4 2578.9 2998.7 2305.6 4177 6697.1 9025.8 10344 10885 12444 14418 13583 14921

186.1 81 128.5 4630.2 858.6 6697.1 541.2 231 229.7 452.8 318.2 1243.7 297.8

rata-rata

74731

48455

7083

13970

1005

6613

856.8

Sumber: nota keuangan dan RAPBN 2008

Pada tahun 2008 ditargetkan penerimaan negara dari pajak sebesar Rp 583,701 triliun (Data Pokok Nota Keuangan dan RAPBN 2008). Sedangkan penerimaan pajak penghasilan ditargetkan sebesar 305,3 triliun rupiah. APBN 2008 disusun berdasarkan asumsi-asumsi dasar besaran makroekonomi sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi 6,8%, laju inflasi 6,0%, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 bulan 8,5%, nilai tukar rupiah Rp 9.100,00 per dolar AS, harga minyak 60 dolar AS per barel, dan produksi minyak sebesar 1,034 juta barel per hari

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

17 Umumnya, di negara berkembang sebagian besar penerimaan pajaknya berasal dari jenis pajak tidak langsung. Hal ini disebabkan pada negara berkembang golongan berpenghasilan tinggi lebih rendah prosentasenya. Seperti yang terjadi di Indonesia bahwa pada tahun 1967 jumlah penerimaan negara yang berupa penerimaan rutin berasal dari pajak langsung sebesar 25% dan yang berasal dari pajak tidak langsung sebesar 73%. Sedangkan untuk tahun 1968 peranan dari pajak langsung nampak meningkat dalam arti bahwa jumlah penerimaan rutin yang berasal dari pajak langsung meningkat dari 25% pada tahun 1967 menjadi 35% pada tahun 1968. Sedangkan peranan pajak tidak langsung nampak berkurang dalam arti penerimaan rutin yang berasal dari pajak tidak langsung menurun dari 73% menjadi 61% dari jumlah seluruh penerimaan rutin pada tahuntahun yang bersangkutan (Suparmoko, 2000). Seiring perjalanan waktu terjadi pergeseran dari dominasi pajak tak langsung menjadi pajak langsung sesuai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan peningkatan pendapatan perkapita masyarakat setempat. Sebagai sumber utama penerimaan negara maka pajak mempunyai peranan yang sangat strategis bagi kelangsungan pembangunan saat ini. Oleh karena itu pajak harus dikelola dengan baik dan benar. Dalam struktur keuangan negara, tugas dan fungsi penerimaan pajak dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pajak di bawah Departemen Keuangan Republik Indonesia. Upaya untuk mengoptimalkan penerimaan negara terus dilakukan serta untuk dapat mencapai sistem perpajakan yang memenuhi rasa keadilan, kesamaan, dan kepastian hukum maka dilakukan reformasi (pembaharuan) undang-undang di bidang perpajakan, mulai dari tahun 1983, 1991, 1994, 1997, dan 2000 kemudian akan diperbaharui lagi dengan
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

Rancangan Undang-Undang (RUU) tahun 2006. Selain itu juga pemerintah melakukan perluasan basis pajak (ekstensifikasi) serta pengoptimalan yang sudah ada (intensifikasi). Berdasarkan sistem self assessment yang dianut dalam Undang-Undang (UU) No. 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan, maka setiap orang yang mempunyai penghasilan baik dari usaha maupun pekerjaan bebas, wajib mendaftarkan diri ke kantor pajak untuk dicatat sebagai wajib pajak sekaligus diberi kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Wajib pajak diwajibkan untuk menghitung sendiri pajak yang terutang, membayar sendiri jumlah pajak yang harus dibayar dan melaporkan sendiri jumlah pajak yang terutang. Pajak Penghasilan diatur dalam UU No. 7 Tahun 1983 yang telah diperbaharui dengan UU No. 17 Tahun 2000, dari kedua undang-undang tersebut terkandung maksud bahwa UU pajak mengemban beberapa visi antara lain. Pertama, negara hukum, yaitu menjunjung tinggi hak dan kewajiban warga negara dan pajak merupakan manifestasi dari kewajiban itu. Kedua, keadilan, yaitu siapapun yang memperoleh penghasilan akan dikenakan pajak dengan tarif yang adil. Ketiga, sesuai kemampuan, yaitu pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang terus berkembang dan meningkat sesuai dengan perkembangan kemampuan riil masyarakat. Keempat, kepastian hukum, yaitu undang-undang pajak harus memberikan kepastian hukum, sederhana dan mudah pelaksanaanya, serta bersifat adil dan merata. Pajak bersifat dinamik dan mengikuti perkembangan kehidupan sosial dan ekonomi negara serta masyarakatnya. Tuntutan akan peningkatan penerimaan, perbaikan-perbaikan dan perubahan mendasar dalam segala aspek perpajakan menjadi alasan dilakukannya reformasi perpajakan dari waktu ke

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

19 waktu, yang berupa penyempurnaan terhadap kebijakan perpajakan dan sistem administrasi Kebijakan fiskal yang dicanangkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2004-2009 diantaranya melakukan reformasi di tiga bidang utama, yakni pajak, bea dan cukai, serta anggaran. perpajakan, agar basis pajak dapat semakin diperluas, sehingga potensi penerimaan pajak yang tersedia dapat dipungut secara optimal dengan menjunjung asas keadilan sosial dan memberikan pelayanan prima kepada wajib pajak. Pemerintah terus melanjutkan langkah-langkah modernisasi pemungutan PPh dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak, yang telah dimulai sejak tahun 2003. Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam menunaikan kewajiban perpajakannya melalui kampanye sadar dan peduli pajak. Selain dilakukan melalui billboard, videotron, highway information system, dan komik pajak untuk konsumsi anakanak, kampanye sadar dan peduli pajak tersebut juga dilaksanakan melalui media elektronik seperti radio, televisi dan internet. Sejak reformasi perpajakan tahun 1983 sampai sekarang pemerintah baru mampu menjaring 6,4 juta Wajib Pajak (WP), dengan perincian 5,11 juta adalah WP pribadi dan sisanya WP badan. Masih banyak subyek pajak potensial yang tidak berpartisipasi menjadi wajib pajak, dan beberapa obyek pajak yang belum dilaporkan atau dihitung secara benar, maupun banyaknya utang pajak yang belum dibayar.

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

Tabel 3. Jumlah Wajib Pajak Di Indonesia tahun 1995-2007 Tahun 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 badan 458732 499361 543433 582018 650691 726655 804959 888949 947004 991641 1054127 1137752 1268739 Pribadi 1086488 1163974 1323457 1274719 1316239 1381194 1697180 2028026 2330802 2380771 2829251 2876911 5144748

Sumber: Direktorat informasi perpajakan Dirjen Pajak, www.pajak.go.id

Upaya untuk menghindarkan pajak merupakan suatu hal yang alamiah mengingat pajak merupakan suatu pungutan paksaan dan sesuatu yang dipaksakan pastilah akan menimbulkan reaksi negatif (Mangkoesoebroto, 2000). Berdasarkan ketentuan dalam UU perpajakan ditetapkan bahwa Pendapatan Kena Pajak (PKP) pada dasarnya dikenakan atas pendapatan bersih, yaitu hasil pengurangan penghasilan bruto dengan biaya-biaya untuk memperoleh penghasilan tersebut, sedangkan bagi wajib pajak yang mengalami kerugian maka tidak akan dikenakan Pajak Penghasilan. Oleh karena itu Pajak Penghasilan dipengaruhi pula oleh perkembangan dunia usaha. Pajak penghasilan adalah suatu pungutan resmi yang ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan atau atas penghasilan yang diterima dan diperolehnya dalam tahun pajak untuk kepentingan negara dan masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara sebagai suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. (sumber: Mey Tri wulandari: pengaruh inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618 21

page

penerimaan PPh hal. 15) Secara tak langsung, penerimaan Negara (termasuk pajak) diantaranya dipengaruhi oleh variabel-variabel makro ekonomi oleh karena itu, tiap tahunnya dalam merancang APBN, pemeritah selalu memasukkan beberapa variabel makro ekonomi diantaranya pertumbuhan ekonomi, inflasi, harga minyak internasional, suku bunga SBI, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, dan yang terakhir adalah produksi minyak mentah dalam negeri.

Pada tingkat internasional, harga minyak dalam negeri rentan terhadap kenaikan harga minyak mentah internasional. Berikut pada gambar 1 menunjukkan perkembangan harga minyak internasional dari tahun 1990 hingga tahun 2007. Perkembangan harga minyak mentah dunia secara umum sangat sulit diprediksi karena sifatnya yang sangat fluktuatif. Sejak tahun 1990 hingga tahun 1999, harga mninyak internasional masih berkisar antara dibawah 24 USD/ barel. Pada tahun 2000 harga minyak mentah internasional sebesar 28 dollar per barrel. Kemudian tahun 2001 harga minyak menunjukkan kecenderungan yang menurun. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, harga minyak mentah dunia terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 2007 harga minyak mentah dunia sebesar 97 USD per barel. Pada harian Inggris The Guardian edisi 29 Oktober 2007 disebutkan, kenaikan harga minyak disebabkan faktor yang terkait pada empat hal. Pertama, kekhawatiran soal kekurangan pasokan minyak. Kedua, ketegangan geopolitik di Irak, tekanan AS pada isu nuklir Iran, dan kasus Kurdi dan Turki. Ketiga, dollar AS melemah yang membuat spekulan mencari lahan lain untuk berspekulasi.
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

Keempat, memang sedang terjadi kenaikan permintaan minyak walau OPEC masih relatif bisa mengimbangi (Kompas, Sabtu, 03/11/2007).

Sumber: Energy Information Administration. OPEC, didownload dalam situs www.eia.doe.gov/

Gambar 2. Perkembangan Harga Minyak Internasional Periode tahun 1990 sampai dengan tahun 2007 (dalam US Dollar Per Barel)

Imbas kenaikan minyak dunia sangat besar bagi perekonomian kita. Kenaikan harga minyak dunia diperkirakan dapat mempengaruhi minat investasi di Indonesia selama semester kedua tahun depan (2008). Mungkin akan tidak akan mempengaruhi pada semester pertama tahun depan. Tapi jika harga naik terus, investasi 2008 akan terpengaruh, apalagi tren investasi memang menurun pada 2008 sesuai pola tahunan. Kenaikan harga minyak bumi satu dolar saja akan sangat mempengaruhi biaya produksi dan daya saing Indonesia sebagai negara tujuan investasi (Iwan Dwie Laksono, www.berpolitik.com. November 2007). Adanya kenaikan biaya produksi, terutama industri akan menyebabkan penurunan keuntungan perusaahan. Secara langsung, adanya penurunan dalam pendapatan perusahaan membuat pendapatan PPh ikut berkurang.

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

23 Namun jika harga BBM meningkat, dilihat dari segi pendapatan negara tentu saja menguntungkan dan berpengaruh positif terhadap penerimaan PPh ( Tity Herawaty, bunga rampai kebijakan fiskal. Hal 65) mengingat salah satu objek pajak penghasilan adalah pendapatan dari usaha pengolahan minyak bumi, batubara, dan sebagainya.serta usaha perdagangan bahan bakar minyak ( Wirawan B. ilyas dan Rudy S, Panduan komprehensif PPh sesuai UU no.17 tahun 2000. Hal 87)

Perkembangan dunia usaha dipengaruhi berbagai macam faktor, salah satunya yaitu inflasi. Gambaran inflasi tahunan di Indonesia masih berkisar dibawah 20 persen, kecuali ketika krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1997. Kita lihat pada Tabel 3, inflasi di indonesia pada tahun 1990-2007. Tabel 4. Inflasi Di Indonesia tahun 2000-2007 (persen)
Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber: BPS BandarLampung , tahun 2008 Inflasi 7.9 9.3 7.6 9.6 8.6 9.4 8 11.1 77.6 2 9.4 12.6 10 5.1 6.4 17.11 6.59 6.58

Dibandingkan dengan penurunan inflasi pada tahun 1999, yaitu dari 77, 54 persen pada tahun 1998 menjadi 2,01 persen pada tahun 1999, maka penurunan inflasi
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

selama tiga tahun berikutnya berlangsung secara lebih halus. Tahun 2001, inflasi mencapai 12,55 persen, kemudian menurun menjadi 10,03 persen pada tahun 2002 Inflasi yang terjadi di indonesia bila kita lihat secara tahunan, pergerakan inflasi berfluktuatif. Inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998, yakni sebesar 77,6 persen Menurut Boediono (1984) “Inflasi adalah suatu kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus- menerus.” Perkembangan sektor rill sangat dipengaruhi faktor eksternal. Inflasi menyebabkan turunnya daya beli masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah. Selain itu, ekspansi yang dilakukan oleh para pelaku dunia usaha pun akan terhenti karena turunnya permintaan dari masyarakat. Akibatnya, pendapatan perusahaan dan karyawan akan berkurang. Kondisi bisa semakin runyam bila dunia usaha mengompensasi inflasi yang terjadi karena kenaikan biaya BBM dengan melakukan pengurangan karyawan. Selama Januari-April 2008 sebanyak 47 perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.417 pekerja. Pada 2007 setidaknya tercatat 2.980 perusahaan melakukan PHK hingga 25.818 karyawan. Kenaikan harga BBM diperkirakan akan menambah jumlah PHK tahun ini yang pada gilirannya akan menambah barisan panjang pengangguran Indonesia. (Prof Mudrajad Kuncoro. Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika & Bisnis UGM) adanya PHK yang terjadi dapat membuat perubahan struktur Wajib pajak pribadi yang tadinya potensial, menjadi wajib pajak yang tidak potensial atau bahkan tidak dikenakan PPh karena tidak memiliki penghasilan. Faktor lain yang perlu diperhatikan pula, yang mempengaruhi penerimaan pajak penghasilan (PPh) adalah pertumbuhan Ekonomi. Pertumbuhan ekonomi,yang

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

25 merupakan persentase kenaikan GDP dalam nilai riil tahun tertentu dibanding tahun sebelumnya, berpengaruh positif terhadap penerimaan perpajakan, khususnya melalui meningkatnya pendapatan masyarakat dan tingkat konsumsi. Dapat kita lihat gambaran pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 1990 hingga 2007 pada Tabel 5.

Tabel 5. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 1990-2007 (persen)

Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007
Sumber: BPS BandarLampung , tahun 2008

Pertumbuhan Ekonomi (persen) 8,18 7,87 7,37 7,4 7,34 8,42 7,98 4,54 -13,13 0,85 4,77 3,38 4,5 4,8 5,0 5.7 5,55 5.6

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia di era 1990 hingga 1996 masih berada diantara 7 persen hingga 8.5 persen, kemudian pada tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi menurun menjadi 4,5 persen. Tahun 1998 posisi terendap pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadi -13,13 persen. Namun, pada tahun tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat pada 5,6 persen di tahun 2007. Pertumbuhan ekonomi sangat mendukung berbagai
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

komponen dalam perekonomian, termasuk didalamnya pendapatan negara. Pertumbuhan ekonomi memberikan stimulasi pada berbagai sektor dalam perekonomian misalnya peningkatan pada investasi, peningkatan pendapatan sektor riil, dan sebagainya. Adanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat dapat memacu peningkatan dalam penerimaan di sektor perpajakan terutama pajak penghasilan. Adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, terbukanya apangan kerja, dan pendapatan perusahaan. Pendapatan masyarakat yang meningkat dapat membuat daya beli masyarakat ikut meningkat pula. Disisi lain, keuntungan perusahaan ikut meningkat sehingga kontribusi perusahaan terhadap pajak penghasilan ikut pula bertambah. Sedangkan adanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat dapat membuka lapangan kerja sehingga merubah status individu yang tadinya merupakan penganggur menjadi pekerja dan berpenghasilan. Selanjutnya mereka dapat memberikan bagian dari penghasilan mereka pada negara dalam bentuk pajak penghasilan. Mengingat jumlah penduduk yang semakin besar dan pertumbuhan ekonomi yang harus tetap berlanjut, maka diperkirakan penerimaan PPh masih bisa diharapkan dapat meningkat atau dengan kata lain potensi penerimaan PPh yang belum tergali masih cukup tinggi dan potensial sekali. Di masa yang akan datang masih sangat dimungkinkan bahwa PPh akan menjadi primadona sumber penerimaan negara, maka dalam upaya memobilisasi penerimaan pajak ini, aspek yang perlu diperhatikan adalah informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak khususnya Pajak Penghasilan (PPh), hal ini penting untuk dapat mengestimasi potensi penerimaan pajak pada tingkat makro. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti hal tersebut dengan mengambil judul skripsi

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618 27

page

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia ”

B. Permasalahan Tahun Penerimaan Pertumbuhan PPh (milliar PPh (%) rupiah)
5754.8 8250 9727 12516.3 14758.9 18764.1 21012 27062.1 34388.3 55944.3 72729 57073 94576 101873.5 115015.6 119514.5 175541.2 213698 261698.3

Penerimaan total Perpajakan
16084.1

1989/1990 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

43.35 22010.9 17.90 24919.3 28.67 30091.5 17.92 36665.1 27.14 44442.1 11.98 48686.3 28.79 57339.9 27.07 70934.2 62.68 102394.4 30 125951 -21.53 115912.5 65.71 185540.9 7.72 210087.5 12.9 242048.1 3.91 280558.8 46.88 347031.1 21.74 409200.4 22.46 509462

PPh merupakan penerimaan yang potensial di Indonesia, karena pada tiap tahunnnya PPh selalu mengalami peningkatan. Namun ketika kita melihat pertumbuhan penerimaan PPh, terjadi fluktuatifitas. Disisi lain penerimaan perpajakan selalu meningkat. Untuk itu, perlu diketahui apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dari beberapa hal yang telah diuraikan diatas, maka diperoleh rumusan
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

masalah sebagai berikut: Apakah inflasi, pertumbuhan ekonomi,d a n Harga Minyak Internasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan PPh di Indonesia?

C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan Harga Minyak Internasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia.

D. Kerangka Pemikiran Faktor penentu tingkat penerimaan pajak. Menurut Purwiyanto dan Tity Hernawati dalam buku Bunga Rampai Kebijakan Fiskal (bab 5 halaman 71) beberapa variabel makro yang mempengaruhi penerimaan Perpajakan antara lain: 1. Pertumbuhan ekonomi. 2. Tingkat inflasi 3. Nilai tukar rupiah. 4. Harga minyak Internasional 5. Produksi Minyak mentah Indonesia 6. Suku bunga SBI Perkembangan dunia usaha dipengaruhi berbagai macam faktor, salah satunya yaitu inflasi. Menurut ekonom Ari Kuncoro dari Universitas Indonesia, adanya pertumbuhan dunia usaha yang terhambat dan berat, karena pengusaha menaikkan harga barang jauh di atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), justru akan

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

29 semakin memicu inflasi tinggi. Dia memperkirakan, dalam jangka panjang dunia usaha kemungkinan akan gulung tikar karena barang-barang produksinya tidak laku terjual. Selain karena harga tinggi, barang produksi tidak laku karena daya beli masyarakat sangat menurun. Di sisi lain, dia memprediksi pula angka pengangguran akan naik. Hal itu disebabkan barang-barang produksi yang telah dihasilkan oleh pabrik menumpuk di gudang. Penjualan tidak bisa dilakukan, sehingga jumlah produksi dikurangi, akibatnya para pengusaha memilih mengurangi tenaga kerja. Hal ini tentunya akan berakibat pada menurunnya penerimaan Pajak Penghasilan. Kerangka pemikiran menggambarkan mekanisme dari penelitian yang dilakukan, dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Penerimaan PPh di Indonesia. Dengan semakin pentingnya peranan Pajak Penghasilan dalam penerimaan negara, maka perlu dikaji faktor-faktor yang mempengaruhinya. Variabel-variabel diambil berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Todaro (1997), Nasution (2004), dan Wulandari (2005). Variabel inflasi dan pertumbuhan ekonomi merupakan variabel makroekonomi sedangkan jumlah wajib pajak adalah variabel tambahan. Penelitian ini memakai analisis regresi linier berganda. Adapun kerangka pemikiran penelitian ini adalah sebagai berikut pemikiran penelitian ini adalah sebagai berikut Dalam periode tertentu, tingkat inflasi yang tidak terlalu tinggi berpengaruh positif terhadap penerimaan perpajakan melalui naiknya nilai nominal dari pendapatan pajak dan konsumsi. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lebih

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

panjang tingkat inflasi yang terlalu tinggi bisa berpengaruh negatif terhadap penerimaan perpajakan melalui pengaruhnya terhadap kondisi ekonomi. Menurut Samuelson, inflasi terjadi apabila tingkat harga-harga dan biaya-biaya umum naik seperti bahan pangan, bahan bakar, tingkat upah, harga tanah, dan sewa barang-barang modal juga naik (Paul A. Samuelson, 1986:293). Objek pajak penghasilan adalah penghasilan individu dan badan (usaha). Untuk itu, apabila inflasi meningkat, maka otomatis bagi badan usaha semua ongkos produksi meningkat. Bahkan apabila inflasi yang semakin parah melanda perekonomian, meembuat badan usaha dan perorangan (karyawan) akan terancam gulung tikar. Menurut T. Nakamaru dalam bukunya ”inflation in the republic of Korea, the Philippines, and Indonesia” menyebutkan bahwa: 1. Bahwa inflasi memperburuk penghasilan dan distribusi pendapatan masyarakat. 2. Inflasi menyebabkan berkurangnya tabungan domestik yang merupakan sumberdana investasi bagi negara berkembang. 3. Inflasi mengakibatkan terjadinya defisit neraca perdagangan serta menigkatkan besarnya utang luar negeri. 4. Inflasi menimbulkan ketidakstabilan politik. 5. Inflasi dapat pula menyebabkan atau merangsang pertumbuhan ekonomi melalui transfer sumber-sumber dari masyarakat ke pihak investor. Inflasi dapat dikatakan sebagai suatu penyakit dalam perekonomian, karena inflasi cenderung berpengaruh negatif dalam perekonomian. Inflasi akan mempengaruhi distribusi pendapatan dan alokasi faktor produksi. Para pembuat kebijakan seringkali lupa memperhitungkan inflasi, sehingga inflasi cenderung

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618 31

page

menambah beban wajib pajak, hal ini akan mendorong masyarakat untuk menghindari pajak. Hal ini tentu akan berpengaruh pada penerimaan Pajak Penghasilan negara. Dampak inflasi terhadap distribusi pendapatan disebut dengan equity effect, sedangkan dampak inflasi terhadap alokasi faktor produksi disebut dengan output effect. Pengaruh inflasi terhadap distribusi pendapatan (equity effect) memiliki dampak positif dan dampak negatif atau dengan kata lain terdapat pihak yang dirugikan dan terdapat pula pihak yang diuntungkan. Pihak yang diuntungkan yaitu pihak yang memiliki prosentase pendapatan yang lebih besar dari laju inflasi. Sedangkan pihak yang dirugikan adalah pihak yang memiliki pendapatan cenderung konstan dan pihak yang menumpuk kekayaannya dalam bentuk tunai. Pengaruh inflasi terhadap alokasi faktor produksi (output effect) akan mengakibatkan terjadinya peningkatan biaya faktor produksi yang akan dapat mengubah pola produksi yang sudah ada. Maka akan menimbulkan ketidakefisienan, terdapat pula suatu keadaan dimana inflasi dapat menyebabkan kenaikan tingkat produksi sehingga pengusaha akan mendapatkan keuntungan dari adanya kejadian tersebut. Tetapi apabila pengaruh inflasi mengalami kenaikan semakin tinggi, maka akan terjadi sebaliknya, yaitu terjadinya penurunan output yang otomatis akan berdampak negatif pada keuntungan perusahaan tersebut yang pada implikasinya pajak penghasilan yang diberikan akan ikut menurun.

Pertumbuhan Ekonomi merupakan sumber utama peningkatan standar hidup (standard of living) penduduk yang jumlahnya terus meningkat, dengan kata lain, kemampuan dari suatu negara untuk meningkatkan standar hidup
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

penduduknya adalah sangat tergantung dan ditentukan oleh laju pertumbuhan ekonomi jangka panjangnya (long run rate of economic growth) (Nanga, 2001). Seiring dengan peningkatan standarhidup masyarakat maka golongan berpenghasilan tinggi akan semakin meningkat sehingga hal ini akan menyebabkan peningkatan penerimaan Pajak Penghasilan yang diterima oleh pemerintah.

Adanya peningkatan harga minyak internasional akan menyebabkan meningkatnya penerimaan pajak penghasilan dari sektor migas. Kenaikan harga minyak internasional akan meningkatkan ekspor migas dan sekaligus penerimaan negara dari sektor migas.

E. Hipotesis Hipotesis yang diajukan penulis dalam penelitian ini adalah: “ Diduga bahwa inflasi berpengaruh nyata terhadap penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia” “ Diduga bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh nyata terhadap penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia” “ Diduga bahwa harga minyak internasional berpengaruh nyata terhadap penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia”

F. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari:

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618

page

Bab I.

33 Pendahuluan. Bagian ini terdiri dari Latar Belakang, Permasalahan, Tujuan, Kerangka Pemikiran, Hipotesis, dan Sistematika Penulisan.

Bab II. Tinjauan Pustaka. Berisikan Teori-teori yang sesuai dengan PPh, Inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan harga minyak internasional, beserta Rujukan Penelitian Sebelumnya. Bab III. Metode Penelitian berisikan Jenis dan Sumber Data, Batasan Peubah, Alat Analisis serta Pengujian Hipotesis. Bab IV. Hasil Perhitungan dan Pembahasan berisikan Analisis Bab V. Simpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

Kerangka pemikiran

Pendapatan PPh

Penghasilan

Pertumbuhan ekonomi

inflasi

Harga Minyak internasional

Mulyanto ys

mulyanto_0411021082@yahoo.co.id

081905232618 35

page

DAFTAR PUSTAKA

Anto, Dajan, 1986, Pengantar Metode Statistik, LP3ES, Jakarta. Bank Indonesia. Statistik Ekonomi Keuangan Daerah. Bank Indonesia Bandar Lampung. Beberapa penerbitan. Boediono, 1996, Ekonomi moneter, BPFE, Jogjakarta. Chairuddin Syah Nasution, 2003. Jurnal ekonomi dan keuangan. Edisi juni 2003. Analisis Potensi Dan Pertumbuhan Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) di Indonesia Periode 1990 – 2000. Jakarta. Data Pokok Nota Keuangan dan RAPBN 2007, www.pajak.go.id, diakses tanggal 25 Agustus 2007 dan 12 mei 2008. Data Pokok Nota Keuangan dan RAPBN 2008, www.pajak.go.id, diakses tanggal 10 Juni 2008. Djayasinga, Marselina. 2006. Ekonomi Publik: Suatu Pengantar. Penerbit Universitas Lampung. Bandar Lampung. Djayasinga, Marselina. 2005. Bedah anggaran Daerah. Edisi Perdana. Penerbit Universitas Lampung. Bandar Lampung. Gunadi, 2002, Ketentuan Dasar Pajak Penghasilan, Salemba Empat, Jakarta. Gunawan Setiaji dan Hiayat Amir. 2005. Jurnal ekonomi Indonusa, Evaluasi Kinerja Sistem Perpajakan di Indonesia.,Jakarta. Hadiyanto, Andin.2002. Bunga Rampai Kebijakan Fiskal. (BAB 10. Hubungan APBN dengan Ekonomi Makro). Departemen keuangan RI dan Japan International Cooperation Agency (JICA), Jakarta. Ilyas, Wirawan. 2007. Panduan komprehensif dan Praktis PPh. Lembaga Penerbit FEUI. Jakarta. Lipsey, G Richard, Peter O. Steiner dan Douglas D. Purvis, 1987, Pengantar makroekonomi, Erlangga, Jakarta.
“ Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Harga Minyak Internasional Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (verse 1, where economic growth use GNP)

Mangkoesoebroto, Guritno. 2000. Ekonomi Publik. Edisi 3. BPFE UGM. Yogyakarta. Mankiw, N. Gregory, 2001, Pengantar Ekonomi, Erlangga, Jakarta. Nazir, Moh. 1999. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta. Nopirin.1987. Ekonomi Moneter.BPFE. Yogyakarta. Purwiyanto dan Tity Hernawati . 2002. Bunga Rampai Kebijakan Fiskal. (BAB 5. Pendapatan Negara dan Hibah). Departemen keuangan RI dan Japan International Cooperation Agency (JICA), Jakarta Siskarossa Ika Oktora. Analisis Pendapatan Negara Dan Variabel - Variabel Yang Mempengaruhinya Periode 1970 - 2004 (dengan Pendekatan Analisis Jalur). www.youngstatistician.com diakses 7 juni 2008. Sukirno, Sadono.2004. Makroekonomi. PT Rajagrafindo Persada, Jakarta. Suparmoko. 2000. Keuangan Negara. BPFE, Yogyakarta. Wulandari, Mey. 2006. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Inflasi Terhadap Penerimaan PPh di Indonesia. Skripsi. Universitas Brawijaya. Malang.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->