Anda di halaman 1dari 3

URIN KATETER PADA KUCING

Nama koas : Bagus Seta C W, M Jamaludin, Olavio Morais, Ridwan Fauzi H, Veky Hidayat Dosen PJ : drh. Riki Siswandi

Pendahuluan
Kucing dan anjing merupakan hewan yang populer untuk dijadikan hewan

memiliki skill dalam menangani hewan kesayangan. Salah satu penyakit saluran kemih pada kucing adalah urolitiasis. Urolitiasis dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana terdapat mineralisasi makroskopik, urolit, didalam sistem urinari (Waltham Centre for Pet Nutrition 1999). Urolithiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya batu (urolith) atau kristal-kristal pada saluran air kencing (tractus urinarius). Urolit memiliki ukuran yang bermacam-macam, mulai dari partikel seperti pasir sampai berukuran lebih besar yang terlihat bila dilakukan radiografi. Urolit ini merupakan perwujudan kesayangan selain untuk faktor tidak

kesayangan (pet animal). Menurut survei, terdapat sekitar 78,2 juta anjing dan sekitar 86,4 juta kucing peliharaan di Amerika Serikat pada tahun 2009-2010. Tren ini juga dialami di Indonesia dan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kedekatan psikologi pemilik dengan hewan kesayangan sebagai salah satu anggota keluarga

menuntut pemilik untuk memperhatikan keadaan fisik, makanan maupun kesehatan tubuh hewan kesayangannya. Kesehatan menjadi kedekatan sangat hewan penting

polycrystalline yang terdiri dari satu atau lebih mineral. Urolit atau disebut juga bladder stone merupakan batu yang

psikologi

membiarkan anggota keluarganya sakit juga berpotensi menularkan penyakit terhadap pemiliknya. hewan Untuk menjaga kesehatan pemilik

terbentuk akibat supersaturasi di urin dengan kandungan mineral-mineral tertentu. Gejala klinis tersebut antara lain kesulitan urinasi (kucing sering buang air kecil tidak pada tempatnya), sering menjilat daerah genital, merejan saat buang air kecil (kadang disertai suara tangisan), serta darah

kesayangannya

mempercayakan

kepada dokter hewan.

Sehingga sebagai calon dokter hewan harus

pada urin. Selain itu, kucing dengan Feline Lower Urinary Tract Disease biasanya tidak nafsu makan. Pada keadaan yang lebih serius kucing jantan yang mengalami akan m

merupakan seekor kucing jantan berwarna putih belang hitam. Kucing berusia 1,5 tahun tersebut bernama Samanta. Ketika datang kami menimbang berat badannya pada baby scale yang dimiliki Laboratorium Bedah dan Radiologi FKH IPB, kucing hanya diam saja dan tidak aktif. Kucing berbobot 3,4 kg tersebut menunjukkan suhu tubuh 38,5
o

obstruksi

uretra

komplit

enunjukkan gejala muntah, kelemahan, serta perut yang menegang dan sakit (Pinney 2009). Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan bila kucing dipastikan terkena urolith salah satunya dengan evakuasi urin menggunakan kateter urin dengan berbagai ukuran sesuai dengan besar ukuran kucing. Kateterisasi kandung kemih adalah

ketika diperiksa dengan

termometer digital. Suhu tersebut tergolong normal karena temperatur kucing normal 37,7 39,5 C. ketika dilakukan

pemeriksaan pada membran mukosa mata dan mulut kucing terlihat warna pink rose yang menunjukkan tidak ada kelainan pada membrane mukosa. Kucing juga terlihat berdiri tegap dengan struktur pertulangan dan perototan yang kompak dan simetris. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan dapat diketahui bahwa kucing tidak mengalami gangguan kesehatan, selanjutnya dilakukan pembiusan secara general dengan menggunakan ketamin dan xylazin. Dan untuk premedikasi diberikan atropine.

dimasukkannya kateter melalui urethra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan urin. Kateterisasi distensi ini bertujuan kandung untuk kemih,

mengatasi

pengumpulan spesimen urin, serta untuk mengosongkan kandung kemih sebelum dan selama pembedahan. Ukuran kateter yang biasa digunakan untuk kucing jantan adalah 3 1/2 Fr. Terdapat tiga macam kateter urin yaitu flexible rubber feeding tube, kateter open-ended polypropylene, dan close-ended polypropylene.

Xylazin adalah anestetika umum yang penggunaannya praktis dan relatif aman dan hampir memenuhi syarat sebagai anestetika

Pembahasan
Pada kegiatan kali ini dilakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu, pasien

umum yang ideal, namun juga masih memiliki beberapa kelemahan yang klasik, yaitu efek depresif pada sistem sirkulasi dan

respirasi serta mempengaruhi suhu tubuh (Yusuf, 1987). Xylazin dapat

memudahkan masuknya kateter kedalam vesica urinaria, dilakukan fiksasi pada penis tegak lurus dan setelah terasa sudah tidak bisa masuk, tarik penis dan sejajarkan dengan posisi tubuh agar kateter masuk sepenuhnya ke dalam vesica urinaria.

mengakibatkan penurunan denyut jantung (bradikardi), hipertensi selintas yang diikuti oleh hipotensi yang lama dan penurunan suhu tubuh (Lumb and Jones. 1984). Dosis xylazin pada kucing 1,0-2,0 mg/kg secara intra muskular dengan mula kerja obat 3-5 menit (Plumb 1999). Pada anjing dan kucing onset kerja xylazin setelah pemberian secara

. Gambar 1. Urin kateter untuk kucing

intramuskular atau subkutan dapat terlihat dalam 10-15 menit dan pada pemberian intravena 3-5 menit. Efek analgesiknya dapat berlangsung 15-30 menit tetapi aksi sedasi 1-2 jam tergantung dari pemberian dosis. Recovery sempurna setelah Gambar2.Teknik pemasangan kateter kucing Daftar Pustaka Setelah diberi anastesi kucing Lumb, W.V and Jones, E.W. (1984). Veterinary Anesthesia. Second Edition. dicukur pada bagian testis dan penis agar rambut tidak menganggu proses kateterisasi sembari menunggu efek sedasi. Kateter diberi pelumas (KY Jelly) kateter Setelah untuk dan mulai

pemberian dosis antara 2-4 jam pada anjing dan kucing (Plumb 1999).

Washinton Square, Philadeiphia. Plumb D C (1999) Veterinary Drug Handbook. 3rd edn. Iowa State University Press, Ames Iowa.

memudahkan meminimalkan

masuknya iritasi.

mengalami efek sedasi, kemudian mulai dilakukan pemasangan kateter pada penis kucing dengan cara menguakkan ujung penis agar terlihat lubang penis,dan untuk