Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat. Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen Mata Kuliah Mantik serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moril maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau

menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini (Tanaqudh dan Ash) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada. Pandeglang, November 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................ DAFTAR ISI .......................................................................................

i ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................. B. Rumusan Masalah ............................................................. C. Tujuan ................................................................................ BAB II PEMBAHASAN A. Tanaqudh ............................................................................ B. Ask. .................................................................................... BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................ 11 2 8 1 1 1

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................

12

ii

MAKALAH TANAQUDH DAN ASK


Diajukukan untuk memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Mantiq

Disusun Oleh : Kelompok II 1. Elviani Lestari 2. Aan 3. Dewi Triwulan Dari 4. Iik Nurhikmah 5. E.Mitha Agustin

PROGRAM STUDI DIKSATRASIADA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATHLAUL ANWAR


BANTEN 2013
iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ilmu mantiq adalah ilmu yang berkaitan dengan pembicaraan yang masuk akal yang sesuai dengan keadaan dan kenyataan beserta argumentasi dan juga sesuai dengan dalil. Ilmu ini merupakan suatu metode dalam penelitian ilmiah sehingga dalam pembahasan Ilmu Mantiq tidak bisa dilepaskan dengan pembahasan sesuatu yang condong pada kebenaran dzatnya yang berlaku diantara manathiqah. Perkataan itu dipandang dari segi perkataan itu sendiri yang dapat condong kearah benar dan tidak benar, hal ini dalam ilmu mantiq disebut dengan qadhiyah atau khobar. Telah kita ketahui, logika atau mantiq mempelajari cara bernalar yang benar dan kita tidak bisa melaksanakannya tanpa memiliki dahulu pengetahuan yang menjadi premis. Dalam mempelajari ilmu ini kita pasti akan menemukan sub bahasan mengenai oposisi atau Tanaqudh, disini kami akan mencoba sedikit mengulas mengenai pembahasan tersebut mulai dari pengertian, sayarat-syarat, cara membuat, dan pembagian.

B. Rumusan Masalah 1. Apa dan bagaimana Tanaqudh? 2. Apa dan bagaimana ask?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui tentang Tanaqudh 2. Untuk mengetahui tentang Ask

BAB I PEMBAHASAN A. Tanaqudh 1. Pengertian Tanaqudh Perlawanan atau oposisi terdapat antara dua putusan, yang mempunyai subyek dan predikat yang sama, Tetapi berbeda-beda dalam luas dan/atau bentuknya (afirmatif/negatif). Perlawanan atau oposisi memegang peranan yang penting dalam pemikiran sebab, apabila antara dua putusan terdapat perlawanan atau oposisi, maka berpangkal dari putusan yang satu dapatlah kita ambil berbagai kesimpulan tentang benar atau salahnya putusan-putusan lawannya Tanaqudh menurut istilah mantiq, yaitu berbedanya qadhiyyah dipandang dari ijab (kepastian) salibah (tidak)-nya dan kebenarannya. Kalau qadhiyyah berbeda (tanaqudh) dengan sendirinya salah satu dari qodhiyyah itu pasti benar dan yang lain tidak benar (salah) Tanaqudh adalah dua qadhiyah berlawanan secara positif (ijabi) dan negatif (salabi) sehingga yang satu benar dan yang lainnaya salah. Tanaqudh menurut istilah mantiq yaitu: berbedanya dua qadhiyah dipandang dari ijabi (kepastian) salabi (tidak)-nya dan kebenarannya. Kalau dua qadhiyah berbeda (tanaqudh) dengan sendirinya salah satu dari qadhiyah itu pasti benar, dan yang lainnya salah. Contoh : Kelapa buah.(Q.1) ditanaqudhkan (diperlawankan) dengan : Kelapa bukan buah. (Q.2), maka (Q.1) benar,(Q.2) salah. Demikian halnya dengan : Emas barang tambang (Q.1) ditanaqudhkan (diperlawankan) dengan : Emas bukan barang tambang (Q.2), maka (Q.1) benar, (Q.2) salah.[1]

2. Cara Membuat Tanaqudh. Cara membuat tanaqudh adalah apabila qadhiyahnya memakai: a. Qodhiyah syahsyiyah atau qodhiyah muhmalah, cukup hanya

merubahkaifnya (kepastian tidaknya, ijab salibahnya) umpamanya: Yang asalnya : Kholid menulis (ijab) diubah menjadi : Kholid tidak menulis (salab). Jadi, hanya berubah yang asalnya mujabah menjadi salibah. b. Qodhiyah musawwaroh, cara mentanaqudhkan, yaitu dengan mengubah surnya. Jadi, jika qodhiyahnya : a. Mujibah kulliyah : semua manusia itu hewan, naqidhnya dengan salibah juziyah : tidaklah sebagian manusia itu hewan. b. Salibah kuliyah : Tidaklah setiap manusia itu hewan, naqidhnya dengan mujibah juziyah : Sebagian manusia itu hewan.

3. Tanaqudh Yang Benar. Untuk kebenaran tanaqudh diperlukan syarat-syarat sebagai berikut : a. Sama dalam segi maudhunya. Contoh : Ahmad dosen ~ ahmad bukan dosen (benar). Ahmad dosen ~ Ali bukan dosen (salah). b. Sama dalam segi mahmulnya. Contoh : Sari makan ~ Sari tidak makan (benar). Sari makan ~ Sari tidak makan (salah). c. Sama dalam segi waktunya. Contoh : Ali pulang hari ini ~ Ali tidak pulang hari ini (benar). Ali pulang hari ini ~ Ali tidak pulang kemarin (salah). d. Sama dalam segi tempatnya. Contoh : Salim duduk di depan kelas ~ Salim tidak duduk di depan kelas (benar).

Salim duduk di depan kelas ~ Salim tidak duduk di depan rumah (salah). e. Sama dalam hal cara yaitu antara disengaja dibuat agar menjadi sesuatu dengan tanpa sengaja dibuat tetapi menjadi sesuatu dengan sendirinya. Contoh : Anggur menjadi cuka dengan sendirinya ~ Anggur menjadi cuka tidak dengan sendirinya (benar). Anggur menjadi cuka dengan sendirinya ~ Anggur menjadi cuka tidak dengan diragi (salah) f. Sama dalam segi filinya. Contoh : Andi bisa berdiri dengan sendirinya ~ Andi bisa berdiri tidak dengan sendirinya (benar). Andi bisa berdiri dengan sendirinya ~ Andi bisa berdiri tidak dengan memakai tongkat (salah). g. Sama dalam segi juzinya. Contoh : Dahlan makan sebagian roti ini ~ Dahlan makan bukan sebagiannya dari roti ini (benar). Dahlan makan sebagian roti ini ~ Dahlan makan bukan seluruhnya dari roti ini (salah). h. Sama dalam segi kullinya. Contoh ; Semua mahasiswa STAIN kaya ~ Tidak semua mahasiswa STAIN kaya (banar). Semua mahasiswa STAIN kaya ~ Sebagian mahasiswa STAIN kaya (salah). i. Sama dengan segi alatnya Contoh : Saya makan dengan menggunakan sendok ~ Saya makan tidak dengan sendok (benar).

Saya makan menggunakan sendok ~ Saya makan tidak dengan garpu (salah). j. Sama dalam segi alatnya Contoh : Ia berhenti merokok karena sakit ~ Ia berhenti merokok karena tidak sakit (benar). Ia berhenti merokok karena sakit ~ Ia berhenti merokok karena tidak punya uang (salah). k. Sama dalam segi idhofahnya Contoh : Umar abu rani sehat ~ Umar abu rani tidak sehat (benar). Umar abu rani sehat ~ Umar abu rita tidak sehat (salah).

4. Macam Tanaqudh. a. Tanaqudh Qadhiyyah Hamliyah 1) Syakhshiyah Mujibah Contoh: Itu Muhammad 2) Kuliyyah Mujibah Contoh: Setiap yang tumbuh butuh makanan Kadang-kadang tidak setiap yang tumbuh butuh makanan. 3). Juziyah Mujibah Contoh: Sebagian bangsa sudah merdeka Tiada satu pun bangsa sudah merdeka. 4) Muhmalah mujibah Contoh: Kelapa buah kelapa bukan buah lawan kulliyah salibah lawan kulliyah Salibah lawan Itu bukan Muhammad juziyah Salibah lawan syakhshiyah Salibah

b. Tanaqudh Qadhiyyah Syartiyah Muttashilah 1) Makahshushah Mujibah Contoh: Jika Amin rajin, ia akan berhasil Tidaklah, jika Amin rajin ia akan berhasil. 2) Kulliyah Mujibah Contoh: Setiap kali bangsa bersatu pembangunan akan berhasil 3) Juziyah Mujibah Contoh: Kadang-kadang murid rajin mendapat hadiah Tidak sama sekali, jika murid rajin ia mendapat hadiah 4) Muhmallah Mujibah Contoh: Jika harga migas naik, pasaran internasional ramai Tidak sama sekali, jika harga migas naik, pasaran internasional ramai. lawan kulliyah Salibah tidaklah, setiap kali bersatu pembangunan berhasil lawan kulliyah Salibah lawan Juziyah Salibah lawan Makhshushah Salibah

c.

Tanaqudh Qadhiyah Syarthiyah Munfashillah 1) Makhshushah Mujibah Contoh: Adakalanya Ali di kampus hari ini atau di luar kampus Tidaklah, adakalanya Ali di kampus hari ini atau di luar kampus 2) Kulliyah Mujibah Contoh: Selamanya, adakalanya suatu kadang-kadang lawan juziyah Salibah lawan Makhshushah Salibah

berita benar atau salah 3) Juziyah Mujibah Contoh: Kadang-kadang adakalanya sayur banyak di pasar, adakalanya sedikit

adakalanya suatu berita benar atau salah lawan kulliyah Salibah

Tidak sama sekali, adakalanya sayur banyak di pasar, adakalanya sedikit

4). Muhmalah Mujibah Contoh: Adakalanya mobil berjalan, adakalanya berhenti

lawan

kulliyah Salibah

Tidak sama sekali, adakalanya mobil berjalan, adakalanya berhenti.

5. Syarat Lainnya Untuk Tanaqudh. a. Pada qadhiyah syartiyah muttasilah, kedua qadhiyah yang diperlawankan harus sama dalam hal luzumiyah (keterkaitan antara muqadam dan tali secara keharusan) dan itifaqiyah (keterkaitan antara muqadam dan tali secara kebetulan). b. Pada qadhiyah syartiyah munfasilah, kedua qadhiyah yang diperlawankan harus sama dalam hal inadiyah (perlawanan antara muqadam dan tali berlaku dengan sendirinya) dan itifaqiyah(perlawanan antara muqadam dan tali berlaku secara kebetulan). c. Kuliyah dengan kuliyah yang maudhu-nya memakai sur, begitu juga juziyah dengan juziyah yang memakai sur, tidak bisa diperlawankan, jika lebih umum daripada mahmul-nya karena kedua kuliyah yang diperlawankan akan menjadi salah dan kedua juziyahyang diperlawankan akan menjadi benar. Padahal, dalam ketentuan tanaqudh, qadhiyah yang satu harus benar dan yang lainnya harus salah.

Contoh tanaqudh kuliyah mujibah dengan kuliyah salibah yang memakai sur : Setiap yang bulat kelapa (salah) Diperlawankan dengan : Tidak ada satupun dari kelapa itu bulat (salah). Keterangan: Ternyata kedua qadhiyah salah, karena maudhu lebih umum daripada mahmul. Contoh tanaqudh juziyah mujibah dengan juziyah salibah yang memakai sur: Sebagian barang tambang itu emas (benar). Diperlawankan dengan : Sebagian barang tambang bukan emas (benar). Keterangan : Ternyata kedua qadhiyah benar, karena maudhu lebih umum daripada mahmul. Tanaqudh menjadi salah jika kedua qadhiyah sama-sama benar atau sama-sama salah.

B. Konversi atau Aks [Pembalikkan] 1. Pengertian Aks Pembalikan adalah pengungkapan kembali kebenaran yang

terkandung dalam suatu proposisi dengan cara menukar tempatkan term subyek dengan term predikatnya, tanpa mengubah kualitas (bentuk) proposisi itu. Karena dalam suatu proposisi terjadi suatu hubuangan antar termsubyek dan term predikatnya, maka berdasarkan itu dapat pula disimpulkan mengenai hubungan antara term predikat dan term subyeknya. Agar kesimpulan dari pembalikan itu benar, luas term subyek dalam kesimpulan harus tetap sama dengan luas term predikat dalam proposisi asal (premis). Hal ini tidak begitu sulit apabila dalam proposisi premisnya luas term subyek dan luas term predikatnya sama: kedua-keduanya universal atau kedua-duanya partikular.

Yaitu menjadikan bagian pertama dari qadhiyah [kalimat] pertama menjadi bagian kedua dari qadhiyah [kalimat] kedua, dan bagian kedua dari qadhiyah [kalimat] kedua menjadi bagian pertama qadhiyah [kalimat] pertama. 2. Pembagian Aks a. Aks Qadhiyah Hamliyah Merubah maudhu [subjek] qadhiyah I menjadi mahmul [predikat] qadhiyah II dan merubah mahmul [predikat] qadhiyah II menjadi maudhu [subjek]qadhiyah I. Rumus : [S1 P1] menjadi [P1 S1] Contoh : Q I > Setiap orang Pekalongan adalah bangsa Indonesia. Q II > Sebagian orang Indonesia adalah orang Pekalongan. 1) Mujibah kulliyah kebalikannya Mujibah juziyah 2) Salibah kulliyah kebalikannya Salibah kulliyah 3) Mujibah juziyah kebalikannya Mujibah juziyah 4) Salibah juziyah balikannya tidak ada *catatan : mujibah [positif], salibah [negatif], kulliyah [semua], juziyah [sebagian] b. Aks Qadhiyah Syartiyah Muttashillah 1) Mujibah kulliyah kebalikannya Mujibah juziyah 2) Salibah kulliyah kebalikannya Salibah kulliyah 3) Mujibah juziyah kebalikannya Mujibah juziyah 4) Salibah juziyah balikannya tidak ada Ada dua macam pembalikan, yaitu: a. Pembalikan sederhana yang meliputi pembalikan terhadap proposisi E dan I Proposisi E dibalik menjadi proposisi E karena luas term subyek dan term predikat sama-sama universal. Artinya proposisi E kalau dibalik tetap menjadi proposisi E. Contoh: Premis: Semua mahasiswa bukan anak kecil (proposisi E)

Kesimpulan: Semua anak kecil bukan mahasiswa (proposisi E) Pembalikan proposisi I pada proposisii I luas term subyek dan term predikat partikular. Dengan demikian proposisi I kalau dibalik tetap menjadi proposisi I. Misalnya: Premis: Beberapa mahasiswa berlatih karate (proposisi I) Kesimpulan: Beberapa yang berlatih karate adalah mahasiswa (proposisi I). b. Pembalikan dengan pembatasan yang berlaku pada proposisi A. Luas term predikat proposisi A adalah partikular. Kalau dibalik secara sederhana begitu saja, maka term predikat yang semula partikular akan menjadi universal. Contoh: Premesi: Semua buku logika adalah buku penting (proposisi A: luas term buku penting adalah partikular). Kesimpulan: Semua buku penting adalah buku logika (proposisi A : luas term buku penting menjadi universal). Jelaslah bahwa kesimpulan di atas salah. Untuk mendapatkan pembalikan yang tepat terhadap proposisi A, haruslah dilakukan dengan membatasi luas term subyek dalam proposisi kesimpulan menjadi partikular. Itu berarti pembalikan terhadap contoh di atas seharusnya adalah:

10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Perlawanan atau oposisi terdapat antara dua putusan, yang mempunyai subyek dan predikat yang sama, Tetapi berbeda-beda dalam luas dan/atau bentuknya (afirmatif/negatif). Perlawanan atau oposisi memegang peranan yang penting dalam pemikiran sebab, apabila antara dua putusan terdapat perlawanan atau oposisi, maka berpangkal dari putusan yang satu dapatlah kita ambil berbagai kesimpulan tentang benar atau salahnya putusan-putusan lawannya Tanaqudh menurut istilah mantiq, yaitu berbedanya qadhiyyah dipandang dari ijab (kepastian) salibah (tidak)-nya dan kebenarannya. Kalau qadhiyyah berbeda (tanaqudh) dengan sendirinya salah satu dari qodhiyyah itu pasti benar dan yang lain tidak benar (salah)

11

DAFTAR PUSTAKA

A.K Baihaqi. 2007. Teknik berfikir logik. Bandung : Darul Ulum Press. Djalil,basiq. 2010. Logika (ilmu mantiq). Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Faith, Muhammad. Risalah ilmu mantiq. Ponpes Al-Anwar Suburan Mranggen Demak. Mustofa, Cholil Bisri. 1974. Ilmu Mantiq Terjemahan Assalamul Munawaroh. Bandung : PT Al-Maarif.

12