Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN Ginjal adalah organ yang mempunyai fungsi vital dalam tubuh manusia.

Fungsi utama ginjal adalah untuk mengeluarkan bahan buangan yang tidak diperlukan oleh tubuh dan juga mensekresi air yang berlebihan dalam darah. Ginjal memproses hampir 200 liter darah setiap hari dan menghasilkan kurang lebih 2 liter urin. Bahan buangan adalah hasil daripada proses normal metabolisme tubuh seperti penghadaman makanan, degradasi jaringan tubuh, dan lain-lain. Ginjal juga memainkan peran yang penting dalam mengatur konsentrasi mineral-mineral dalam darah seperti kalsium, natrium dan kalium. Selain itu ia berfungsi untuk mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam-basa darah, serta sekresi bahan buangan dan lebihan garam. eadaan dimana fungsi ginjal mengalami penurunan yang progresif se!ara perlahan tapi pasti, yang dapat men!apai "0 # dari kondisi normal menuju ketidakmampuan ginjal ditandai tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan !airan dan elektrolit, menyebabkan uremia disebut dengan gagal ginjal kronik. Gagal Ginjal ronik $GG % atau penyakit ginjal tahap akhir $&S'(% adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progresif dan irreversible. (imana kemampuan tubuh untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan !airan dan elektrolit gagal, menyebabkan uremia yaitu retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah.

BAB II ISI G)G)* G+,-)* '.,+ /&')0+ 1)0( 2.2. (&F+,+S+ 0enyakit Ginjal ronik adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat

progresif dan irreversibel. 0asien yang mengalami penurunan fungsi ginjal berat atau fungsi ginjal hanya 23-24# maka dia harus menyiapkan terapi pengganti ginjal. Sedangkan jika fungsi ginjal kurang dari 23# maka sudah dikatakan gagal ginjal dan harus melakukan hemodialisis $!u!i darah% dan transplantasi darah. ,amun kini ada pilihan lain untuk pengobatan ginjal kronik dengan 1)0( $1ontinous )mbulatory 0eritoneal (ialysis%. 1)0( adalah suatu teknik dialisis kronik dengan efisiensi rendah sehingga bila tidak dilakukan 25 jam per hari dan 6 hari per minggu tidak adekuat untuk mempertahankan pasien GG stadium akhir. 1)0( dilakukan 7-3 kali per hari, 6 hari per minggu dengan setiap kali !airan dialisis dalam !avum peritoneum $d8elltime% lebih dari 5 jam. 9mumnya d8ell-time pada 8aktu siang 5-" jam, sedangkan 8aktu malam : jam. 2.2. 0)/.F+S+.*.G+ 0enyebab dari gagal ginjal kronik biasanya dipengaruhi oleh penyakit sistemik seperti diabetes melitus, glumerulonefritis, pielonefritis, hipertensi yang tidak dikontrol, obtruksi traktus urinarius, penyakit ginjal polikistik, infeksi dan agen toksik. fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein $yang normalnya dieksresikan kedalam urine% tertimbun dalam darah. /erjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh, semakin banyak yang timbunan produk sampah, maka gejala akan semakin berarti dan akan membaik setelah dialisis. Banyak permasalahan yang mun!ul pada ginjal sebagai akibat dari penurunan glomeruli yang berfungsi, yang menyebabkan penurunan !learens substansi darah yang seharusnya dibersihkan oleh ginjal. 0erjalanan penyakitnya dapat dibagi menjadi tiga stadium, yaitu ;

Stadium + $0enurunan !adangan ginjal%. Fungsi ginjal antara 50 # - 63 #, pada stadiusm ini kreatinin serum dan kadar

urea dalam darah $B9,% normal, pasien asimtomatik. Gangguan fungsi ginjal hanya dapat terdeteksi dengan memberi kerja yang berat pda ginjal tersebut, seperti tes pemekatan urine yang lama atau dengan mengadakan tes Glomerolus Filtrasi 'ate $GF'% yang teliti. Stadium ++ $+nsufisiensi ginjal% Fungsi ginjal antara 20 < 30 #, pada tahap ini kadar B9, baru mulai meningkat melebihi kadar normal. /imbul gejala < gejala nokturia $pengeluaran urine pada 8aktu malam hari yang menetap samapai sebanyak 600 ml, dan poliuria $peningkatan volume urine yang terus menerus%. 0oliuria pada gagal ginjal lebih besar pada penyakit terutama menyerang tubulus, meskipun poliuria bersifat sedang dan jarang lebih dari 7 liter=hari. Stadium +++ $9remi gagal ginjal%. Fungsi ginjal kurang dari 20 #, pada stadium akhir sekitar 40 # dari massa nefron telah han!ur, taua hanya sekitar 200.000 nefron yang masih utuh. ,ilai GF' hanya 20 # dari keadaan normal, kreatinin sebesar 3 < 20 ml per menit atau kurang. Gejala < gejala yang timbul !ukup parah anatara lain mual, muntah, nafsu makan berkurang, sesak nafas, pusing atau sakit kepala, air kemih berkurang, kurang tidur, kejang < kejang dan akhirnya terjadi penurunan kesadaran sampai koma. 0enderita akan mengalami oliguria $pengeluaran urine kurang dari 300 ml% karena kegagalan glomerulus meskipun proses penyakit mula < mula menyerang tubulus ginjal. 2.7. G&-)*)= /),() 0enyakit ginjal kronik akan menyebabkan beberapa gangguan pada berbagai organ tubu; Sistem ardiovakuler /anda dan gejala ; >ipertensi, pitting edema $kaki, tangan, sa!rum%. &dema periorbital, fi!tion rub peri!ardial, dan pembesaran vena jugularis, gagal jantung, perikardtis takikardia dan disritmia. Sistem +ntegument

/anda dan gejala ; ?arna kulit abu < abu mengkilat, kulit kering bersisik, pruritus, e!himosis, kulit tipis dan rapuh, rambut tipis dan kasar, turgor kulit buruk, dan gatal < gatal pada kulit. Sistem 0ulmoner /anda dan gejala ; Sputum kental , nafas dangkal, pernafasan kusmaul, udem paru, gangguan pernafasan, asidosis metaboli!, pneumonia, nafas berbau amoniak, sesak nafas. Sistem Gastrointestinal /anda dan gejala ; ,afas berbau amoniak, ulserasi dan perdarahan pada mulut, anoreksia, mual, muntah, konstipasi dan diare, perdarahan dari saluran gastrointestinal, sto,atitis dan pankreatitis. Sistem ,eurologi /anda dan gejala ; elemahan dan keletihan, konfusi, disorientasi, kejang, penurunan konsentrasi, kelemahan pada tungkai, rasa panas pada telapak kaki, dan perubahan perilaku, malaise serta penurunan kesadaran. Sistem @uskuloskletal /anda dan gejala ; Sisem 9rinaria /anda dan gejala ; .liguria, hiperkalemia, distropi renl, hematuria, proteinuria, anuria, abdomen kembung, hipokalsemia, hiperfosfatemia, dan asidosis metabolik. Sistem 'eproduktif /anda dan gejala ; )menore, atropi testikuler, penurunan libido, infertilitas. ram otot, kekuatan otot hilang, fraktur tulang, foot drop, osteosklerosis, dan osteomalasia.

2.5. @&/)B.*+S@& A)/ G+A+ 0rotein makanan adalah sumber utama nitrogen yang dimetabolisme oleh tubuh. )sam amino yang dihasilakna dari pen!ernaan makanan diserap melalui sel epitel usus dan masuk ke dalam darah. Berbagai sel mengambil asam amino ini yang kemudian masuk menjadi simpanan di dalam sel. )sam amino tersebut digunakan

untuk membentuk protein dan senya8a lainnya yang mengandung nitrogen, atau dioksidasi untuk menghasilkan energi. 0ada gagal ginjal kronik fungsi normal ginjal menurun, produk akhir metabolisme protein yang normalnya diekskresi melalui urin tertimbun dalam darah. +ni menyebabkan uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh penderita. Semakin banyak timbunan produk bahan buangan, semakin berat gejala yang terjadi. 0enurunan jumlah glomerulus yang normal menyebabkan penurunan kadar pembersihan substansi darah yang seharusnya dibersihkan oleh ginjal. (engan menurunnya *FG, ia mengakibatkan penurunan pembersihan kreatinin dan peningkatan kadar kreatinin serum terjadi. >al ini menimbulkan gangguan metabolisme protein dalam usus yang menyebabkan anoreksia, nausea dan vomitus yang menimbulkan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. 0eningkatan ureum kreatinin yang sampai ke otak bisa mempengaruhi fungsi kerja, mengakibatkan gangguan pada saraf, terutama pada neurosensori. Selain itu blood urea nitrogen $B9,% biasanya juga meningkat. 0ada penyakit ginjal tahap akhir urin tidak dapat dikonsentrasikan atau dien!erkan se!ara normal sehingga terjadi ketidakseimbangan !airan elektrolit. ,atrium dan !airan tertahan meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung kongestif. 0enderita akan menjadi sesak nafas, akibat ketidakseimbangan asupan Bat oksigen dengan kebutuhan tubuh. (engan tertahannya natrium dan !airan bisa terjadi edema dan ascites. >al ini menimbulkan risiko kelebihan volume !airan dalam tubuh, sehingga perlu diperhatikan keseimbangan !airannya. Semakin menurunnya fungsi ginjal, terjadi asidosis metabolik akibat ginjal mengekskresikan muatan asam $>C% yang berlebihan. -uga terjadi penurunan produksi hormon eritropoetin yang mengakibatkan anemia. (engan menurunnya filtrasi melalui glomerulus ginjal terjadi peningkatan kadar fosfat serum dan penurunan kadar serum kalsium. 0enurunan kadar kalsium serum menyebabkan sekresi parathormon dari kelenjar paratiroid. *aju penurunan fungsi ginjal dan perkembangan gagal ginjal kronis berkaitan dengan gangguan yang mendasari, ekskresi protein dalam urin, dan adanya hipertensi 2.3. /9-9), (), SD)')/ (+&/ 0ada 1)0( $1ontinous )mbulatory 0eritoneal (ialysis%= (0@B $(ialisis 0eritoneal @andiri Berkesinambungan%, terjadi;

ehilangan protein $terutama albumin 30#, imunoglobulin 23,"#% ehilangan protein ini akan mengakibatkan !adangan protein tubuh

sebanyak 3-23 gram= 25 jam atau 2,3-7 gram asam amino. berkurang. /erapi (iet /ujuan; @en!ukupi kebutuhan protein untuk menggantikan protein yang hilang dalam dialisis dan menjaga keseimbangan nitrogen. @engatur asupan kalium @embatasi asupan fosfor untuk mengontrol hiperfosfstemia dan osteodistrofi renal. Syarat; &nergi 73 kkal= g BB, arbohidrat sebagai sumber tenaga, 30-"0# dari total kalori biologis tinggi% *emak E 70# diutamakan lemak tidak jenuh ebutuhan !airan disesuaikan dengan jumlah pengeluaran urine sehari ditambah pengeluaran !airan elalui pernafasan dan keringat E 300 ml. Garam disesuaikan dengan ada tidaknya hipertensi serta penumpukan !airan dalam tubuh, pembatasan garam berkisar 2-7 g= hari. alium disesuaikan dengan kondisi ada tidaknya hiperkalemia 50-60 m&F= hari apabila ada hiperkalemia $kalium darah G 3,3 m&F%, oliguria, atau anuria. Fosfor yang dianjurkan 500-400 mg= hari. alsium 2000-2500 mg= hari folat; 0,3-2 mg, Hit 1; 200-200 mg, Hit B2; 70-50 mg= hari. 2.". @) ),), D),G B.*&> (), /+() B.*&> Bahan makanan yang dianjurkan

0rotein 2,2-2,5; 2,3 0erironitis $30# berasal dari protein bernilai

Hitamin !ukup, bila perlu diberikan suplemen B"; 20-23 mg, asam

Sumber

arbohidrat; nasi, bihun, mie makaroni, jagung, roti, k8ethiau,

kentang, tepung-tepungan, madu, sirup, permen, dan gula. Sumber protein he8ani; telur, susu, daging, ikan, ayam. Sumber lemak; minyak kelapa sa8it, minyak jagung, minyak kedele, minyak ka!ang tanah, margarin tendah garam, mentega. Sumber vitamin dan mineral; Semua sayur dan buah, ke!uali jika pasien mengalami perlu menghindari buah dan sayur tinggi kalium dan perlu pengelolaan khusus yaitu dengan !ara merendam sayur dan buah dalam air hangat selama 2 jam, setelah itu air rendaman dibuang, sayur= buah di!u!i kembali dengan air yang mengalir dan untuk buah dapat dimasak menjadi setup buah= !o!ktail buah. Bahan makanan yang dihindari Sumber 0rotein; tahu. Sumber lemak; kelapa, santan, minyak kelapa, margarin, mentega biasa dan lemak he8an. Sumber vitamin dan mineral; sayuran dan buah tinggi kalium pada pasien dengan hiperkalemia. a!ang-ka!angan dan hasil olahannya, seperti tempe dan

B)B +++ 0&,9/90

7.2 esimpulan Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak serta dapat menambah reverensi pengetahuan mengenai penyakit Gagal ginjal kronik terapi 1)0( $1ontinous )mbulatory 0eritoneal (ialysis%. ami menyadari bah8a dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, sehingga kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

()F/)' 09S/) )

,oer, @.S., 200". Gagal Ginjal Kronik Pada Anak, Fakultas )vailable from; I)!!essed 2 ,ovember 2022J

edokteran 9,)+'.

http;==888.pediatrik.!om=pkb=200"0220-mFb0gj-pkb.pdf.

+sna8ati, @. 2022./erapi GiBi @edis 0ada 0enyakit-0enyakit Ginjal $Gagal Ginjal )kut, Gagal Ginjal ronik%. @ateri 0erkuliahan, mata kuliah (iatetik *anjut 0oltekkes emenkes Semarang -urusan GiBi. Sudoyo, )ru ?, dkk $ed%. 2004. Buku )jar; +lmu 0enyakit (alam edisi kelima jilid ++. -akarta; +nterna 0ublishing. Sitepoe, @. 200:. 0enyakit. /erjK )ndre8s @ar!ia, dkk. -akarta; Gramedia. )lmatsier, sunita. 200". 0enuntun (iet edisi baru. -akarta; Gramedia. Suyono, -oko, dkk $ed%. Biokimia -akarta; &G1. edokteran (asar; Sebuah pendekatan klinis.