Anda di halaman 1dari 10

TUGAS AUIDITING I NAMA : ANNISA RAHMA NPM : 120110110140 KELAS : PAK SONNY DEVANO / RABU 09.

30 C41

1. Perusahaaan yang direncanakan akan di audit : PT Telekomunikasi Indonesia. Tbk ( Telkom ) 2. Tahapan Audit yang direncanakan: i. Preplan i. Penerimaan Klien Klien merupakan klien baru untuk auditor, maka akan dilakukan Korespondensi dengan auditor sebelumnya Wawancara dengan pihak ketiga ( berhubungan dengan perusahaan namun bukan orang dalam perusahaan ) Mencari tahu keadaan perusahaan dari berita dan lain lain. ii. Mengidentifikasi alasan klien utnuk di audit Perusahaan merupakan perusahaan komersil dengan bentuk perseroan terbatas terbuka (go public) jadi harus mempertanggungjawabkan operasi perusahaan kepada investor Proses yang dilakukan: a. me-review data industri b. me-review informasi bisnis klien c. mengadakan tinjauan operasi klien d. mengajukan pertanyaan kepada manajemen e. me-review kertas kerja tahun lalu Dokumen yang dibutuhkan: a. Annual report b. Laporan keuangan tahun berjalan c. AD/ART dan SOP perusahaan d. Notes review diskusi dengan manajemen iii. Staff Untuk Penugasan Perusahaan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang komunikasi dan staff yang ditugaskan haruslah merupakan staff yang ahli dalam bidang ini agar lebih efisien dalam audit. Prosedur yang dilakukan : a. Menentukan Supervisor, Senior audit dan Junior audit yang dibutuhkan b. Menentukan apakah butuh tenaga ahli dalam pekerjaan ini ( spt : appraisal ) c. Menentukan hubungan antara staff dengan klien Dokumen yang dibutuhkan : a. Notes review diskusi dengan manajemen b. Annual report c. Notes review diskusi dengan staff iv. Waktu dan Penjadwalan Kerja Auditor akan menentukan perancanaan akan penjadwalan kerja dengan klien dan untuk kapan laporan audit tersebut dibutuhkan Prosedur yang dilakukan: a. Menentukan waktu penugasan yang tidak akan membatasi ruang lingkup audit b. Membuat Jadwal kerja c. Menghitung time budget yang dibutuhkan

v. Membuat surat penugasan kerja ( Engagement Letter ) Tujuan dibuatnya surat penugasan adalah untuk mengurangi salah pengertian sehingga harus dibuat secara tertulis. Surat penugasan adalah kesepakatan antara KAP dengan klien, isi dari surat tersebut adalah menyatakan identifikasi perusahaan dan tujuan audit, batasan dari penugasan, batas waktu, tanggung jawab manajemen, bentuk laporan audit, info internal control, bantuan akan diberikan atau daftar rincian yang perlu disiapkan untuk auditor, serta honorariuran. ii. Obtain Background Information and Information About Clients Legal Obligations Auditor harus memiliki tentang ciri-ciri lingkungan kegiatan perusahaan klien yang akan diaudit yang berguna sebagai acuan dalam menentukan surat penugasan atau perlu tidaknya prosedur-prosedur audit khusus. Prosedur yang dilakukan: a. meninjau lokasi pabrik dan kantor b. menelaah kebijakan-kebijakan penting perusahaan c. mereview data industri dan bisnis perusahan d. diskusi dengan manajemen perusahaan mengenai proses bisnis, internal control dan related party Dokumen yang dibutuhkan: a. Data industri (publikasi2, textbooks, industry audit & accounting guides etc) b. Data bisnis klien (akte pendirian, AD/ART, notulen2 rapat direksi/pemegang saham, laporan2 interim, SPT, laporan2 kepada pihak ekstern/pemerintah, kontrak2 kerja, perjanjian2 pinjaman/kredit etc). c. Layout kantor perusahaan dalam proses bisnisnya d. Annual report e. Daftar Pemegang saham iii. Melakukan prosedur analitis Melakukan analisis ini sangat penting artinya karena dengan demikian keseluruhan kegiatan pemeiksaan dapat tergambar didalamnya. Prosedur analitis ini diantaranya: i. Mengidentifikasi perhitungan atau perbandingan yang akan dilakukan Jenis perhitungan dan perbandingan data yang digunakan adalah : Perbandingan data absolut. Prosedur ini membandingkan jumlah saat ini, seperti saldo akun, dengan suatu jumlah yang diharapkan atau diprediksi. Laporan keuangan ukuran umum. Prosedur ini membandingkan presentasi dari total yang berhubungan yang direpresentasikan oleh komponen laporan keuangan dengan jumlah yang diharapkan. Analisis rasio. Sejumlah rasio yang seringkali digunakan oleh manajemen atau analisis keuangan dapat dihitung dan dibandingkan dengan nilai yang diharapkan untuk rasio tersebut. Jumlah dari hasil perhitungan dapat dianalisis secara individual atau dalam kelompok yang berhubungan seperti rasio solvabilitas, efisiensi, dan profitabilitas. Analisis tren. Analisis tren melibatkan perbandingan beberapa data bagi lebih dari dua periode akuntansi untuk mengidentifikasi perubahan penting yang mungkin

ii.

iii.

iv.

v.

vi.

tidak nyata dari perbandingan yang terbatas pada periode saat ini dan periode masa lalu Hubungan informasi keuangan dengan informasi nonkeuangan. Data nonkeuangan seperti jumlah karyawan, luas ruang penjualan, dan volume barang yang diproduksi mungkin berguna dalam memperkirakan saldo akun yang berhubungan seperti beban gaji, penjualan, dan harga pokok produksi. Mengembangkan ekspektasi Informasi keuangan klien untuk periode masa lalu yang daoat dibandingan memberikan pertimbangan bagi perubahan yang diketahui. Secara sederhana diasumsikan bahwa suatu saldo akun periode berjalan, persentase ukuran umum, rasio atau hubungan antara data keuangan dan data nonkeuangan harus memperkirakan jumlah periode masa lalu. Hasil yang diantisipasi berdasarkan anggaran formal dan peramalan. Pendekatan ini termasuk anggaran yang disiapkan klien, dan peramalan yang disiapkan oleh auditor. Hubungan antara elemen-elemen informasi keuangan dalam suatu periode. Hal ini termasuk mempertimbangkan bagaimana perubahan dalam satu aun diharapkan akan mempengaruhi akun lainnya. Data industri. Persentase ukuran umum, rasio, dan data tren perusahaan dalam suatu industri tersedia untuk tujuan perbandingan dari sumber-sumber. Melaksanakan perhitungan atau perbandingan. Langkah ini termasuk mengakumulasi data yang akan digunakan dalam menghitung jumlah absolut dan persentase perbedaan antara jumlah saat ini dan tahun lal, menghitung data ukuran umum serta data rasio, dan lain sebagainya. Selain itu, langkah ini juga termasuk pengumpulan data industri untuk tujuan perbandingan. Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan. Analisis mengenai data rasio yang tepat menyediakan penilaian berkelanjutan atas solvabilitas, efisiensi dan profitabilitas relatig terhada tahun lalu dan terhadap perusahaan lain dalam industri yang sama. Secara serupa, perbandingan data entitas tahun berjalan dan tahun lalu akan membantu auditor untuk memahami dampak kejadian atau keputusan penting terhadap laporan keuangan entitas. Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan tersebut. Hal ini biasanya melibatkan pertimbangan ulang metode-metode dan faktor-faktor yang digunakan dalam mengembangkan ekspektasi dan mengajukan pertanyaan kepada manajemen. Menentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit. Perbedaan signifikan yang tidak dapat dijelaskan biasanya dianggap sebagai indikasi suatu peningkatan risiko salah saji dalam akun-akun yang terlibat dalam perhitungan perbandingan. Dalam kasus ini, auditor biasanya akan merencanakan untuk melaksanakan pengujian yang ebih mendetil terhadap akun-aku tersebut. Prosedur analitis sering menyediakan auditor petunjuk mengenai apakah suatu akun lebih mungkin dinyatakan lebih saji atau kurang saji. Dengan mengarahkan perhatian auditor terhadap bidang-bidang yang memiliki risiko lebih tinggi, prosedur analitis dapat memberikan kontribusi bagi pelaksanaan audit yang lebih efektif dan efisien.

iv. Menentukan materialitas dan menetapkan risiko audit yang dapat diterima. i. Menentukan materialitas Menghitung materialitas Informasi tambahan : - kas dan aset tetap kecil resiko -piutang dan persediaan besar resiko Sample yang diuji : 50% dari akun Sala saji : 10% Sample error : 10% a. Materialitas sudut pandang balance sheet PM (prieliminary misdjugement ): 0,5% - 1,5% = 1% Dari audit tahun lalu:

Akun
Aset lancar Kas dan setara kas Piutang usaha Piutang lainnya Persediaan beban dan uang bayar muka tagihan restitusi pajak pajak dibayar dimuka aset tersedia untuk dijual Total aset tidak lancar penyertaan jangka panjang aset tetap beban manfaat pensiun bayar muka uang muka dan aset tidak lancar lainnya aset tidak berwujud aset pajak tangguhan total jumlah aset

Plan A

Plan B

131.160.000.000 45.220.000.000 1.860.000.000 5.790.000.000 37.210.000.000 4.360.000.000 3.720.000.000 0 279.730.000.000

11,777% 4,060% 0,167% 0,520% 3,341% 0,391% 0,334% 0,000% 25,117%

55.684.500.000 111.369.000.000 66.821.400.000 22.273.800.000 37.210.000.000 4.360.000.000 3.720.000.000 0 311.833.200.000

5% 10% 6% 2% 3% 1% 1% 0% 28%

2.750.000.000 770.470.000.000 10.320.000.000 35.100.000.000 14.430.000.000 890.000.000 833.960.000.000 1.113.690.000.000

0,247% 69,182% 0,927% 3,152% 1,296% 0,080% 74,883% 100,000%

11.136.900.000 723.898.500.000 11.136.900.000 33.410.700.000 11.136.900.000 11.136.900.000 801.856.800.000 1.113.690.000.000

1% 65% 1% 3% 1% 1% 72% 100%

Akun aset lancar


Kas dan setara kas Piutang usaha Piutang lainnya Persediaan beban dan uang bayar muka tagihan restitusi pajak pajak dibayar dimuka aset tersedia untuk dijual Total aset tidak lancar penyertaan jangka panjang aset tetap beban manfaat pensiun bayar muka uang muka dan aset tidak lancar lainnya aset tidak berwujud aset pajak tangguhan total jumlah aset

Amount

salah saji yang dapat ditoleransi (plan b)


55.684.500.000 111.369.000.000 66.821.400.000 22.273.800.000 37.210.000.000 4.360.000.000 3.720.000.000 0 311.833.200.000 11.136.900.000 723.898.500.000 11.136.900.000 33.410.700.000 11.136.900.000 11.136.900.000 801.856.800.000 1.113.690.000.000

estimated eror
salah saji yang diketahui

sampling eror
131.160.000.000 45.220.000.000 1.860.000.000 5.790.000.000 37.210.000.000 4.360.000.000 3.720.000.000 0 279.730.000.000 2.750.000.000 770.470.000.000 10.320.000.000 35.100.000.000 14.430.000.000 890.000.000 833.960.000.000 1.113.690.000.000

total
1.442.760.000.000 497.420.000.000 20.460.000.000 63.690.000.000 409.310.000.000 47.960.000.000 40.920.000.000 0 3.077.030.000.000 30.250.000.000 8.475.170.000.000 113.520.000.000 386.100.000.000 158.730.000.000 9.790.000.000 9.173.560.000.000 12.250.590.000.000

13.116.000.000.000 4.522.000.000.000 186.000.000.000 579.000.000.000 3.721.000.000.000 436.000.000.000 372.000.000.000 0 27.973.000.000.000 275.000.000.000 77.047.000.000.000 1.032.000.000.000 3.510.000.000.000 1.443.000.000.000 89.000.000.000 83.396.000.000.000 111.369.000.000.000

1.311.600.000.000 452.200.000.000 18.600.000.000 57.900.000.000 372.100.000.000 43.600.000.000 37.200.000.000 0 2.797.300.000.000 27.500.000.000 7.704.700.000.000 103.200.000.000 351.000.000.000 144.300.000.000 8.900.000.000 8.339.600.000.000 11.136.900.000.000

Tingkat Materialitas : Sangat Materialitas

b. Materialitas sudut pandang laporan laba rugi PM (prieliminary misdjugement ): 5% - 10% = 8%

Akun
Pendapatan beban operasi beban penyusutan beban karyawan beban interkoneksi beban pemasaran beban umum dan adm rugi selisih kurs penghasilan lain-lain beban lain-lain laba usaha penghasilan pendanaan biaya pendanaan bagian rugi bersih entitas asosiasi laba sebelum pph

amount
71.143.000.000.000 (16.803.000.000.000) (14.456.000.000.000) (9.786.000.000.000) (4.667.000.000.000) (3.094.000.000.000) (3.036.000.000.000) (189.000.000.000) 2.559.000.000.000 (1.973.000.000.000) 26.088.000.000.000 596.000.000.000 (2.055.000.000.000) 11.000.000.000 24.228.000.000.000

salah saji yang dapat ditoleransi


5.691.440.000.000 (1.344.240.000.000) (1.156.480.000.000) (782.880.000.000) (373.360.000.000) (247.520.000.000) (242.880.000.000) (15.120.000.000) 204.720.000.000 (157.840.000.000) 2.087.040.000.000 47.680.000.000 (164.400.000.000) 880.000.000 1.938.240.000.000

estimated eror

salah saji yang diketahui


7.114.300.000.000 (1.680.300.000.000) (1.445.600.000.000) (978.600.000.000) (466.700.000.000) (309.400.000.000) (303.600.000.000) (18.900.000.000) 255.900.000.000 (197.300.000.000) 2.608.800.000.000 59.600.000.000 (205.500.000.000) 1.100.000.000 2.422.800.000.000

sampling eror
711.430.000.000 (168.030.000.000) (144.560.000.000) (97.860.000.000) (46.670.000.000) (30.940.000.000) (30.360.000.000) (1.890.000.000) 25.590.000.000 (19.730.000.000) 260.880.000.000 5.960.000.000 (20.550.000.000) 110.000.000 242.280.000.000

Total
7.825.730.000.000 (1.848.330.000.000) (1.590.160.000.000) (1.076.460.000.000) (513.370.000.000) (340.340.000.000) (333.960.000.000) (20.790.000.000) 281.490.000.000 (217.030.000.000) 2.869.680.000.000 65.560.000.000 (226.050.000.000) 1.210.000.000 2.665.080.000.000

Tingkat Materialitas : Sangat Materialitas

ii. Menetukan resiko audit yang dapat diterima Risiko bawaan (inberent risk) suatu risiko salah saji yang melekat dalam saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun. Risiko pengendalian (control risk) suatu risiko tidak dapat dicegahnya salah saji material dalam suatu saldo akunatan asersi tentang suatu saldo akun oleh pengendalian intern. Risiko deteksi (detection risk) suatu risiko tidak terdeteksinya salah saji material dalam suatu saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun oleh prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor. Risiko audit suatu risiko kegagalan auditor dalam memodifikasi pendapatannya atas laporan keuangan yang secara material disajikan salah. v. Mengembangkan strategi audit pendahuluan untuk asersi yang signifikan Tujuan akhir perencanaan dan pelaksanaan audit yang dilakukan auditor adalah untuk mengurangi risiko audit ke tingkat yang rendah, untuk mendukung pendapat apakah, dalam semua hal yang material, laporan keuangan disajikan secara wajar. Tujuan ini diwujudkan melalui pengumpulan dan evaluasi bukti tentang asersi yang terkandung dalam laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen.Karena keterkaitan antara bukti audit, materialitas, dan komponen risiko audit (risiko bawaan, risiko pengendalian, danm risiko deteksi), auditor dapat memilih strategi audit awal dalam perencanaan audit terhadap asersi individual atau golongan transaksi. vi. Memahami pengendalian intern klien Penyajian laporan keuangan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di in donesia mewajibkan klien untuk melaksanakan peraturan-peraturan pemerintah dan perjanjian-perjanjian legal yang lain. Jika material, informasi mengenai kewajiban legal klien, harus dijelaskan dalam laporan keuangan. Sebelum memulai verifikasi dan analisis terhadap transaksi dan akun tertentu, auditor perlu memahami kewajiban-kewajiban legal dan perjanjian-perjanjian yang menyangkut klien. Informasi tersebut tercantum dalam dokumen-dokumen berikut ini: a. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga b. Perjanjian persekutuan (partnership agreement) c. Notulen rapat direksi dan pemegang saham d. Kontrak e. Peraturan-peraturan pemerintah yang secara langsung menyangkut perusahaan klien f. Arsip korespondensi vii. Mengembangkan Audit Plan dan Audit Program i. Audit Plan Isi dari audit plan mencakup : Hal-hal mengenai klien a. Bidang usaha klien, alamt, no. telepon, fax b. Status hukum perusahaan (berdasarkan akte pendirian) c. Kebijakan akuntansi

ii.

Buku yang digunakan : buku penjualan, buku pembelian, buku kas/bank, buku memorial Meode pembukuan : manual, computer, mesin pembukuan Neraca komparatif dan perbandingan penjualan, laba/rugi tahun lalu dan sekarang. Client contact : presiden direktur, controller, penasihat hukum Accounting, auditing dan tax problem a. Accounting problem : perubahan metode pencatatan dan manual kekomputer, revaluasifixed asset, perubahan metode atau tariff penyusutan b. Auditing problem : hasil konfirmasi tahun lalu tidak memuaskan, perubahan accounting policy c. Tax problem : masalah restitusi, kekurangan penyetoran, adanya dua pembukuan dan perusahaan. Hal-hal yang mempengaruhi klien :Majalah ekonomi/surat kabar (bissiness news, ekonomi keuangan Indonesia) Rencana kerja auditor: Staffing, Waktu pemeriksaan dan Jenis jasa yang diberikan viii. Hal-hal Tambahan: Bantuan yang dapat diberikan klien dan Time schedule ix. Pada akhir Audit Plan, mencantumkan: a. Dibuat oleh b. Review oleh: c. Approved oleh: Audit Program i. Audit program merupakan kumpulan prosedur audit (dibuat tertulis ) yang rinci dan dijalankan untuk mencapai tujuan audit ( akan lebih baik jika audit program dibuat terpisah untuk compliance test dan substantive test. ii. Tujuan audit program :untuk mengetahui apakah penyajian laporan keuangan oleh manajemen dari sisieksistensi atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban, penilaian atau alokasi serta panyjian dan pengungkapan dapat dipercaya, wajar dan tidak menyesatkan terhadap pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut iii. Manfaat audit program yaitu: a. Sebagai petunjuk kerja yang harus dilakukan asisten dan instruksi bagaimana harus menyelesaikan b. Sebagai dasar untuk koordinasi, pengawasan dan pengendalian pemeriksaan. c. Sebagai dasar penilaian kerja yang dilakukan klien iv. Audit Program yamg baik mencamtumkan : a. Tujuan pemeriksaan (audit objective) b. Prosedur audit yang akan dijalankan c. Kesimpulan pemeriksaan v. Prosedur audit program : a. Prosedur audit program untuk compliance test b. Prosedur audit program untuk substantive test c. Prosedur audit program untuk keduanya