Anda di halaman 1dari 42

LANDASAN BK DI SEKOLAH ADA 6 YANG MELANDASI KEBERADAAN BK DI SEKOLAH

1. LANDASAN FILOSOFIS 2. LANDASAN RELIGIUS 3. LANDASAN PSIKOLOGI 4. LANDASAN SOSIAL BUDAYA 5. LANDASAN ILMIAH DAN TEKNOLOGIS 6. LANDASAN PAEDAGOGIS
1

LANDASAN FILOSOFIS:
BERASAL KATA PHILOS CINTA DAN SHOPOS BIJAKSANA YUNANI FILOSFIS KECINTAAN DARI KEBIJAKSANAAN WEBSTER NEW UNIVERSAL ILMU , TERMASUK KE DALAM ESTETIKA, LOGIKA, METAFISIKA, DLS.MEMPELAJARI KEKUATAN YANG MENDASARI PROSES BERPIKIR DAN BERTINGKAH LAKU, TEORI TENTANG PRINSIP-PRINSIP ATAU HUKUM-HUKUM DASAR YANG MENGATUR ALAM SEMESTA SERTA MENDASARI SEMUA PENGETAHUAN DAN KENYATAAN TERMASUK KE DALAM ESTETIKA, LOGIKA, METAFISIKA, DLS. 1. HAKEKAT MANUSIA MANUSIA MAKLUK RASIONAL MANUSIA MAKLUK MENGHADAPI MASALAHNYA MANUSIA BERUSAHA MENJADI DIRINYA SENDIRI MANUSIA DILAHIRKAN MEMILIKI POTENSI 2. TUJUAN DAN TUGAS KEHIDUPAN TUJUAN HIDUP MENCAPAI KESEMPURNAAN TUGAS KEHIDUPAN SPIRITUALITAS, PENGATURAN DIRI, BEKERJA, PERSAHABATAN, DAN CINTA
2

LANDASAN RELIGIUS:
1. MANUSIA SEBAGAI MAKLUK TUHAN MENEKANKAN KETINGGIAN DERAJAT DAN KEINDAHAN MAKHLUK MANUSIA SERTA PERANANNYA SEBAGI KHALIFAH FILL ARDHI SIKAP KEBERAGAMAAN KEHIDUPAN BERAGAMA BERSIFAT UNIVERSAL PERANAN AGAMA

2. 3.

LANDASAN PSIKOLOGIS:
KAJIAN TENTANG TINGKAH LAKU INDIVIDU YANG MEMBERIKAN PEMAHAMAN TENTANG TINGKAH LAKU KONSELEE UNTUK KEPERLUAN BIMBINGAN KONSELING 1. MOTIF DAN MOTIVASI 2. PEMBAWAAN DASAR DAN LINGKUNGAN 3. PERKEMBANGAN INDIVIDU 4. BELAJAR, BALIKAN, DAN PENGUATAN 5. KEPRIBADIAN
3

LANDASAN SOSIAL BUDAYA


1. INDIVIDU SEBAGAI PRODUK LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA 2. BIMBINGAN KONSELING ANTAR BUDAYA HAMBATAN BAHASA, KOMUNIKASI NON VERBAL, STERIOTIF, KECENDERUNGAN MENILAI DAN KECEMASAN (PEDERSEN DKK, 1976)

LANDASAN ILMIAH DAN TEKNOLGIS


1. 2. 3. KEILMUAN BIMBINGAN KONSELING PERAN ILMU LAIN DAN TEKNOLOGI DALAM BK PENGEMBANGAN BIMBINGAN &KOSELING MELALUI PENELITIAN

LANDASAN PAEDAGOGIS
1. 2. 3. PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN INDIVIDU: BIMBINGAN MERUPAKAN BENTUK UPAYA PENDIDIKAN PENDIDIKAN SEBAGAI INTI PROSES BIMBINGAN DAN KONSELING PENDIDIKAN LEBIH LANJUT SEBAGAI INTI TUJUAN BIMBINGAN DAN KNSELING 4

Prinsip-Prinsip Bimbingan Konseling


1. 2. 3. 4. Prinsip berkenaan dengan masalah Prinsip berkenaan dengan sasaran Prinsip berkenaan dengan program Prinsip berkenaan dengan pelaksanaan dengan layanan 5. Prinsip BK di sekolah 6. Prinsip berkenaan dengan individu 7. Prinsip bimbingan suatu proses bukan peristiwa sesaat

PRINSIP-PRINSIP BK
1.Prisnsip berkenaan dengan sasaran a.Bimbingan konseling melayani semua individu tanpa membeda-bedakan b.BK beurusan dengan sikap & tingkah laku yg komplek unik, layanan BK menjangkau keunikan & kekomplekkan itu c.layanan BK sesuai dengan kebutuhan individu yang kompleks dan unik d.layanan BK mempertimbangkan berbagai aspek perkembangan individu e.Layanan BK mempertimbangkan perbedaan individu 6

2. Prinsip berkenaan dengan masalah a. Masalah yang berkaitan dengan menyangkut pengaruh kondisi mental dan fisik individu terhadap penyesuaian diri di rumah, di sekolah, dan dengan kontak sosial & pekerjaan . b. Keadaan sosial, ekonomi dan politik yang kurang menguntungkan merupakan faktor salah suai pada diri individu 3. Prinsip berkenaan dg Program layanan a. Program BK bagian integral dr proses pendidikan dan pengembangan secara menyeluruh b. Program BK harus fleksibel, disesuaikan dengan kondisi lembaga, kebutuhan individu dan masyarakat 7

c.Program BK disusun dan diselenggarakan secara berkelanjutan dari anak sampai dewasa d.Terhadap pelaksanaan BK hendaknya diadakan penilaian yang teratur. 4. Prinsip berkenaan dg pelaksanaan program a.Tujuan akhir BK adalah kemandirian setiap individu klien mampu membimbing diri sendiri b. Proses konseling keputusan diambil atas kemauan klien sendiri, bukan kemauan atau desakan konselor 8

c.Konselor bertanggungjawab untuk memahami peranannya sebagai konselor profesional dan menterjemahkan nya dlm kegiatan nyata d.Konselor bertanggungjawab terhadap semua siswa, baik yang gagal, yang menimbulkan gangguan, dan yang kemungkinan DO e.Konselor harus memahami dan mengembangkan kompetensi untuk membantu peserta didik yang bermasalah f.Konselor harus mampu bekerjasama secara efektif dengan kepala sekolah memberikan perhatian dan peka terhadap kebutuhan , harapan dan kecemasan-kecemasannya
9

h. Organisasi program fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan dengan lingkungan i.Tanggungjawab pengelolaan program BK diugaskan kepada seorang yang terlatih dan terdidik secara khusus hal ke BK- an j. Penilaian dilakukan secara periodik 5. Prinsip-prinsip BK di sekolah a.Konselor sejak awal memiliki program kerja yang jelas dan memiliki kesiapan tinggi melakukan layanan b.Konselor harus selalu mempertahankan skap profesional tanpa mengganggu keharmnisan hubungannya dg personal sekolah lainnya
10

c.konseling: dirancang untuk memberikan bantuan memahami diri, mengembangkan diri dan mengambil keputusan atas dasar pemahaman diri dan lingkungannya d. konsultasi: dirancang untuk meberikan antuan teknis kepada guru, tenaga administrasi, orang tua untuk membantu mereka agar lebih efektif hubungan dg siswa e. Perencanaan dan penempatan: penempatan dan tindak lanjut untuk meningkatkan perkembangan siswa dan menyeleksi dan menggunakan untuk penempatan /penjrusan di sekolah f. evaluasi: untuk menentukan efektivitas program bimbingan
11

lanjutan
g.Pengelolaan layanan yang baik, hrus memenuhi tuntutan individu, program pengukuran dan penilaian terhadap individu hendaknya dilakukan, himpunan data dikembangkan, pengadministrasian instrumen benar-benar dipilih dengan baik, data khusus tentang kemampuan mental, hasil belajara minat, bakat dsb disimpan dan digunakan dg baik
12

lanjutan
Selain 5 prinsip dapat dirinci lebih lanjut: 6. Individu adalah berbeda satu dengan yang lain a. Berbeda fisik b. Berbeda psikis (potensi & perkembangannya) 7. Bimbingan suatu proses bantuan bukan peristiwa sesaat
13

c. Permasalah klien ditangani oleh tenaga ahli dibidang yang relevan d, Bimbingan dan konseling pekerjaan profesional e.guru, orang tua memiliki tanggungjawab yg berkaitan dg layanan BK. Kerjasama dengan konselor sangat diperlukan f.Guru dan konselor dalam satu kerangka upaya pelayanan g.Pengelolaan layanan yang baik, harus memenuhi tuntutan individu, program pengukuran dan penilaian terhadap individu hendaknya dilakukan, himpunan data dikembangkan, pengadministrasian instrumen benar-benar dipilih dengan baik, data khusus tentang kemampuan mental, hasil belajara minat, bakat dsb disimpan dan digunakan dg baik
14

Soal kuis ke 3
1. Jelaskan masing-masing komponen program bimbingan ! Jawab : 1. Appraisal 2. informatin 3. konseling 4. konsulting. 5. planing dan penempatan . 6. evaluasi 1. Appraisal : dirancang untuk pengumpulan data,menganalisis dan menggunakan obyek & subyek pribadi dan data sosial untuk membantu memahami dirinya 2. information: dirancang untuk memberikan informasi agar dapat membuat pilihan-pilihan dan membuat keputusan-keputusan
15

3. konseling: dirancang untuk memberikan bantuan memahami diri, mengembangkan diri dan mengambil keputusan atas dasar pemahaman diri dan lingkungannya 4. konsultasi: dirancang untuk meberikan antuan teknis kepada guru, tenaga administrasi, orang tua untuk membantu mereka agar lebih efektif hubungan dg siswa 5. Perencanaan dan penempatan: penempatan dan tindak lanjut untuk meningkatkan perkembangan siswa dan menyeleksi dan menggunakan untuk penempatan /penjrusan di sekolah 6. evaluasi: untuk menentukan efektivitas program bimbingan
16

Model-model bimbingan
Pertanyaan: 1. Bagaimana bimbingan pertama kali dikonsepkan ? 2. Model apa yang disusun selanjutnya? 3. Model bimbingan yang diusulkan dan bagaimana bimbingan diatur dalam pendidikan modern? A. Model Bimbingan Kuno F.Parson. Vocational Guidance . Metode Parson terdiri atas kesesuaian antara sifat-sifat individu dengan kebutuhan akan pekerjaan meliputi: a. analisis Individu : konselor dan konselee bersamasama melakukan analisis kemampuan individu b. Analisis pekerjaan : konselor dan konselee bersama-sama menganalisis karakteristik pekerjaan dalam berbagai macam pekerjaan 17 c. Gabungan keduanya.

B. Model Bimbingan Selanjutnya


1. Bimbingan sebagai penyaluran dan adaptasi Willian M Froktor 1920an mengkonsepsikan bimbingan sebagai penyaluran dan adaptasi yang membantu siswa dalam beradaptasi memilih pelajaran sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, kuliah, keterampilan dan sekolah kejuruan. Th 1925-1937 Froktor bersama Koes dan Keaufer menekankan bahwa bimbingan meliputi dua fungsi. (a) fungsi distribusi; konselor membantu siswa merumuskan, tujuan dalam bidang kejuruan, sosial, kewarganegaraan, rekreasi, dll (b) Fungsi adaptasi; konselor membantu siswa beradaptasi terhadap diri sendiri dengan lingkungan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
18

Rasional: Bimbingan dikonsepsikan sebagai penyaluran dan adaptasi, yaitu membantu siswa beradaptasi dengan memilih pelajaran di sekolah, ektrakurikuler, kuliah , keterampilan sekolah dan kejuruan sesuai bakat dan minat Tujuan/sasarannya adalah 1. 2. 3. 4. Efisiensi dan kepuasan dalam aktivitas mengikuti kegiatan luar sekolah yang dapat membahagiakan individu Membantu siswa merumuskan tujuan hidup dan tujuan pendidikan Menerima informasi yang mendukung (a. penetapan rencana, b. kesuksesan dan kepuasan dalam sekolah dan luar sekolah. C. kemampuan dan minat pribadi, d. aktivitas hidup, e. program sekolah. F. kesempatan latihan, dan g. relevansi atau tidak relevansinya bimbingan.
19

2. Bimbingan sebagai proses klinis Bimbingan sebagai proses klinis pertama dikemukakan oleh M.S Viteles, donald G, PetersonE.B Williamson Rasional: Sebagai model bimbingan pendekatan klinis merupakan 1. Protes terhadap metode yang telah usang 2. Pengembangan teknik analisis individu 3. Individualisasi pendidikan secara konkrit 4. Kelompok kerjasama untuk membantu siswa demi kepentingannya 5. Adopsi prosedur analisis, sintesis, diagnosis, prognosis, konseling , dan tindak lanjut Bmbingan sebagai proses klinis menekankan kegunaan tes psikologi, teknik klinik dan studi diagnosis analitik. Sehingga konselor cepat mengetahui masalah klien 20

3. Bimbingan sebagai pengambilan keputusan


Jones dan Myers dua orang ini memandang bimbingan sebagai pengambilan keputusan Rasional: Jones dan Myers menekankan situasi bimbingan diperlukan pada saat siswa memerlukan bantuan dalam membuat pilihan , interpretasi, atau adaptasi sedang Jones bimbingan adalah bantuan yang diberikan dalam membuat pilihan dan adaptasi yang sudah diinformasikan dan dalam memecahkan masalah yang kritis Pengambilan keputusan yang benar terjadi ketika siswa a. Tidak tahu informasi yang mereka butuhkan b. Tidak memiliki informasi yang ia inginkan c. Tidak dapat menggunakan informasi yang mereka miliki pada setiap tingkatan kelas
21

Tugas Konselor dalam model ini adalah


1. Mendorong siswa untuk mengambil pengetahuan dari serangkaian nilai dan membawa nilai pilihan mereka sendiri ketika membuat keputusan 2. Menyediakan informasi kepada siswa tentang kesempatan yang dapat diperoleh pada masingmasing pilihan 3. Menggerakkan data yang diramalkan untuk menunjukkan bagaimana ketiga tugas tersebut dapat digabungkan dalam proses rasional. C. Model-Model Bimbingan Modern 1. Bimbingan sebagai konstalasi pelayanan Rasional Hoyt: bimbingan akan berhasil apabila
22

tujuannya diintegrasikan ke dlm konteks tujuan pendidikan di sekolah.Konselor seharusnya menggunakan tiga aktivitas utama (1) berhubungan langsung kpd siswa (setengah waktu) (2) 1/3 waktu dengan lainnya. (3) mengumpulkan data, mempelajari dan menafsirkan data yang diperlukan untuk kegiatan 1 dan 2 (seperenam waktu). Konselor harus banyak memiliki pengetahuan tentang (1) prosedur dan dinamika penilaian termasuk tingkah laku siswa, (2) informasi dunia pendidikan dan dunia pekerjaan, (3) metode dan prosedur konseling, (4) prosedur acuan dan keterampilan, (5) prosedur bimbingan kelompok, (6) metode dan prosedur dalam melakukan studi
23

2. Bimbingan Pengembangan Rasional: Motherson 4 bidang sesuai kebutuhan bimbingan (1) kebutuhan penilaian dan pemahaman diri (2) kebutuhan adaptasi diri dgn lingkungan, (3) kebutuhan orientasi sekarang dan masa depan, (4) kebutuhan mengembangkan potensi pribadi Bimbingan pengembangan mempertinggi individu dgn cara (1) menyediakan informasi situasi dan diri sendiri dan hubungan keduanya, (2) membantu perkembangan individu (3) mengembangkan kemampuan mereka.
24

3. Bimbingan sebagai sains dari tindakan yang

bertujuan. Rasional: Tiedemen dan Field bimbingan sebagai kegiatan profesional yg menggunakan sains dlm struktur pendidikan khusus. Siswa bebas dari kondisi indoktrinasi, ketidak tahuan, dan prasangka. Siswa dipandang mampu memilih tujuan sendiri, tugas bimbingan pada model ini memberikan informasi tentang situasi baru, kriteria evaluasi siswa, dan bantuan dlm menentukan tujuan atau kesadaran perubahan internal dan eksternal 4. Bimbingan sebagai rekonstruksi diri Rasional: tugas utama bimbingan menekan kan pertumbuhan individu dan membantu menemukan cara untuk mengungkapkan perbedaan mereka 25

Peranan konselor : adminstrator tes, dan perancang tes yaitu 1. memberikan umpan balik yang mempengaruhi terhadap sekolah dan memeberi pertibangan kepada personil. 2. sebagai katalisator. 5. Bimbingan sebagai pengembangan pribadi Rasional: karakteristik dasar struktur pendidikan diasumsikan meliputi. 1. pendidikan adalah pengajaran, 2. perhatian utama pendidikan adalah situasi pembelajaran 3. hubungan utama adalah guru dengan murid Kehas ..Konselor bukan membantu guru, tetapi sebagai pendidik tugas utamanya pengembangan pribadi, guru pengembangan intelektual tetapi keduanya saling bekerjasama
26

6. Bimbingan sebagai psikologi pendidikan Rasional: Mosher dan sprinthall mendifinisikan psikologi pendidikan -> pengalaman pendidikan dirancang untuk mempegaruhi perkembangan individu , etik, estetika, dan filosofis remaja kurikulum besikan sejumlah pelajaran yang akan mempermudah perkembangan pribadi. 7. Bimbingan aktivitas Menacher aktivitas memanipulasi lingkungan, partifasi konselor klien, pembelaan siswa yang paling miskin dan membutuhkan nya. Ada tiga aktivitas bimbingan (1) kegiatan konselor adalah tindakan nyata (klinik, bantuan hukum dsb. (2) konselor dan klien mengidentifikasi kondisi positif dan negatif mempengaruhi tujuan dan perkembangan klien, (3) konselor mengenal perbedaan antara tujuan dan nilai klien. 27

KONSULTING
Apakah konsultasi itu apa tujuannya, dan bagaimana kah sejarahnya?Apakah ada model yang dapat untuk menggambarkan konsultasi?Bagaimana konsultasi diadaka? Dalam situasi bagaimana konselor bertindak sebagai konsultan? Apakah batas dan nilai konsultasi? Konsultasi upaya orang yang membantu untuk memecahkan masalah klien, dan konsultan adalah orang yang membantu konsulti untuk memecahkan masalah klien. Konsultasi hubungan dua ahli yaitu konsultan sebagai orang yang profesional dan kosulti adalah orang yang minta bantuan untuk memecahkan masalahnya. Brown dkk konsultasi bukanlah konseling dan psychoterapi Konsultasi konsultan tidak berhadapan langsung dg 28 siswa

Tujuan Konsultasi adalah 1. Memperbaiki dan memperluas lingkungan belajar bagi siswa, orang tua, dan administrator 2. Memperbaiki komunikasi dg cara memberikan fasilitas informasi yang banyak dan langsung bagi orang-orang terkait 3. Mengajak semua orang yang mempunyai fungsi, dan peran untuk memperbaiki lingkungan belajar 4. Memperluas layanan para ahli 5. Memperluas ke dalaman layanan pendidikan bagi guru dan kepala sekolah 6. Membantu orang lain bagaimana belajar tentang tingkah laku 7. Menggerakkan organisasi membantu dirinya sendiri
29

MODEL MODEL KONSULTASI


Konsultan dipandang sebagai profesi yang di bawa dalam sistem pendidikan di sekolah. Model-model konsultan 1. Model Caplanian Gerald A, Caplain sebagai bapak konsultan kesehatan mental membedakan dua kelompok konsultasi berdasar isi pembahasan . Dalam kosultasi kasuskonsultan mengasessment , mendiskusikan, dan memberikan saran tentang kasus tertentu. Kasus konsultasi administrasi, program lembaga, yayasan atau kepolisian adalah diuji implikasi, dan rekomendasi apa yang telah dibuat untuk tujuan pengubahan yang diharapkan bermanfaat untuk fungsi organisasi. Pendekatan ini oleh Caplain di istilahkan client (or program) or cunsultee centered atau client centered. Konsultan langsung menemui klien , mewawancarai, mendiagnosis dan memberikan rekomendasi kepada konsultee. Konsultan-konsultikonsultee.Tujuan meningkatkan kemampuan konsulti dan memperbaiki konsultee secara tidak langsung 30

2. Model Cunsulcup Blake dan Mouton memberikan ciri konsultasi sebagai campur tangan yg bertujuan mengubah sikles tingkahlaku alamiah manusia. Ada lima kerangka dasar keterlibatan Penerimaan, dirancang memberikan perasaan aman terhadap diri konsultee agar mampu mengekspresikan nya tanpa ada perasaan takut terhadap pendapatpendapat berbeda. Catalytic, dirancang untuk membantu konsoltee dalam mengumpulkan datauntuk menginterpretasikan kembali mengenai masalah Konfrontasi, dirancang untuk menantang klien agar menguji nilai yang ada dalam anggapan mereka. Preskripsi, (Petunjuk), dirancang di mana konsultan menyampaikan kepada klien apa yang harus dikerjakannya 31

a.

b.

c.

d.

3. Model Gabungan (Corpius) gabungan model konsultasi menjadi empat pendekatan yang disebut modalitas diuraikan sbb. a. Model ketetapan/persediaan: konsultan memberikan layanan langsung bagi klien tanpa atau sedikit hubungan dengan konsulti setelah referal b. Model preskriptif (petunjuk) konsultan sebagai nara sumber bagi konsulti dg menyakan petunjuk proses dari keduanya untuk memecahkan masalah c. Model collaboration(kerjasama) tujuan konsultan untuk memudahkan konsulti dalam bimbingan terhadap dirinya sendiri dan kemampuan memecahkan masalah d. Model perantara (mediation) konsultan mengenal masalanya dulu kemudian menyimpulkan data tentang masalahnya, mengidentifikasi masalah, memutuskan campur tangan dan kemudian memanggikan orang-orang yang mempunyai pengaruh dalam pemecahan masalah.
32

4. Isi dan proses Schein ; konsultasi adalah sebagai bagian ; memberitahu orang lain apa yang dikerjakan (isi) atau memdahkan proses pemecahan masalah dengan lebih baik sehingga klien ammpu memecahkan masalahnya sendiri (proses). Proses ada dua versi (1) konsultan sebagai katalisator untuk membantu klien dalam menentukan pemecahan suatu maslah (2) konsultan berlaku sebagai fasilitor yg memusatkan bantuannya kepada kelompok dalam pemecahan masalah 5. Konsultasi behavioral Rusel telah mengidentfikasikan dan mendiskusikan tentang teori dan proses konsultasi behavioral Konsultasi behavioral berdasar pada teori belajar sosial, yaitu antecendent dan konsekuensi akibat yang bisa diramalkan faktor lingkungan yang utama untuk mengontrol tingkah laku.Proses tingkah laku menurut Rusel ada lima langkah, yaitu; (1)Observasi, (2) analisis fungsional, (3) penetapan tujuan, (4) intervensi tingkah laku dan (5) penarikan kembali, Konsultan mengamati tingkah laku 33 konsulti yang ditargetkan

Bimbingan di luar latar sekolah umum


Bimbingan untuk latar (berbeda) di luar sekolah Ada 5 alasan: (1) bimbingan suatu proses yang disediakan untuk bermacam-macam tujuan dan bentuk berbeda untuk individu selama hidupnya. (2) bantuan diberikan kepada semua bidang yang memiliki kegiatan yang sama dengan latar sekolah ,(3) perlu dipersiapkan personel-personel (konselor) di luar sekolah, (4) banyaknya konselor yang dipersiapkan setelah selesai berpindah pekerjaan lain, (5)pengetahuan dan sifat layanannya esensial bagi semua jenis profesi layanan. 1. Sekolah Dasar (SD) di SD bimbingan sangat dibutuhkan Van Hoose dkk meneliti kedudukan Bimbingan di SD di 50 negara bagian dan 4 wilayah bagian. Hasilnya (1) jumlah konselor di SD tambah 1000 orang/tahun. (2) biaya dari Pemerintah pusat dikurangi, tetapi biaya di Negara bagian ditambah, (3) awal pertumbuhan di negara bagian wilayah Barat dan diikuti perluasan di wilayah Atlantik Tengah.
34

Sifat pelayanan di S.D Banyak konselor yang menyatakan bahwa pelayanan di SD berbeda dengan di Sekolah menengah umum. Di SD konselor hanya memberi nasihat. (catatan: untuk anak kelas 4-6 sudah bisa bkan pemberian nasihat). Tetapi perbedaan secara tegas belum dikaji, Rasio guru : murid (1: 300/450) tetapi kenyataan masih berbanding 1:600-1000 siswa . Konselor-konselor SD: Rasio guru siswa semakin diperkecil, tuntutan konselor SD dipengaruhi oleh dua faktor: Pertama; turunnya angka kelahiran , Kedua; adanya program pendidikan karir pemerintah pusat sehingga anggaran membengkak. II. Sekolah-sekolah Non Publik (sekolah-sekolah swasta) Rata-rata sedikit data yang tersedia tentang pelayanan 35 bimbingan di sekolah swasta (private) dan pada umumnya:

1.

Dasar penyediaan pelayanan di swasta mirif dengan di sekolah negeri, penekanan pada agama dan moral. Sekolah cenderung memperhatikan program tradisonal akademik. Program layanan cenderung terapeutik daripada pendidikan oriented. (gangguan emosional, kekacauan mental) 2. Konselor -konselor yang bekerja di swasta kurang persiapan dan bekerja separuh waktu (part-time) 3. Program bimbingan cenderung bersifat umum dan luas. 4. Rata-rata rasio konselor-siswa lebih besar dp di negeri 5. Sekolah sekolah swasta yang besar lebih cocok menyediakan programbimbingan terorganisir secara formal dibanding sekolah kecil III. Pelayanan Jawatan (Pekerjaan) AS Pelayanan pekerjaan masyarakat bertujuan membantu individu mendapatkan pekerjaan. 36

Pemerintah federal membentuk USES (The United States Emplyment Service).bertujuan untuk memberikan layanan pekerjaan kepada imigran. Karena adanya kesulitan menempatkan pelamar-pelamar yang tidak mencukupi keterampilan / kemampuan maka konselor-konselor diangkat sebagai konselor diketenagaan kerja, sampai tahun 1939-1946 USES telah mengembangkan pemanfaatan analisis jabatan, panduan wawancara, general Aptitude test batterey. Selanjunya diadakan program pelatihan untuk para pelamar pekerjaan. Sifat Pelayanan: Disediakan untuk penempatan para pelamar pekerjaan dalam suatu jabatan. Aktivitas pokok pelayanan adalah testing, latihan-latihan, service training, konseling, dan penempatan. Secara esensial pelayanan ini ditekankan pada vocational guidance
37

Beberapa tugas utama bimbingan vokasional yg dilakukan oleh USES adalah 1. Pengumpulan informasi pasaran tenaga kerja. Informasi bursa kerja diidentifikasi dan dikelompokan di tingkat negara bagian dan nasional lalu dikembalikan ke kantor lokal untuk disediakan bagi pencar kerja. 2. Penyaringan , evaluasi dan klasifikasi. Para pelamar disediakan informasi tentang dirinya melalui tes bakat, inventori minat, jurusan, kecakapan dan tes-tes lain. Pekerjaan konselor menggunakan data serupa bersama dengan data lain yang dikumpulkan melalui wawancara, menggolongkan individu sesuai dg jabatan/pekerjaan.pelamar memahami diri pekerjaan yang cocok dengan dirinya. 3. Konseling, bagi individu-individu mengalami kesulitan pengalihan pekerjaan atau melaksanakan pekerjaan, serta 38

kesulitan mengambil keputusan, menetapkan tujuan maka dibantu dengan konseling 4. Penempatan, pelamar diresgitrasi, diklasifikasikan sesuai dengan pekerjaan dan dialihkan ke perusahaan lain. Perusahaan mengajukan kebutuhan tenaga kerja ke kantor USES lalu dicocokan dengan pelamar. 5. Pelayanan kepada pelamar dan para cacat jasmani, Setiap kantor menyediakan bantuan penempatan bagi pelamar dari veteran dan individu cacat jasmani. Gelman dalam Shertzer and Stone proses konseling pekerjaan sebagai rangkain pendekatan berpola berdasar fase-fase sbb: (1) identifikasi dan pembatasan masalah (2) menilai dan analisis vakasional, (3) bantuan melalui konseling, (4) membuat keputusan, (5) pelaksanaan perencanaan vokasional.
39

Gellman secara luas menggambarkan layanan Bimbingan vokasional menurut lembaga persekolahan swasta. (1) mempertimbangkan tujuan-tujuan utama penempatan pengalihan pekerjaan, (2) menempatkan masalah sosial-pribadi dan vokasional jangka panjang sesuai kebutuhan pekerjaan, (3) memperlihatkan variasi yang luas dan pelatihan dan kualifikasi konselor-konselor mereka (pekerja) (4) perhatian konseling mereka dipusatkan pada suatu masalah. IV Rehabilitasi vokasional; The Vocational Rehabilitation Administration (VRA) suatu perwakilan pada departemen kesehatan dan pelayanan kemanusiaan, menyediakan kepemimpinan dan sponsor-sponsor penelitian dan demonstrasi proyek menggunakan para veteran. Sifat layanan: Pelayanan rehabilitasi vokasional pada umumnya dipilih untuk pelayan dr kantor negara bagian, harus 1. memiliki cacat yang mengganggu dalam pekerjaan
40

2. memiliki kelayakan yang pantas untuk bekerja dalam waktu tertentu, 3. masih dalam usia bekerja. Pelayanan rehabilitasi vokasional yang disediakan sbb: (a) Pemeriksaan medis (b) penilaian dan konseling, pembedahan/psikiatris, dan/atau pengobatan rumah sakit (d) Pendidikan /latihan, (e) perawatan bibir sumbing , bantuan pendengaran dan alat penguat, (f) alat-alat, keraijinan dan perlengkapan pekerjaan, (g) penempatan dan tindak lanjut.

41

Langkah-langkah pembuatan sosiometri


1. Pembuatan angket Tuliskan teman Anda yang paling ada sukai dalam bermain, tuliskan 3 orang urutkan dari yang paling anda sukai! Sebutkan alasannya! 2.Pmbedrian kode misalany Basuki = A minboy = D dst Subandi = B Bandria = C

42

Anda mungkin juga menyukai