Anda di halaman 1dari 6

LEMBAR KERJA SISWA PRAKTIKUM PEMANTULAN CAHAYA PADA BIDANG LENGKUNG Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A.

Standar Kompetensi Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari. B. Kompetensi Dasar Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. C. Indikator 1. Menjelaskan proses pemantulan cahaya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Mendeskripsikan proses pembentukan dan sifat bayangan pada permukaan cembung dan cekung. 3. Menerapkan rumus cermin dalam pemecahan massalah. D. Tujuan : : Fisika : X SMA/Dua : 2 X 40 menit

1. Menyelidiki sifat pemantulan cahaya pada cermin cekung dan cermin cembung. E. Alat dan Bahan No Nama Alat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Meja Optik Rel presisi Pemegang slide diafragma Tumpakan berpenjepit Catu daya Kabel penghubung merah Kabel penghubung biru Tempat lampu bertangkai Mistar Kertas HVS putih Bola lampu Diafragma Cermin kombinasi Lensa (bertangkai) : Spesifikasi 12 V 30 cm 12 v,18 w 5 celah f= 100 mm Jumlah 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1

F.

Dasar Teori :

Pemantulan pada Cermin Sferik (Lengkung) Cermin sferik adalah cermin lengkung seperti permukaan lengkung sebuah bola dengan jarijari kelengkungan R. Cemin ini dibedakan atas cermin cekung (konkaf) dan cermin cembung (konveks). Setiap cermin sferik baik itu cermin cekung ataupun cermin cembung memiliki fokus f yang besarnya setengah jari-jari kelengkungan cermin tersebut.
f R 2

dengan f R

: jarak fokus : jari-jari kelengkungan cermin Bagian-bagian cermin lengkung antara lain sumbu utama ( SU), titik pusat kelengkungan

cermin ( O ), jari-jari kelengkungan cermin( R ), titik focus/titik api ( F ), jarak focus ( f )

Menurut dalil Esbach jarak antara dua titik tertentu pada cermin cekung dapat diberi nomornomor ruang. Jarak sepanjang OF diberi nomor Ruang I, sepanjang FM diberi nomor II, jarak M sampai tak terhingga diberi nomor ruang III dan jarak O masuk kedalam cermi diberi nomor ruang IV. Ruang I sampai III ada didepan cermin cekung (daerah nyata) dan ruang IV ada dibelakang cermin cekung (daerah maya).

Pada cermin cekung semua cahaya yang datang sejajar sumbu utama akan difokuskan sesuai dengan sifatnya yaitu mengumpulkan cahaya. Titik berkumpulnya sinar-sinar pantul disebut titik fokus atau titik api yang terletak di sumbu utama. Cara melukis sinar-sinar pantulnya tetap menggunakan hukum pemantulan cahaya.

1. Pembentukkan bayangan pada cermin cekung Pemantulan sinar-inar istimewa: 1. sinar datang sejajar sumbu SU dipantulkan melalui fokus F.

2. sinar datang melalui titik fokus F dipantulkan sejajar SU.

3. sinar datang melalui titik pusat lengkung M dipantulkan kembali ke titik pusat lengkung tersebut.

4.

Sinar datang dengan arah sembarang dipantulkan sehingga sudut datang = sudut pantul.

2. Pembentukan bayangan pada cermin cembung Sinar-sinar Istimewa pada cermin cembung 1. Sinar datang sejajar SU cermin dipantulkan seakan-akan datang dari titik focus F.

2. Sinar datang menuju titik focus F dipantulkan sejajar SU.

3. Sinar datang menuju ke titik pusat lengkung M dipantulkan kembali seakan-akan datang dari titik pusat lengkung tersebut.

4. Sinar datang dengan arah sembarang dipantulkan hingga sudut datang = sudut pantul

G.

Langkah kerja

1.

Menyusun alat yang diperlukan seperti pada gambar,dengan urutan dari kiri sumber cahaya, lensa, diafragma, meja optic. Meletakkan kertas diatas meja optic kemudian tarik dua garis berpotongan tegak lurus ditengah tengah kertas dan letakkan cermin kombinasi diatasnya. Lensa dipasang sebelah kiri celah,membuat jarak lensa 10 cm dikanan sumber cahaya.Mengatur lampu sehingga filamennya pada posisi tegak.

2.

Menghubungkan catu daya kesumber tegangan PLN. Pastikan bahwa catu daya dalam keadaan mati

3. 4. 5.

Memilih tegabgab keluaran catu daya (output) 12 v Menghubungkan sumber cahaya kecatu daya Menyalakan sumber cahaya, mengusahakan agar berkas sinar yang tampak diatas kertas setajam (sejelas mungkin).jika diperlukan dekatkan meja optic ke lensa

6.

Mengatur kuk meja optic atau kertas agar berkas cahaya yang tengah berimpit dengan garis pada kertas

7.

Mengambar berkas-berkas sinar yang tampak pada kertas dengan menggunakan mistar dengan pinsil

8.

Menghadapkan cermin cekung kesumber cahaya .mengusahakan sinar pantul ditengah berimpit dengan sinar dating ,menggambar garis permukaan cermin.

9.

Menandai sinar-sinar pantul dengan tanda silang,lalu gambar permukaan cermin pemantulnya

10.

Menyingkirkan cermin kombinasi dan menggambar sinar-sinar pantul, kemudian menempelkan data kertas gambar ke dalam kolom hasil pengamatan

11.

Mengulangi langkah 2 sampai 5 tetapi dengan permukaan cermin cembung dengan kertas baru.

12.

Menempelkan jalannya sinar-sinar dating dan sinar-sinar pantul pada cermin cekung dan cermin cembung.

H.

Kesimpulan : ............................ ...........................................................................................................................................