Anda di halaman 1dari 19

Refluks Gastroesofageal

Tutor : Dr. Bogi Pratomo SpPD-KGEH

Pendahuluan
Refluks gastroesofageal (GER) dan Penyakit Refluks gastroesofageal (GERD)
GER : gerakan atau usaha tubuh untuk mengeluarkan isi lambung dari dalam lambung ke esophagus. GERD : isi lambung yang mengalami regurgitasi / refluks ke dalam esofagus melebihi batas normal dan menimbulkan gejala

Epidemiologi

Umum pada populasi negara-negara Barat. 25-40 % dari warga Amerika mengalami GERD simtomatik. Insiden pada laki laki sama dengan wanita. Laki laki lebih sering mengalami komplikasi. Terjadi pada semua usia.

Etiopatogenesis
Seperti halnya di lambung, timbulnya kelainan di esophagus sangat tergantung pada adanya keseimbangan antara faktor defensif (esophageal defense) dan faktor agresif (refluxate) dari dan terhadap mukosa esophagus.
Faktor defensif Lini pertama : sawar antirefluks (antirefluk barrier) Lini kedua : pembersihan lambung (luminal clearance) Lini ketiga : daya tahan mukosa (epithelial resistance) Faktor agresif (offence potency of refluxate) Sekresi lambung (gastric secretion) Kompetensi pylorus (Pyloric competence)

Faktor penyebab GERD: abnormalitas LES, hiatal hernias, abnormalitas peristaltik esofagus, dan pengosongan lambung yang lambat

Manifestasi Klinis
Gambaran yang khas (typical) Nyeri epigastrium, menjalar ke atas ke arah retrosternal dan leher ( hearburn) Regurgitasi asam, sekresi ludah berlebihan Gambaran tidak khas (atypical) Nyeri dada (chest pain) Sulit menelan (dysphagia) Nyeri telan (odynophagi) Keluhan ekstra esophagus (extra esophageal symptom) Suara parau (laryngitis) Batuk Sesak nafas seperti asma

Pemeriksaan Penunjang Esophageal Manometry Endoskopi esofagitis erosiva (GERD) dan non erosiva (NERD) Monitoring pH esophagus selama 24 jam

Penatalaksanaan
Pada prinsipnya, penatalaksataan GERD terdiri dari modifikasi gaya hidup, turunkan berat badan, menaikkan sandaran tidur dan tunggu sampai perut kosong (3 jam setelah makan), hindari rokok, kopi, coklat, alcohol, pedas, lemak, memakai pakaian longgar, hindari obat tertentu : theofilin, kafein dan seterusnya terapi medikamentosa, terapi bedah serta akhir-akhir ini mulai dilakukan terapi endoskopik. Target penatalaksanaan GERD adalah: a).menyembuhkan lesi esofagus, b). menghilangkan gejala / keluhan, c). mencegah kekambuhan, d). Memperbaiki kualitas hidup, e). mencegah timbulnya komplikasi.

Terapi medikamentosa: 1. Antasida 2. H2 reseptor antagonis 3. Proton pump inhibitor 4. Prokinetik

Komplikasi
Striktur esophagus Esofagus barret Ca esophagus

Lesi Korosif Esofagus

Tutor : Dr. Bogi Pratomo SpPD-KGEH

Pendahuluan

Lesi Korosif Esofagus

Kerusakan esophagus akibat tertelannya agen kaustik ( alkali kuat / asam ) Kerusakan sangat tergantung bahan kimia, konsentrasi, jumlah dan lamanya berada di dalam esophagus

Epidemiologi

Agen penyebab tersering berupa produk pembersih. 80% sering pada anak-anak . Pada dewasa sering karena direncanakan. CE occupational lebih berbahaya karena produk industri lebih terkonsentrasi dibanding produk rumah

Etiopatogenesis
Etiologi: Bahan yang bersifat asam dan basa, racun serangga, air keras (natrium hidroksida, natrium bikarbonat)
ASAM
Pembersih toilet Produk penghilang karat
Pembersih semen Baterai cair automotif

BASA
Produk yang mengandung ammonia Pembersih oven
Detergen pencuci piring otomatis Pemutih

Manifestasi Klinis
Gejala klinis sangat bergantung pada berat ringannya kerusakan esophagus.

Keluhan sering dirasakan di daerah bibir, mulut, tenggorokan, leher Dyspnea Disfagia Odinofagia Chest pain / heartburn Abdominal pain Nausea dan vomitus Perdarahan esophagus ( erosi pembuluh darah )

Pada kerusakan yang parah dapat menimbulkan perforasi esophagus, perdarahan dan kematian.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan radiologis dan endoscopy

Penatalaksanaan
Puasakan selama 24 72 jam Cairan parenteral Antibiotika ( mencegah infeksi sekunder ) Pemberian makanan cair dan minuman dilakukan pada minggu pertama, tergantung toleransi pasien Dianjurkan pemasangan NGT kecil untuk aspirasi dan pemberian makanan

Antidotum bahan korosif : - Alkali kuat, soda kaustik cuka ( vinegar ) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1:4, jus buah asam, susu, putih telur dan minyak zaitun sebagai pelarutnya - Asam kuat susu magnesium, alhidrokside - Methyl alkohol, ethylene glycol, asam karbolat larutan 10% ethyl alkohol - Fosfor 0,25-3 gr Cu sulfat yang dilarutkan pada segelas air putih - Silver nitrat NaCl 1 sendok teh - Garam merkuri susu, telur mentah - Formaldehid 2 ml ammonium asetat dilarutkan 500ml air putih - Arsenic lavase dengan 1% bikarbobat susu dengan putih telur

Komplikasi
Perforasi esophagus mediastinitis, edema laring Striktura atau stenosis esophagus Fistula trakea Perforasi antrum Stenosis antrum