Anda di halaman 1dari 7

NAMA NPM MATA KULIAH KASUS

: RINA YULIASTUTI ASMANTO : P2.31.31.0.11.036 : DIETETIK : ULKUS PEPTIKUM (NO ABSEN 31-40)

Ny. F berusia 40 tahun, mempunyai 3 orang anak yang masih sekolah SD dan SMP. Suaminya sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Ia bekerja sebagai penanggung jawab sebuah redaksi majalah wanita. Ia sangat sibuk karena selalu dikejar dead line artikel-artikel untuk majalahnya. Selain itu, ia juga harus mengurus anak-anaknya. Ia juga harus sering keluar kota untuk meliput kegiatan majalahnya. Karena kesibukannya ia sering makan tidak teratur. Ia banyak minum kopi, merokok yang menurutnya bisa mengurangi stress. Selama beberapa bulan terakhir ia mengeluh sering sakit di ulu hati, kurang lebih satu jam setelah makan, dan cepat lelah. Karena seringnya timbul keluhan BAB yang berwarna hitam secara tiba-tiba, maka ia dirawat dirumah sakit untuk pengobatan. Selain di ulu hati, Os juga merasa capai dan pucat, berat badannya turun 2.5 kg, dan akhir-akhir ini sering sakit kepala. BB saat ini 45 kg dan TB 158 cm. Dokter mendiagnosa Os menderita penyakit ulkus peptikum disertai melena. Saat ini Os diberikan terapi istirahat, hindari makanan yang merangsang saluran pencernaan dan menghindari stress. Hasil pemeriksaan biokimia : Hb 10g% Obat-obatan yang diberikan : obat sedative dan ferrous sulfate 1. ASSESMENT/PENGKAJIAN GIZI a. Antropometri Jenis kelamin : Wanita Usia : 40 tahun BB : 45 kg TB : 158 cm Penurunan BB : 2.5 kg BB 45 18 .02 UNDERWEIGHT IMT : 2 (TB ) (1.58 ) 2 Hasil Pengkajian : o Klien memiliki status gizi dibawah normal UNDERWEIGHT berdasarkan perhitungan IMT. (Normal : 18.5-25) o Klien mengalami penurunan berat badan yang tidak direncanakan. b. Bikomia Pemeriksaan Hb Hasil Laboratorium 10 gr/ Nilai Normal 12.3-15.3 gr/dl Kesimpulan Kurang

Hasil pengkajian : o Klien memiliki kadar Hb dibawah normal/rendah. (Normal : 12.3 15.3 g%) c. Clinis/Fisik Klien sering mengeluh sakit di ulu hati, kurang lebih satu jam setelah makan Klien cepat lelah Klien mengalami BAB yang berwarna hitam secara tiba-tiba Klien merasa capek dan pucat Klien sering sakit kepala akhir-akhir ini d. Dietary History Kualitatif : Klien sering makan tidak teratur. Klien sering mengonsumsi minuman berkafein tinggi, seperti kopi. Kuantitatif : Pengkajian secara kuantitatif tidak dapat dilakukan karena data tidak lengkap. e. Riwayat Personal Klien Klien mengonsumsi obat sedative (penenang) dan ferrous sulfate (penanganan anemia) yang diberikan oleh dokter. Klien memiliki status ekonomi menengah keatas. Klien seorang single parent dengan 3 orang anak yang masih sekolah. Klien memiliki aktifitas fisik sedang. Klien sering merokok untuk menghilangkan stress. Dokter menganjurkan klien untuk : o Terapi istirahat. o Mengurangi stress. o Menghindari makanan yang merangsang saluran cerna. Klien didiagnogsis oleh dokter menderita ulkus peptikum disertai melena. 2. DIAGNOSIS GIZI a. Domain Asupan Tidak dapat dianalisis karena data tidak lengkap. b. Domain Klinis NC.1.4 Gangguan fungsi gastrointestinal (P) berkaitan dengan gejala klinis yang dialami seperti rasa nyeri di ulu hati setelah makan dan BAB berwana hitam (E) ditandai dengan diagnosis dokter bahwa klien menderita penyakit ulkus peptikum yang disertai dengan melena (S).

NC.3.2 Penurunan berat badan yang tidak direncanakan (P) berkaitan dengan tingkat aktifitas sedang dan pola makan yang tidak teratur (E) ditandai dengan penurunan berat badan sebanyak 2.5 kg (S). NC.2.2 Perubahan nilai laboratorium yang terkait gizi (P) berkaitan dengan gangguan saluran cerna (E) ditandai dengan kadar Hb dibawah normal yaitu 10 g% (Normal : 12.3 -15.3 g%) (S) c. Domain Perilaku-Lingkungan NB.1.2 Perilaku dan kepercayaan yang salah terkait dengan makan/gizi (P) berhubungan dengan kejadian stress yang dialami klien (E) ditandai dengan kebiasaan klien minum kopi dan merokok (S). NB.1.5 Gangguan pola makan (P) berkaitan dengan kesibukannya sebagai penanggung jawab redaksi majalah (E) ditandai dengan kebiasaan makan yang tidak teratur (S). 3. INTERVENSI GIZI Tujuan Intervensi : o Memperbaiki fungsi gastrointestinal. o Menaikkan berat badan. o Memperbaiki perilaku dan kepercayaan yang salah terkait dengan makan/gizi. o Memperbaiki pola makan. Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi Klien : o Perhitungan Energi dengan Rumus Harris Benedict : BBI : (TB 100) 10% = (158 - 100) 10% = (58) (58 x 10%) = (58) (5.8) = 52.2 kg Perhitungan BEE untuk wanita : 655 + (9.6 x BBI) + (1.8 x TB) (4.7 x usia) 655 + (9.6 x 52.2) + (1.8 x 158) (4.7 x 40) 1252.52 kkal Perhitungan TEE : TEE = BEE x AF x SF = 1252.52 x 1.2 x 1.4 = 2104.23 kkal o Perhitungan zat gizi : 20% xEnergi 20% x2104.23 Lemak = 46.76 gr 9 9 11% xEnergi 11% x2104.23 Protein = 57.86 gr 4 4 Karbohidrat = (100% (20% 11%))xEnergi 69% xEnergi 69% x2104.23 362.97 gr 4 4 4 Fe moderate sesuai AKG = 26 mg

Preskripsi Diet : Diet lambung I, 2104.23 kkal, 46.76 gr lemak, 57.86 gr protein, 362.97 gr karbohidrat, Fe moderate 26 mg, MS. Syarat Diet : Energi cukup, yaitu 2104.23 kkal. Lemak rendah, 20% dari kebutuhan energi (setara dengan 46.76 gr) yang ditingkatkan secara bertahap hingga sesuai dengan kebutuhan. Protein cukup, 11% dari kebutuhan energi (setara dengan 57.86 gr). Karbohidrat cukup, 69% dari kebutuhan energi (setara dengan 362.97 gr). Kebutuhan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk wanita usia 40 tahun yaitu : Zat Gizi Kalsium (Ca) Besi (Fe) Vitamin A Vitamin B1 Vitamin C Kebutuhan 800 mg 26 mg 500 RE 1.0 mg 75 mg

Rendah serat, terutama serat tidak larut air yang ditingkatkan secara bertahap. Hindari makanan sulit cerna, seperti ketan. Dianjurkan untuk makan dengan pola Porsi Kecil Tapi Sering (PKTS). Bentuk makanan saring. Makan secara perlahan di lingkungan yang tenang. Hindari makanan stimulus refluk, seperti kopi, alkohol, rokok, bumbu merangsang (cabai dan merica), dll. Susu dapat diberikan tapi jangan terlalu sering, karena susu memiliki pH asam. Hindari makanan yang memiliki ph asam seperti makanan yang di fermentasi yaitu yogurt, susu asam, dll. Kecuali tempe. Cairan cukup, 2 liter sehari.

Menu/ Implementasi : Daftar pembagian makanan sehari lengkap dengan nilai energi dan kebutuhan zat gizi.
WAKTU 07.00 MAKANAN Makanan cair dengan susu skim BAHAN susu skim bubuk tp. Beras telur margarin gula minyak sayur belimbing kc. Hijau tahu tempe wortel jeruk manis semangka belimbing telur tp. Beras gula minyak sayur beras telur daging sapi ikan kakap tahu tempe wortel labu kuning jeruk manis gula minyak sayur susu full cream maizena telur margarin gula minyak sayur semangka belimbing kc. Hijau tahu BERAT (gr) 20 10 10 5 10 3 280 10 10 10 10 110 90 70 10 10 10 3 20 10 20 20 10 10 10 10 220 10 3 20 10 10 5 10 3 180 70 10 10

09.00

Makanan enteral tanpa susu

11.00

Makanan cair dengan di blender

13.00

Makanan cair dengan susu penuh

15.00

Makanan enteral tanpa susu

17.00

Makanan cair dengan di blender

19.00

Makanan cair dengan susu skim

tempe wortel jeruk manis semangka telur tp. Beras gula minyak sayur beras telur daging sapi ikan kakap tahu tempe wortel labu kuning semangka gula minyak sayur susu skim bubuk tp. Beras telur margarin gula minyak sayur jeruk manis belimbing

10 10 110 90 10 10 10 3 20 10 20 20 10 10 10 10 270 10 3 20 10 10 5 10 3 110 70

Nilai Gizi Energi (kkal) Protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr) Kalsium (mg) Besi (mg) Vitamin A (RE) Thiamin (mg) Vitamin C (mg) Air (gr)

Hasil 2109.02 58.4024 60.666 337.41 1044 17.24 12709.9 1.4772 489.3 1751.7

Susunan menu sehari yang nilainya sama dengan pembagian makanan sehari dengan toleransi energi + 5% dan protein 5 gr.
*Keterangan : Menu terlampir di kertas menu.

Rencana Konseling : Menjelaskan kepada klien pengertian penyakit saluran cerna, ulkus peptikum yang disertai melena dan faktor risiko yang bisa terjadi, jadwal makan yang teratur. Memotivasi klien untuk menaikkan berat badan dan merubah gaya hidup.

4. MONITORING DAN EVALUASI o Monitoring : Fungsi gastrointestinal. Berat badan. Perubahan perilaku dan kepercayaan terkait makan/gizi. Pola makan. o Evaluasi : Fungsi gastrointestinal yang sudah membaik, diantaranya tidak terjadi lagi BAB yang berwarna hitam. Kenaikan berat badan dari 40 kg menjadi 40.5 kg (Kenaikan berat badan normal adalah 0.5 kg per minggu). Klien sudah tidak minum kopi dan merokok. Klien sudah bisa makan dengan teratur sesuai jadwal.