Anda di halaman 1dari 19

Bentuk (-to dan -tara) ( Fungsi dan Penggunaan )

Pendahuluan Partikel-partikel dalam bahasa Jepang yang berfungsi sebagai penanda bentuk kondisional adalah -to,-ba, -tara dan nara. Partikel-partikel tersebut mempunyai pengunaan yang berbeda. Hal ini menyebabkan pembelajar bahasa Jepang terutama di Indonesia sering mengalami kesulitan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kaidah penggunaan partikel -to dan -tara sebagai penanda bentuk kondisional.

Partikel -To

Contoh kalimat :
3 Jika masuk bagian kedua bulan Maret, bunga sakura mulai mekar Jika bangun tiap pagi, minum 1 cangkir teh Jika tombol uang masuk ditekan, tiketnya keluar.

A.-to digunakan dalam keadaan yang berulang, ketentuan yang teratur (jika P dilakukan maka Q terjadi) dan sebaliknya. 1.Fenomena alam 2. kebiasaan 3.hasil pengoperasian mesin.

B.-to digunakan dalam keadaan berulang, pada hal yang normal dan berlaku permanen, harapan yang selalu cocok dengan kenyataan, kejadian yang terjadi (representasi) tidak ada hubungan dengan permintaan.

Perhatikan contoh berikut:

a. (X) b. Jika sakura mekar, saya berniat melihat bunga

a. (X) b. Jika makanan sudah siap, panggil saya.

C. Di sisi lain, -to tersebut , memungkinkan mewakili hal yang telah tejadi (kondisi faktual) dengan konsekuen (tetap).

(6) Jika jendela dibuka, angin dingin akan masuk (7) Jika mengirim pesan pada Tanaka San, langsung dibalas.

Partikel Tara

Contoh kalimat :
Jika hujan turun, penjelajahan (hiking) dihentikan. Jika hari telah sore, ayo jalan-jalan.

A. -tara bersifat spesifik (tertentu), digunakan untuk menyatakan ketergantungan khusus dalam satu waktu, seperti dari contoh 1 dan 2. pada contoh : (1) seperti sebuah prakiraan yang belum diketahui benar atau tidak akan terjadi (asumsi). (2) dapat juga digunakan pada perkiraan yang diyakini akan menjadi seperti itu (keadaan yang sudah tentu). *Pada kejadian asumsi partikel tara dapat digantikan oleh ba.

Perhatikan contoh berikut:


(1) Jika hujan turun, penjelajahan dihentikan. (2)x (x) Jika hari telah sore, ayo jalanjalan.

B. tara juga digunakan dalam sebagai konsekuensi dalam keinginan, harapan, perintah dan dalam kalimat permintaan Jika bertemu Yamamoto San, sampaikan salam saya.

C.-tara digunakan pula sebagai sebuah konsekuensi, dari hubungan faktual sebab akibat yang mungkin terjadi. Dalam hal ini sama fungsinya dengan -to Jika jendela dibuka, angin dingin akan masuk

Simpulan
Kaidah penggunaan partikel -to memiliki tingkat probabilitas yang kuat. Penggunaannya meliputi hal alami yang meliputi kebiasaan, penggunaan mesin, dan hal yang ideal terjadi. Hal lain yang perlu diperhatikan yakni fungsinya sebagai penanda bentuk kondisional yaitu pada poin B. Dalam pengunaan partikel to tidak boleh ada maksud, keinginan, ajakan dan permintaan pembicara dalam kalimat konsekuensinya.

Kaidah penggunaan partikel -tara sebagai penanda bentuk kondisional lebih bersifat spesifik (tententu) dalam satu waktu.fungsinya meliputi asumsi dan hal diharapkan terjadi seperti itu. Berbeda dengan to sebaliknya partikel -tara sebagai penanda bentuk kondisional di dalam kalimat konsekuensinya dapat berupa opini, keinginan, perindah dan permintaan pembicara. Kesamaan penggunaan to dan tara yakni pada hubungan sebat akibat yang konsekuen atau hasilnya diyakini akan menjadi seperti itu berdasar pada fakta (faktual).

REFERENSI 2000

Ada pertanyaan?

MATURNUHUN